disclaimer : Masashi Kishimoto
.
.
.
...
Bagian 3 : Sepertinya zashiki warashi bukan ide yang buruk..!
..
().00
Hari ini hari pertama masuk sekolah, jadi aku sedikit datang lebih lambat dari biasanya ini bukan karena aku membenci sekolah atau semacamnya
Tapi lebih karena aku mengakhiri liburan ku dengan buruk jadi ini membuat semangat ku agak menurun, dan lagi ingatan tentang Sara di liburan yang lalu masih melekat di kepala ku dengan jelas, bagaimana tidak aku merasakan dengan langsung kulit kami bersentuhan tanpa terhalang apa apa
Entah mau kau pikirkan bagaimana pun sulit untuk menghilangkan pikiran aneh dari hal seperti itu jadi membuat diriku tidak siap untuk bertemu denganya lagi dalam waktu yang dekat.
Aku terus berjalan dengan semangat yang masih tertinggal, apa untuk hari ini aku ikut Hinatasaja bermain game seharian..!
Memikirkan itu kurasa Hinataakan senang karena dengan begitu akan meningkatkan perolehan jumlah exp yang di dapat bukankah dalam game bila kau melakukanya bersama sama akan mendapatkan hasil yang lebih banyak, ya kurasa aku akan melakukanya nanti
...
().1
Ini benar benar gawat seharian ini konsentrasiku tidak bisa ku arahkan ke depan kelas, semuanya terus berputar di kepalaku, mungkin untuk pulang nanti aku akan turun satu stasiun dari seharunya dan berjalan kaki untuk sampai kerumah,
Aku tahu ini cukup berisiko karena aku tidak tahu apa yang akan Hianta lakukan bila aku tidak menyiapkan makan malam tepat waktu, tapi untuk saat ini aku tidak terlalu peduli akan apa yang terjadi karena kepalaku terasa sangat penuh jadi, berjalan-jalan di kota ini akan membuatnya sedikit lebih ringan (kurasa)
Seperti yang aku rencanakan sebelumnya saat jam sekolah usai aku lengsung mengemasi barang-barangku ke dalam tas dan memutuskan untuk pulang jadi aku pun berjalan ke arah stasiun kereta
Aku menaiki kereta yang biasa aku naiki untuk pulang kerumah seperti biasanya, tapi yang membuat berbeda kali ini aku turun dua stasiun dari yang seharunya
Karena jarak rumah dan sekolah hanya empat stasiun jadi ini tidak terlalu jauh dari rumah maupun dari sekolah, tapi ini masih cukup jauh, sial bukankah seharusnya aku turun satu stasiun dari rumah ..!
Ini terlalu jauh dari rumah..!
Ya!, mau bagaimana lagi aku sudah melakukanya, jadi aku memutuskan untuk berjalan kaki kerumah, setidaknya untuk rencana berjalan ke rumah aku melakukanya dengan benar
Aku berjalan dengan sangat pelan sambil melihat sekeliling, dimana kau dapat melihat beberapa gedung dan toko-toko yang berderet dengan rapi dimana jalananya dihiasi beberapa pohon dan bangku
Kota ini benar-benar kota yang indah dan damai kalo aku boleh bilang begitu, karena kota ini bukan kota yang besar dimana bayangan dari gedung-gedung yang tinggi akan menghalanig sinar matahari di sebelahnya, dan lagi kota ini sangat damai,
Atau dengan kata lain tingkat kejahatanya sangat rendah sampai di titik di mana bila ada kejahatan di sisi lain dari kota, sisi lainya akan mengetahuinya juga, benar-benar kota yang indah dan damai bukan?
Ehh,, dan lagi jangan lupakan soal bukit-bukit yang ada disekeliling kota ini ataupun hutan yang cukup indahnya, yang membuat cuaca dan udaranya benar-benar nyaman.
walaupun begitu bila musim panas kau akan tetap menikmati perasaan kulitmu yang terbakar sinar matahari, sial aku benar-benar menyukai kota ini.!
Aku terus berjalan sampai tidak terasa matahari sudah hampir terbenam di ufuk barat sudah waktunya pulang, aku terlalu menikmati panorama kota ini sampai aku melupakan untuk pulang, jadi aku pun sedikit mempercepat langkah kakiku, sudah ku duga seharunya aku tidak mampir di beberapa toko tadi
Akhirnya akupun sampai di jalan pinggir sungai yang bila tidak salah ini artinya tinggal satu stasiun lagi bila aku mengingatnya dengan benar.
Bahkan sungai di sini sangat jernih, karena itulah aku sangat menyukai kota ini tapi dari semua hal ini ada yang membuat ku sedikit terganggu aku melihat seseorang di tepi sungai sedang bertarung melawan sesuatu semacam mahluk dengan sisi yang sebagian tubuhnya terlihat seperi ikan.?
