Summary: Tamu misterius di saat-saat pemanasan kompetisi! Kira-kira siapa mereka? Dan siapa saja yang akan menggombal atau digombali di chapter satu ini? :3
Disclaimed:
Saint Seiya belong to Masami Kurumada
Saint Seiya The Lost Canvas belong to Shiori Teshirogi
A/N: All OC belongs to their owner~
Gombal Competition
Chapter 11
"Dohkooo! Banguuunnn!"
Nitsuki menggedor pintu kamar Libra dengan kencang, hari ini pacar Avera janji jogging bareng dia bahkan sang Saint bertato harimau itu yang menyarankan mereka pergi berdua bersama-sama, karena dia perlu menghabiskan energy –plus emosi– gadis itu sudah bangun dari jam 4 subuh, mencuekkan Rin yang teler menemaninya minum habis-habisan semalam dan hanya menyelimutinya dengan selimut tebal.
"Iya sebentar... 5 menit lagi…"
Suara mengantuk Dohko terdengar sayup-sayup, 10 menit kemudian tanpa sengaja Nitsuki melihat ke arah jendela yang tirainya tidak tertutup. Terlihat Dohko masih asyik menimbunkan dirinya di dalam selimut dan bantal, dua perempatan manis langsung muncul dan suara melengking gadis itu langsung keluar.
"Dohkoooooooo!"
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Shaka dan Asmita terbangun dari tidur mereka saat mendengar teriakan melengking Nitsu, sepasang Virgo itu langsung berlari ke depan, takut terjadi sesuatu kepada rekan mereka. Tapi begitu mereka membuka pintu, yang mereka 'lihat' adalah Nitsuki sedang menggedor pintu kamar Dohko sekuat tenaga dengan pakaian jogging-nya, dan entah bagaimana atau ada keajaiban apa pintu kamar Dohko tidak hancur.
"….. Nitsu?"
Terjangan pelukan langsung diberikan Nitsuki kepada Asmita, "Asmita-nii, Dohko gak mau bangunnnn." Shaka menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Nitsu yang mendadak manja, Asmita tersenyum tipis sambil mengelus kepalanya, mendadak Shaka teringat sesuatu dan membuka mulutnya, "Dohko semalam begadang ketawa-ketiwi sendiri sampai lewat dari tengah malam, nyaris kami kira kesurupan."
Nitsu facepalm mendengar ucapan Virgo abad 20 di sebelah Asmita yang masih dia peluk, akhirnya mau tidak mau gadis itu memutuskan untuk jogging sendiri. Melepaskan pelukannya sambil sedikit cemberut, gadis itu menghela napas.
"Asmita-nii dengan Shaka tidur lagi sana, nanti kuminta Dohko traktir bakpao daging ayam atau bakpao isi coklat."
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Vanni mengerang saat mendengar lengkingan suara Nitsuki dan duduk dengan malas, Keinginannya untuk tidur nyenyak dan lama buyar ketika mimpinya dihancurkan suara melengking mirip banshee itu, apalagi tadi malam mereka sampai kemari sudah terlalu larut. Mengusap matanya gadis berambut hitam bergelombang itu memandang rekannya yang mungkin juga mendadak terbangun karena suara melengking itu, "Uh… what time is it Lilac?" Lila merapikan rambut pirangnya ala kadar lalu mengambil tongkat sihirnya dan mengayunkannya "Tempus.", tidak jauh darinya angka digital jam melayang-layang, menunjukkan tepat jam 5 pagi. "5 o'clock."
Menghantamkan kepalanya ke bantal, gadis itu kembali mengerang, "That little girl is crazy, I don't know if she didn't need any sleep or just a lighter sleep, but I need a decent hour sleep and that's mean 8 or 6 hours. If half people in here like that, I will pack our trunk and apparate back to Hogwarts right now!"
Tertawa pelan, Lila menggeleng-gelengkan kepalanya sambil meletakkan tongkatnya. "I'm sure it's not that much Vanni, I will take my bath first. Didn't she tell us before breakfast will serve 2 hours from now?" Gadis bersuara halus itu berjalan ke lemarinya, sementara Vanni menggerutu sambil menggumam tidak jelas karena wajahnya tertutup bantal.
"Vanni? Are you awake?"
"Mmmbrrrrhhh…."
"Sleep well~ I will wake you up 1 hour later."
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Saat jam sarapan tiba, Dohko yang baru bangun dari tidurnya memasuki ruang makan, pemuda itu terlihat segar dan senyum lebar menghiasi wajahnya, Shion hanya tersenyum maklum melihat tingkah rekan lamanya, sementara Deathmask dan Manigoldo terlihat setengah bangun dan setengah tidur. Tidak lama kemudian sepasang tangan mini mencekik Dohko dari belakang.
"Sudah bangun hm? Bagaimana dengan janjimu jogging denganku?"
Keringat dingin langsung mengalir dari Dohko, entah kenapa dia mendadak merasa ada dewi kematian yang berdiri di belakangnya. "Ni- Nitsu… gue ketiduran, serius…" mengelap keringatnya yang mendadak mengucur deras, pemuda itu nyaris mengeluarkan suara tinggi yang sangat memalukan, bagaimana tidak? Dia membuat seorang gadis marah besar, errr… yaaah bukan cuma sekedar gadis sih, tapi gadis yang kayaknya lagi PMS plus lagi ngamuk sama pacarnya.
