Summary: Thea udah ngaku kalau dia pacaran dengan Thanatos, meskipun dia harus diamuk Deathmask dan yang lain bahkan sampai kelai dengan Shaina, tapi kalau itu demi kebahagiaan dan kebebasan Camus apapun akan dia lakukan sekaligus menghormati kesetiaan Camus kepada Serena. Lagipula lebih baik melepaskan diri daripada menyiksa diri kan?
Disclaimed:
Saint Seiya belong to Masami Kurumada
Saint Seiya The Lost Canvas belong to Shiori Teshirogi
A/N: Beneran maaaaaaaaaaaaaf banget baru bisa update sekarang, bukannya TsukiRin gak mau, tapi karena banyak perihal. Dari sambungan wifi di komputer disembunyiin papa, gak bisa thetering karena sambungan kabel USB soak, sampeeeeeeee password wifi diganti dan hasilnya internet gak bisa nyambung! Belum selesai sampai situ, jaingan internet suka ada gangguan walhasil gak connect lagi! *banting meja-kursi, lempar mesin cuci* Duuuh dewiiii! Kayaknya banyak kena gak untung deh, padahal pas liburan kuliah ini ngetiknyaaaaaaaaa! Hiks mamiiiiih *nangis glundungan di jembatan Tayan #nak
Gombal Competition
Chapter 8
Ringo menghela napas saat melihat teman-temannya berkumpul dengan orang terkasih mereka, sementara dia harus menemani kakaknya yang masih bertengkar ababil dengan pacarnya. Dia melirik lemas Natsuki yang sedang asyik mojok sambil baca buku sama Touma dan Marin. Yoru yang sedang makan bersama pacarnya. Rhea? Plis... keponakan seksinya yang satu itu sedang ber-messager ria dengan pacarnya sambil makan. Thea? Jangan tanya, dia lagi sama Thanatos di pojok meja, berasa dunia milik berdua.
Lelah, Ringo lelah dengan lovey-dovey satu ruangan dan juga kakaknya. 'Makanya cari pacar yang background cintanya jelas kaaaaak. Jangan menggantung kayak lagu Melly Goeslow ituuuuu.' Ingin rasanya dia berteriak begitu di depan wajah kakaknya, tapi mana tega dia. Kakaknya terlalu manis untuk dibuat nangis, lagipula mana mungkin dia membuat kakaknya menangis! Yang ada dia gantung diri duluan.
Pasrah dengan keadaan kakaknya yang masih dalam kondisi rawan letusan layaknya gunung berapi Kanon tanpa Defteros –apaan nih?– Rin hanya bisa menarik napas panjang dan menghembuskannya, lalu menikmati teh aroma melati bersama Hakurei sambil mengamati kakaknya yang sedang sibuk mengurus laporan yang harus dia kerjakan.
"Sampai kapan sih aneki mau begini terus? Gak capek ya kelai mulu?"
Tanyakan pada laut yang dicintai setengah mati keponakan laki-lakimu nak. Bukan kamu aja yang capek. Author-mu yang loli ini juga capek lahir batin nyari ide apa yang bisa dijadikan bahan perkelahian mereka selain affair dia sama Sisyphus. #ditenggelaminkerawarawa
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Aspros pusing.
Ya dia pusing setengah mati. Walau muka sinisnya tidak memperlihatkan kalau dia sebenarnya risau dituduh tidak setia oleh Nitsuki, demi kanvas Hades Alone terkutuklah penyebar gosip itu. Dia hanya merasa terlalu lelah dengan semua laporan yang dia periksa dan misi yang dia jalankan sehingga berbaring di pangkuan Sisyphus setelah ditawarkan oleh pemilik Cloth Sagittarius itu. Just that! Bukan masih menyimpan rasa ulala tralala trilili dengan suami Odette. Dia tidak mau dibantai wanita itu!
