Halo semuaa, emm sebelumnya mohon maaf karena saya telat (banget) dalam mengupdate fic ini. Habis saya tidak pernah menyangka kalau fic ini banyak banget yang nunggu. Saya ke facebook, pada nagihin. Ke twitter, pada nagihin. Ke review fic lain juga pada nagihin. Ya ampuuun bener-bener gomenasai yaa.. m(_,_)m
Setelah beberapa kali kupikirkan, akhirnya kuputuskan untuk menambah genre Crime di fic ini. Kenapa? Pertama, saya lagi ketagihan Crime *plak* kedua, silahkan baca ficnyaa :D *ditendang sampai Kutub Utara*
Yah sudahlah, selamat membacaa!
Disclaimer : Always Masashi Kishimoto
Warning : OOC, AU, Lemon
Genre : Romance/Friendship/Crime
Pairing : SasoSaku, SasuSaku
Don't like? Don't be a fool flamer, just get outta here!
.
.
CHOOSE ME!
CHAPTER 3 : LIFE
"Gila! Aku yakin kaasan sudah gila!" rutuk seorang laki-laki berambut raven di antara kedua yang lain. Dia berkali-kali berkata seperti itu setelah kaasan yang dimaksudnya sudah pulang dari apartemen mereka. Sedangkan seorang laki-laki berambut merah dan berwajah baby face menatap laki-laki itu kesal.
"Hei, mengutuki kaasan sendiri bisa membuatmu kualat, kau tahu?" sindir laki-laki yang tak lain bernama Akasuna no Sasori. Laki-laki raven biru tua mendelik kesal padanya.
"Hn, terserahlah," rupanya laki-laki yang bernama Sasuke Uchiha itu memang tidak bisa menjawab Sasori, akhirnya dia memilih membuang topik pembicaraan.
"Sekarang kita harus gimana? Masa' kita tega sih, membuat Sakura melayani kita berdua sekaligus?" tanya Sasori dengan nada prihatin. Sasuke mendengus kesal.
"Mana kutahu, lagipula kita masih sekolah. Jangan lupakan itu!" tegas Sasuke yang kemudian berdiri dan memasuki kamarnya. Sasori tertegun sesaat lalu tersenyum lebar.
"Oh iyaa! Benar juga ya! Kenapa aku bisa lupa? Berarti kita masih punya waktu sekitar satu setengah tahun untuk bersantai! Benar kan Sasuke?" jelas Sasori panjang lebar dan segera menoleh menatap Sasuke yang balik menatapnya dengan seringai licik.
"Heh, kau ini memang bodoh rupanya," ejek Sasuke membuat Sasori tersentak.
"Apa maksudmu hah! Eh, ngomong-ngomong mana Sakura? Aku tidak melihatnya sedari tadi," Sasori yang hendak memukul Sasuke, menghentikan langkahnya dan melihat sekeliling. Sasuke juga langsung menoleh.
"Kau benar, Sakura! Kau dimana?" seru Sasuke sedikit teriak dan berdiri tegak dari sandarannya. Sasuke dan Sasori mulai menyebar untuk mencari Sakura yang menghilang.
Sementara itu di dapur, tepatnya di bawah wastafel cuci piring seorang gadis tengah meringkuk. Gadis berambut pink itu melipat kakinya dan menenggelamkan kepalanya di antara tubuh dan kakinya. Dia terlihat ketakutan, karena tubuhnya bergetar hebat. Gadis yang tak lain bernama Sakura Haruno itu berkali-kali mengulang ucapannya dengan pelan.
"Kami-sama, Kami-sama, tolong keluarkan aku dari sini..!"
.
.
.
.
.
Setengah tahun kemudian...
Waktu rasanya terlalu cepat berlalu sampai rasanya ingin sekali Sakura meminjam kekuatan siapa saja yang bisa menghentikan waktu. Bagaimana tidak? Karena tahu-tahu Sasori sudah bekerja sebagai polisi muda, Sasuke dan Sakura sudah lulus sekolah tapi sebelum itu Sasuke sudah ditugaskan menjabat di perusahaan ayahnya. Dan Sakura? Kini dia harus siap-siap menjadi seorang ibu rumah tangga.
