Naruto belong to Masashi Kishimoto
SasuNaru
Summary :
Kisah antara Sasuke dan Naruto yang mengalami banyak rintangan untuk bisa bersama, dari yang biasa saja sampai yang luar biasa.
.
.
.
Naruto tidak menyangka, bahwa kebaikan hatinyalah yang mendatangkan bencana kedalam kehidupannya yang damai.
Selama ini banginya Sakura adalah sahabat yang paling ia sayangi, selain karena penyakit yang tengah menggerogoti tubuhnya, Sakura juga sahabat pertamanya. Tapi sepertinya gadis merah muda itu tidak berpendapat sama dengan Naruto, bahkan dengan otak penyakitannya, Sakura telah merancang tindak kejahatan yang ditunjukan untuk Naruto, hanya untuk mendapatkan cinta dari Sasuke, kekasih Naruto. Betapa piciknya gadis itu!
Sekarang entah apa yang akan dilakukan Naruto untuk meyakinkan Sasuke, bahwa apa yang telah dilihat Sasuke 2 minggu yang lalu, tidaklah sama dengan apa yang Sasuke pikirkan. Hampir setiap hari ia mendatangi Uchiha bungsu itu, namun belum sempat bersuara, Sasuke sudah terlebih dahulu berlalu, mengabaikan keberadaannya. Hatinya sakit mendapat perlakukan seperti itu dari Sasuke, tapi Naruto yakin, bahwa Sasuke masih mencintainya dan Sasuke pun merasakan rasa sakit yang sama dengan apa yang ia rasakan.
"Naruto?"
Ah, hampir saja ia melupakan keberadaan Sakura karena terlalu terlarut dengan pikirannya. Kalau boleh jujur, Naruto sudah merasa muak melihat wajah Sakura! Setiap ia melihat Sakura, pasti ia akan kembali teringat pada kejadian yang telah membuat hubungannya dengan Sasuke menjadi seperti sekarang, hancur.
"Wajahmu pucat. Apa kau oke, Naruto?"
"Hm. Aku baik-baik saja!"
"Naruto. Kau sudah memaafkankukan? Kau tenang saja, aku pasti akan mengembalikan Sasuke padamu, aku janji! Jadi, biarkan aku memiliki Sasuke sampai batas waktuku habis, ya?"
Naruto diam. Amarahnya yang sempat mereda mulai kembali tersulut. Ia melangkah menjauh, duduk disofa dengan mata birunya memandang tajam kearah Sakura. "Kau sangat licik, Sakura! Tadi kau menangis sambil meminta maaf, tapi sekarang dengan wajah tanpa dosa, kau memintaku untuk merelakan Sasuke padamu? Ha ha," suara tawa hambar Naruto menggema. Tubuhnya bergetar menahan gejolak amarah, kedua tangannya terkepal erat. Ingin rasanya Naruto melayangkan pukulan kearah Sakura.
Sakura menundukan kepala. Rambut merah mudanya yang terlihat semakin menipis menutupi sebagian wajahnya. Betapa ia sadar dengan permintaan yang ia lontarkan kepada Naruto, namun ia hanya ingin Sasuke berada disisinya sebagai kekasihnya, bukan sebagai kekasih Naruto. "Maaf," ucap gadis itu lirih.
Naruto menghela napas pelan, mencoba menyingkirkan amarahnya. Sebenci apapun Naruto pada Sakura, Sakura tetaplah di anggapnya sebagi teman baik yang mesti ia jaga, walau itu artinya ia harus merelakan hatinya kembali terluka untuk kesekian kalinya oleh orang yang sama. Tak apa, karena masih ada hari esok untuk Naruto, namun belum tentu ada untuk Sakura.
Naruto berdiri. "Terserah padamu Sakura, tapi tolong jangan menyebet namaku lagi di hadapan Ino-neesan. Aku muak menjadi orang yang bersalah, padahal kaulah yang salah!" ucapnya datar, namun matanya memandang penuh ancaman dan kebencian pada gadis yang masih menundukan kepala itu. Setelah itu Naruto pun keluar dari kamar inap Sakura, tanpa sadar bahwa ada sosok lain yang mendengarkan perbincangan antara dirinya dengan Sakura dari balik pintu kamar inap.
Sosok itu memandangi punggung Naruto yang semakin menjauh dengan senyum penuh maksud. Setelah Naruto tak terlihat lagi olehnya, sosok itupun melangkah pergi, berjalan berlawanan arah dengan Naruto.
.
.
.
Uchiha Sasuke hanyalah manusia biasa, yang pastinya memiliki kekurangan. Ada satu kekurangan yang terlihat begitu menonjol pada dirinya, ialah bahwa dirinya seorang gay, penyuka sejenis. Kekurangan yang membawa aib bagi keluarga besarnya yang merupakan keturunan bangsawan.