Sekarang dia duduk di teras depan, setelah deklarasi nekad Thea mengenai hubungannya dengan Thanatos mendadak dia rasanya diejek oleh teman akrab Nitsuki yang satu itu. Defteros cuek sama dia, bosan melihatnya duduk dengan ekspresi itu-itu mulu.
"Sesekali jujur kenapa sih? Rugi lho kalau gak jujur. Apalagi masalah ginian. Makanya komunikasi. Komunikasiiiiiiiii. Cinta tuh perlu yang namanya komunikasi. Ngerti gak? Ko. Mu. Ni. Ka. Si."
Rasanya dia ingin mencekik Defteros saat mendengar adiknya yang berkulit tan itu berbicara seperti itu, iya dia tahu jujur itu baik dan komunikasi itu penting, minta maaf merupakan jalan penyelesaian terbaik. TAPI GIMANA CARANYA itu lho yang bikin kepalanya pusing tujuh keliling. Masa' cuma minta maaf biasa atau cuma sekedar makan malam romantis? Udah picisan woooyyyy gak level dong buat Gemini satu ini.
(TsukiRin: *gebuk Aspros berulang kali*)
Menghela napas beberapa kali, Aspros sibuk berpikir sampai tidak menyadari Rhea berada di koridor tidak jauh darinya, mata gadis itu menatapnya selama beberapa saat dengan pandangan yang tidak dapat ditebak.
Rhea POV.
Ok, ini pagi yang cerah, suasananya juga bagus, banyak yang lagi lovey-dovey sama pasangan masing-masing, messager dengan Alvis-kun lancar, paket banyak dan wifi lancar, Yoru lagi mesra-mesraan dengan Chi-chan. Perfecto!
Well, seharusnya itu yang kukatakan. Tapi mengingat adanya hawa suram dan tidak mengenakkan dari Gemini abal-abal abad 18 itu, suasana enak begini jadi super gak enak. Ada apa lagi sih tuh orang? Gerutu-gerutu gak jelas, hela napas gak ada sebab, apa perlu kupanggil perawat RSJ?
Melihat hawa gak nyaman dari orang itu sama dengan mama, mana mungkin kubiarkan kan? Mama, Rhea masih anak yang berbakti dengan orang tua kok biarpun punya papa bajigung kayak dia. Karena itu kali ini aja Rhea bakalan jadi Cupid buat kalian berdua.
Rhea POV End
Gemini berambut belang itu mendekati Aspros dan duduk di sampingnya, dia menyeringai sambil sedikit meng-copy ucapan Defteros, sang paman tersayang. "Makanya komunikasi dijaga, akibatnya gini kan? Pusing sendiri."
Aspros mendelik ke arah Rhea, tapi yang dideliki malah cuek-cuek bebek sambil meneruskan kalimatnya, "Jadi kau mau bagaimana? Minta maaf ke mama? Atau cuma sekedar menjelaskan kesalah pahaman kalian tanpa meminta maaf? Kau seharusnya tahu kalau mama bukan super woman yang tahan banting dibiarkan seperti itu."
Rhea mengeluarkan smartphone-nya saat mendengar nada pemberitahuan ada yang mengirim chat kepadanya, senyumnya terpampang dengan nyata bersamaan dengan gerak tubuhnya yang semakin rileks di kursi santai itu. "Well, think about it aku mau video call dengan kekasihku dulu, chatting makai messeger fb terlalu lama. Mungkin lain kali akan kukenalkan dia, dia sangat gentleman dan pandai menyenangkan hati perempuan. Benar-benar tipe impian!"
Jleb!
Hawa gelap Aspros makin kuat, terlebih setelah mendengar ucapan anak gadisnya. Hey! Dia bahkan tidak tahu kalau anaknya sudah punya pacar di usianya yang masih belia! Masih 15 tahun! Masih muda! Dan apa-apaan tadi Rhea menekan penyebutan pada kata 'gentleman'? Dia gentleman juga! Pandai menyenangkan hati perempuan? Sudah sering Nitsuki dia buat merah sampai ke telinga karenanya! Belum lagi kalimat terakhirnya, ugh!
