Gue sekarang lagi bingung.
Sumpah! Bingung bgt.
Gimana ya.
Jadi gini.
Itu.
E-
"APAAN PENDEK! NGOMONG YANG JELAS!"
"YA! SIAPA YANG LU BILANG PENDEK HHA!?"
"ELU!"
"WHAT THE FLOWER!"
"SON OF BIS kalo gitu!"
"Percuma ah ngomong ma elu!"
"Belum juga lu ngomong, udah dibilang percuma. Jejangan lu Suga ya?"
"Ugh! Jangan nyebut tu nama di depan gue! Eneg tau ga!"
"Eneg tapi sayang ~ Aiiih ~ Berapa kalipun Suga bikin masalah, tetep aja lu maafin kan."
"Serah!"
"Eh- Suga ya? Jadi dia bikin masalah lagi? Apa kali ini? Utang? Preman? Cewek-"
"Ngamilin anak orang."
"Eh?"
"Ngamilin anak orang."
"DEMI ANAK GUE YANG BARU LAHIR! BENERAN LU YOON?!"
"Yep."
Namjoon ngelongo. Gue ngedesah panjang.
"Beneran, Bang?"
"Serius gue."
Namjoon makin ngelongo. Kalo gue, ga makin ngedesah panjang ya.
"True elu yang dimintain tanggung jawab ama tu cewek?"
"Cowok, Joon. Cowok. Namja. Punya batang dia, sama kaya kita."
"Ou, malepregnant ya. Sama dong kaya Jinnie. Duh, jadi kangen ama baby gue ~ Kookie imoet sepanjang masa ~"
"Iya, iya. Yang baru jadi ayah, makin alay yang ada."
"Ish. Lu ga ngerasain sih, Bang! Punya anak itu- eh, kalo minta tanggung jawab ke elu, berarti lu bentar lagi juga punya anak dong. Bakal ngerasain lu dah! Haha. Okay, lanjut ke yang tadi."
"Lu sih tetiba oot. Namanya Jimin. Pas si syialan itu ketemu sama Jimin, well seperti biasa dan selalu, dia ngaku sebagai Min Yoongi. Enaena -in anak orang ntah berapa ronde, tu anak hamil dan pastinya minta tanggung jawabnya ke gue dong."
"Hmhmhm, trus lu kaga mau tanggung jawab gitu? Lu mau kita bikin rusuh ke tempat Suga gitu?"
"Ga sih. Gue mau tanggung jawab kok. Jimin juga udah fix tinggal di apartemen gue."
"Wow? Really?"
"Yep."
"Lu mau tanggung jawab, dan biarin ada manusia tinggal di tempat lu?"
"Yep."
"HEOL! PUJA KERANG AJAIB!"
"Biasa aja kali!"
"Ya, habis lu tu orang nya-"
"Iya, iya. Pokoknya sekrang beda, okay."
"Nah, masalahnya?"
"Gue musti jujur atau begimana ya bagusnya? Kasih tau k Jimin ga ya, kalo sebenarnya bapak bayinya itu si Suga bukan gue."
"Hoh, jadi lu belum cerita ttg Suga ke Jimin nih."
"Belum. Dia datang baru tadi malam, tadi pagi gue juga ga sempat cerita- KARENA LU MALAS2AN DAN GUE MUSTI KERJAIN BAGIAN ELU KAN."
"Hehe ~ Mian mian ~ punya bayi tu nguras waktu juga lho, Bang. Nah, anaknya manis ga?"
"Ngapain itu yang lu tanya bego."
"Eh, maksudnya sifatnya gimana, Bang?"
Gue diem, mikir2 bentar. Ngingat2 kejadian tadi pagi, di mana sesosok makhluk unyu bangunin gue aduhai bgt, sesosok bidadari yg make celemek indah bgt, sesosok malaikat tak bersayap masakin gue makanan syurgawi, senyuman manis penggugah iman, rona pipi alami penuh pesona, wajah manis cantik penuh kenikmatin duniawi-
Okay, kita cut aja dr pd readers muntah.
Gue senyum lebar kaya setan, "Istriable ~"
GantoSci
Annyeong ~
Mian kelamaan update ~
Nah, ganto pribadi suka bgt ama Cute Stranger wwkkkw ga tau kenapa ~ pengen dibikin book sendiri, tapi ff ganto udah nunggak dimana2 so, ditahan aja dulu, biar dibikin sequelnya aja di sini, one shot dan ga perlu ditunggu, begitu jauh lbh baik, yup, begitu aja
Moga bisa menghibur ~
GantoSci
"Selamat datang."
Jimin nyambut Yoongi di pintu depan. Dia make baju Yoongi btw. Kan dia dari kampung ga bawa apa-apa.
Kali ini kemeja kotak lengan panjang tanpa apa-apa. Eh, ada tambahan ding, boxer. Tapi karena kemejanya kebesaran jadi boxernya kaga keliatan, sama aja ga pake apa2 selain kemeja ye kan.
Sebenarnya ga kebesaran amat sih, wong dia cuman lebih pendek satu senti dari Yoongi. Cuman bahu Yoongi kan lebih lebar, jadi tangan Jimin tenggelem gitu dan cuman nampilin jemari imut bin bontotnya.
Rambut hitam Jimin agak basah, abis mandi kayanya.
