Kuroko No Basuke milik Fujimaki-sensei

Story plot ya milik saya #digebuk

LETS BE IN PEACE AND LOVES SPORT ESPECIALLY BASKETBALL.

LONG LIVE SPORTS!


Dan terjawab sudah siapa sosok yang ditarik oleh Riko untuk masuk ke dalam ruangan gymnasium. Itu adalah dirimu. Memakai baju kesayanganmu-baju t-shirt dengan jaket warna favoritmu dan mini jeans juga sepasang sepatu ket berwarna warna kesukaanmu.

"Nah, ini dia yang aku maksud!" Sahutnya sambil menarik lenganmu dan menepuk pundak, berkata, "Perkenalkan dirimu dulu, gih." Dan kau mengangguk untuk segera memperkenalkan dirimu.

"Konnichiwa, namaku (First Name) (Last Name). Kalian bisa memanggilku (Name). Yoroshiku onegaishimasu." dana kaupun memberi hormat ala Jepang sebelum berdiri lagi.

"Dia ini sepupu jauhku. Jadi karena situasi pekerjaan orangtuanya, maka dia pindah dari Amerika ke Jepang dan akan bersekolah disini bersama kita-Oh! Kau juga akan tinggal denganku dan Ayah, 'kan (Name)-chan?" ujarnya sambil tersenyum manis padamu, membuatmu hanya bisa mengangguk pelan. "I-Iya, Riko-Oneechan.."

"Ano," sebuah tangan kanan terangkat dari pemuda kecil berambut merah kehitaman itu.

"Hm? Ada apa, Kagami-kun?" tanya Riko, menoleh ke arah pemuda bertubuh tinggi seperti gorila tersebut. Dan Author pun dihajar dengan bola basket oleh Kagami ke ring atas.

Baiklah, lanjut.

"Uhm, kenapa (Name) memanggilmu dengan 'Riko-Oneechan'?" tanyanya dengan bingung dan ingin dijawab olehmu tapi langsung disambut oleh Riko dengan riang.

"Karena dia lebih muda daripada aku. Dan dia sering memanggilku 'Onee-chan~, Onee-chan~' saat kecil! Ahh~ Kawaii desu yo~" dan spontan itu membuatmu memerah, mencoba menghentikan godaan sang pelatih.

"Ya-Yamete yo, aku disini bukan untuk dipermalukan!" ujarmu rada mengerang mangkel sebelum ia meminta maaf dengan entengnya dan berkata, "Gomen, gomen. Well, mending biar lebih afdol aku akan kenalkan mereka padamu satu persatu. BOYS!"

Serentak mereka langsung berbaris rapi layaknya pasukan tentara kesentak gegara teriakan komandan perangnya, sementara Riko mengenalkan mereka satu-persatu. Karena kau tak tahu bagaimana caranya Riko melatih mereka. Yah, penderitaan klub basket punya manager seperti dia.

"Ini Junpei Hyuga, kapten dari tim basket kami." ia mengenalkanmu pada pemuda berkacamata sementara kau hanya mengangguk kecil, mengerti saat Riko melanjutkan jalannya yang sempat berhenti tadi, perlahan.

"Lalu ini Kiyoshi Teppei, Shun Izuki, Hiroshi Fukuda, Satoshi Tsuchida, Koichi Kawahara, Koki Furihata, Rinnosuke Mitobe, Shinji Koganei, Kagami Taiga, lalu yang terakhir Kuro-Eh? Dimana Kuroko? Kok ngilang?" Riko celingak-celiguk bersama para anggota yang lainnya, mencari Kuroko yang hilang.

Kau pun hanya bisa mengedipkan mata memandang mereka yang mencari temannya, sebelum kau melihat bayangan samar-samar dekat dan menyipitkan matamu untuk melihat lebih jelas.

"Uhh.. minna?" Mereka menoleh padamu saat kau bilang dengan menunjuk pada arah sebelah Kagami. "Uhm, dia ada disitu." Dan mereka langsung menoleh ke arah yang ditunjuk olehmu, tempat dimana pemuda berambut torquise itu berdiri.