Mau tidak mau dia mengamati Rhea yang sedang bertelpon mesra, duh indahnya LDR ketika orang melihat. Dia tersenyum tipis ketika melihat wajah Rhea memerah, persis seperti Nitsuki. Atau ketika dia menggigit bibir bawahnya karena malu atau gelisah? Imut! Kalau pria itu gak gaptek mungkin sudah difotonya berulang kali. #stopPros
"Iya, bye~"
Rhea memandang Aspros dengan pandangan bosan, dia tahu kalau dirinya terus diamati oleh ayah kandungnya itu dan sejujurnya tidak begitu suka diperhatikan pria yang seenak dengkulnya membuang dia dulu. "Kenapa? Ngiri? Makanya cepetan baikan dengan mama!"
Jleb!
Dua kali ucapan gadis itu menusuk jantungnya, Aspros menghempaskan badannya ke sandaran kursi, beruntung kursi itu empuk karena memiliki bantalannya. Kalau tidak kasihan tulang punggungnya. "Dasar payah dasar lemah, kalau segitu saja berhasil membuatmu down, kau perlu psikiater."
"Diam bocah cerewet, kau persis mamamu."
"Thank you very much Mr.Gemini, it's better than you said we looks alike. You know I didn't wanna that."
Jlebb!
Apa anaknya tidak puas membuat ayahnya ingin pundung di pojokan? Rhea mengambil majalah remaja yang berada di bawah meja dan membacanya. "Jadi? Kau maunya baikan atau hanya sekedar menjelaskan? Kalau kau memilih yang kedua, gengsimu memang keterlaluan jahat."
Aspros menghela napas lagi untuk kesekian kalinya, bagaimanapun dia gengsi minta maaf kalau boleh jujur. Tapi mau ditaruh kemana perasaan jujurnya –yang katanya dia juga sayang sama Nitsu– kalau hanya sekedar menjelaskan? Apalagi ucapan Rhea membuat telinga dan hatinya panas, sejujurnya dia merasa ditantang. Akhirnya dia mengambil majalah remaja yang sedang dipegang Rhea dan menatapnya dengan serius, "Minta maaf."
Mata Rhea berkilat senang, senang bisa memanipulasi pria di depannya walau hanya manipulasi sederhana seperti ini, dalam hati dia sudah bersorak dan menari kesenangan, ini pasti akan sangat sangat menarik. "Well, I will help you. Come with me now."
Jangan tanya berikutnya mereka kemana, yang jelas Aspros jadi babu dadakan anaknya. Gak! Bukan karena non Ares satu itu mendadak muncul Ares-nya, tapi karena barang bawaannya banyak dan Aspros masih ngerasa dirinya itu lelaki. #diinjak
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Pagi ini saaaaangaaaaaaaat aneh.
Aneh? Kenapa aneh? Ya aneh! Rhea dan Aspros yang biasanya kayak kucing sama anjing yang kalau dekat-dekat tanpa Defteros bakalan terjadi perang 1000 hari malah nempel barengan dari tadi. Kardia yang melihatnya langsung merinding dan nempel ke Degel, sementara yang ditempeli malah cuek bebek dan melanjutkan bacaannya.
Manigoldo yang sedang menggoda Katarina tanpa henti langsung tertawa melihat Kardia, "Oi oi Kar, kagak puas apa lu dibantai Gracel?" Kalajengking abad 18 itu geleng-geleng kepala sambil nunjuk ke arah Rhea dan Aspros yang sedang berdiskusi entah apa itu, dengan penuh keseriusan sambil melihat majalah bertumpuk diantara mereka.
