Jantung Kyungsoo lagi – lagi tidak dapat berdetak normal saat ini. Dia seakan terhipnotis dengan manik tajam tapi penuh kelembutan dari Jongin. Dan entah setan dari mana yang merasuki Kyungsoo sehingga dia memberanikan diri mendekatkan wajahnya ke wajah Jongin. Kyungsoo semakin meminimalkan jarak diantara mereka sehingga dia bisa merasakan deru nafas Jongin yang entah sejak kapan menjadi candu bagi Kyungsoo. Bahkan jarak di antara mereka sekarang hanya 5 cm
4cm
3cm
2cm
Dan
Miss Wuhan present
Tittle : True Love
Author : Miss Wuhan
Cast : Do Kyungsoo and Kim Jongin
Pair : Kaisoo
Genre : You will find it
Length : Chaptered
Rated : T
Warning : Typos, OOC, Boys love, It's just a fanfiction
Happy Reading and Don't forget to Review
Chapter 4
"Kyungie apa kau sudah selesai memeriksa Jongin?"
Tiba – tiba aku mendengar suara pintu ruang rawat Jongin dibuka dan dengan reflek aku berdiri dan kulihat appaku memasuki ruangan ini sambil membawa sebuah map. Aku menghembuskan nafasku lega ketika menyadari jika appa tidak mengetahui posisiku dengan Jongin tadi.
Blush
Sial kenapa aku menjadi gemetaran seperti ini ketika mengingat posisiku dengan Jongin tadi. Dan kenapa juga perutku geli sekali seperti ada jutaan kupu – kupu yang bersarang di perutku saat ini. ya Tuhan penyakit apa yang aku derita? Selama aku menjadi dokter aku belum pernah mengetahui ada penyakit seperti ini.
"Ne appa aku sudah selesai memeriksanya dan baru saja aku selesai memandikannya." Jawabku. Mendengar jawabanku sontak membuat appa langsung mengarahkan pandangannya ke arahku – sebelumnya appa sedang memeriksa map yang berada di tangannya – dengan mata yang membelalak sempurna. Oh ayolah reaksi appa terlalu berlebihan. "Kau sudah berhasil memandikannya Kyungie?" tanya appa tidak percaya, aku hanya mendengus sebal, buat apa aku berbohong kepadanya? "Iya appa, apakah appa tidak melihat bahwa tubuh Jongin sekarang sudah lebih bersih daripada sebelumnya. Bukan hanya memandikannya, aku tadi juga sempat mengajarkannya cara untuk berjalan. Tapi sepertinya membutuhkan waktu yang cukup lama bagi Jongin untuk bisa berjalan dengan menggunakan kedua kakinya." Kulihat appa berjalan menghampiriku dan langsung memeluk tubuhku erat, seakan – akan kami merupakan pasangan ayah dan anak yang tidak pernah bertemu selama hampir 20 tahun. Bukankah tadi sudah kukatakan bahwa appaku orang yang berlebihan. "Wahh kau memang daebak Kyungie. Appa bangga kepadamu" ucap appa sambil menguncang – guncangkan bahuku. Kembali aku memutar bola mataku malas menghadapi sikap berlebihan dari appaku ini. "Sudahlah, jangan berlebihan appa. Memang apanya yang istimewa sih? Aku kan hanya memandikan Jongin saja dan itu sama sekali tidak istimewa." Kataku sambil melepaskan genggaman tangannya yang bertengger manis di bahuku. "Kau salah Kyungie. Kau benar – benar hebat bisa menaklukkan seorang Kim Jongin. Kau sendiri kan tahu Jongin akan selalu mengamuk dan mengonggong tidak jelas jika ada seserang yang mendekatinya. Namun itu semua tidak berlaku kepadamu chagi. Jongin hanya mau menurutimu dan mendengarkanmu. Itulah alasan mengapa aku berkata jika kau hebat sayang. Dengan ketulusanmu, kau bisa meluluhkan hati Jongin. Jika begini terus appa yakin jika Jongin akan cepat sembuh bila dia terus berada di sampingmu sayang." kata appa sambil mengelus kepalaku sayang. Memang benar apa yang dikatakan oleh appa. Jongin akan selalu mengamuk jika ada seseorang yang mendekatinya. Aku jadi mengingat kejadian kemarin lusa. Kejadian dimana Jongin sangat marah dan hampir mencelakai siapapun yang berani mendekatinya.
