Selamat membaca
Disclaimer : Bleach punya Tite kubo
Warning : Seperti sebelumnya. Mungkin bakalan ada kesalahan dalam bentuk apapun.
Pairing : IchiRuki
Rate : T
'Tunggu dulu, bukankah aku tinggal sendirian dilantai tiga?. Lalu siapa lelaki yang ada di belakangku ini?'pikir Rukia yang baru menyadari situasi.
'Ah jangan-jangan dia…'
"PENYUSUP!"teriak Rukia menggelegar Urahara Gakuen. Sontak Ichigo membekap mulut Rukia dari belakang dengan tangan kanannya.
"Hei jangan salah paham, aku buk-ugh…" ucapan Ichigo berubah menjadi rintihan, karena sang gadis menginjak kakinya. Reflek Ichigo melepas bekapan dari mulut Rukia. Setelah terlepas dari bekapan, rukia mulai menghajar Ichigo yang dikira penyusup itu.
Bugh..
Pukulan pertama mendarat dikepala Ichigo."ugh.."rintih Ichigo. Pukulan kedua siap menyusul pukulan pertama, tapi itu tidak terjadi. Dengan sigap Ichigo menggenggam tangan yang akan memukulnya lagi. Didorongnya tubuh mungil itu sampai membentur dinding."ah..".pekik Rukia. Dicengkramnya kedua bahu mungil itu.
"Lepaskan!" bentak Rukia sambil menatap Ichigo.
Sementara itu di lantai bawah…
Didapur nampak Renji, Ishida dan Inoue sedang mempersiapkan sarapan pagi. Mereka menyiapkan piring dan lain sebagainya diatas meja makan. Tak lama kemudian datang Urahara dan Yoruichi.
"Sarapan pagi kali ini apa Ishida?" Tanya Yoruichi pada Ishida. Disini Ishida yang sering memasak makanan untuk yang lainnya.
"Bubur ayam." jawab Ishida singkat.
"Wah menu baru…" seru yoruichi.
Semua murid yang berada di dapur ini belum tahu kalau sang pangeran sudah tiba. Dan sepertinya Urahara dan Yoruichi belum memberi tahu.
Tap Tap Tap
"Kau mau kemana Inoue?" tanya Renji melihat inoue beranjak dari ruang makan.
"Aku mau kekaamar Rukia-chan. Sepertinya dia belum bangun," kata Inoue sambil mendaki tangga pertama.
"Oh.., ya sudah. Tolong bangunkan anak yang satu itu ya.." kata Renji sambil membawa lap dan menaruhnya di atas almari es*made in urahara*.
"Ya" Inoue mulai menapak anak tangga yang kedua, tiba tiba….
"PENYUSUP!", sebuah teriakan terdengar dari lantai atas. Sontak semua menghentikan aktifitasnya.
"Rukia" guam Renji. Seketika itu Renji berlari mandaki tangga di ikuti oleh Ishida, Inoue, Urahara dan Yoruichi.
Dilantai tiga
Kedua insane ini tetap pada posisinya. Mereka tidak berbicara, apa lagi Rukia. Padahal dia tadi berteriak, tapi sepertinya dia memilih untuk diam. Violet itu memandang lelaki yang berada tepat didepannya. Dilihatnya rambut orange itu dan mata musim gugurnya, ah… dia nampak terlalu keren untuk disebut penyusup. Lain halnya dengan Ichigo, kedua irisnya terpaku kepada kedua violet ini. Mereka belum mau membuka mulut, sampai…
"Ka..kau siapa?"ucap Rukia sambil tergugup. Nada bicara Rukia kali ini sudah tak sekeras tadi.
"Ak-" belum sempat Ichigo bicara. Sebuah tangan kekar menghantam wajah Ichigo.
Brukk..
Ichigo terlempar 3 meter dari tempatnya. Ternyata orang yang menghantam Ichigo adalah Renji. Renji nampak marah melihat Rukia bersama orang tak dikenal, apa lagi orang itu berani menyentuh Rukia. Sedangkan Rukia, tubuhnya merasa lemas dan merosot kebawah.
"Rukia-chan," teriak Inoue. Ia berlari menghampiri Rukia. Dibelakang Inoue tampak Ishipa, Yoruichi dan Urahara.
"Kau tak papa?" tanya Inoue sampil memegang lengan kiri Rukia.
"Siapa kau?" teriak Ishida sambil menghampiri Renji yang sedang murka.
