Title: Strom of Love
Author: Bluedevil9293 Dean_Choi09
Chap: 3 / 3
Rated: M.
Main Cast:
Jung Yunho
Kim Jaejoong
Tan Hangeng
Kim Heechul
Choi Siwon
Kim Kibum
Genre: Romance, Angst, Hurt, Dead Chara, Little Pysico.
Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boy Lover, Boy x Boy. Don't Like Don't Read.
Note: Dean Udah Bilang nggak suka nggak usah baca, jadi dean ga terima flame atau comment yang membetekan. Kalau ga suka ceritanya, ga suka pairnya, ga suka authornya atau apa lah itu mending jangan baca dari pada kamu dean sumpahin, mau? Yang ga comment Dean do'ain gagal… terserah mau gagal apa aja.
Disclaimer: This story pure make me.
*** Strom of Love ***
Author Pov…
Siwon mengusap wajahnya untuk yang kesekian kali saat bayang-bayang wajah Kibum kembali menghantui pikirannya bersama rasa bersalah yang ia rasakan. Di pandanginya lagi Kibum yang masih terbaring di atas ranjang tak jauh darinya. Wajah Kibum tampak pucat pasi, sudah seminggu namja cantik tadi tak sadarkan diri dan terus terbaring lemah seperti itu dan entah kapan namja cantik itu akan segera membuka matanya lagi.
"Ugh…" Suara lenguhan kecil terdengar oleh Siwon, dengan cepat namja tampan tadi langsung mengalihkan pandangannya kearah ranjang Kibum. Dan benar saja, tampaknya Kibum mulai tersadar dari pingsannya. Siwon pun tampak sangat bahagia melihat keadaan Kibum. Siwon dengan cepat beranjak dari tempatnya mendekati ranjang Kibum.
"Akhirnya kau sadar juga Kibum." Ucap Siwon sambil menyentuh lengan kiri Kibum. Kibum yang awalnya masih mencoba membiasakan matanya dengan cahaya yang ada langsung diam terpaku saat mendengar suara Siwon lagi. Suara namja yang dulu terdengar begitu indah di telinga Kibum itu kini terdengar begitu menakutkan bagi Kibum. Kibum yang sudah sadar sepenuhnya menatap kearah Siwon dengan raut wajah penuh ketakutan membuat Siwon binggung. "Waeyo? Ada yang sakitkah? Katakan dimana." Ucap Siwon ramah pada Kibum yang tampak semakin gemetaran menahan rasa takutnya.
"PERGI! PERGI! JANGAN DEKATI AKU! PERGI!" Ucap Kibum ketakutan sambil mendorong tubuh Siwon menjauh lalu melemparinya dengan benda apa pun yang bisa ia raih. Tampak sekali Kibum benar-benar takut pada Siwon apa lagi bayang-bayang buruk itu masih terus menghantui pikirannya. Siwon tampak bingung dengan kelakukan Kibum yang takut padanya itu sambil terus berusaha menghindar dari semua benda-benda yang Kibum lemparkan padanya.
"Bummie tenang, aku tak akan menyakitimu lagi percayalah." Pinta Siwon sambil terus berusaha menghindar lemparan Kibum seraya berjalan mendekati namja cantik tadi lagi.
"PERGI! PERGI! PERGI! JANGAN DEKATI AKU. PERGI! AKU MOHON PERGI!" Teriak Kibum ketakutan saat melihat Siwon yang semakin mendekatinya. Namja cantik tadi pun mulai terisak, air mata jatuh begitu saja membasahi wajah cantiknya yang masih terlihat pucat itu.
BRRAAAKKKK…
Pintu kamar terbuka dengan kasar, setelahnya sosok Heechul, Jaejoong dan Yunho tampak masuk ke dalam ruangan tadi yang sudah berantakan. Ketiganya mengernyitkan dahi mereka bingung, sebenarnya apa yang sudah terjadi selama mereka pergi tadi. Kibum sadar tapi kenapa ruangan itu tampak berantakan dan kenapa pula Kibum tampak meringkuk ketakutan di atas ranjangnya. Kibum yang melihat kedua hyungnya masuk ke dalam ruang rawatnya tampak mulai lega, awalnya namja cantik ini berniat menghambur ke dalam pelukan salah satu hyungnya tadi sekedar untuk melindungi dirinya dari Siwon tapi niatnya itu langsung ia urungkan saat melihat sosok Yunho di belakang kedua hyungnya tadi. Jadilah sekarang dia Cuma bisa meringkuk ketakutan di atas ranjangnya.
