Tittle : Captain, I Love You.
Author : Kim Kyusung (Kimmie)
Genre: Fantasy, Romance, Slice Of Life, Sci-fi.
Pairing : KyuSung (Kyuhyun & Yesung)
Cast : Kyuhyun, Yesung, Kira Yamato, Donghae, Yunho, Henry, Kris, Tao.
Disclaimer: Cast milik Tuhan, Orang tua dan Fansnya Dan cerita ini milik saya.
Rating: 18+
Warning:
- Yaoi (Boy X Boy)
- M-preg, Yesung uke!Crack Pair!
-Banyak adegan kekerasan, hal menjijikan dan lain – lain.
- Sediakan makanan dan minuman, karena ditakutkan selama baca FF ini akan lelah saking panjangnya.
FF ini berkonsep Anime:
- Gundam by Yoshiyuki Tomino.
- Black Bullet by Shiden Kanzaki
- Shingenki No Kyojin/Attack On Titan by Hajime Isayama
Captain, I Love You.
KimKyusung (kimmie)
©2016
Please don't copy paste without permission
Summary
Korea Selatan berada diambang kepunahan! Sekelompok monster Gastrea menyerang KorSel dan Yesung bersumpah akan membunuh semua monster yang ada, hingga kemudian ia masuk ke dalam organisasi khusus Gundam, dimana disana ia bertemu dengan Captain Kyuhyun sang pemilik Humanoid terkuat & tampan "Setiap kau melakukan kesalahan. Maka, aku akan menghukum mu." Smirk Kyuhyun.
Monster Gastrea adalah makhluk yang tidak diketahui dari mana asalnya. Monster Gastrea sendiri pada umumnya berbentuk serangga seperti; laba – laba, kalajengking, lebah, belalang dan kumbang, hanya saja ukurannya lebih besar dimana ukuran terkecil yaitu 3 meter dipegang oleh monster berbentuk laba – laba, sedangkan ukuran terbesar yaitu 6 meter dipegang oleh monster berbentuk belalang dan lebah. Dan, mereka hanya bisa di basmi dengan senjata berbahan logam Varanium.
Sejak penyerangan besar – besaran kedua yang terjadi pada tahun 2165, dimana pada saat itu Korea Selatan yang sedang fokus untuk menemukan cara agar keberlangsungan umat manusia tetap ada menciptakan 100.000 embrio buatan untuk ditanamkan kepada penduduk laki – laki, namun monster Gastrea menyerang kembali dan menewaskan 100.000 embrio buatan beserta penelitinya, hingga membuat populasi umat manusia di Korea Selatan pada saat itu hanya tinggal setengah yaitu tidak kurang dari 20.179.916 jiwa, dan kematian di dominasi oleh warga lokal.
Tapi, siapa sangka takdir berkata lain dimana 1 dari 100.000 induk embrio buatan itu berhasil melarikan diri dan melahirkan anaknya. Sekarang sudah 18 tahun berlalu sejak anak itu lahir, kini ia hidup sebagai seorang pejuang dan prajurit khusus Gundam demi mendapatkan hak kemerdekaan negaranya dari para monster. Siapa dia ? dia adalah…..Yesung.
CEKLEEEK…
"Captain aku pulang." Sambil menenteng dua tas ransel berukuran besar, Yesung yang saat ini sedang berdiri didepan pintu rumah Kyuhyun menyapa sang pemilik rumah dengan senyuman termanisnya.
"…" Melihat Kyuhyun hanya terdiam seperti patung diambang pintu, Yesung dengan seenaknya masuk kedalam rumah. Namun sebelum Yesung masuk, Kyuhyun sudah lebih dulu menghalangi jalannya dengan menjadikan lengannya sendiri sebagai pagar pembatas.
"Kau siapa ?." Tanya Kyuhyun dengan wajah datar dan nada yang begitu dingin. Karena, jujur saja Kyuhyun tidak kenal dengan pemuda yang ia akui sangat manis ini. Sedangkan Yesung yang ternyata Kyuhyun tidak mengingat dirinya hanya bisa terbelak kaget dan tidak percaya. Bagaimana bisa Kyuhyun melupakan dirinya.
"Captain, ini aku Yesung!." Seru Yesung tidak terima sambil menunjuk – nunjuk wajahnya sendiri dengan harapan sang captain bisa mengingatnya.
"Huh ? Yesung." Kali ini wajah Kyuhyun sedikit menyerngit bingung. Namun tidak lama Kyuhyun memundurkan langkah kakinya untuk menatap sekali lagi pemuda didepannya, mulai dari bawah kaki hingga ujung kepala.
"Kau! Bocah tengik yang waktu itu ?."
"Nde, aku bocah yang dulu kau bilang akan berada dibawah tanggung jawab mu, lalu besoknya kau mengirimku ke Camp Militer untuk berlatih supaya aku pantas menjadi anak buah mu dan sekarang aku telah kembali."
"…." Kyuhyun terdiam lagi. Kejadian lima tahun lalu dimana Kyuhyun mengirim Yesung ke Camp militer kini berputar kembali dibenaknya, Kyuhyun yang terlalu fokus dipasukan khusus Gundam dalam membasmi para monster membuat ia lupa akan sosok Yesung, ternyata waktu begitu cepat dan Yesung sudah menyelesaikan pelatihannya.
"Captain, dimana kamar ku ?." Tanya Yesung yang sedang mondar – mandir didalam rumah Kyuhyun untuk menelusuri setiap sudut ruangan. Rumah yang disediakan oleh pemerintah untuk pasukan militer benar – benar sangat lengkap fasilitasnya dan juga nyaman, pantas saja banyak keluarga dari kalangan bawah seperti keluarga petani dan peternak menginginkan anak – anak mereka untuk menjadi pasukan milliter karena selain keselamatan seluruh anggota keluarga dijamin, masa depan pun cerah terlebih jika salah satu anggota keluarga tergabung dalam pasukan khusus seperti Kyuhyun.
Merasa tidak mendapatkan jawaban, Yesung pun berbalik untuk melihat apakah sang captain mendengar pertanyaannya atau tidak. Dan, benar saja dugaan Yesung. Terlihat Kyuhyun masih saja berdiri diam mematung.
"Captain."
"Ngh ?." Kaget Kyuhyun saat Yesung memanggilnya dengan cara mendekatkan wajahnya.
"Terserah, tidurlah dimana kau suka asal jangan menggangu ku."Kyuhyun meninggalkan Yesung dan kembali ke meja makan untuk memakan Ramyeon-nya yang tertunda. Disisi lain Yesung yang telah menemukan sebuah kamar kini sedang meringkuk dibawah selimut untuk menutupi wajahnya yang sudah memerah, Kyuhyun pria 28 tahun yang sekarang sudah menjadi pria dewasa dan semakin tampan membuat pemuda 18 tahun uring – uringan.
'Aish…kau bukan Pedofil Kyu.' Batin Kyuhyun yang sedang mengontrol perasaannya disela makan, Kyuhyun akui dirinya berdebar ketika melihat Yesung tadi, tapi dirinya tidak ingin sampai jatuh kedalam masalah cinta. Ayolah, jika ia harus menyukai seseorang setidaknya usia mereka terpaut beda dua atau tiga tahun. Sedangkan dengan Yesung, usia mereka terpaut jauh yaitu 10 tahun.
.
[Base Camp]
.
"Captain, kami ingin melapor bahwa spark sudah kami perbaiki."Lapor seorang asisten ilmuan kepada Kyuhyun melalui komunikasi layar monitor yang langsung terpasang didalam ruangan tempat dimana pasukan khusus Gundam berkumpul sebelum menjalankan tugas. Saat ini Kyuhyun yang sudah bersiap dipangkalan militer Gundam mendapatkan misi dari presiden, yaitu para monster Gastrea dari daerah barat sudah berdatangan dan pasukan khusus Gundam ditugaskan untuk membersihkan daerah tersebut.
TAAAP….
TAAP….
"Morning, captaaaain!." Sapa seorang prajurit yang selalu ceria dan penuh semangat setiap harinya. Satu persatu anak buah Kyuhyun mulai berdatangan memasuki ruangan, sosok pria bermata panda serta bertubuh ramping yang dibalut seragam militer lengkap emblem berlogo sepasang sayap yang memiliki arti 'kebebasan' ini menempel dibelakang punggungnya dengan gagah. Siapa dia ? ia adalah Zitao (27th), seorang pilot dari Gundam Wing Endless Waltz. Jika warga sipil melihat pria manis ini mungkin tidak akan mengira bahwa ia adalah anggota pasukan khusus, karena tingkah dan tubuhnya tidak menunjukkan umurnya yaitu seperti anak kecil. Namun ketika marah jangan harap kalian bisa lepas darinya, sebab ia memiliki matrial art tingkat professional.
"Hooam…morning captain Cho." Kali ini pria bewajah stoic namun tampan dan berperawakan tinggi datang dengan segelas kopi ditangannya. Dengan sikap cuek dan arrogant-nya seperti Kyuhyun, prajurit yang berpakaian sama seperti Zitao tapi berambut blonde ini benar – benar membenci misi yang ditugaskan pada pagi hari. Ia adalah Kris (27th), seorang pilot dari Gundam-VTwo (V2).
"Heem." Balas Kyuhyun dengan berdehem saja entah ia mendengar atau tidak.
"Sepertinya Captain kita sedang Bad Mood, Tao." Gumam Kris yang duduk disebrang Kyuhyun melihat raut wajah sang captain pagi ini terlihat suram dan frustasi. Tao yang tadinya sedang sibuk berkomunikasi dengan Gundam miliknya melalui Void-Watch, kini mengalihkan mata pandanya ke depan dan dirinya langsung bergedik ngeri saat melihat aura kegelapan menyeruak dari tubuh Kyuhyun.
'Aku tidak menyangka bahwa bocah itu akan menjadi bumerang untuk ku.' Batin Kyuhyun yang ternyata sedang memikirkan Yesung dengan serius sampai – sampai dirinya tidak sadar telah menggeluarkan aura kegelapannya.
"Ca-captain." Panggil Tao lirih yang bermaksud untuk meminta Kyuhyun agar berhenti membuat ruangan disini terasa mencengkam dan bertambah dingin akibat auranya. Namun Kyuhyun yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri tidak merespon panggilan Tao.
TAAAAK….Dengan sengaja Kris menaruh gelas plastik bekas kopinya cukup keras ke meja hingga sang captain tersadar ke alam nyata.
"Sejak kapan kalian disini ? dan dimana rasa hormat kalian ? kenapa kalian tidak memberi salam padaku ?." Ucap Kyuhyun bertubi – tubi atau lebih tepatnya memarahi dua anak buahnya tanpa alasan.
"Captain, kami sudah disini beberapa menit lalu dan kau membalas dengan deheman. Ku pikir captain menyadari kehadiran kami, tapi ternyata captain melamun." Jelas Tao yang dianggukan setuju oleh Kris.
"Ciih…." Decis Kyuhyun yang berlagak angkuh dengan melipat kedua tangannya didada dan terdiam untuk menyembunyikan rasa malunya karena telah menuduh anak buahnya, sedangkan dilain sisi Kris yang menyadari tingkah aneh Kyuhyun menaruh kedua sikunya dimeja dan menopang dagunya dengan tangan lalu memfokuskan indra penglihatannya pada pemimpin yang sudah hampir 10 tahun ia ikuti.
"Tidak biasanya Captain seperti ini, pasti terjadi sesuatu kan ?." Senyum Kris penuh misterius. Dalam kehidupan seorang captain Kyuhyun ada dua jenis orang yang menurutnya sangat berbahaya; Pertama adalah orang yang memiliki sifat lebih sadis dari dirinya yaitu Donghae, walaupun tampak luar penampilan sang komandan lemah lembut dan ramah, tapi ketika serius Donghae akan tegas dan tidak segan – segan menghajar Kyuhyun ditempat tanpa peduli pada sekitarnya jika ia melakukan kesalahan, untuk itulah Kyuhyun sangat menghormati Komandannya yang berani dalam mengambil tindakan langsung bahkan Kyuhyun diam – diam mengikuti gaya komandan Donghae.
Lalu yang kedua adalah orang yang tahu segalanya tentang dirinya yaitu Kris dan Tao, teman seperjuangan sejak kecil. Dulu Kyuhyun, Kris dan Tao adalah sekelompok bocah berandalan yang suka sekali mencuri dan membuat onar di wilayah tempat tinggal mereka sebelum komandan Donghae membawa mereka untuk bergabung dalam pasukan Khusus.
"Ini semua gara – gara bocah itu." Akhinya Kyuhyun mulai menceritakannya. Pagi tadi sebelum Kyuhyun tiba di camp, Kyuhyun seperti biasa bangun dari tidurnya ketika ada panggilan misi dari presiden. Namun kali ini ia terbangun sedikit agak berbeda. Karena saat Kyuhyun membuka matanya untuk pertama kali, Ia menemukan Yesung tanpa izin telah tidur diranjangnya dengan menjadikan lengan Kyuhyun bantal dan mendekapnya seperti guling.
[Flashback |Semalam]
.
Malam semakin larut dan Yesung yang sudah pulang dari Camp pelatihan militer kini tinggal bersama Kyuhyun yaitu seorang Captain yang lima tahun lalu mendeklarasikan dirinya bahwa ia akan bertanggung jawab penuh pada Yesung. Setelah memberikan Yesung makan, Yesung yang lelah dengan berbagai kegiatan militer akhirnya jatuh tertidur dikamarnya dan bermimpi tentang keluarganya.
TAP…
TAAAP….Didalam mimpi, dengan bertelanjang kaki tanpa alas Yesung berjalan disebuah padang rumput hijau yang sangat luas sekali. Angin semilir dan birunya langit yang saat ini berada diatasnya benar – benar membuat Yesung merasa ini adalah nyata.
"Harum ini…." Gumam Yesung saat hidungnya bergerak – gerak menghirup sesuatu yang manis dan lembut dari angin yang berhembus ke arahnya, aroma khas roti yang baru saja matang ini mengingatkan Yesung akan sosok ayahnya yang setiap pagi akan menyajikan dirinya sebuah roti hangat dengan siraman madu diatasnya.
"Mungkinkah ?." Dengan ekspressi wajah senang Yesung berlari naik ke atas bukit dan matanya langsung membulat gembira ketika ia melihat sebuah kota kecil yang sangat ia kenal dan rindukan ada didepan matanya sekarang.
DRAAP….
DRAAAP…Yesung terus berlari dan berlari menuruni bukit lalu menyelurusi jalanan kota Cheonan tanpa peduli bahwa sekarang ia berada di alam mimpinya sendiri.
'Sedikit lagi…akan sampai…' Batin Yesung yang tidak sabar untuk segera sampai. Setelah berlari cukup jauh, Yesung berbelok ke kanan dan melewati sebuah jembatan hingga akhirnya dari kejauhan Yesung bisa melihat sebuah rumah sekaligus tempat kedai makanan dengan kokoh berdiri disana.
BRRAAAK...Yesung mendobrak pintu lantai dua kedai makan tersebut dengan nafas yang sudah terenggah – enggah. Apa yang Yesung lihat saat ini benar – benar sulit ia percayai, bahkan rasanya Yesung ingin menangis karena terlalu senang melihat suasana didepannya.
"Yesungie, kau sudah pulang nak ?." Tanya Ren yang sibuk menuangkan susu segar ke dalam gelas kaca bergambar kura – kura kesukaannya, Yesung yang masih berdiri diambang pintu hanya bisa menatap Ibunya dalam diam.
"Akh...Yesung! Lihat ini daddy baru saja membuat roti kesukaan mu. Makanlah sebelum Noona mu datang, hahaha." Seru Baekho memperlihatkan sepiring penuh roti berukuran besar pada Yesung. Karena jujur saja baik Yesung dan Jiyeon, mereka berdua sama – sama menyukai roti Bugel buatan sang ayah.
"…." Yesung masih terdiam ditempatnya, benarkah apa yang ia lihat ini sungguhan ? sejenak Yesung melihat keadaan sekitarnya hanya untuk memastikan apakah saat ini ia benar – benar pulang ke rumahnya.
"Kenapa kau berdiri disitu." Dheg, mendengar teguran dari Baekho. Perlahan Yesung mencoba melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumahnya. Namun baru saja ia berjalan dua langkah, bahu kiri Yesung sudah ditabrak oleh seseorang yang masuk dengan kasar.
Bruuggh…
"Yak! Jangan menghalangi pintu pabo!." Yesung menggerjabkan matanya beberapa kali saat melihat sosok wanita yang sangat ia rindukan sekarang ada didepan matanya juga.
"Daddy, Mommy, Noona….kalian masih hidup." Seru Yesung pelan dengan suara paraunya.
"Kemarilah nak." Sekali lagi Ren memanggil Yesung dengan mengulurkan tangannya. Dan Yesung tanpa ragu menyambut uluran tangan tersebut, karena suara lembut dari sang Ibu telah berhasil menghapus semua keraguan Yesung akan dimana ia sekarang saat ini.
Kreet…Dibantu oleh Ren, Yesung kini duduk disamping Jiyeon untuk sarapan. Makan bersama sambil berbincang dan bercanda satu sama lain benar – benar membuat Yesung makin jatuh ke dalam mimpinya, hingga tidak bisa melihat mana kenyataan dan mana mimpi.
"Yesung kenapa kau bisa berpikir, kami sudah mati ?." Dheg, pertanyaan Jiyeon membuat kegiatan makan roti Yesung terhenti.
"Karena….kota Cheonan diserang oleh monster Gastrea."
"Hahahaaha." Jiyeon tertawa terbahak – bahak saat mendengar alasan Yesung yang begitu menggelikan ditelinganya.
"Yak! Noona, ini sungguhan!."
"Haha, baiklah, baiklah…coba ceritakan."
