Kuroko No Basuke milik Fujimaki-sensei
Story plot ya milik saya #digebuk
LETS BE IN PEACE AND LOVES SPORT ESPECIALLY BASKETBALL.
LONG LIVE SPORTS!
"Hahh?! Asisten pelatih?!" seruan itu menggema di ruangan gymnasium milik Seirin High School. HIngga burung - burung yang ada diatas atap bangunan tersebut pun yang sekedar bertengger saja langsung terbang ketika dengar gemaan mendadak. Untungnya gema itu tak sampai mengganggu orang yang berada diluar area sana, tapi sayangnya untuk yang berada di dalam area tersebut hampir mengalami tuli pendengaran sesaat. Termasuk dirimu yang hanya bisa mematung lalu menggelengkan kepalamu agar oksigen masuk ke otakmu. Biar tidak budeg.
Riko, yang sudah tahu mereka akan memekik kaget seperti gadis – gadis yang sangat sedang ketakutan karena melihat tikus bersembunyi di bawah kasur mereka, menghela napas. "Sudah pasti kalian akan kaget kalau aku bilang begitu.." ujarnya pelan.
"Tentu saja lah, kami kaget karena kau langsung mengatakan itu! Apalagi, dia kan bukan siswi disini." semprot Hyuuga rada frustasi akan keputusan yang mendadak seperti itu.
"Ini sudah keputusan, Hyuuga-kun. Dan dia tak keberatan juga." Kau hanya bisa diam saja sambil bersweatdrop ria sambil menggigit bibir bawahmu. Memang sih, kau tak keberatan. Karena kau menyukai apapun yang bersangkutan akan permainan basket, tapi keputusan Riko jika dibantah dan protes, dia akan langsung melakukan wrestling jika kau tak patuh padanya. Mungkin kau juga tak tahu kalau beberapa anggota sudah pernah merasakan beberapa punishment dari sepupu jauhmu.
"Lagipula dia akan bersekolah disini, kan sudah kubilang tadi." ujarnya sambil melipatkan kedua tangan di dadanya.
"Tidak. Kau tidak bilang yang bagian itu." selanya.
"Aku bilang kok."
"Tidak."
"Iya."
"Tidak."
"Iya."
"Tidak."
"Iya."
"Tidak."
"Iya."
"Ti-"
"Tolong semuanya hentikan." Semuanya diam dan beralih ke arah sumber suara yang membuat dua senior berbeda gender ini menghentikan perdebatannya, ikut menoleh ke seorang pemuda berambut torquise, yang tepat berada didepan antara mereka. Kau berpikir sejak kapan ia bisa langsung ada disitu. Padahal dia selama ini berada di sisi pemuda yang bernama Kagami itu. Mungkin memang benar kata Hyuuga. Ia punya hawa keberadaan yang tipis.
"Senpai, tolong hentikan. Disini bukan tempat untuk berdebat." ujarnya bijak. Oke, ini OOC. Sejak kapan Kuroko jadi OOC? Kita juga tak tahu bahkan author juga. Lanjut.
Hyugga dan Riko pun langsung diam setelah mendengar ujaran Kuroko. "Baiklah, kambali ke topik sebelumnya. (Name)-chan." Kau mendongak padaya. "Iya?"
"Kau setuju dengan keputusanku menjadikanmu sebagai asisten pelatih 'kan?" tanyanya dan kau hanya bisa menggangguk kecil. Ini demi kebaikan klub basket.
Riko menghadap kepada para anggota Seirin team. "Sesuai pernyataan dari (Name)-chan, bahwa dia sudah kuangkat jadi asisten pelatih jadi dia bisa mengawasi kalian walau aku tak ada untuk mengawasi kalian latihan. Dan itu dimulai dari besok karena dia akan masuk bersekolah disini. Ada tambahan?" semua anggota hanya diam.
"Jadi semuanya setuju ya, kalau (Name)-chan menjadi asisten pelatih?" semua anggota mengiyakan sebelum Riko tersenyum puas.
Sore menampakkan diri, matahari mulai kembali ke peraduannya saat pukul lima sore yang kau lihat di jam tanganmu menunjukan waktu tersebut.
"Hm.." Riko yang sudah beres - beres, kembali menghampirimu. "(Name)-chan, ayo kita pulang." Kau mengangguk dan kalian pergi menuju ke rumah sepupumu.
Setelah beberapa menit berjalan kaki, kalian sampai di sebuah rumah yang kecil namun nyaman. "Tadaima!" Riko menyahut sambil membukan pintu dan kau masuk sebelum ia menutupnya kembali.
Sambil melepas sepatumu dan memakai sandal rumah, kau berkata pada Riko. "Aku ke kamar dulu ya." Riko mengannguk sambil membalas kalau dia akan memanggilnya saat makan malam sudah siap.
menuju kamarmu yang berada di lantai dua. Setelah sampai, kaupun membuk pintu kamar dan menyalakan lampu kamarmu.
