Disclaimer : Untuk saat ini masih punya Masashi Kishimoto *sigh*
Warning! : Geje, OOC, author stress
-
Between Hyuuga and Uchiha
~ Party and Uchiha ~
-
Suara obrolan dan dentingan gelas serta candaan terdengar menyatu di salah satu ruangan luas di kediaman keluarga Hyuuga. Tampak beberapa pejabat tinggi Negara Hi dan orang- orang penting dari Konohagakure, termasuk Hokage sendiri. Para Jounin dan beberapa Chuunin yang tidak sedang ada misi terlihat mengobrol santai dalam balutan busana yang jauh lebih rapi dari biasanya.
Di salah satu sisi ruangan, sekelompok chuunin muda tampak berkumpul.
"Aku tak menyangka, di antara kita semua, Tuan Hyuuga ini yang duluan menikah." Kekeh Kiba sebelum menegak kembali minuman di tangannya.
"Kau lupa ya, ini bukan acara pernikahan. Tapi pertunangan." Shikamaru mengoreksi, merapikan kerah bajunya yang kurang nyaman.
"Sama saja. Intinya kan ada komitmen untuk berumah tangga." Bela Kiba tak mau kalah.
"Terserahlah." Shikamaru menjawab malas, menoleh ke tuan rumah. "Aku juga heran sebenarnya, bukankah bertunangan seperti ini malah merepotkan? Apalagi dengan gadis macam Sakura, yang kemungkinan besar merepotkan seperti Ino."
"Sakura tidak separah Ino. Jauh lebih baik malah." Neji menjawab singkat dengan nada cool-nya yang biasa. Mata lavendernya mengitari ruangan, mencoba menghilangkan kegugupan yang nyaris tidak bisa ia tutupi.
Alis Shikamaru bertaut. "Membela calon tunangan tampaknya."
"Tapi itu memang benar, Shikamaru. Sakura-chan 10 kali lebih baik daripada Ino!" kata Naruto bersemangat, sampai-sampai isi gelasnya nyaris tumpah. "Tukang gossip mengerikan…" lanjutnya sambil bergidik ngeri, mengingat-ingat tingkah Ino.
"Tak usah dibahas lagi. Tidak ada topik lain apa?" ujar Neji kesal.
"Baik.. baik Tuan Hyuuga." Kiba tertawa pelan, memandang berkeliling tempat pesta yang semakin ramai. "Teman se-tim-mu belum kelihatan. Kemana mereka?"
Neji mengangkat bahu. "Entahlah. Yang jelas mereka pasti sudah diundang." Jawabnya acuh.
Naruto memukul dahinya, "Ya ampun, bagaimana aku bisa lupa? Bagaimana reaksi si Alis Tebal saat tau tentang hal ini?"
Flashback
Di lapangan latihan kelompok Gai..
Seperti biasa, Tenten duduk bosan menunggui temannya yang gila latihan. Sesekali ia melempar shurikennya ke arah sasaran. Lee tampak terlalu sibuk menghitung push up kelingkingnya.
Tiba-tiba, Gai muncul dengan tampang setengah lesu. Ia memandang sedih anak-anak didiknya. Tenten membalas dengan tatapan bertanya.
"Ada apa, Sensei? Hokage-sama bilang apa?" tanyanya was-was. Jarang sekali Hokage-sama mendadak memanggil, kecuali dalam keadaan genting.
Gai masih diam. Lee menghentikan aktivitasnya, berjalan mendekati guru idolanya. "Kenapa guru lesu seperti ini?? Mana semangat muda guru?" Ia berkata dengan semangat berapi- api, memamerkan pose favoritnya.
Gai tersenyum lemah, menepuk bahu muridnya. "Kau benar, Lee. Kita harus selalu menampakkan semangat muda kita!" Ia membalas pose Lee.
Tenten yang melihat tingkah abnormal rekannya itu, hanya bisa menggeleng. "Oke.. oke.. hentikan adegan bodoh ini. Sebenarnya ada apa sih, Sensei?"
Senyum lebar khas di wajah Gai meluntur. Dengan gugup, ia menggaruk belakang kepalanya. Jujur, sebenarnya di tidak tega juga dengan murid-muridnya yang manis ini. Perlahan ia menarik napas.
"Berita ini menyangkut teman se-tim kita, Neji." Ia memulai pelan.
Tenten menelan ludah, "Memangnya ada apa dengan Neji? Apa ini ada hubungannya dengan dia absen latihan hari ini?"
Gai mengangguk. "Ya, itu benar. Karena dia harus mempersiapkan diri untuk pesta pertunangannya malam ini."