"Yack! Apa lagi yang mau kau lakukan pada adikku Siwon." Marah Jaejoong yang langsung mendekati Kibum. Kibum tanpa pikir panjang langsung memeluk hyung pertamanya tadi dan menangis di dalam pelukan Jaejoong.
"Menyingkirlah!" Ucap Heechul tak suka sambil mendorong tubuh Siwon hingga jauh ke lantai. Siwon tahu kedua namja cantik yang merupakan hyung dari Kibum tadi memang sangat membencinya. "Jangan pernah dekati adikku lagi." Ucap Heechul lagi kali ini tak hanya pada Siwon saja tapi juga pada Yunho yang masih termanggu di depan pintu tak tahu harus berbuat apa. Setelahnya Heechul langsung mendekati namja cantik yang merupakan adiknya tadi dan membantu Jaejoong menenangkannya.
"Uljima Bummie, kami disini. Jangan takut lagi ne, hyung berjanji akan selalu melindungimu dari namja-namja berengsek itu." Ucap Jaejoong sambil membelai rambut Kibum. Jaejoong tahu Kibum sangat ketakutan kini, itu terbukti dari tubuh Kibum yang bergetar di dalam pelukannya. Jaejoong menatap Siwon dan juga Yunho mantan kekasihnya sejak beberapa menit yang lalu dengan tatapan tak suka. Yunho dulu boleh saja menjadi kekasihnya tapi tidak untuk saat ini, yang tersisa untuk namja tampan tadi hanya rasa benci dan kecewa begitu pula dengan apa yang Heechul rasakan pada Hangeng. Semua rencanan indah kedua namja cantik tadi dengan masing-masing pasangannya langsung pupus di tengah jalan karena insiden ini.
*** Strom of Love ***
Author Pov…
Hangeng yang sejak tadi mencari keberadaan Heechul tapi tak kunjung menemukan namja cantik tadi tampak mulai gelisah. Pasalnya nasib hubungan antara ia dan Heechul sudah diambang batas kehancuran dan semua itu memang karena kesalahannya sendiri. Hangeng baru saja akan kembali mencari Heechul di ruang rawat Kibum karena dia yakin pasti kekasihnya itu akan kembali kesana untuk memastikan keadaan Kibum yang belum sadarkan diri sejak seminggu yang lalu itu, tapi Hangeng langsung mengurungkan niatnya saat Donghae salah satu sahabatnya yang bekerja di rumah sakit tempat ia berada saat ini memanggilnya. Mau tak mau Hangeng pun memilih menemui Donghae terlebih dahulu karena apa yang akan namja tadi sampaikan padanya pasti sangat penting.
Tok… Tok… Tok…
Hangeng mengetuk pintu ruangan kerja Donghae dengan perlahan tak lama terdengar suara sahutan Donghae dari dalam sana yang mempersilahkannya untuk masuk ke dalam ruangan yang di dominasi oleh warna putih tadi khas ruangan-ruangan yang ada di rumah sakit.
"Duduklah dulu Han." Suruh Donghae pada Hangeng yang hanya menurut saja.
"Jadi bagaimana hasilnya?" Tanya Hangeng tak sabaran. Oke, sebenarnya sejak beberapa hari yang lalu secara diam-diam Hangeng meminta Donghae melakukan tes DNA terhadap bayi yang ada di dalam rahim Kibum. Ia harus tahu anak siapa yang saat ini tengah di kandung calon adik iparnya itu. Dan kalau boleh berharap Hangeng pasti menginginkan kalau anak yang Kibum kandung itu bukan anaknya karena ia tak mau menerima resiko harus berpisah dari Heechul namja cantik yang begitu ia cintai.
"Jawabannya ada di dalam sini Han, kau baca saja. Ah ya, aku tak bisa berlama-lama karena ada satu operasi yang harus ku tangani saat ini." Ucap Donghae sambil menyodorkan sebuah amplop berwarna putih dengan lambang rumah sakit tertera jelas di amplop tadi. Donghae tampak terburu-buru apa lagi tak lama kemudian seorang suster masuk ke dalam ruangan tadi memanggil Donghae.