Flashback
Aku berjalan dengan langkah terburu – buru bisa dibilang hampir berlari di lorong rumah sakit yang sepi ini. Aku semakin mempercepat langkahku saat kedua manikku menemukan sebuah ruang rawat yang sudah tidak asing lagi bagiku. Ya itu adalah ruang rawat salah satu pasienku yang bernama Kim Jongin. Aku bergegas kesini saat menerima telepon dari suster yang biasa menjaga Jongin bahwa sekarang Jongin sedang mengamuk dan hampir membahayakan semua orang yang ingin menenangkannya. Ternyata apa yang dikatakan oleh suster tadi benar adanya. Kamar rawat Jongin yang tadinya rapi dan bersih saat ini telah berubah seperti kapal pecah. Banyak pecahan cermin maupun vas bunga di kamar rawat tersebut yang berserakan di lantai. Dan sang pemilik kamar sekarang tengah meringkuk di sudut ruang dekat jendela kamar tersebut. Jongin berjongkok dan menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya. Bisa terlihat dengan sangat jelas jika tubuhnya bergetar hebat dengan nafas yang tersengal – sengal. Aku meneguk liurku kasar. Bagaimana aku bisa menenangkannya jika keadaannya sedang kacau seperti ini? Bagaimana jika dia semakin mengamuk saat kudekati? Aku menghembuskan nafasku berat dan memantapkan langkahku untuk berjalan mendekati Jongin dan mencoba untuk menenangkannya. Apakah dia akan mengamuk itu urusan nanti bukankah aku tidak tahu hasilnya jika aku belum mencobanya. Aku berjongkok untuk menyamakan posisiku dengan Jongin. Dengan perlahan aku mendekatkan tanganku kearah bahunya dan mengusapnya secara perlahan.
"Jongin – ah ini aku Kyungsoo" ucapku kepadanya dan setelah aku berbicara kepadanya aku merasakan jika tubuhnya menegang untuk sesaat. Dengan perlahan – lahan Jongin mendongkakkan kepalanya, tidak membutuhkan waktu yang begitu lama sampai aku melihat iris tajam berwarna sekelam langit tersebut bertatapan dengan mata bulatku. Sejenak aku terpana melihat kedua mata milik Jongin, pancaran matanya menyiratkan ketegasan yang sempurna. Namun aku juga menemukan bahwa dalam pancaran matanya terdapat kelembutan dan juga kerinduan untuk mendapatkan sebuah kasih sayang yang tulus. Sekarang Jongin pun menatap kedua mataku tajam dengan nafas berantakan. Melihat Jongin yang masih kesulitan untuk menstabilkan emosinya dengan reflek aku mendekatkan tubuhku ke arahnya dan memeluk tubuhnya erat. Jujur aku terkejut dengan tindakanku sendiri tetapi aku hanya menuruti instingku saja. Dan instingku mengatakan bahwa Jongin saat ini membutuhkan pelukan yang hangat untuk menenangkannya. Ternyata instingku benar, Jongin menjadi tenang setelah mendapatkan pelukan dariku. Aku tersenyum senang, jika seperti ini aku semakin bersemangat untuk membuat Jongin sembuh.