"Apa yang kau lakukan terhadap Rukia?" tanya Renji sambil mengatur emosinya.
"Memangnya kau sendiri siapa?" tanya Ichigo sambil mengusap wajah tampannya yang habis dihantam Renji. Lalu dia menatap penuh amarah kepada Renji. Tentu saja yang ditatap adalah Renji, karena dia yang telah memukul wajahnya. Ichigo berdiri dan melangkahkan kakinya.
"Oh.. ternyata Kurosaki-san." ucap Urahara dengan santainya. Disamping Urahara terdapat Yoruichi yang mengangkat tangannya."Yo, Ichigo".
"ha?" guam Rukia.
'kenapa Urahara-san mengenal dia?' pikir Rukia.
"Ja..jadi kau Kurosaki.." ucap Ishida.
"Ichigo?" lanjut Renji sambil membulatkan matanya. Tentu saja dia kaget, karna ternyata orang yang baru saja dia hantam adalah pangeran yang baru saja dibahas kemarin.
"Pangeran.." kata Inoue sambl menatap pangeran dengan kagum.
"Apa?" semua pertanyaan di jawab judes oleh Ichigo.
"Nah..kurosaki-san, perkenalkan mereka murid-muridku yang akan menjadi temanmu." Kata Urahara sambil melihat murid-muridnya.
Setelah insiden kecil tadi Urahara mengajak mereka semua*termasuk Ichigo*turun kelantai satu untuk memperkenalkan muridnya sekaligus makan pagi. Mereka semua duduk dengan manis.
"Yang memakai kacamata itu namanya Ishida."
"Salam kenal." kata Ishida sambil menuangkan buburnya.
"Yang tinggi besar itu bernama Sado." Tunjuk Urahara.
"hm..,"reaksi Sado. Ichigo hanya mengangguk.
"Yang memukulmu tadi namanya Renji."
"Hai.., maaf yang tadi." kata Renji sambil meringgis."ya.., tak apa," jawab Ichigo.
"Yang berrambut panjang namanya Inoue," sambung Yoruichi menggantikan Urahara.
"Salam kenal pangeran.." ucap Inoue yang sudah tersipu malu. Ichigo melihat Inoue dengan seksama."Panggil namaku saja." Kata Ichigo sambil melihat orang yang disamping Inoue.
"Baiklah Kurosaki-kun.." jawab Inoue.
"Lalu disampingnya Inoue itu bernama Rukia."
'oh.. jadi namanya Rukia..'
"Hai.." sapa Ichigo duluan.
"Hai juga",jawaban singkat Rukia.
"Jadi, kapan kau sampai disini Kurosaki?" Tanya Ishida sambil memakan sarapannya sekaligus membuka percakapan.
"Kemarin malam…aduh" Ichigo memakan buburnya sambil di obati oleh Hanataro.
"Ah maaf" ucap Hanataro gugup.
"Kenapa Kurosaki Ichigo ada disini Urahara-san?" Tanya Rukia. Tapi pertanyaan itu membuat semua yang berada disana bengong.
"Ano, Rukia-chan kemarin apa tidak mendengarkan penjelasan tentang pangeran yang akan menjadi teman kita disini?" kata Inoue yang duduk disebelah Rukia. Inoue menunggu jawaban Rukia sambil menambahkan bubuk cabe, mayones, serta keju kedalam buburnya.
"Ti..tidak" ucap Rukia sambil memberikan tatapan ngeri kepada bubur aneh Inoue. Lainnya pun juga memberikan tatapan seperti itu.
"Apa makanan yang seperti itu enak?" Tanya Ichigo dengan menunjuk-nunjuk bubur Inoue.
Karena diajak bicara sang pangeran Kurosaki, Inoue menjawab dengan malu-malu."Ten..tentu saja enak. Kalau tidak enak mana mungkin aku memakannya" dengan polosnya Inoue menjawab.
"Apa Kurosaki-kun mau?" tawar Inoue, berharap Ichigo mau.
Glek..
"Tidak usah." jawab Ichigo pendek dan jelas.
"Oke, materi kita kali ini adalah kidou." seru Urahara pada murid-muridnya.