Mata Lee dan Tenten membulat. "APPAAA??"
"Dengan siapa? Guru Gai pasti bercanda. Iya kann??" Lee mengguncang-guncang badan gurunya.
Gai tetap memasang ekspresi yang sama. Tenten menarik nafas, "Dengan siapa?"
Hening sejenak. Hanya terdengar suara hembusan angin dan rumput-rumput yang terhembus. "Murid Godaime Hokage. Haruno Sakura."
JEDDDERRR… Lee dan Tenten sekali lagi terbelalak kaget.
"My sweet Sakura-san, pujaan masa muda-ku?? Tidaaak!!! ini tidak bisa dibiarkan! Neji, tunggu aku!" dengan semangat 45 (?), Lee berlari meninggalkan Gai dan Tenten yang masih terbengong-bengong.
"Hmm.." Tenten yang pertama menguasai diri. "Tadi dia bilang mau ke tempat Neji kan?"
"Iya." Gai menjawab, masih belum sepenuhnya sadar. "Ke tempat Neji? Ya ampuuun.. Lee tunggu aku.." Gai mengejar Lee diikuti Tenten.
-
-
"Mana tuh si Neji.." Lee bergumam terengah-engah. Matanya yang besar memandang berkeliling ke daerah pertokoan Konoha. Tak perlu waktu lama untuk menemukan sosok pria berambut panjang di antara orang-orang yang berseliweran.
"Nejiiii.." panggil Lee sambil berlari mendekati Neji. Neji menoleh, menatap lurus teman setim-nya itu.
"Apa benar yang dikatakan Gai-sensei? Kau.. bertunangan.. dengan Sakura-san..?"
"Hn." jawab Neji singkat, kembali berjalan lagi. Lee menarik kesal kerah pakaian yang dikenakan Neji.
"Kauu.. mana.."
"Sudah cukup, Lee." Suara Gai menghentikan aksi Lee yang kekanak-kanakan itu. Dengan kesal, Lee melepaskan tangannya dari baju Neji.
"Tunggu saja, aku pasti akan membuat Sakura-san berpaling padaku!" teriak Lee berapi-api, kemudian berlari meninggalkan yang lain.
"Maaf Neji, Tenten, aku harus mengikuti Lee. Aku takut ia terlalu terbakar semangat mudanya." Pamit Gai sebelum mengejar Lee sambil berteriak-teriak memanggil nama muridnya itu.
Neji menggeleng-gelengkan kepala. Tenten tetap memandang Neji. Ada ekspresi sedih di sana.
"Selamat atas pertunanganmu, Neji." Katanya tulus. Neji menatap mata Tenten sebentar, kemudian memamerkan senyum tipisnya.
"Terima kasih, Tenten."
-
-
"Jadi hanya begitu? Wah.. tidak seheboh yang aku duga." Ujar Naruto kecewa. "Aku kira dia akan memantangmu berkelahi atau ngapain kek."
Kiba tersenyum mengejek, "Rupanya dia sudah lebih dewasa dari kau, Naruto."
"Setidaknya aku lebih NORMAL daripada dia!" Naruto mendesis tak terima.
"Oh ya? Menurutku kau sulit dikatakan NORMAL juga." Balas Kiba.
"Iya."
"Tidak."
"Iya."
"Tidak."
Shikamaru menutup sebelah telinganya dengan jari. "Hei, bisa tidak sih, berhenti bersikap memalukan seperti ini? Merepotkan." Gerutunya.
"Neji-niisan," suara Hinata mengalihkan perhatian para lelaki itu. "Tou-sama memanggilmu. Acaranya sudah akan dimulai." Katanya memberitahu. Ia melirik sekilas ke arah Naruto, yang dibalas dengan senyuman oleh pemuda itu. Membuat pipinya bersemu.
"Ah, baiklah Hinata-sama. Maaf merepotkan." Neji membungkuk, kemudian meninggalkan yang lain.
Gadis berambut biru itu memainkan jarinya. "Hm.. sebaiknya kalian ikut juga. Di sini terlalu jauh." Gumamnya, kemudian berbalik mengikuti Neji.
-
~ Between Hyuuga and Uchiha ~
-
Sakura memasuki ruangan yang sudah di dekor dengan nuansa putih yang elegan. Kimononya melambai di belakang, mengikuti langkah kaki yang membawanya menuju ke tengah ruangan. Suasana sejenak hening, sebelum terdengar gumaman orang-orang di sana, berkomentar.
