Selamat membaca
Disclaimer : Bleach punya Tite kubo
Warning : Seperti sebelumnya. Mungkin bakalan ada kesalahan dalam bentuk apapun.
Pairing : IchiRuki
Rate : T
'Sepertinya aku mendapat saingan lagi selain Renji.'
" Oke selanjutnya Abarai-kun." Ucap Urahara.
" Waduh." Keluhan yang diucapkan Renji terdengar oleh Urahara.
" Kenapa?, ayo sini dicoba dulu." Kata Urahara sambil melambai-lambaikan tangannya.
Renji maju kedepan dengan perasaan was-was. Rukia yang melihat Renji tidak percaya diri terus menyeringai.
" Hei nanas…awas ya, jangan sampai kalah dariku." Teriak Rukia dari belakang. Renji yang mendengarkan teriakan Rukia tadi jadi sebal. " Lihat saja..dasar pendek." Cibir Renji.
" Apa?."
" Pendek ."
" Nanas."
" Pendek."
" Babon."
" Cebol."
" Beruk."
" Rukia!"
" STOP!" Teriak Urahara diantara Renji dan Rukia. " Renji kau harus berkosentrasi, dan kau Rukia jangan mengganggu Renji."
" Aku mengerti." Ucap Rukia patuh.
Kedua tangan Renji terangkat kedepan." Hancurkan pohon itu." Tunjuk Urahara.
'Waduh, pohonnya jauh. Mana mantranya juga tak hafal.' Batin Renji. " Hah ya sudah."
"Oh penguasa, topeng dari daging dan darah, segala ciptaan disemesta, sayap-sayap yang mengepak, engkau yang memikul nama seorang manusia!, Api yang menghanguskan dirinya, kembangkan perubahan dinding timur lautan!"
"Hadou 31 Shakkahou."
BLAR…..
"Huwa….." teriak gaje dari murid Urahara yang dari kalangan lain.
Ledakan yang hebat, sampai-sampai bakudou itu sukses membuat Renji gosong. Dengan kata lain senjata makan tuan.
"Abarai-kun." Kaget Urahara sambil mendekati Renji yang sudah tepar.
"Abarai-kun." Kaget Inoue dari belakang.
"Abarai gosong." Panik Ishida.
" Tim medis." Teriak Rukia. Yah walaupun tadi dia sempat mengolok-olok Renji, tapi Renji tetap sahabatnya. Dan dengan cekatan Rukia memanggil tim medis.
Lalu lima orang dari tim medis datang bersama dengan Hanatarou. Setelah sampai di TKP, kelima orang tersebut menganggkat tubuh Renji dan meletakkannya di tandu. Mereka pun segera membawa Renji ke tempat kesehatan. Melihat itu, murid Urahara yang dari kalangan lain jadi takut untuk mencoba tehnik tersebut.
" Yah.. kita lupakan dulu insiden itu. Baiklah selanjutnya Rukia." Kata Urahara sambil menatapnya. Rukia pun maju kedepan.
" Coba kau hancurkan pohon itu." Tunjuk Urahara pada pohon besar yang berjarak 10 meter dari tempatnya berdiri.
Kedua tangan mungil itu terulur kedepan. Dengan kosentrasi penuh ia mengumpulkan rieatsu. Semua yang di belakang menahan nafas-takut kejadian yang tadi terulang-dengan tegang.
"Oh penguasa, topeng dari daging dan darah, segala ciptaan disemesta, sayap-sayap yang mengepak, engkau yang memikul nama seorang manusia!, Api yang menghanguskan dan kekacauan, kembangkan perubahan dinding selatan lautan!"
"Hadou 31 Shakkahou"
BLAR….
"Aaaaaa.."
Bruk
"Ugh"
"Kyaaa…" terdengar teriakan gaje lagi yang lebih menggelegar. Para murid Urahara yang dari kalangan lain jadi kocar-kacir.
Memang sih kejadian tadi tidak terulang, dan lagi pohon yang diledakkan Rukia apa yang membuat mereka berteriak?. Karena si mungil ini belum bisah mengendalikan tekanan dari hadou tersebut. Jadi setelah menembak, tubuh mungil ini mental kebelakang dan menabrak Ichigo yang berada di belakangnya. Lalu akhirnya si mungil pingsan dengan tubuh yang masih menindihi sang orange ini.
"Tenang…tenang …tenang." teriak Urahara pada muridnya yang sudah kocar-kacir.
" Kenapa bisah begini?." Tanya Yoruichi yang habis kembali dari ruang kesehatan-tadi ikut menandu Renji-.