"Ketika kota Cheonan diserang, Daddy menyuruhku naik pesawat evakuasi bersama Noona lalu daddy pergi kembali ke kota untuk menyusul Mommy. Sesampainya dipengungsian Noona bilang jasad kalian tidak ditemukan, dan tidak lama Noona dimakan oleh monster Gastrea. Tapi, itu semua tidak benar. Sekarang kalian masih hidup, jadi aku tidak perlu menjadi anggota pasukan militer khusus Gundam lagi kan ?." Cerita Yesung panjang lebar sambil menundukkan kepalanya dalam – dalam, entah kenapa ada perasaan menyesal dan sesak didadanya ketika mengatakan dirinya tidak perlu menjadi anggota pasukan Gundam lagi.
"Pasukan khusus Gundam ?."
"Nde ? Kalian tidak tahu kan, sekarang aku sudah menjadi anggota militer khusus Gundam hahaha." Tawa Yesung kali ini yang sedang menyombongkan diri didepan Ayah, Ibu dan kakaknya.
"Besok aku akan memperkenalkan kalian kepada Captain, dia memang agak sedikit menyeramkan tapi sangat baik."
"Captain ? nuguseyo ?."
"Tentu saja Captain Kyu-…." Dheg, tiba – tiba jantung Yesung sesak ketika ingin menyebutkan nama Kyuhyun. Ada apa dengan dirinya ? kenapa saat ingin menyebutkan nama Kyuhyun ada perasaan yang menganjal dan lidahnya terasa kelu.
"Aku ke sini sebenarnya ingin mengajak mu bergabung ke pasukan khusus. Apakah kau mau Yesung ?."
"Hoi bocah tengik cepat jawab!."
"Aku akan bergabung dengan pasukan khusus Gundam dan membunuh monster Gastrea sebanyak yang ku bisa! Yah…membunuh mereka semua tanpa sisa..."
Cuplikan – cuplikan memorie kecil ketika dirinya pertama kali bertemu Kyuhyun dan ditawari oleh Donghae kini melintas didalam benak Yesung. Pada saat itu bukankah ia bergabung dengan pasukan khusus Gundam untuk balas dendam karena semua keluarganya terbunuh oleh monster Gastrea. Ini berarti Ayah, Ibu dan kakaknya sudah meninggal bukan.
Bruukk…Dengan cepat Yesung bangun dari duduknya dan jantungnya kini berdebar – debar makin cepat karena Yesung sudah menyadari bahwa sosok Ayah, Ibu dan kakaknya yang ada didepannya saat ini tidak nyata.
"Huumpptt." Yesung membekap mulutnya sendiri karena kaget dan ngeri ketika melihat Ayah, Ibu dan kakaknya yang semula dalam keadaan sehat, kini sudah berlumuran darah bahkan Yesung harus menahan muntahnya akibat tidak kuasa menahan rasa mualnya saat melihat kondisi keluarganya dalam keadaan tubuh tidak utuh.
"Kau kenapa Yesungie ? kenapa melihat kami seperti itu." TAP, Yesung memundurkan langkah kakinya saat Jiyeon mulai mendekatinya.
"Ja-jangan mendekat Noona." Seru Yesung kepada Jiyeon dengan tubuh gemetar ketakutan. Kondisi sang kakak benar – benar diluar kata baik, dengan leher patah ke kanan lalu tangan kiri yang tidak ada dan kaki yang bengkok diseret paksa untuk berjalan membuat tubuh Jiyeon terlihat berantakan.
"Kenapa hanya kau saja yang hidup. Seandainya kau tidak ada didunia ini, mungkin aku yang akan terus hidup."
"Hentikan!." Teriak Yesung yang sekarang menutup kedua telinganya rapat – rapat.
"Demi dirimu…ayah dan Ibu mati, lihatlah itu." Yesung pun melirik ke belakang Jiyeon dimana ayah dan Ibunya walaupun tidak mendekat tapi senyuman mereka sangat menakutkan, karena mereka tersenyum dengan kondisi separuh kepala berlubang, hingga menyebabkan sebagian otak mereka keluar, lalu anggota tubuh yang tidak utuh lagi benar – benar menggerikan dan Yesung tidak tahan untuk tidak menangis melihat kondisi orang tuanya seperti itu.
"Tidak….HENTIKAAAN!."
.
.
Zeeb, Yesung terbangun dengan nafas yang sudah terenggah – enggah dan tubuh penuh keringat dingin.
Tik…
Tik…Tik…suara jarum jam terus berdetik dan menujukkan pukul 11:55 malam. Didalam ruangan gelap bercahayakan sinar rembulan saja, Yesung menatap keadaan sekeliling ruangan untuk mencari tahu dimana ia sekarang, dan otaknya memproses pertanyaan itu dengan mengirimkan informasi bahwa saat ini ia berada didalam salah satu kamar Kyuhyun.
'Syukurlah itu hanya mimpi.' Batin Yesung yang kini bernafas lega, ditariknya selimut tebal miliknya yang sebagian terjulur kebawah lantai untuk membungkus kembali tubuh mungilnya dari dinginnya AC yang menyala. Sambil tidur dengan posisi menyamping, Yesung yang tidak bisa tidur lagi jadi mengingat tentang mimpinya.
"Kenapa hanya kau saja yang hidup. Seandainya kau tidak ada didunia ini, mungkin aku yang akan terus hidup."
"Demi dirimu…ayah dan Ibu mati."
"Hiks…mianhae, jeongmal mianhae." Isak Yesung yang langsung menutup wajahnya dengan selimut untuk meredam tangisannya agar tidak terdengar oleh siapa pun. Selalu saja seperti ini jika Yesung memimpikan keluarganya, akibat kematian kedua orang tua dan kakaknya kini Yesung hidup penuh dengan rasa bersalah.
.
.
Cekleeek…Kreeet, pintu berwarna coklat terdorong secara perlahan dari tempatnya. Dari lantai terlihat bayangan seseorang mulai memasuki ruangan yang sebenarnya tidak boleh dimasuki tanpa izin dari sang pemilik.
"Captain…bolehkah aku tidur dengan mu." Lirih Yesung yang sudah berdiri didepan kasur Kyuhyun dengan membawa bantalnya sendiri layaknya anak kecil yang tidak bisa tidur jika tidak bersama orang tuanya. Tidak mendapatkan respon, Yesung yang takut tidur sendiri akibat mimpi buruk akhirnya menggendap – endap naik ke atas ranjang Kyuhyun.
"Nggh." Leguh Kyuhyun yang tanpa sadar berbalik badan dan memeluk tubuh Yesung saat merasakan sisi kananya ada sebuah pergerakan. Kyuhyun yang lelah dan memiliki kebiasaan akan tertidur seperti orang mati tidak menyadari bahwa apa yang sedang ia peluk saat ini adalah bocah menyebalkannya.
'Captain…' Batin Yesung yang malu karena Kyuhyun langsung memeluknya, padahal Yesung mengira ia akan ditendang oleh Kyuhyun, tapi ternyata reaksinya tidak begitu. Sejenak Yesung memandangi wajah tidur Kyuhyun saat jarak wajah keduanya begitu dekat, jika di amati baik – baik ternyata wajah Kyuhyun ketika tidur itu lebih tampan ketimbang saat dia beraktivitas. Karena menurut Yesung ketika Kyuhyun sudah memakai seragam militernya, wajah stoic, angkuh dan sikap dinginnya akan keluar.
BIPP….
BIIP…terdengar alat notifikasi misi yang berbentuk ponsel pada umumnya berbunyi dengan nyaring. Jika untuk panggilan tugas Kyuhyun yang tidur seperti orang mati pun akan terbangun ketika mendengarnya.
"Ugh…lenganku." Ringgis Kyuhyun yang ingin mengambil ponsel dimeja nakas merasakan tangan kanannya sakit seperti ada sesuatu yang habis menimpa lengannya berjam – jam hingga peredaran darahnya menjadi tidak lancar.
Sreet…disibaknya selimut tebal miliknya untuk mengecek apa yang menyebabkan lengannya tidak bisa digerakkan. Kyuhyun yang kondisinya masih belum sadar sepenuhnya dari tidur, hanya bisa menatap sosok Yesung yang sedang tertidur di ranjangnya dengan tatapan biasa.
"Ternyata hanya si bocah..." Gumam Kyuhyun dengan santainya, bahkan Kyuhyun membenarkan selimut Yesung lalu mengamati wajah lugu dan adorable-nya ketika tidur.
Sreet…Entah terpesona dengan wajah Yesung atau nyawa Kyuhyun belum terkumpul sepenuhnya, perlahan tangan Kyuhyun terangkat untuk menyibak helaian rambut Yesung yang jatuh menutupi matanya.
"Ngh ?." Sadar sepenuhnya dari tidur, Kyuhyun yang semula ingin menyingkirkan rambut Yesung menjadi terhenti pergerakannya. Tanpa rasa kemanusiaan dan belas kasihan, kini Kyuhyun malah menarik selimutnya sekuat tenaga hingga Yesung ikut tergulung oleh selimutnya dan jatuh dari tempat tidur.
Bruugh,
"APA YANG KAU LAKUKAN DISINI!." Teriak Kyuhyun murka. Dan detik itu juga mood Kyuhyun langsung turun dengan drastis jika mengingat bagaimana dirinya bertingkah menggelikan dengan memandangi wajah tidur Yesung lalu menyibakkan rambutnya.
[Flashback END]
.
.
"Jadi kau tidak menciumnya ? jika aku jadi dirimu, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu." Ucap Kris dengan nada kecewa ketika selesai mendengar cerita Kyuhyun.
"Mulut sampah mu itu, bisa diam tidak ?." Balas Kyuhyun yang membuat Kris terkekeh.
"Mungkin dia memiliki sindrom Sleep-walking. Seharusnya captain tidak sekasar itu. Lalu, bagaimana rupanya sekarang ?." Tanya Tao yang antusias ingin bertemu dengan pilot yang bisa mengendalikan Gundam hebat seperti Turn X.
"Pasti dia sangat menggemaskan. Karena jika tidak, mana mungkin captain kita akan bertingkah bodoh seperti ini." Mendengar anak buahnya menghina dirinya bodoh, Kyuhyun yang tidak terima dengan cepat menarik kerah baju seragam Kris.
"YAK! BERANI SEK-."
"Captain." Dheg, Lagi – lagi Kyuhyun tersetak kaget saat mendengar suara panggilan lembut yang akhir – akhir ini membuat Kyuhyun seperti tersengat listrik. Kris yang posisinya berada dicengkraman Kyuhyun kini ber-smirk saat melihat satu sosok yang berdiri diambang pintu telah membuat pergerakan sang captain yang tadinya ingin meninju wajahnya menjadi terhenti.
'Jadi dia orangnya.' Batin Kris.
"Waaah, lihat ini ada dua prajurit muda yang manis." Seru Kris yang sekarang melirik ke arah belakang Kyuhyun.
TAP…Dari arah belakang, dua prajurit baru yang posisi berdirinya menghalangi jalan membuat Donghae yang baru saja datang ingin masuk kedalam ruangan jadi menautkan kedua alisnya bingung. Jika dihalangi seperti ini bagaimana bisa Donghae masuk ? Dan kenapa juga mereka berdua harus berdiri diambang pintu seperti ini.
"Minggir." Seru Donghae ketus sambil menerobos masuk begitu saja hingga dua anggota baru yang memiliki tubuh mungil hampir terhuyung ke depan.
"Morning komandan." Ucap Kris sambil memberikan hormat disela kegiatan sang captain Kyuhyun mengangkat kerah bajunya.
"Kyu, dimana rasa hormat mu padaku." Mendengar teguran dari Komandan, Kyuhyun yang tidak ingin mendapatkan masalah langsung melepaskan Kris dan membalikkan badannya lalu memberikan salam hormat pada Donghae dengan rasa jengkel serta menatap dua pria bertubuh mungil didepannya dengan wajah datar.
"Hari ini pasukan khusus kedatangan dua anggota baru, perkenalkan diri kalian masing – masing." Satu persatu anggota baru yang hari ini resmi bergabung bersama dengan pasukan khusus Gundam maju memperkenalkan diri dihadapan senior-nya.
"Nama ku Henry umur 18 tahun, mulai hari ini akan menjadi pilot dari Gundam Unicorn." Greb, tanpa diduga Tao yang suka sekali melihat pria berpipi chubby langsung memeluk tubuh Henry dengan erat.
"Kyaaa….kau imut sekali, nama ku Zitao tapi panggil saja Tao hyuuung~." Girang Tao membuat pemuda berambut Blonde bernama Kris langsung menatap tajam Henry dengan aura persaingan yang begitu kuat.
"Ba-baik Tao hyung." Ucap Henry yang menyadari dirinya sudah masuk kedalam situasi berbahaya tanpa ia inginkan.
"Nama ku Yesung, umur 18 tahun dan sekarang akan menjadi pilot dari Gundam Turn X. Mohon bantuannya."Kyuhyun langsung menatap horror ketika Yesung memperkenalkan diri sambil tersenyum dengan aura berbunga – bunga ke arah dirinya. Kebahagian yang Yesung rasakan ketika mendengar akan bertugas bersama Kyuhyun membuat Yesung tidak bisa untuk tidak tersenyum dan menyebarkan kebahagiaan pada semua orang, khususnya kepada sang Captain.
"Jadi, kau bocah yang lima tahun lalu mengendalikan Gundam Turn X itu." TAP, tiba – tiba Kris maju mendekati Yesung hingga jarak diantara keduanya menyempit, Kyuhyun yang melihat sifat agressif dari Kris yang muncul tidak terduga hanya bisa diam, tidak merespon.
"A-anu..." Gugup Yesung saat melihat wajah Kris dari jarak yang begitu dekat.
"Perkenalkan nama ku Kris." Chu~, mata Yesung langsung terbelak kaget saat Kris mencium punggung tangan kanannya dengan gentle layaknya seorang lady. Bukan tanpa alasan Kris melakukan ini, Kris yang menyadari bahwa sang captain sepertinya tertarik dengan Yesung. Jadi ingin sedikit menjahili Kyuhyun dan tentunya juga ingin melihat reaksi dari orang yang ia sukai apakah cemburu atau tidak. Namun sepertinya Tao tidak cemburu sama sekali. Lihat saja sekarang, Tao malah sibuk mencubit pipi Henry.
BRAAAK….entah dilakukan secara sengaja atau tidak, Kyuhyun mendorong kursi di depannya hingga jatuh dan berhasil menyita perhatian semua orang yang berada didalam ruangan untuk fokus kepada dirinya. Setelah acara perkenalan Tao dan Kris kepada Henry dan Yesung yang cukup anti-mainstream, kini giliran sang Captain Kyuhyun.
"Aku adalah Captain dalam team ini, namaku Cho Kyuhyun -…." Gleg, baik Henry dan Yesung yang baru pertama kali melihat tatapan tajam dan serius dari Kyuhyun hanya bisa menelan ludahnya kasar.
"Selama kalian menjadi anak buah ku, semua perintah dari ku bersifat mutlak…." Gleg, sekali lagi Henry dan Yesung menelan ludahnya, bahkan rasanya mereka berdua ingin kabur dari ruangan ini. Karena, saat Kyuhyun berbicara ia mengeluarkan aura kegelapan dan intimidasi yang begitu kuat. Sedangkan Kris dan Tao yang melihat ekpressi wajah dari anak baru hanya bisa menahan tawa, jika di ingat – ingat awal pertama mereka menjadi anak buah Kyuhyun apakah ekpressi mereka seperti itu.
"Dan, satu hal yang paling tidak ku sukai…jangan merepotkan aku, itu saja." Hening, untuk beberapa saat suasana didalam ruangan berubah menjadi tidak enak dan begitu dingin.
"Mana jawab kalian!."
"YES! CAPTAIN!." Jawab Serempak Henry dan Yesung sambil hormat penuh. Kini mereka berdua telah resmi bergabung untuk melawan para monster dibawah pimpinan Captain Kyuhyun langsung. Donghae selaku komandan yang melihat regu Kyuhyun bertambah sedikit tersenyum. Regu yang ia bentuk kini sedikit demi sedikit bertambah dan ia berharap, regu pasukan khusus bisa menjadi lebih kuat.
.
.
Satu persatu dimulai dari Kyuhyun, Kris, Tao, Henry dan Yesung yang saat ini sudah berada didalam robot Gundam masing – masing mulai melakukan aktivasi dengan men-scan jaringan sistem saraf sang Pilot untuk dicocokan dengan Gundamnya sebelum meninggalkan Gardu Central Line-AR System. Karena jika sistem saraf yang diterima oleh Gundam berbeda, maka ia tidak akan bergerak. Jadi bisa dibilang sistem saraf seperti sidik jari atau password.
/DEK S01-T02-F03-W04-S05 AKAN LEPAS LANDAS/
/MOHON KEPADA SEMUA UNIT REGU UNTUK MENYIAPKAN PERSIAPANNYA/
"Prajurit pada Dek S01-T02-F03-W04-S05 mohon sebutkan identitas kalian." Seru seorang pengawas disuara penggeras yang menggema disegala penjuru ruangan induk gardu saat melihat dilayar komputer pemantau mereka terdapat lima robot Gundam yang siap untuk lepas landas.
BIIP…Tidak lama dilayar sang petugas pengawas yang cukup besar kini terlihat lima buah kotak panel berisi wajah Kyuhyun, Yesung, Kris, Tao dan Henry.
"Kami team pasukan khusus dengan misi di daerah barat, mohon izin untuk meluncur." Minta Kyuhyun sebagai captain dalam team sekaligus mewakili anak buahnya dalam meminta izin peluncuran.
TEEET…bersamaan dengan petugas menekan tombol berwarna biru, pintu Dek Gundam S01-T02-F03-W04-S05 secara otomatis terbuka, perlahan ruangan yang semula gelap kini sedikit demi sedikit cahaya dari dunia luar masuk kedalam menyinari tubuh sang Gundam yang sebentar lagi akan beraksi, dilain sisi Henry dan Yesung yang pertama kali menjalankan misi terlihat sangat gugup, tegang dan gelisah.