Apaan aneh sekali.!
Aku terus memperhatikan apa yang sebenarnya terjadi, sampai akhirnya semua informasi itu masuk kedalam kepalaku.
Bahwa seorang anak perempuan yang memagang katana di tanganya sedang bertarung melawan monster yang sebagian tubuhnya berbentuk ikan,
Anak perempuan itu terlihat sangat terbiasa dalam memakai senjata itu, dia mengayunkanya dengan gerakan yang terlihat sangat anggun seakan katana itu adalah bagian dari tubuhnya, walaupun begitu monster ikan itu terlihat cukup tangguh, monster tersebut terus menangkis dan membalikkan serangan yang di terimanya dengan mudah.!
Apa hal ini cukup wajar?
Setelah beberapa saat aku terus memperhatikan pertarungan mereka, tanpa kusadari ini cukup menarik, bagaimana tidak gadis berpedang melawan monster dengan latar belakang sinar matahari yang hampir tenggelam, ini benar benar mirip seperti setingan light novel atau semacamnya.
diamana lagi kau dapat melihat hal seperti ini, dan lagi mengingat kota ini cukup damai jadi hal ini adalah hal yang sangat jarang terjadi bukan..?
Selain karena aku tidak ingin menggangu mereka, kerena bisa saja mereka memilki hubungan seperti aku dan Hinata bukan tidak mungkin aku malah akan jadi pengganggu nantinya, jadi akupun memutuskan untuk terus mengawasi apa yang akan terjadi selanjutnya.
Semakin lama pertarungan tersebut terlihat sedikit menjadi semakin sulit karena sepertinya gadis tersebut terlihat kelelahan dan membuat seranganya tidak sebaik beberapa saat yang lalu, apa aku harus membantunya sekarang.!
Monster itu terus momojokkam anak perempuan tersebut dengan serangan yang terus menerus dan sepertinya dia cukup kewalahan karena posisinya sekarang terlihat berbalik, dia terliha terus menerus menerima serangan yang di lancarakan oleh monster tersebut.!,
kurasa ini benar benar gawat, kurasa aku harus menolongnyauntuk saat ini!
Jadi aku pun memutuskan untuk membantunya jadi aku memilih untuk berjalan ke arah meraka secara diam diam dan melancarkan serangan yang cukup kuat pada titik buta monster tersebut selagi dia terus menyerang anak perempuan tersebut.
Maaf aku menjadikanmu umpan tapi mau bagaimana lagi aku tidak menguasai beladiri tertentu jadi ini satu satunya cara yang bisa aku lakukan..!
Ini memang terdengar bodoh menyerang monster yang bahkan membuat seseorang yang membawa katana kewalahan hanya bermodalkan batang kayu.!
Tapi untuk saat ini aku tidak punya banyak pilihan karena gadis tersebut terlihat sedang dalam kondisi yang sangat buruk sekarang, bila aku tidak segera menolongnya bukan tidak mungkin dia akan terluka bila hal ini terus terjadi!.
Saat aku tepat di belakang monster tersebut aku pun mengayunkan batang kayu tersebut ke arah monster tersebut, kurasa baik monster ataupun anak perempuan tersebut tidak menyadari keberadaan ku, sejauh ini kurasa ini cukup bagus..!
'wushhh,...' ehh apa itu aku yakin aku sudah mengayunkanya dengan kuat kearah monster ikan tersebut, tapi kenapa di hadapan ku sekarang batang kayu yang aku ayunkan tidak mengenainya bahkan tidak menyentuh tubuhnya sama sekali,
apa dia menghindarinya?, atau aku mengayunkanya terlalu jauh darinya?, aku sudah memperhitungkan jaraknya denganku jadi bagaimana mungkin ini terjadi..!
setelah mengetahui ada seseorang yang mencoba menyerangnya dari arah belakang, monster tersebut terlihat sangat marah dan mengalihkan perhatianya dari gadis yang memegang katana di depanya, monster itupun mengarahakan semua perhatianya pada Naruto
monster itu terus mendekat ke arah Naruto sambil terus menerus menyerang Naruto dengan serangan yang membabi buta,
monster itu terus menyerang dan menyerang Naruto yang hanya berlindung pada batang kayu yang ada pada tanganya, untuk Naruto dia sangat mengetahui bahwa sekarang posisinya saat ini sangat tidak menguntungkan dan batang kayu yang menjadi satu-satunya senjata utamanya saat ini tidak akan dapat menahan serangan lebih lama lagi
tapi setidaknya dia membuat ruang untuk gadis yang membawa katana tersebut untuk melarikan diri secepatnya walaupun dia tidak yakin dia dapat melarikan diri juga, tapi setidaknya dia menyelamatkan seseorang dengan keren bukan?
