Aku terbangun.

Terbangun diatas tempat yang dingin nan gelap. Namun, tidak terlalu gelap karena ada 2 lilin kecil yang menggantung diatasku dan...

'Tes'

"Big Fuckk".

Cairan lilin itu menetes tepat di atas nippleku yang sudah memerah karena penjepit nipple.

"Ahh..lepaskan aku".

Aku terus meronta. Meronta sekuat tenaga karena panas lilin yang menyakitkan, yang membuatku hampir menitikan air mata. Namun, sekuat apapun aku meronta, aku hanya semakin menyiksa tubuhku, pergelangan tanganku, nippleku dan holeku yang dibiarkan terbuka tanpa sesuatu yang besar mengisinya.

"Bagaimana Jeon Jungkook, apa kau menikmatinya?".

Dari kegelapan itu, aku bisa melihat banyak pasang mata mulai mendekat. Semakin dekat, hingga kurasakan permukaan jari yang hangat menyentuh-

"Nghh!".

-Hole ku. Membuat tubuhku tiba tiba menggelinjang kuat.

"Kau kah kelinci kecil yang menggoda kami dari balik jendela apartemen dengan hole mungil mu ini... Hhm??".

Lelaki bertangan kekar itu mendorong jari tengahnya masuk kedalam holeku. Semakin dalam sampai jari tengah itu termakan sepenuhnya.

"Ku mohon jangan ngh .. Ke-keluarkan jarimu, tuan!! Hm".

Dia menggeleng, dengan wajahnya yang tegas, khas pria berumur 40-an. Sedangkan aku hanya bergidik ngeri ketika pria itu menarik jarinya, lalu mengarahkan penis besarnya kedepan pintu holeku dan mengeseknya.

"Shitt!! Tuan Kumohon jangan... ..nghh..Tuan Kumohon.. Lepaskan aku.. Aku berjanji akan memberikan semua uangku padamu..Tuan..".

Aku memberontak tidak terima holeku dilecehkan seperti ini. Apalagi hal ini dilakukan oleh orang yang sama sekali tidak ku kenal membuatku semakin marah dan meronta kuat.

Ya, aku tau diperkosa beramai ramai termasuk dalam imajinasiku tapi- tapi aku tak pernah menginginkan semua ini benar benar terjadi. Sungguh!

"Ayo kawan! Kita nikmati kelinci kecil ini bersama sama hahaha".

Ucapan pria disamping tubuhku membuatku merinding seketika dan memberontak sia sia. Semua orang tertawa disekelilingku sampai tangan kotor mereka menjelajahi tubuhku, menjilat leher dan perutku, meremas penisku lalu mengocoknya kasar dan ada yang menarik paksa penjepit nipple lalu mengusap, memilin nippleku menggoda. Membuatku mendesah tanpa sengaja.

Sedangkan, pria dihadapanku tengah menatapku penuh nafsu dan berucap tanpa suara.

'Bitch'

Ucapnya, kemudi mendorong kuat penisnya kedalam holeku. Membuatku berteriak kesakitan, namun teriakan itu segera berakhir ketika seseorang menjambak rambutku dan memasukan penisnya kedalam mulutku. Memaju mundurkan benda itu sampai aku tersedak berkali kali.

Air mata menetes dari sudut mataku. Semua gerakan mereka berkolaborasi membuat tubuhku memanas, membuat nipple ku menegang keras, membuat holeku meremas-remas penuh nikmat dan membuat penisku berkedut kuat.

Ketika dirasakan klimaksku akan datang, semua orang seakan mengerti. Kocokan di penisku semakin kuat dan hentakan di holeku semakin menggila.

"Ahhh.. Ahhh more moree..more".

Pria itu menghujam hole ku semakin cepat. Hingga..

"ARGHHHHH...".

CROTT

CROTT

CROTT

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Spermaku tiba tiba menyembur kuat dan -

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

-Aku terbangun di kamar tidurku dengan tubuh telanjang dan penis yang masih menyemburkan sperma.