.
.
"Kyu, selalu awasi dia." Kyuhyun yang sudah meluncur lebih dulu dan berada digaris depan untuk memimpin teamnya hanya bisa mengganguk sebagai jawaban atas perintah Donghae yang saat ini terpampang jelas dilayar monitor Spark. Kyuhyun tahu betul siapa yang komandan maksudkan disini, menjaga dan mengawasi segala gerak – gerik Yesung adalah bagian dari misinya juga, mengingat Yesung bisa mengaktifkan Gundam Turn-X mau tidak mau, suka tidak suka Kyuhyun harus berada disisi Yesung agar bisa selalu mengawasi semua tindakannya. Walaupun Gundam suit diciptakan dan digunakan untuk membasmi para monster Gastrea, tapi tidak menutup kemungkinan Gundam bisa menjadi senjata mematikan yang bisa mengancam manusia jika disalah gunakan. Terlebih dengan Gundam tipe super yang memiliki akal dan perasaan.
"Spark, berikan aku informasi mengenai Yesung dan Gundam miliknya."
==Baik master==
**Profile Turn-X**
Nama: Bumble.
Versi/No Id : Turn-X (T02)
Perangkat Lunak : TRON Operation System
Pencipta : Prof, Jaejong.
Pilot : Kim Yesung (18th)
Buatan : Tahun 2155
Non-Aktif : Tahun 2165
Aktif kembali : Tahun 2178 – Sekarang.
Warna : Abu – abu dan Emas.
Jenis senjata : Nano Particle Varanium (unlimited)
Keahlian Khusus :Membelah diri menjadi 9 bagian dan Death Shining.
Mode : Manual | Automatic.
"Nano Particle Varanium ? jenis senjata macam apa itu ?." Tanya Kyuhyun yang melihat dilayar monitor depannya tertulis jenis senjata yang tidak Kyuhyun ketahui, setahu Kyuhyun Turn-X tidak memiliki senjata dan selama ini para Gundam beserta para manusia membasmi para monster Gastrea dengan Varanium berbentuk pedang, bom, panah dan peluru saja.
=Nano Particle Varanium adalah kemampuan dimana ketika Turn-X memegang suatu benda,ia bisa merubah benda itu menjadi unsur logam Varanium, master."
"Maksud mu Yesung bisa membuat senjatanya sendiri."
==Benar master. Itulah ke-istimewahan dari Gundam Turn-X …menjadi senjata dan menciptkan senjata==
"Lalu Death Shining, apakah itu yang membuat mu mengalami Booting dan Restart, Spark ?." Tanya Kyuhyun kali ini yang tepat sasaran.
=Yes, master. Death Shining adalah sebuah cahaya yang sengaja dipancarkan dari tubuh Turn-X untuk menghentikan pergerakan makhluk hidup disekitarnya, dan untuk robot seperti kami cahaya itu dianggap sebagai Virus yang bisa saja merusak system internal kami, beruntung kami memiliki program pembatalan/penghentian virus (ABORT) yang secara otomatis akan Booting dan Restart dengan sendirinya sebagai bentuk perlindungan diri==
Mendengar penjelasan dari Spark, Kyuhyun sejenak terdiam dan kembali membayangkan lima tahun lalu dimana Spark dengan sendirinya mengalami Booting dan Restart. Kemampuan yang dimiliki oleh Gundam Turn-X benar – benar berbahaya dan lebih parahnya lagi sang Pilot adalah seorang bocah yang Kyuhyun tidak yakin apakah mampu mengendalikan Gundamnya.
"Bagaimana dengan informasi mengenai Yesung ?."
==Data Not Found, master==
"Hahaha..." Tiba – tiba Kyuhyun tertawa, entah apa yang lucu sehingga dirinya tertawa seperti ini.
"Bahkan Spark tidak mampu menemukannya, dan presdir pun tidak memiliki catatan sama sekali mengenai identitas Yesung dimasa lalu. Gundam misterius yang menon-aktifkan dirinya sendiri dan senjata yang bisa dibuat sesuka hati, lalu sang Pilot yang tidak diketahui asal usulnya. Bukankah ini menarik ?." Gumam Kyuhyun sambil mengeluarkan smirk andalannya, sungguh Kyuhyun baru pertama kali menemukan something yang membuat rasa penasarannya dalam tingkat maksimal. Gundam sehebat Turn-X dikendalikan oleh seorang bocah pasti bukanlah suatu kebetulan.
==Master, apa yang sedang anda pikirkan ?==
"Aku ingin bicara dengan Yesung, cepat sambungkan aku dengannya."
=Baik, master=
**Connection To Yesung**
.
.
Wuushh….Dengan kecepatan tinggi, Yesung yang sejak tadi terbang melesat mengikuti rekan anggota pasukan khusus yang berada dibarisan depan sibuk berbincang dengan Gundam Turn-X yang beberapa jam lalu telah resmi diakui sebagai master dari Gundam Turn – X.
"Jadi kau memilihku, karena aku ini mirip dengan master mu yang terdahulu." Ucap Yesung setelah Bumble menceritakan kisah pilot terdahulunya sebelum Yesung.
= Anda benar – benar sangat mirip dengannya. Struktur wajah, tulang, jaringan kulit bahkan sistem saraf kalian sama==
"Heem…" Sejenak Yesung terdiam memikirkan ucapan Bumble. Kejadian beberapa bulan lalu, dimana Bumble telah selesai diperbaiki oleh Professor Yunho, Yesung diminta untuk me-Reboot atau mengatur ulang semua sistem yang ada pada Bumble dan menyesuaikan kembali sistem saraf baru sesuai dengan dirinya yang akan menjadi seorang pilot Gundam Turn-X. Tapi, seperti yang Bumble bilang semua jaringan sistem saraf Yesung sama persis dengan sistem saraf master terdahulunya, sehingga Bumble tidak perlu di Reboot. Jadi, tidak heran jika lima tahun lalu ketika Yesung masih berusia 13 tahun, dirinya mampu menggerakkan Bumble.
'Mungkinkah…aku ini terlahir dari Gen master Bumble terdahulu ?.' Batin Yesung yang ingat bahwa dirinya lahir dari sebuah embrio buatan yang diciptakan oleh Black Demon. Jika memang dirinya terlahir dari Gen master Bumble terdahulu, maka alasan kenapa Yesung memiliki saraf yang sama akan masuk akal. Karena, setiap manusia terlahir dengan struktur jaringan tubuh yang berbeda – beda antar manusia lainnya bukan. Tapi, ini masih sebuah misteri yang Yesung sendiri bahkan tidak yakin.
=Sejujurnya selain sistem saraf, ada satu hal lagi yang bisa membuat saya aktif, My Lord==
"Jinjjayo ? apa itu."
==Semangat dan tekad yang kuat. Waktu itu anda berkeinginan membunuh para monster Gastrea sampai tidak tersisa bukan ? Maka dari itu, mulai sekarang saya akan terus berada disisi anda dan bertarung bersama anda, My lord==
Dheg, darah Yesung berdesir hangat saat mendengar perkataan Bumble yang menyentuh hatinya, bahkan rasanya Yesung ingin menangis. Baru kali ini Yesung mendengar pernyataan tulus seperti itu dari sebuah robot, padahal dulu Yesung berpikir robot Gundam tidak memiliki perasaan sama sekali. Bagi Yesung Gundam hanyalah sebuah robot yang terbuat dari logam baja yang disulut dengan timah lalu di program untuk mengikuti perintah sang pengendali. Tapi sekarang tanpa Yesung perintah, Bumble dengan sendirinya mengatakan akan terus berada disisinya.
==My Lord, anda mendapatkan sambungan dari captain Kyuhyun==
"Heh ?." Kaget Yesung yang tiba – tiba mendapatkan sambungan komunikasi dari Kyuhyun, dengan agak panik dan gugup Yesung merubah raut wajahnya yang semula ingin menangis terharu kini sebisa mungkin dibuat ceria.
BIIP….wajah tampan sang Captain kini terpampang jelas didepan layar monitor Yesung. Bayangan akan sosok Kyuhyun yang ramah dan murah senyum ketika berbicara terlintas dibenak Yesung saat ini. Namun, bayangan tetap saja bayangan yang sulit dijadikan kenyataan, baru saja Yesung ingin membuka bibirnya untuk bertanya ada apa, sang captain sudah lebih dulu membentaknya.
"BOCAH TENGIK! KEMBALI KE BARISAN!." Teriak Kyuhyun yang ternyata ingin mengingatkan Yesung bahwa dirinya keluar dari titik koordinat formasi team.
"Mi-mianhae captain!." Balas Yesung cepat dan langsung belok kembali ke posisi semula yaitu dibelakang Gundam milik Tao. Kini keduanya, baik Yesung dan Kyuhyun terdiam tidak ada yang berbicara. Entah apa yang mereka berdua pikirkan saat melihat wajah satu sama lain dilayar monitor.
"A-anu captain, jika tidak ada urusan lagi aku ak-."
"Jangan matikan sambungannya, biarkan tetap menyala."
Dheg…
Dheg…Dheg, dada Yesung berdebar tidak karuan sekarang. Dibiarkan tetap menyala bukankah itu berarti Kyuhyun akan terus melihat dirinya dilayar monitor. Mungkin bagi Kyuhyun bertarung dengan melihat wajah Yesung tidak masalah, tapi bagi Yesung itu menjadi masalah. Karena Yesung pasti tidak akan bisa konsentrasi.
==My lord, detak jantung anda saat ini berdetak 80 kali per menit. Jika jantung anda tidak kembali berdetak normal yaitu 70 kali per menit, maka anda akan mengalami resiko serangan jantung. Mohon untuk menurunkan kinerja jantung anda==
"Yak! Diam!." Teriak Yesung tanpa sadar yang malu karena terdeteksi oleh Bumble bahwa sekarang jantungnya sedang berdebar – debar tidak karuan akibat ulah sang captain, bahkan wajahnya kini sudah memerah seperti kepiting rebus. Pilot yang sudah menyatu dengan Gundam-nya, maka secara otomatis sang Gundam akan bisa mendeteksi apa yang sedang terjadi pada tubuh sang pilotnya seperti suhu tubuh, rasa sakit, bahagia, gelisah dan ketakutan. Beruntung Kyuhyun yang masih tersambung dengannya tidak mendengar perkataan Bumble, karena jika Kyuhyun mendengar tamatlah sudah.
"Sudah merepotkanku dan sekarang membentakku. Berani juga kau bocah." Gleg, Yesung tersentak kaget saat melihat Kyuhyun dilayar monitor sedang menatap dirinya dengan tersenyum menahan kesal.
"Bu-bukan, maksud ku tadi...a-anu captain, aku tadi berbicara pada Bumble."
BRUUAAAK….secara tiba – tiba Gundam milik Yesung dihantam dengan keras seperti ada sesuatu yang menimpa dirinya dari atas dan membawanya turun ke bumi untuk mendarat, hingga Yesung yang berada didalam robot Gundamnya hanya bisa pasrah menghadapi guncangan hebat akibat gaya gravitasi. Kyuhyun yang melihat keadaan Yesung dilayar monitor berteriak tentu saja langsung berbalik arah untuk mengecek apa yang sedang terjadi pada Yesung dibarisan paling belakang.
"SIAAAL!." Geram Kyuhyun saat melihat Gundam Yesung jatuh ke tanah dengan puluhan monster Gastrea berukuran 5 – 7 meter sedang mengigit dan berusaha menggoyak tubuh baja Bumble yang keras dengan menyerang bagian kepala, tangan dan kaki robotnya secara gerombolan.
Dooor….
Door….Henry yang berada dibarisan paling dekat dengan Yesung langsung membantunya dengan menarik perhatian sebagian monster agar mengikuti dirinya. Dan, ternyata usahanya berhasil dimana lima monster terlihat mengikutinya. Sedangkan Kris dan Tao juga sibuk menebas para monster yang telah menyerang mereka secara tiba – tiba.
==Master, mereka datang==
Info Spark kepada Kyuhyun dengan menampilkan gambar berupa titik berwarna merah yang terus saja berkedip. Thermo Detection System dilayar monitor depan Kyuhyun kini menunjukkan para monster yang jumlahnya semakin lama semakin banyak perlahan mendekat ke lokasi Kyuhyun lalu membentuk sebuah lingkaran bermaksud untuk menyerang secara berkelompok. Namun Kyuhyun yang melihat bukannya segera bertindak, ia hanya terdiam melihat Thermo Detection System seperti memikirkan sesuatu.
==Master, jika kau tidak bertindak kita akan.…==
"Aku tahu! Brengsek! Berikan aku pedang Varanium!."
==Pedang Varanium di aktifkan==
Tring…Dengan tangan Gundam besar Spark, Kyuhyun menarik sebuah pedang Varanium raksasa yang muncul dibelakang punggung setelah Spark mengaktifkannya.
Crush, Crush…sekali lagi Kyuhyun menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa Gundam tercepat diantara Gundam lainnya masih dipegang olehnya, dalam waktu 320 detik Kyuhyun berhasil memusnahkan 4 monster Gastrea berukuran 7 meter.
"YESUNG! YESUNG KAU BISA MENDENGAR KU KAN! APA YANG KAU LAKUKAN DI TENGAH MISI SEPERTI INI." Teriak Kyuhyun yang kemarahannya sudah memuncak saat melihat Yesung masih saja berada didalam kepungan para monster tapi tidak melakukan apapun, bahkan sejak awal mereka diserang Yesung tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya.
"Bocah itu, sial." Geram Kyuhyun yang tidak mengerti ada apa dengan anak buahnya yang satu ini, sudah berkali – kali Kyuhyun menghubunginya. Namun, Yesung tidak menjawab komunikasinya.
"Spark, berikan aku informasi dimana titik keberadaan seluruh monster disini ?."
==Baik master==
**Searching, please wait**
**Detail Koordinat**
Koordinat titik 45 = 30 monster
Koordinat titik 77 = 30 monster
Koordinat titik 251 = 28 monster
Koordinat titik 137 = 45 monster
Total = 133 monster
"Tao, Kris, Henry….kalian bisa melihatku ?." Tanya Kyuhyun yang muncul secara bersamaan dilayar monitor anak buahnya disela bertarung.
"Yes, Captain." Jawab serempak Tao, Kris dan Henry.
"Kita akan bagi tugas, kalian lihat dilayar monitor kalian aku sudah mengirim titik mana yang harus kalian bereskan."
"Tapi captain kita harus menolong Yesung dan-."
"Lupakan bocah itu! Dia tidak bisa kita harapkan. Misi kita adalah membersihkan area barat. Ingat itu baik – baik, jika kalian tidak menyelesaikan misi ini. Jangan harap kalian akan hidup besok." Kyuhyun langsung memotong ucapan Henry begitu saja, walaupun Kyuhyun marah tapi Henry bisa melihat dari mata Kyuhyun terpancar rasa khawatir.
.
[Di sisi Yesung]
.
/WARNING….WARNING/
Sejak tadi suara tanda peringatan terus saja berkumandang di dalam tubuh Gundam milik Yesung, bahkan lampu berwarna merah bertanda darurat berkedip terus menerus secara otomatis karena mendeteksi adanya kerusakan pada tubuh Gundam diatas 55%.
**Profile**
Nama : Bumble
Pilot : Yesung
Mode : Manual
Stamina : 90%
Daya tahan : 65%.
Kerusakan :
*Kepala 6%
*Bahu Kiri 55%
*Bahu Kanan 21%
*Dada 13%
*Tangan Kiri 60%
*Tangan Kanan 40%
*Perut 8%
*Kaki Kanan 34%
*Kaki Kiri 30%
==My lord, jika kita terus seperti ini kita akan hancur==
Saat ini Yesung yang berada didalam tubuh Gundam Turn-X seperti membiarkan semua monster Gastrea yang ada diluar sana untuk menyerang dirinya.
"A-aku takut, aku tidak bisa..." Gumam Yesung sambil memejamkan kedua matanya rapat – rapat ketika dirinya beberapa saat lalu melihat wajah monster Gastrea dari dekat, wajah menggerikan dan menjijikan monster Gastrea mengingatkan Yesung kembali akan kejadian lima tahun lalu, dimana Jiyeon sang kakak didepan matanya dimakan hidup – hidup. Itulah alasan kenapa Yesung sejak tadi tidak memberikan perlawanan, jangankan untuk melawan. Untuk bergerak saja Yesung gemetar karena terlalu takut.
"Noona." Lirih Yesung yang sekarang memeluk tubuhnya sendiri tanpa peduli pada kondisi tubuh robot Gundamya yang semakin lama semakin turun daya ketahanannya. Jika Yesung tetap seperti ini, walaupun stamina Bumble masih 90% tapi tubuh Bumble akan mengalami offline secara otomatis jika kerusakan yang dialami fatal.
"Apa kau bisa membunuh ?."
"Nde ?."
"Kau tahu, niat membunuh saja itu tidak akan berguna disini."
Perlahan percapakan antara dirinya dengan Kyuhyun beberapa tahun lalu berputar didalam benaknya. Waktu itu, jika Yesung tidak salah ingat awal ketika Kyuhyun mengantar dirinya masuk ke camp pelatihan militer, Kyuhyun pernah mengatakan sesuatu bahwa; "Niat saja tidak cukup, jika hanya niat tapi tidak ada tindakan itu sama saja omong kosong." Yesung yang dulu masih seorang bocah 13 tahun tidak mengerti dengan maksud perkataan Kyuhyun, tapi sekarang ia barulah mengerti alasan dibalik Kyuhyun mengucapkan kalimat tersebut.
"Benar, bukankah aku bergabung ke pasukan Gundam untuk membalas dendam. Karena monster jelek itu…ayah, Ibu dan kakak ku…" Semangat Yesung kini bangkit kembali, sorot mata yang awalnya memancarkan rasa takut kini perlahan berubah menjadi sorot mata penuh keberanian dan juga kebencian.