"Perkenalkan hadirin, Nona Haruno Sakura. Calon menantu dari keluarga Hyuuga." Hiashi Hyuuga mengumumkan pada tamu undangan.
Naruto berteriak sambil bertepuk tangan, diikuti oleh yang lain. Segaris senyum terlukis di wajah sang gadis. Dengan langkah yang lebih mantap, ia mendekati calon tunangannya.
Hijau bertemu lavender. Cepat-cepat ia menatap lantai, menyembunyikan wajahnya yang memerah. Terpesona oleh ketampanan pria itu.
Dalam hati Neji, yang tentunya tidak diketahui siapapun kecuali Neji seorang, bersyukur atas keberuntungannya. Bertunangan dengan gadis secantik itu. Sebenarnya banyak juga, laki-laki yang ingin mengajak Sakura sekedar berkencan. Tapi, karena ingat saingannya si Uchiha Sasuke, tak banyak yang bertahan. Neji tau betul itu. Dan mungkin dia harus berterima kasih pada pamannya karena itu.
Mereka berdiri berhadapan. Yang satu berusaha bersikap cool seperti biasa, yang satu berusaha menutupi wajahnya yang merona.
"Baiklah para tamu yang saya hormati, Godaime Hokage-sama, para pembesar Negara Hi. Pada hari ini, saya ingin mengumumkan pertunangan keponakan saya, Hyuuga Neji dengan Haruno Sakura. Saya harap mereka dapat menjalani hidup bersama di kedepannya." Hiashi memberi sambutan, menatap bangga ke arah Neji. "Langsung saja, kalian boleh bertukar cincin."
Neji mengambil cincin perak bermata berlian berbentuk lambang keluarga Hyuuga dan menyematkannya di jari manis tangan kiri Sakura yang putih. Menatap sebentar cincin itu, sebelum akhirnya Neji membungkuk mencium punggung tangan Sakura, membuat wajah gadis itu semakin memerah.
Dengan senyum gugup, Sakura mengambil pasangan dari cincin yang kini terpasang manis di jarinya. Cincin itu hampir mirip dengan milik Sakura, bedanya ukurannya lebih besar dan mata berliannya diganti dengan ukiran halus lambang Hyuuga kecil di tengahnya. Memasangnya di jari tengah tangan kiri Neji yang panjang.
"Yeeaaa.. Selamat, Sakura-chan!" teriak Naruto sambil bertepuk tangan bersama tamu yang lain. Hinata yang melihat pujaan hatinya tersenyum lebar, ikut tersenyum. Kapan ya, ia bisa seperti Neji dan Sakura sekarang? Batinnya.
-
~ Between Hyuuga and Uchiha ~
-
"Selamat ya, Sakura." Tenten menyapa Sakura, membuat gadis berambut pink itu terperangah.
"Tenten? Kau datang?" ujar Sakura kaget. Sebenarnya dia agak merasa tidak enak dengan Tenten. Ia pernah mendangar gossip kalau sebenarnya Tenten naksir dengan teman satu timnya.
"Tentu saja, Sakura sayang." Tenten tertawa. "Tapi aku terlambat, harus menyeret Lee yang marah-marah." Ia menjelaskan, memandang Lee yang masih dihibur Gai-sensei di dekat pintu masuk.
"Begitu ya.." Sakura menghindari tatapan mata Tenten. "Mm.. sebenarnya ada yang amau aku bicarakan denganmu. Bisa ikut aku?"
-
-
"Maafkan aku, Tenten. Sungguh." Kata Sakura sambil membungkukkan tubuhnya dalam-dalam.
Tenten terperanjat, bergerak-gerak salah tingkah, "Apa-apaan sih, Sakura? Kenapa tiba-tiba seperti ini?"
Sakura mendongak, menatap mata coklat Tenten dengan tatapan meminta maaf. "Maafkan aku karena bertunangan dengan Neji."
"Hah?" Tenten tertawa kecil. "Ya ampun Sakura.. santai saja. Aku nggak marah kok! Aku cuma kesal saja, kenapa aku baru tau?"
"Kau tidak marah?"
"Tentu saja tidak.. Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?" Tenten balik bertanya.
"Bukannya kau menyukai Neji?" ujar Sakura polos. Tawa Tenten langsung meledak.
"Gosip darimana tuh? Ya ampun.. aku nggak suka kali sama Neji. Kita kan satu tim." Kata Tenten ringan, menepuk-nepuk bahu Sakura.
"Sungguh? Kau tidak marah?"
Tenten menghela nafas, "Aku sudah bilang kan, aku tidak marah. Tapi kalau kau tidak menjaga Neji baik-baik, tunggu saja ya!" kekehnya.
