Annyeong ~
Kali ini ceritanya beda lagi, tapi masih sekolahan juga haha
Well, selamat membaca ^^
.
.
Yoongi berkeringat dingin. Kerongkongannya kering karena sudah berkali-kali menenggak ludah dengan susah payah. Tangan yang terkepal erat mulai memutih dan mendingin. Punggung yang biasa membungkuk malas itu begitu tegap untuk menjaga sikap sesopan mungkin. Sipitnya terbuka lebar menyembunyikan sorot mata 'tak ada niat'nya yang seperti biasa.
Mungkin seumur hidup baru sekarang wajah Yoongi setegang ini.
The Incredibles
Seorang Min Yoongi menciut, tak berkutik sama sekali.
Bukan. Pemuda pucat, yang semakin pucat itu bukan sedang berada dipengadilan. Meski sekarang dirinya seolah-olah diadili dengan eksekusi hukuman mati, ia hanya tengah duduk di sofa ruang tengah sebuah rumah yang cukup familiar bagi dirinya. Familiar dari luar saja, karena baru kali ini ia masuk ke dalamnya. Tapi bukan itu yang membuat jantung dan paru-paru Yoongi sulit bekerja.
Melainkan karena tatapan tajam, dingin, curiga dan penuh selidik dari empat sosok di hadapannya. Mereka yang berkarisma yang dengan sengaja mengumbar sebuah intimidasi.
Satu tetesan kembali jatuh dari pelipis Yoongi.
Salahkan sikap gentle-nya karena sudah repot-repot ingin mengantar pulang junior manisnya. Salahkan pada gerimis yang tak ayalnya tiba-tiba berubah menjadi hujan deras. Salahkan dirinya yang baru tahu ternyata pemuda manis, polos dan menggemaskan favoritnya itu memiliki para penjaga menyeramkan-
"Hyung-deul~ Haha! Hei, hei jangan seperti itu, kasihan kan. Lihat wajahnya jadi ketakutan ."
Dan salahkan sosok yang barusan berkata santai itu yang seenak jidat memaksa Yoongi untuk masuk ke dalam rumahnya. Hujan deras? Badaipun akan Yoongi tempuh agar tidak sembarangan masuk ke rumah junior cerianya yang masih dalam tahap pendekatan. Mereka bahkan belum tentu saling suka, tapi empat sosok itu pastinya sudah mengira yang macam-macam.
"Sudah berapa kau mengenal Jimin-kami?"
Lihat siapa yang bertanya barusan, Park Siwon, dokter bedah tampan yang sangat terkenal bahkan sering menjadi bintang tamu di reality dan variety show. Jangan-jangan dia sudah bersiap-siap menyayat Yoongi dengan pisau bedahnya.
"Du, dua bulan, Hyung."
Aish! Kenapa suaramu seperti itu Min Yoongiiiiii! Padahal saat pertama memberi salam dan mengenalkan diri tadi, nada Yoongi masih biasa meski dengan rasa gugup.
"Di mana kau mengenal Jimin-kami?"
Sekarang giliran yang menatap Yoongi paling dingin. Ayolah, siapa yang tak kenal dengan pria seksi itu, bahkan Yoongi yang hanya berkutat dengan dunia basketnya tanpa sengaja tahu dengan model super tampan bernama Seunghoon itu karena ibunya selalu ribut membicarakannya. Yang tidak Yoongi tahu hanyalah ia yang tak disangka-sangka adalah salah satu anggota keluarga dongseng kesayangannya.
"Sewaktu festival sekolah, Hyung."
Good job, Min Yoongi! Setidaknya sekarang Yoongi sudah bisa mengontrol suaranya.
"Waaah! Romantis sekali! Jangan-jangan jatuh cinta pada pandangan pertama hoho."
Sosok seenak jidat tadi memandangi Yoongi jahil dan memeluk hyungnya manja. Park Hyungsik, pegolf muda berbakat yang dikenal playboy dan suka menggoda wanita lebih tua.
"Apa pekerjaan orang tuamu?"
Itu suara yang dipeluk, yang menyodorkan pandangan paling tajam untuk Yoongi. Untuk yang satu ini, Yoongi sangat kenal bahkan cukup mengaguminya, meski basket adalah impiannya, tapi namja mana yang tidak suka bola. Park Doojoon, atlet yang sedang dilirik oleh Barcelona.
"Ayahku pegawai di perusahaan asing, Hyung. Ibuku, ibu rumah tangga."
Wow, Yoongi benar-benar sudah bisa menjawab dengan baik sekarang.
"Aku pulaaaaang! Jiminieeeee! Sayangkuuuuu!"