"Bumble, apakah ada mobile suit Armor yang bisa kita gunakan untuk meminimalkan kerusakan mu."
==Akan saya cari, My lord==
**Data sedang diproses**
**Mobile suit Armor ditemukan**
Nama = Mobile Suit Armor pro-AVF
Operating System = Monstavista Linux
Tingkat kecocokan = 98,9%
No Lisensi = UMPK9-I0U5C-2Y4XW-FEBZE
Model = Protector
*Meningkatkan Daya tahan
*Meningkatkan Kekuatan
*Meningkatkan Kecepatan
"Gunakan itu." Perintah pertama Yesung yang tentu saja langsung direspon dengan cepat oleh Bumble. Dari kejauhan diatas langit tiba – tiba sebuah pesawat tanpa awak meluncur menuju Yesung dan pesawat tersebut langsung memecahkan diri menjadi 9 bagian.
TAK….TAAK…Perlahan namun pasti secara bertahap pesawat yang ternyata adalah perlengkapan tambahan pakaian Gundam tersambung satu sama lain dengan Bumble hingga membentuk sebuah pakaian mobile suit baru yang lebih kokoh dan kuat.
==Penyambungan mobile suit Armor pro-AVF berhasil==
==Mulai memindai==
**Mobile suit Armor pro-AVF**
Daya tahan = naik 200% = 265%
Kekuatan = naik 200% = 245%
Kecepatan = naik 200 mach (2725km/h)
*Subsonik = mach 100,0
*Sonik = mach 100,0
*Transonik = mach 0,80 100,0
*Hypersonik = mach 50,0
TUUUNG…mesin – mesin dalam tubuh Bumble kini mulai memanas sesaat setelah Yesung mendorong sebuah tuas disisi kanannya, dimana fungsi tuas tersebut adalah untuk menaikkan kecepatan dalam klot yang diinginkan oleh sang pilot dalam melesat dan Yesung memilih Super High.
"Kau siap Bumble."
==Yes, my lord==
Wuush…Yesung melesat ke arah Gundam milik Kyuhyun, Kris, Tao dan Henry. Dari satu tempat ke tempat lainnya Yesung membawa sisa para monster yang ada didekat mereka lalu melemparnya tanpa ampun ke satu titik.
Empat, enam, delapan, sepuluh monster sudah Yesung banting kesana kemari dengan tangan kosong entah membentur rumah atau bangunan – bangunan tinggi yang sudah tidak terpakai, kini semua monster berkumpul dalam satu tempat. Namun percuma saja jika Yesung tidak membunuh mereka dengan logam Varanium, para monster tidak akan bisa mati. Terbukti setelah Yesung menghajar mereka para monster masih bisa bangkit kembali.
"Bumble, deteksi benda di area sini yang layak untuk dijadikan senjata." Bumble pun mulai men-scan seluruh area dengan sinar X miliknya, kini dilayar monitor Yesung ada beberapa benda yang dilingkaran dengan warna merah sebagai tanda, bahwa benda – benda yang Bumble telah temukan bisa diubah menjadi logam Varanium atau dijadikan senjata.
Kreeaat…tanpa izin pada presiden karena fasilitas Negara akan ia pakai, Yesung mencabut sebuah tiang menara listrik setinggi 6 meter yang rusak lalu merubah menara listrik tersebut ke unsur logam Varanium.
SYUUUT….JLEEBB
SYUUUT…JLEEBBB….dengan tempo berirama, bagaikan sebuah tombak Yesung melempar menara tiang listrik berunsur Varanium tersebut ke para monster hingga tembus ke tubuhnya. Terus seperti itu berulang kali Yesung lakukan tanpa peduli pada keadaan sekitar dan akibat ulahnya kota bagian barat semakin hancur. Beruntung semua penduduk sudah di evakuasi sejak minggu lalu. Jadi tidak akan menimbulkan korban warga sipil.
"Gaya bertarung Yesung lebih brutal dari pada captain."
"Kau benar hyung."
"Hoi, aku mendengar kalian." Dheg, Kris dan Tao yang sedang menonton Yesung sambil berbincang melalui sambungan komunikasi langsung membungkam mulutnya sendiri. Bagaimana bisa mereka berdua melupakan sambungan saluran komunikasinya pada sang captain.
"Syukurlah! kita berhasil, Yeey!." Senang Henry yang sebenarnya persedian peluru Varanium dirinya tersisa 8%, sepertinya Henry harus belajar banyak bagaimana menggunakan senjata agar tidak terbuang sia – sia.
==Master, anda mendapatkan pesan dari Komandan==
"Terima dan tampilkan."
/Kyu, cepat kembali ke markas dan segera menghadap presdir/
"Baik, komandan."
PIIIP…sambungan antara Kyuhyun dan Donghae pun terputus.
"Kris kita kembali ke markas lebih dulu, lalu Henry dan Tao…" Sejenak Kyuhyun melirik Gundam Yesung yang masih berdiri di tengah – tengah kota bagian barat, lagi – lagi Yesung melakukan hal tanpa izin dan tidak sesuai prosedur.
Mobile suit Armor pro-AVF adalah salah satu jenis perlengkapan tambahan hasil ciptaan professor Yunho yang hanya bisa digunakan oleh seorang prajurit Gundam yang memiliki ID lisensi atau ID hak milik saja, karena ketika sebuah Gundam bergabung dengan Mobile suit Armor maka daya tahan dan kekuatan akan meningkat dua kali lipat yaitu 200%, terlebih professor Yunho membuat dalam jumlah terbatas. Jadi tidak heran jika yang memiliki mobile suit Armor tambahan untuk Gundamnya ini hanya orang tertentu saja dan Yesung sudah menjadikan mobile suit Armor pro-AVF hak milik tanpa persetujuan.
'Menggunakan mobile suit Armor untuk menutupi kerusakan pada tubuh asli Gundamnya, lalu dengan memanfaatkan MSA ia jadi bisa menggunakan kekuataannya, pintar juga dia.' Batin Kyuhyun.
"Kalian berdua kembali bersama Yesung, dan tolong hajar dia untuk ku." Lanjut Kyuhyun yang langsung memutar arah untuk melesat pergi kembali ke pusat Seoul, tidak lupa Kris mengikuti dibelakang untuk mendampingi sang captain.
"Tadi dia bilang apa ? menghajar Yesung ?." Bingung Henry yang tidak mengerti maksud perkataan sang captain, kenapa dia harus menghajar Yesung bukankah misi mereka telah selesai dan Yesung sudah bekerja dengan baik.
"Yes! Captain!." Jawab Tao yang membuat mata Henry langsung membulat kaget.
"Tu-tunggu….Tao Hyung!." Greeb…dengan menggunakan tubuh Gundamnya, Henry yang tidak bisa melihat temannya dihajar langsung melesat memeluk tubuh Gundam Tao sebelum kepalan tangan Gundam besar Tao menyentuh Bumble.
"Yak! lepaskan aku, ini adalah perintah dari captain." Tao pun berusaha mendorong Gundam Henry untuk segera melepaskannya. Namun, Henry yang keras kepala jika sudah menyangkut satu hal maka dirinya tidak akan mudah menyerah.
"Hyung jebal, Yesung adalah temanku. Ku mohon jangan lakukan." Seru Henry dengan nada dibuat semanis mungkin, Tao yang melihat wajah melas Henry dari layar monitor sejenak terdiam.
"Kyaaa…Henry baik sekali, kau benar – benar menyayangi teman mu nde..." Kali ini Tao membalas dengan memeluk Henry juga. Dua buah robot Gundam sedang berpelukan satu sama lain, jika warga sipil melihat pemadangan aneh dan tidak normal ini, sepertinya akan menghebohkan dunia per-Gundam-an.
/Mission Complete/
.
.
"Sudah ku katakan, dia tanggung jawab ku. Jadi yang berhak menghukum dirinya adalah aku." Braak, Kyuhyun keluar dari ruang Presdir dengan perasaan kesal dan penuh emosi. Bagaimana tidak emosi, Kyuhyun akui memang Yesung bersalah dan mungkin kesalahan yang Yesung perbuat kali ini tidak disengaja karena meng-aktifkan mobile suit Armor tanpa lisensi, namun kesalahan yang Yesung perbuat sungguh tidak sebanding dengan hukumannya. Dari sekian banyak hukuman yang berlaku di negaranya kenapa presdir memberikan Yesung hukuman mencabut izin mengemudi Gundamnya. Bukankah itu sama saja Presdir mengusir Yesung.
"Tunggu ? kenapa aku merasa kesal ?." Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri yang menyadari bahwa akhir – akhir ini Kyuhyun jadi gampang sekali emosi jika menyangkut soal Yesung.
"Captain Kyuhyun." Merasa ada yang memanggil namanya, Kyuhyun yang sedang berdiri ditengah lorong markas langsung berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya, dan ternyata dua anak buahnya yaitu Tao dan Henry sudah kembali pulang ke markas.
"Oh…kalian sudah kembali, dimana Yesung ?." Tanya Kyuhyun yang lagi – lagi tidak menyadari bahwa dirinya sudah dipenuhi oleh Yesung, terbukti hal pertama yang Kyuhyun lakukan adalah menanyakan keberadaan Yesung padahal jelas – jelas Tao dan Henry belum memberikan dirinya salam hormat. Bukankah Kyuhyun sangat sensitive sekali dengan rasa hormat.
"Bumble yang mengalami kerusakan saat ini berada diruang pemulihan dan Yesung tidak ingin meninggalkan Bumble, captain."
"Haaa….dasar bocah itu, selalu saja merepotkan." Eluh Kyuhyun yang entah berapa kali sudah menggeluhkan sikap Yesung tapi tidak pernah memarahinya secara serius. Sambil merenggangkan otot – otot lehernya yang terasa pegal dan kaku akibat kurang istrirahat, Kyuhyun berjalan meninggalkan Tao dan Henry.
"Captain benar – benar sangat peduli padanya."
"Nggh ? maksud mu ?."
"Pasti captain akan menemui dia, ah…percintaan antara captain dengan anak buahnya, itu benar – benar sangat romantiskan Henry." Greeb, lagi – lagi Tao memeluk Henry dengan erat tanpa menyadari bahwa sosok laki – laki berambut blonde sedang menatap punggung Henry dengan tatapan membunuh yang begitu kuat.
"H-E-N-R-Y." Eja Kris sambil tersenyum ala joker.
"Gyaaa…Aku tidak bersalah Kris hyung!." Lari Henry sekuat tenaga sebelum dirinya ditangkap oleh Kris untuk dibully, sedangkan Tao yang melihat tingkah menggemaskan dari Henry yang takut pada Kris hanya bisa terkekeh.
"Aigo, Henry benar – benar sangat lucu." Seru Tao yang senang sekali menjahili Henry dan membuat Kris cemburu.
.
[Ruang pemulihan | Central Line-AR System]
.
/Perhatian! Gundam Turn-X telah kembali ke Dek T02/
/Ada kerusakan akibat serangan langsung/
/Unit regu penyelamat, mohon segera melakukan perbaikan/
Bersamaan dengan suara pemberitahuan darurat, anggota regu penyelamat yang terdiri dari orang – orang Lab, Teknisi mekanis dan Programmer langsung keluar berhamburan menuju tempat dimana Gundam Turn-X alias Bumble berada untuk dilakukan perbaikan, kini berbagai kabel mulai dari ukuran kecil hingga besar perlahan menjalar ke tubuh Bumble.
"MULAI MELAKUKAN PENDINGINAN PADA ARMOR SUIT." Teriak ketua Regu yang biasa dikenal dengan professor Yunho setelah melihat keadaan tubuh asli robot Turn-X setelah Armor pro-AVF dilepas.
Peess….seketika asap berwarna putih dan bersuhu dingin dibawah nol derajat celcius menyembur ke tubuh Bumble agar tubuh baja Bumble yang dinilai sangat panas menjadi beku dan kembali ke suhu normal. Karena sama halnya dengan sebuah ponsel, jika mesin ponsel terus – menerus digunakan untuk bekerja maka ponsel akan mengalami panas dan berakhir meledak. Begitu pun dengan Gundam, jika tidak ditangani cepat – cepat untuk dikembalikan ke suhu normal, Gundam yang mengalami pemanasan mesin secara paksa akan merusak sistem internalnya.
"Cepat periksa sistem utama Gundam Turn-X."
"Baik professor." Setelah sibuk mengetik sesuatu di komputer depannya, seorang asisten mulai men-scanner tubuh bagian dalam Bumble dengan sinar ungu yang biasa digunakan untuk mendeteksi kerusakan dari dalam robot.
Micro Controller OS = GOOD
Actuator = GOOD
Cable = CORRUPT
Database = GOOD
Component = CORRUPT
Sensor = GOOD
Frame = WEAK
Power = GOOD
Chassis = GOOD
"Professor sepertinya selain pada body, cable dan component mengalami kerusakan lalu Frame juga melemah." Mendengar analisa dari asistennya, Yunho mengangguk mengerti dan beralih ke monitor yang tersusun dari delapan layar komputer sekaligus dengan berbagai index informasi yang berbeda, dua tangan yang multitasking milik Yunho kini mulai menggetikkan beberapa bahasa perintah pemograman yang hanya seorang progmmer saja yang mengerti.
.
.
"Bumble mianhaeyo." Lirih Yesung yang saat ini berada di dalam ruangan khusus kaca yang menembus langsung ke ruang pemulihan robot, dari sini Yesung bisa melihat jelas Gundam miliknya sedang di lilit oleh berbagai kabel dan mesin – mesin canggih lainnya. Jika Bumble bisa merasakan kesakitan, mungkin Bumble akan berteriak sekencang mungkin karena betapa sakitnya benda – benda itu menembus tubuh bajanya, belum lagi kabel yang terputus menjuntai keluar begitu saja akibat serangan gigitan monster Gastrea. Beruntung kerusakan fisik Bumble tidak fatal dan Bumble sebuah robot yang secara otomatis ketika mengalami perbaikan ia akan Offline.
"Tidak ada gunanya kau menunggu disini seharian."
Dheg,
"Captain." Kaget Yesung saat berbalik melihat Kyuhyun sudah berdiri menyandar disamping pintu masuk sambil melipat kedua tangannya didada dan menatap Yesung intens. Dengan masih memakai pakaian pilot khas Gundam, Kyuhyun tanpa banyak bicara mulai berjalan mendekati Yesung yang sedang berdiri sendirian disudut jendela kaca ruangan.
"Yesung, kau tahu…captain tadi menyuruh Tao hyung untuk menghajar mu."
"Heh ? Ke-kenapa captain ingin menghajar ku ?."
"Tao hyung bilang, kau melanggar peraturan dan cara captain Kyuhyun menghukum anak buahnya yang melanggar peraturan adalah menghajarnya sampai ia mengakui kesalahannya. Bisa kau bayangkan bagaimana kita dihajar oleh captain ? iihh…aku rasa kita pasti akan babak belur. Tapi tenang saja aku sudah meluluhkan hati Tao hyung untuk tidak menghajar mu." Gleg, sejenak percakapan antara dirinya dan Henry beberapa saat lalu kembali ia ingat, mungkin Henry bisa meluluhkan hati Tao, namun ia tidak bisa meluluhkan hati sang captain.
'Ja…jangan – jangan dia datang untuk menghajarku.' Batin Yesung yang sudah berasumsi sendiri. Langkah demi langkah, Kyuhyun yang mulai menipiskan jarak di antara mereka membuat detak jantung Yesung menjadi tidak karuan.
TAP…Sekarang Kyuhyun sudah berdiri didepan Yesung dan keduanya hanya bisa saling menatap. Yesung menatap Kyuhyun penuh rasa ketakutan dan khawatir, sedangkan Kyuhyun menatap Yesung dengan datar.
Sreeet…melihat tangan kanan Kyuhyun terangkat ke atas, Yesung yang sekarang tidak memiliki jalan untuk melarikan diri dari sang captain akhirnya hanya bisa menutup kedua matanya rapat – rapat saat tangan Kyuhyun berayun menuju ke arahnya.
"Kita memilik tim mekanik handal disini. Jadi jangan khawatir, Gundam mu akan baik – baik saja." Sreet, Ternyata Kyuhyun mengangkat tangannya untuk menggelus kepala Yesung, walaupun ekspressi wajah datar Kyuhyun tidak berubah namun perkataannya membuat Yesung yang awalnya cemas dan khawatir berlebihan kini entah kenapa menjadi tenang.
'Apakah ia datang untuk menghibur ku ?.' Batin Yesung yang masih menikmati elusan dari tangan Kyuhyun dikepalanya, tangan besar yang dimiliki oleh Kyuhyun benar – benar membuat Yesung merasa aman berada di dunia yang kejam ini. Yesung heran apakah tangan setiap orang dewasa itu memiliki kadar kehangatan yang berbeda – beda ? pasalnya kehangatan yang ia rasakan antara tangan Kyuhyun dan ayahnya lain.
"Yak! Yak captain, aishh!." Ringgis Yesung yang merasakan elusan tangan Kyuhyun yang awalnya lembut kini berubah menjadi kasar dan terlalu menekan kepalanya ke bawah hingga Yesung seperti terlihat sedang membungkukkan badannya pada Kyuhyun.
"Hari ini kau melakukan tugas mu dengan baik." Yesung pun tersenyum mendengar ucapan sang captain. Apa yang Yesung yakini selama ini ternyata benar, captain Kyuhyun tidak seseram seperti gossip yang ia dengar di camp pelatihan militer dulu. Siapa sangka jika Captain Kyuhyun yang memiliki sikap kasar dan kejam bisa melakukan hal semanis (memuji) ini kepada Yesung.
"Gomawo, captain." Lirih Yesung dengan suara lembutnya, dan Kyuhyun yang menyadari dengan apa yang baru saja ia lakukan kepada Yesung dengan cepat langsung menarik tangannya kembali dari kepala Yesung lalu berjalan keluar ruangan.
