Selamat membaca

Disclaimer : Bleach punya Tite kubo

Warning : Seperti sebelumnya. Mungkin bakalan ada kesalahan dalam bentuk apapun.

Pairing : IchiRuki

Rate : T


HALAMAN BESAR

Setelah istirahat makan siang, semua murid-murid Urahara berkumpul lagi dihalaman. Tapi ini halaman yang berbeda. Dihalaman ini khusus untuk berlatih kidou penyembuhan. Di halaman terdapat banyak sekali meja-meja. Meja yang terbuat dari kayu hutan yang sangat besar.

"Untuk apa meja-meja ini ?." Tanya Ichigo.

"Untuk latihan." Dengan santai Ishida menjawab.

"Aku tau ini untuk latihan." Kata Ichigo ketus.

Disini para murid Urahara berkumpul untuk belajar dengan Unohana. Seseorang yang ahli dalam mengobati, dia diminta Urahara untuk menjadi guru medis. Disaat peperangan berlangsung, tehnik ini akan berguna. Sambil menunggu Unohana, mereka berbincang-bincang.

"Ah itu Rukia-chan dan Abarai-kun." Seru Inoue yang melihat Rukia dan Renji berjalan berdampingan. Dari kejauhan mereka terlihat sangat akur sekali. Padahal mereka itu adalah saingan bebuyutan.

"Kau sudah tak apa Renji, Rukia?" Tanya Ishida ketika Renji dan Rukia sampai.

"Yah begitulah.." jawab Renji santai.

Setelah pembicaraan itu, mereka mengatur posisi mereka sehingga mereka saling berhadapan. Mereka berhadapan dan meja ada ditengah-tengahnya. Ichigo berada disamping kiri Inoue, sedangkan kanan Inoue ada Ishida. Inoue terlihat senang, karena disampingnya ada sang pangeran. Lain halnya dengan Ichigo, dia tidak menghiraukan Inoue. Soalnya dia sendiri sedang asik melirik orang yang didepannya. Entah kenapa Ichigo pernah melihat 'orang' yang sedang diliriknya. Rukia, dialah orang yang sedari tadi Ichigo lirik. Tapi Rukia sedang berbincang dengan Renji yang berada disebelah kiri Rukia.

"Nanti saat kita berlatih sendiri, akanku praktekan kidou tadi padamu Renji, Agar kau tambah gosong lagi." Canda Rukia.

"Oh ya.. Tapi nanti kalau aku yang menang lagi bagaimana?."

"Tak'kan pernah terulang." Itulah yang dibicarakan Renji dan Rukia. Chad yang disebelah kanan Rukia hanya diam saja.

"Sudah berkumpul rupanya."

Datanglah seorang wanita berkepang kedepan. Dibelakang wanita itu ada Hanataro dan rombongan tim medis. Mereka mendorong kotak yang bersel diatas meja dorong ,yang terdapat hewan-hewan yang di perban.

"Untuk apa itu?."

"Kok pakai hewan?"

"Apa materi kali ini 'cara merawat hewan'?"

Bisik-bisik itu mengiringi kedatangan wanita berkepang dan tim medis. Semua murid memperhatikannya dengan seksama.

"Perkenalkan, namaku Unohana Retsu." Salam Unohana menyapa semua murid disitu. "Disini aku akan mengajarkan cara untuk menyembuhkan luka." Lanjut Unohana.

"Dalam latihan ini, apa yang akan kita sembuhkan Unohana-sensei?." Tanya Inoue.

"Pertanyaan yang bagus, kita akan menyembuhkan hewan-hewan ini." Unohana sambil menunjuk hewan-hewan tersebut. "Tolong Hanatarou-san, bagikan hewan-hewan ini ke mereka." Sambung Unohana.

Ada beberapa macam hewan yang akan disembuhkan. Misalnya kucing, anjing, burung, dan kelinci.

"Aduh kasian sekali kucing ini." Ucap Inoue mengamati kucing yang sedang terluka. Ya… dia mendapat kucing. Lalu disamping kanan Inoue nampak Ishida yang sedang mengelus-elus burung yang sayapnya patah.

"Aku dapat anjing." Pekik Renji ketika Hanataro memberinya anjing. Chad mendapat burung seperti Ishida. Sedangkan Ichigo mendapat kelinci dan Rukia pun juga.