Saat itu aku sadar, bahwa semua itu hanyalah...

Mimpi.

"Ck.. Mimpi basah lagi. Fuck!".

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

12.04 PM

Aku Jeon Jungkook yang kini sedang mengacak rambut frustasi, mengingat kejadian tadi pagi. Sungguh rasanya begitu membingungkan antara malu, nikmat dan penuh hina yang membaur jadi satu.

"Jungkook-ah. Kau kenapa? Ada ssaengfans masuk kerumah mu?".

Aku menatap asal suara itu dan memberikan senyum tipis.

"Tidak, Jimin. Aku hanya sedang memikirkan strategi untuk babak final".

Dia tersenyum lalu menyikut lenganku pelan.

"Hey bro... Lihatlah adik kecil kita ini yang memikirkan hal bermanfaat. Tidak sepertimu, J-Horse... Yang hanya memikirkan gadis milik orang hahaha".

'Tuk'

Orang yang dipanggil J-Horse atau Hoseok itu memukul kepala Jimin dengan sendok yang dipenuhi kuah. Jimin yang tidak terima segera menuangkan saos dan mayones ke rambut Hoseok. Membuat mereka saling bertengkar dan menjadi pusat perhatian di kantin . Aku yang tidak nyaman segera beranjak pergi tanpa sepatah katapun.

"Jungkook-ah kemarilah bergabung bersama kami...".

Aku menengok kesamping, dan mendapati Chanyeol-Hyung (Ketua Tim Basket) bersama anggota lainnya sedang melambai padaku.

"Maaf, Hyung! Aku sedang ada janji.. Lain kali saja. bye".

Ucapku sambil tersenyum dan pergi.

,

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Saat ini aku berada di kamar mandi lantai tiga. Kamar mandi ini adalah kamar mandi lama di lantai paling atas, lokasinya yang jauh serta hanya beberapa toilet saja yang bisa digunakan membuat kamar mandi ini jarang dikunjungi siswa. Namun, Justru suasana ini yang paling cocok untuku. Seperti sekarang, aku sedang bermain game (tanpa suara) sambil duduk diatas toilet.

Bilik toilet terbuat dari besi panjang yang menutupi kaki ku sehingga aku tak perlu takut jika seseorang mengetahui keberadaanku.

'Brangg'

Kegiatanku berhenti saat mendengar seseorang memasuki toilet dan berjalan menuju salah satu bilik disampingku. Setelah itu ada bunyi ponsel bergetar, lalu disusul dengan decakan kesal seorang lelaki.

'Mau apa siswa ini?'.

Batinku dan mencoba fokus pada game. Namun, tiba tiba suara lain datang.

"Sayang, kau disini??".

Mataku membelak, ketika menyadari suara gadis berjalan mendekat dan berhenti tepat dibilik lelaki itu.

"Kau, tampak semakin cantik, Irene! Kemarilah".

Setelah sang lelaki mengatakan hal tersebut terdengar suara cumbuan khas seseorang yang sedang berciuman. Mendengar hal menjijikan tersebut aku segera meraih saku untuk mengambil hetset.

'Damn'

Umpatku tanpa suara saat menyadari bahwa hetsetku tertinggal di loker. Saat megetahui hal itu aku ingin beranjak keluar namun kaki ku tertahan dan ragu.

"Hmm.. Dadamu sangat besar. Apakah ini silikon? Kkkk".

"Shhh... Jangan terlalu banyak bicara kkk. Cukup masukan ke mulutmu, Chagi. Nghhhh ahh... Shhh...lidahmu sangat lihay mmmm.. Gigit putingnya!!! mmm ahh".

Mendengar pembicaraan mereka semakin intim dan desahan desahan sensual yang mereka ciptakan. Entah kenapa membuatku semakin tertekan, terintimidasi, takut jika mereka tau aku disini mengetahui adegan mereka.