'Sial! Apa yang terjadi denganku.' Batin Kyuhyun yang jengkel dengan sikapnya sendiri. Sejujurnya apa yang Yesung asumsikan tadi mengenai Kyuhyun adalah benar, yaitu Kyuhyun mendekatinya untuk menghajarnya. Namun saat Kyuhyun melihat kedua mata teduh milik Yesung tangannya entah kenapa bergerak dengan sendirinya dan berubah haluan menjadi menggelus kepala Yesung.
DRAAP….
DRAP…Yesung berusaha mengejar langkah kaki Kyuhyun dan mencoba berjalan sejajar dengannya.
"Apakah captain ingin pulang ke rumah ?." Tanya Yesung disela mengikuti jalan Kyuhyun yang semakin lama semakin cepat.
"Tidak, aku ingin makan diluar sebelum pulang."
"Jinjja ? kalau begitu bolehkan aku ikut captain ?."
"Terserah."
"Kita akan makan dimana captain ? bisakah kita makan sup ayam, captain ? ku dengar di ujung jalan dekat rumah kita ada restoran yang menghidangkan sup ayam enak ja-." Sreet…Tiba – tiba Kyuhyun menghentikan jalannya lalu menatap Yesung sekali lagi sambil tersenyum sebaik mungkin namun beraura kesal dan jengkel, hingga membuat bibir Yesung yang tadinya bicara tanpa henti harus menguncinya untuk sesaat. Kyuhyun adalah tipikal orang yang mencintai ketenangan, dimana itu memiliki arti bahwa Kyuhyun sangat membenci orang cerewet.
"Wa-waeyo captain ?." Tanya Yesung yang ngeri melihat aura tidak enak muncul dari belakang Kyuhyun.
"Berhenti memanggil ku captain terus menerus." Jawab Kyuhyun yang sedang menahan gejolak jengkelnya. Belum ada tiga puluh menit mereka bicara, tapi sudah ada begitu banyak kata 'captain' yang Yesung ucapkan dalam jeda waktu tidak kurang dari lima detik disetiap kalimatnya.
"A-arraso captain."
"Yak!."
"Mi-mianhae captain."
"Diam dan cepat jalan! atau ku patahkan kaki mu!." Gleg..kali ini Yesung menurut, sepertinya Yesung memang harus banyak belajar bagaimana cara menahan bibirnya agar tidak terus bercuap. Salahkan Kyuhyun yang selalu saja membuatnya gugup ketika ditatap olehnya dan Yesung hanya sedang mencoba menyembunyikan salah tingkahnya dengan terus berbicara, itu saja.
.
.
TAP…
TAAP….Dalam diam dan keheningan, kini Kyuhyun dan Yesung menelurusi jalanan pinggir kota setelah mereka selesai makan. Saat sedang asik – asiknya menikmati moment jalan berdua, tiba – tiba ditengah jalan menuju arah pulang Yesung melihat segerombolan orang tidak dikenal datang menghampiri mereka dari arah depan, Yesung sejenak melirik Kyuhyun bermaksud ingin melihat apakah mereka harus tetap jalan lurus atau memutar arah untuk mencari jalan lain, tapi ternyata Kyuhyun tetap berjalan lurus dengan santai layaknya jalan ini adalah miliknya.
'Aku harus melindungi captain.' Batin Yesung yang sudah siap siaga jika orang – orang didepannya menyerang.
Sraak….Secara serempak segerombolan orang yang Yesung lihat menjegat jalannya dan menggulurkan tangan mereka ke arah Kyuhyun.
"Captain! Terimalah ini…kami mohon."
"Hah ?." Dengan tampang lugunya, Yesung yang berada dibelakang Kyuhyun tidak menduga bahwa apa yang ia pikirkan tadi berbeda jauh sekali dengan kenyataannya, beberapa kali Yesung menggedip – ngedipkan matanya saat melihat di tangan orang – orang tersebut banyak barang hasil bumi seperti sayuran, buah, beras, gandum dan lain – lain.
"Bukankah aku sudah bilang, aku tidak butuh ini." Balas Kyuhyun dingin yang membuat penduduk kota didepannya langsung kecewa untuk kesekian kalinya. Mereka semua tahu Kyuhyun pasti akan menolak pemberian mereka lagi, namun rasa terima kasih atas nyawa yang telah di tolong oleh Kyuhyun membuat mereka tidak bisa menikmati hidup enak jika sang penolong tidak ikut merasakannya juga.
"Permisi, kalau boleh aku tahu…kenapa kalian memberikan itu semua untuk Captain ?." Lirih Yesung yang tidak mengetahui perihal masalah antara Kyuhyun dan penduduk kota didepannya ini.
"Dia adalah penyelamat kami, kami hidup berkat pertolongannya." Seru seorang pria paruh baya yang memegang sekeranjang buah apel merah.
"Karena captain Kyuhyun, sekarang aku dan suami ku bisa berkumpul lagi bersama anak kami." Kali ini seorang wanita yang anak perempuannya telah diselamatkan oleh Kyuhyun dulu bersuara. Sedangkan, Yesung yang berada disamping Kyuhyun mendengar alasan – alasan dari para penduduk hanya bisa menatap sang captain dari samping, betapa kagumnya Yesung pada Kyuhyun yang telah menyelamatkan nyawa banyak orang.
"Sudah larut malam, kita harus kembali ke rumah." Sreet…baru saja Kyuhyun ingin berjalan meninggalkan penduduk kota, Yesung sudah lebih dulu menahan Kyuhyun dengan memegang ujung bajunya.
"Captain, aku tidak tahu apa alasan mu menolak pemberian mereka. Tapi, kau lihat mereka, membawa sayuran, gandum, buah – buahan untuk mu. Bukankah menanam dan mencari uang di kondisi seperti ini sangat sulit, tapi mereka tetap bekerja keras karena ingin mengucapkan rasa terima kasihnya dan aku yakin mereka menganggap mu seperti keluarga sendiri, setidaknya terimalah itu sebagai bentuk pemberian dari keluarga mu juga." Merasa dirinya sudah banyak bicara dan terdengar sok menasehati Kyuhyun, Yesung pun tertunduk tidak berani menatap sang captain.
"Begitu-…"
"…-baiklah, aku akan terima pemberian kalian." Sambung Kyuhyun membuat Yesung yang tadinya tertunduk takut perlahan mendonggakkan kepalanya dengan wajah senang.
"Benarkah!." Seru semua penduduk yang ternyata juga ikutan senang seperti Yesung karena pada akhirnya Kyuhyun mau menerima pemberian mereka.
"Berikan semua barang kalian pada bocah ini."
"Heh ?." Seketika Yesung menatap horor arah tunjuk Kyuhyun yang mengarah pada dirinya.
Braak….Brrruggh…tanpa membuang waktu, para penduduk didepan Yesung langsung memberikan barang – barang mereka ke Yesung satu persatu hingga penduduk terakhir meletakkan se-ikat sayuran hijau di atas kepala Yesung.
"YAK CAPTAIN! KAU MENGERJAI KU." Teriak Yesung yang tubuh mungilnya tertimbun oleh barang – barang. Sedangkan Kyuhyun yang sudah berjalan lebih dulu meninggalkan Yesung dibelakang tanpa niat menolong sedikit pun hanya bisa tertawa.
Dheg…
'Tunggu, barusan aku tertawa ?.' Batin Kyuhyun yang menyadari bahwa ia baru saja tertawa lepas tanpa beban. Bagaimana bisa ia tertawa seperti tadi ? bukankah ia sudah lama tidak pernah tertawa, tapi tadi dengan santainya Kyuhyun tertawa seperti anak kecil. Sedikit terbatuk untuk menghilangkan sikap yang bukan dirinya, Kyuhyun pun memasang wajah datar kembali dan berbalik untuk melihat Yesung.
"Dalam hitungan 100 kau tidak sampai dirumah, kau tidur diluar ? satu…"
"MWOYAAA!." Melotot Yesung dengan mata hampir saja keluar dari tempatnya, dengan menenteng segala barang yang bisa ia bawa. Yesung berusaha sampai rumah secepat mungkin sebelum Kyuhyun menyelesaikan hitungannya, sepertinya Kyuhyun benar – benar menikmati mengerjai Yesung.
.
[Next Day | 08:00 AM]
.
Ting…Tong… Ting…Tong…
Ting…Tong… Ting…Tong…
"YESUNGIEEEE IREONA YOOO~…" Teriak Henry manja sambil menekan – nekan bel pintu rumah dengan semangat, bahkan saking semangatnya Henry yang ingin mengajak Yesung pergi berjalan – jalan ke Busan untuk menikmati hari Off (libur) dan melupakan fakta, bahwa Yesung tinggal dengan captain Kyuhyun yang terkenal dengan sikap seramnya jika tidurnya diganggu.
Ting…Tong… Ting…Tong…
Ting…Tong… Ting…Tong…
"YESUNGIEEEE IREONA YOOO ~…" Sekali lagi Henry melakukan hal yang sama berulang kali hingga sang singa yang sedang asik tidur didalam rumah menjadi terbangun.
DRAAP….
DRAP…Terdengar suara langkah kaki yang berlari menuju pintu, Henry yang mengira Yesung akan membukakan pintu untuknya, dengan percaya diri ia bersiap memberikan senyuman terbaik yang ia miliki untuk menyambut teman terbaiknya di pagi hari.
"SELAMAT PAAA-…" Ceklek, Ucapan Henry langsung terputus saat pintu didepannya terbuka bukannya menampilkan wajah imut Yesung, ia malah melihat wajah sangar yang dibaluti aura membunuh yang begitu kuat, siapa lagi kalau bukan Kyuhyun.
Duagh…Brruugh…
Braaak, Duagh…
"Pagi Yesungie~." Sapa Henry dengan suara lirih dan rintihan akibat sambutan yang ia terima dari sang tuan rumah untuknya sangat spesial. Jika beberapa menit lalu, wajah Henry masih terlihat cemerlang dan segar bagaikan buah yang baru saja dipetik dari pohon, kini wajahnya sudah babak belur layaknya buah yang sudah busuk.
"Captain! Apa yang telah kau lakukan padanya!." Protes Yesung yang tidak terima bahwa teman berharga dan satu – satunya yang ia miliki ini dibuat babak belur wajahnya. Sedangkan Kyuhyun yang sedang sibuk membuat kopi didapur hanya menggorek – ngorek kuping kirinya gatal saat mendengar suara cempreng Yesung yang memekingkan telinganya.
"Yak captain! Kau sungguh keterlaluan!."
"Berisik!." TAK…dengan sengaja Kyuhyun menaruh gelas kopinya dimeja kayu sekeras mungkin, pagi ini…ah tidak, bahkan sejak kemarin hari – hari Kyuhyun yang tenang berubah menjadi keributan dan itu menjengkelkan.
"Tadi kau bilang, kau ingin pergi ke Busan kan ? jika dalam hitungan ke sepuluh kalian masih ada didepan mata ku, bersiaplah mulai besok kalian tidak akan bisa melihat matahari terbit lagi." Seru Kyuhyun yang menikmati segelas kopi susunya sambil bersandar pada kulkas.
"Satu, dua, tiga, em-..."
"KA-KAMI BERANGKAAAT!." Pamit Yesung dengan membawa pergi Henry dari rumah sebelum dirinya dan temannya bernasih di tiang gantungan eksekusi milik Captain Kyuhyun.
"Haaa…akhirnya, aku bisa tidur dengan tenang." Leguh Kyuhyun yang jujur saja masih mengantuk, walaupun ia sudah minum kopi namun matanya yang lelah tetap saja tidak bisa dibohongi.
BIIP…
BIIPP…dan sepertinya Kyuhyun memang tidak ditakdirkan untuk tidur lagi, Karena sesaat setelah dirinya masuk ke dalam kamar ia mendapatkan panggilan dari Donghae melalui layar monitor mini yang sengaja ia pasang di dinding kamarnya.
/Kyu, cepat datang ke markas. Hari ini ada dewan rapat dengan Presdir/
"Baik komandan, 20 menit lagi aku ke sana." PIIIP, sambungan pun terputus dan Kyuhyun hanya bisa menghela nafasnya lagi. Dimana kehidupan tenangnya yang dulu, entah kenapa sekarang Kyuhyun merindukannya.
.
.
"Henry lihat ini ada barang yang sangat lucu." Seru Yesung sambil tertawa kecil ketika dirinya menemukan sebuah benda pahatan yang berasal dari kayu di antara benda – benda yang dijual di salah satu toko kelontongan kota Busan.
"Jinjja ? mana coba ku lihat." Puk…Yesung menaruh pahatan kayu berbentuk kura – kura bersayap sedang meniup terompet dikedua tangan Henry yang sudah terbuka lebar.
"Se-selera mu boleh juga, hahaha." Balas Henry yang sebenarnya ingin membanting benda pilihan Yesung detik itu juga. Dimana sisi lucu dari benda aneh itu ? sungguh Henry tidak mengerti dengan selera Yesung yang entah kenapa diluar nalar manusia.
"Kalau begitu aku beli ini saja, paman tolong bungkus yang ini."
"Baik, harganya 1.000.000 won."
"MWOYAA!." Kaget Henry yang terkejut mendengar harga untuk sebuah pahatan kayu yang aneh dan absrud semahal itu.
Sreeet…baru saja Yesung ingin memberikan uang pada penjual, kerah baju Yesung sudah lebih dulu ditarik oleh Henry untuk segera pergi dari toko.
"Yak! Henry, lepaskan aku." Berontak Yesung disela tarikan temannya, bagaimana bisa Henry menariknya seperti kucing jalanan begini.
"MAAF PAMAN, KAMI TIDAK JADI BELI."
.
[Markas | di waktu yang bersamaan]
.
"Letnan bagaimana data yang ku minta." Seru presdir yang saat ini sedang mengadakan rapat dewan dengan seluruh kepala angkatan militer baik Komandan, Captain ataupun Letnan dari berbagai divisi hadir disini untuk membahas negaranya yang masih belum bisa merdeka dari para monster.
"Seperti yang Presdir ketahui bahwa saat ini kita telah kehilangan penduduk dari kota Cheonan, Daegu dan Daejeon sebanyak 1.651.070 jiwa. Lalu penduduk Cheongju, Chuncheon yangsaat ini tinggal di pusat pemukiman Seoul hidup dengan berladang dan bertani. Namun jika semua penduduk kita tampung di Seoul maka persediaan makanan disini akan menipis, lagi pula jika terlalu padat penduduk akan membuat monster Gastrea tertarik datang kesini Presdir, dan itu akan sangat membahayakan warga sipil jika terjadi pertempuran habis – habisan."
"Jadi maksud Letnan, kita akan membiarkan penduduk kota Sokcho, Mokpo dan Busan begitu saja dimakan oleh para monster itu ? Tsk, egois sekali dirimu Letnan Kim Jonghyun."
"Saya hanya menyampaikan fakta, karena dilihat dari persediaan makanan yang kita miliki saat ini pusat Seoul hanya memiliki kapasitas penduduk tidak kurang dari 15 juta jiwa saja, Captain Cho Kyuhyun yang terhormat."
"Haaaaa…." Semua hadirin yang ada di ruang rapat hanya bisa menghela nafas secara bersamaan ketika melihat perdebatan antara Captain Cho Kyuhyun dengan Letnan Kim Jonghyun. Entah kenapa setiap mereka berdua bertemu di ruang rapat tidak pernah satu pendapat.
BIIIP…
BIPPP…Tiba – tiba suara panggilan darurat milik Presdir berdering hingga membuat semua orang yang awalnya fokus pada Kyuhun dan Jonghyun kini beralih ke Presdir. Jika milik Presdir yang berdering berarti itu menandakan bahwa terjadi sesuatu yang sangat serius dan berbahaya diluar kota pusat Seoul saat ini.
"Ada apa ?." Tanya Presdir pada sosok pemuda yang muncul dilayar monitor.
/LAPOR PRESDIR…KITA MENERIMA PEMBERITAHUAN BAHWA KOTA BUSAN SAAT INI SEDANG DISERANG/
Dheg…mendengar nama kota Busan disebutkan, Kyuhyun langsung tersetak kaget dan Donghae menyadari hal itu. Lihat saja sekarang, gerak – gerak Kyuhyun seperti menunjukkan suatu rasa khawatir dan keresahan yang jika ia tidak bergerak cepat maka ia akan menyesal.
"KYAA….LARIIII!."
"CEPAT SELAMATKAN DIRI KALIAN!."
"SEMUANYA SEGERA BERLINDUNG KE AULA GEDUNG EVAKUASI."
Teriakan demi teriakan dan jeritan manusia kini terdengar dari layar monitor para Dewan dan Presdir saat sebuah video live-report sengaja ditampilkan untuk menunjukkan bagaimana keadaan di Busan saat ini. Dalam video tersebut terlihat tujuh monster Gastrea berukuran paling tinggi yaitu 6 meter dan tiga puluh monster Gastrea berukuran paling kecil yaitu 3 meter sedang berjalan melata kesana – kemari di kota Busan dengan santainya sambil menyantap manusia yang berlarian di jalan, tanpa peduli ada yang mati terinjak.
"Ada apa Kyu ?." Bisik Donghae yang memang duduknya bersebelahan dengannya saat rapat.
"Henry dan Yesung, mereka berdua ada disana." Balas Kyuhyun yang semua orang dapat mendengar dengan sangat jelas.
"Ah...jika disana ada anak buah captain Kyuhyun, berarti kita tidak perlu khawatir, hahaha." Tawa renyah Presiden yang di ikuti oleh seluruh Dewan rapat. Benar, Captain Kyuhyun itu bukan sembarangan orang yang bisa dipandang sebelah mata oleh organisasi, walaupun memiliki watak buruk namun kemampuan bertarung Kyuhyun saat di medan perang melawan para monster tidak pernah diragukan oleh siapapun, bahkan jika dihitung sebagian besar penduduk migrasi yang saat ini hidup di pusat Seoul adalah orang – orang yang ia selamatkan secara langsung. Jadi, bisa dipastikan jika Captain-nya saja sehebat Kyuhyun, maka anak buahnya berada satu level dibawahnya. Ditambah dengan Komandan Donghae yang terkenal dengan sikap displin, tegas dan seorang pembaca strategi handal sebagai ketua pimpinan pasukan mereka.