Flashback off
"Kyungie chagi, kenapa kau melamun nak?" pertanyaan dari Appa membuyarkan lamunanku. "Anni, aku tidak melamun Appa" jawabku. "Benarkah? Oh iya Kyung, ini laporan hasil kesehatan Jongin yang kau minta kemarin. Setelah ini apa yang ingin kau lakukan kepada Jongin?" tanya Appa. "Untuk saat ini aku akan mengajarkannya berjalan Appa. Apakah boleh jika aku mengajak Jongin ke taman rumah sakit untuk melatihnya berjalan menggunakan kedua kakinya." Seketika aku melihat wajah Appaku berubah ragu saat mendengar permintaanku. Karena tidak ingin permintaanku ditolak aku mengeluarkan aegyo terbaikku kepada Appa agar beliau mengijinkanku untuk membawa Jongin ke taman rumah sakit. "Aigoo appa selalu saja kalah jika kau mengeluarkan aegyo andalanmu itu Kyung. Baiklah Appa mengijinkanmu untuk membawa Jongin keluar, kurasa Jongin juga bosan kalau selalu berada di dalam kamar inapnya. Tapi ingat kau harus selalu mengawasinya. Arraseo?" kata Appa segera aku memeluknya erat dan mengucapkan terima kasih.
.
.
.
.
.
.
Author POV
Cuaca di kota Seoul hari ini cukup bersahabat, setidaknya matahari bersinar cerah dan angin berhembus sepoi – sepoi menambah kesan sejuk. Banyak orang – orang yang meluangkan waktu senggang mereka untuk menikmati cuaca yang bersahabat saat ini. Termasuk dua orang namja yang sekarang sedang duduk di taman rumah sakit terbesar di Seoul tersebut sambil menikmati sengatan cahaya matahari yang menerpa kulit mereka. dua orang namja tersebut adalah Do Kyungsoo, dan pasiennya yang bernama Kim Jongin. Sebenarnya bukan hanya mereka berdua saja yang menikmati cuaca di taman ini. cukup banyak pasien yang merkunjung ke taman ini hanya untuk sekedar berjalan – jalan melepaskan penat karena bosan dengan bau obat – obatan khas rumah sakit yang menyengat. Kyungsoo dan Jongin lebih memilih berada di tempat yang lumayan sepi karena dia ingin melatih Jongin agar bisa berdiri tegak hanya dengan menggunakan kedua kakinya.
"Ayo Jongin aku akan melatihmu untuk berjalan dengan kedua kakimu. Nah sekarang apakah kau bisa berdiri sendiri? Jika kau bisa berdiri seperti ini maka anggukkanlah kepalamu sepertiku. Jika kau tidak bisa berdiri sendiri dan memerlukan bantuanku maka gelengkan kepalamu seperti ini." ucap Kyungsoo memberikan penjelasan kepada Jongin. Setelah selesai memperhatikan Kyungsoo, Jongin menganggukkan kepalanya artinya dia bisa berdiri sendiri tanpa bantuan dari Kyungsoo. Dengan perlahan – lahan Jongin mulai mencoba untuk berdiri sendiri dengan kedua kakinya. Tak lama kemudian mulai terlihat kaki Jongin yang mulai gemetaran. Maklum saja selama ini Jongin selalu menggunakan lututnya untuk berjalan. Pasti syaraf yang ada di kakinya sudah mulai melemah karena tidak pernah digunakan. Sebetulnya Kyungsoo sudah berjalan mendekat dan ingin membantu Jongin berdiri. Namun melihat perjuangan Jongin membuat Kyungsoo mengurungkan niatnya tersebut.
"Selanjutnya aku akan menuntunmu dan cobalah untuk melangkahkan kakimu." Ucap Kyungsoo. Namja imut tersebut mulai menggenggam erat tangan Jongin dan menuntunnya untuk berjalan. Alhasil saat ini Kyungsoo berjalan mundur untuk memudahkan Jongin melangkah. Namun sedari tadi Kyungsoo tidak bisa berkonsentrasi untuk mengajari Jongin berjalan. Bagaimana Kyungsoo bisa berkonsentrasi jika selama ini yang dia perhatikan hanya wajah tampan bak malaikat yang saat ini berada tepat di depan wajahnya. Iris tajam berwarna kelam milik Jongin seakan menjerat Kyungsoo untuk tenggelam ke dalam pesona seorang Kim Jongin. Bahkan Kyungsoo tidak mampu berkedip saat melihat sosok sempurna di depannya. Katakanlah saja Kyungsoo sekarang sudah gila karena bisa begitu terpikat oleh pesona Jongin. Kyungsoo sendiri kehilangan kata – kata untuk menjelasan pesona yang dimiliki Jongin. Tatapan yang diberikan Kyungsoo merupakan tatapan yang memuja kepada Jongin. Sehingga tanpa disadari oleh Kyungsoo pipi chubby nya kini telah memerah sempurna dan jantungnya memompa darah ke seluruh tubuhnya lebih cepat daripada biasanya.
