H.A.L.L.O

Aku balik lagi nih bawa FF HunHan shipper ㅋㅋㅋ

maaf kalau bikin kalian kecewa hehe

reciew nya please. review kalian semangat ku kkk

TYPO DETECTED and ITS ALL FROM MY THINK HEHE

SELAMAT MEMBACA

-

-

-

-

"Ya baiklah" ujar sehun. Kemudian ia memarkirkan mobilnya di sebuah cafe yang tidak jauh dari bandara.

"Ziyu mau minum apa kapten? "Ujar sehun sambil menggendong ziyu.

"Eomma mau teh hangat saja nak, tidak baik bagi orang yang sudah lanjut usia seperti kami meminum minuman berwarna" ujar eomma Sehun

"Ya, appa juga" ujar tuan oh

"Hey, aku bertanya pada Ziyu, bukan kalian orang tua" sindir sehun . Kemudian ia tertawa melihat ekspresi prang tuanya. Apalagi, mereka tidak suka dibilang tua .haha terkadang sadar umur, kerkadang tidak.

"Appa, Ziyu ingin buble tea lasa talo, boleh kah? " ucap Ziyu dengan muka memohon

"Tentu, apapun untuk kapten"'ucap sehun.

Kemudian ia kembali ke kursinya.

"Kemana eomma? "Tanya sehun pada appa nya.

"Lihat dia, disitu " sambil menunjuk istrinya yang sedang berbincang dengan seorang gadis. Sehun menoleh kearah yang di tunjuk appanya. Sehun Speechless melihatnya. Gadis didepannya sangat sempurna, cantik, indah, senyum ramah. Tanpa sadar Ziyu mendatangi halmeoninya

"Noona cantik ini siapa ?'ucap ziyu yang dipelukan nyonya oh.

"Perkenalkan ini noona Xi Luhan, desaigner terkenal, ah bahkan Ziyu belum tau kan apa itu desaigner. Hehe " ucap nyonya oh hangat.

"Ahh aku Xi Luhan sayang, oh my god ,you're so cute baby ,hehhe" gemas nya sambil mencubit pipi Ziyu,

"Anak anda lucu sekali nyonya, boleh aku menggendongnya? Aku rasa aku jatuh cinta dengan putera mu ini hehe" ujar polos Luhan sambil mengambil Ziyu dari nyonya oh.

"Oh anak manis kau lucu sekali sayang" diciumnya pipi Luhan. Luhan memerah mendapat perlakuan dari ziyu. Terlihat nyonya oh tertawa sambil melihat Ziyu.

"Allo noona, Ziyu imnida, ini halmeoni Ziyu, bukan eomma Ziyu, Ziyu tidak punya Eomma, Appa tidak mau membelikan ziyu eomma, apakah eomma sangat mahal halganya nona ,?" Tanya Ziyu dengan polos. Membuat dua wanita dewasa disana terkekeh lembut.

"Ini cucuku, bukan anakku, apakah aku masih cocok menggedong anak kecil seperti ini? " ujar nyonya oh serta diselingi kekehan kecil dari bibir cantiknya

"Tentu, anda masih cocok nyonya, anda terlihat awet muda. Jadi ini cucu anda? Aihu, sangat lucu. Aku menyukainya hehe " ucap Luhan dengan Tawanya.

"Iya ini cucuku, bukan lah dia tampan seperti anakku? Ah, apa kau ingin ku kenalkan dengan appa ziyu? Dia masih tampan, aku sangat setuju jika desaigner kebanggaan ku ini menjadi eomma Ziyu. Haha" ucap nyonya oh. Membuat Luhan bungkam, karna kaget. Ziyu yang mendengar ucapan nyonya oh berpikir bahwa Luhan adalah eommanya.

"Eomma" ucap polos Ziyu

Bungkam. Nyonyah oh dan Luhan kaget mendengarnya. Kemudian tertawa bersama.

"Aigu cucuku sayang, pintar sekali, baiklah panggil dia eomma, oke ?haha " ucap nyonya Oh

"Eh" Luhan kaget mendengarnya.

Tak lama pintu cafe terbuka, menampilkan sosok lelaki paruh baya yang menawan, Xi Donghae lelaki itu.

"Sayang" ucap lelaki itu. Kemudian ia memeluk puteri kesayangan nya ini.