Manigoldo mengalihkan pandangannya ke arah mereka, kemudian mulut kepiting itu terbuka lebar. Hey! Mereka berdua itu kan statusnya 'amat sangat tidak bersahabat'! Lalu kenapa mendadak jadi nempel kayak perangko sama amplop begitu? Oh no, Manigoldo merasa perlu menjauh untuk mencari tempat aman, siapa tahu itu tenang sebelum badai? Tapi dia tidak mau meninggalkan Katarina yang betah di taman, pelayan manis sekaligus pacarnya sangat suka taman yang hijau. Mana tega dia ninggalin pacarnya sendirian?
Sementara itu Kronos yang sedang dalam mode manisnya membantu Lithos di dapur membuat camilan untuk sore nanti, mengawasi gadis itu agar tidak salah memasukkan garam atau gula. Sebenarnya, dewa itu memang tidak mengerti memasak, tapi paling tidak dia tahu kalau satu bahan dicampur dengan bumbu yang satu akan enak dan jika dicampur bumbu yang lain tidak akan enak hanya dari melihatnya.
El Cid dan Shura? Cuekkan mereka. Mereka lebih senang berlatih daripada mencari orang untuk digombali ataupun berusaha menarik perhatian untuk digombal. Bahkan mereka sepakat hanya akan menonton saja usaha teman-teman mereka menggombal sana-sini.
Hasgard dan Aldebaran sedang tanding catur sambil ngemil sehat a.k.a makan buah, Shion dan Mu sedang santai menikmati teh pagi sambil berbincang harmonis, Saga dan Kanon? Pliss... itu Kanon lagi main PS 2 lalu Saga dicuekin, ya udin~ Saga langsung ngeloyor bareng Aiolos keliling entah kemana berdua aja.
Marin dan Shaina sendiri sedang latihan bareng OC-OC cewek lain termasuk Thea, tapi bedanya sekarang Thea ditemenin sama Thanatos yang lagi main catur bareng Rhadamanthys. Gak jauh dari Rhade, ada Minos yang lagi duduk cemberut. Kenapa cemberut? Yayang Albafica-nya lagi gak bisa diganggu, dia lagi nanam mawar bareng Aphrodite dan udah dipagarin sama Aphrodite-nya dengan tulisan besar-besar.
[DILARANG MENGGANGGU, YANG GANGGU BERARTI SIAP DIJADIIN SANTAPAN PIRANHA]
Hakurei dan Sage? Mereka sedang bersantai menikmati liburan gratis ini sambil ngeteh, walau mereka gak kenal beberapa OC lain dari abad setelah mereka, tapi sepasang kembar Cancer itu cukup enjoy karena rata-rata dari para anggota baru itu mudah bergaul dan enak diajak ngobrol walau...
Sage berbisik ke arah kakak kembarnya, tatapannya terarah kepada Rhea yang sedang asyik mencatat entah apa di buku catatannya dan Yoru yang sedang bersama Chi. "Itu cewek yang mirip Nitsu dengan cowok yang mirip Aspros itu siapa ya? Reinkarnasi mereka?"
Bukan kek, bukan... *TsukiRin kipas-kipas* *Hakurei speechless aja dah*
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
"Kau mau membuat acara makan malam romantis picisan nona Ares?"
Aspros memicingkan mata saat melihat buku catatan yang penuh rencana A, B, C dan seterusnya milik Rhea. Walau anaknya penuh ide mengejutkan dan segar tapi kalau intinya hanya itu ya percuma. Mana mau dia kalau hanya sekedar makan malam romantis picisan begitu! Kalau mau makan malam berdua setiap hari juga dia bisa!
"Diam pak tua! Kau kira gampang membuat event yang sesuai dengan kemauan gengsimu yang setinggi Lost Canvas itu heh? Kalau kau tidak setuju ya kerjakan sendiri sana!"
Rhea gatal mau melempar buku catatannya ke wajah menyebalkan Aspros, oh dia baru ingat kalau wajah adiknya bagai pinang dibelah dua dengan pria itu. TAPI tidak pernah wajah Yoru menyebalkan di matanya sepanjang ingatannya! Dia lupa kalau pria yang berada di sampingnya ini LUAR BIASA menyebalkan.
