Sahabat ?

Mungkin bukan itu yang terjadi antara kita

aku menyayangimu

ah tidak

aku mencintaimu

dengan sangat

Ijinkan aku membahagiakanmu

-Luhan

Aku takut

Aku hanya ingin terus bahagia disisimu

-Minseok

Minseok memilih untuk duduk di rooftop kampus , lagipula sedang tidak ada dosen

masih memikirkan tentang tingkah Luhan

selama ini tidak pernah sekalipun Luhan mengacuhkannya , sejujurnya simple , ia tidak menyukai Sehun , Minseok hanya ingin membuat Luhan cemburu

Namun nyatanya malah begini , rasanya ingin sekali ia mencabik gadis yang bergelayut manja di lengan Luhan tadi

dengan perasaan campur aduk Minseok terus menghujat Baekhyun didalam hatinya dengan menghentak hentakkan kakinya

tiba tiba , ada sepasang tangan yang menutupi matanya

" Merindukanku baby " bisik lelaki itu manis

" Eum "

lelaki itu kemudian membawa Minseok kedalam pelukannya

" Luhan mianh..." "Diamlah.." potong lelaki itu , iya dia Luhan

Setelah diseret Baekhyun Luhan melihat Minseok menuju rooftop akhirnya dia juga meninggalkan kelasnya dan menyusul Minseok

tentu ia paham namun tak mau diambil pusing

Minseok hanya bisa menganggukan kepalanya dan memeluk Luhan balik

" Genit sekali sih sama Baekhyun " renggek Minseok

" Baekhyun yang genit sayang "

" Tapi kau suka kan ?"

" Kau juga begitukan dengan Sehun ?"

" Kau marah ?"

" Pasti " jawab Luhan dia membawa minseok duduk kembali

" Aku tidak akan marah jika lelaki itu bukan Sehun "

" Ah Luhan kau cemburu ? majja ? woaaahh heol daebaaakkk" teriak Minseok histeris

" Kau itu kenapa sih ?" Jawab Luhan aneh

" Berarti kau mencintaiku kan ?"

" Eum "

" Woaaahhhhh , aku juga mencintaimu sahabatku "

Degg

Seketika Luhan merasa jantungnya dihunus beberapa pisau

Selalu seperti ini

Luhan selalu mengunggkapkan betapa ia mencintai gadis ini . namun balasannya ...

" Eum " Hanya itu yang bisa Luhan ucapkan " Aku mencintaimu , dan sekarang aku ada kelas , jangan terjun dari sini kasian nanti teras dibawah bisa memar kalau kejatuhan tubuhmu sayang "

" Yaaakkk "

" Hahaha aku pergi sayang "

Cup

Luhan pergi setelah memberi kecupan dipipi Minseok

" Luhan byuntaee ... " Teriaknya " tapi aku suka " nah nada yang terakhirnya sedikit dipelankan , malu kan kalau Luhan tau

Hatinya menjadi lebih baik setelah bertemu Luhan , dan mendapat ciuman Luhan tentunya , Berhubung ia malas Minseok pun memilih pulang , daripada suasana hatinya menjadi buruk lagi

XXXXXX

Dilain sisi Luhan sebenarnya tidak ada kelas , ia memilih pulang karena ucapan minseok yang mengingatkan kalau mereka hanya sebatas sahabat

Hal ini yang selalu membuat Luhan malas untuk menjalani harinya . sebenarnya Luhan tak berharap . cukup bisa selalu disisi Minseok itu sudah cukup . ia hanya ingin Minseok bahagia

Luhan pun sampai rumah setelah minseok

Minseok melihat Luhan yang akan memasuki rumahnya pun langsung ingin bertanya kenapa Luhan pulang

namun ia urungkan , nanti saja batinnya

Luhan pun juga sama sekali tak menengok ke arah rumah Minseok

Moodnya benar benar sedang hancurr

ia memilih segera mandi dan tidur

namun baru beberapa menit ia berbaring seperti ada seseorang yang menindihnya

" Sayang kenapa pulang "

Nah kan

" Aku bosan , aku lelah , kau juga ?" Tanyanya dengan membuka matanya dengan sangat sangat terpaksa

Sudah ada Minseok yang menindih tubuhnya tanpa rasa berdosa . seketika mood Luhan menjadi baik kembali . ya hanya bisa terus disisi Minseok ia akan sangat bahagia

" Eum kita kan sama "

" Kau saja yang mengikutiku bukan ?"