"Huu, siapa saja deh tolong keluarkan aku dari masalah ini..!" celoteh Sakura entah pada siapa, saat ini dia sedang berada di ruang tengah apartemennya yang sepi.
Dia mulai tidak bisa berpikir jernih sekarang, karena sebentar lagi waktunya akan tiba. Sakura masih ingat persis perkataan Sasori tadi pagi yang mengatakan bahwa dia harus sudah memilih siapa yang akan 'membuat' dengannya malam ini. Tentu saja Sakura masih belum siap sampai sekarang. Sialnya, waktu berlalu terlalu cepat hingga sekarang sudah malam dan dia harus memikirkan rencana sebelum Sasuke dan Sasori pu—
KREET
"Sakuraa, kami pulang!"
Yah, baru aja diomongin...
"Sa.. Sasuke? Sasori?" gumam Sakura pelan sekali. Dia menoleh dengan gemetar sementara Sasori langsung menerjang dan memeluknya dari belakang sofa.
"Seharian ini ngapain aja Sakura-chaan?" tanya Sasori yang spontan mencium leher Sakura. Gadis itu tersentak kaget dan segera melepaskan diri dari pelukan Sasori.
"Sa.. Sasori! Apa-apaan kau? Itu pelecehan!" tuduh Sakura sambil mengarahkan telunjuknya pada Sasori yang menatapnya malas. Sedangkan Sasuke yang tahu-tahu sudah ada di belakang Sakura, berbisik di telinga gadis itu.
"Mana ada pelecehan pada istri sendiri?" tanya Sasuke pelan, kemudian dia menjilat cuping Sakura membuat gadis itu kembali bergidik dan berbalik. Memberi tatapan death glare pada laki-laki rambut raven di depannya.
"Ka.. Kalian, bisa tolong hentikan? Aku tidak bisa tenang selama berada di antara kalian yang seperti ini..!" pinta Sakura yang mungkin dengan nada memohon. Sasori terkekeh pelan sedangkan Sasuke hanya menaikkan sedikit sudut bibirnya.
"Hehe. Maaf maaf Sakura, tapi kau sudah memilih kan?" tanya Sasori yang kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berdiri di samping Sasuke. Sementara Sakura terus mundur hingga punggungnya menabrak tembok di belakangnya.
"Me.. Memilih? A.. Aku?" tanya Sakura gugup. Sasori dan Sasuke hanya menatap dengan tatapan 'cepat-pilih-saja'.
"Atau kau perlu bantuan?" tanya Sasori. Sakura mengangkat sebelah alisnya.
"Bantuan?—Waaa!"
Sakura terperangah kaget begitu pula Sasuke yang ikut tertegun. Spontan Sasori membuka jasnya, kemudian kemeja dan kaos di dalamnya hingga kini terpampang sudah tubuh Sasori yang six pack dan berotot itu. Tubuh yang bagus, membuat wajah Sakura memerah. Sasori nyengir dan melihat Sasuke yang menatapnya kaget dengan tatapan meremehkan.
"Heh, kenapa? Tubuhku lebih bagus dari punyamu ya, heh?" ejek Sasori santai. Sasuke mendengus dan memutar bola matanya malas.
"Tidak juga, aku hanya kaget karena kau bisa senekat itu," jawab Sasuke tenang sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya. Sasori terkekeh melihatnya.
"Oh ya? Tidak usah ngeles Sasuke!" gumam Sasori sambil mendekat pada Sasuke.
"Hah? HEI! Apa yang kau—" Sasuke tidak bisa bergerak saat tiba-tiba Sasori membuka kemeja lengan panjangnya dan melemparnya sembarangan. Memperlihatkan dada bidang Sasuke yang sama six packnya dengan Sasori, dan kini wajah Sakura harus tambah memerah lagi melihat dua laki-laki telanjang dada dan sama-sama bertubuh kekar di hadapannya.
"Ka.. Kalian apa-apaan sih? Cepat pakai baju kalian!" perintah Sakura yang langsung menutup wajahnya yang memerah dengan kedua tangannya.