"Emm Jongin kurasa latihan berjalan untuk hari ini sudah cukup sampai disini. Kita akan melanjutkannya besok. Sekarang ayo kita kembali ke kamar rawatmu emm kau butuh waktu untuk beristirahat." Ucap Kyungsoo dengan wajah tertunduk malu. Dia berusaha menutupi rona kemerahan di pipinya dari Jongin. Namun sepertinya usaha Kyungsoo untuk menyembunyikan pipinya yang bersemu merah gagal karena sedari tadi Jongin sudah menyadari ekspresi Kyungsoo yang malu – malu. Dengan sikapnya tersebut membuat Kyungsoo semakin imut dan menggemaskan seperti anak anjing.
Pluk
Tangan besar Jongin mendarat dengan sempurna di puncak kepala Kyungsoo. Menyadari ada seseorang yang mengelus kepalanya membuat Kyungsoo sontak menegakkan kepalanya yang sedari tadi menunduk. Dia melihat Jongin sedang mengelus kepalanya dengan lembut persis seperti yang sering Kyungsoo lakukan. Jantung Kyungsoo seakan berhenti berdetak saat dia melihat bibir tebal dan seksi milik Jongin melengkung ke atas. Ya Jongin tersenyum lebar untuk pertama kalinya. Senyumannya sangat lebar berbeda dengan biasanya dia hanya akan mengeluarkan senyuman yang sangat tipis. Hal itu menandakan bahwa Jongin sedang berbahagia saat ini. Kyungsoo membeku di tempatnya saat ini. Bagaimana bisa tubuhnya memberikan respon berlebihan seperti ini hanya karena melihat senyuman dari Jongin. Kyungsoo berani bersumpah bahwa senyuman tadi adalah senyuman yang paling indah yang pernah dia lihat. Bahkan senyuman Park Chanyeol – si raja senyum – tersebut kalah indah dengan senyuman yang diberikan Jongin barusan. Kyungsoo semakin terjatuh dalam pesona Kim Jongin saat melihat senyumnya tadi yang membuatnya semakin tampan. Sontak Kyungsoo kembali menundukkan wajahnya menahan malu saat dirasakannya rona kemerahan kembali menjalar di pipinya. Akhirnya Kyungsoo memutuskan memapah Jongin menuju ke kamar rawatnya. Kyungsoo semakin mempercepat langkahnya saat dirasakannya jantungnya semakin menggila jika berdekatan dengan Jongin. Dia harus cepat – cepat pergi dari hadapan Jongin agar dia tidak menjadi gila karena pesona Jongin.
.
.
.
.
.
.
Pagi itu di kediaman keluarga Do diawali oleh suara dari jam weker yang menggema di salah satu kamar. Sang pemilik kamar sendiri sekarang masih bergumul di bawah selimut pororo kesayangannya. Dia bergerak – gerak gelisah ketika tidurnya terganggu dengan suara jam weker yang memekakkan telinga. Dengan terpaksa dia menyibakkan selimutnya dan tangannya meraba – raba keberadaan jam weker yang mengganggu tidurnya dengan mata yang masih terpejam erat. Setelah menemukan jam tersebut dan mematikan alarmnya dia kembali berbaring dan melanjutkan tidurnya yang tertunda. Kyungsoo, nama namja tersebut masih merasakan rasa kantuk yang teramat sangat. Dia kemarin baru tertidur jam 3 pagi karena lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya. Namun tak berapa lama dia membuka matanya dan langsung menyambar jam yang berada di meja di samping tempat tidurnya. Matanya semakin melebar saat dia menyadari jam berapa saat ini.
