Miss Wuhan present
Tittle : True Love
Author : Miss Wuhan
Cast : Do Kyungsoo and Kim Jongin
Pair : Kaisoo
Genre : You will find it
Length : Chaptered
Rated : T
Warning : Typos, OOC, Boys love, It's just a fanfiction
Happy Reading and Don't forget to RCL
Chapter 3
Sudah selama satu minggu dokter muda bernama Do Kyungsoo tersebut merawat seorang pasien yang bernama Kim Jongin salah satu pasien yang sangat istimewa karena kebiasaannya yang bertingkah laku selayaknya anjing liar. Dan selama satu minggu itu pula pasien yang bernama Kim Jongin tersebut belum menunjukkan perubahan yang berarti. Dia masih saja mengoggong selayaknya anjing liar dan dia tidak bisa mengendalikan nafsu makannya ketika melihat daging segar dan juga tulang belulang. Sudah banyak dokter dan juga perawat yang menyerah menghadapi kelakuan dari Jongin namun itu tidak berlaku bagi seorang Do Kyungsoo. Bukannya menyerah, sebaliknya namja mungil tersebut malah semakin bersemangat untuk membuat Jongin berubah. Dan dia bertekat akan melakukan apapun agar Jongin dapat merubah kebiasaan buruknya tersebut.
Seperti saat ini, Kyungsoo sedang berada di depan kamar rawat Jongin. Dia menghela nafas dan menghembuskannya kasar menyemangati dirinya sendiri sebelum dia membuka knop pintu ruangan tersebut. Dengan langkah yang perlahan dia memasuki ruangan tersebut dan yang pertama kali ditangkap oleh mata burung hantunya adalah pemandangan seorang namja dengan rantai yang terikat di leher dan juga jangan lupakan kedua kaki namja tersebut yang dipasung membuat sosok namja tinggi tersebut terlihat begitu menyedihkan. Kyungsoo melangkah mendekati namja tersebut dengan senyum merekah di bibir heartlips – nya. Semakin lama Kyungsoo tidak lagi merasakan takut ketika berhadapan dengan Jongin bahkan dia selalu memamerkan senyum manisnya kepada namja tersebut berbeda sekali saat pertama kali mereka bertemu. Kyungsoo merasa sangat ketakutan sampai – sampai rasanya ingin mati saat itu juga saat Jongin menatap tajam kepada dirinya.
"Annyeong Jongin – sii. Bagaimana keadaanmu hari ini?" tanya Kyungsoo ramah.
"…" namun tidak ada jawaban yang dilontarkan oleh Jongin dan itu membuat Kyungsoo menghela nafasnya dan tetap memamerkan senyuman lebarnya kepada Jongin.
"Sekarang sudah waktunya kau untuk makan pagi Jongin – ssi." Kata Kyungsoo sambil menyerahkan sepiring yang berisi penuh dengan daging segar. Melihat piring dengan penuh daging tersebut membuat Jongin menggonggong dan tidak lagi tenang di tempatnya saat ini. Namun Kyungsoo bukannya memberikan jatah makan kepada Jongin dia malah menyembunyikan daging tersebut di balik punggungnya. Dan sontak tindakan Kyungsoo tersebut membuat Jongin menggonggong lebih keras dan berusaha melepaskan dirinya dari rantai dan pasung yang menghambat pergerakannya.
"Tenang Jongin. Jika kau ingin makan maka kau harus tenang dan menurut kepadaku." ucap Kyungsoo tegas. Namun lagi – lagi Jongin hanya menganggap ucapan Kyungsoo sebagai angin lalu dan dia tetap menggonggong dan mencoba untuk melepaskan dirinya. Dengan perlahan Kyungsoo melangkah menuju Jongin dan berjongkok untuk menyamakan tinggi tubuhnya dengan tubuh Jongin sekarang. Tangan mungil Kyungsoo terulur untuk mengusap lembut rambut kusut milik Jongin. Dan karena usapan lembut dari Kyungsoo tersebut membuat Jongin tenang dan tidak lagi menggonggong seperti tadi. Kyungsoo pun tersenyum lebar melihat perubahan Jongin. Selama seminggu ini merawat Jongin baru pertama kali ini Kyungsoo dapat menenangkan Jongin dan itu membuat Kyungsoo merasakan kebahagiaan yang uar biasa.