"Heii" luhan pun membalas pelukkan appa nya ini.

"Kenalkan ini nyonya Oh, investor besar diperusahaan ku sekaligus pelanggan tetapku" ucap luhan sambil terkrkh pelan

"Ah senang berkenalan dengan anda nyonya" tuan Xi kemudian membungkuk.

Melihat nyonyah Oh kaget, ia mengira lelaki ini adalah kekasih Luhan.

"Ahh, iya, aku Oh Jaejoong " kemudian iya tersenyum kepada tuan Xi

"Kekasihmu tampan sekali Luhan"

"Eomma.." ucap Ziyu

"Eh?? " kaget tuan Xi. Melihat appanya mebulatkan bola matanya.

"Appa, perkenalkan ini Ziyu, cucu dari nyon-" ucapan Luhan terpotong

"Apa kau sudah menikah diam diam dibelakang ku? Astaga luhannie ku. Kau teganya tidak memberi tahu appa " ucap tuan Xi dengan manjanya memeluk puteri tercintanya.

"Hei, berhenti berpikir macam macam, ini cucu nyonya Oh, bukan anakku appa" ucap Luhan menatap tak percaya melihat kelakuan ayahnya.

"Benar tuan Xi, ini cucuku "ujar nyonya Oh

"Hmm" suara deheman dari tuan Oh

"K..kau" ucap tuan Xi

"Kau" ucap tuan Oh

"Astaga, la sekali aku tidak bertemu dengan mu culun" ucap tuan Xi

"YAA!! Berhenti memanggilku culun, kau ini tidak berubah juga ,sudah tua" ucap tuan oh dengan sindirannya.

"Kalian mengenal?" Ucap yeoja di depannya- Luhan

"Iya nak, dia teman appa dulu, teman tidak setia" ucap tuan Xi menyindir tuan Oh

"Hei kau ini, masih saja tidak berubah, sifat kekanakan mu, menjengkelkan sekali" ucap tuan Xi

"Hei, yeobo, apa kau sudah merasa benar ? Haha" ucap nyonya Oh

"Duduklah appa, tuan Oh" ucap Luhan

Sementara ditempat lain sehun tersenyum melihat luhan. Tak sengaja mata mereka bertemu. Kemudian Luhan memutuskan pandangan tersebut.

"Eomma" panggil Ziyu. 3 orang dewasa disana terkikik mendengarnya. Kecuali luhan, masih terkejut.

"Eeh.. N-ne ?" Ucap Luhan

"Ziyu lapar eomma" Ziyu mencibirkan bibirnya. Membuat Luhan gemas dan mencium bibir Ziyu.

"Lihatlah, cocok sekali jika Luhannie ku sudah menikah. Dia tidak mau menikah, katanya tak ada pria tampan selain appanya" ucap tuan Xi

"Hei, kapan aku bicara begitu appa. Itu hanya bisa bisa mu saja" ucap Luhan

"Ahh, Ziyu lapar ? Ayo kita pesan makanan, Ziyu panggil noona saja ya? "Ucap luhan kepada Ziyu

Mata Ziyu terlihat berkaca-kaca mendengarnya "Apa eomma tidak menginginkan Ziyu? "Terlihat butiran kristal jatuh dipipi Ziyu. Membuat Luhan merasa bersalah. Luhan tersenyum. Pikirnya tih tak apa hanya sekali bertemu dengan Ziyu, dan apa salahnya dipanggil eomma

Begitulah pikir gadis cantik ini.

"Baiklah, eomma akan pesankan, Ziyu mau makan apa sayang?" Luhan mengecup pipi Ziyu. Empat orang dewasa ini, termksud sehun pun kaget melihat interaksi Ziyu dan Luhan yang cepat sekali akrabnya. Tanpa sadar garis bibir Sehun naik melihat perlakuan lembut Luhan dengan anaknnya ini.

"Lihatlah luhan, kau sudah cocok memberikan appa cucu, cepatlah mebikah. Aku tak sabar" ucap tuan Xi

"Sehun. Kemari kau, cepat mau menikah. Lihatlah Ziyu sangat menginginkan eomma" ucap nyonya Oh

Sehun yang merasa tersebut pun menghampiri orang tuanya yang sudah seperti acara lamaran menurutnya

Hehe "e-ehh?" Ucap sehun" sudah ku bilang jangan bahas begitu" ucap sehun.