"….. Dohko jahat…"
Memandang ke belakang karena takut membuat anak perempuan rekannya menangis, pemuda keturunan Asia itu kaget bukan kepalang karena yang di belakangnya bukan gadis berkimono hitam dengan hiasan bunga chrysanthemum atau lily seperti biasa, tapi sesosok hantu jejadian dengan gaun putih sampai ke lantai, plus plus muka putih pucat yang bersimbar darah sampai ke gaunnya.
"EMAAAAK!"
Beberapa saint yang asyik memandang ke arah lain atau bercakap-cakap dengan yang lain terkejut ketika mendengar teriakan Dohko, sementara gadis yang dipandanginya tertawa dengan nada tinggi melengking sampai membuat dua gadis misterius yang sudah lama datang memandangnya dengan pandangan heran. Sementara si pelaku hanya tertawa sambil merapikan rambutnya, "Dohko~"
Kardia nyaris kejengkang, ternyata trik kuno Nitsu masih saja sukses bikin orang teriak-teriak gaje, "Woi jantungan gue pagi-pagi! Mau bikin gue masuk kubur muda gini?!" Nitsuki memberi deathglare kepada radio sumbang yang kebetulan udah nyala pagi-pagi dan menambah bad mood-nya, "Diam Kardia, kalau loe gak mau gue diskualifikasi dari acara ini."
Kardia mau gak mau mingkem, kemudian dia duduk manis di dekat Degel dan Gracel. Rin tersenyum tipis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, "Nah bagaimana kalau kalian mulai sarapan dulu sementara aneki membersihkan make up-nya?" dia langsung mendorong Nitsu keluar dari ruang makan, dimana sepasang tamu jauh mereka sedang menanti.
"Wait a minute, I need to do something before introduce you both."
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Selesai mengganti bajunya dan membersihkan make upnya, Nitsuki memasuki ruang makan sambil tersenyum riang. Dia puas karena sudah berhasil mengerjai teman joggingnya yang satu itu. Setelah melihat semua peserta hadir kemudian dia duduk dan melambaikan tangannya ke arah dua tamu misterius mereka.
"Singkat saja perkenalannya, mereka OC dari dua author kita. Yang rambut hitam namanya Vanni, yang rambut pirang namanya Lila. Mereka murid sekolah sihir yang terkenal dan native English, tapi mereka bisa ngerti apa yang kita ucapkan, kecuali kalau kalian mendadak makai bahasa daerah. Oh, mereka penyihir dan dua author kita memutuskan kalau kita perlu bantuan mereka."
Selesai memperkenalkan kedua tamu baru mereka, Manigoldo masang tampang blo'on, "Ha? Lu yakin mereka bisa sihir? Anak-anak Hecate ya?" menggelengkan kepalanya, Ringo menghela napas lelah, ini deh akibatnya ngomong sesuatu yang diluar jangkauan logika para cancer. "Bukan…"
Kardia mengunyah apelnya sambil menaikkan kakinya ke atas meja, "Gue heran seberapa banyak 'pasukan' author elo." Nitsuki memberikan deathglare terbaiknya ke arah kaki Kardia sambil mengibaskan rambutnya, "…. Mau gue daftarin satu-satu sampe telinga elu penuh, radio sumbang?" berjalan ke arah Scorpio abad 18 itu, kedua tangannya menurunkan kaki Kardia.
"Learn some manner! Foot in the dining table?"
"Oi Nits, gak ngerti gue. Sakit kepala gue dengarnya."
Vanni yang melihat interaksi mereka menghela napas sambil bersandar di punggung kursinya, "They doubt us Lilac." Mendengar ucapan temannya, Lila tersenyum maklum, "Well, no wonder Vanni. After all not every muggle accept someone with magic easily." ^_^
Memijat kepalanya, gadis bersanggul ketat itu menghela napas, "Ugh, I really want to end all of this absurd competition and back to our class, this is our seventh year, our last year and that's mean NEWT year. Can't I just… obliviate them?"
Menepuk pundak Vanni, gadis berambut pirang berusaha menenangkannya, "No, and easy Vanni, you're over-ventilating. You are smart and pure genius in transfiguration, you will do our NEWT very smoothy." Namun gadis berambut hitam itu masih merasa agak down karena ketinggalan pelajaran di sekolahnya, "Maybe I must follow Yngwei way, dating with book."
"Don't." ^^;;
Deathmask memandang mereka dengan dengan penuh perhitungan, yah dia butuh bantuan mereka. Lalu dia menimbang-nimbang siapa yang akan dia minta bantuan, walau keduanya cantik tapi jujur dia takut dengan aura mengintimidasi gadis berambut hitam itu, apa dia minta bantuan dengan gadis berambut pirang itu saja ya?
"WOI ANGELO LU NGELAMUNIN APA HAH?"
Dm mendorong wajah Dite ke arah pilar di belakangnya sambil masih berpikir serius, "Jangan manggil gue Angelo ikan banci, gue potong lu jadi makan malam gue baru tau rasa." Thea menggeplak kepala abang angkatnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, "Lu mikir apaan dari tadi hah?"