"KYAAA APPA EOMMA KENAPA TIDAK MEMBANGUNKAN KYUNGIE. KYUNGIE JADI TERLAMBAT BEKERJA" teriak Kyungsoo membahana di penjuru rumah mewah tersebut. Kyungsoo sedikit menyerngit heran karena tidak ada respon sama sekali atas teriakannya yang memekakkan telinga tersebut. Biasanya jika dia berteriak seperti tadi maka appa atau eommanya akan langsung menuju ke kamarnya untuk memarahi Kyungsoo agar tidak berteriak di pagi hari. Karena teriakan Kyungsoo dapat membuat orang menjadi tuli seketika itu yang dikatakan Tuan Do untuk menyindir anaknya, sedangkan Kyungsoo hanya mendengus sebal setiap kali appanya berbicara seperti itu. Teringat dirinya yang sudah terlambat untuk bekerja, Kyungsoo segera berlari menuju kamar mandi dan bersiap – siap untuk berangkat bekerja.
Rumah Sakit Jiwa Seoul
Kyungsoo merasa ada yang aneh dan berbeda hari ini. Bukan karena dia bangun kesiangan dan akhirnya terlambat bekerja – Kyungsoo sudah terlalu sering melalukan hal itu – melainkan karena tidak ada satu orangpun di rumah mewahnya tadi. Sungguh tidak biasanya jika rumah itu dibiarkan tidak perpenghuni. Biasanya ada eommanya yang menjaga rumah, kalaupun eommanya sedang keluar rumah maka ada puluhan maid yang anan menjaga sekaligus membersihkan rumahnya. Namun apa yang dilihatnya tadi sungguh berbeda, tidak ada satu orang pun di rumahnya yang membuat rumahnya tadi seakan tak berpenghuni. Saat ini dia sudah sampai di rumah sakit tempatnya bekerja dan dengan langkah cepat – sedikit berlari – menuju ke ruang kerjanya. Suara dari handphonenya menandakan ada sebuah panggilan yang masuk. Sontak Kyungsoo mengentikan langkahnya dan mengambil handphone di saku celananya. Melihat siapa yang meneleponnya saat ini membuat senyuman Kyungsoo merekah seketika. Lalu dia menggeser ikon hijau di handphonenya dan menerima panggilan tersebut.
"Yeoboseyo"
"YAK KYUNGIE KENAPA KAU TIDAK MEMBERITAHUKU JIKA KAU SUDAH KEMBALI DARI INGGRIS EOH. SAHABAT MACAM APA KAU INI? KENAPA KAU TEGA SEKALI PADA SAHABATMU INI DO KYUNGSOO"
Mendengar teriakan yang begitu nyaring otomatis membuat Kyungsoo menjauhkan handphonenya dari telinganya.
"Mianhae baekkie aku belum sempat memberitahumu tentang kepulanganku dari Inggris. Lagipula bukankah kau juga sibuk mempromosikan album terbarumu itu."
"Ya iya baiklah. Sekarang kau dimana Kyung? Aku ingin bertemu denganmu, kau tahu aku sangat rindu kepadamu dan ingin bercerita banyak sekali kepadamu. Bisakah kita bertemu saat ini? Hari ini aku mendapat jatah libur, jadi seharian ini aku bebas melakukan apapun."
"Aku sedang berekja Baek. Bagaimana jika besok saja kita bertemu. Kebetulan besok aku libur bekerja."