Aspros diam, jujur saja dia tidak tahan ingin membalas ucapan Rhea, tapi mengingat wajah Rhea mirip dengan Nitsuki (minus struktur tulang leher jenjangnya yang mirip dengan pria itu.) dia agak cemas kalau temperamen Rhea akan sangat mirip dengan ibunya juga. Bisa mati dia kalau Rhea sampai marah besar. Bisa-bisa berikutnya bukan kakinya saja yang jadi korban seperti dulu, tapi bisa jadi wajahnya yang (dia akui sangat) tampan.
(TsukiRin: NARSIS! *tampol Aspros pakai cermin keramat di rumah*)
"Dengar. Makan malam romantis itu mungkin terdengar picisan, kuno dan sebagainya. Itu memang hal paling biasa bagi pasangan kekasih yang sedang ingin menghabiskan waktu berdua atau cara meminta maaf paling gampang selain membelikannya bunga atau coklat plus 1001 bujuk rayu gombal murahan yang bisa didengar setiap 3 detik sekali. Tapi estetikanya berada pada perilaku pria kepada pasangannya. Bagaimana pria itu membuat pasangannya merasa spesial dan satu-satunya perempuan yang berarti bagi pria itu. Mengerti?"
Ceramah kilat Rhea membuat Aspros tercengang setelah mendengarnya, bagaimana bisa dia tahu sampai sejauh itu? Demi petir Zeus apa-apaan pendidikan remaja zaman modern!? Tapi mau tidak mau dia menganggukkan kepalanya agar anak itu tetap tenang walau dia ragu anak itu akan senang.
"Jadi kusarankan kau mendekati mama dan sedikit merayunya untuk menghabiskan sisa waktu denganmu, sekarang jam 11 siang, aku bisa mengurus urusan dapur dan banyak perempuan yang ahli dapur disini, dengan kata lain makan siang dan makan malam bisa kami urus. Kalian pergi ke kolam renang atau pergi menemani mama spa atau sekedar jogging sore nanti, lalu jangan lupa beri perhatian ke mama. Kau 27 tahun saat Holy War abad 18 terjadi, jadi kurasa kau pasti punya segudang pengalaman memberi perhatian yang meluluhkan hati wanita. Ingat! Jangan sekali-kali kau cuekkan! Kalau kau cuekkan maka rencana ini akan berantakan! Dan aku akan mengatur suasana makan malam kalian, jangan bilang aku tidak tahu suasana kesukaan mama, mama sangat menyukai hutan dan aku tahu apa yang harus kulakukan untuk mengatur suasana seperti itu. Kau beruntung kita bukan di hotel bertingkat."
Petuah yang panjangnya mirip ceramah Asmita itu membuat Aspros sedikit tertegun, hey! Dia baru saja diberi tips cara berbaikan dengan anak usia 15 tahun? Terlebih lagi yang memberinya tips itu Specter Hades yang katanya tidak mengenal cinta dan kasih sayang? Uh... tapi mengingat siapa ibu Specter di depannya seharusnya dia tidak heran, Nitsuki sangat ahli dalam masalah pengatur suasana romantis, dulu dia selalu suka pulang ke kuilnya saat makan malam setiap selesai melaksanakan misi, karena itu berarti suasana temaram kesukaannya, makanan enak buatan Nitsuki, dan wine yang menggoda selera untuk terjaga sepanjang malam.
Rhea masih sibuk berceloteh sambil memandang isi dari majalah-majalah yang ada, dalam kepalanya sudah terbayang dekorasi yang akan sangat disukai ibunya yang memang dasarnya pecinta alam dan langit penuh bintang bersama satu rembulan indah milik Artemis.
Skip time!