"Kagak cuma tu cewek-cewek cantik amat."
Ringo yang mendengar ucapan DM secara gak sengaja merasa nge-jleb pas di hatinya, sementara Thea yang merasa abangnya ngelantur berkacak pinggang di depannya, "Apa maksud elo banggg?" DM masih ngomong ngalur ngidul kayak author kalo lagi kepengen ngomong apa aja, berusaha menutupi kegugupannya, "Iya, itu cewek dua cantik amat, yang rambutnya item cantiknya terawat banget kayak nona besar dari keluarga kaya raya, yang rambutnya pirang… kehabisan kata-kata abang ngeliatnya."
Emosi Rin langsung berada di ubun-ubun, dia tahu kalau dirinya sama sekali tidak cantik dengan segala kemaskulinan yang entah kenapa bisa tercampur ke dalam dirinya, malah gadis itu sendiri tergolong tampan kalau dia memangkas rambutnya dan menjabrikkannya, menghentikan sarapannya gadis berambut biru langit itu langsung keluar dari ruang makan dengan aura super gelap dan napsu membunuh yang mendadak tinggi, membuat Nitsu kebingungan sendiri melihat tingkah saudarinya, "RinRin?"
"Gue mau sendiri dulu."
Hawa setan kental Rin + nada bicara kasar yang ciri khasnya saat marah membuat Nitsu langsung mingkem dan melipir ke anak-anak kembarnya, "Kalian nanti bantu dua tamu baru kita ya." Sementara si kembar hanya mengangguk dan menghabiskan susu mereka, mereka takut buka suara untuk saat ini.
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Nitsuki menyeret DM sambil menarik telinganya, "Bagus amat lu bikin adek gue marah. Lu kira elu siapa hah?" meringis pelan karena diseret kucing berkaki dua yang lagi ngamuk, DM mengelus telinganya yang ditarik dengan kasar oleh gadis itu. "Gue gak nyadar gue ngomong apaan Nits, ampun ndoro, ampuuunnn."
Memasang deathglare terbaikknya, Nitsuki melipat tangannya di depan dadanya. Dm masih meringis sambil mengelus telinganya, "Gue gak bermaksud bikin Rin marah… gue bakalan ngebujuk dia biar gak ngambekan lagi kok, swear deh."
Walau ogah-ogahan, Nitsu memandang DM dengan pandangan penuh tanda ragu, "Yakin lu bisa ngebujuk Rin kagak marah lagi?" DM cuma nyengir-nyengir gak karuan sambil menggaruk kepalanya, iiih kutuan ya lu DM? "Bisa dong. Makanya pinjemin gue satu ruangan yang emang khusus buat 'itu', kalau gue bisa ntar lu bikin acara nyanyi-nyanyi. Malah gimana kalau kita ngadain taruhan aja?"
Menghela napas, Nitsuki memijat kepalanya sambil memberikan kunci satu ruangan yang dimaksud DM. "Nih pakai sana sesuka hatimu. Lalu sebutkan taruhannya." Sementara saint Cancer itu menyeringai senang, oooh dia tidak sabar merancang rencana yang sudah tersusun rapi di catatan kecilnya dan taruhan dengan Nitsuki hanya akan membuat semuanya menarik.
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Sisyphus menghela napas pasrah saat melihat betapa berantakannya ruang makan dibuat rekan-rekannya, Nefertiti tersenyum maklum melihat reaksi suaminya. "Mereka seperti memiliki tenaga tak terbatas…"
"Sebentar lagi aku tua, tenagaku tidak akan sebanyak mereka hahaha…"
Tertawa pelan, wanita cantik itu bersandar ke Sisyphus. "Biar kau akan semakin tua dan tenagamu makin lemah bukan berarti cintaku akan semakin memudar." Tersenyum tipis, saint Sagittarius itu mengelus kepala istrinya. "Apa kau tidak sadar kalau kau mencuri start?"
Sementara yang ditanya hanya tersenyum manis sambil membantu Sisyphus berkemas. Tidak ada salahnya kan kalau dia yang menggombali suaminya lebih dulu? Siapa bilang hanya cowok yang boleh menggombal?
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
"Jadi?"
Dohko pura-pura bego begitu Nitsu, Rin dan Rhea duduk di sekitarnya, "Jadi apa?" Rhea mengigit roti isi coklatnya sambil memandang guru tuanya dengan malas, "Ya kencan lao shi dengan Vera-ba-chan lah, apa lagi? Emangnya mau lao shi kusuruh kencan dengan Kaga-nii?"
"KAGAK RHE!"
Dohko mendadak merinding mendengar ucapan gadis berumur 15 tahun di depannya, cantik-cantik tapi rada sinting kayak Minos sama Youma, pasti gara-gara kelamaan bergaul dengan mereka. Rhea langsung menjitak dahi Libra berotot yang hobi topless itu, "Jangan mikir kalau Rhea rada sinting, mau Rhea celupkan ke Tartarus?"
Pemuda keturunan cina itu langsung menggelengkan kepalanya sambil berkeringat dingin, Rhea bersandar ke bagian punggung sofa sambil tersenyum puas, "Nah kalau begitu ayo cerita. Ba-chan keliatan senang sekali lho!" Dohko mengulum senyum sambil melayangkan ingatannya kembali ke kencan mereka kemarin.