"Hn, jangan salahkan aku. Sasori baka ini yang membuka bajuku," jawab Sasuke santai. Sasori pun terkekeh pelan.
"Tapi setidaknya, kau jadi bisa memilih siapa yang mau kau temani kan Sakura? Pilihlah yang lebih bagus! Atau kau mau kami membuka celana juga?" elak Sasori. Sakura melongo melihat tatapan polos Sasori padanya, dia langsung menggeleng cepat dan menunduk ke bawah untuk menimbang-nimbang.
"A.. Anu.. aku.." Sakura terlihat bingung mau bicara apa, mulutnya kaku seketika. Memilih itu rupanya memang tidak segampang dia kira. Takut salah satunya akan terluka apabila dia memilih satu yang lain. Lama Sakura berpikir membuat Sasori dan Sasuke bosan hingga akhirnya..
TRIIIT TRIIT
Dering Hp Sasuke berbunyi, laki-laki berambut raven itu terdiam dan mengambil Hpnya. Dia menatap layar Hpnya dan terdiam beberapa saat, lalu dia mundur dan mengangkat Hp tersebut. Beberapa saat kemudian, Sasuke kembali dan mengambil kemeja panjangnya kemudian memakainya. Meninggalkan Sasori dan Sakura yang menatapnya bingung.
"Aku ada urusan, Sasori saja yang duluan," kata Sasuke sambil mengancingkan kemejanya. Sakura menatapnya dalam diam sedangkan Sasori mengangkat sebelah alisnya.
"Yakin? Kau mau ke mana Sasuke?" tanya Sasori akhirnya. Sasuke hanya diam saja sambil berjalan menuju pintu.
"Bukan urusanmu, oh ya dan untuk Sakura," Sasuke menatap mata hijau emerald Sakura yang menatapnya bingung lalu dia sedikit menyeringai, "Besok, siapkan dirimu untukku," dan kemudian Sasuke menutup pintunya meninggalkan Sakura yang mulai merinding.
"A.. Apa sih, dasar Sasuke.." gumam Sakura pelan, lalu dia menatap Sasori di depannya dan menelan ludah saat laki-laki baby face itu berjalan mendekatinya.
"Baiklah, kita mulai dari mana?" tanya Sasori yang mulai mengangkat tangannya dan membelai pipi Sakura yang gemetar.
"A.. Ng.. Aku.." Sakura tidak bisa melanjutkan kata-katanya saat Sasori menunduk dan mencium bibir mungilnya. Merebut ciuman pertamanya.
Ciuman pertama berjalan mulus karena Sakura mulai mencoba menanggapinya. Sasori melepaskan ciumannya dan kembali menciumnya lagi. Kali ini dia kembali mencium atau bisa disebut melumat. Sasori melumat bibir Sakura perlahan dan lama-kelamaan semakin kencang. Tidak sampai situ, sekarang lidahnya menerobos masuk ke dalam mulut gadis itu. Melumat semua yang ada, di sini Sasori mengambil keuntungan Sakura yang pasrah menerimanya.
Lama mereka berciuman dan saling melumat bibir satu sama lain hingga akhirnya Sakura melepaskannya karena butuh oksigen. Sasori menggiring Sakura masuk ke dalam kamarnya. Di dalam kamar Sasori merebahkan tubuh Sakura, tubuh kekar Sasori yang menguncinya membuat Sakura tidak bisa lepas begitu saja. Tidak suma sampai di situ, tangan Sasori kini beraksi dan merayapi belahan dada Sakura. Tangan kanannya berhenti di atas gumpalan daging bagian kiri dan meremasnya membuat Sakura melenguh tertahan. Ciuman Sasori menurun, dan kini sampai di leher jenjang Sakura. Menggigit dan menjilatnya hingga meninggalkan kissmark sedangkan kedua tangannya sibuk di bagian dada.
Sasori menarik resleting baju Sakura ke bawah hingga kini terekspos jelas tubuh bagian atas Sakura di depannya. Sasori menelan ludah yang kemudian dengan ganas dia segera menyerang bukit di depannya membuat Sakura memekik tertahan. Sasori memilin dan menjilat bahkan sedikit menggigit sesuatu yang menegang di atas bukit. Kerjanya sama dengan tangan kanan di sebelahnya. Kerja sama dua bagian tubuh ini membuat Sakura mendesah tak karuan dan menjambak rambut merah Sasori.
