Annyeong Haseo ~
GAMSAHAMNIDA TUK READERS! FOLLOWERS! REVIEWERS! Luv U All.
Maaf, menghilang cukup lama ^^
Well, smangat nulis saya sedang down bgt akhir2 ni
Selamat Membaca ^^
.
.
Sial!
Yoongi mengumpat pada dirinya sendiri. Jika saja ia tidak terlalu percaya diri dapat menemukan toko bunga selain Butterfly dalam waktu singkat, maka pagi ini ia akan lebih dulu datang dari Jimin. Ini kencan pertamanya dan sudah seharusnya dirinya yang menunggu, bukan kekasih barunya itu.
Oh, dan salahkan dirinya yang menerima saran Jimin untuk bertemu di stasiun daripada Yoongi yang menjemput ke toko bunganya. Jadilah jarum jam tangan Yoongi terlihat menyebalkan kini. Sudah hampir setengah jam ternyata ia terlambat.
le Bouquet de Fleurs
Setelah berlari kencang menyusuri tiga blok, akhirnya Yoongi berhenti. Pria dengan stelan kasual itu menumpu kedua tangan pada lututnya dan berusaha mengatur napas, "maaf, haah, maaf! Apa aku membuat menunggumu lama?"ujarnya penuh penyesalan.
Jimin langsung menggeleng, "aniyo, Yoongisshi. Apa anda terlambat karena ini?"tanyanya meraih buket bunga yang dibawa Yoongi.
"Oh. Ne. Apa kau suka?"Yoongi menunduk sedikit dan menggaruk tengkuknya, "well, kau bisa membuatnya sendiri sih, tapi aku bingung harus memberimu apa."
Jimin tertawa kecil, "gamsahamnida,"senyumnya manis lalu meraih sapu tangan dari tasnya dan melapkannya ke kening Yoongi.
Yoongi ikut tersenyum, meski hal kecil tapi ia sangat senang dengan sikap Jimin, dewasa dan perhatian sekali. Lihat, setelah menyeka keringatnya, tak lupa Jimin merapikan sedikit kemeja Yoongi yang berantakan sehabis berlari kencang.
Jika tidak di depan umum, pasti Yoongi langsung mengecup pucuk kepala pemuda yang lebih muda tiga tahun darinya itu. Mereka baru berpacaran selama dua minggu, tapi Yoongi sudah sejak lama mengamati dan mendekati Jimin. Ia hanya karyawan biasa, di sebuah perusahaan asing yang suatu hari disuruh membeli buket bunga oleh atasannya karena Yoongi yang biasa mengurus perihal karangan bunga di bagiannya. Jika biasanya ia berurusan dengan toko bunga langganan perusahaanya, tapi mengingat kala itu ia hanya perlu membeli belasan tangkai bunga pesanan istri atasannya, maka ia memutuskan pergi ke Butterfly, toko bunga yang waktu itu baru berusia dua bulan dan tepat berada di seberang kantor Yoongi.
Pertemuan pertama yang biasa saja, layaknya jual beli yang kebanyakan ada. Bahkan keduanya sama-sama tak begitu mengingat wajah masing-masing. Yoongi mulai tertarik sejak pertemuan kedua mereka, ketika Jimin tersesat di kantornya. Istri atasan Yoongi, Nyonya Lee, sangat menyukai buket bunga buatan Jimin, maka ia memesan lagi dari Butterfly tidak melalui Yoongi, sudah ada kontak Jimin di note kecil yang terselip di buket bunga. Ketika mengantar orderannya, Jimin cukup kewalahan mencari ruangan Tuan Lee, kebetulan sekali Yoongi adalah orang pertama yang ia tanyai begitu sampai di lantai yang dimaksud. Di sana penasaran Yoongi mulai tergelitik akan sosok manis dengan pembawaan lembut dan dewasa itu.