Seperti apa yang Naruto perhitungkan monster tersebut tidak lagi menghiraukan gadis yang menjadi lawanya untuk beberpaa saat yang lalu, bagus rencana awal Naruto berjalan dengan lancar dan sekarang tinggal mengeksekusi rencana terakhir yaitu mengalihkan perhatian monster tersebut dari dirinya dan gadis yang dia tolong tersebut
Memang tidak terlihat hebat karena apa yang dia lakukan pada dasarnya hanya membuat ruang dan melarikan diri, tapi mengingat kerena Naruto bukanlah manusia dengan kemampuan super yang dapat menembakkan bola dengan kekuatan yang menimbulkan ledakan yang setara dengan senjata militer, jadi ini adalah hal yang paling jauh yang bisa dia lakukan dengan kekuatan manusia normal.!
Setidaknya itulah yang ada dalam pikiran Naruto beberapa saat yang lalu, sebelum pandangnya menjadi gelap.
...
().2
"Ahh syukurlah, akhirnya kau bangun juga" ehhh siapa yang beebicara barusan, aku sedikit melihatnya tapi aku tidak mengenalinya sama sekali..!
"hikh, hikh,,,dasar bodoh kau bisa saja mati tahu...!" apa aku ada di alam setelah kematian, karena di depanku sekarang aku melihat Hinatayang benar-benar bukan hinata, maksudku adalah dia Hinatatapi dia tidak terlihat seperti Hinatayang seperti aku lihat sehari hari
Dia terlihat sangat menderita kedua matanya dialiri air mata, dan wajahnya terlihat sangat khawatir, entah kenapa melihatnya seperti ini membuatku mengingat hal beberapa tahun yang lalu
Saat itu masih kecil dan aku benar-benar takut dan sangat takut tapi kemudian Hinatadatang dan memeluku, dengan wajah yang sama khawatirnya dengan apa yang aku lihat sekarang, jadi tolong jangan perlihatkan lagi tatapan itu Hinata, karena itu sangat membuat dadaku terasa sangat sakit dan menderita di saat yang sama
"Apa yang terjadi" tanpa sadar aku menggumamkan apa yang ada di pikiranku
"hihk,,. hikhk,. Dasar bodoh, kau benar-benar membuatku sangat khwatir apa kau tidak pernah berpikir dulu sebelum melakukan sesuatu, bodoh..!, dasar bodohhhh..." aku tidak siap untuk ini, karena tiba tiba Hinatamelompat ke arahku dan memelukku dengan erat, aku dapat merasakan bahwa dada ku basah oleh air matanya,
tunggu dulu Hinatakenapa kau terus menerus memanggilku bodoh..?, memangya apa yang terjadi?,
saat aku sedang memikirkan dan mengumpulkan semua informasi kedalam otakku mataku tanpa sadar menangkap sosok seorang anak perempuan di depanku,
rambutnya berwarna pink yang sangat indah dan memancarkan perasaan hangat musum semi saat melihatnya, dia terlihat cukup manis dan cantik, dia memakai seragam yang sama seperti yang aku pakai apa dia bersekolah di sekolah yang sama denganku?, dia benar-benar terlihat manis dengan rambut pinkya,
tapi bila kau perhatikan lagi tatapan matanya terlihat berair yang mamancarkan perasaan yang tidak mengenakan,?
Seriusan apa yang terjadi?, ini membuat kepalaku sedikit pusing, siapa gadis berambut pink ini dan juga kenapa kau menangis Hinata
"terima kasih ya atas pertolonganya." Gadis berambut pink tersebut mengatakan hal yang tidak aku pahami, apa itu untukku?,
Ehh, tapi tunggu dulu pertolongan ?, memangya apa yang aku lakukan?, saat aku memikirkanya tiba tiba kepalaku sakit seakan tiba tiba seseorang menyuntikkan ingatan pada otak ku yang sedang mengambang ini..!
Benar juga beberapa saat yang lalu entah kapan, aku sedang bertarung melawan monster ikan yang menyebalkan dan kemudian semuanya menjadi hitam dan di sanalah ingatanku terhenti.
"apa yang terjadi setelahnya, dan bagaimana aku tiba-tiba ada di rumah, dan bagaimana denganya, dan lagi siapa kau.!" tanpa sadar aku melontarkan semua pertanyaan yang ada di dalam kepalaku padanya.
"kau pingsan saat menerima serangan dari monster ikan beberap saat yang lalu, tapi jangan khwatir monster itu langsung pergi setelahnya, dan untuk selanjutnya aku kakakmulah yang membawamu pulang, pada awalnya aku bingung apa yang harus aku lakukan dan sedikit panik tapi saat kau pingsan tadi aku melihat kau memakai seragam yang sama denganku jadi aku melihat kartu pengenal sekolah kita dan memutuskan untuk menelphone ke rumah mu" dia mengambil nafas sejenak sebelum melanjutkan ceritanya.