"Ah ah, Sa.. Sasori.." desah Sakura yang semakin lama mulai menekan kepala Sasori agar terus melanjutkan aksinya, membuat Sasori menyeringai.
Kepala Sasori kembali turun dan menjilat perut ramping Sakura lalu berhenti sesaat dan lidahnya berputar-putar di pusar Sakura membuat gadis itu mendesah semakin tidak terkendali. Semakin turun, hingga sampai di terminal. Sasori memandang sesaat terminal yang akan dimasukinya lalu tersenyum. Dia mengangkat kedua kaki Sakura dan menaruhnya di atas kedua bahu kekarnya, sedangkan tangan Sakura dia bimbing agar mengocok miliknya yang sudah menegang di bawah sana. Sementara Sasori menjulurkan lidahnya menerobos masuk ke dalam gua milik Sakura.
Sakura mendesah semakin kencang tak terkendali. Kakinya meronta-ronta di atas bahu Sasori dan bergerak-gerak seperti menendang udara. Sasori semakin memantapkan terobosannya, apalagi dirasanya kocokan Sakura semakin cepat membuatnya melenguh. Akhirnya Sasori mulai menghisap dan memilin biji yang menegang di hadapannya, membuat Sakura semakin meronta tak terkendali dan mendesah panjang.
"Ah ah, aaaahh," desah panjang Sakura membuat Sasori memundurkan kepalanya hingga dengan bebas Sakura bisa melepaskan cairannya. Bahkan saking banyaknya, mata Sasori hampir kelilipan. Sasori mengelap wajahnya dan menatap Sakura yang terkulai tak berdaya di depannya dengan senyum polos.
"Wah, Sasuke pasti menyesal tidak jadi yang pertama heheh," cengir Sasori. Sakura hanya memberi tatapan kesal dengan tubuh yang lemah.
Sasori kembali maju, dia melumat bibir Sakura lagi. Mengajak lidah bibir gadis itu untuk bertarung, padahal Sakura tahu percuma saja karena Sasori yang pasti menang. Kali ini Sasori memasukkan jarinya ke dalam terminal, keluar masuk seperti penumpang yang ragu ingin menunggu bis atau tidak. Tapi bedanya, keluar masuk yang ini menanti sesuatu yang keluar. Setelah satu jari, Sasori memasukkan dua jari, bermaksud untuk meregangkan lubang agar mudah dimasuki kelak. Hal ini membuat Sakura memekik tertahan dan sedikit mencakar punggung Sasori.
Merasa sudah cukup, dan lagi Sakura sudah klimaks dua kali, akhirnya Sasori membuka celananya. Menyiapkan serangan terakhirnya. Sakura tertegun melihat benda yang menegang dan berdiri tegak setelah Sasori membuka celananya. Wajahnya sudah semerah seketika, hingga Sasori tersenyum dan mendekatkan benda miliknya pada mulut Sakura.
"Sakura-chan, istriku yang baik dan tidak sombong, bantu aku ya?" rayu Sasori, membuat Sakura sedikit tertawa geli melihatnya. Tapi sial, di tengah tawanya itu Sasori langsung memasukkannya membuat Sakura tersedak.
Sasori melenguh tertahan saat Sakura menghisap kebanggaannya. Laki-laki itu memaju mundurkan tubuhnya yang saat ini ada di atas tubuh Sakura. Reflek, Sakura sedikit memundurkan kepalanya dan menghisap juga menjilat ujungnya. Sasori mengerang dan memajukan tubuhnya ingin Sakura mengulum seluruhnya lagi yang akhirnya dituruti juga oleh Sakura. Terus saja Sasori memaju mundurkan tubuhnya hingga dia merasa sudah di ujung tanduk, langsung Sasori mengeluarkan bendanya dan turun kembali ke terminal Sakura.