"Itu..tadi Rukia menembakkan bakudou. Dan tepat mengenai sasaran. Tapi dia belum kuat terhadap tekanan dari hadou tersebut." Jelas Urahara.
"Lalu?."
"Lalu tubuh Rukia melayag kebelakang dan mengenai Kurosaki-san. Sontak semua murid yang berada disekitar Kurosaki-san jadi ketakutan."
"Oh..begitu." kata Yoruichi sambil celingak celinguk mencari sang tersangka. Dan sang tersangka-Rukia-kini tengah terlelap di pangkuan sang pangeran.
'Huh walau kecil. Tapi kalau tertabrak seperti ini sakit juga.' Ucap Ichigo sambil memegangi dadanya yang sedikit sesak.
"Hosh hosh…Ruki..Rukia-chan tidak papa?" terdengar suara dari arah depan. Si gadis bermata abu-abu itu mendekati Ichigo dan Rukia.
"kyaa.. Rukia-chan." Kaget Inoue setelah melihat keadaan Rukia. Tubuh mungil ini tak bergerak dalam pangkuan Ichigo.
"Tenang Inoue, dia hanya pingsan." Hibur Ichigo. Inoue mengangguk cepat setelah mendengar penjelasan dari Ichigo.
"Sepertinya latihan kidou kita hari ini kacau." Kata Ishida yang datang bersama Chad.
"Hem.. mungkin"
"MURID-MURID. SEKARANG LATIHAN INI KITA BREAK DULU. LAGI PULA INI SUDAH SAATNYA MAKAN SIANG." Teriak Urahara pakai toa. Dia mengemumkan untuk beristirahat dulu. Lagi pula latihan tadi sudah memakan 2 korban, dan itu mungkin akan memakan korban lagi bila tidak segera dihentikan. Murid yang tadinya kocar-kacir, sekarang mereka masuk ke asrama khusus kalangan lain untuk istirahat siang.
"Kau tak papa?" Tanya Yoruichi datang bersama Urahara.
"Aku tak papa, tapi dia pingsan." Kata Ichigo sambil menatap Rukia.
"Tim me-"
"Tak usah Urahara-san." Perkataan Urahara terpotong. "Aku yang akan membawanya keruang kesehatan." Lanjut Ichigo sambil beranjak dari tempatnya dan menggendong Rukia di depan. Ichigo melangkahkan kakinya melewati murid kalangan lain yang masih berlalu lalang disana.
"Ah keren sekali."
"Itukan pangeran."
"Aku juga mau di gendong."
Itulah bisikan-bisikan yang didengar Ichigo. Mendengar hal itu Ichigo hanya tersenyum tipis. Semua kaum hawa yang berada disitu menatap Ichigo dan Rukia dengan iri, termasuk yang satu ini…
'Ah~ bikin iri saja Rukia-chan itu, aku'kan juga mau digitukan' batin Inoue yang sedari tadi melihat Ichigo dan Rukia yang seperti itu.
RUANG KESEHATAN
Dimasukinya ruangan yang bertuliskan 'ruang kesehatan'. Ichigo mengedarkan seluruh pandangannya kesemua ruangan. Dia mencari ranjang untuk membaringkan tubuh mugil ini. Dipojok ruanga sana Ichigo melihat Renji yang sedang diobati oleh beberapa orang. Dilihatnya tubuh Renji yang diperban bagaikan mumi.
"Eh… Ichigo-san, apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Hanataro dari belakang Ichigo. "Aku mencari ranjang untuk Rukia." Ucap Ichigo setelah berbalik.
"Wah..Rukia-san kenapa?" Tanya Hanataro lagi sambil mencarikan ranjang.
"Dia tadi terkena efek ledakan kidounya sendiri." Jelas Ichigo. Ichigo mengikuti Hanataro yang mencarikan ranjang untuk Rukia.
"Hem.. bearti latihan hari ini memakan dua korban."
"Yah."
"Sini. Silahkan Rukia-san dibaringkan disini." Kata Hanataro. Dia meletakkan perban-perban untuk Renji yang sedari tadi ia bawa. "Terima kasih Hanataro." Balas Ichigo. Dibaringkannya Rukia diranjang yang berukuran sedang. Diletakkannya tubuh mungil ini dengan hati-hati. Lalu ia menyelimuti Rukia dengan selimut bermotif blazer putih biru.
"Sekarang Ichigo-san boleh pergi, kami yang akan merawat Rukia-san." Kata Hanataro.
"Baiklah. Aku akan ketempat yang lainnya. Dah…" ucap Ichigo. Ia melangkah pergi meninggalkan ruang kesehatan.