"Ne Hae, gomawo atas bantuannya." Ucap Hangeng sebelum beranjak pergi meninggalkan ruangan Donghae sambil membawa amplop putih tadi. Setelah mendapatkan tempat yang sedikit sepi Hangeng langsung membuka amplop tadi dan membaca isi di dalamnya dengan jantung yang berdetak cepat dan rasa takut yang menjalar di setiap persendian tubuhnya. Hangeng takut kalau nanti fakta berkata dialah appa dari anak yang Kibum kandung.
"I-ini tak mungkin… Ini pasti bohong." Guman Hangeng pelan, perlahan tetesan air mata mengalir dari kedua matanya. Di dalam surat yang ia baca jelas tertera namanya sebagai appa biologis bayi yang sedang Kibum kandung bukan nama Yunho atau pun Siwon. Hancur sudah harapannya kini, kalau sampai Heechul tahu anak yang Kibum kandung itu adalah anaknya sudah bisa di pastikan pasti mereka berdua akan berpisah dan Hangeng tak meninginkan itu. Ia terlalu mencintai Heechul dan tak bisa berpisah dari namja cantik tadi yang sudah menjadi kekasihnya selama setahun ini apa lagi dulu saat mendapatkan Heechul banyak halangan yang ia hadapi sampai akhirnya mereka berdua bisa bersatu.
"Tidak, anak itu bukan anak ku. Bukan..." Ucap Hangeng ditengah isakannya. Tubuh namja tampan tadi pun perlahan merosot kebawah hingga benar-benar terduduk di lantai rumah sakit yang dingin. Hangeng menjambak rambutnya sendiri, ia tampak frustasi menerima kanyataan yang ada. Sungguh ia belum siap untuk melepaskan Heechul, perasaannya pada namja cantik tadi terlalu dalam.
"Semua gara-gara kau Choi Siwon BERENGSEK!" Teriak Hangeng kesal sambil meremas-remas surat yang tadi di pegangnya menjadi bentuk yang tak tentu lagi. "Kalian berdua, semua karena kalian. Kalian harus merasakan akibatnya. Aku tak mau berpisah dengan Chullie-ku." Ucap Hangeng ditengah isakannya.
"Kalian harus merasakan perih yang ku rasakan juga." Ucap Hangeng yang sudah beranjak dari tempatnya tadi dengan wajah yang penuh dengan dendam berbeda dari Hangeng yang sebelumnya.
*** Strom of Love ***
Author Pov…
BRRAAAKKKK…
Suara pintu yang dibuka dengan kasar terdengan cukup kencang membuat lima namja di dalam ruangan tadi terlonjak kaget dan serempak menatap kearah namja yang sudah membuka pintu tadi dengan kasar. Tampaklah oleh kelimanya sosok Hangeng yang terdiam di ambang pintu dengan wajah yang menakutkan, penuh dengan rasa benci dan dendam.
"Hannie…" Guman Heechul pelan saat melihat sosok namja yang dicintainya itu berdiri dengan sebuah pisau di gengaman tangannya. Entah dari mana Hangeng mendapatkan pisau itu dan bagaimana caranya ia sampai bisa masuk sampai ke ruang rawat Kibum dengan membawa sebilah pisau yang cukup tajam tadi di tangannya. Heechul yang melihat sang kekasih seperti itu mendadak merasakan sebuah firasat yang sangat buruk.
"Hangeng kenapa kau… Omona… kenapa kau membawa benda itu?" Tanya Jaejoong pada Hangeng yang menatap kearah Kibum yang sedang di peluknya tajam.
"Kau… Kau harus mati." Ucap Hangeng sambil menunjuk kearah Kibum yang semakinh bergetar ketakutan di dalam dekapan Jaejoong. Kelima namja di dalam ruangan tadi tampak kaget mendengar ucapah Hangeng terlebih saat namja keturunan China tadi menatap penuh kebencian pada Kibum.
"Jangan mendekat." Ucap Jaejoong yang langsung melindungi Kibum di balik punggungnya.
"Hannie, apa yang kau lakukan. Jangan gila." Ucap Heechul yang berusaha menahan Hangeng namun dengan kasar namja tampan tadi langsung mendorong tubuh Heechul hingga jatuh keatas sofa.
"Kau mau apa Hyung?" Tanya Siwon yang berusaha mencegah sepupunya tadi yang tampak sudah di kuasai rasa benci dan dendam.
"Aku akan membunuh dia dan juga bayinya itu. Dan juga kau Siwon." Desis Hangeng pada Siwon yang berusaha menghalang-halanginya.