"Bagus karena kau sekarang sudah tenang maka kau boleh memakan makananmu. Tapi ingat kau harus makan pelan – pelan Jongin." Kata Kyungsoo sambil tangan mungilnya terus mengelus lembut rambut Jongin. Jongin pun memulai makannya dengan rakus sama seperti kebiasaannya selama ini. Melihat Jongin yang makan dengan rakusnya Kyungsoo pun menjauhkan piring itu dari jangkauan Jongin.
"Jika kau makan tidak tenang maka aku tidak akan memberikanmu makan lagi Jongin." Kata Kyungsoo tegas dan menjauhkan piring berisi penuh daging tersebut dari Jongin. Jongin pun menoleh kearah Kyungsoo dengan tatapan mematikan namun yang ditatap hanya memutar bola matanya tidak peduli karena Kyungsoo sudah sangat terbiasa dengan tatapan mematikan yang diberikan Jongin kepadanya.
"Jika aku mengusap rambutmu seperti ini" tangan Kyungsoo mengelus lebut kepala Jongin – lagi - ."Maka kau harus makan daging tersebut dengan perlahan – lahan. Arrraseo?". Tidak ada jawaban yang dilontarkan oleh Jongin namun Kyungsoo tahu jika Jongin mengerti apa yang dia maksud. Kyungsoo pun memberikan piring itu kembali kepada Jongin. Dengan tergesa – gesa Jongin mengambil daging tersebut dan memakannya penuh nafsu. Namun pergerakan Jongin melambat saat Kyungsoo mengelus rambutnya lembut dan dia pun makan daging mentah tersebut dengan tenang. Kyungsoo pun semakin senang dengan respon yang diberikan oleh Jongin. Akhirnya perjuangannya selama seminggu ini membuahkan hasil.
"Wah Jongin daebak. Kau memang pintar Jongin." Kata Kyungsoo dengan nada yang sangat sumringah dan senyum yang semakin terkembang di bibir heartlips nya. Melihat Kyungsoo yang tersenyum sumringah membuat Jongin hanya menatapnya terpaku dengan pandangan matanya yang sulit diartikan.
.
.
.
.
.
.
Saat ini Kyungsoo sedang sibuk memandikan seorang Kim Jongin. Meskipun sudah selama satu minggu Kyungsoo merawat Jongin tapi baru kali ini dia berani memandikan tubuh Jongin. Karena Kyungsoo menganggap Jongin sekarang ini sudah mulai mematuhi apa yang dia perintahkan. Buktinya tadi dia menuruti perintah Kyungsoo untuk makan dengan perlahan – lahan. Kyungsoo sudah melepaskan rantai yang terikat di lehernya serta dia juga sudah membebaskan kaki namja tersebut dari pasungan. Kemudian Kyungsoo menuntun Jongin untuk menuju ke kamar mandi. Kyungsoo mendesah kecewa karena melihat Jongin berjalan merangkak bukan berjalan dengan kedua kakinya seperti kabanyakan manusia normal. Mungkin Kyungsoo harus mengajari Jongin cara untuk berjalan dengan menggunakan kedua kakinya. Sesampai di kamar mandi Kyungsoo menyiapkan perlengkapan mandi untuk Jongin mulai dari air hangat, sikat dan pasta gigi, sabun, dan tidak lupa shampoo semua dalam jumlah banyak mengingat penampilan Jongin yang sangat kotor. Setelah selesai menyiapkan semua perlengkapan mandi, Kyungsoo menghampiri Jongin yang tengah menunggunya di depan pintu kamar mandi.
"Jongin kau bisa berdiri?" tanya Kyungsoo kemudian membantu namja tersebut untuk berdiri saat dirasakannya Jongin mengalami kesulitan saat berdiri.
DEG
Baru pertama kali ini Kyungsoo berada di jarak sedekat ini dengan Jongin, bahkan jarak mereka tidak lebih dari 5cm. Dari jarak yang sedekat ini Kyungsoo dapat melihat dengan jelas sepasang manik tajam milik Jongin dan itu membuat kinerja jantungnya semakin berdetak tidak teratur. Bahkan mata bulat milik kyungsoo tidak pernah sedetikpun berpaling dari Jongin.
Sial kenapa jantungku berdetak tak terkontrol seperti ini? Kyungsoo apa yang salah dengan dirimu?
Dan dengan jarak sedekat ini pula Kyungsoo mengetahui fakta baru jika Jongin lebih tinggi beberapa cm dari dirinya.