"Oke semua sudah mendapat hewan. Sekarang sembuhkan luka hewan tersebut. Caranya kumoulkan reatsu kalian ditelapak tangan, tapi jangan sampai terlalu over karena itu dapat meledak." Jelas Unohana. "Dan untuk Orihime pengecualian, kau dapat menggunakan kekuatanmu sendiri." Yang dimaksud Unohana adalah, kekuatan yang muncul dari cekip rambutnya yang akan berubah menjadi peri-peri kecil.

"Aku mengerti." Paham Inoue.

"Sekarang selamat mencoba."

Semua murid berkosentrasi pada reatsunya yang untuk menyembuhkan hewan tersebut. Dan orang yang pertamakali selesai adalah Inoue. Tentu saja dia'kan menggunakan shun-shun rikka. Kemudian disusul oleh Ishida.

"Hem.. kau tak papa kan?" Tanya Ishida pada burung tersebut.

'wah mereka cepat sekali.' Batin Renji.

"Akhirnya bisa juga." Lega Ichigo melihat kelincinya yang sudah bisa berjalan kembali. Lau dengan lembut dielusnya bulu kelinci itu. Sambil mengelus kelinci itu, ia melihat Rukia yang masih menyembuhkan kelincinya.

"Reatsu yang kau keluarkan jangan terlalu kuat Rukia, cobalah sedikit rileks." Saran Ichigo.

"Hem… baiklah akan ku coba."Jawab Rukia.

Tak lama kemudian kelinci yang disembuhkan Rukia sekarang sudah bisa bergerak kembali. Kelinci itu mendekati Rukia seakan-akan kelinci itu berterima kasih.

"Nah sembuhkan." Ucap Ichigo setelah melihat keberhasilan Rukia dalam menyembuhkan kelinci tersebut. "Ya.. ini berkat kau. Trima kasih." Jawab rukia.

"Ya… " jawab Ichigo.

'Apa-apaan mereka itu?' Batin seorang yang memiliki rambut merah. Sepertinya orang ini tidak senang melihat Ichigo dan Rukia saling melempar senyuman. Tanpa sadar tekanan reatsu untuk mengobati anjing ini menjadi besar, sehingga….

DUAR…..

Sebuah ledakan tiba-tiba terjadi diatas meja Renji, dan dengan sigap Rukia yang di samping renji langsung melindungi kelincinya. Meja itu hangus dan yang lebih mengenaskan anjing itu tewas..

"Aaaaaaa…." Teriak histeris mulai terdengar kembali dari murid Urahara.

"Ada apa?" kaget Unohana setelah mendengar teriakan histeris. Unohana segera menuju ke tempat dimana asal suara ledakan itu terjadi. Semua murid menghindar dari ledakan tersebut. Unohana mendatangi Renji yang gosong lagi, tapi dengan pose berdiri mengobati anjing*yang sudah mati*.

"Kau taka pa?" Tanya Chad membantu Rukia berdiri.

"Aku tak apa. Huh… dasar Renji, kenapa dia selalu meledak?" Runtuk Rukia yang berdiri memeluk kelincinya.

'Si merah itu gosong lagi.' Batin Ichigo

"Abarai itu selalu ceroboh." Komen Ishida.

Setelah mereka membicarakan Renji, tak lama kemudian Unohana dan Hanatarou datang beserta tim medis yang membawa tandu.

"Ya ampun… Abarai-san terkena ledak lagi?" Kaget Hanatarou yang melihat kondisi Renji saat ini.

"Sepertinya Abarai-kun belum bisa mempelajari tehnik ini." Ucap Unohana. Lalu para tim medis meletakkan Renji diatas tandu untuk segera dibawa keruang kesehatan.

"Baiklah karena ada sedikit masalah, pembelajaran kita sampai disini dulu. Lalu untuk hewan yang sudah disembuhkan diberikan kesensei dan yang belum ke Hanatarou." Penjelasan singkat dari Unohana.

"Baik." Jawab semua murid.

Setelah itu semua, murid-murid mengumpulkan hewan-hewan tersebut. Setelah semuanya mengumpulkan mereka berbaris lagi dengan rapi. Tapi lama kemudian datang Urahara dan Yorouichi.

"Siang semua." Sapa Urahara setiba ditempat.

"Siang."

"Untuk hari ini pembelajaran kita cukup sampai disini dulu." Kata Urahara.

"Kenapa?, ini kan masih siang." Tanggap Ishida.

"Kami akan mengadakan pertemuan untuk guru yang mengajar kalian." Jelas Yorouichi.