Sejak awal, Sasori memang tidak berniat untuk klimaks di luar terminal. Dia berusaha memasukkan bendanya ke dalam terminal yang sempit itu. Sakura mengeluh sakit, bahkan saat Sasori berusaha kembali memasukkannya, laki-laki itu bisa melihat sekilas mata Sakura yang berkaca-kaca. Ada selaput yang menghalangi jalan masuknya, hingga Sasori harus menarik nafas dengan kesal. Dengan satu hentakan, Sasori langsung memasukkannya hingga seluruhnya sudah tertanam membuat Sakura meringis kesakitan. Lak-laki berambut merah itu mendesah nafas lega, akhirnya dia berhasil juga menerobos pertahanan Sakura.
"Huff, kau tahu Sakura? Merebut keperawanan seorang wanita, bisa dijadikan kebanggaan seorang laki-laki. Heh, sepertinya Sasuke belum tahu hal ini. Aku yakin kalau Sasuke tahu, dia pasti marah-marah tidak jelas," oceh Sasori membuat Sakura memutar bola matanya. Dasar, dalam permainan pun Sasori masih suka membanding-bandingkan dirinya dengan Sasuke.
Sasori masih terdiam, menunggu Sakura kembali mendesah normal. Setelah beberapa saat, Sasori merasa cukup dengan melihat wajah Sakura, dan akhirnya dia memaju mundurkan tubuhnya lagi membuat Sakura menarik nafas dalam-dalam. Terus saja Sasori maju mundur, hingga Sakura terbiasa dengan iramanya dan bisa mengimbanginya. Sasori menurunkan kepalanya dan menghisap juga memilin ujung bukit Sakura yang sudah menegang dari tadi, apalagi karena gerakan tubuhnya membuat dua bukit itu terus bergoyang sehingga menggoda Sasori. Sakura mendesah hebat, dia meremas rambut merah Sasori dan mencakar punggungnya.
"Cepath.. ah akh.." desah Sakura tak lama kemudian. Sasori yang sedang sibuk pada dua bukit Sakura, menaikkan kepalanya dan mengangkat sebelah alisnya.
"Err, kau bilang sesuatu?" tanya Sasori balik. Tapi melihat Sakura hanya terus mendesah, Sasori mengangkat bahu dan kembali menundukkan kepalanya, tapi..
"Cepat cepat.. uh ah.." desah Sakura dan kali ini sambil menaikkan pinggulnya. Sasori terdiam sebentar, dia masih belum mengerti. Sampai akhirnya beberapa kata 'cepat' lagi dari Sakura, membuat Sasori tersenyum.
Sasori menarik keluar bendanya, dan tanpa aba-aba langsung memasukkannya kembali dengan cepat membuat Sakura tersentak. Tidak sampai situ, Sasori terus memaju mundurkan tubuhnya dengan nada yang semakin lama cepat dan cepat membuat Sakura menggeleng-gelengkan kepalanya. Apalagi, saat Sasori berhenti dan menekan suatu titik yang sangat dalam membuat Sakura memekik tertahan dan kakinya meronta-ronta. Lama setelah itu, Sasori kembali lagi memaju mundurkan tubuhnya. Sakura sudah klimaks beberapa kali, tapi Sasori masih belum juga. Dengan kesal Sasori akhirnya terus memaju mundurkan tubuhnya tanpa peduli dengan Sakura yang sudah sangat kelelahan dan pasrah.
"Akh, keluar.." erang Sasori saat merasakan sesuatu mengalir keluar dari tubuhnya dan memasuki terminal. Sakura juga mendesah pelan, merasakan kehangatan aneh yang serasa berputar di dalam tubuhnya. Sasori langsung ambruk di samping Sakura, dan dengan perlahan dia melepaskan bendanya.
"Capeknya.." keluh Sasori. Sakura tidak menjawab, kepalanya terasa pusing dan rasanya dia akan tertidur malam ini. Sasori melirik jam, sudah jam 1 pagi rupanya.
"Aneh, Sasuke kok belum pulang. Ke mana sih dia?" tanya Sasori entah pada siapa. Sakura hanya menatap Sasori dengan lelah.
Sasori berbalik dan kembali menghadap Sakura, "Oh ya, Sakura sebelum kau tidur, nanti aku berangkat ke kantor sekitar jam 5 pagi dan pulang tengah malam, mungkin sekitar jam 12 malam juga," jelas Sasori, menatap mata emerald Sakura yang redup.