Ternyata dia jauh lebih tinggi daripada aku. Aku tidak menyangka jika dia lebih tinggi daripada aku. Meskipun Chanyeol hyung jauh lebih tinggi darinya tapi tetap saja fakta ini membuatku terkejut.
"Baiklah Jongin sekarang aku akan memandikanmu. Sekarang lepaskanlah semua bajumu" Kyungsoo hanya mengerutkan kening bingung melihat tingkah Jongin yang tampak sangat kebingungan.
Kyungsoo pabbo. Jelas saja dia merasa kebingungan, dia kan tidak tahu bagaimana cara melepaskan pakaian yang dikenakannya.
Dengan tangan yang sedikit gemetar dan jantung yang lagi – lagi berdegup kencang dan tidak beraturan, Kyungsoo membantu Jongin melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya.
Blush
Sial sial sial kenapa wajahku bisa sangat memerah seperti ini? Aigoo jantung bodoh berhentilah berdetak sekencang itu. Ayolah Kyungsoo kau pasti bisa melewati cobaan ini. Anggap saja jika sekarang kau sedang memandikan seorang bayi. Ya Kyungsoo anggap Jongin sebagai bayi. Tapi mana ada bayi yang memiliki perut abs seseksi dia? Dan mana ada bayi yang memiliki otot – otot yang begitu kekar? Kyungsoo apa yang kau pikirkan? Kurasa saat ini aku perlu memeriksakan otakku karena berfantasi sangat liar hanya dengan melihat tubuh Jongin. ARRGGGHHHH. Aku bisa gila jika seperti ini terus.
Akhirnya Kyungsoo berhasil melepaskan seluruh pakaian yang melekat pada tubuh Jongin. Kemudian dia mulai membasuh tubuh Jongin dengan air hangat dan menggosokkan sabun ke badan Jongin. Dia menggosok bagian perut abs Jongin. Sesekali Kyungsoo akan mengalihkan wajahnya saat dia berfantasi liar karena melihat tubuh atletis milik Jongin. Jantung Kyungsoo semakin berdetak tak terkendali pada saat dia akan menggosok bagian bawah tubuh dari Jongin.
Tuhan apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus membersihkan bagian yang "itu" juga? Tenang Kyungsoo tenanglah. Pikirkanlah jika sekarang kau sedang memandikan seorang bayi. Tuhan bantu aku melewati semua ini.
Dengan berat hati, Kyungsoo berjongkok kemudian mulai menggosok bagian bawah tubuh Jongin dengan sabun. Ketika tiba dia menggosok di area sensitive milik Jongin, Kyungsoo memejamkan matanya rapat dan sibuk mengatur detak jantungnya yang tidak terkendali. Setelah selesai menggosok seluruh badan Jongin, Kyungsoo pun membilas tubuh Jongin menggunakan air hangat. Beruntung bagi Kyungsoo karena Jongin tidak berontak pada saat dia memandikannya. Hanya saja tadi Jongin sempat kaget ketika Kyungsoo menyiramnya dengan air hangat dan berniat untuk kabur tapi untungnya itu sempat dicegah oleh Kyungsoo. Lalu Kyungsoo mulai membersihkan rambut Jongin. Rambut Jongin sangat kusut dan juga bau. Sampai – sampai Kyungsoo harus menutup hidungnya saat dia membersihkan rambut Jongin.
"Nah sekarang kau harus menggosok gigimu Jongin. Perhatikan aku ne lalu tirukankah gerakanku. Arraseo? Jika kau mengerti maka anggukanlah kepalamu seperti ini." ucap Kyungsoo lalu dia mengganggukkan kepalanya sekilas dan ditiru oleh Jongin. "Sekarang pegang sikat gigi seperti ini, kemudian ambil pasta gigi dan buka penutup pasta giginya. Lalu tekan pasta gigi tersebut kemudian letakkan di pasta gigi seperti ini." Setelah selesai memperhatikan Kyungsoo, Jongin pun mulai meniru apa yang Kyungsoo lakukan. Jongin pun membelalakkan matanya kaget saat mendengar pekikan nyaring dari Kyungsoo.