Ukuran kamarmu yang lumayan sedang, tidak sempit ataupun lebar, membuatmu nyaman dan juga, kau sudah unpackaging dari kemarin - kemarin. Kau tiba sehari lebih awal dari hari ini.
'Dan besok aku akan bersekolah di sekolah Riko-Oneechan..' pikirmu, sambil duduk di pinggir kasur empukmu. Kau lalu membaringkan dirimu di kasurmu sambil memandang kosong langit- langit kamarmu. Kau mulai memngingat semua yang terjadi hari ini. Dipaksa dan diseret oleh Riko ke klub basket, berkenalan dengan anggota -anggota hingga berduel dengan pemuda bernama Kagami dan terakhir ditunjuk sebagai asisten manajer.
Badanmu rasanya mau remuk. "Ukh.. Kakiku kesemutan.." keluhmu dengan menggeram sedikit. Kakimu kebanyakan bergerak setelah duel. Kau bangkit dari tidurmu dan berniat untuk mandi dengan air panas yang menyegarkan dan pakai piyamamu sebelum makan malam dengan Riko dan Paman Kagetora lalu berbalik menuju kamarmu yang cozy dan tidur dengan lelap disana semalaman penuh.
Tak terasa malampun mulai berganti pagi lagi. Waktu berlalu lambat. Tidak untukmu. Kau bangun telat.
"AAAHHHH! AKU TELATTT!"
Ya. Bangun telat.
Setelah bangkit dari tidurmu, alih - alih berdiri, kau melihat seragam dan sebuah catatan kecil diatasnya. Kau berkedip sebentar lalu mengambil catatan kecil itu sebelum mebacanya dan langsung sweatdrop. Mau tahu isinya gimana? Nih.
(Name)-chan. Ini seragam dan juga perlengkapan sekolah yang harus kamu bawa di sekolah. Aku duluan berangkat soalnya kamu tidurnya ngorok dan susah ngebanguninnya. Jangan sampai telat ke klub basket nanti ya~
Riko
"Sialan..Riko-Oneechan malah tidak membangunkanku.. Malah cuma ditinggal catatan beginian.. Dasar.." kau hanya bisa menghela napas dan langsung bersiap - siap.
Menuruni tangga, kaupun menuju dapur untuk mengambil roti berselai kesukaanmu dan menyapa Kagetora yang sedang membaca koran. "Ohayou, Paman." Ia mendongak dan terenyum tipis. "Ohayou, (Name). Mau berangkat?" tanyanya dan disambut dengan anggukanmu.
"Iya. Aku pergi dulu. Dah, Paman!" ujarmu sambil membawa roti di tanganmu dan keluar dari rumah untuk menuju ke jalan yang membawamu ke sekolah dengan kakimu yang berlari kecil.
Roti yang berada di tanganmu kini sudah pindah ke mulutmu yang mengunyah benda empuk berbentuk persegi tersebut sambil terus berlari kecil.
Tak terasa lima menit kau berlari dan gerbang sekolah sudah terlihat tak jauh dari jarakmu. Akhirnya kau akan bisa bernapas lega~ Dan didalam bayanganmu akan ada dirimu, melewati gerbang itu dengan mulus dan aman, dan sentosa. Seperti terbang dengan indahnya disertai sparkling mengelilingi sekitarmu dan wajahmu terlihat bahagia. Dan...
"Ahh!"
Kau terjatuh setelah menabrak seseorang dan terjatuh ke jalanan aspal sambil menggerutu kesakitan, "Aduh.. Itte.." gerutumu sambil menahan sakit sebentar sebelum sebuah tangan menjulurdihadapanmu dan mendongak, untuk melihat orang yang telah menabrakmu tadi.
"Kau tak apa - apa? Maafkan aku tadi menabrakmu, nona."
TuBerColosis
Omake dan pojok review~ (Monggo dilihat dan ditimpuk(?) :3)
Hehehe... HUAAHAHAHHHAHAHAHA #ketawaalapsikopat #plakk gua jahat bener nih, di TBC in segala, ya kan? #ditimpukbolabasket yah, gomen ne karena gak apdet selama 2 minggu ini. Sibuk PKL dan juga banyak kerjaan. Apalagi rikuesan dari temanku. Hadeh.. doakan aja aku bisa apdet secepatnya lagi apalagi gue udah janji sama kalian buat apdet cepet QAQ. Maunya masih nerusin cerita ini kok jadi jangan kuatir, ok? (owo)b
Kagami: Oi, Shinju. Minta obat sakit kepala dong.
Shinju: Buat apa? *bingung, pegang obat sakit kepala*
Kagami: Gue lagi pening nih. Makanya gue minta obat sama lu.
Kuroko: minta pijat sama sama Shunju-san. *ngusul*
Kagami: Hah? Pijat?