"Yesung saat ini Gundam-nya dalam tahap perbaikan, lalu Henry sangat boros dalam menggunakan misil dan peluru tapi dia sangat bagus dalam menarik perhatian, setidaknya dia lebih baik dari bocah itu." Cerita Kyuhyun yang membuat Presdir menghentikan tawanya dan kembali berpikir ulang.
"Segera kirimkan tim bala bantuan!." Teriak Presiden begitu juga dengan Kyuhyun yang tidak bisa diam melihat daerah Busan diserang, ia pun segera bangun dari duduknya dan bergegas untuk ke Dek dimana robot Gundamnya berada.
"Kau tetap disini Kyu." TAP….Perintah Donghae membuat pergerakan Kyuhyun terhenti.
"Aku sudah memberi perintah kepada Kris dan Tao untuk bergerak ke sana dan membawakan Gundam milik Henry."
"Tapi komandan..."
"Apa kau tidak percaya pada bawahan mu sendiri ?."
"Bukan begitu Komandan, aku hanya..."
"Jangan pernah membantah perintah ku." Dheg, jika Donghae sudah mengatakan demikian, Kyuhyun yang tidak punya wewenang untuk menolak perintah atasannya, mau tidak mau menurut. Kyuhyun pun kembali duduk di kursinya dan melanjutkan rapat Dewan yang menurutnya tidak berguna sama sekali, karena dari pada ia duduk diam saja mendengarkan ocehan orang tua (Presdir dan perdana menteri) tidak jelas lebih baik ia bertugas bukan.
"Rapat Dewan kita lanjutkan kembali. Nah professor Yunho, ku dengar kau memiliki berita bagus. Jadi, apa itu ?."
Kreet…Professor Yunho yang juga hadir dalam rapat bangun dari duduknya dan langsung menampilkan sebuah gambar Gundam yang belum pernah Dewan rapat lihat sebelumnya.
"Saya akan langsung pada intinya saja. Saat ini kita memiliki 5 Humanoid Superior yang dibuat oleh professor Jaejong terdahulu, dimana 5 Gundam tersebut sekarang dikemudikan oleh pilot dibawah pimpinan Komandan Donghae dan Captain Kyuhyun. Maka, atas izin Presdir…saya ingin memperkenalkan satu unit Humanoid baru bernama Gundam Freedom untuk membantu tim pasukan khusus namun dibawah pimpinan saya sendiri, dan untuk pilotnya saya secara langsung merekrutnya."
"Kkkkkk~." Tiba – tiba terdengar suara tawa bersuara kecil hingga membuat semua orang yang ada diruang rapat langsung menatap satu orang dimana hanya dia saja yang bisa melakukan hal tindakan kurang ajar seperti ini.
"Apa ada yang lucu Captain Cho ?."
"Ah, maafkan aku professor. Aku hanya berpikir apakah ini sebuah Kudeta ? maksud ku, kau membuat satu unit Gundam baru dan merekrut sang Pilot atas keinginan mu sendiri. Bukankah untuk mengemudikan suatu Gundam mereka harus di latih di Camp militer pusat dulu untuk mendapatkan izin mengemudi." Mendengar opini dari Kyuhyun yang di anggap masuk akal, semua hadirin dalam rapat pun langsung berbisik satu sama lain.
"Itu benar, ini bisa jadi sebuah Kudeta."
"Apakah ia ingin memberontak dengan membuat Tim sendiri."
"Pilot Gundam tanpa dilatih di Camp militer, bukankah itu namanya illegal."
"Hmm, begitu." Senyum professor Yunho yang sepertiya sudah memprediksi bahwa akan terjadi Pro dan Kontra.
"Dua kali mendapatkan Mendali Nebula dari Presdir karena jasa yang luar biasa di medan perang dalam menjaga warga sipil tanpa menggunakan Gundam, lalu delapan belas tahun ia bekerja di bagian teknik mekanik mesin Gundam, dimana selama itu ia sudah memahami Gundam lebih dari siapapun. Apakah itu tidak cukup untuk menjadikan dirinya seorang Pilot Gundam." Semua terdiam mendengar balasan Professor Yunho dan Kyuhyun yang melihat smirk sang professor yang seperti menandakan bahwa Kyuhyun telah kalah hanya bisa berdecis kesal.
"Kalau begitu siapa Pilot itu ?." Tanya Presdir yang langsung disambut senyuman oleh Professor Yunho.
"Suruh dia masuk." Perintah Yunho pada prajurit pengawal yang berada di depan pintu untuk menyuruh pemuda yang sejak tadi berada diluar ruangan rapat agar segera masuk.
TAP….
TAAAP….Perlahan sosok pemuda berseragam khas pilot Gundam masuk ke dalam ruang rapat, kulit putih, bermata besar dengan iris mata yang berwarna senada dengan rambutnya yaitu coklat dan berwajah tegas, sungguh semua Dewan dibuat terkesan oleh sosok pemuda itu.
"Dialah orang yang akan mengemudikan Gundam Freedom, Nah...komandan Donghae, saya mohon kerjasamanya." Ucap Professor Yunho pada Donghae sambil menepuk – nepuk punggung belakang Pilot Gundam baru.
.
[Medan pertempuran | Busan]
.
"KYAAAA! TIDAAAAK!"
Groam…Duar…
Krauk...Krauk…Saat ini keadaan Kota Busan sangat berantakan, banyak monster Gastrea menghancurkan dan meruntuhkan bangunan kota demi menemukan manusia untuk dimakan.
"Henry! Henry!." Teriak Yesung mencari – cari Henry yang tidak sengaja saat mereka berdua berusaha untuk lari dan bersembunyi dari para monster, tautan tangan mereka berdua terlepas begitu saja. Hampir sebagian penduduk di Kota Busan sudah berada di gedung evakuasi dimana sekeliling gedung itu sudah banyak dipenuhi oleh Gundam Warrior dan Soldier. Namun tidak banyak juga warga bersembunyi di dalam gedung yang memiliki tempat persembunyian bawah tanah.
TAP…
TAAP…Ditengah kota Busan yang wujudnya sudah tidak karuan ini, Yesung berjalan dan berlari untuk mencari Henry dengan cara bersembunyi di dinding gedung ke gedung lainnya atau bersembunyi di balik mobil jika bertemu dengan monster.
"Huweee….mama...mama hiks." Dheg, Yesung tersentak saat mendengar suara tangis anak kecil diujung jalan. Suara tangisan keras itu tidak hanya terdengar oleh Yesung, tapi para monster yang berada di jarak 8km pun bisa mendengarnya karena mendeteksi suhu panas manusia.
"Anak kuu!." Teriak seorang wanita yang sedang bersembunyi di dalam sebuah mini market di sebrang arah Yesung berada.
'Sial…apa yang harus aku lakukan. Berpikirlah Yesung!.' Batin Yesung dengan mengigit bibir bawahnya. Selama Yesung berpikir, satu monster Gastrea berbentuk laba – laba dengan ukuran 3 meter perlahan datang mendekati anak kecil tersebut.
"Jarak antara monster dan anak keci itu lebih dari 5km, jika aku berlari setidaknya aku harus berlari seperti seekor Cheetah. Tapi, itu tidak mungkin!." Frustasi Yesung dengan pikirannya sendiri.
"Tolong anak ku! Jebal!." Sekali lagi wanita didalam mini market berteriak dan menyadarkan Yesung. Tidak ada pilihan lain selain mencoba apapun yang bisa ia lakukan sebagai seorang prajurit, Yesung langsung berlari sekuat tenaga menuju anak kecil yang masih saja berjongkok sambi menangis.
Greeb, Yesung berhasil memeluk tubuh anak kecil tersebut dan bersamaan dengan hal itu, dibalik punggung Yesung sudah berdiri monster Gastrea laba – laba yang baru saja datang.
"Uljimmayo, oppa ada disini untuk menyelamatkan mu." Gumam Yesung yang sebenarnya menyadari bahwa saat ini dibelakangnya ada monster, dengan masih memeluk tubuh anak kecil tersebut Yesung sebisa mungkin mencoba membuat anak kecil itu untuk tetap berada dalam dekapannya ketimbang melihat kearah belakangnya.
Gyuut, Yesung mengenggam erat sebuah pisau belati yang terbuat dari logam Varanium yang sengaja ia bawa untuk berjaga – jaga. Setidaknya ia memiliki senjata Varanium dan jika rencana dadakan yang ia pikirkan ini berhasil mengenai monster dibelakangnya, Yesung bisa membawa lari anak di gendongannya saat ini.
"Adik kecil, aku akan membawa mu ke tempat Ibu mu. Tapi kau harus menuruti kata – kata oppa, apa kau bisa ?." Tanya Yesung yang dibalas anggukan oleh anak kecil itu.
"Pejamkan matamu, oppa akan hitung sampai 50 dan selama itu apapun yang terjadi, sebelum oppa bilang 50 jangan pernah membuka mata mu. Ok." Bisik Yesung yang setelah itu menghela nafasnya dalam – dalam.
"SATUUU!." Teriak Yesung yang langsung berbalik untuk melihat monster jelek yang ada dibelakangnya.
"DUAA.." Kali ini Yesung bersiap melempar pisau belati yang ada ditangannya.
"TIGAAA…" Sambil menggendong anak kecil Yesung melempar pisaunya tepat kearah kepala laba – laba tersebut yang sudah membuka mulutnya lebar – lebar.
"EMPAAAT…" Jleb…Pisau belati itu menancap kepala monsternya hingga membuatnya berasap akibat terkena pisau yang terbuat dari logam Varanium.
Goarrhhh…Teriak monster itu yang merasakan sakit luar bisa dan BOOM…musnah bagaikan petasan yang meledak detik itu juga, daging – daging monster yang tercecer mengenai gedung perlahan menguap bagaikan embun lalu menghilang.
Dheg…Yesung yang tidak memprediksi akan kemunculan monster lainnya, langsung kaget ketika seekor monster Gastrea muncul dari balik dinding gedung tinggi.
'Gawat..' Batin Yesung.
"LIMAAAAA…." Yesung pun langsung berlari sekuat tenaga disela menghitungnya. Kali ini dirinya harus lari secepat mungkin, namun monster yang melihat Yesung kabur tentu saja bergerak untuk mengejarnya.
"Yesung disini!." Teriak seseorang dari gang sempit, Yesung yang melihat Henry ternyata ada disana langsung saja merubah haluan menjadi berbelok untuk memasuki gang sempit.
"Haaa…Haa…Yak! Aku mencari mu tahu!." Omel Yesung sambil memberikan anak kecil yang ada di gendongannya kepada Henry.
"Kenapa anak ini menutup matanya ?."
"Aku yang suruh, cepat kita harus pergi mencari tempat aman untuk anak ini." Henry pun bergantian menggendong anak kecil itu sambil berlari menelusuri gang sempit, setidaknya dalam gang sempit ini monster itu akan sulit menemukan mereka, karena celahnya tidak besar.
DUAARHH….
Brugh…Kraak…Tapi sepertinya para monster tidak sebodoh yang manusia pikirkan selama ini, terbukti monster Gastrea meruntuhkan gedung untuk menutup jalan Henry dan Yesung, lalu menggunakan tangan mereka untuk meronggoh sela – sela gang.
"AWASSS!.." Brruuk, Yesung mendorong Henry untuk yang hampir saja ditangkap oleh monster Gastrea.
Greb,
"YESUNG!." Teriak Henry saat melihat monster Gastrea berhasil menangkap Yesung. Yesung yang berada didalam genggaman monster tersebut hanya bisa meronta sambil memukul – mukul tangan sang monster, perlahan namun pasti Yesung melihat sendiri monster Gastrea itu membuka mulutnya lebar – lebar.
'Noona.' Batin Yesung yang ingat akan kakaknya, posisi dirinya saat ini sama oleh Jiyeon dulu.
Gleg…didepan mata Henry, Yesung telah ditelan bulat – bulat oleh monster Gastrea.
.
[Yesung Side]
.
"Nnnghh." Leguh Yesung yang perlahan mencoba membuka matanya. Gelap, itu hal pertama yang Yesung lihat dan samar – samar bagian dada Yesung sampai bawah kaki merasakan tubuhnya seperti berada didalam sebuah kolam berisi penuh air yang sedikit lengket.
Dugh…merasakan ada sesuatu yang menubruk di lengannya, Yesung pun mengarahkan arloji yang bisa menyala dalam gelap ke sisi kanannya.
"Ukhh." Yesung langsung menutup mulutnya dengan tangan saat melihat apa yang ada disampingnya ternyata mayat. Yah, lautan berisi mayat lebih tepatnya dan saat ini Yesung berada di lambung monster Gastrea.
'Mustahil.' Batin Yesung sambil melihat puluhan mayat yang ada disekitarnya, sebanyak inikah monster itu makan.
'Aku sudah berbeda dari lima tahun lalu. Aku berlatih selama lima tahun agar bisa mengalahkan mereka dan tidak menjadi mangsanya. Tapi, kenapa ? kenapa jadi seperti ini ?.' Batin Yesung lagi yang masih belum percaya bahwa dirinya sekarang sudah menjadi makanannya.
"Daddy, tolong…shh." Sreet, dengan tangan agak gemetar Yesung yang mendengar suara dari arah belakangnya mencoba mengarahkan arloji bercahayanya ke asal sumber suara itu.
Dheg, mata Yesung terbelak kaget saat melihat mayat wanita yang masih setengah hidup itu mirip sekali dengan Jiyeon.
"Noona, akan selalu menjaga Yesungie."
"Yesungie adalah adik noona yang paling berharga, hehehe." Sekali lagi kebersamaan Yesung dengan kakaknya yang penuh tawa kebahagiaan kini berputar kembali.
"Teman, impian dan keluarga…Kenapa hiks…kenapa mereka memangsa kita." Lirih Yesung yang tanpa sadar air matanya turun membasahi kedua pipinya. Berbagai pertanyaan muncul didalam benak Yesung saat ini, sampai sekarang tidak ada yang tahu alasan apa yang menyebabkan para Monster memburu manusia di Korea Selatan dan memakannya.
"Sial! Sial! Aku tidak akan menyerah begitu saja!." Teriak Yesung sembari memukul – mukul air yang sudah bercampur dengan darah manusia dan asam lambung dari monster Gastrea.
"Dengan tangan ku sendiri! akan ku basmi kalian sampai tidak tersisa satu pun, Aaargh!." Bersamaan dengan emosi yang sudah meledak – ledak, pupil mata Yesung seketika berubah.
.
.
"Hiks…Yesung." Henry yang sudah berada di tempat aman yaitu gedung Evakuasi beserta anak kecil yang berhasil diselamatkan, saat ini menolak untuk menaiki Gundam-nya dan bertempur bersama Kris dan Tao, sungguh Henry benar – benar terpukul melihat sahabatnya sendiri dimakan di depan matanya.
"Karna aku…hiks…" Sambil menatap tangannya sendiri yang masih saja bergetar ketakutan, Henry merasa dirinya sudah tidak berguna, karena sekali lagi ia tidak mampu menyelamatkan teman berharganya.
"WOOAH…MONSTER APA ITU ?."
"APAKAH ITU MONSTER GASTREA SPESIES BARU ?."
Henry yang sedang berjongkok disudut ruangan sendirian untuk menyesali dirinya sendiri, kini perlahan mengadakan kepalanya keatas untuk melihat kenapa para pengungsi ribut – ribut. Dan didepan layar besar yang sengaja dipasang untuk Live-report bagaimana pasukan Gundam menghabisi para monster, Henry melihat sebuah monster berada dilokasi dimana ia terakhir kali bersama Yesung.
"Monster itu tiba – tiba muncul dari dalam tubuh monster Gastrea." Seru seorang prajurit di depan Henry.
"Yesung." Lirih Henry yang entah kenapa berpikir monster itu adalah Yesung, padahal jelas – jelas Yesung sudah mati termakan. Tapi, entah kenapa Henry yakin monster itu berbeda dari monster Gastrea lainnya.
DRAAP…Tanpa membuang waktu dan ingin memastikan langsung bahwa apa yang ia pikirkan adalah benar, Henry berlari menuju Gundam miliknya yang sejak tadi sudah disiapkan oleh tim.
.
.
/Presdir, anda harus melihat ini/
BIIP….sekali lagi para Dewan rapat yang hadir disuguhi sebuah live-report dari Busan. Semua orang yang menyaksikan kemunculan akan monster baru di Busan, tidak bisa dipungkiri bahwa mereka menunjukkan ekspressi terkejutnya.
"Apa itu ?." Tanya Presdir kepada prajurit dilayar monitor.
"Kami menduga dia adalah musuh, namun melihat tindakannya kami jadi ragu presdir." Jelas prajurit tersebut sambil memperlihatkan monster berbentuk kupu – kupu sedang melawan monster Gastrea.
"Ulat mungil sekarang sudah berubah menjadi kupu – kupu yang sangat cantik, jadi tidak sabar untuk menemuinya." Gumam sang pilot baru disamping Kyuhyun.
"Apa maksud mu ?." Selidik Kyuhyun kali ini yang merasa pilot dari Gundam Freedom ini tahu sesuatu yang tidak semua orang tahu, termasuk presdir.
"Hahaha…tidak." Sambil tersenyum, pilot baru itu membalas pertanyaan Kyuhyun dan Kyuhyun yang bisa membedakan mana senyuman palsu dan asli hanya berdecis.
.
[Yesung Side]
.