"AIGOO KENAPA KAU MENELAN PASTA GIGINYA JONGIN? AYO MUNTAHKAN SEGERA ITU BISA MEMBAHAYAKAN KESEHATANMU. KAU HANYA PERLU BERKUMUR DENGAN AIR SETELAH SELESAI MEMBERSIHKAN GIGIMU BUKAN DENGAN MENELANNYA BEGITU SAJA. AISHH" teriak Kyungsoo membahana di kamar mandi tersebut dan tentu saja mendengar teriakan mahadashyat dari Kyungsoo, Jongin hanya bisa membelalak kaget sambil kedua tangannya menutup telinganya kerena efek teriakan dari Kyungsoo.
"Ah mian Jongin jika aku berteriak kepadamu. Sungguh aku hanya reflex dan tidak bermaksud untuk membentakmu. Jeongmal mianhae." Ucap Kyungsoo dengan raut wajah penuh penyesalan dan itu semakin membuatnya tampak imut dan juga manis.
Puk
Kyungsoo membulatkan kedua iris burung hantunya saat dia merasakan sebuah telapak tangan lembut singgah di kepalanya. Bukan hanya singgah tapi telapak tangan milik Jongin tersebut juga mengelus kepala Kyungsoo lembut. Persis seperti apa yang dilakukan Kyungsoo tadi. Dengan perlahan Kyungsoo mengarahkan pandangannya kepada Jongin dan yang membuat Kyungsoo kembali terpana adalah dia melihat senyuman dari Jongin. Meskipun tadi senyum yang diberikan Jongin sangatlah tipis dan berlangsung sangat cepat. Namun Kyungsoo bisa melihat senyuman yang diberikan Jongin sangatlah tulus. Semburat mereh pada pipi Kyungsoo pun mulai terlihat saat dia melihat Jongin tersenyum tulus kepadanya.
DEG
DEG
DEG
Ya Tuhan ada apa dengan jantungku? Kenapa aku selalu bereaksi berlebihan jika berada di dekat Jongin? Dan aku serasa ingin mati karena terpesona dengan senyumannya.
"Em e sekarang kau gantilah bajumu Jongin. Aku akan memunggumu di luar. Kau bisa kan mengganti pakaianmu sendiri?" tanya Kyungsoo agak gugup karena dia masih berusaha menyembunyikan semburat merah di pipinya.
"…"
Tidak ada jawaban dari Jongin, namun dari ekspresi wajahnya sangat jelas jika dia sekarang tengah bingung bagaimana caranya memakai pakaian yang ada di hadapannya. Dengan helaan nafas kasar, Kyungsoo memakaikan baju dan celana untuk Jongin. Dan setelah selesai memakaikan baju dan celana kepada Jongin Kyungsoo kembali menyadari satu fakta yang selama ini diabaikannya
Ya Tuhan ternyata dia tampan sekali. Kurasa dia bukan manusia melainkan malaikat yang tersesat di bumi. Karena tidak mungkin ada manusia setampan dia
Lagi – lagi semburat merah merona itu muncul di pipi Kyungsoo. Setelah selesai mengagumi wajah super tampan Jongin mereka berjalan meninggalkan kamar mandi tersebut menuju ke kamar Jongin. Namun dalam perjalanan Jongin tidak berjalan menggunakan kedua kakinya melainkan dengan cara merangkak. Alhasil saat ini Kyungsoo seoerti tengah berjalan dengan anjing daripada dengan manusia. Sesampainya di kamar Jongin, Kyungsoo mendudukkan Jongin di pinggir ranjang dan dia duduk disebelahnya.
"Jongin mulai sekarang aku akan mengajarimu berjalan dengan menggunakan kakimu. Mulai sekarang kau harus berjalan dengan kakimu bukan dengan merangkak. Arraseo?"
Lalu dengan perlahan Kyungsoo menuntun Jongin untuk berdiri dari ranjang tersebut. Dengan usaha yang ekstra keras akhirnya Jongin dapat berdiri sendiri. Melihat perkembangan yang ditunjukkan Jongin membuat senyum Kyungsoo semakin terkembang di wajah imutnya.