Sakura memeluk Tenten, "Terima kasih, Tenten."
-
-
"Tidak banyak berubah." Ia menarik nafas, menghirup udara desa yang telah lama ia tinggalkan. Matanya berhenti pada tebing pahatan wajah hokage, sekilas menguulum senyum samar di wajah tampannya.
"Hei, kau! Kau harus melapor dulu sebelum masuk." Panggil seseorang dari sebuah pos kecil di dekat pintu gerbang. "Kau.."
"Uchiha Sasuke?" seorang yang lain membeliak kaget.
Sasuke memperjelas senyumnya, dengan nada seperti mengejek ia berkata, "Lama tidak berjumpa, ya. Biar kuingat.." Ia mendekati dua orang yang masih tampak terkejut itu. "Kotetsu dan Izumo."
-
-
Jebraak.. Pintu ruang kerja Hokage menjeblak terbuka. Dengan langkah tergesa-gesa, Izumo memasuki ruangan. Keringat mengalir di wajahnya yang terlihat sedikit pucat. Tsunade yang sedang kelihatan sibuk, langsung menatap kesal sekaligus penasaran.
"Apa-apaan ini, Izumo?"
Izumo mencoba menormalkan nafasnya yang terengah-engah. "Uchiha Sasuke.. Dia.. dia.. kembali."
Tsunade mebeku sesaat. Bibirnya membuka, seolah mengatakan sesuatu yang tak terdengar. "Bawa dia ke sini. SEKARANG!"
Izumo tersentak kaget sebelum akhirnya mengangguk, "Siap Hokage-sama." Dengan segera, punggungnya menghilang dari pandangan Tsunade.
Tsunade menghempaskan tubuhnya di kursinya, dahinya sedikit berkerut. "Shizune!" panggilnya.
Shizune datang tergopoh-gopoh, memeluk Tonton. "Ada apa, Tsunade-sama?"
"Cepat panggilkan tim Kakashi. Bawa mereka ke sini." Perintah Tsunade, dengan tampang serius. Shizune mengangguk, kemudian tanpa berkata apa-apa, meninggalkan Tsunade sendiri.
-
TOK.. TOK..
-
"Masuk."
Sesosok pemuda masuk. Mata hitam dinginnya menatap lurus ke arah Tsunade. "Lama tak berjumpa, Godaime Hokage-sama."
"Seharusnya aku yang bilang begitu," balas Tsunade dingin. "Setelah sekian lama, kenapa kau baru muncul sekarang?"
"Kenapa? Tentu saja karena menurut saya ini adalah saat yang tepat. Bukan begitu, Godaime-sama?" Sasuke balik bertanya dengan nada masih terdengar kurang sopan.
"Begitu? Jadi untuk apa kau datang, hah?" Tsunade menelungkupkan tangannya di depan wajahnya, menatap tajam ke pemuda di depannya.
Senyum tipis muncul di wajah tampan Sasuke, "Aku ingin kembali menjadi ninja Konoha. Memulai hidup baru." Ia berhenti sejenak, melangkah mendekati meja Tsunade. "Pada intinya, aku hanya ingin kembali ke tempat asalku."
"Sebuah pernyataan tidak terduga dari seorang Uchiha sepertimu." Ujar Tsunade, menyandarkan kembali tubuhnya di kursinya dengan nyaman. Bibirnya menyunggingkan senyum meragukan.
BRRAKK..
"Tsunade-baachan, ada apa memanggil kami tiba-tiba? Ada misi yaa?" suara cempreng Naruto membahana, membuat dua kepala di dalam ruanagn menoleh.
"Naruto, kau ini sangat tidak sopan!" ganti suara Sakura terdengar, diikuti suara rintihan Naruto yang kepalanya sukses dijitak rekannya. "Maafkan kelakuannya ini, Shisou! Kau tau sendiri bagaimana.." Sakura menghentikan ucapannya di tengah jalan.
"Lama tak berjumpa ya, Naruto, Sakura."
"TEME?!?"
-
-
To Be Continued
-
Huaaa.. akhirnya jadi juga chappie ini! Setelah berjuang keras mencari ide yang enggan datang menghampiriku, plus mencuri-curi waktu pas ngerjain esai.. akhirnya jadi juga fic gaje iniii. *teriak2 pake toa secara lebaaayy*
Gomenn banget kalo chappie ini ancur! Maklumlaah.. yang bikin juga ancur. Alurnya kelambatan, OOC, geje, nggak mutu dan lain-lainlah. Aku akui semua ituuu! Dan buat yang nanyain Tenten.. ini diaa!