"Apa? Kenapa malam sekali?" tanya Sakura pelan, nafasnya masih terengah-engah. Sasori juga mendesah pelan.
"Kau tahu tentang kasus mafia yang akhir-akhir ini meresahkan warga Konoha, karena ulah mereka dalam perampokan dan pembunuhan?" tanya Sasori, Sakura hanya mengangguk, "Aku akan mengurusnya, lagipula statusku yang masih bawahan dan polisi amatir, mengharuskan aku untuk menuruti semua perkataan polisi senior," jelas Sasori dengan nada malas. Sakura mengangguk.
"Baiklah, aku mengerti. Lagipula ada Sasuke di rumah, jangan khawatir," ucap Sakura sambil tersenyum. Sasori memutar bola matanya bosan.
"Justru itu, karena aku pergi dan kau bersama Sasuke seharian, membuat aku risih juga tahu, nanti Sasuke bisa seenaknya mempermainkanmu selama seharian penuh. Aaagh sial, seandainya polisi punya hari libur sehari saja," keluh Sasori sambil mengacak-acak rambut merahnya. Tapi lama Sasori menunggu, tidak ada respon hingga akhirnya Sasori menoleh ke samping Sakura. Istrinya itu sudah tidur nyenyak rupanya.
"Jiah, sudah tidur deh," keluh Sasori, dia memutar badannya hingga kembali berhadapan dengan Sakura, "Ternyata dia manis juga," gumam Sasori sambil terkekeh, lalu lama kelamaan dia ikut tertidur di pagi yang larut ini.
.
.
.
.
Malam, adalah waktu yang pas untuk semua orang beristirahat sekaligus bersembunyi dalam membuat rencana. Kenapa? Karena cara ini banyak dilakukan oleh sebagian kawanan penjahat yang nantinya akan melakukan rencana mereka di siang hari atau kadang malah ada yang langsung mengerjakannya pada malam hari. Karena itu mungkin jarang ada penjahat yang beristirahat di malam hari.
Tentu saja tak terkecuali, dengan kawanan mafia perampokan dan pembunuhan yang disebut Akatsuki. Kawanan mengerikan ini, sering disebut singa atau burung hantu dan sebagainya. Kenapa? Karena mereka adalah penjahat mengerikan yang bergerak sangat cepat, membuat rencana di malam hari dan melakukan rencananya di malam hari pula. Jumlahnya yang mencapai 10 orang dan semuanya rata-rata cerdas membuat mereka sulit ditangkap. Belum lagi, dengan kabar angin yang mengatakan ada anggota baru di dalam organisasi itu yang sangat berbahaya dan bisa dibilang menjadi kartu AS baru di Akatsuki itu.
Malam ini pun begitu, mereka berniat membuat rencana. Dan dalam membuat rencana, semua orang harus lengkap. Tapi anggota baru itu belum datang sedari tadi membuat mereka semua kesal.
"Cih, anak baru itu lama sekali sih?" gerutu salah seorang dari mereka yang berambut biru tua dengan tampang mengerikan. Giginya bertaring semua, sehingga siapapun yang melihat akan berpikir 'mungkin itu bukan manusia'.
"Un, tahu tuh! Anak baru aja belagu! Cuma bisa dikit aja, nyebelin banget sih un!" ketus yang lain berambut pirang panjang.
"Deidara, Kisame, kalian ini tenanglah sedikit. Lagipula baru terlambat 30 menit," keluh satu-satunya perempuan di sana yang tak lain bernama Konan.
"30 menit juga sudah terlalu lama Konan! Aku belum berdoa lagi nih," protes yang lain berambut abu-abu disisir ke belakang dan memakai kalung panjang. Konan memutar bola matanya bosan.
Tok Tok
"Hm, sepertinya dia sudah datang," gumam laki-laki berambut panjang setengah dan tengah menghitung uang hasil rampokan mereka semua. Sedangkan yang lainnya lagi, laki-laki berambut oranye dan memakai piercing membuka pintu markas mereka yang merupakan gudang besar lama tidak terpakai.