Alhasil, awalnya hanya mengisi waktu istirahat siang dengan mencuri-curi lihat pada toko seberang, lalu menjadi pengamatan di jam-jam pulang kerja, memberikan kartu nama sampai akhirnya memberanikan diri mengajak makan malam.
Makan malam yang menjadi sangat indah ketika Jimin menerima ajakan Yoongi untuk menjalin hubungan. Dua minggu berlalu, hari-hari mereka hanya disempatkan untuk telponan, berkirim email, makan siang bersama, obrolan ringan sepulang kerja dan kecupan hangat di kening Jimin ketika Yoongi mengantarnya pulang.
Baru hari ini akhirnya Yoongi dan Jimin bisa menyocokkan jadwal mereka.
"Kenapa kau ingin janjian di sini hm?"
Kini mereka berjalan berdampingan di trotoar kota. Langkah mereka menuju kawasan yang lebih ramai, bertolak pada salah satu gedung bioskop di distrik Gangnam.
"Em, aku ingin merasakan yang namanya 'menunggu di tempat janjian',"pipi Jimin bersemu merah mengatakan itu. Malu sekali, apa alasannya terdengar kekanak-kanakan.
Tapi Yoongi terdiam sebentar lalu tertawa kecil. Ia menggenggam erat jemari Jimin, "benarkah?"senyumnya lebar, hanya bisa menatap surai kecoklatan Jimin, karena pemuda di sampingnya itu berjalan sambil menunduk.
"Ne..."aku Jimin masih malu-malu.
"Hmmm. Apa kau juga ingin merasakan 'bermesraan di Sungai Han'?"
"Eh?"
"Setelah menonton film, makan siang dan berkeliling, apa kau ingin ke Sungai Han?"tanya Yoongi berusaha mempertemukan pandangan mereka, "kurasa kau juga mengharapkan itu."
Sontak pipi Jimin semakin merona. Ia mengangguk pelan mengiyakan.
Kemudian tautan jemari mereka dieratkan Yoongi yang tersenyum lebar.
Semoga hari ini pasangan hangat itu juga merasakan yang namanya 'manisnya ciuman pertama' di bawah langit penuh bintang.
.
.
-CUE-
.
.
GAMSAHAMNIDA
HOW?
Fix! Adem ayem bgt! Ga da konflik! Ga da papa! Murni biasa aja! Mana singkat bgt lg! Wkwkkwkwk Mian ~ Mian ~
Well, udah dari dulu saya pengen nulis Couple yang Ukenya itu Florist lembut, dewasa dan perhatian macam Jimin di chapter kali ini. Fufu ~
Nah, saya ga sempat ngetik panjang-panjang, dilanjutinpun takutnya pembaca rada bosan. Ceritanya mono pasti, wong YoonMin di sini emang damai bgt lho
Semoga masih bisa menghibur ya ^^
BTW, yang request The Incredibles dilanjut, dipost sbg FF berseri baru, udah baca belum? Direview ya, kalo ga sesuai ekspektasi marahin aja saya ^^
Tuk My Lovely Ahjusshi sampai situ aja ya, kalo saya mood bikin sequel, VMin dong jadinya. Ide itu dpt pas liat pasangan beda umur haha. Trus krn oneshot, dan mustahil dlm waktu singkat Yoongi bisa suka ama Jimin, makanya sad ending aja jadinya wkwkwk.