Sekali lagi aku tanya, coz ini buat chappie besok.. Kalian setujunya, endingnya sama Sasuke atau Neji? Pliis, kasihlah pencerahan padakuuu. *simpuhh minta tolong*
Balesan repyuu :
Chika yeaa. Toss dulu yuk, mouto! *toss* kayaknya nggak jadi pas acara. Kasian di neji soalnya kalo batal. Hhe. Nggak papa ya, Mouto? *ngasih permen* makasiihh. Tetep aja ngrasa aneh. *ikutan mutung*
X Hinamori Sakura X wahh. Maap kalo mengecewakan. Dapet idenya yg datengnya pas udah rampung beres2nya. Hhe. *nyengir* nggak papa yaa? Jadi tambah pengen nonton!
Kawaii-Haruna aduuhh.. kok pada pengen pas acara yaa? Nggak da idenya siih. *garuk2 kepala* bukannya nggak tegas.. siapa sih yang nggak klepek-klepek ma neji? Hhe maklum! Cewek biasanya kayak gituu.. *kayak bukan cewek aja*
Sabaku no panda-kun menurut data emank nggak ada nama nii-chan.. *ditabokk* yaa.. nii-chan jangan gitu doonk.. lagi masa pencarian pairing baru nii.. *ngeles* jadinya abis tunangan aja yaa.. hhe.
Wolfie Cielshitsuji susah amat namanyaa.. *digiles* masak sihh?? Misiku berhasil doonn. *ditendang*
Himura Kyou yahh.. masak ma si alis tebal itu siih?? *ditinju* akhirnya ada yang pilih setelah acaraa. Hhe. Kok jalan pikir kita hampir sama yaa? Aku dibaca pikirannya nihh?? *teriak histeris*
KusH1naHeRoin sankyuuu. Hmm mari kita liatt. *sok misterius* pilih makanyaa, biar tau endingnya ma siapaa.. *maksa*
Furukara Kyu makassiiih. Tenten? Ini udah aku munculinn. *senyum 5 jari* iyaa. Ini setelah acara jugaa. Hha.
Uchiha. Kanata'ana-cHan ya biar ngga kebanyakann. Hhe. *dicincang* ohh.. bisa diatur. Makanya kamu dukung dia yaa. Hhe.
Manime Paranporo jangan nangis gituu doon. Cup.. cup.. *nyodorin lollipop* waahh. Nggak jadi kayak gituu. Aku terlalu sayang sama Nejii.. hhe.
Myuuga Arai Benerann?? *blushing gila-gilaan* makasih kritiknya! Hhe. Ni udah apdeth.
Diaz embeerr.. iyaa.. iyaa.. aku kan emank nggak bakaaat. *mutung*
Hiryuka Nishimori kaa-chaaaaann!!!!! *meluk kaa-chan* iya kahh?? *mata berbinar2* sesuai mandatnya kaa-chan! Endingnyaa ntar liat2 yaaa..
Yuusaki Kuchiki udah liat kan dekornya kayak gimana?? Nggak jelas? Maap, kemampuan deskripku sangat minim! *ndelosor di lantai*
Miyu201 makasih udah repyu semua chappie-nyaaa.. *meluk miyu* ntar ngembarin ficnya miyu lagii. Hha. Kita liat aja polling memutuskan!
.Karoru. Charlotte. Cullen another sasusaku lover?? Makassiihh. *senyum lebaar* aku jarang liat sinetron.. jadinya kayak gini deehh.. hhe.
Sahara ZhafachieQa ini nih lanjutannya. Moga nggak mengecewakan.. hhe
Nita-chan is Tantei Hmm.. belum nejisaku kook. Ni kan baru awalnyaa.
FranbergH benerann?? Ayo tos duluuu.. *toss* hmm.. mari kita liat perkembangann. *digebukin massa*
Badboy sheva18 iya doonk.. biar angett! *dijambak* ini apdethann nyaa
Shouji Harukaze makasih.. terlalu cepet yaa? Kalo menurutku kok malah kelambatan ya? *bingung*
Foxlady mage ludlumyctsm susah banget nih namanyaa.. *digebuk* makasih udah repyu semua chappie fic iniii.. *meluk nisa* kan emang lom selesaiii.. gimana sih?
Yue Asahi iya ini udah aku panjanginn.. makasihh yaa. Hhe
Sasusakulover831 akhirnyaa? Hmm.. *senyum misterius* ikutin ajaa.. *dibeleh*
All readers thankz untuk waktunya, terlebih lagi yang nyempetin repyuu. Mind to review??