Jadi disinilah dia, dalam kamarnya dan sedang sedang memikirkan kalimat-kalimat romantis yang bisa membuat Nitsu meleleh. Gak, Aspros gak berniat ngegombal sekarang karena dia sedang menunggu yang lain selesai menggombal, apalagi dia berniat menang karena ingat bocoran dari author Rhea dan Yoru kalau hadiahnya acara wedding yang gak bakalan bisa dia dapatkan setelah kembali ke abadnya sendiri dan honeymoon berdua ke Hawaii meski berangkatnya barengan yang lain.
Eeeeeeh? Dia ngebocorin hadiahnya? Well... sebaiknya sekarang tuh calon elit Pope mending sembunyi karena saat ini TsukiRin sedang mengambil gergajinya di garasi motor rumahnya dan bersiap membelah sang Gemini menjadi mayat dengan tujuh bagian. #gubrak
Bzzzzzzzt! Piiiiip! Pengulangan adegan!
–Harap tidak melakukan hal diatas di rumah!-
Menggumam sambil membaca buku yang jelas tidak ada hubungannya dengan apa yang dia gumamkan, Gemini kakak abad 18 itu menghela napas, sebenarnya susah kalau mau membuat Nitsu melting di saat dia lagi dalam kondisi tangki emosi siaga 3 –gak usah dibahas itu akibat siapa ya- Tapi dia gak mau kena semprot Rhea lagi. Jujur aja, tuh anak bahkan ceramahnya lebih panjang dari Asmita dan satu kali saja sudah cukup, gak perlu dua-tiga kali dah.
Defteros yang baru saja selesai membakar kulitnya biar makin eksotis cekikikan melihat kakak kembarnya seperti itu, sementara Aspros mencuekkannya. Tapi gak perlu cerita pun penjaga gunung Kanon itu tahu apa yang terjadi dengan abang kembarnya, "Kena semprot Rhea kan ujung-ujungnya lu? Sukuuuuuuuurrrr enak gak kena semprot sama anak perempuanmu bang?"
Dan satu kedutan mampir di pelipis Aspros, dia tetap berusaha konsentrasi memutar otaknya. Memikirkan kalimat untuk mengajak Nitsuki keluar atau melakukan sesuatu bersama itu sangat sulit saat perempuan itu marah, kemarin pas mereka kelai malah Nitsu yang minta maaf yang ujung-ujungnya membuat dirinya jadian dengan Silver Saint itu. Dooh...
Sekali lagi, Aspros pusing...
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Kronos speechless, dia speechless melihat Lithos yang salah memasukkan antara tepung dan gula halus padahal dia cuma meleng sedikit untuk menjawab sapaan Thanatos yang datang ke dapur untuk mengambil air dingin. Dia melihat ekpresi cemas Lithos dengan wajah yang tidak dapat ditebak ekspresinya, tapi dia juga gak bisa mengubah gula halus itu jadi tepung. Mau nyalahin Lithos juga gak bisa, soalnya itu tempat gula sama tepung warnanya sama dan gak ada tulisan yang ngasi tahu benda apa yang ada di dalam tempat itu dalam bahasa Yunani.
"... kita bikin ulang saja yuk?"
Mengangguk, Lithos membuang bahan yang dia masukkan ke dalam loyang untuk mengaduk adonan tadi ke dalam kantong sampah dengan pasrah. Kronos mengangkat lengan pakaiannya, memutuskan untuk ikut membuat kue daripada ada kejadian seperti ini lagi. Tangannya bergerak mengambil tempat tepung, "Mau buat cemilan apa?"
"Kue karamel seperti yang ada di kotak gambar bergerak tadi pagi..."
Kronos diam, dia memandang Lithos sejenak. Tidak jadi memasukkan tepung yang dia pegang ke dalam tempat adonan kue. Seingatnya gak ada tepung di resep yang mereka tonton bersama pagi tadi saat sarapan, "Kamu ingat bahannya apa?" Lithos mengerutkan dahinya, mengingat-ingat bahan apa saja yang perlu dia masukkan.