Hidup ini keras. Harus ada yang dikorbanku untuk mendapatkan apa yang di inginkan. Sasuke pun melakukannya. Ia berusaha keras untuk kembali menyukai lawan jenis, agar dirinya kembali diterima didalam keluarga besarnya. Namun itu tak mudah, butuh bertahun-tahun atau bahkan butuh seumur hidup bagi dirinya merubah orientasi, dan pada akhirnya Sasuke hidup dalam kepura-puraan. Dihadapan semua orang ia menjadi Sasuke Uchiha yang menyukai perempuan, namun ketika ia sendirian, ia akan menjadi Sasuke yang sesungguhnya, Sasuke yang menyukai laki-laki bukan perempuan.
Semua itu berjalan lanjar, hingga suatu hari di awal musim semi, ia bertemu dengan Uzumaki Naruto, pemuda yang mampu membuat seorang Uchiha Sasuke jatuh hati kepadanya dalam satu kali pandangan mata. Dimata Sasuke, Naruto orang yang sangat berbeda dengan kebanyakan orang yang telah ia temui. Naruto orang yang periang, cerewet, baik hati, bodoh, dan terkadang terlihat menggemaskan. Itu sifat umum yang dapat dijumpai pada pribadi manapun, namun bagi Sasuke akan menjadi lain bila pemilik sifat tersebut bernama Uzumaki Naruto.
Orang bilang cinta itu berkilauan dan karena kilaunya yang terlalu terang, membuat orang yang tengah merasakan cinta menjadi buta. Itupula yang tengah melanda Sasuke. Ia jatuh cinta pada Naruto dan cinta itu membuatnya buta, hingga rela melepas keluarganya untuk bisa bersama dengan Naruto, padahal sebelumnya ia telah berjuang keras untuk dapat diterima di keluarga besarnya. Baginya, keluarga jadi tidak penting bila disandingkan dengan Naruto.
Namun Naruto menghianati cintanya, pemuda yang amat dicintainya itu bercinta dengan lelaki lain, yang sialnya kakak kandungnya sendiri, Uchiha Itachi. Bayangkan, betapa hancur hati Sasuke saat itu, bahkan hatinya masih hancur sampai saat ini!
Emosi Sasuke melonjak saat melihat Itachi yang kini terlihat tengah duduk diruang tamu apartemennya.
Sasuke memandang geram wajah Itachi. "Mau apa kau kemari?" tanyanya sinis.
Itachi tersenyum, wajahnya terlihat begitu berseri-seri, berbanding terbalik dengan wajah Sasuke yang terlihat muram. "Aku senang kau keluar dari rumah, Otouto. " katanya dengan nada berpuas diri. "Apa kau sudah putus dengan Naruto? Sepertinya aku jatuh hati pada kekasi -eh, maksudku mantan kekasih mu. Kau curang tidak membaginya dengan ku, bahkan kau rela menanggalkan nama besar Uchiha hanya untuk bersama dengannya, tentu saja itu semua kau lakukan karena Naruto memiliki kenikmatan yang tidak bisa kau dapatkan dimanapun dan dari siapapun. Aku benarkan? Tentu saja karena aku sudah merasakan kenikmatan dari mantan kekasih mu itu. Ha ha ha..."
Bibir Sasuke terbuka, memperlihatkan giginya yang bergemeletuk, matanya nyalang, memandang tajam wajah Itachi dengan penuh amarah. "Pergi dari hadapanku, Itachi!" Teriaknya sambil menunjuk kearah pintu apartementnya yang terbuka.
"Kenapa kau marah, Sasuke? Ah, aku tahu, pasti karena kau belum merasakan betapa nikmatnya tubuh Naruto. Aku yakin kau belum melakukan itu dengannya, benarkan, Sasuke~"
"Pergi atau aku akan membunuhmu!"
"Kuharap kau tak akan marah bila aku meniduri Naruto lagi, toh kalian sudah tidak punya hubungan apapun lagikan?" Itachi menyeringai saat mendapati Sasuke yang memandangi dirinya dengan pandangan marah. "Sampai jumpa, Otouto!" Ucapnya lagi sambil berjalan pergi, meninggalkan Sasuke yang berdiri kaku dengan kedua tangan yang terkenal erat.
To be continued...
Hah...
Cp2 sudah update, mohon review nya, ya?
Saya ucapkan banyak terimakasih pada kalian semua yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk membaca, mereviw, memfav, maupun memfol fanfic ini.
Big Thanks for
FriendShit UchiKaze Ammy Guest jeon nay rizki7654321 Park RinHyun-Uchiha hikarusherizawa hanazawa kay Classical Violin michhazz Fitri23 biybuy choikim1310
Saya sadar benar dengan kekurangan fanfic ini yang begitu jauh dari kata sempurna. Mohon maaf dengan segala kekurangan pada fanfic ini, baik yang tidak disengaja maupun yang disengaja(?)
Dari review yang telah saya baca, kebanyakan menanyakan masalah mengenai Naruto dan Sakura. Mengenai hal itu, sekiranya sudah sedikit terjawab di cp ini.
Saya harap fanfic ini tidak memhuat kalian bosan dan jenuh. Sampai jumpa di cp berikutnya.