Flashback.
Beruntungnya mereka dikala itu mall tidak ramai, malah lenggang banget. Avera yang melihat sekeliling mall merasa agak kikuk, sementara Dohko malah senyam senyum, tidak lama kemudian mereka sampai di sejenis counter yang menjual barang-barang unik dan mata Avera langsung terfokus kepada satu benda yang sangat dia mau, dream catcher.
Dohko berhenti sesaat dan mengamati benda yang dipandangi penuh minat oleh Avera, kemudian dia langsung berjalan ke arah counter shop itu bersama Avera, "Vera sukanya yang mana?" malu-malu, gadis itu menunjuk sebuah dream catcher yang cantik. Libra abad 18 yang melihat tingkah menggemaskan pacarnya itu tersenyum dan langsung membelikannya.
Setelah memastikan Vera senang dengan dream catcher barunya, pemuda itu mengajak gadis manis kesayangan duo Gemini abad 18 itu pergi, "F*nstation sedang sepi, mau bermain?"
"Main apa?"
Dohko tertawa sambil memeluk bahu Avera, "Apapun yang Vera suka aku juga suka. Atau Vera mau coba karaoke dulu?" mengangguk senang, gadis itu berjalan ke arah ruang karaoke. Selesai berkaraoke, pemuda kekar itu menemani pacarnya berkeliling dan melihat stand ice cream.
"Vera, coba lihat ada es krim stroberi."
Ucapan Dohko berhasil menarik perhatian gadis itu dari sebuah boneka beruang, dia langsung memandang sekeliling mencari benda yang disebutkan "Mana?"menunjuk stand ice cream, Dohko memberikan uang kepada Avera. "Belilah yang kamu mau, sebanyak apapun." Sementara gadis itu berjalan ke stand ice cream, Dohko langsung buru-buru masuk ke toko boneka dan membeli boneka teddy bear yang dipandangi pacarnya.
Pemuda itu melihat pacarnya duduk manis di kursi dekat stand ice cream dengan dua es krim berbeda rasa di meja, dia mendatanginya sambil membawa boneka berukuran sedang di sampingnya. "Boneka untuk pacar terbaikku~"
Tersipu malu, Avera menerima boneka itu sambil tersenyum manis. "Makasih…" Dohko tertawa sambil duduk di depan gadis kesayangan duo Gemini abad 18 itu, "Well, kau memang pacar terbaik yang bisa didapatkan setiap lelaki, dewi termanis yang pernah ada."
Tersenyum malu-malu, Avera berusaha menyembunyikan mukanya dengan boneka yang baru diberikan Dohko. Sementara Saint Libra itu sendiri memasang senyum charming khasnya, "Jangan malu, kau makin manis kalau malu-malu begitu. Aku takut nanti ada yang merebutmu."
Gelagapan, Avera menggelengkan kepalanya sambil semakin menyembunyikan wajahnya di boneka empuk yang dia peluk. Sementara Dohko sudah mengambil sendok es krim gadis itu dan mengangkatnya, "Buka mulutmu manis~"
Flashback End.
"Haaah? Cuma segitu?"
Dohko nyengir kuda ke arah Rhea yang protes sambil garuk-garuk kepalanya, "Errrr enggak sih cuma kupersingkat, soalnya aku ada janji mau jalan-jalan lagi sama Vera. Bye bye." Selesai berbicara pemuda itu langsung cabut, Rin tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Sudahlah Rhea, ayo kamu bantu bibi beli alat-alat spesial untuk besok."
"Ok~"
Nitsuki melambai kepada Rin dan Rhea, "Kalau begitu aku di perpus dulu ya, mau baca lagi. Ada novel horror yang wajib kuselesaikan." Gadis itu langsung berjalan sambil mengeluarkan buku sakunya dan mencoret nama Dohko dan Avera sambil memberi tanda hari keberapa mereka menyelesaikan kompetisi aneh satu itu.
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Shaka dan DM berdeham karena situasi mereka sama-sama awkward, mereka berhasil membujuk Nitsuki yang dalam kondisi mood terbaik setelah mendengar cerita kencan Dohko meminta tolong sepasang penyihir kenalannya membantu DM mempersiapkan panggung, entah kalau Shaka akan melakukan apa tapi DM tahu dia harus apa, uhuk-ngegombal lewat lagu boleh kan?-uhuk, jadi dia melirik kertas bertuliskan lirik lagu india yang dia searching di Internet dari dua tiga hari yang lalu. Gapapa dong sesekali ngegombal dengan cara yang anti mainstream gini. Yaaah, liat aja malam nanti gimana jadinya mwahahahahahahaha….
"Jadi Shaka… kira-kira bisa gak?"
"…. Saya rasa saat ini saya lebih memilih digombali saja…"
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Menghela napas lelah, Aon memandang ke sekeliling ruangannya. Dia baru saja pulang dari urusan pribadinya, setelah dititipi amplop tebal oleh Gou untuk diberikan kepada Nitsuki dan Rin, wanita itu langsung melenggang ke perpustakaan dadakan gadis pecinta segala jenis feline itu.