"Ah ternyata kau benar benar putera si culun ini ya? Ternyata kau lebih tampan dari appa mu" ucap tuan Xi dengan kekehannya

"Terimakasih mr.Xi " senyum sehun,tentu Sehun tahu siapa yang didepannya. Presdir dari perusahaan saingannya, XI Cooporation.

"Ah kalian sudah kenal?'' Ucap tuan Oh

"Tentu appa, mr.Xi ini adalah saingan bisnisku. Tapi jangan heran perusahaan kami menjalin hubungan kerja sama appa" penjelasan Sehun.

Nyonya Oh dan Luhan jengah mendengarnya. Tentu mereka mengerti, inti dari obrolan lelaki di depan nya ini aoa, pastilah bisnis.

"Sebaiknya kita menjauh saja luhan, biarkan pria pria tampan ini menyelesaikan urusannya" ucap nyonya Oh

"Ah Ziyu dengan mu saja. Sepertinya dia nyaman denganmu ,hehe" ucap nyonya oh. Kemudian mendapat anggukan dari luhan.

"Eomma, Ziyu mau makan nasi goleng " ucap Ziyu polosnya.

"Ah luhan, perkenalkan ini Sehun, appa dari anakmu itu .haha" ucap nyonya Oh dengan santainya. Luhan menegang menatap Sehun secara langsung, sangat tampan, kemeja navy itu sangat cocok dengan tubuh atletisnya. Ia melamun membayangkan Sehun.

"Heii?"ucap Sehun melambaikan tangannya

Luhan segera tersadar. "E-eh ..i-iya.. ada apa? Tanya luhan

"Apa kau terpesona dengan ku? Ucap sehun dengan santainya. Luhan terkejut "ee..eh"

Namun dengan santainta sehun terbahak "haha, aku hanyan bercanda. Perkenalkan aku Oh Sehun, appa Ziyu Oh" ucap Sehun sambil tersenyum

"Astaga, bahkan dia lebih tampan saat tersenyum, ingat Luhan .. Imeg Luhan.. Imeg" batin Luhan

"Ahh.. Aku Xi Luhan" ucap luhan sambil memberi senyum pada sehun. Pandangan mereka bertemu kembali

DEG..

DEG..

DEG..

"Tentu aku tahu kau siapa, nyonya tua ini selalu membanggakan desain mu" ucap Sehun

"Ada apa dengan kau Sehun Oh" batin sehun

"Ah baiklah" ucap sehun

"Sialan pria ini tadinya kukira baik. Ternyata dingin sekali"batin Luhan

Luhan memasan makanan untuk Ziyu. Kemudian kembali ke bangkunya. Kemudian ia memangku Ziyu lagi.

"Aneh ya, Ziyu biasanya tidak akrab dengan orang asing. Hehe, cucuku pintar memilih eommanya" kekeh nyonya Oh

Luhan masih berpikir keras, tak adakah disini yang membelanya ? Selalu terpojokkan.

"Hehe anda b-bisa saja nyon" ucap Luhan terpotong.

"Jangan formal dengan ku, panggil saja Eomma" ucap nyonya Oh

"E-eh" ucap Luhan kaget. Sambil mengelus rambut Ziyu dengan kasih sayang. Ia tak sadar ternyata sepasang mata memperhatikannya.

"Indah" gumam lelaki itu.

"Ah baiklah eomma, hanya lain saja rasanya, sudah lama tidak memanggil seorang eomma . Hehe" ucap Luhan.

"Tak apa, aku juga senang mempunyai anak sepertimu, pasti kau akan memberikan ku desain pakaian musim dingin yang meeah bukan " ucap nyonya oh dengan nada candanya. Namun ditanggapi serius oleh Luhan.

"Tentu eomma, aku akan merancang pakaian untuk eomma, sesuai dengan selera eomma, simple tapi mewah" ucap luhan sambil senyum.

"Ahh, eomma hanya bercanda sayang" ucap nyonyah Oh

"Ah tidak apa eomma, anggap saja sebagai hadiah musim dingin, hehe" ucap luhan. Ia sangat senang, setelah sekian lama ia memanggil eomma. Tentu ia tahu bagaimana rasanya menjadi Ziyu.