Saat ini mereka berada dihalaman yang cukup luas. Halaman tersebut sering digunakan untuk berlatih murid Urahara. Asalkan kalian tahu, murid Urahara bukan Cuma Renji, Ishida, Inoue, Rukia, Sado dan Ichigo. Masih banyak orang luar yang masuk keorganisasi tersebut. Tapi khusus Ichigo dan lainnya, mereka disepesialkan. Bukan dari derajatnya tapi dari segi reatsu. Reatsu Ichigo dan lainnya melebihi reatsu murid Urahara yang lainnya, karena itu mereka sepesial. Tapi jangan kira sepesial itu menyenangkan, karena seorang yang dianggap Urahara sepesial itu harus bisah melindungi teman yang lain.
Dan organisasi ini adalah tempat dimana mereka berlatih atau tempat untuk melatih diri mereka yang akan berperang. Siapa pelatihnya?. Yang menjadi pelatih tentusaja Urahara dan Yoruichi. Tapi tidak hanya mereka, karena Urahara mendatangkan banyak orang yang terpercaya dari berbagai penjuru. Misalnya Unohana. Dia orang yang dipilih Urahara untuk mengajarkan bagaimana cara menyembuhkan luka. Kemampuan seperti ini sangat berguna untuk peperangan. Lalu Zaraki Kenpaci, dia dulu adalah seorang panglima. Dia disini mengajarkan cara bertarung. Walaupun cara mengajarnya begitu mengerikan, tetapi ajarannya sangatlah berguna. Baru kedua orang ini yang sampai disini. Dua?,ya.. karena masih ada yang lainnya dalam perjalanan.
"Ya" ucap murid didik itu kompak.
"Aku akan mengajarkan 3 kidou. Yang pertama adalah 'Hadou 31 shakkahou'!",ucap Urahara kepada muridnya. Semua mengamati gerak gerik Urahara dengan cermat. "Dengarkan baik-baik mantranya", Urahara menganggkat tangan kanannya, lau diarahkan kesasaran*pohon*.
"Oh penguasa, topeng dari daging dan darah, segala ciptaan disemesta, sayap-sayap yang mengepak, engkau yang memikul nama seorang manusia!, Api yang menghanguskan dan kekacauan, kembangkan perubahan dinding selatan lautan!"
"Hadou 31 Shakkahou"
Blarr…
Hadou itu menghancurkan bagian tengah pohon itu. Alu Urahara berbalik menatap para muridnya yang bengong. "Kenapa wajah kalian begitu?. Ayo cepat dicoba satu-satu. Mulai dari kau Ishida." Titah Urahara. Ishida maju kedepan. Sedangkan yang lainnya melihat Ishida dari belakang.
"Ishida coba kau hancurkan pohon yang itu." perintah Urahara sambil menunjuk pohon yang harus dihancurkan Ishida.
'Waduh, kenapa dipilihkan pohon yang paling jauh?' kata iner Ishida.
Kedua tangan Ishida terulurkedepan. Ia sedang berkosentrasi tinggi. Dan ia sedikit menyipitkan pandangannya*karena pohonnya jauh*agar pas pada target.
"Oh penguasa, topeng dari daging dan darah, segala ciptaan disemesta, sayap-sayap yang mengepak, engkau yang memikul nama seorang manusia!, Api yang menghanguskan dan kekacauan, kembangkan perubahan dinding selatan lautan!".
"Hadou 31 Shakkahou".
Blarr…
Dan hadou itu tidak mengenai pohon yang ditunjuk Urahara, melainkan mengenai pohon yang berada di depannya yang berjarak 10 meter.
"Wah.." kagum semua murid Urahara yang dari kalangan lain. Walaupun salah pohon, tetapi hadou yang dikeluarkan Ishida sudah mendekati sempurna
"Oke tak masalah, bisah dibilang bagus sebagai permulan." Ucap Urahara sambil menepuk pundak Ishida yang masih naik-turun. "Kau boleh mundur." Ishida hanya mengangguk. "Selanjutnya Orihime-san." Sambil menunjuk Inoe, Urahara mengibaskan kipasnya.
"Eh.. ak-aku?" Inoue menunjuk dirinya sendiri seolah-olah tak percaya. "Ya." Jawab Urahara. Inoue melangkah kedepan dengan gugup.
'Haduh.. kalau nanti atu tidak bisah bagaimana?' pikir Inoue.
Keedua tangan Inoue pun terangkat lurus kedepan. "Ano.. Urahara-san, mana yang harus dihancurkan?" Tanya Inoue yang sudah gugup stadium satu. "Terserah kau saja." Kata Urahara.