"Pesan dari Gou."
Gadis 17 tahun yang awalnya merengut entah mengomeli apa langsung tersenyum lebar mendengar tiga patah kata dari wanita itu dan memeluk Aon, "Makasih ya Aon~ aku lagi kangen sama Gou~" tidak lama kemudian dia langsung pergi sambil membawa amplop tebal yang dibawa Aon tadi.
"Kau berhasil membuatnya tenang."
Aon memandang Asmita yang sedang bersemendi tidak jauh dari kursi Nitsuki tadi, "Aku tidak melakukan apa-apa, hanya memberikan surat dari rekanku kepadanya." Mengangguk pelan, Asmita berdiri dari tempatnya bersemendi tapi diam di tempat.
"… ada apa?"
"Tidak apa-apa… aku hanya sedang menikmati pemandangan indah yang hanya bisa terlihat olehku."
"Ha?"
Aon menggeleng-gelengkan kepalanya sambil duduk di sofa empuk dan menepuk tempat duduk di sampingnya, "Temani aku baca saja sekarang, aku yakin kau pasti sedang sakit."
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Kanon sedang senang, iya dia sedang senang karena Mitsuki sedang sendirian, Mitsu sendirian artinya dia bisa menggombali Mitsuki. Dengan cepat Gemini adik itu mengecek beberapa gombalan yang sudah dia catat di buku catatan kecilnya yang bersampul Barbie and Swan Lake. Beberapa saat kemudian dia memutuskan untuk mencari bunga dulu, cewek pasti suka bunga kan? Cuma pemuda itu bingung bunga apa yang disukai Mitsuki.
Melihat berbagai warna mawar yang mekar disana-sini, mantan Marina itu mengambil gunting dan membotaki beberapa jenis mawar dari bunga-bunganya yang mekar tanpa sikap peri-kebungaan. Tidak lama kemudian sebuket bunga mawar merah, putih dan pink berhasil dia dapatkan dan dia buat dengan cantiknya.
Berjalan ke arah Mitsuki yang sedang bersantai, Kanon langsung berlutut di depannya. "Please accept this bouquet my beautiful goddess." Gadis yang sedang bersantai itu agak terkejut karena mendadak kekasihnya datang dengan membawa sebuket bunga cantik, menerimanya dengan senang, Mitsuki tersenyum sambil berpikir apakah ini saatnya dia digombali pacarnya. "Terima kasih Kanon-kun. Mereka sangat cantik."
Tersenyum mendengar ucapan Mitsuki, Kanon mencium pundak tangan pacarnya. "Kecantikan mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan kecantikanmu yang lebih bersinar." Bersemu merah, gadis itu merapikan rambutnya dengan gugup. "J- jangan bercanda Kanon-kun, mereka sangat cantik. Aku tidak mungkin lebih cantik dari mereka, atau mawar-mawar milik Albafica-san dan Aphrodite-san…"
"Tapi bagiku yang paling cantik adalah gadis di depanku."
Merah padam, gadis secantik rembulan itu hanya tersenyum malu-malu. Mereka menghabiskan sore yang indah bersama-sama, terkadang kanon membisikkan kata-kata rayuan atau gombalan ke telinga Mitsuki. Yoru menyeringai dari kejauhan dan mengirim pesan kepada Nitsuki.
'Nah, yang satu ini udah beres. Masih banyak lagi yang lainnya.'
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Aiolos tertawa pelan melihat adiknya yang kebingungan setengah mati, kemudian dia menepuk-nepuk pundaknya. "Sudahlah Lia, kan yang penting usaha dulu." Sementara yang berusaha dia semangati cemberut mati-matian, "Tapi aku kan maunya ngasi yang the best gitu loh bang."
Mengerutkan dahinya, Sagittarius muda itu berpikir sejenak. Sebagai abang yang baik tentu dia maunya mendukung hanya saja sepertinya Eros dan Aphrodite membenci Aiolia atau senang mempermainkan dia, bagaimana cara dia membantunya?
"Abang kan gak bisa gombal dek? Kudu piye toh?"
Mendengar jawaban abangnya, Lia antara pengen mewek dan sweatdrop karena entah bagaimana abangnya mendadak ngomong entah bahasa mana yang dibawa author mereka. Mau gak mau saint Leo satu itu hanya pundung di pojokan kamarnya sementara Regulus datang dan berkicau masalah mau pergi ke kebun binatang dengan Aiolia, Aiolos dan Sisyphus.
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
"Okay, so for what reason you need my help to do this? If I remember correctly, didn't this hard work you can do alone?"
Vanni menyusun kursi di ruangan yang memang rencananya akan dipakai untuk ruangan konser dadakan dengan lambaian tongkatnya dan mentransfigurasinya menjadi sofa-sofa yang nyaman. Sementara Deathmask menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena tidak mengerti sedikitpun ucapan gadis bermata icy blue itu, Rhea yang paham kalau pacar bibinya emang IQ jongkok langsung mengartikan kalimatnya.
"Errr…. Kan lebih cepat dan praktis kalau pakai sihirmu neng."