"Boleh ku tahu eomma? Berapa umur puteramu ?" Ucap Luhan.

"Apakah kau tertarik dengan putera ku?" Ucap nyonya Oh

"Aa-aku hany-" ucap luhan

"Eomma bercanda sayang, tapi kalau benar tak apa, aku senang padamu. Umur sehun 26 nak" ucap nyonya Oh. Luhan heran apa sebenarnya isi kepala nyonya Oh ini.

"Ah, dia menikah muda ya,? " ucap luhan

"Ah itu, tidak.. Dia belum menikah" ucap nyonya oh sambil meminum teh nya dengan santai setelah pelayan mengantar. Ia tetap ramah kepala pelayan walaupun merupakan orang terkaya di Korea. Ini membuat Luhan takjub.

"Tapi.. Ziyu ?"ucap Luhan

"Ah Ziyu" ucap nona Oh, lalu bercerita kepada Luhan tentang Sehun.

Luhan kaget mendengar ucapan nyonya Oh, begitu sedih dulu nasib anak yang digendongnya ini. Ziyu tertidur pulas dipelukannya. Padahal makanan sudah datang, ia tak tega membangunkannya.

Nyonya Oh melihat perlakuan lembuh Luhan kepada Ziyu. Itu membuatnya ingin memukul kepala Sehun karna tidak mencarikan eomma untuk cucunya.

Setelah banyak berbincang bincang, nyonya Oh menyadari bahwa Luhan kelelahan namun Luhan tak tega manganggu tidur Ziyu, ia mengerti, perjalanan dari Paris ke Korea bukan lah sebentar

"Oh Sehun" panggil eomma sehun

"Gendong anak mu. Mari pulang, kasian luhannieku sudah lelah" ucap nyonya Oh. Sehun pun mengangguk. Mengambil Ziyu dari gendongan Luhan.

"Terimakasih ne," ucap Sehun

"Biarkan aku yang membayarnya" lanjut sehun

"Tak apa, aku saja, anggap saja untuk anak menggemaskan ini" cubitan lembut Luhan kepada Ziyu ternyata menganggu yodur Ziyu. Ziyu terbangun. Kemudian ia menangis.

"Eomma.. Hiiiks..hiks.. " tangis Ziyu

Sehun kaget, begitu pula Luhan. Sehun menenangkan Ziyu. Namun sia sia

Lalu memberikan Ziyu kepada Luhan "Gendong dulu" ucap datar sehun

Orang dewasa disitu hanya tersenyum melihatnya, seakan melihat keluarga kecil yang menenangkan anak nya yang sedah rewel. Luhan mengambil Ziyu.

"Cup..cup.. Anak lelaki tidak menangis sayang.. " ujar luhar sambil menepuk nemuk punggung Ziyu. Kemudian ajaibnya Ziyu langsung diam

"Kenapa Ziyu menangis ? " tanya Luhan

"Z--ziyu hanya takut eomma pelgi, z-ziyu ingin belmain sama eomma.. Jangan pelgi lagi eomma" ucap Ziyu

'Mati aku' batin Sehun

"Baiklah baiklah, eomma tidak meninggalkan Ziyu, tapi berhenti menangis ne? Anak lelaki tidak menangis sayang" ucapnya sambil menenangkan Ziyu

Nyonya oh,tuan Oh, tuan Xi tersenyum melihat perlakuan luhan.

"Ku rasa sebentar lagi kita besanan haha" ucap tuan Xi kepada tuan oh

"Kupikir juga begitu. Lihatlah anakmu itu mabis sekali" ucap tuan Oh

"Hei, kau lelaki tua, jangan menggoda anakku" ucap tuan Xi

Kemudian mereka tertawa bersama lagi.

"Benalkah eomma? Eomma mau belmain dengan Ziyu? Ziyu ounya banyak mainan dilumah eomma, ayo kita pulang eomma" ucap Ziyu

'Mati aku, bagaimana ini' batin luhan

"Tentu sayang, tapi eomma tidak bisa kerumah Ziyu, eomma punya rumah sendiri" ucap Luhan

"Hiks..hik..ks.. Eomma" Ziyu menangis lagi. Sehun menggeleng. Kalau begini ia tidak tahu harus bicara apa.