Laki-laki bernama Pein itu membuka pintunya. Wajahnya sedikit kesal, karena dia yang pemimpin di kelompok ini harus menunggu anak baru belagu yang lama sekali. Tapi Pein berusaha sabar, dia menarik nafas. Karena walaupun anak baru, dia bisa menjadi sangat berbahaya karena statusnya yang sebagai orang kaya dan lagi sebenarnya dia juga yang memberi rencana-rencana baik apabila ingin melakukan kejahatan. Dan recananya selalu berjalan mulus. Laki-laki berambut raven biru tua itu tersenyum pada bos di depannya, tak ada kata maaf sedikitpun keluar dari bibirnya. Pein mendesah, tapi dia tetap mencoba sabar.
"Selamat datang, Sasuke.."
To Be Continued
Akhirnya chap ketiga selesai juga hooh ==v
Yup, sudah muncul konfliknya. Kelihatan kan? Kelihatan kan? X3 *dilempar* dan MAAAAF beribu maaf..! Aku gak bisa membuat lemon implisit, bener-bener gak bisa. Aku udah nyoba buat tapi hasilnya jadi maksa gimanaaa gitu. Aku bener-bener minta maaf, kayaknya aku bakal menetap di jalur (?) eksplisit. Gomenasai lagi, minnaa (TT_TT)
Hohoho, sekarang di chap ini pemilihan sudah tidak perlu lagi. Aku sudah kepikir endingnya hehe. Dan err maaf, apabila ada yang tidak berkenan. Siapa pairing yang menang? Silahkan baca nanti XD *bhuaaag* oh ya, dan terima kasih sebanyak-banyaknya pada yang mau vote pairing di sini. Terima kasih banyak yaa! :D Walau bilang aku udah tahu endingnya, tapi aku masih ragu jadi bisa saja dirubah sewaktu-waktu :3 *kabur sebelum dikejar readers*
Fic ini ficku, jadi terserah mau aku apakan hoho. Sampai-sampai aku menentang hukum, sekedar info aja cewek gak boleh punya 2 suami. Tapi cowok boleh punya 2 istri. Huh gak adil (TT_TT) *kicked* bercandaa hehe. Err kesimpulannya, tidak ada aturan dalam membuat cerita tapi ada aturan dalam penulisan cerita. Jadi, santai saja minna X3
Special thanks for :
Uchiha Cesa, R-chan, lady e. marionette, Uchiha Sakuya-chan, Angga Seiko Siyosuke, Azuka Kanahara, Ame-chocoSasu, seiichiro raika, Vlouchi schiffer, Utsukushi I – KuroShiro6yh, Aya, imuri Ridan Chara, dei hatake, Micon, N.P.N–11CC, Afaybop, Intan SasuSaku, Ka Hime Shiseiten, Bluepink Kyou-kun, Haruchi Nigiyama, S-Dragon a.k.a Misa UchiHatake, Ryuku S. A .J, Black Magician Kasumi-chan, Rhaa Yamanaka, Kuroneko Hime-un, Mila Mitsuhiko, So-Chand 'Luph pLend', miss hakuba, Je_jess, harunaru chan muach, Nakamura Miharu-chan, Kiara_san_hee, kuroneko hikari-chan, Faatin-hime, aya-na rifa'i, chiu-chi Hatake, Tsukimori Raisa, Revhita Haruno, kin chan usagi, Strangers05, Chrysantheum Kowhai, Awan Hitam, Rey619, widiiw xie kabogoh sasuke, sava kaladze, Ditachi Uchiha, Uchiha Akasuna Sakura, Aira Akachi, Enda-chan, Fun-Ny chan, Rei-chan, Dara-SasuSaku Shikatema Lovers, Bunga, Muci Kari, Peaphro, Sasori Schifferway, Nadhesiko, diamondlight
Terima kasih atas review kalian untuk fic ini. Aku sangat senang :D Terima kasih juga untuk yang baca fic ini, walau mungkin kalian sempet gak review tapi tak apa, pokoknya makasih banyak untuk kalian semua (^^)
Boleh minta review lagi? :3 *ngeloyor (?)*