"Nghh... Masuki aku Chagi! Aku sudah tidak tahan".

"Kalau begitu.. Lepas celana dalammu, Iren".

"Aku sudah melepasnya dari tadi...

Kau lihat! Dia sudah basahh".

"Good Girl...".

Setelah percakapan itu, terdengar suara sex yang menggila bersama deruan nafas dan kecipak cairan wanita yang berpadu dengan hentakan hentakan kasar lelaki. Ketika suara itu menggema dalam ruangan. Kepala ku semakin pusing, tubuhku merinding, aku seakan kebingung tentang apa yang harus kulakukan. Aku tertekan, sangat!

"Ahhhh.. Lubangmu meremas kejantananku mhhhngh".

Tiba tiba suara berat itu membuatku menggelinjang. Membuatku buru buru mengapit pahaku, menahan sesuatu yang bangun di antara celanaku.

'Fuck kenapa ini?'

Batinku panik dan menekan nekan kejantananku.

'Kenapa?'

"Nghhh..mmmm..nghhhh.. Enakk.mm".

Suara husky lelaki itu seakan akan mengisi otaku, membuat tubuhku seakan akan memanas dan berkeringat. Bahakan libidoku naik dengan mudah karena suaranya. Fuck, Aku kenapa??

Bahkan desahan wanita dan pria itu saling menyatu. Namun, ditelingaku hanya terdengar lelaki itu mendesah, bahkan karena suara seksinya, aku kini telah menarik turun celanaku memasukan jari jariku kedalam hole lalu mengocoknya brutal sesuai dengan hentakan pria itu.

"Nghhh nghhh ahhh shhh".

Suara pria itu semakin nyaring. Membuatku mengocok hole dan penisku semakin cepat sambil mengigit bibirku kuat kuat agar tidak mendesah.

"Fuckkhh mmm..mmm..mm aku aku akan segera cum. Bersiaplah".

Aku mengangguk. Walau aku tau itu bukan untuku. Kugigit lenganku kuat kuat dan kupercepat hentakan jariku didalam hole. Semakin cepat sampai pipiku memerah, mataku berkunag kunang nikmat dan.

"ARGHHH...".

Lelaki itu menyemburkan sperma bersamaan dengan spermaku. Bedanya dia dan wanita itu bisa mengerang bebas, sedangkan aku hanya bisa mengigit lengan sampai berdarah.

Setelah klimaks aku perlahan-lahan menurunkan kakiku dan bernafas sepelan mungkin. Tubuhku lemas (sangat!) , membuatku ingin beristirahat sebentar sambil memulihkan tenaga.

Namun, sebelum aku benar benar tertidur. Aku mendengar suara gadis itu lagi.

"Kkkk.. Kau hebat!

Kim Taehyung".

.

.

.

'Kim Taehyung?'

Mendengar namanya membuat aku menyungingkan seringai sambil mengulang namanya berkali kali sampai akhirnya tertidur pulas dan memimpikan hal menyenangkan selanjutnya, bersamamu...

Kim Taehyung

.

.

FF gua aneh kaga sih? :v

Komen aja lah kalo kalian ada kaga ngertinya, ff terlalu panjang, terlalu banyak naena, kaga ngerti. Gua bakal perbaiki.

Buat para 'Pembangun Semangat' . Thanks udah folow dan komen cp 2

#Cora-sshi00 #howsee #Rizekun697 #Viellert #JJR01

#AldaChr #mawar biru #vkooknokookv #JJKookie #dianaindriani #noonim #SwaggxrBang

So, ini 30 DESEMBER 2017

HAPPY BIRTHDAY KIM TAEHYUNG RL.

SEMOGA PANJANG UMUR, MAKIN GANTENG, DAN MAKIN BISA MAJAIN SI KUKI KKK..

TOLONG AJA JAN MENTANG ULTAH TERUS NYODOK SI KUKI SEJAM SEKALI. :V KKKK

DAH AH.

Thanks