Once again, gamsahamnida
As always, balasan review dr pembaca : (mengingat saya lg hilang semangat buat ngetik, tetep saya usahain jawab, tapi singkat2 aja, mian ne)
annisadamayanti54 : Haha. Seperti biasa, panjang lebar, I luv it, saya jadi hafal akun anda haha. gamsahamnida ^^
kim : gamahamnida ^^
jchimchimo : bener, bener. Sequel? VMin berarti dong ya. Hmhmhmhmhm. Gamsahamnida ^^
TrbBangtanboys : udah dilanjut ka ya. Gamsahamnida ^^
chyu : Yup! Udah dipost tuh The Incredibles versi berseri. Gamsahamnida ^^
Tiwi21 : Yup! Dinext kok. Ne, hilang sudah harapannya. Kasian ~ haha. Gamsahamnida ^^
noona93 : haha. saya juga mau lho! Gamsahamnida ^^
minsyugaa : makan ati Jimin wkwk. Gamsahamnida ^^
yongchan : karena dia cinta ma Jimin. Dan trnyata di chp 3 berbalik keadaannya, kasian ~ haha. Gamsahamnida ^^
Senashin0817 : Yup, rada brothercomplex gitulah ~ Gamsahamnida ^^
Zyan Chim-Chim : jgn sampai putus babe, kasian mulutnya, ga da yg bantu pas nguyah jengkol ntar wkwkwk. Tuk Ch 3, bener2 kasian, haha Gamsahamnida ^^
ChiminChim : What the f... Flyyyyyy. Bener! Yoongi udah punya pacar pastinya. Moga ajalah Taetae berhasil. Gamsahamnida ^^
kumiko Ve : gosip Hoseok itu, ntahlah haha. Brothernya Jimin cocoknya boyband senior kan ya haha. Bener2, Jimin ama Taetae aja biar lebih seger pacarannya haha. Gamsahamnida ^^
Kaizen Katsumoto : Panggil saya Luv-nim aja, biar saya dapat cinta terus haha. wow! wow! sabar babe, sabar, saya juga ngayalnya geregetan sendiri. YUP! Saya emang niat ngerjain pembaca haha. Kasian Seokjin-nya wkkwk. Gamsahamnida ^^
Jimin Vivi : Udah ada sequelnya kan ya. Gamsahamnida ^^
DioRah : bener! bener! Gamsahamnida ^^
Guest : Gamsahamnida ^^
The Min's : saya juga suka. Tuk Ch 3, well, saya biarlah YoonJin bahagia, Chimchim udah ikhlas kok. Haha. Gamsahamnida ^^
bulatbulatmanis : EH?! KENAPA APA!? Hahaha. Well, that's life ~ Gamsahamnida ^^
avis alfi : Karena Yoongi itu murni anggap Jimin ponakan kandungnya dan terlanjur pacaran duluan ama Jin. Gamsahamnida ^^
SooieBabyUke : Kalo sequel VMin dong hehe. Gamsahamnida ^^
kasihgwnama : Mian, namanya juga fiksi, ga semua berakhir indah wkwkwk Gamsahamnida ^^
sxgachim : Why! Why! Karena Yoongi murni nganggep Jimin itu ponakannya dan dia jatuh cinta duluan ama Jin. Gamsahamnida ^^
Hanami96 : Gamsahamnida ^^
Park Byun Soo : Sequel? VMin ama YoonJin dong jadinya haha. Gamsahamnida ^^
itsathenazi : Yup! Ini prequelnya, krn beberapa ada yg request saya jd dapet ide haha. Sakit? Baguslah, emang itu maksud saya wkwkwk Saya mo ngerjain readers wkwkkwk Sequel? hhmhmhm Well, VMin dong ya ... hhmhm Gamsahamnida ^^
.
Bonus bagi yg ngescroll ke bawah ^^
.
"Hatsyi!"bersin Jimin ketiga kalinya. Hidungnya tersedu-sedu dan tubuhnya mulai menggigil meski sudah dilampisi kemeja Yoongi.
Pria berbalut kaos hitam di sampingnya menatap khawatir. Berpikir sebentar dan akhirnya memutuskan.
Jika saja mereka tidak terlambat untuk berteduh, atau hujan yang tanpa gerimis langsung menyembur secara deras, maka mereka hanya perlu menunggu untuk reda. Dan setelah itu, tentu masih bisa melanjutkan kencan mereka. Tapi bibir Jimin mulai membiru dan Yoongi akui, kepalanya juga mulai pusing, pasti karena akhir-akhir ini pekerjaannya semakin bertambah.