"WWWHHHAAA!"

"Mattaku.. bikin panik saja.." Riko memijit batang hidungnya sambil menghela napas sementara yang lain cuma bisa facepalm atau apapun lah gitu. Bisa reader bayangkan sendiri karena Author malas.

Dan seketika Author digebuk massa oleh semua karakter.

Baiklah, kita lanjut, nee?

"Sumimasen. Tapi dari tadi aku memang disini." ujarnya dan Kagami hanya menggeram kecil, Hyuga menyahut. "Apa boleh buat, Kuroko-kun hawa keberadaannya tipis.." Riko menghela napas dan menoleh padamu. "Dan yang ini Kuroko Tetsuya."

"Salam kenal, (Last Name)-san." ia memberimu hormat dan kau mengangguk. "Iya. Salam kenal juga, minna."

'Matanya... besar.' dan itulah first impression dirimu mengenai Kuroko. Sedangkan Kagami? 'Hmm... Alisnya kok terbelah?'

Baiklah, kalian dan Kagami bisa memukul Author setelah ini.

Riko kemudian ingat sesuatu. "Oh, iya! (Name)-chan, kau bisa kan tunjukkan ke mereka?" kau bingung, mengangkat alis sebelah. "Menunjukkan apa?"

"Yang 'itu' lho! Masa' kamu tidak ingat sich? Kemarin 'kan kamu janji mau menunjukkan 'itu' pada mereka." ujarnya dan kau mulai ingat 'itu'.

"Ah, 'itu' ya! Tapi, apa tak apa-apa? Nanti mereka shock.." Kau menggigit bibirmu karena takut mereka begitu saat ia menunjukkan 'itu' pada mereka, tapi sepupumu yang bersemangat ini melah berpositive thinking.

"Iie, daijoubu desu yo. Sudahlah, percayakan saja padaku!" ujarnya sebelum Kiyoshi, sang pemuda bertumbuh tinggi menyahut. "Oi, kalian ini membicarakan apaan sich? Dan apa maksudmu dengan 'itu', Riko?" beberapa anggota juga bingung seperti dirinya.

Riko menunjukkan smirk khas nya dan menatap pada mereka yang tengah bingung.

Gulp. Uh-oh, sepertinya Riko Aida mulai menunjukkan bara api dari dalam matanya. Maksudnya semangat membara, reader. Bukan beneran.

"Khuhuhuhu... Kalian akan tahu nanti. Sekarang kita akan adakan duel. One on One. Kagami-kun." panggilnya dan Kagami terperanjat sat namanya dipanggil. "I-Iya?"

"Kau akan berduel dengan (Name)-chan." ujar Riko, seketika membuat semua orang tercengan akan perintah sang gadis, kecuali kau. Karena Riko yang memaksamu untuk duel dengan salah satu anggota tim kalau kau memang benar-benar ingin lihat seperti apa klub basket disana.

"H-Huh?!.. Oi! Jangan seenaknya-" "Kau berani menolak?" tanya Riko tajam, melirik pada Kagami yang ingin protes tapi segera menutup rapat mulutnya, takut nanti Riko malah mengamuk.

Riko menghela napas dan menoleh padamu. "(Name)-chan. Terserah padamu sekarang." ia melemparkan bola basket yang ia dapat padamu. Dengan segera kau menangkapnya dengan tanganmu dan mengangguk. "Baiklah."

Riko, Kagami dan kau berjalan menuju ke tengah lapangan court sementara yang lainnya menuju ke pinggiran lapangan dan duduk sambil menyaksikan apa yang akan terjadi nanti.

Kalian berdiri berhadapan. Dirimu mendongak ke atas untuk melihat Kagami yang memang bertubuh besar. Dan saat tahu ditatap begitu olehmu, dia menaikkan sebelah alisnya, sedikit keheranan. Kau sempat berpikir, apa bisa mengalahkan pemuda ini, yang punya kemampuan yang lebih darinya.

'Tak ada salahnya menunjukkan kemampuanku juga,' pikirmu dalam hati.