"Aku tak akan membiarkanmu bertindak gila hyung. Kibum dan bayinya tak bersalah kalau kau mau bunuh saja aku tapi jangan pernah sakiti Kibum." Ucap Siwon yang mulai mencegah Hangeng hingga tak bisa di elakkan lagi terjadi baku hantam di antara kedua namja tampan tadi. Membuat beberapa orang di sana memekik takut saat melihat Hangeng berkali-kali mengayunkan pisaunya kearah Siwon dan untungnya Siwon cukup gesit untuk mengelak setiap tebasan pisau dari sepupunya tadi.
Bugh… Brraakkk…
Satu tendangan Hangeng mengenai Siwon hingga membuat namja tampan tadi terpental menabrak meja. Sudut bibir Siwon terluka dan mengeluarkan darah, kepalanya pun bernasib sama setelah tadi terhantuk dengan suduh meja yang runcing. Hangeng mendekati Siwon meraih kerah baju sepupunya tadi dan tanpa ampun menusukan pisaunya tepat di ulu hati Siwon. Siwon mengerang sakit saat benda runcing tadi menumbus kulitnya semakin dalam. Setelah Hangeng menarik kembali pisaunya yang di penuhi darah itu, tubuh Siwon langsung jatuh kelantai sambil memegangi peutnya yang terus mengeluarkan darah.
"HANGENG." Pekik Heechul tak percaya kalau namja yang dicintainya itu yang terkenal pendiam tega menusuk Siwon tanpa perasaan seperti itu. Heechul tak mengenal sosok Hangeng saat ini, namja itu bukan Hangengnya lagi. Hangeng tersenyum senang setelah berhasil membuat sepupunya yang menyebabkan semua masalahnya itu roboh hanya dalam satu tusukan saja. Kini tinggal satu masalah saja, Kibum dan bayi yang namja cantik tadi kandung. Hangeng menatap kearah Kibum yang bersembunyi di belakang tubuh kecil Jaejoong. Perlahan ia mendekati kedua namja cantik tadi yang mulai ketakutan.
"Han, kau mau apa lagi. Jangan berbuat gila lebih dari ini." Ucap Yunho yang mencoba mengajak Hangeng bicara.
"Diam saja kau Yun kalau kau masih mau selamat dan tak bernasib sama dengan bajingan satu itu." Ucap Hangeng sambil melirik kearah Siwon yang tampak sekarat tak jauh dari Heechul berada. Hangeng kembali menatap kearah Jaejoong dan Kibum. "Kau menyingkir dari namja itu kalau kau masih sayang dengan nyawamu." Ucap Hangeng pada Jaejoong yang tampak ketakutan.
"Hangeng jangan, sadarlah." Ucap Jaejoong memcoba menenagkan Hangeng.
"Ku bilang menyingkir atau kau juga mau kubunuh." Ancam Hangeng pada Jaejoong yang semakin ketakutan.
"HANGENG." Bentak Yunho yang tak suka melihat sepupunya itu berkata seperti tadi pada namja cantik yang sampai detik ini masih dicintainya tadi. Hangeng tersenyum meremehkan dan tak menghiraukan bentakan Yunho padanya. Tatapan matanya lurus terarah pada Jaejoong dan Kibum.
"Kau tak mau menyingkir sama saja dengan kau meminta nasib yang sama dengan namja berengsek itu." Ucap Hangeng pada Jaejoong. Hangeng mengeratkan gengamannya pada pisau yang ia pegang. Pisau tadi terus meneteskan darah Siwon mengotori lantai rumah sakit. "Aku akan membunuhmu juga Jae." Murak Hangeng beranjak mendekati Jaejoong yang ketakutan seraya mengacungkan pisaunya bersiap untuk menikam Jaejoong.
"JAE AWAS!" Dengan cepat Yunho mendorong tubuh Jaejoong membuat tubuh namja cantik tadi terdorong bersama dengan tubuh Kibum. Akibat dorongan Yunho tadi, Jaejoong terselamatkan tapi Yunho berhasil Hangeng tikam tepat di bagian punggungnya dan menembus sampai ke jantungnya. Tubuh Kibum yang ikut terdorong bersama Jaejoong jatuh dari atas ranjang membuat ia terhempas dengan cukup keras ke lantai rumah sakit. Tampak kibum mengerang sakit akibat benturan tadi, Kibum memegangi perutnya yang terasa sakit seolah-olah mencabik-cabiknya dari dalam. Perlahan darah segar juga mengalir di kedua kaki putihnya yang perlahan berubah menjadi merah akibat genangan darah yang terus keluar dari organ intim Kibum.