" Ania issh " elak Minseok dengan menggoyangkan badannya

" Mengaku saja sayang " goda Luhan dengan seringainya

" Anii , anii , anii"

" Iya roma "

" Yakkk bukan ani nya si roma "

Luhan hanya terkekeh begitupun Minseok , malah Minseok masih menggeliat bak cacing diatas tubuh Luhan , membuat sesuatu menjadi keras dibawah sana

" turunlah kau sangat berat "

Minseok menghentikan tawanya dan memanyunkan bibirnya

" Aku tidak berat ish " elaknya dengan memukul dada Luhan , membuat perut Minseok lebih menekan sesuatu lebih keras lagi

" Tur.. " "Ah Luhan kau keras ?" Potong Minseok dengan polosnya

" Apa yang keras "

" Pen..." "jangan di sebutkan " potong Luhan "Cepat turun atau aku akan memperkosamu "

"Ah jinjja ? ayo perkosa aku , aah sayang ayo masuki aku " goda Minseok dengan duduk diatas kemaluan Luhan

" Minseokkk .." Geram Luhan . ah kali ini sungguh Luhan tidak bisa menahan hasratnya

" Ayolah Luhan ..." Goda Minseok lagi

Luhan pun duduk dan memangku Minseok

"Berani memang eum " godanya balik dengan menjilat leher Minseok

" eunggh.."

" kau sendiri ?"

" Aku berani tapi nanti saat kau menjadi istriku "

" Yaakk "

" Tapi sekarang aku masih bisa menyenangkanmu kok sayang , tanpa melakukan itu " bisik Luhan dengan menjilati leher Minseok

sebenarnya mereka memang sering melakukan ini , bercumbu ah bermanja atau apalah itu . namun tidak sampai membuka baju

" Eungg aku merindukanmu Lu "

" Merindukan bibirku bukan ?" bisik Luhan dikuping Minseok

membuat Minseok merinding dan segera menarik Luhan mencium bibir Luhan dengan Lembut

" euummmm kenapa kau jadi byuntae begini sih eumm "

" Kau yang mengajarinya Lu "

" Jangan lakukan ini dengan pria lain eumm "

" ne baby "

dalam ciuman pun masih sempat berbicara

sedikit membutuhkan waktu yang lama untuk melepas ciuman mereka

dering ponsel Minseok menghentikan kegiatan mereka

Minseok pun terpaksa mengangkat telvonnya , dengan Luhan yang kembali menjilati lehernya

" yobseo.."

" Ah mianata sehun . aku sedang sibuk "

" Ah ne " ..." Aissh Luhan cukup "

Luhan tuli . ia memilih terus menjilati leher Minseok

" Tadi minta diperkosa kan ?"

" siapa bilang ?" goda Minseok

" Entah "

Luhan melangkahkan kakinya kekamar mandi . oh sungguh Luhan ingin segera bermaim solo sekarang namun

" sayang yaaak jangan marah "

Tanpa memperdulikan ucapan Minseok Luhan langsung memasuki kamar mandi

ya tuhan sungguh . ia ingin segera melepas sesuatu yang mengganjal sejak tadi

namun saat fantasi liarnya berjalan tibatiba ada sepasang tangan yang membantunya (?)

iya membantunya mengoral senjata Luhan

siapa ?

Minseok

" Aku bantu sayang "

Luhan hanya memejamkan mata menikmati pijatan Minseok dan melepas tangannya . ia memilih memegang kepala minseok dari depan yang berada diatas bahunya

" Punyamu besar juga ..." " Apa ini namanya oral ?"

racau Minseok

" lebih cepat baby ..."

" begini..."

" aah terus ..." " aah ..."

akhirnya... tapi eh

" Minseok ..."