"Nah kau sekarang sudah bisa berdiri sendiri. Sekarang cobalah kau berjalan ke arahku. Tenang saja jangan takut Jongin, aku ada di dekatmu jadi kau tidak perlu takut jatuh ne. Jika kau mengerti maka anggukkanlah kepalamu." Ucap Kyungsoo dan dibalas anggukan pelan oleh Jongin. Lalu Jongin mencoba melangkahkan kakinya kea rah Kyungsoo. Perlahan namun pasti Jongin berhasil melangkah kearah Kyungsoo meskipun langkah kakinya masih diseret. Namun setelah beberapa Jongin berjalan beberapa langkah tiba – tiba tubuh Jongin menjadi tidak seimbang dan sontak membuat Kyungsoo terkejut. Dengan segera Kyungsoo berlari kea rah Jongin dan melindunginya bahkan dia tidak peduli jika tubuhnya akan remuk jika menahan berat badan Jongin.
BRUK
Benar saja sekarang kedua insan manusia itu terjatuh bersama. Kyungsoo memejamkan matanya erat untuk menahan rasa sakit akibat terjatuh. Namun anehnya kenapa dia tidak merasakan sakit sama sekali. Dengan perlahan dia membuka matanya dan dia terkejut melihat posisinya dengan Jongin saat ini. Kyungsoo saat ini menindih tubuh kekar Jongin dan Kyungsoo bisa melihat bahwa Jongin masih memejamkan matanya menahan sakit di bawahnya. Tak lama setelah itu Jongin membuka matanya dan tangan kekarnya mengusap lembut kepala Kyungsoo penuh sayang. mungkin jika Jongin bisa berbicara dia sekarang akan menayakan apakah Kyungsoo baik – baik saja. Jantung Kyungsoo lagi – lagi tidak dapat berdetak normal saat ini. Dia seakan terhipnotis dengan manic tajam tapi penuh kelembutan dari Jongin. Dan entah setan dari mana yang merasuki Kyungsoo sehingga dia memberanikan diri mendekatkan wajahnya ke wajah Jongin. Kyungsoo semakin meminimalkan jarak diantara mereka sehingga dia bisa merasakan deru nafas Jongin yang entah sejak kapan menjadi candu bafi Kyungsoo. Bahkan jarak di antara mereka sekarang hanya 5 cm
4cm
3cm
2cm
Dan
(TBC/END)
Annyeong saya balik lagi setelah hiatus selama berabad- abad. Maafkan saya jika saya sangat lama mengupdate cerita ini #bow. Karena hari senin besok saya sudah masuk UTS jadi mohon maaf sebesar – besarnya akan hiatus dan kelanjutannya akan lama update mianhae T.T saya harap masih ada yang mau menunggu kelanjutan cerita ini. saya juga mohon doanya supaya UTS saya berjalan dengan sukses #amin
Okai tanpa banyak kata saatnya untuk membalas review dari chap sebelunya .
Kaisooship : makasih ne udah review mian kalau ff nya pendek tapi saya memang kesulitan untuk membuat ff yang panjang di dalam satu chapter. Tapi saya usahakan agar next chap bisa lebih panjang dari pada sebelumnya.
Insooie baby : makasih ne udah review film the wolf? Sepertinya saya belum pernah menonton film itu #ketahuankudet. Apa kebiasaan jongin berubah? ikuti terus kelanjutan dari ff ini ya #promosi hehe
hunhanrakaisoo : makasih ne udah review mian kalau chapnya pendek memang saya masih merasa kesulitan untuk membuat ff lebih dari 4000 word di dalam satu chapter. Tapi saya akan berusaha memperpanjangnya di chap kedepan
DahsyatNyaff : iya saya juga tidak tega liat eomma kyung kesakitan. Terima kasih sudah review :D
cahayaanjanie : makasih ne udah review syukurlah ada yang suka dengan pair chansoo ^^. Ne ini lanjutannya sudah ada. Mian ne kalau updatenya lama
t.a : makasih udah review nih udah dilanjut dan maaf jika updatenya lama #deepbow
KJIDKS : iya gpp kok yang penting udah review :D. setuju banget aku sama kamu chinggu ngerhargai karya orang lain juga sangat penting . Ini udah dilanjut dan nanti jangan lupa review lagi ne. setahu saya katil itu juga bahasa Indonesia, tapi ya maaf kalau saya salah hehehe
donutkim : makasih udah review . Liat aja ya kelanjutannya supaya tahu eomma kyung akhirnya sama siapa hehehe
saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada yg sudah ngefollow, favorite dan review
Oh iya bagi yang ingin berkenalan lebih lanjut dengan saya (pede tingat dewa) kalian bisa mengcontact saya di
Facebook : Wu Yi Han
Twitter : deniralorenza
AFF : Miss_Wuhan
Pai – pai ^^