"Akan ku basmi kalian..." Gumam Yesung yang tidak sadar bahwa dirinya sekarang berada didalam tubuh serangga seperti monster Gastrea.Kupu – kupu adalah serangga yang paling cantik di antara jenis serangga lainnya, dengan tubuh mungilnya dan empat sayap lebar yang di miliki dengan berbagai warna cerah membuat semua orang akan langsung terpesona saat melihatnya. Begitu juga dengan Yesung yang saat ini berada didalam tubuh monster Gastrea berbentuk kupu – kupu. Memiliki ukuran 7 meter dengan empat sayap berwarna gradiasi cerah seperti biru, hijau, kuning, pink dan ungu mulai menarik perhatian para monster Gastrea untuk mendekatinya karena tertarik melihat sayap indah kupu – kupu tersebut.
"Kemarilah…Akan ku bunuh kalian…" Gumam Yesung lagi, dengan mata facet yang dimiliki oleh Kupu – kupu, Yesung jadi bisa melihat dengan jelas monster yang berada dijarak sejauh 19km.
"Kubunuh…Sampai tidak tersisa satu pun!."
Groahh…
Kraauk….Kraauuk….gigit sana, gigit sini para monster Gastrea yang tertipu oleh kecantikan sayap Yesung digigit habis olehnya hingga musnah. Dengan ini manusia mendapatkan fakta baru tentang monster Gastrea yaitu selain menggunakan senjata berbahan logam Varanium, ternyata monster Gastrea bisa dibunuh oleh monster Gastrea lainnya, kanibalisme.
"Lagi! Lagi! Bunuh lagi!." Yesung yang belum juga sadar dalam mode monster, menggepakkan sayap kupu – kupunya hingga membuat beberapa benda seperti mobil dan puing – puing bangunan runtuh terhempas dengan keras. Bahkan beberapa tentara yang masih di dalam Gundam miliknya sampai harus berpegangan dengan besi agar tidak ikut terhempas juga.
Wuushh…Bagai kupu – kupu yang sedang terbang bebas, Yesung hinggap di ujung menara tower untuk melihat seluruh kota Busan dari atas.
"Wah…makhluk apa itu ?." Seru Tao yang terkejut sekaligus menatap WOW akan monster yang ia nilai sangat cantik dari pada monster Gastrea lainnya yang menjijikan dengan air liur yang bau.
"Entahlah, yang jelas dia juga monster. Dan sudah menjadi tugas kita untuk melindungi kota." Balas Kris melalui monitor sambungan komunikasi.
"Captain Kyu, mohon izin untuk menembak sasaran." Seru Kris pada Kyuhyun yang sekarang dalam perjalanan menuju Busan dengan menggemudikan Gundamnya.
"Di izinikan." Balas Kyuhyun dengan suara tegas untuk segera melumpuhkan monster tersebut karena Kyuhyun tidak tahu bahwa Yesung telah dimakan oleh monster Gastrea dan berubah menjadi monster yang saat ini telah menjadi sasaran Kris.
"Dragon, kunci sasaran." Perintah Kris pada Gundam miliknya untuk 'lock target' dimana saat Kris menembak pelurunya akan tetap sasaran.
==Target terkunci, my prince==
Info Dragon, nama Gundam milik Kris yang sudah mengunci titik sasaran di kepala dan perut monster (Yesung).
'Terimalah ini.' Batin Kris yang menekan tombol peluncuran rudal misil Varanium pada Yesung.
Syuuuut…Duuarrhh…Dua misil Varanium berhasil mengenai sasaran.
Ssssh….kini asap menggepul akibat efek tembakan tadi perlahan mulai menipis, dan saat seluruh asap itu tersingkirkan Kris terkejut melihat monster yang ia yakini telah tertembak ternyata tidak ada.
'Kemana dia.' Batin Kris yang sibuk mencari monster kupu – kupu tersebut dan Braaak…dari atas, Yesung (mode monster) menindih tubuh Gundam Kris dengan keras.
'Akan ku bunuh semuanya…' Batin Yesung sambil menyeringai. Sekarang entah kenapa saat membunuh Yesung merasakan nikmat yang luar biasa. Bahkan saking menikmatinya, Yesung yang sedang tidak sadar ingin membunuh rekannya juga.
.
.
"Aku ingin membunuh kalian."
"Yesung!." Dheg, perlahan pupil mata Yesung kembali sepenuhnya saat mendengar suara Henry, mata yang semula memancarkan tatapan kosong kini kembali menjadi tatapan teduh.
"Henry, apa yang terjadi ?." Gumam Yesung saat membuka matanya melihat segerombolan pasukan militer sudah menggelilingi dirinya dengan Humanoid mereka masing – masing. Bahkan komandan Donghae dan captain Kyuhyun juga berada disana melihat dirinya dengan tatapan yang sulit Yesung artikan. Sejak kapan mereka berada di Busan ?
"Yesung, jelaskan pada mereka semua agar mereka mengerti bahwa kau bukanlah monster!."
"Monster ? Apa maksud mu ?." Tanya Yesung dengan wajah bingungnya. Sungguh Yesung tidak tahu apa yang sedang Henry katakan, Yesung hanya ingat bahwa dirinya telah dimakan oleh monster Gastrea selebihnya nothing.
"Aku akan tanya sekali lagi! Yesung…kau ini makhluk apa ? manusia atau monster ?." Teriak seorang Letnan kepada Yesung dengan lantang dan mimik wajah yang seakan – akan Yesung harus dijauhi.
"A-apa ? pertanyaan macam apa itu! Aku benar – benar tidak mengerti." Balas Yesung yang tidak terima jika dirinya diragukan seperti ini. Yesung tahu dirinya lahir dari embrio buatan tapi tidak seharusnya mereka semua mempertanyakan jati dirinya seperti ini.
TAP…
TAAP…Kyuhyun yang jenggah melihat perdebatan yang ia rasa tidak akan berjalan baik, akhirnya berjalan mendekati Yesung yang berada di tengah – tengah lingkaran prajurit.
"Henry minggirlah." Henry yang sedang memeluk bahu Yesung dari belakang langsung bergedik ngeri ketika Kyuhyun menatapnya dengan sorot mata yang tajam dan menusuk.
"Ba-baik Captain." Henry pun perlahan memundurkan 3 langkah kakinya dan kini Yesung yang masih tertunduk ditanah hanya bisa menatap sang captain dengan tatapan cemas dan takut, apa yang akan dilakukan oleh captainnya.
Duaagh…
Buuggh…Baaak…Tanpa persiapan, Kyuhyun menendang perut Yesung berkali – kali hingga Yesung muntah darah, belum puas sampai disitu Kyuhyun juga menendang dagu Yesung ke atas lalu menendang kepalanya kembali ke bawah hingga Yesung terlihat seperti sedang bersujud pada Kyuhyun.
"Kekerasan adalah cara paling efektif untuk mendisiplinkan mu." Seru Kyuhyun yang kaki kanannya masih berada diatas kepala Yesung.
"Aku akan terus menendang mu sampai kau ingat siapa dirimu yang sebenarnya."
Buugh…
Braak…Tanpa belas kasihan dan membuang rasa kemanusiaan, Kyuhyun kembali menghajar Yesung didepan umum, semua prajurit yang melihat tindakan sadis Kyuhyun hanya bisa menutup mata mereka.
"Hoeeekk…uhuk..uhuk.." Yesung terbatuk sambil memuntahkan banyak darah dari mulutnya, Henry yang tidak bisa menolong Yesung hanya bisa mengigit bibir bawahnya, jika saja Kris dan Tao tidak menahan tubuhnya, Henry pasti sudah menolong Yesung sekarang.
Sreeet…Dengan kasar, Kyuhyun menjambak rambut Yesung hingga Yesung meringgis kesakitan.
"Kalian lihat, dia hanyalah seorang bocah biasa." Ucap Kyuhyun sambil memperlihatkan wajah babak belur Yesung kepada semua orang.
"Ta-tapi Captain, jika ia berubah menjadi monster lagi bagaimana ?."
"Hem…" Sejenak Kyuhyun terdiam dan mengamati wajah Yesung dimana kedua matanya sudah sayup – sayup, lemah tak berdaya memandangi Kyuhyun.
"Tergantung bagaimana ia bertindak, jika dia berada dipihak musuh…."
"….aku bersumpah, aku yang akan membunuh dia." Pluk…Bersamaan dengan sumpah Kyuhyun, Yesung yang tidak kuat menahan rasa sakit disekujur tubuhnya langsung pingsan dan terhuyung ke dalam dada Kyuhyun.
Sreet,
"Itu sumpah ku pada kalian, jadi biarkan aku lewat." Dheg, melihat pancaran mata Kyuhyun yang penuh dengan keyakinan dan tekad bahwa apa yang baru saja ia ucapkan adalah sungguhan, semua prajurit yang semula berkumpul akhirnya memberikan jalan untuk captain Kyuhyun yang sedang menggendong Yesung ala bridal style sebuah jalan menuju Gundam milik Kyuhyun yang berdiri tidak jauh di sana.
"Captain…" Lirih Henry yang sekarang malah tersentuh akan tindakan gentle Kyuhyun.
TAAP…
TAP…Disaksikan oleh semua orang, Kyuhyun telah membuat sumpah yang sesungguhnya Kyuhyun tidak yakin apakah ia bisa membunuh Yesung jika hal yang tidak di inginkan olehnya terjadi, karena jujur saja Yesung bukanlah tandingannya.
Syuut….Spark yang sedang dalam setting mode Automatic mengulurkan kedua tangan besar miliknya turun ke bawah tanah agar sang master bisa naik ke telapak tangannya.
"Spark, bawa kami ke pusat Seoul." Perintah Kyuhyun yang sekarang sudah memangku Yesung di atas telapak tangan Gundam miliknya.
==Yes, Master==
.
.
Kota Busan yang diserang oleh monster Gastrea beberapa hari lalu kini sedang dalam tahap evakuasi. Anggota pasukan khusus Gundam yang dibantu oleh Yesung dengan menggunakan kekuatan misteriusnya telah berhasil membersihkan semua monster Gastrea di Busan.
Kekuatan misterius yang ditunjukkan oleh Yesung awalnya membuat para prajurit dan warga lokal ketakutan akan identitas Yesung yang sebenarnya, apakah Yesung seorang manusia atau salah satu dari monster Gastrea ? Dan, untuk menjawab semua rasa ketakutan itu, Captain Kyuhyun membuat sumpah. Dimana jika Yesung berkhianat atau menjadi musuh kaum manusia maka detik itu juga, Kyuhyun akan membunuhnya. Kini Yesung yang sudah ingat dan mulai hidup normal seperti biasanya, kembali menjalankan kegiatannya sebagai seorang prajurit Gundam walaupun masih banyak manusia yang memandang dirinya takut.
"Perkenalkan nama ku Kira Yamato (23th), mulai sekarang aku akan menjadi pilot dari Gundam Freedom untuk membantu Tim pasukan khusus." Sapa Kira hormat didepan seluruh anggota tim pasukan khusus Gundam besutan Donghae ini.
"Yamato ? apakah kau orang Jepang ?." Tanya Henry yang merasa aneh mendengar nama belakang Kira yang dirasa tidak cocok untuk orang Korea.
"Yosh, Ibu ku berasal dari Jepang. Tapi sejak umur lima tahun aku sudah tinggal di Korea bersama dengan Professor Yunho." Jelas Kira yang membuat Henry mengangguk – angguk mengerti.
"Professor Yunho ? apa hubungan mu dengan dia ?." Kali ini Tao yang bertanya. Seingat Tao, professor Yunho belum menikah dan tidak memiliki keluarga setelah perang 20 tahun lalu.
"Itu….bagaimananya, sangat sulit untuk dijelaskan, maaf."
"Ah, tidak apa – apa, hahaha." Merasa telah membuat anak baru sedih, Tao pun menyenggol – nyenggol bahu Kris untuk bertanya selanjutnya agar topik teralihkan.
"Ngh ? Wae ?." Tanya Kris yang risih di cubit – cubit oleh Tao.
"Kalau boleh tahu, bukankah Pasukan Khusus memiliki anggota lima orang. Lalu dimana anggota satunya ?." Tanya Kira yang sejak masuk dalam ruangan tim Gundam khusus tidak melihat kehadiran seseorang yang sangat ingin ia temui.
"Aku tidak tahu siapa yang kau maksud, tapi jika yang kau maksud adalah Yesung. Dia sedang bersama Captain." Jawab Kris yang melanjutkan acara membaca novel romance kesukaannya. Tao yang melihat sikap cuek dan dingin Kris pada orang baru hanya berdecak kesal.
"Henry, ayo kita keluar minum kopi." Tanpa meminta izin pada Henry, Tao mengaitkan tangannya untuk memeluk tangan Henry lalu berjalan keluar.
"Yak! kalian mau kemana ? aku harus ikut." Seru Kris yang tidak bisa membiarkan Tao dan Henry berduaan saja, sedangkan Kira yang ditinggalkan begitu saja oleh Kris, Tao dan Henry didalam ruangan hanya menautkan kedua alisnya heran. Sikap penyambutan macam apa ini ? setidaknya mereka mengajak dirinya untuk ikut sebagai basa – basi begitu.
TAAP…
TAP…Kira yang tidak suka sendirian, akhirnya berjalan keluar ruangan untuk pergi ke laboratorium, tempat dimana sejak kecil ia menghabiskan waktu bersama dengan berbagai mesin rakitan Gundam.
Kreeet…secara bersamaan, Kira yang membuka pintu lebih dulu terkaget saat didepan pintu ia bertemu dengan Yesung secara tidak sengaja.
"Oh ? siapa kau ?." Tanya Yesung yang refleks melihat orang asing ada didalam ruangan tempat kumpul anggota pasukan khusus.
"Hei! Kau mendengarku tidak!." Sekali lagi Yesung bertanya dengan nada tinggi saat Kira tidak menjawab pertanyaannya. Namun, Kira tetap saja diam ditempat seperti patung dan memilih mengamati setiap inci wajah pria didepannya tanpa berkedip.
"Mirip…benar – benar sangat mirip." Sreet…Perlahan tangan kanan Kira terangkat dan mulai memegang pipi kenyal Yesung, hingga Yesung yang belum pernah disentuh selembut ini oleh orang lain hanya bisa memerah.
"A-apa yang kau lakukan ?." Gugup Yesung yang merasakan pipinya mulai terus – terusan di usap. Biasanya jika ada orang yang tidak ia kenal menyentuhnya, Yesung pasti dengan cepat akan menepis dan menghajar orang tersebut. Tapi ini ? orang asing yang belum pernah Yesung temui bahkan namanya saja ia tidak tahu telah berani menyentuhnya dan membuat Yesung membeku ditempat.
"Bahkan, suara mu juga sangat mirip." Greb…Mata Yesung langsung terbelak ketikaKira memeluk tubuhnya dengan erat.
"Kau! A-apa yang ka-."
"Syukurlah…syukurlah, akhirnya aku bisa bertemu dengan mu." Seru Kira cepat yang membuat pergerakan tinju Yesung yang ingin dilayangkan ke kepala Kira terhenti.
Gyuut…Kira semakin mengggeratkan pelukannya pada pinggang Yesung, tanpa peduli bahwa mereka sedang berpelukan di ambang pintu koridor markas.
'Hangat…perasaan macam apa ini ?.' Batin Yesung yang merasakan kehangatan dari Kira perlahan menjalar keseluruh tubuhnya, hingga membuat Yesung tanpa sadar ingin menangis juga. Sungguh, perasaan yang Yesung rasakan saat ini seperti perasaan rindu dan sayang yang begitu mendalam.
"Sedang apa kalian ?." Dheg…Mendengar suara captain Kyuhyun dari arah samping, dengan cepat Yesung mendorong dada Kira dan menghadap Kyuhyun.
"A-anu captain, ini tidak seperti yang kau pikirkan…A-aku dan di-"
"Minggir! kalian berdua menghalangi jalan ku." Brrugh…Kyuhyun tanpa sengaja menabrak bahu Yesung dan membuat ia terhuyung kearah pelukan Kira.
"Go-gomawo emm..."
"Kira, nama ku adalah Kira." Sriing, Yesung dan Kira kini saling pandang satu sama lain, sekali lagi Yesung merasakan perasaan rindu yang begitu besar saat melihat mata besar milik Kira yang memantulkan dirinya.
"Kalian berdua ingin matinya ?." Jenggah Kyuhyun melihat pemandangan di ambang pintu yang di nilai menjijikan untuk ditonton.
"Mi-mianhae captain!."
"Kkkkkk~." Kira pun terkekeh melihat sikap lucu dari Yesung, sedangkan Kyuhyun yang sejak tadi terus memperhatikan gerak – gerik Kira dibuat heran dan penasaran. Pasalnya, tawa yang ditunjukkan oleh Kira bukanlah palsu, dan bahkan cara memandang Kira ke Yesung juga berbeda. Kira saat ini dan Kira pada saat Kyuhyun pertama kali bertemu benar – benar berbeda.
.
[House KyuSung]
.
Tak…Tik…
Tak…Tik…Disebuah kamar terlihat Kyuhyun saat ini sedang sibuk dengan komputer miliknya, kedua tangannya bahkan terus saja menekan – nekan huruf pada Keyboard sehingga membentuk sebuah tulisan dilayar monitor. Setelah mengirimkan pesan via email, tidak lama dilayar monitor Kyuhyun tersambung layanan video call.
"Informasi apa yang kau dapatkan ?." Tanya Kyuhyun langsung pada pemuda yang sekarang sedang diajak Video call melalui komputernya.
"Aku tidak bisa menembus keamanan database SLC, captain. Sepertinya mereka memasang Firewall yang begitu kuat di sistem."
"Begitu…" Sejenak Kyuhyun terdiam untuk berpikir kembali menemukan cara merintis sistem keamanan database milik oraganisasi Sains Laboratorium Center (SLC) untuk mendapatkan informasi seseorang yang akhir – akhir ini membuat Kyuhyun penasaran.