"YUUNNIIEEE.!" Pekik Jaejoong saat melihat tubuh namja yang masih ada di dalam hatinya itu jatuh kelantai dengan punggung yang tertancap sebilan pisau. Jaejoong langsung meraih tubuh Yunho ke dalam dekapannya, ia pun mulai menitikan air mata melihat sang pujaan hati tampak kesakitan.
Heechul yang hanya bisa melihat semua yang terjadi hanya bisa dia membatu, tubuhnya terlalu lemas melihat semua kejadian yang terasa terlalu cepat terjadi tadi. Hangeng yang menikam Siwon lalu Yunho dan Kibum yang mengerang kesakitan. Semua seperti mimpi buruk bagi Heechul. Heechul kembali sadar saat Hangeng meraih tangannya dengan tangan namja tadi yang di penuhi darah. Hangeng mencoba menarik Heechul pergi tapi namja cantik tadi melawan terus.
"Lepaskan, mau apa lagi kau. Dasar pembunuh, lepaskan aku. Aku membencimu Hangeng." Ucap Heechul sambil terus meronta-ronta dari gengaman tangan Hangeng. Hangeng yang tak suka dengan perkataan terakhir Heechul langsung memukul tengkuk namja cantik tadi membuat Heechul hilang kesadaran. Lalu setelahnya Hangeng pun membawa tubuh Heechul pergi dari sana meninggalkan keempan namja lainnya di ruangan tadi.
"Yunnie, bertahanlah." Ucap Jaejoong dengan mata yang di banjiri oleh air matanya.
"Jae, kau tak apa-apa kan?" Tanya Yunho lemah sambil menghapus air mata Jaejoong dengan jari-jari tangannya.
"Pabo, aku tak apa-apa Hiks… Hiks…" Ucap Jaejoong pada Yunho.
"Jae, jangan menagis lagi. Saranghae." Ucap Yunho lalu mengecup bibir Jaejoong.
"Nado Yunnie, Nado. Bertahanlah ku mohon." Pinta Jaejoong yang tampak sangat khawatir dengan keadaan Yunho yang semakin melemah.
"Jaga dia untukku ne, aku mencintai… ka… lian… Sa… Ssarang… Hae.." Ucap Yunho pelan sampai akhirnya namja tampan tadi menutup kedua matanya membuat Jaejoong semakin panik.
"Yunnie bangun, jangan bercanda. Bangunlah…" Pinta Jaejoong sambil mengoyang-goyangkan tubuh Yunho pelan tapi tetap tak ada reaksi dari namja tampan tadi membuat Jaejoong semakin mengencangkan isakannya.
Siwon yang tampak lemas setelah mendapat satu tusukan di ulu hatinya dari Hangeng mencoba mendekati Kibum yang terus mengerang kesakitan. Namja tampan tadi meraih tubuh Kibum, Siwon mencoba menahan rasa sakitnya dan lebih memilih menenagkan Kibum.
"Bummie bertahanlah." Pinta Siwon sambil menyanga tubuh Kibum di dadanya. Siwon pun tadi sempat memencet tombol untuk memanggil suster agar segera datang kesana menolong mereka semua.
"Hyung… sakittt…. Aaarrrggghhh… sakkkiittt hhyuuunggg…" Ucap Kibum terus sambil meremasih perutnya. Siwon tak tahu harus berbuat apa karena tubuhnya pun sudah lemas bahkan pandangan matanya perlahan mengabur hingga akhirnya ia benar-benar kehilangan kesadaran akibat darah yang terus mengalir dari luka tusukannya tadi. Tak lama setelah Siwon pingsan Kibum pun tergeletak tak berdaya di dalam dekapan namja tampan tadi. Setelahnya beberapa suster dan dokter pun mulai masuk dan mendapati ruangannya yang sudah hancur dan tiga namja yang tak sadarkan diri membuat mereka semua bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi keterkejutan para suster dan dokter tadi tak berlangsung lama karena dengan segera mereka mencoba menolong Siwon, Kibum dan Yunho yang terlukan dan menenangkan Jaejoong yang tampak shock dengan semua yang sudah terjadi.
*** The End ***