Di ruang makan
Dimeja makan nampak semua orang yang berada disitu menikmati makanannya. Tapi tak seperti biasanya karena, ada tiga orang murid yang tidak ikut makan siang. Mereka Renji, Rukia, dan Ichigo. Renji, Rukia sedang diruang kesehatan. Sedangkan Ichigo, ia dalam perjalanan kesini. Dan untuk kali ini menunya adalah timlo.
"Apa Renji-kun dan Rukia-chan tidak apa-apa diruang kesehatan?" Tanya Inoue-entah kepada siapa-sembari memakan timlonya.
"Tenang saja Orihime-san." Kata Urahara yang mengaduk teh hijaunya.
"Kurosaki lama sekali." Ucap Ishida.
"Tidak juga." Kata seseorang yang baru saja datang keruang makan ini.
"Eh.. Kurosaki-kun." Kaget Inoue.
"Yo Ichigo. Ayo sini makan."kata Yoruichi mengambilkan makanan untuk Ichigo.
"Ya." Ichigo duduk disebelah Ishida.
"Kukira kau akan menunggui mereka, Kurosaki." Kata Ishida. "Sebenarnay aku juga berpikiran seperti itu. Tapi aku lapar, jadi aku kesini." Jelas Ichigo siap memakan timlonya.
"Kalian harus makan yang banyak."kata Yoruichi yang sudah habis tiga mangkuk.
"Tapi kebanyakan makan itukan juga tidak bagus." Sela Ishida.
"Terserah."ucap Yoruichi sambil makan timlonya yang keempat. Urahara yang berada disamping Yoruichi hanya bisah geleng-geleng.
"Ano..Ku-Kurosaki-kun." Panggil Inoue.
"Ya?" tanggap Ichigo.
"Boleh tidak aku…diajarkan kidou olehmu?" Tanya Inoue malu-malu. Ia bertanya kepada Ichigo sambil mengaduk timlonya yang sudah tidak jelas rasanya.
"Boleh." Jawab Ichigo. Ia memandang ngeri timlo yang dimakan Inoue.
'kenapa dia suka dengan makanan seperti itu' batin Ichigo.
"Terima kasih."
'yes..hore hore..' iner Inoue sedang berteriak tak jelas.
Ruang kesehatan
"Emm.. aduh sakit" rintih Renji yang meringis kesakitan.
"Kau sudah sadar…?"
Didengarnay ada suara, lalu Renji menoleh samping kirinya. Disana ia melihat Rukia yang bersandar diranjang. "Loh Rukia. Kenapa kau berada disini?" bingung Renji.
"Memangnya kenapa?" Tanya Rukia ketus.
"Tidak papa,"balas Renji. Tapi detik kemudian Renji menyeringai tajam kearah Rukia.
"Ada apa dengan tatapanmu itu?" bentak Rukia yang risih dengan tatapan Renji yang tidak biasanya itu.
"Oh…ternyata kau juga bisah K'O ya.. Rukia.." kata Renji yang cekikikan sendiri.
Bruk
"ugh.."
Dilemparnya bantal Rukia dengan ganas kearah Renji. Dan lemparan itu kena telak.
"Masih beruntung aku tidak gosong sepertimu." Sindir Rukia. Renji hanya cemberut karena dia kalah beragrument. Tak lama kemudian masuklah Hanataro keruangan.
"Aa…sepertinya kalian sudah baikan. Ini aku bawakan makan siang. Silahkan dimakan." Kata Hanataro menyerahkan soup kepada Rukia dan Renji.
"Hanataro, setelah makan siang. Aku akan kembali berlatih."ucap Rukia dengan menyendok soupnya. "Aku juga."kata Renji.
"Oke tidak papa. Hati-hati ya kalau sedang berlatih." Nasihat Hanataro. "Oke."
Setelah Hanataro keluar, mereka makan dengan lahapnya. Kedua sahabat itu makan dengan tenang. Tak lama kemudian mereka selesai makan.
"Oke, ayo kita berlatihlagi." Seru Renji turun dari ranjangnya. Walau tubuhnya banyak yang di perban, tapi dia tetap semangat.
"Aku tau.."jawab Rukia.
TBC
Author note :
Sebentar lagi mau masuk sekolah nih.. jadi saya update deh..
Saatnya membalas review…
Nenk Rukiakate : nih… aku dah update. Trimakasih pujiannya. Review lagi ya…
Shizuku Kamae : gak papa yang penting udah review, iya masih ada typo nih…, review lagi..
Ruki Yagami : trimakasih udah review,tidak telat kok. nih aku update. Review lagi…
And trimakasih buat kamu yang udah mau baca…
Akhir kata
MOHON REVIEW