Ugh. Tolong. Tolong jangan katakan bahwa yang baru datang itu adalah berandal paling beringas di sekolah Yoongi. Suara berat yang khas sekali. Lantang yang dimiliki oleh preman jenius yang berhasil mengalahkan nilai ujian si kutu buku, Kim Seokjin, dengan kelangkaannya masuk kelas.
"Namjoon!" teriak Hyungsik beranjak, mendekati dongseng nakalnya yang baru muncul di ruang tengah.
PLAK
"Dari mana saja kau! Luka apa ini?!"
Namjoon hanya cemberut.
"Dasar!"
"Eh? Kenapa semua berkumpul-"alis Namjoon mengerut, "seragam- kau satu sekolah denganku kan. Siapa kau?"
Hyungsik berbisik untuk Namjoon, "Min Yoongi, pacarnya Jimin hihi."
"MWO!? YA?! KAU PACAR JIMIN HEOH!?"
"Eh?"
"BERANINYA KAU MEREBUT JIMIN DARI-"
"Namjoon-hyung!"
Pekikan itu menghentikan Namjoon yang sesaat lagi berhasil meraih kerah Yoongi. Jadi Yonhwa yang sudah bangkit untuk menahan Namjoon kembali duduk. Park Yonhwa, yang sedari tadi diam hanya mendengarkan. Arsitek muda berbakat yang memang di kenal kalem dan cool. Sepertinya Yoongi pernah melihat wajahnya di surat kabar. Melihat, bukan membaca, karena setiap pagi ayahnyalah yang selalu membaca koran sambil sarapan.
"Ish! Sudah berapa kali aku bilang jangan kasar, Hyung!"si manis yang baru berganti baju itu menggembungkan pipi dan berkacak pinggang.
Sontak Namjoon tersenyum malaikat, "hehe, Jiminie~ Hyung tidak kasar kok, tadi Hyung hanya bercanda~"
"Hmph!"Jimin melenggang santai, duduk tepat di samping Yoongi. Mengacuhkan tatapan iri dari semua hyungnya, "lagipula kami belum pacaran kok."
"Hha?"
Lima Hyung super posesif dan protektif itu menatap heran.
Sedang Hyungsik melongo tak percaya, "jadi-"
"YA! Bocah! Berani sekali kau mengantar Jimin-kami sampai rumah!?" -Doojoon.
"Siapa yang mengizinkannya masuk ke sini tadi hha!? -Namjoon.
"Jadi kau mempermainkan adikku?!" -Siwon.
"Wah ~ Kupikir kalian pacaran." -Hyungsik.
"Astaga! Beraninya kau mendekati Jimin-kami!?" -Seunghoon.
"AISH! JJINJA! BERHENTI, HYUNG?!"
Jimin mendesah kasar sehabis berteriak barusan. Sekuat tenaga, supaya benar-benar bisa didengar oleh para hyungnya yang sudah gelap mata.
Satu persatu Jimin pandangi tak suka.
"Bukan sesuatu yang buruk mengantarku pulang kan. Sunbae sudah mau repot-repot padahal rumahnya jauh dari sini. Dan Hyungsik-hyung yang memaksanya masuk tadi."
Namjoon langsung menoleh pada Hyungsik.
Hyunsik menutup sebelah mata, mengeluarkan lidah, memukul pelan kepalanya sendiri, "te he!"
Dasar.
"Sunbae bukan orang yang seperti itu. Dia orangnya sangat baik, tak mungkin mempermainkanku. Perlu Hyung tahu, aku dan Sunbae belum pacaran. Dan, KENAPA KALIAN SELALU SEPERTI INI SETIAP ADA YANG MENDEKATIKU!"
"HMPH!"
Jimin melipat tangan di depan dada, berpaling dari semua Hyung-nya, mengambek.
Langsung saja semuanya merasa bersalah. Meski mereka semua setuju bahwa wajah Jimin terlihat menggemaskan sekarang, tapi tetap saja, adalah sebuah kehancuran dunia jika mereka membuat adik bungsu super manis imut mereka itu kecewa.
"Yoongisshi."
Panggil Yonhwa tenang memecah keheningan.
"Ne, Hyung?"
Yonhwa menatap lekat kedua bola mata Yoongi.
"Tadi Jimin bilang 'belum'. Jadi benar kau mendekati adik kami?"
Raut Yoongi berubah serius, "ne, Hyung,"jawabnya yakin.
Untuk sesaat semuanya tersulut emosi tapi tangan Yonhwa terangkat menginterupsi.
Masih menatap lekat kedua bola mata Yoongi, "apa kau benar-benar menyukai Jimin?"
"Ne,"Yoongi menjawab langsung. Tidak ada jeda.
Tegas. Tanpa ragu. Meski Yoongi tahu ada lima pasang mata yang siap untuk menusuknya.
Jimin terdiam. Sontak pipinya merona malu.