"ANDWE kita harus bertemu sekarang Do Kyungsoo. Kau tidak kasihan kepadaku? hanya hari ini aku mendapatkan jatah libur dan mulai besok aku harus bekerja lagi"
"Tapi baek"
"Tidak ada penolakan Do Kyungsoo. Kau bekerja di rumah sakit yang sama dengan ayahmu kan. Tunggu aku disana. Sekitar 10 menit lagi aku akan sampai. Bye Kyungsoo"
Belum sempat menjawab tapi saluran telepon itu sudah terputus secara sepihak. Kyungsoo hanya bisa menghela nafas. Sahabatnya, Byun Baekhyun selalu akan bersikap seenaknya sendiri. Kyungsoo sangat memahami sifat Baekhyun yang suka seenaknya tersebut. Jika sahabatnya sudah memaksakan sesuatu maka yang bisa dia lakukan hanya mengalah. Percuma jika beradu argument dengan seorang Byun Baekhyun, tidak ada seorangpun yang menang jika sudah berargumen dengannya. 10 menit kemudian di seberang jalan sana terdapat sebuah mobil sport berwarna hitam kelam dan tampa mewah. Tak lama kemudian seorang namja keluar dengan menggunakan masker dan kacamata hitam yang menutupi mata sipitnya. Tanpa perlu bertanya Kyungsoo sudah mengetahui siapa namja yang berpakaian aneh yang berjalan mendekatinya. Dialah Byun Baekhyun, sahabat Kyungsoo sekaligus seorang idol yang sangat terkenal seantero Korea Selatan. Karena statusnya yang seorang artis terkenal itulah yang membuatnya melakukan penyamaran saat berada di tempat umum. Alasannya sederhana, supaya tidak ada seorangpun yang mengenali jika dia adalah seorang idol. Namun dengan berpakaian mencolok seperti itu apa tidak membuat orang –orang semakin curiga dengan Baekhyun? Itulah pertanyaan yang berada di benak Kyungsoo saat ini. Setelah sampai, Baekhyun menarik tangan Kyungsoo dan membawanya ke mobil mewahnya yang terparkir di seberang jalan.
.
.
.
.
.
.
Kyungsoo merasa sangat lelah saat ini. Sesampainya di rumahnya, Kyungsoo langsung merebahkan dirinya di sofa yang terletak di ruang keluarga tersebut. Seharian ini dia dipaksa Baekhyun untuk mengikutinya berbelanja keperluan untuk showcase nya yang akan dilaksanakan 1 minggu lagi. Selain itu, dia juga harus bersabar mendengar cerita Baekhyun yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang namja yang bertemu dengannya 1 minggu lalu di bandara. Dengan langkah tertatih, Kyungsoo berlajan menuju kamarnya yang berada di lantai 2. Rencananya dia akan membersihkan diri dan langsung tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Namun rencananya harus ditunda karena appanya menyuruhnya ke rumah sakit sekarang juga untuk menyelesaikan pekerjaannya yang terbengkalai karena di tadi membolos. Kyungsoo meruntuk Baekhyun di dalam hati, jika saja tadi dia tidak membolos pasti pekerjaannya sekarang sudah selesai. Kyungsoo hanya bisa pasrah dengan langkah yang ogah – ogahan dia berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan segara pergi ke rumah sakit untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.
20 menit berlalu dan sekarang Kyungsoo sudah sampai di rumah sakit tempatnya bekerja. Dia berjalan kearah tempat kerjanya, namun belum sampai ke tempat kerjanya dia menyempatkan diri untuk mampir ke ramar rawat Jongin. Entah mengapa dia merasakan kerinduan akan sosok Jongin. Padahal dia hanya tidak bertemu selama kurang dari 24 jam namun entah mengapa dia merasakan kerinduan yang sebesar ini. Dengan perlahan dia membuka kenop pintu dan menemukan Jongin sudah tertidur pulas di katil rumah sakit tersebut. Kaki Jongin sekarang sudah tidak dipasung lagi karena dia sekarang ini sudah jarang mengamuk dan membahayakan orang lain lagi. Jongin saat ini lebih bisa mengotrol emosinya. Setelah puas melampiaskan kerinduannya dengan melihat Jongin yang tertidur, Kyungsoo segera menuju ke ruang kerjanya. Setelah sampai di depan pintu ruangan kerjanya, Kyungsoo memutar kenop pintu tersebut dan terkejut dengan pemandangan yang berada di depannya. Di depan Kyungsoo saat ini terdapat kedua orangtuanya dan beberapa pegawai di rumah sakit ini yang meniup terompet dan memakai topi pesta. Dan jangan lupakan kedua orang tua Kyungsoo yang membawa kue ulang tahun dengan lilin bertuliskan angka 23 di atasnya.