" Ini enak sayang "

Minseok menjilati mani Luhan dengan lahapnya . oh damn

ini pertama kalinya selama mereka bersahabat semenjak mbrojol

melakukan hal yang vulgar begini

Ada apa dengan Minseok ?

setelah membersihkan semuanya . mereka berdua pun langsung duduk diranjang kembali

" Aku melihat iti di laptopmu . jadi jangan marah " cicit Minseok sambil menunduk

" Jangan lakukan dengan lelaki manapun " ..." hey tatap aku "

" Aku hanya ingin melakukannya denganmu "

" janji ?"

" janji "

mereka pun mengaitkan kelingking tanda mengikat janji . hah seperti anak kecil saja

" Kenapa kau jadi semesum ini eoh " goda Luhan dengan melingkarkan tangannya memeluk Minseok dan mencubit hidungnya

" Yaaakkkk apooh..."

" Dasar ..." Semakin kencang Luhan mencubit hidung Minseok

" Yak ..." Erang Minseok . setelah berhasil lepas dari Luhan " Hey lelaki kirang ajar . kai sendiri yang mesum . masa masturbasi saat ada aku dikamarmu " omel Minseok dengan berkacak pinggang

" Eeyy gadis sok polos . kau yang memancingnyaa " balas Luhan tanpa ekspresi

" naega ? "

" Eoh ..." Luhan membaringkan tubuhnya " Aku lelaki normal . bagaimana bisa aku diam saat ada perempuan seksi yang menindihku dan menggodaku ?"

" Apaaa ..." teriak Minseok dengan duduk diperut Luhan lagi " Kau bilang apa tadi "

" Molla .."

" Yaaak tadi kau bilang aku gadis seksi bukan ?"

" Ani.."

Ahhh bahagianya . akhirnya kau mengakui kalau aku ini seksi" Sombong Minseok dengan berdiri dan berputar putar sok belagak jadi model

" Kau saja yang kepedean ... bantet begitu masa seksi "

" Yaakk tadi kau sendiei yang bilang kalau aku seksi .. mau bukti ?"

" eoh .." kini Luhan malas meladeni Minseok . setelah selesai melepas bebannya ia lelah dan ingin tidur namun dia tak sadar kalau Minseok telah membuka kancing bajunya sampai bawah . menampilkan perutnya yang rata dan belahan dadanya yanggg eummm lumayan

" Lihat sini .. aku seksi kan "

" eumm " lenguh Luhan tanpa berniat membuka mata

" Sayaangkuu lihat sini " Panggil Luhan kelewag manja dan seksi .. kalau memanggil Luhan dengan nada begini pasti bangun

Dan benar Luhan membuka matanya langsung dihadapkan dengan buah dada Minseok yang ingin loncat dari sangkarnya ...

Luhan tertegun ... Betapa indah buahdada Minseok .

Setelah dewasa baru kali ini Luham melihat Tubuh setengah toples Minseok ..

Cukup lama Luhan tertegun . melemparkan pandangan memuja . sangat memuja . hingga membuat Minseok yang ingin marah malah menahan malu untuk pertama kalinya

Minseok kan tidak tau malu . Luhan pun sama

Namun ini berbeda . Minseok merasa dipuja oleh Luhan dan benar...

" Kau indah baby kau sangat indah . cantik . seksi . tanpa polesan apapun kau sangat indah " tanpa ditahan tahan dan tanpa sadar Luhan mengucapkan kalimat tersebut

kalimat yang biasanya hanya ia lontarkan didalam dada

" Lu ..."

perlahan Luhan mendekati Minseok . mengecup belahan dada itu dan menutup kancing baju Minseok kembali dan memandangnya dengan sayang

" Jangan membukanya untuk lelaki lain "

TBC ?

Ahhh aku kira gaada yang minat . aku gabisa balas apapun selain terimakasih

sebagian ada yang aku balas lewat pm sih tapi kalian ngga ngecek ehehehe

maaf ya reviewnya gadibalas

tapi aku selalu menanti review kalian kok . bahkan sampe senyum sendiri . dibaca terus menerus . karena buat penyemangat

Aku bukan orang yang bisa membalas pujian atau kritikan aah maafkan akuuu

Terimakasih banyak

semoga menghibur