Riko memecahkan keheningan diantara kalian, juga berdiri diantara kalian dengan bola basket yang telah kau berikan padanya. "Yang bisa berhasil mencetak nilai duluan, dialah yang menang." jelasnya dan kalian berdua mengangguk mengerti.

"Bersiap..." aba-aba diberikan untuk bersiap. Kalian bersiap untuk menyelesaikan duel.

PRRRIIIITTTT!

DAAKK!

BBBEETTSS!

Yang pertama kali mendapatkan bolanya tentu saja Kagami. Selain badan dan porsi staminanya yang oke, ia berhasil mendapatkan bolanya setelah lompat lebih tinggi daripada dirimu dan mulai menuju ring sambil men-dribble bola.

'Astaga, ini terlalu mudah bagiku,' pikirnya dengan tampang bosan, tak tahu kalau kau megejarnya dengan kecepatan yang mungkin yang lain tak bisa bayangkan, dan sedetik kemudian dia berhenti seketika saat mengetahui bola ditangannya hilang dan telah direbut olehmu.

'A-Apa?!' pikir Kagami sebelum mencoba mengejar dan berlari untuk merebut bolanya dengan menge-blok nya. Tapi tebak apa yang terjadi?

Blok nya sia-sia. Dengan secepat kilat dan gesitnya, sepatu ket ber warnakan warna favoritmu membuat suara berdecit bersamaan dengan Kagami yang makin melebarkan matanya saat blok nya tak mempan dan kau pun mulai melompat dengan sekuat tenagamu.

"HHYAAA!"

DUUNNKKK!

Dan kau pun melakukan slam dunk, bergelantungan di ring selama beberapa detik sebelum akhirnya mendaratkan kakimu kembali ke lantai dan berdiri normal lagi. Kepalamu menoleh pada Kagami yang tercengang dan juga yang lainnya, kecuali Riko yang tersenyum puas sambil melipat kedua tangan di dadanya.

Suasana ruangan hening. Hanya ada nafas tertahan dan juga muka tak percaya memenuhi ruangan.

"T-Tidak mungkin.."

Dan kini sudah tahu siapa yang bisa dengan cepat mencetak lebih cepat. 1 - 0 untukmu VS Kagami.

"Kau.. Siapa kau sebenarnya?.." Ucapan pelan yang tertegun dari seorang Kagami Taiga, yang masih terpaku melihatmu yang hanya bersikap biasa.

Mendengar itu, kaupun hanya tersenyum manis, rambutmu kau kibaskan sebelum sedikit memiringkan kepala sambil berkata, "I told you already. (First Name) (Last Name), an ordinary girl that loves playing basketball."

TuberColoSis


Omake dan pojok review~ (Monggo mumpung masih anget :3)

D.N.A: Holla minna~ D.N.A-chan disini desu~ Ketemu lagi denganku dan Kurobas Characters disini ^^ Walaupun sebenarnya 2 hari yang lalu saya gak masuk kerja PKL / PSG karena sakit, tapi saya berusaha menyelesaikan dan mempersembahkan chapter selanjutnya untuk kalian, reader-tachi :3 Dan catat baik-baik, karena nanti bakal update cepet. (Gak tahu kapan pokoknya cepet.)

Kise: Aduh, kasihan sekali kau D.N.A-cchi.

Kagami: Itulah akibatnya karena kebanyakan mein internet dan kerja mulu.

Kuroko: Kau terdengar kejam sekali, Kagami-kun. *pokerface*

Kagami: Hey, aku 'kan bicara tentang fakta! *bela diri sendiri*

Midorima: Kalian berisik sekali, nanodayo. *benerin kacamata*

Murasakibara: Mau permen, biar merasa lebih baik, D.N.A-chi? *beri permen lolipop*

D.N.A: Arigatou.. *terima dan mulai batuk dikit* aduh, kepalaku pusing..

Aomine: Oh, minum obat aja sana.

Akashi: Mending kau istirahat saja. Biar kami yang menangani balasan reviewnya. Kise, Aomine, tolong bawa Author ke kamarnya. #sokperhatianlu #ditancepinguntingsamaakashi

Kise: siap!