Terdiam sesaat, Vanni mengerutkan dahinya. Dia mengerti apa yang diucapkan Deathmask meskipun dia tidak bisa berbicara bahasanya, tapi kata terakhir itu membuatnya bingung, "Neng?" Rhea menjedukkan kepalanya ke dinding beberapa kali sambil mengutuki IQ jongkok Cancer pacar bibinya yang satu ini kemudian gadis remaja itu menghela napas lelah.
"Neng is something like Miss or sister..."
"Oh. Well, whatever. I'm here to help all of you after all."
DM mengangguk sambil mengangkat sound system ke sisi kiri-kanan panggung, sementara Rhea sedang berdiskusi entah tentang apa dengan Lila. Yah, sore ini mereka sibuk dengan persiapan acara DM yang misterius.
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Sebelum makan malam, semua goldies dan anggota GC berkumpul di ruang konser. Ruangan luas ini diisi dengan sofa-sofa nyaman menghadap panggung yang lumayan besar, panggung itu sendiri ditutupi tirai berwarna merah. Oke tirai pertunjukan klasik. Yang membuat mereka heran, siapa yang mengadakan acara sebelum makan malam? Tapi karena ada cemilan jadi tidak ada satupun yang keberatan, di barisan paling depan Vanni, Lila, Rhea, Nitsuki dan Ringo duduk manis. Oh Natsuki lagi pergi kencan karena dia gak mau nenangin Nitsu yang keseringan darah tinggi gara-gara Aspros. Dasar kejam.
Setelah memastikan semua lengkap, Vanni berjalan sambil mengayunkan tongkatnya, alunan musik india terputar di satu ruangan. Kemudian dia duduk di samping Lila di depan panggung. Beberapa gadis yang sudah duduk berbisik-bisik penasaran siapa yang akan mengadakan konser tunggal dadakan begini? Kalau menebak dari musiknya mungkin Shaka atau Asmita? Diam-diam Aika deg-degan, apa mungkin Shaka akan menggombal lewat lagu? Tapi melihat Shaka yang baru masuk dengan Yoru… sepertinya bukan ya? Asmita juga sedang duduk di dekat Aon tuh… jadi siapa?
Rhea sibuk memasang handycam di depan panggung sambil berusaha tidak menghalangi pandangan penonton, cekikikan memikirkan rencana yang disusun oleh seseorang yang sebentar lagi akan tampil gadis itu merasa sangat bersemangat. Tidak lama kemudian, Deathmask muncul dari balik tirai, beberapa rekannya berseru dengan heboh sementara Rin jawdrop melihat pacarnya di panggung, lupa cerita kalau dia lagi ngambek sama kepiting abu-abu satu itu. Mau apa pacarnya nyanyi lagu india? Gak salah tuh dengan yang lainnya? Sementara sang Cancer menatap Rin sambil tersenyum miring khasnya.
Gadis kau adalah gadis cantikku
Kemana kau pergi aku akan mengikutimu
Apa yang kau mau biarkan aku tahu
Kamu bisa jadi gadis cantikku
Perlahan lahan kamu akan aku dapatkan
Ya kau tahu aku akan mendapatkanmu
Kau tahu aku akan menjadikanmu gadis cantikku
Mengapa malu malu ayolah tunjukan tarianmu
Jadilah milikku sekarang dan biarkan tirai terjatuh
Datang dan temuilah tatapan mataku
Ayolah jangan tunjukan sikap itu padaku
ingin menjadi gadis cantikku?
Tanpa disadari orangnya sendiri, wajah Rin merah padam dari ujung telinga satu sampai ujung telinganya yang satunya lagi, sekali lagi dia lupa cerita kalau lagi marahan sama DM. Sementara Thea sudah sibuk ngakak di lantai, kenapa? Aneh tau ngeliat DM nyanyi lagu india sambil nari-nari ala aktor india! Kesambit apaan sih tuh orang?
Kana sendiri menggeleng-gelengkan kepalanya, DM memang tidak bisa ditebak jalan pikirannya. Aphrodite sendiri berusaha menahan tawanya agar tidak mengganggu rekaman Rhea sambil memeluk pacar mininya tersayang. Kanon, Aiolia dan Milo kompak menyemangati DM, meskipun mereka gak ikutan nari, gak tau cara narinya boooo. Ntar kalo salah malu dongggg. Padahal kalau author gak salah ada deh diantara mereka yang nari gak tau mau di Atlantis kemaren pas awal-awal fanfic dimulai.
Sementara itu Vanni tercengang melihat Deathmask, baru kali ini dia melihat orang menggombal pakai acara nyanyi begini, terselubung amat gombalannya? Eh ini masuk gombalan gak sih? Pikiran gadis itu melayang kemana-mana, yaah dia juga baru tahu ada kompetisi gombal sih...
Lila yang sedari tadi diam melihat DM langsung berbalik ke Aphrodite, "E-Excuse me... I-Is your friend... Okay? Or someone hex him with a new type of curse?" Saint Pisces cantik itu langsung ngakak sambil memeluk erat Kana yang berada di pangkuannya dengan gemas, "Nope, he just trying to woo my young sister."
Bingung dan terkejut, gadis berambut pirang itu memandang Aphrodite dengan pandangan ragu, "... Ha-Haa...? Oh…. I... See... People find strange ways to woo another nowadays..."Kana tertawa kecil mendengar ucapan Lila, sementara Vanni yang sudah tertawa kecil dari tadi akhirnya membuka suaranya, "Well, at least he put some effort Lilac. Hey, hey I think Paddy will use this method if he tried to woo you."