'Apa?, kenapa aku tadi dipilihkan?. Ini sungguh tidak adil.' Iner Ishida beragrumen.
"Ha…,Oh penguasa, topeng dari daging dan darah, segala ciptaan disemesta, sayap-sayap yang mengepak, engkau yang memikul nama seorang manusia!, Api yang menghanguskan dan kekacauan, kembangkan perubahan dinding selatan lautan!"
"Hadou 31 Shakkahou"
Blarr..
Yah.. seperti yang Urahara katakan. Inoue diperbolehkan menghancurkan yang mana saja. Tapi dari sekian banyak pohon yang ada tidak ada yang hancur melainkan, tanah yang bolong didepan Inoue yang berjarak 5 meter. Yah.. bisah dikatakan tembakan Inoue meleset kebawah.
"HA?" kaget yang lainnya. Mendingan sih melesetnya seperti Ishida*tetap kena pohon*. Tapi kalau sampai meleset kebawah…
"U..Urahara-san.." ucap Inoue hampir mewek.
"Ara.. tak papa kok Orihime-san. Tadikan aku bilangnya yang mana saja, bukan pohon yang mana saja." Jelas Urahara kikuk.
"Ta..tapi.."
"Sudah… sudah tak apa. kau boleh mundur." Ucap Yoruichi. Sambil menenangkan Inoue.
"Hah oke lanjut." Kata Urahara sambil mengamati muridnya. "Silahkan Kurosaki-san untuk mencoba."
Ichigo pun maju. Walaupun dari wajahnya terlihat tenang tapi, sebenarnya dia itu juga tidak terlalu percaya diri. Semuanya melihat sang pangeran dengan seksama.
"Pohon yang mana Urahara-san?" Tanya Ichigo sambil menatap Urahara. "Hancurkan pohon yang aku tunjuk pada Ishida tadi." Perkataan Urahara dijawab dengan anggukan oleh Ichigo.
Diangkatnay kedua tangan Ichigo kedepan. Ia berfokus kepada satu titik. Lalu..
"Oh penguasa, topeng dari daging dan darah, segala ciptaan disemesta, sayap-sayap yang mengepak, engkau yang memikul nama seorang manusia!, Api yang menghanguskan dan kekacauan, kembangkan perubahan dinding selatan lautan!".
"Hadou 31 Shakkahou".
Blarr…
Debu bertebaran dimana-mana, membuat penglihatan seditit kabur. Pohon besar nan jauh itu roboh terkena hadou sang pangeran. Melihat itu Urahara tersenyum tipis.
"Wah… hebat." Seru murid Urahara yang dari kalangan lain.
"Huh, kukira meleset," ucap Ichigo sambil berbalik. "Hebat Kurosaki-san." Puji Urahara.
'Ah.. Kurosaki-kun hebat sekali. Nanti aku minta diajarkan kidou olehnya ah..' batin Inoue.
"Hebat juga dia." Kata Renji pada dirinya sendiri.
Dilangkahkannya kaki Ichigo sampai di samping gadis bermata violet itu. "Hai.," sapa Ichigo kepada Rukia yang kelihatannya serius.
"Ya?"
"Jangan seserius itu.." kata Ichigo. Dan Perkataan Ichigo tersebut dibalas senyuman oleh Rukia. Seketika itu mata Ichigo tidak dapat berkedip beberapa saat, seolah-olah dia merasa terhipnotis oleh senyuman maut Rukia.
Setelah pembicaraan kecil itu, Rukia menghadapkan pandangannya lurus kedepan lagi.
'Sepertinya aku mendapat saingan lagi selain Renji.'
TBC
Catatan Author...
Author : maaf… baru update *sambil mewek*
Readers : *ngelempar clurit, kapak, bumerang*. Elo itu niat gak sih bikin fic?
Author: aku niat kok..., huwe., tapi tugas sekolah membuatku frustasi. Masak setiap pelajaran praktek buat diskripsi untuk ulangan, huwe matilah aku. Aku ngetik melulu, sampek tangan aku keriting. Belom juga buat gerak koreo. Huh..susahnya ambil jurusan seni *curcol…*.
Readers: GAK TANYA!, udah update telat sedikit pula? *ngelempar tombak*
Author : *tewas di tepat*
sebelumnya terima kasih yang udah mau mereview.,maaf aku gak sempet balas.
Akhir kata
MOHON REVIEW