"kemudian kakak perempuan mu datang dan membawa Naruto pulang, jadi aku ikut membantu dan sekalian untuk berterima kasih padamu, aku memanggilmu begitu tidak apa kan?" yahh kurasa tidak jadi masalah,
Semuanya terasa jelas sekarang, jadi dia gadis dengan katana itu, aku memang tidak mengingat kalo rambutnya berwarna pink, bahkan sebenarnya aku tidak menyadari sama sekali dengan penampilanya saat itu, selain karena cahaya matahari sore yang sedikit redup juga karena aku lebih memeperhatikan pertarungan mereka.
"ehhm, terima kasih" aku bingung apa yang harus kukatakan jadi akupun berterima kasih saja kurasa itu tidak apa-apa kan?
"dasar bodoh, berhentilah!, mengatakan hal yang tidak masuk akal seperti itu" tiba tiba Hinatamelepasakan pelukkanya dari tubuh ku dan memarahiku dengan mata yang berair,
Setidaknya bila kau memang khawatir, tolong hentikan memanggilku bodoh sekarang juga.!
"berhentilah menangis Hinata, semuanya tidak apa-apa kenapa kau tiba tiba jadi sangat sentimentil sperti ini"
"apa,..?, dasar bodoh, kau bisa saja kehilangan nyawamu bodoh, apa kau tidak tahu akan hal itu.!"
"ahhh berisik, lagian aku melakukanya bukan hanya untuk senang-senang kenapa kau terus memarahiku sih.?" Karena dia terus-terusan melimpahkan semua kesalahan padaku, akupun tanpa sadar membentaknya juga..!
"aku tahu itu, bodoh,!, Tapi setidaknya pikirkan dirimu juga"
"berhentilah memanggilku bodoh, aku tahu apa yang aku lakukan..!" saat aku mengatakanya tiba-tiba Hinataberdiri dengan mata yang masih berairnya dan entah berjalan ke mana.
Apa aku mengatakan suatu hal yang salah.!?.
Menyadari suasananya menjadi lebih berat dan canggung gadis berambut pink tadi yang aku tidak tahu namanya tiba tiba membungkukan tubuh bagian atasnya yang walaupun dalam posisi terduduk di lantai kau dapat menyadari bahwa itu merupakan perwujudan dari gerakan meminta maaf atau berterima kasih.
"sekali lagi aku ucapkan terima kasih karena menolongku" itulah yang dia katakan sambil membungkukkan badanya.
"ehhh tidak apa-apa kok, jangan di pikirkan.!" Mendengar apa yang aku katakan dia meluruskan pandangan matanya padaku.
Dia kemudian berdiri dan membalikkan badanya, membiarkan rambutnya yang berwarna pink terayun mengikuti gerak tubuhnya..!
"kalo begitu aku permisi.!" itulah yang gadis berambit pink itu katakan sebelum dia pegi berjalan ke arah pintu dan menghilang di balik pintu.
Satelah kepergian gadis berambut pink yang aku masih tidak tahu siapa dia dan juga Hinata yang entah pergi kemana berakhirlah aku sendiri di dalam kamar ini, aku memutuskan melirik kearah jam yang tergantung di dinding ternyata aku hanya pingsan beberapa jam saja
aku terus memikirkan semuanya lagi setelah hal itu, aku rasa Hinata benar aku terlalu ceroboh dalam mengambil keputusan tapi di sisi lain bila aku tidak melakukanya bisa saja gadis berambut pink itu yang akan berakhir dengan keadaan yang lebih buruk daripadaku, aku tidak salah kan?.
jadi bila aku mengingat lagi untuk hari ini bisa di bilang begini
aku berangkat ke sekolah dengan perasaan yang sengat buruk karena mengakhiri liburan dangan teman masa kecilku dengan buruk dan kemudian aku bertemu dengan monster yang sedang menyerang seseorang, akupun berusaha menolongnya tapi berakhir aku yang di tolong olehnya..!
kenapa tiba-tiba aku terus tertimpa sial, kurasa untuk saat ini aku harus mencari zashiki warashi agar mau tinggal di rumah ini..!
to be continued..
..
,..
afterword
untuk kali ini entah kenapa jadi lebih singkat dari sebelumnya,*snif*, entah apa yang ada di pikiranku akhir-akhir ini sedikit banyak di penuhi Nekomimi dan Kitsunemimi sebenarnya mau buat gadis Usamimi berambut pink dengan senjata katana akan keren, tapi karena karena bila aku masukan semua characternya bakalan beneran aneh, jadi hanya sebatasa ini yang bisa aku lakukan..!-_-'' jaa... yoroshiku..!