Lila mengerutkan dahinya dan menggeleng, "Hmm... I don't think so... Sirius has ways to win maidens heart... And he has ways with sweet words, you see." Senyuman lembut teman Puff-nya membuat Vanni gemas, pura-pura batuk gadis prancis itu memasang seringaian usilnya.
"Okaaay~ maybe this one is for Prongs? He like something... eccentric right?"
Mengangguk, Lila tersenyum tipis mengingat teman pacarnya yang satu itu, "True... No matter what he try Lily will always ignores him... But... Umm... Was that counted as wooing?" jempolnya menunjuk ke arah DM yang masih sibuk nyanyi dan nari.
Vanni menggelengkan kepalanya sambil bersendar ke sofanya, "I don't know Lilac, I like the classic way. And your cousin have the perfect way~" mendengar ucapan temannya, gadis berambut pirang itu tertawa kecil, "Yeah... He is a Romeo alright... I was kinda glad he didn't tag along... For some reasons I have a feeling he'll make a lots of enemy..."
Kau adalah gadis cantikku
Aku pahlawan dalam filmmu
Berikan padaku gadis itu ooo~ oh~
Kau bisa jadi milikku gadis cantik
Perlahan lahan akan aku dapatkanmu
Ya kau tahu aku akan mendapatkanmu
Maybe I leave n let you be my flashy flashy girl.
Mengapa malu malu ayolah tunjukan tarianmu
Jadilah milikku sekarang dan biarkan tirai terjatuh
Datang dan temuilah tatapan mataku
Ayolah jangan tunjukan sikap marah padaku
ingin menjadi gadis cantikku?
"Balas! Balas! Balas!"
Beberapa Saint iseng berteriak sambil menepukkan tangan mereka, Aiolia dengan tanpa berdosanya mendorong-dorong Rin yang menggeleng-gelengkan kepalanya sambil memasang senyum tsun-tsun. Rhea yang merekam video daritadi mengacungkan jempolnya kepada Deathmask pertanda gombalan terselubungnya benar-benar ngena di hati. Deathmask sendiri langsung memberikan bungkukan ala-ala gentleman inggris abad 18-an ke atas.
"Bhuuu lagi dong DM! Belom juga dibalas sama Rin!"
Milo mendadak manyun karena DM langsung berhenti, sementara yang dimanyuni hanya menyeringai sambil melingkarkan lengannya di bahu Rin dan mencium pipinya. Semakin merah padamlah wajah Rin, sementara nyaris seluruh goldies menyoraki mereka. Nitsuki merasa kasihan dengan adik kembarnya, karena itu dia berdiri dan menepuk tangannya tiga kali.
"Waktunya makan malam teman-teman~"
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Makan malam terasa sangat menyenangkan, Rhea kali ini menggoda Ringo habis-habisan sampai wajah gadis itu semerah tomat sementara DM memanjakannya habis-habisan, Yoru asyik kembali ke dunia milik berdua bersama Chiaki, Kanon juga happy karena berhasil menggombali Mitsuki meskipun ujung-ujungnya digeplak sama Saga, Asmita yang entah kenapa mengeluarkan hawa romantic misterius dengan Aon, membuat Rhea merinding dan langsung mencari rasa aman dari Rhade yang pasrah memangkunya, membuat Regulus yang duduk di samping Rhade tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Diam Leo."
"Iya iya adik manis~ abang Regulus diam kok~"
Rhea cemberut sambil menenggelamkan wajahnya di bahu Rhade, sementara Minos dan Defteros asyik memfoto Rhea, mereka berdoa semoga gak ketahuan sama gadis berambut belang itu. Soalnya saat ini sisi manisnya Rhea sedang keluar dan mereka berdua gemas. Vanni yang melihat interaksi malu-malu Rin dengan DM hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, entah kenapa mendadak dia kangen dengan Logan KW di asramanya.
(TsukiRin: Oppa Logan! XDD *dibakar Gi-chan*)
"Missing someone Vanni?"
Vanni meletakkan sikunya di meja dan menopang wajahnya, "I miss your cousin and Sev... will them remember to eat or sleep or to taking a bath or just a little bit rest? You know your cousin and my little potioneer." Lila sweatdrop, itu sih bukan kangen namanya tapi cemas setengah mati. Padahal baru satu hari mereka berpisah, well namanya juga mama snake mau bagaimana lagi? "Well, I'm sure they will remember, we can floo call them."
"…. Lilac, we're not in wizarding world right now."
"Ah, well for once I'm forget because we are off-age now. Oh but that's remind me something… did your author leave some explanation to our boyfriend?"
"… Maybe? I don't know."
"Well, let's back to our room."
Berjalan ke kamar mereka, tanpa sengaja gadis bermata icy blue itu melihat seekor burung hantu berwarna kelabu yang terlihat kelelahan bertengger di teras depan kamar mereka. "Oh, an owl. Maybe that's school owl?"
"Oh?"
