Tittle : Captain, I Love You.

Author : Kim Kyusung (Kimmie)


Genre: Fantasy, Romance, Slice Of Life, Sci-fi.

Pairing : KyuSung (Kyuhyun & Yesung)

Cast : Kyuhyun, Yesung, Kira Yamato, Donghae, Yunho, Henry, Kris, Tao.

Disclaimer: Cast milik Tuhan, Orang tua, Fans & cerita ini milik saya.

Rating: 18+ (Mengandung adegan dewasa, kekerasan, kejahatan dan lain – lain).

Warning: Yaoi (Boy X Boy), M-preg, Yesung uke! Crack Pair!

FF ini berkonsep Anime:

- Gundam by Yoshiyuki Tomino.

- Black Bullet by Shiden Kanzaki

- Shingenki No Kyojin/Attack On Titan by Hajime Isayama


Captain, I Love You.

KimKyusung (kimmie)

©2016

Please don't copy paste without permission.


Summary

Korea Selatan berada diambang kepunahan! Sekelompok monster Gastrea menyerang KorSel dan Yesung bersumpah akan membunuh semua monster yang ada, hingga kemudian ia masuk ke dalam organisasi khusus Gundam, dimana disana ia bertemu dengan Captain Kyuhyun sang pemilik Humanoid terkuat & tampan "Setiap kau melakukan kesalahan. Maka, aku akan menghukum mu." Smirk Kyuhyun.

.


Setelah tragedi penyerangan pada hari minggu pukul 10:47AM, kota Busan saat ini masih dalam status proses pemulihan. Anggota pasukan khusus Gundam yang dibantu oleh Yesung yang pada saat terjadi penyerangan menggunakan kekuatan misteriusnya telah berhasil membersihkan semua monster Gastrea di Busan.

Namun kekuatan misterius yang dimiliki oleh Yesung membuat para prajurit dan warga lokal ketakutan akan identitas Yesung yang sebenarnya. Untuk membuat para prajurit dan warga tetap tenang dan merasa aman, Captain Kyuhyun pun membuat sumpah didepan semua orang. Dimana jika ternyata Yesung terbukti berkhianat dan menjadi musuh kaum manusia, maka detik itu juga Ia akan membunuhnya.

Dilain sisi, demi memperkuat umat manusia dalam menghadapi para monster. Professor Yunho membuat satu unit Humanoid baru bernama Gundam Freedom. Gundam yang dikemudikan oleh seorang Pilot bernama Kira Yamato (23th). Kira yang ditugaskan untuk membantu team pasukan khusus ternyata adalah anak dari Yui, seorang pilot Gundam wanita pertama yang meninggal beberapa tahun silam di medan pertempuran. Namun tanpa pemerintah ketahui, professor JaeJong memasukkan Gen Yui kedalam salah satu embrio buatan dan kini cloning Yui tersebut tumbuh menjadi seorang prajurit di pasukan khusus Gundam yang tidak lain adalah Yesung.

Kehadiran Kira ditengah – tengah team pasukan khusus ternyata membuat Captain Cho merasa terganggu, terlebih jika Kira berdekatan dengan Yesung. Kenapa Captain Kyuhyun merasa Kira adalah sebuah ancaman untuknya ? Mungkinkah Captain Cho telah jatuh cinta kepada Yesung ?


Captain, I Love You

Chapter 3


"Jadi, kenapa anak itu datang bersama dengan mu dan membawa dua tas besar ?." Tanya Kyuhyun yang saat ini berdiri diambang pintu rumahnya sambil melipat kedua tangan didada, tidak lupa menatap tajam sang tamu yang ada dibelakang Donghae dengan aura tidak sukanya.

"Mulai hari ini Kira akan tinggal bersama kalian."

"Hah ?."

"Ini misi Kyu, kau harus merimanya. Lagi pula kau sendiri bilang Yesung adalah tanggung jawab mu dan Kira bilang ia ingin tinggal dengan Yesung." Jelas Donghae yang masuk ke dalam rumah Kyuhyun begitu saja sambil membawa Kira berserta koper miliknya.

"Komandan! Yak! Ini bukan tempat penitipan anak bocah!." Murka Kyuhyun sambil menunjuk – nunjuk sosok Yesung dan Kira secara bersamaan. Jika Yesung tinggal disini, Kyuhyun masih bisa menerimanya. Tapi, jika Kira juga tinggal dengannya ? itu tidak mungkin. Entah kenapa Kira dimata Kyuhyun sangat mencurigakan, Kira seperti ingin melakukan sesuatu yang buruk pada Yesung.