Kise: Hah? Memangnya bisa pijat ya? *kepo*
Aomine: Gak percaya ah! *muncul*
Shinju: Eh? EHH? *bingung*
Kagami: Kalo lu emang bisa bukti'in, gue bakal bikinin lu masakan special gue.
Shinju: *ngiler pas denger makanan* OK!
(Dan scene diisi oleh sang Author yang memijat kepala orang yang pening satu ini)
Kise: Wahh... Ternyata Shinjucchi memang pintar mijat, liat saja. Muka Kagamicchi jadi aneh gitu
Kagami: *udah muka kepuasan dipijat* #bisaandabayangkansendiri
Shinju: Ah, btw Mura-kun dan Sei-kun ada dimana? *masih mijat*
Aomine: Ah, iya ya- Nah, itu udah balik.
Akashi dan Murasakibara muncul.
Akashi: Maaf menunggu lama.
Murasakibara: Maaf, ya. Kami beli snack tadi. *ngunyah potato chip*
Shinju: Tak apa - apa, tapi yang penting kalian bacakan saja reviewnya. Kise-kun, Sei-kun. Kayaknya banyak yang minta kalian bacakan reviewnya. Tolong ya? ^-^ Yang lainnya juga tolong ya #aurayanderekumat #kalolugakbacainreviewguebunuhlu
Aomine: Oke deh, cih. Daripada gue nanti ditempeleng.. Oke, ini dari... 46-Kucing Ganteng-san... Isinya... Pfft! Huahahahahaha #ketawangakak Oi, kepala gede! (maksudnya Kagami) Lu di chapter kan dikalahin. reviewnya dia seneng tuh, nasib banget lu ye! Hahahaha...
Kagami: Urusai! Lagi pening malah lu gangguin aje! *marahnya kumat*
Shinju: Heh, Dakian! KALO LU CUMA NGATAIN TAIGA-KUN DOANG DAN GAK BACA REVIEW, GUA LEMPAR LU KE DALAM MAKANAN MOMOI-CHAN!
Aomine: ?! Cih, berisik..Oh, jadi intinya gua sih kalo bisa ngalahin tuh orang, kayak lu. Oi, Author! Kali ini lu dapet restu gue dah! (y)
Shinju: Apaan sih maksudnya? =='' Oke, selanjutnya!
Kise: Yosh, ini dari Ruki-chan SukiSuki-ssu-san. Wah, dia ternyata salah satu fans ku. Arigatou ya udah ngefans ama ku, ahaha... ^^ #plakk Yah, memang sih Akashicchi tahu segalanya. Katanya, reader nya disini jago main basket gitu. Emang bener ya?
Shinju: Lu liat aja di chapter 2 kemaren. Lagi sibuk nih #beralihprofesijaditukangpijat #wat
Kise: *sweatdrop* ... Uhm,.. Oke lah. Dan pasti Author gak bakal apdet lama kok. Stay tune ya! #kedipanmaut #hoekkz
Midorima: *baru muncul* maaf aku telat.
Shinju: Gapapa. Bacain reviewnya gih.
Midorima: Oke ini dari- Eh? Uhm.. Ano... *nyamperin Akashi yang ngobrol sama Kuroko*
Akashi: Hm? Sebaiknya ini penting karena kau menginterupsiku, Shintarou.
Midorima: Sebenarnya, mungkin ini penting. Dan review ini minta dibacakan olehmu. *serahin ke Akashi*
Akashi: Hm? *baca bentar* oh, kau boleh balik, Shintarou.
Midorima: *ngeluyur*
Akashi: Entah kenapa aku yang selalu jadi yang terakhir.. Kurasa reviewernya minta diinjek kali ya~ #yanderekumat Baiklah, kali ini dari Kumada Chiyu-san. Ah, memangnya selain genre harem, genre apa lagi yang anda suka? Dan terimakasih atas pujiannya. Hm? ini udah dibalas. Mau apalagi, ha? Shinju. Kami sudah selesai-
(di scene terlihat Kise nonton Kagami dan Aomine tawuran otot (?) dan author yg bengek lagi tidur di pangkuan Murasakibara yang makan, Kuroko dan Midorima malah main hom pim pah)
Akashi: ...Baiklah, sepertinya aku harus menutup sesi ini dikarenakan aku harus membantai mereka karena tak mendengarkanku. Jaa, mata ashita!
(Dan terdengarlah suara seperti panci garing (?) suara gebukan multi hingga bertubi - tubi, disambut dengan teriakan yang mematikan)
Owari.
~Preview~
...
"Ah, maaf! Aku tak sengaja!"
.
"Aku tak pernah tahu kau itu siapa."
.
"Jangan senang dulu, ini baru permulaan."
.
"Kagami-kun memang seperti itu. Tak apa - apa."
.
"Tak kusangka, kau itu memang unik. Persis seperti dugaanku."
regards,
D.N.A. Girlz
P.S: keep RnR dan Review please owo #puppyeyesAlfred #salahfandom