Sedang Yonhwa tersenyum lembut, "lalu tunggu apa lagi?"
"Eh?"
"Apa kau berjanji akan menjaga Jimin?"
"Ne."
Angguk Yoongi pasti.
"Hooo!"Hyungsik bertepuk tangan, "Selamat Jiminie ~ ubah kata 'belum' mu itu menjadi 'sudah' mulai sekarang. Haha. Sunbae yang selama ini kau kagumi diam-diam itu-"
"Hyunsik-hyung!"pekik Jimin malu.
Sontak Yoongi berpaling ke arah Jimin. Tampak Jimin yang salah tingkah menatap kesal Hyung yang menjadi tempat curahan hatinya itu.
"Kami pulaaang!"
Suara seorang wanita yang cukup berumur terdengar. Disusul derap langkah mendekat yang membuat jantung Yoongi kembali berpacu.
Yoongi yang semula mulai bisa merasakan santai tiba-tiba mematung kembali. Jangan bilang-
"Eomma! Selamat datang!"sambut Jimin riang tersenyum manis. Mungkin Jimin adalah bungsu yang paling manja di dunia ini.
"Wah! Wah! Jarang-jarang semuanya berkumpul- Omo! Ada teman Jimin ya?"
Yoongi langsung berdiri, membungkuk hormat, "annyeong haseo. Min Yoongi imnida,"salamnya gemetar dengan wajah tegangnya lagi.
Eomma Jimin menutup mulut dengan semua ujung jemari, ia melirik ke arah Hyungsik.
[Pa-car] eja Hyungsik.
"Jjinja?! Omo! Suamikuuu!"
"Heeh?"langsung saja Yoongi menarik punggungnya setelah beberapa saat hanya membungkuk dalam menyembunyikan gugup.
Menyusul Eomma Jimin, seorang pria penuh karisma muncul. Ekspesinya kuat, raut mukanya tegas, auranya menekan padahal ia belum bermaksud apa-apa.
Hiiiiiiiii!
Tolong bantu Yoongi sekarang, ingatkan dia bagaimana caranya bernapas. Karena di hadapannya kini tengah berdiri seorang hakim agung yang sering muncul dalam berita nasional.
.
.
-END-
.
.
GAMSAHAMNIDAAAAAAA
How?
Hahahahaha
Kalo kemaren biasa2 aja, chapter ini saya bikin Jiminnya jadi punya keluarga yang luar biasa wkwkkwkwk kasian Yoonginya hihi
Saya suka banget kalo ada Uke yang dijaga ketat ama sodara2nya wkwkwkwk, kaya Jimin di chapter inilah ~ hihi
Yang paling emosian Namjoon, yang paling tenang Yonhwa, yang paling santai Hyungsik, yang paling kaku Doojoon, yang paling serius Siwon, yang paling dingin Seunghoon hihi. Dari kecil mereka udah brothercomplex ama Jimin. Soalnya cuman Jimin yang auranya beda dari mereka. Yang paling deket ama Jimin itu Hyungsik and Yonhwa soalnya cuman mereka berdua yang ga lebay2 amat, mereka sayang bgt, over protektif juga, tapi nunjukkinnya ga beringas kaya yang lainnya. Karena itu di sekolah si Namjoon itu ga dikenal sebagai Hyungnya Jimin tapi Namja yang mati2an ngejar2 Jimin, mana mau Jimin ngaku punya sodara kandung macam begitu haha begitulah ~
Well, once again gamsahamnida ~
Balasan Review ^^
haiiii : iyeeee. hehe. (Gomawo ^^)
Zyan Chim-Chim : Yup. One Shot soalnya. Haha. Ntar kalo ada ide ama ada waktu hihi (Gomawo ^^)
noona93 : Mian. Ini rencananya cuman kumpulan one shot hehe ntarlah saya pikirin lagi (Gomawo ^^)
Kaizen Katsumoto : Aiiih! Makasih! Saya emang imut2 kok hehe bukan amit2 ya! Haha! Manis kaaaaan. Saya ngebanyanginnya ugh melting hihi Bener, ini kumpulan one shot, rencananya ceritanya ringan2 aja sih, tapi well kalo emang dapat ide bakal dipertimbangkan hoho (Gomawo ^^)
avis alfi : Neeeee. Yoongi ituh sebenernya 'mulai' suka, tapi yah belum benar-benar suka sih tapi mereka udah so sweet kok hehe Semangat! (Gomawo ^^)
jchimchimo : Hmhmhm. Di bilang pandangan pertama ga juga sih, tapi lebih ke- pokoknya dia lumayan suka ama first impressionnya Jimin hihi (Gomawo ^^)
yongchan : BANZAI YOONMIN! HOHO! (Gomawo ^^)