"SAENGIL CHUKKAE HAMNIDA URI KYUNGSOO" teriak mereka secara bersama – sama. Kyungsoo yang mendapat kejutan tersebut tidak bisa menahan raut bahagianya. Hampir semua orang yang disayanginya berada di sini dan memberikan ucapan ulang tahun kepadanya. Bahkan sahabatnya, Byun Baekhyun juga berada di sini. Kyungsoo dapat menyimpulkan bahwa Baekhyun tadi sengaja mengajaknya berjalan – jalan supaya dia tidak bekerja dan memberikan kesempatan kepada kedua orangtuanya untuk menyiapkan pesta kejutan untuk Kyungsoo. Setelah menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dia melakukan make a wish dan meniup lilinnya. Setelah itu semua orang yang berada di sana mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan kado kepadanya. Kyungsoo sangat terharu, dia tidak menyangka jika banyak sekali orang yang mengingat ulang tahunnya hari ini. Bahkan dia saja lupa jika hari ini adalah hari ulangtahunnya. Pesta perayaan ulang tahun Kyungsoo pun berlanjut dengan keceriaan yang tidak terlepas dari setiap orang yang berada di sana.
.
.
.
.
.
.
Setelah selesai membersihkan ruang kerjanya dari pesta kejutan tadi, Kyungsoo berjalan ke taman belakang bermaksud untuk membuang sampah sisa pesta tadi. Kyungsoo menajamkan penglihatannya saat dia melihat seseorang yang sedang duduk di kursi yang terdapat di taman tersebut. Kyungsoo berjalan mendekati namja tersebut untuk memastikan apakah dia mengenalnya atau tidak.
"Kim Jongin, apa yang sedang kau lakukan disini?"
Ternyata namja yang duduk tadi adalah Jongin. Kyungsoo bertanya – tanya mengapa dia bisa berada di sini? Bukankah tadi dia tidur di kamar rawatnya? Tangan Jongin terulur kemudian menarik Kyungsoo agar duduk di sebelahnya. Kyungsoo yang tidak mengerti dengan maksud Jongin hanya bisa menuruti Jongin. Setelah duduk, Jongin memberikan setangkai mawar merah kepada Kyungsoo. Sepertinya Jongin memetik bunga yang ada di taman tersebut dan memberikannya kepada Kyungsoo.
"Kenapa kau memberikanku bunga Jongin? Apa ini kado ulangtahunku darimu?" tanya Kyungsoo bermaksud untuk bercanda. Namun anggukan kepala dari Jongin membuat Kyungsoo tercengang. Jadi bunga mawar ini merupakan kado yang diberikan oleh Jongin. Tanpa aba – aba pipi Kyungsoo merona hebat, dia menundukkan kepalanya malu. Dia sangat senang mendapatkan kado dai Jongin meskipun itu hanya setangkai bunga mawar. Namun bunga itu yang memberikan adalah Jongin dan Kyungsoo akan menjaga mawar itu sepenuh hatinya karena mawar tersebut pemberian dari Jongin.
"Gomawo Jongin" ucap Kyungsoo tulus dan dijawab dengan anggukan kepala serta senyum lebar dari Jongin yang membuat nafas Kyungsoo tercekat seakan – akan tidak ada pasokan oksigen di sekitarnya saat ini. Tidak lupa Jongin yang mengelus kepala Kyungsoo sayang, mendapat perlakuan seperti itu Kyungsoo tidak bisa menahan lagi senyuman di bibir berbentuk hatinya. Baginya hari ini adalah hari ulang tahun terbaiknya selama dia hidup. Dia bersyukur kepada Tuhan karena masih diberikan kesempatan untuk hidup di dunia ini dan merasakan cinta yang begitu berlimpah dari orang – orang disekitarnya. Dan juga Kyungsoo bersyukur karena
Terima kasih Tuhan karena kau memberikan kesempatan untukku untuk bisa mengenal Jongin. Aku berharap bisa merubahnya menjadi manusia normal dan dia dapat menjalani hidup dengan normal seperti manusia yang lainnya.
"Do Kyungsoo"
Mendengar namanya dipanggil sontak membuat Kyungsoo tersadar dari keterpanaannya kepada sosok Jongin dan menolehkan kepalanya untuk mengetahui siapa yang memanggilnya saat ini.