Yoongi sih selow aja ~ tadi pagi kan udah disuguhi pemandangan macam ini juga ~
Yang bikin dia enggak selow tuh, pas Jimin nanya, "kamu udah makan?"
"Ou, belum."
"Aku juga belum."
"Eh? Kok belum!? Udah jam berapa sekarang!? Kenapa!? BUKANNYA DI KULKAS MASIH ADA BAHAN-"Yoongi langsung kebirit buka kulkas, "-makanan kan ya..."
Trus cengo pas kedapatan ada berbagai hidangan di atas meja makan minimalis dia.
Oh, god! Jangan bilang Jimin sengaja nungguin dia buat makan sama-sama.
"Aku nungguin kamu."
Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan...
.
.
Cute Stranger by GantoSci
Min Yoongi x Park Jimin
Warning! Cerita gaje terserah author! Bahasanya apa lagi!
Happy reading ~
.
.
"Seharian ini kamu ngapain aja? Maaf ya, aku tinggal lama, lagi banyak kerjaan."
"Umm, aku beresin rumah, nyuci baju, gosok baju, nonton, tidur siang, nonton lagi, trus baca buku -koleksi buku kamu banyak ya."
"Well, lumayan suka baca dari SD soalnya."
"Aku baca buku sampai malam, yang jekyll and hyde itu seru banget soalnya. Trus masak, abis itu mandi. Dan kamu pulang."
"Hooo. Ga bosan ya seharian di rumah terus?"
Jimin ngegeleng terus senyum manis, "aku anak rumahan soalnya, lagi pula-"
Trus mochi yang perutnya rada buncit itu nunduk malu-malu.
"-ya, kalo jadi istri kan emang begini kan hehe."
Duh, kokoro lu apa kabar, Yoon?
"Jimin,"
Yoongi manggil lembut bgt. Makan malam mereka baru aja selesai dihabisin. Waktunya sesi pembicaraan penting nih.
"Ne?"
"Eum... sebenernya..."
TUHAN! GUE GA TEGA NGOMONGNYA!
"Ada apa, Hyung?"
"Oke, jadi gini, Jim... O... Itu..."
Lu udah dibohongin ama Suga. Dia itu kembaran gue yang sering bgt make nama gue. Jadi ayah dari bayi lu itu ya si Suga, bukan gue. Dan dia belum bisa tanggung jawab untuk saat ini.
PLAK, Yoongi nampar pipinya sendiri. Musti nguatin diri biar kata2 barusan ga cuman sampai ditenggorokan aja, musti disuarakan bung.
"Jadi, gini Jim..."
"Suga udah cerita kok."
"Eh?"
Sumpah, si yoon langung cengo pastinya. Jimin bilang Suga kan barusan.
"Jadi?"
"Eum, tadi siang Suga ke sini bareng Hobie-hyung."
"Hhwaatt?"
"Dia udah nyeritain semuanya kok."
"Serius, Jim?"
"Un."
"Trus kamu..."
"Aku?"
"Kamu ga marah? Kamu ga apa gitu?"
"Yang udah terjadi mau di gimanain lagi, Hyung. Aku juga ngerti kok gimana keadaan Suga. Dan,"Jimin ngelus2 punggung tangan Yoongi, "kamu mau kan nerima aku?"
"Mau Jim! Aku mau nerima kamu... tapi, yang kamu suka itu Suga kan?"
"Aku suka sama orang yang tadi malam udah nenangin aku. Aku suka orang yg memperlakukan aku baik banget meski aku orang asing bagi dia. Aku suka kamu, Yoon."
"Eh?"
"Eum, aku ga punya kesan apa2 trhadap Suga selain ou, itu. Dan tadi malam, entah kenapa, eum aku-"
Pipi Jimin jadi merah banget sekarang.
"Aku langsung suka sama kamu... "
"Okay, kita ke amerika seminggu lagi."
"Eh?"
"Kita nikah di sana, kalo rejeki lebih bulan madu sekalian."
Jimin senyum lebar, pindah duduk ke pangkuan Yoongi. Meluk leher calon suaminya.
Si calon bapak balas meluk.
"Gomawo, Yoongi..."
Bisik Jimin manja, nyium pipi Yoongi.
"Duh, apa gue musti ngelanggar prinsip ya?"
"Hm?"
Yoongi natep wajah Jimin penuh arti. Nyibak2 poni Jimin dan ngelus2 pipinya.
"Hyung?"
"Aku punya prinsip, Jim,"kata Yoongi senyum lembut, "makanya langsung HYUNG putusin seminggu lagi kan."
"Oh."
"Gue bakalan masukin anak orang kalo udah ngehalalin dia, Jim."
Jimin senyum simpul, trus ketawa, "aku makin suka sama kamu. Haha."
Okay, Yoongi kegoda untuk ngubah prinsip dia jadi 'ga papa masukin anak orang kalo emang sama2 suka'-
No no no no!
Prinsip itu musti tetep dipegang, kan masih ada cara lain.
"Okay, Jimin. Aku akan bela2in minjem duit ke Namjoon dan Taehyung sekrang. Besok pagi kita cus ke Amerika."
"Hahaha. Ne ~"
-END-
(?)
Gamsahaminidaaaa ~
Moga terhibur yaaaa
See you next time ~
.
.
.
Ganto, 29 April 2017