"Itu... telur 10... lalu susu kaleng yang kental itu pakai 1 kaleng... vanili? Vanila? Errr... antara dua itu dikasi sedikit... lalu gula pasir dijadikan karamel di dasar loyang dulu... mmmm... tepung pakai gak ya..."
"..."
Ayah para Olympian itu speechless lagi, ingatan Lithos kalau masalah masakan memang agak dibawah rata-rata, ditambah lagi masalahnya Lithos itu super ceroboh masalah masak-memasak. 'Sejak kapan kue karamel itu pakai tepung Lithos sayaaaanggg?' Yah, sebenarnya dia mau bertanya begitu, tapi karena ekspresi Lithos yang menurutnya imut, gak jadi deh ditanya. Lagian nurut dia Lithos manis banget pas mukanya kecewa-kecewa gimana gitu pas tau percobaan masakannya gagal.
"Kita coba aja sama-sama sekarang. Siapa tau nanti ketemu resep yang benar."
Lithos tersenyum manis, dia mengangguk senang. Ya, itu yang paling Kronos suka. Lithos senyum. Tapi masalah selanjutnya... gak peduli Nitsu bangkrut ya lu? Gak denger tadi berapa telur ayam yang dipakai? Lu kira si Saos Tiram itu mau sponsorin hal-hal kayak gini meskipun Nitsu yang nyaranin? Tunggu ayam jantan bisa bertelur dulu sonoooo!
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Aiolia senang bukan kepalang.
Marin masih tetap di hotel setelah mengantar Sage dan Hakurei pagi tadi, ditambah lagi katanya dia bakalan tinggal buat seharian. Gak ada Seiya, Touma ada tugas menggombal Natsu, mau gak mau malaikat Artemis itu harus memutar otaknya di samping Natsu. Jadi otomatis sekarang Marin sedang kosong waktunya. Hidup itu indah!
Puas melihat Marin latihan sparring melawan Shaina, sang Leo langsung bergegas mendekati mentor sang Pegasus. "Marin, kita jalan-jalan yuk? Kolam renangnya luas lho, terus cafe-nya juga banyak makanan enak, pemandangan sekitar sini juga asri."
Mendapat tawaran tur gratis (yang sebenarnya kedok buat kencan terselubung), Marin mengangguk saja. Toh dia memang mau liburan barang seharian ini sebelum kembali ke Sanctuary abad 20, lagipula hotel ini Nitsu yang milih, Nitsu itu seleranya kan lumayan tinggi. "Tunggu sebentar, aku ganti baju dulu."
Melayanglah hati sang singa mendengar ucapan pujaan hatinya. Lebay? Gak kok, gak lebay mengingat Lia udah lama mengejar Marin. Menanti sang Eagle dengan riang, Aiolia merapikan rambutnya. Baju kaos keren dengan celana kain hitam menurutnya sudah cukup untuk menunjang kekerenannya, tidak lama kemudian Marin keluar dari kamarnya dengan baju terusan, dia juga mengganti topengnya dengan topeng karnaval, walau masih menutupi mukanya tapi matanya tidak terhalang sama sekali.
Mereka langsung pergi ke arah kolam berenang yang luas, beberapa kali sedikit chit-chat masalah Sanctuary saat mereka pergi, Marin sendiri bercerita mengenai perkembangan Seiya yang menurutnya sudah jauh lebih kuat darinya sendiri.
"Yah, mau gak mau dia harus lebih kuat dari kita, dia kan Pegasus. Tapi bukan berarti aku mau kalah darinya, aku juga tetap rajin latihan!"
Errrr... Lia, kamu ketularan penyakit kekanakan Regulus ya?