"Ziyu, ayo kita beli robot iron man kapten" rayu Sehun

"Tidak!!" Teriak Ziyu

"Ziyu mau eomma, bukan lobot ilon man" banyah Ziyu

"Ahh begini saja, eomma pulang dulu, lalu eomma akan kembali, bagaimana? Tapi Ziyu harus sabar, tidak boleh menangis. Tidak boleh melawan appa ? Bagaimana ? Eomma suka dengan anak baik, eomma tidak suka dengan anak yang tidak mau menuruti appanya. Bagaimana?" Ucap Luhan kepada Ziyu

"Oke eomma, ziyu akan jadi anak baik. Eomma cepat kembali ya. Ziyu akan melindukan oemma" ucap ziyu lalu memeluk eommanya .hehe

Mata Luhan berkaca kaca ,tak sanggup membohongin anak manis didepannya ini.

"Baiklah sekarang, pulang" ucap Ziyu dengan senyumnya . Memberikan Ziyu pada Sehun

"Ingat janjimu, aku tidak mau melihat Ziyu merengek meminta bertemu denganmu, tanggung jawab dengan anak ini" bisik Sehun kepada Luhan. Luhan terkejut. Namun si tuan Oh Sehun bodoh ini malah tersenyum.

"Baiklah.. Sekarang pulang lah, " ujar Luhan

"Eomma, halaboci eomma, Ziyu pulang ne? Eomma jangan lupa dengan janji eomma ne,? "Ucap Ziyu sambil mencium pipin Luhan.

"Aku pamit ne eomma , tuan Oh " ucap luhan sambil menundukan badannya.

"Panggil appa saja " ucap tuan Oh

"Haha, pertemuan ini sangat tidak terduga, baiklah appa" senyum luhan

"Aigu, anakku manis sekali " ucap tuan oh kepada Luhan. Muka luhan pun memerah

Kemudian semuanya pulang. Sepanjang perpusahannya, luhan tersenyum melihat betapa manisnya Ziyu itu.

"Haha, anak ku sudah menjadi eomma" ucap tuan Xi pada Luhan.

"Appa!!" Ucap Luhan marah pada appanya

"Tapi aku menyukai Ziyu appa, dia menggemaskan, lihat tadi, apa appa tau bagaimana ceritanya Ziyu?" Tanya Luhan

"Kau menyukai anaknya atau appa nya?"Ucap tuan Xi menggoda anaknya . Kemudian mengangguk.

"Ne, appa sudah tau" ujar tuan Xi.

"Aku tidak tega melihatnya appa" ucap luhan sambil membayangkan Ziyu

"Kalau tidak tega, jadikam saja dia anakmu, appa tak masalah dengan Oh Sehun itu" ucap tuan Xi

"APPA!!" Teriak Luhan

"Haha baiklah baiklah, kau ini galak sekali, kita ke kantor dulu ne? Appa masih ada meeting, itu semua tertunda karna ulah mu"

Ucap tuan Xi

"Kenapa aku yang salah ? "Ucap luhan

"Appa penampilanmu tetap membuat ku takjub appa, aku ingin menikahi mu saja appa" ucap luhan dengan nada manjanya

"Haha luhannie ini ada ada saja, tentu appa tidak mau terlihat tua diumur segini " ucap tuan Xi

"Appa, aku merindukan kyungie dan baekhyunnie ku tersayang" ucap Luhan

"Ahh.. Mereka sudah menikah,tidak seperti mu, menyendiri terus" goda tuan Xi

"APA??!!!!" Teriak luhan yang memekikkan suaranya.

"Bagaimana bisa mereka tidak memberi tahuku appa ?" Ucapnya dengan mata berkaca

"Appa becanda luhannie sayang" ucap tuan xi dengan nada bercandanya.

"Iss appa ini"ucao Luhan dengan dead eyesnya

"Aigu, lucunya tuan puteri ini" ucap tuan Xi

"Bagaimana bisnis mu?" Tanyanya

To Be Continue

komentar sangat diharapkan jika menurut kalian ceritaku menarik hhehe. Aku selalu ragu buat lankutin cerita ini. karna kurasa kurang banyak yang minatin FF ini hehe

사랑해

HULAAAAA

maafkan segala ketypoan ku, kalimat ku yang kacau. review juseyoo.. review kalian sangat berpengaruh bagi diriku hehe

#salam hangat golden