Aomine: Oke

(Author dan dua GoM member keluar dari scene)

Akashi: Baiklah, jadi karena Author lagi kambuh sakitnya, maka kami sekarang yang menjajah dan berkuasa, terutama aku. *mulai yandere*

Kagami: Sok banget lu. #seketikamatikenagunting #hiduplagi(?)

Kuroko: *nggak nanggapin scene gore yang ada dibelakangnya, baca kertas review* Baiklah, mari kita mulai saja. Dari UseMyImagination-san. Salam kenal juga untukmu dari Author juga dengan senang hati Author menyambut welcomingmu. Dan tolong hentikan tawa anda. Agak menyaingi Akashi-kun. Dan ternyata anda tak suka dengan 2nd POV ya? Bisa ditebak. Author juga tak tahu gimana bisa chara x reader itu langsung banyak banget. Dan dengan senang hati Author menerimamu dan menanggapimu sebagai senpai dan temannya. Dan sama-sama.

Murasakibara: Aka-chi~ Aku lapar~

Akashi: Akan kuberikan potato chip kalau kau membacakan review selanjutnya. *lagi asyik nyiksa Kagami*

Murasakibara: Hnn~.. *baca kertas review* Ternyata ini dari meychan.5872682-san. Angkanya banyak banget~.. Pen name yang unik, sugee~ *lanjut baca* ya mau gimana lagi kalo memang ide D.N.A-chi cuma segitu waktu itu. Hah? Apa hebatnya sih pengecut itu sampai dirimu mau sama dia? Gak ada bagus-bagusnya juga. *langsung kesal karena ini tentang Kagami sebelum balik baca lagi* Tapi mungkin anda bisa memanggilnya dengan D.N.A-chan atau nama lainnya Shinju. Salam kenal untukmu dari Author dan.. *pake kacamata hitam biar gak silau*

Akashi: *nongol* Ngomong-ngomong, namanya Shinju itu artinya kan mutiara?

Murasakibara: Aka-chin, potato chipnya? *langsung nagih*

Akashi: Ini. *nyodor seplastik potato chip* Btw, kamu tolong urus anak tengik itu ya untukku. *nunjuk Kagami yang udah gak berdaya dihajar*

Kagami: *bonyok* S-Sialan..

Murasakibara: Imbalannya?

Akashi: Cemilan sepaket.

Murasakibara: Hnn~ Baiklah~.. *pergi*

Akashi: Baiklah. Karena kau sedang baik hati dan pegal karena cuma main bocah tengik itu saja, aku bacakan review yang the last but not the least. Hmm~.. Dari Ruki-chan SukiSuki'ssu-san. Sepertinya kau penggemar Kise ya? Gomen karena Kise sedang disuruh aku buat jaga Author. Kalau reviewnya dibalas sama aku ya tak masalah, ya 'kan?~ *yandere kumat* *waras lagi* Lanjut, Mungkin iya mungkin tidak. Katanya Author sih rada bingung pas bikin ini tapi ya mau itu prologue atau nggak ya terserah anda. Hmm~ Apakah ini Perasaanku saja atau kau mau kami menjadi Harem untukmu?~ *smirks* Well, lucky you karena kemungkinan 90% Author akan membuat 'About Them' fic ini menjadi Harem!Reader. Dan pasti, dia akan melanjutkannya. Kuroko, kerja bagus. *senyum*

Kuroko: Kerja bagus juga, Akashi-kun. *membungkuk dan berdiri lagi*

Akashi: Gimana kalau kita pergi minum teh? Kan sudah selesai.

Kuroko: Baiklah.

(Mereka pergi sementara Kagami masih dibantai oleh Murasakibasa)

Murasakibara: *bantai Kagami*

Kagami: *babak belur, kesal* Ugh.. sialan kau Kuroko.. Persetan.. TUNGGU PEMBALASANKU- *tepar, digebuk*

Murasakibara: Oh, maaf. Tongkatku meleset. Minna, see you next time.

.

Regards,

D.N.A Girlz