Memegang burung hantu itu dan melepaskan suratnya, Vanni mengerutkan dahinya sambil menggeleng kepala, "From our boyfriend and the gangs." Membaca perkamen tebal yang baru saja dibukanya, gadis bersanggul ketat itu tertawa pelan. "It's soooo him. Well, I love him because that. Should we answer this Lilac?"
Mengangguk, Lila melepas ikatan rambutnya dan mengambil kunci kamar mereka, "Yeah, if not he will go rampage in there." Tertawa pelan, Vanni menggelengkan kepalanya sambil bersenandung riang dan masuk ke kamar mereka, a rampage boyfriend is the last thing she need right now. "Well, we cannot let that happen right? Come on~ I will make a pretty howler."
Mengangkat sebelah alisnya, Lila menggoda temannya yang satu itu dan meletakkan ikat rambutnya di meja rias mereka. "You mean love letter?"
Memerah, Vanni menggelengkan kepalanya dan membuka kopernya, mengambil alat-alat tulisnya, gadis itu berjalan ke arah meja tulis, "Shush, be a good friend and just agree with me." Tersenyum, Lila menggumam dan mengunci pintu kamar mereka, hari ini benar-benar gila, tapi dia tidak sabar menanti hari esok.
~ Omake ~
Nitsu yang sepanjang makan malam diam mengerang sambil menjedukkan kepalanya ke meja makan ketika ruang makan nyaris kosong, "Sialan gue kalah taruhan…"
DM ngakak nista sambil memberikan mic mainan kepada Nitsuki dan nyengir-nyengir, "Ayo nyanyi Nits, kostumnya udah gue siapin koook, eh lagunya mau gue pilihin?" Dengan berat hati gadis itu mau tidak mau mengambil mic dari tangan pacar adiknya, sementara yang lain memandang gadis itu dengan bingung.
"Emangnya lagu apaan yang diminta DM?"
"Dangdut…."
Sontak satu ruangan penuh dengan tawa, Kardia dan Milo bahkan sudah gulingan kesana kemari karena hellow, Nitsu itu gak pernah nyanyi lagu dangdut, hancur bisa-bisa kaca satu penginapan. Gadis itu member mereka deathglare setengah hati, kemudian mengambil kotak berisi kostum yang disiapkan DM, tidak lama kemudian dia menjerit dan melempar kotak itu ke arah DM, "ANGELOOOO LU MAKHLUK KAMPRET NISTA GAK KETULUNGAN GAK IKHLAS GUE RIN SAMA ELOOOO!"
Suara tawa semakin heboh, sementara suara omelan Nitsu terdengar dari ruang makan mereka sampai ke kamar Aries, membuat Shion hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan memasang penyumbat telinga.
"Lebih baik tidur~ sampai pagi~"
~~~ To be Continued ~~~
A/N: Yay! Kali ini Kanon, Asmita sama DM melancarkan gombalan mereka. Bahkan Dohko sempat-sempatnya flashback kencan dia sama Avera! Dan itu lagu DM itu beneran lagu india judulnya Chammak Challo yang dinyanyiin sama actor favorit abadi TsukiRin, kyaaaa om Khaaannn! Aku padamuuuu dari keciiiillllll!
Vanni: *bekap mulut TsukiRin* Errr, okay now I will read the reply and oh… I know you're not that good stupid author, see? You didn't get much review.
Huweeee Vanni jahat, mungkin mereka sibuk tapi mereka pasti baca kokkkk TTATT
Thea: Errr, udah udah kalem lu gak ada balon nih *dibuang TsukiRin*
Gianti Faith:
Makasih udah ngereview~ karena Tsukki lagi malas, biar OCs aja deh yang balas, culik Lila dulu ya XDD
Vanni: Yeah, is that my cutie Kate and Nate? Lilac! Your treasure is here!
Lilac: Hi dear~ ^_^
AmuletWin77:
Luna… kamu kan pairnya Defteros… pastilah nanti kena, cuma belum~
Vanni: Who is Defteros?
That tanned guy with six pack body.
Vanni: Oh, that sexy guy? Well, every guy like that will have some girlfriend or boyfriend. I've laid my eyes on him lately.
Vanni you've already got one FUCKING HANDSOME boyfriend soon to be fiancé… oh Mitsu, jangan nangis. Di chapter ini ada kamu dan Kanon kan~ XDD
Vanni: Thanks for the review
Uryu:
Nah buat si manis setia ini biar Tsukki sendiri deh yang jawab, kamu juga ada nanya kelanjutan ANB itu entah di fic mana gitu kan?
Well, pertama yang datang di chapter kemaren itu salah satu OC Tsukki dan OC Gianti-Faith di Pottermore, ANB itu lanjutnya ke Until the End of Our Time (yang mungkin kamu udah tau.), terus ini GC murni 100% punya Tsukki ^^;; dan iya nanti semua fic mbak Mai yang belum selesai itu Tsukki yang nerusinnya, Cuma karena ide Tsukki dengan mbak Mai kayak minyak dengan aer, ya kalau ada fic yang minat dibaca sabar ya. Kasi tau aja minatnya yang mana ntar Tsukki kerjain, tapi gak bisa janji kapan update ^^;;
Oh, kamu ada akun ffn gak? Biar ngomongnya lewat chat gitu. Jadi lebih enak.