"Lagi pula sebentar lagi orang-orang dari junrian datang. Mereka juga akan mengajari kalian." Tambah Urahara."Lalu setelah ini kalian boleh bubar atau latihan sendiri."

"Trima kasih Urahara-san."

Lalu para murid membubarkan diri dan menyisakan Urahara, Yorouichi, dan Unohana.

"Jadi semuanya akan segera berkumpul?" Tanya Unohana

"Ya… setelah sekian lama mereka terpisahkan. Akhirnya menjadi satu kembali." Jawab Urahara sambil mengamati hewan-hewan yang baru saja dibuat praktek para muridnya tadi.

"Tapi masih ada satu orang yang akan sulit kita ajak untuk membantu Organisani ini." Analisa yorouichi yang memegang kucing yang berhasil disembuhkan Inoue tadi."

"Memangnya siapa?" Tanya Unohana.

"Kuchiki Byakuya." Sambil tersenyum simpul Yorouichi mengucapkan nama tersebut.

"Hem… dia memang sulit untuk diajak bergabung." Unohana memasukkan burung kedalam sangkar.

"Kalau begitu biar aku saja yang memintanya untuk bergabung." Ucap Urahara.

ISTANA KUCHIKI

Seperti biasanya istana Kuchiki begitu sepi semenjak kematian sang ratu. Dan sang raja.. dia menjadi pendiam. Akan tetapi ia masih sanggup memimpin rakyatnya dengan baik. Rakyat Seireitei sangat terkenal kemakmurannya, apa lagi rakyat ini berada dibawah naungan kerajaan Kuchiki. Pemerintahan disini sangatlah kuat. Tetapi sang raja masih dalam keadaan duka.

"Byakuya-sama. Anda mendapat surat dari Urahara Kisuke." Lapor penasihat kerajaan, Ukitake. Saat ini Ukitake juushiro sedang menghadap sang raja.

Tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun Byakuya menjawab, "Apa isinya?"

"Urahara-san menginginkan anda untuk bergabung dengan organisasinya." Ukitake membaca isi surat tersebut.

"Aku tak tertarik." Ucap Byaakuya yang masih menatap foto mendiang istrinya, Hisana.

"Tapi… mereka membutuhkan anda. Lagi pula sebentar lagi ada perang besar dan anda har-"

"Kau boleh pergi." Potong Byakuya dengan suara tajam. Seketika itu Ukitake langsung membungkuk dan berlalu meninggalkan sang raja sendirian. Sepertinya Byakuya sedang tak mau di ganggu atau dia punya alasan sendiri kenapa dia tak mau datang ketempat Urahara?.

"Aku tak tertarik jika tidak menyangkut tentang adikmu." Ucap pelan Byakuya didepan foto hisana. "Dimana aku bisa menemukannya?" lanjut Byakuya.

URAHARA GAKUEN

Trang…..

Kedua pedang itu beradu.

Srat..srat..

Anak panah itu melesat dengan cepatnya.

Bruak..

Pukulan menghancurkan tanah.

Saat ini para murid diperbolehkan untuk belajar sendiri. Dan inilah yang dilakukan Chad, Reji, Ishida, dan Rukia. Mereka menempa diri mereka. Seperti Rukia yang melawan Renji dan sedangkan Ishida melawan Chad. Lalu dimana Ichigo dan Inoue?. Ichigo hanya diam mengamati temannya yang sedang melatih kemampuan, lagi pula dia juga bingung mau melakukan apa. Sedangkan Inoue, ia sedang menata hatinya karena ia ingin mengajak bicara dengan Ichigo.

"Um.. kurosaki-kun." Panggil Inoue yang telah berhasil menata hatinya.

"Ya?, ada apa?" Tanya Ichigo.

"Bukankah kau bilang , kau mau mengajariku kidou?"

"Oh iya. Kemari.. akan aku ajari."

'Lebih baik mengajari dia, dari pada tidak melakukan hal apa pun.' batin Ichigo.

Dan Inoue dia dengan senang hati mendekat kearah Ichigo.

"Kau siap?" Tanya Ichigo sesampainya Inoue di depannya.

"Ya." Jawab Inoue semangat.

TBC

Author : hehe… balik lagi nih saya, dan untuk kali ini nih fic gagal deh.. hadu… mana pendek pula. Sekalian promosi., bentar lagi saya'kan mau ujian olah tubuh sama koreografi*tema:hiphopjawa* ada kah yang mau liat?...

Readers: gak ah… gak mau liat….

Author : ya…*galau*

Akhir kata

Mohon Review