"Chanyeol hyung?"
(TBC / END)
Author's Note :
Annyeng bertemu lagi sama Miss Wuhan si author geje hehe. Pertama – tama saya mau ngucapin happy kyungsoo, kaisoo, sama jongin day. Nah sebagai hadiah untuk eomma sama appaku yang lagi ultah *lirik kyungsoo sama jongin, akhirnya aku ngepost juga kelanjutan dari ff ini. Saya juga mohon maaf jika kelanjutan ff ini sangatlah lama karena kesibukan kuliah dan tugas – tugas kuliah yang membuat saya tersiksa *curcol. Kabar baiknya adalah mulai hari ini saya sudah libur kuliah jadi ada banyak waktu yang bisa saya gunakan untuk menulis ff *goyang dumay bareng kaisoo. Bagaimana pendapat para reader dengan chapter ini? Apakah mengecewakan, membosankan, atau semakin seru? Jujur saya kurang puas dengan chapter kali ini. Saya merasa jika moment kaisoonya kurang fluffy. Ternyata membuat adegan sweet moment lumayan susah beda banget kalau buat adegan sad pasti ide langsung mengalir begitu saja. Yang terakhir saya ingin mengucapkan terima kasih bagi yang sudah memfollow, favorite, maupun mereview ff ini oh iya bagi silent readers juga terima kasih banyak #bow. Saatnya membalas review:
SognatoreL: ne chinggu ff ini juga di post dif p kaisoo dif fb. Terima kasih ya sudah membaca dan mereview ff ini . Si mak kyung dan mulai tergila – gila sama JOngin wkwkwk. Ini ffnya udah dilanjut jangan lupa review lagi ya
Kaisooship: hehe mereka ga jadi ciuman karena dah ketahuan duluan ma ayahnya mak kyung. Iya nanti cara makan Jongin bakalan dirubah tadi bertahap ya sekarang jongin belajar jalan dulu #plakk. Gomawo ne dah review jangan lupa review lagi
kkamjjong Baby: Wah reader baru ya? Selamat datang dan selamat menikmati. Terima kasih sudah review ne jangan lupa review lagi di chapter ini. mian kalau saya hiatusnya terlalu lama. Semoga di chapter ini ffnya tidak mengecewakan.
Kyungra26: iya udah ada moment kaisoo chinggu. Ini udah dilanjut . Terima kasih sudah review ne jangan lupa review lagi di chapter ini
meliarisky7: iya ini ffnya udah dilanjut . Terima kasih sudah review ne jangan lupa review lagi di chapter ini
ViraaHee: ini udah dilanjut udah ga penasaran lagi kan? Terima kasih sudah review ne jangan lupa review lagi di chapter ini
Insooie baby: Ini ff nya udah di update chinggu mian ya kalau nunggu lama #deepbow. Terima kasih sudah mendoakan semoga UTS saya sukses :D . chinggu mau nanya nih siapa sih yang maen film wolf ntuh? Saya penasaran pingin liat filmnya hehe. Terima kasih sudah review ne jangan lupa review lagi di chapter ini oh iya I lop yu tu readernim wkwkwkwk
: kenapa TBC? Biar greget chinggu #plakk. Terima kasih sudah review ne jangan lupa review lagi di chapter ini
nisakaisa: Iya gpp chinggu terima kasih ne udah review ini udah dilanjut jadi udah ga penasaan lagi kan? Wah saya jadi semakin penasaran sama film itu? emang yang main siapa chinggu? Please tell me #buingbuing
t.a: mian kalau kependekan habisnya idenya udah mentok sampai disitu chinggu makasih ya udah review jangan lupa review lagi
Chinen Yuuri: terima kasih banyak ya udah suka sama review ff ini . Ini ffnya udah di update
saniaannanda: pertanyaannya udah terjawab di chapter ini kan? Terima kasih sudah review ne jangan lupa review lagi di chapter ini
see you in next chap
Facebook : Wu Yi Han
Twitter : deniralorenza
AFF: Miss_Wuhan