Marin hanya senyum-senyum di balik topengnya, yah sisi Lia yang ini cukup menarik buatnya. Tapi dia sendiri gak mau terbawa perasaan ulala tralalala trilili yang dirasakannya saat ini, dia juga tahu Lia punya perasaan dengannya. Tapi tetap saja tugas yang utama. Akhirnya setelah puas bercerita gantian dia yang diam sambil mendengar cerita Aiolia sejak mereka pergi dan tertawa bersama.
Ah... indahnya hari itu buat sang Leo semakin berlipat ganda saat mendengar tawa pujaan hatinya.
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Touma bingung.
Iya ini judulnya memang Touma bingung. Bukan! Bukan bingung kenapa kakaknya mau keluar sama si Leo Aiolia itu, juga bukan karena kenapa dewinya cuek-cuek aja sewaktu dia diseret Nitsuki pergi, jawabannya jelas. Dari generasi ke generasi semua keturunan Matsushima itu aslinya pemburu Artemis.
Lah terus kenapa tuh Nitsu bisa nyangkut jadi Silver Saint Athena? Ya karena pas dulu dia nyangkut di Spanyol dan dibawa balik sama Cid ke Sanctuary, untung Artemis gak protes dan kalem-kalem aja.
Menghela napas, Touma mengamati Natsuki yang sedang sibuk membentuk hiasan dari batuan berharga, dia sama sekali dicuekkan. Gak juga sih karena kadang-kadang mereka ada ngobrol, cuma yah... namanya juga orang kerja. Kadang-kadang itu bisa dalam jangka waktu sejam sekali.
Pemuda itu mengamati Natsu lekat-lekat, kulitnya coklat sama kayak Kosmos, rambutnya juga sama kayak anak itu. Pendiamnya juga sama. Ya wajar! Kosmos kan anaknya Natsu, Tou! Terus lu mau apaan? Pembaca mulai lelah tau!
Malaikat itu mengambil sebuah buku, dia bingung mau gombal kayak gimana. Dia bukan kayak Regulus yang nekad gombalin pacarnya dengan gombalan ala kadar pemula, bukan juga Milo yang lagi cari celah buat ngegombal Shizen di saat Saga dan Kanon makin ketat mengawasinya dan Atla. Dia juga bukan Kardia yang bisa sembarangan ngegombal kayak ngomong santai masalah cuaca dan berakhir dihajar pacar orang yang digombalinya.
Dia mau gombalan yang kalem tapi mengena di hati!
Ah udahlah, intinya dia bingung. Walau Natsu gak tau sebingung apa dia sekarang. Tapi malaikat itu pasti bakalan berusaha, meskipun itu artinya dia harus ngontak duo rekan kerjanya dan dewinya nanti malam.
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Gak perlu dibahas sebenarnya, tapi masih banyak peserta yang bingung mau ngegombal satu sama lain, yang cewek mah anteng aja biar rada-rada deg-degan nunggu digombalin, kecuali Shaina yang emang kagak naksir salah satu peserta Gombal Competition.
Shaka dan Asmita beneran gak tenang meditasi mereka, awalnya mereka gak mau ikutan tapi habis dinasihatin Mu dan Defteros berulang kali akhirnya mau gak mau kepikiran juga. Asmita bingung, apa itu menggombal? Shaka bingung, mau gombalan yang kayak gimana biar kagak kena Lighting Plasma si Aiolia.
Tapi biar dipikir 1000 kali pun mereka tetap gak punya ide, walhasil mereka mencari tempat yang benar-benar terisolir dari berbagai jenis keributan. Hah? Buat apa? Buat cari ide gombalan? Gak. Mereka tidur... buat dapat wangsit gombalan yang dijamin bikin pacar mereka klepek-klepek...
To be Continued
A/N: Mau tau lanjutannya? Bentar yaaaa, lagi gak ada ide buat nganuin sepasang pasutri itu. Publish setengah dulu lah #diinjek eh? Kapan lanjut? Errrr... tunggu lepas bulan ini ya? Soalnya lagi ada something =w=