"Captain…" Panggil pemuda berambut blonde disebrang Line sambil menyeringai karena melihat raut wajah Kyuhyun sangat serius. Pasalnya, ia tidak pernah melihat wajah serius sang captain selain ketika mengemudikan Gundam miliknya.
"Kau melakukan ini karena kehadiran Kira menganggu mu kan ?."
"Huh ? "
"Aku mengerti perasaan mu captain, kita berada di pihak yang sama. Sakit memang melihat orang yang kita sukai dekat dengan orang lain."
"Tsk, kau ini bicara apa."
"Yaa…captain, kau tidak usah malu padaku. Kau cemburukan ? makanya kau mencari informasi mengenai Kira agar mengetahui musuh (cinta) mu lebih dalam, Hahaha."
"Dasar sinting." PIIP…Kyuhyun langsung mematikan sambungan video call secara sepihak saat Kris mengatakan hal yang membuatnya ingin sekali menendang wajah Kris dengan sepatu Bot besarnya saat itu juga hingga tidak berbentuk lagi.
'Cemburu ? kenapa aku harus cemburu ? aku hanya merasa Kira itu mencurigakan, itu saja.' Batin Kyuhyun yang sedang menyangkal perasaannya sendiri. Dengan perasaan kesal akibat ucapan Kris, Kyuhyun mematikan komputernya dan beralih ke tumpukan dokumen yang harus ia baca.
"Aku mengerti perasaan mu captain, kita berada di pihak yang sama. Sakit memang melihat orang yang kita sukai dekat dengan orang lain." Sepintas ucapan Kris melintas disela Kyuhyun membaca. Jujur saja Kyuhyun belum pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya, waktu yang ia habiskan selama 28 tahun hanya ia gunakan untuk mencapai ambisinya yaitu menjadi seorang prajurit kuat dan membawa kebebasan pada negaranya dari monster Gastrea. Walaupun begitu, Kyuhyun tahu rasa sakit yang dimaksud Kris adalah perasaan kesal, jengkel dan sesak saat melihat orang yang kita sukai bersama dengan orang lain.
"Sedang apa kalian ?."
"Minggir! kalian berdua menghalangi jalan ku."
"Kalian berdua ingin matinya ?."
Dheg…
Dheg…Detak jantung Kyuhyun berdetak cepat saat menyadari sikapnya beberapa hari lalu dimana ia melihat Yesung dan Kira berpelukan di depan ruang tim pasukan khusus, Kyuhyun merasa kesal dan jengkel pada saat itu, lalu ditambah dengan sikapnya malam ini yaitu mencari informasi mengenai Kira seperti seorang stalker yang sedang mencari tahu saingannya.
'Tunggu ? mungkinkah aku ?.'
Took…
Tok…Sraak, lembaran dokumen yang Kyuhyun baca terjatuh saat dirinya kaget mendengar suara ketukan pintu.
"Masuk." Serunya membuat nada setenang mungkin sembari mengambil lembar dokumen yang sudah berserakan dibawah kakinya satu persatu lalu merapikannya dimeja.
"Captain ma-..."
"Sudah ku katakan padamu, panggil nama ku saat dirumah." Potong Kyuhyun yang langsung memutar kursinya menghadap pintu, Yesung yang sedang menyembulkan kepalanya saja di balik pintu hanya bisa menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal sambil nyengir.
"Kyu...em…Kyuhyun."
"Ada apa ?."
"Makan malam sudah siap. Jadi…a-apakah kau mau makan bersama ku ?." Sreet…Kyuhyun bangun dari kursi begitu saja hingga membuat Yesung heran. Biasanya jika Yesung mengajak makan, Kyuhyun akan menolak dan menyuruh dirinya makan sendirian. Tapi sekarang, Kyuhyun menerima ajakan makan malamnya.
"Mau sampai kapan kau berdiri disitu ?." Tegur Kyuhyun yang sudah separuh jalan sejak ia melewati Yesung, ia masih saja berdiri diluar kamarnya.
"Ngh…nde." Cengir Yesung kembali yang tersadar dari rasa herannya, sambil setengah berlari dan berwajah senang Yesung mendekati Kyuhyun lalu berjalan bersama ke ruang makan. Sebenarnya ada alasan khusus kenapa Kyuhyun mau menerima ajakan Yesung. Cukup sederhana alasannya, yaitu beberapa waktu lalu Kyuhyun yang pulang telat ke rumah tanpa sengaja melihat Yesung makan sendirian dengan raut wajah sedih dan tatapan mata yang begitu kesepian.
Melihat sosok Yesung seperti itu mengingatkan Kyuhyun akan dirinya sendiri pada masa lalu, dimana Kyuhyun yang usianya baru 8 tahun kehilangan kedua orang tuanya pada waktu perang pertama dengan monster Gastrea, hingga membuat dirinya menjadi sosok tertutup dan menyendiri. Tapi, sejak ia tinggal di pengungsian bersama Kris dan Tao, Kyuhyun yang selalu makan sendirian perlahan tidak merasakan namanya kesepian dan kehampaan lagi.
"Bagaimana rasanya, apakah enak ?." Tanya Yesung basa – basi, karena sejak mereka berdua makan hanya ada keheningan saja.
"Enak, dan aku paling suka telur gulungnya." Balas Kyuhyun datar dengan terus – terusan mengambil telur gulung berisi aneka sayuran buatan Yesung. Sedangkan Yesung yang melihat Kyuhyun makan dengan lahap langsung tersenyum manis. Ternyata mendengar orang lain mengatakan enak pada masakannya benar – benar membuat Yesung senang terlebih jika yang mengucapkan adalah captain Kyuhyun.
'Syukurlah jika captain menyukainya.' Batin Yesung mengigit sumpitnya sendiri sembari menatap Kyuhyun yang makan dengan datar namun tetap terlihat tampan.
"Apa aku terlihat seperti daging panggang untuk mu." Gleg….mendengar Kyuhyun menyindir sosok lainnya, Yesung kembali menyendokkan nasinya ke mulut hingga penuh.
"Aku tidak suka daging manusia!." Serunya kesal membuat Kyuhyun diam – diam melirik Yesung. Untuk saat ini Yesung bisa mengatakan demikian, namun suatu hari apakah Yesung masih bisa mengatakan hal itu jika hasrat lapar sesungguhnya pada manusia muncul.
.
.
[Next Day]
.
"Ini es krim mu, Yesung."
"Gomawo, Kira." Saat ini Yesung dan Kira sedang berjalan – jalan di area taman markas pusat Seoul disela waktu istrirahat mereka. Sambil menikmati es krim, Kira dan Yesung memilih untuk duduk dibawah pohon rindang sambil berbincang – bincang.
"Kira, kenapa kau sangat baik padaku ?." Tanya Yesung yang penasaran karena sudah seminggu ini menerima perhatian dari Kira begitu banyak, entah saat di markas atau saat mereka sedang bertempur pun Kira akan selalu berada disisinya.
"Kenapa ? kenapa kau tiba – tiba menanyakan hal itu ?."
"Emm… itu, ah…sudah lupakan, hehehe." Cengir Yesung mulai canggung, tidak ingin terlihat makin canggung, Yesung pun memilih kembali sibuk memakan es krimnya.
Srreet, Kira perlahan bangun dari duduknya setelah memakan habis es krim miliknya lalu berdiri di hadapan Yesung yang masih duduk dibangku taman.
"Akan ku beritahu satu hal pada mu, kau diciptakan oleh professor Jaejong untuk diriku." Pluuk… bersamaan dengan ucapan Kira, es krim Yesung terjatuh ke tanah.
"A-apa maksud mu."
"Kau diciptakan dari sebuah sel telur dan sperma buatan lalu dicampur oleh Gen manusia yang telah mati. Dan, kau tahu siapa pemilik dari Gen tersebut ?." Yesung menggelengkan kepalanya sebagai sebuah jawaban.
"Dia adalah Yui seorang pilot Gundam Turn-X, wanita satu – satunya yang pernah menjadi pilot Gundam."
"Pilot Gundam Turn-X ?! jadi dia adalah master terdahulunya Bumble!." Ctak…Kira menjentikkan jarinya sebagai jawaban Yesung adalah tepat.
"Dan Yui Yamato juga kekasih dari professor Jaejong."
"Tu-tunggu! Tadi kau bilang apa ? Yui Yamato ? Yamato….bukankah itu nama belakang mu, mungkinkah dia…..." Kali ini Yesung menatap horror Kira.
"Dia adalah Ibu ku."
"MWOYAAA!." Betapa kagetnya Yesung saat mendengar penuturan Kira. Yah, Kira sengaja memakai nama marga Yui (Yamato) ketimbang nama marga Jaejong (Kim) karena sudah jelas kedua orang tuanya pada waktu dulu belum menikah secara resmi yang secara otomatis berefek pada kelahiran Kira. Dimana secara hukum ia belum terdaftar di dalam keluarga professor Kim Jaejong, sehingga Kira memakai nama marga sang Ibu 'Yamato'.
"Sekarang kau sudah tahu alasan kenapa aku sangat baik padamu, karena kau adalah kloning dari Ibu ku. Dan, tsk… si Jaejong itu malah membuat mu menjadi laki – la-..."
"Stop! Haaa...Haaa." Nafas Yesung kini memburu, entah apa yang membuat Yesung seperti kehabisan nafas seperti ini yang jelas Yesung tidak ingin Kira melanjutkan ucapannya, sehingga Yesung pun menghentikan Kira yang terus saja mengoceh tanpa henti dengan mendorong dadanya untuk menjauh. Jika seperti ini Yesung jadi makin yakin bahwa dirinya memang berasal dari Gen mendiang ibunya Kira, karena sifat cerewetnya sama dengannya.
"A-aku masih belum mengerti, i-ini sangat sulit untuk ku percayai. Mianhae." Yesung langsung berlari meninggalkan Kira begitu saja di Taman tanpa menoleh sedikit pun.
"Tentu saja sulit, bahkan aku sendiri juga tidak bisa mempercayainya bahwa cloning Ibu ku bergender sama seperti ku." Sreet…perlahan Kira mengambil sebuah kalung liontin di saku kantong miliknya lalu membukanya dan memperlihatkan foto Yesung, ah…bukan. Foto Yui sang ibunda Kira, wajah Yui dan Yesung benar – benar sangat mirip, yang membedakan mereka adalah Yui seorang perempuan cantik berambut soft pink panjang semampai dan Yesung seorang pria cantik berambut hitam pendek. Walaupun begitu baik Yui dan Yesung seperti pinang dibelah dua.
"Si Jaejong itu, kenapa membuat Ibu berjenis kelamin laki – laki sih." Kesal Kira pada Jaejong sang ayah kandung. Sekarang rahasia yang selama ini ia sembunyikan sudah terbongkar. Yesung yang ternyata adalah cloning dari mendiang Ibunya berarti secara tidak langsung Yesung adalah Ibunya sendiri.
"Bagaimana bisa pemuda 23 tahun memanggil seorang pria berusia 18 tahun dengan sebutan Ibu, Tsk…yang benar saja." Frustasi Kira yang merasa betapa menggelikannya nanti jika ia harus memanggil Yesung yang seorang bocah ingin beranjak dewasa dengan sebutan Ibu.
.
.
Seperti Dejavu, Kyuhyun saat ini berdiri di ambang pintu masuk rumahnya sendiri sambil melipat kedua tangannya didada dengan menatap tajam sang tamu dengan aura membunuh yang begitu kuat.
"Jadi, kenapa anak itu datang bersama dengan mu membawa dua tas besar ?." Tanya Kyuhyun pada Komandan sambil menunjuk sosok dibelakang Donghae dengan dagu.
"Mulai hari ini Kira akan tinggal bersama kalian."
"Hah ?."
"Ini Misi Kyu, kau harus merimanya. Lagi pula kau sendiri bilang Yesung adalah tanggung jawab mu dan Kira bilang ia ingin tinggal dengan Yesung." Jelas Donghae masuk kedalam rumah Kyuhyun begitu saja sambil membawa Kira dan kopernya.
"Komandan! Ini bukan tempat penitipan anak bocah!." Murka Kyuhyun sambil menunjuk – nunjuk sosok Yesung dan Kira secara bersamaan dengan tangannya. Jika Yesung tinggal disini, Kyuhyun masih bisa menerimanya. Tapi, jika Kira juga tinggal dengannya ? itu tidak mungkin.
Pletak…
Bughh…
"Mulut kotor mu itu, berani sekali membentak ku." Ucap Donghae setelah menjitak kepala Kyuhyun dan menendang perutnya akibat membentak sang Komandan.
"Aku sudah dengar dari Kris, ini kesempatan bagus untuk mu Kyu. Jika dia disini kau jadi bisa mengawasi gerak – geriknya dan mencari tahu kan." Bisik Donghae ambigu, membuat Kyuhyun yang sedang sibuk menggusap – usap kepala dan perutnya yang sakit menautkan kedua alisnya bingung. Apa maksud komandannya bicara seperti itu ? dan apa yang sudah Kris katakan padanya ?
'Tunggu! mungkinkah…Kris mengatakan pada Komandan bahwa aku menyukai Yesung…' Batin Kyuhyun yang sudah bergedik ngeri.
"Komandan itu bukan seperti yan-…."
"Ah…sudahlah, aku tahu kau curiga padanya kan ? Dari awal aku juga sudah curiga bahwa Kira adalah mata – mata dari professor Yunho untuk menjatuhkan ku. Tapi, ternyata kau gerak cepat juga Kyu. Kau memang hebat."
"Huh ?."
"Mereka berdua sedang apa ?." Tanya Yesung lugu pada Kira yang ada disebelahnya ketika melihat Donghae dan Kyuhyun berjongkok sambil berbisik – bisik.
"Aku tidak tahu. Oh ya Yesung bolehkah aku bertanya padamu ?."
"Nde ?."
"Apakah kau ini kekasih captain Kyuhyun ?."
"MWOYAA!." Teriak Yesung yang refleks hingga membuat Donghae dan Kyuhyun langsung berbalik untuk melihat keadaan dibelakang mereka. Dan Kyuhyun sekali lagi dibuat kaget saat melihat Kira menutup mulut Yesung dengan tangannya untuk menghentikan teriakannya, jarak wajah keduanya yang begitu dekat hingga terlihat seperti; Kira ingin mencium Yesung, membuat Kyuhyun tersenyum tapi beraura hitam.
"Jika kalian berani melakukan hal mesum disini…akan ku cincang kalian dengan senjata milik Spark." Ucap Kyuhyun kali ini dengan seringainya.
"Gyaaa…anda salah paham, captain!." Panik Yesung yang tidak tahu harus menjelaskan bagaimana situasi tadi pada Kyuhyun. Sedangkan Kira masih saja menatap Kyuhyun dalam sikap diamnya, jujur saja Kira datang ke sini memang memiliki tujuan yaitu ingin mencari tahu apakah Yesung dan Kyuhyun memiliki hubungan khusus ? karena jika benar mereka ada hubungan, berarti Kira harus memantapkan hati untuk memanggil Kyuhyun dengan sebutan Ayah ? Tsk...yang benar saja, mana ada keluarga normal yang anaknya berbeda usia dengan Ayah dan Ibunya masing – masing 5 tahun.
Kira (23th) dan Yesung (18th) = beda 5 tahun.
Kira (23th) dan Kyuhyun (28th) = beda 5 tahun.
Kehidupan asmara Kyuhyun dan Yesung dimedan pertempuran akan semakin sulit, apa lagi ditambah dengan hadirnya Kira ditengah – tengah mereka sebagai anak dari Yesung.
Bagaimana kisah selanjutnya ?
.
TBC
.
Author Note :
Akhirnya Chap 2 update^^
Btw, ada yang kenal Kira Yamato ? dia adalah karakter utama di dalam serial anime Gundam Seed. Ada yang request minta dimasukin XD
Lalu, bagi yang penasaran gimana bisa Yesung sampai jadi cloning ibunya Kira dan menjadi monster akan dijelaskan pada chap depan. Dan ssstt…maybe Chap depan akan ada adegan rate-M , Sengaja di taro next chap karna publishnya abis lebaran supaya yang baca ga batal. Hahaha…tapi ga tau kapan pastinya update XD paling minim satu bulan lah update -...- maklum sekarang saya bukan mahasiswi atau pelajar lagi yang memiliki waktu Free banyak seperti dulu. Umur udah 24 /-\ sibuk merintis karir :^)
Terakhir saya ucapkan terima kasih banyak atas Review ya yang sudah memberikan saya semangat \(^_^)/
Zysha | cc | elfira | Pipinpapo | Kim Yehyun | GaemCloudOkta | Ajib4ff | Kim rose | Maycahayu | Ayakyusung134 | Chokim | Yekyu3424 | Ressalini |Hye. Kyu .Sung134 | Clarissa Kim | Ayou MoeMoeKyusung | RikaRika | Nadiyyan883 | Cloudsrainny | Opi Okta | Yesungie | Oryza. Narantha | Jeremy Kim84 | Leenz | Kyusung | Bikuta-chann | KaraKyusungReal | Yesung ukeku 2 | Megan Lim | Lydiasimatupang2301 | Reny. Rhey | Anak Kyusung | PreciousPanda | Cici803 | Nur Clouds || Ellie Miminzs | Kyusung Shipper | Vesta788 | Flink Elf | Guixiannim | Virgos99 | Encung | Jy | hanJ | Harpaairiry | Love Akashi-kun | ForKyusung |
Maaf ya udah buat kalian nunggu lama, tapi semoga aja FF ini tidak menggecewakan dan membosankan karena seperti biasa panjang ~.~ hampir 17K word dan ini rekor terbaru dari semua FF ku dengan word terbanyak *plok*
Oke deh itu aja :^)
*ngilang*
*Sibuk lanjutin FF lainnya*
See You Next Story.
Sehat selalu untuk reader^^
Author
-Kimmie-
Jangan lupa kritik, saran dan komentarnya.