"Kita ke rumahmu sekarang."
"Eh? Tapi masih sore kan."
"Dan aku yakin hujan deras ini akan tetap bertahan sampai malam nanti."
"Kalau begitu kita mengobrol di kafe saja."
"Kau bisa demam jika berlama-lama memakai pakaian lembab."
Jimin menunduk lesu, "maaf, biasanya aku membawa payung. Tapi entah mengapa hari ini aku lupa memasukkannya ke dalam tas..."
Yoongi tersenyum simpul, "hei, kenapa kau yang minta maaf. Well, kita harus berbegas, tidak apa-apa basah kuyup menerobos hujan kan, asal begitu tiba di rumah kau langsung mandi air panas dan meminum suatu yang hangat."
"Ne. Yoongisshi juga ikut ke dalam ya?"
"Eh?"
Jimin mengelus singkat pipi Yoongi, "akhir-akhir anda lembur kan. Bahkan untuk saat ini anda lebih mudah demam dibanding diriku, mandi dan hangatkan tubuh anda di rumahku ya. Apartemen anda cukup jauh kan."
"Aku tidak enak dengan keluargamu?"
Jimin tersenyum lembut, "aku sudah bilang kalau Appa dan Eomma menyukai anda kan, Yoongisshi."
"Well..."
"Yoongisshi?"
"Oh. Baiklah."
"Ne."
.
"Aigooo!"Eomma bergegas mengambil handuk dan kembali ke pintu depan.
"Annyeong Hasimnika, Nyonya Park,"bungkuk Yoongi hormat, "maaf, mungkin aku akan-"
"Sudahlah, cepat kalian berdua mandi dulu,"sergah Eomma langsung menuntut Yoongi ke kamar mandi di samping dapur, sedang Jimin berlalri menuju kamar mandi kamarnya.
"Jangan sampai masuk angin Nak Yoongi, Bibi akan buatkan sup hangat untuk kalian berdua,"tatapnya khawatir pada Yoongi lalu menyempatkan untuk tersenyum lembut dan berbegas menuju dapur.
"Ne."
Yoongi tersenyum lebar, keluarga Jimin memang tak kalah ramah dari anak bungsunya. Ia jadi tiba-tiba rindu dengan orang tua dan dongsengnya yang ada di Daegu. Kapan ya terakhir ia menelpon Eomma-nya.
.
"Kau membaca berita tadi pagi kan, Jiminie?"
"Ne."
"Pasti karena gugup kau lupa membawa payung haha."
"Eomma..."panggil Jimin protes, sempat teralih lama dari sup hangatnya.
"Nak Yoongi."
"Ne, Nyonya Park?"
"Kau tahu, tadi Jimin sempat salah memakai sepatu lho."
"Eomma!"
"Hahaha."
Yoongi hanya bisa terdiam dan mengerjap cepat. Perlahan menoleh ke arah sampingnya, menatap lekat wajah Jimin yang bersemu merah. Darahnya mendesir. Batinnya melompat-lompat senang, apa Jimin juga sama seperti dirinya. Terlalu bersemangat, terlalu menggebu-ngebu, tak sabaran, senang bukan main akan kencan pertama mereka yang ternyata berakhir di rumah Jimin ini.
"Dia juga bingung harus memakai baju apa,"lanjut Eomma masih ingin menggoda putra manisnya.
Kini Jimin memilih mengerucutkan bibir tanda protes.
Dan itu sangat menggemaskan sekali bagi Yoongi, pertama kali ia melihat sisi Jimin yang merajuk seperti ini. Barangkali Jimin jadi lebih manja jika di rumah, apalagi dia bungsu, tentu ada sisi yang hanya bisa ditunjukkan jika bersama Eommanya.
Oh. Apa ini? Kenapa Yoongi tiba-tiba merasa bahwa detik ini ia sudah siap menikahi Jimin.
.
.
END
.
.