Pletak…

Bughh…

"Mulut kotor mu itu, berani sekali membentak ku." Ucap Donghae setelah menjitak kepala dan menendang perut Kyuhyun akibat membentak dirinya.

"Aku sudah dengar dari Kris, ini kesempatan bagus untuk mu Kyu. Jika dia disini kau jadi bisa mengawasi gerak – geriknya dan mencari tahu kan." Bisik Donghae ambigu hingga membuat Kyuhyun yang sedang sibuk menggusap – usap kepala dan perutnya yang sakit menautkan kedua alisnya bingung sekarang. Apa maksud komandannya bicara seperti itu dan apa yang sudah Kris katakan padanya.

'Tunggu! Mungkinkah Kris mengatakan pada Komandan bahwa aku menyukai Yesung.' Batin Kyuhyun yang langsung bergedik ngeri, Kris itu tipikal pria yang senang sekali membuka aib dirinya kepada Donghae.

"Komandan itu bukan seperti yan-…."

"Ah…sudahlah, aku tahu kau curiga padanya kan ? Dari awal aku juga sudah curiga bahwa Kira adalah mata – mata dari professor Yunho untuk menjatuhkan ku. Tapi ternyata kau gerak cepat juga Kyu. Kau memang hebat."

"Huh ?."

"Mereka berdua sedang apa ?." Tanya Yesung lugu pada Kira yang ada disebelahnya ketika melihat kelakuan Donghae dan Kyuhyun berjongkok sambil bisik – bisik. Tidakah mereka berdua sadar bahwa mereka memiliki pangkat Komandan dan Captain dipasukan militer.

"Aku tidak tahu. Oh ya Yesung bolehkah aku bertanya padamu ?."

"Nde ?."

"Apakah kau ini kekasih Captain Kyuhyun ?."

"MWOYAA!." Teriak Yesung refleks hingga membuat Donghae dan Kyuhyun langsung berbalik untuk melihat keadaan dibelakang mereka, dan Kyuhyun sekali lagi dibuat kaget saat melihat Kira menutup mulut Yesung dengan tangannya untuk menghentikan teriakannya, jarak wajah keduanya yang begitu dekat hingga terlihat seperti; Kira ingin mencium Yesung, membuat Kyuhyun tersenyum tapi beraura hitam.

"Jika kalian berani melakukan hal mesum disini…akan ku cincang kalian dengan senjata milik Spark." Ucap Kyuhyun kali ini dengan seringainya.

"Gyaaa…anda salah paham, Captain!." Panik Yesung yang tidak tahu harus menjelaskan bagaimana situasinya tadi pada Kyuhyun yang sudah salah paham. Sedangkan Kira masih saja mengamati Kyuhyun dalam sikap diamnya, jujur saja Kira datang ke sini memang memiliki tujuan yaitu ingin mencari tahu apakah Yesung dan Kyuhyun memiliki hubungan khusus ? karena jika benar mereka ada hubungan, berarti Kira harus memantapkan hati untuk memanggil Kyuhyun dengan sebutan Ayah.

.

.

'Kenapa makan malam hari ini terasa haa…tolong aku Tuhan.' Batin Yesung yang merasakan aura mencengkam dari sisi kanan dan kirinya. Awalnya Yesung sangat senang karena teman makan malamnya bertambah satu orang yaitu hadirnya Kira dirumah Captain Cho. Tapi jika makan malamnya terasa seperti perang dunia ketiga begini, Yesung lebih baik makan sendirian.

"A-aku lupa mengambil air min-..."

"Tetap disini." Death glear Kyuhyun disisi kanan.

"Kau bisa minum setelah menghabiskan makanan mu, Yesung." Death glear Kira disisi kirinya. Mendapatkan Death glear dari sisi kanan dan kirinya seketika Yesung ciut.

"A-arraso…" Balas Yesung yang kembali duduk dikursi dan melanjutkan makannya lagi. Ternyata rencana untuk kabur dari acara makan malam mencengkam ini gagal, tidak tahukah mereka bahwa Yesung yang berada diantara mereka saat ini harus menerima efeknya yaitu merinding, gelisah dan tidak nafsu makan.

"Semua piring sudah aku cuci. Jika kalian masih lapar, ada kue di lemari pendingin." Seru Yesung kepada Kyuhyun dan Kira yang saat ini duduk di ruang TV dengan jarak dua meter.

Dua pria menonton TV tapi saling berjauhan dan menatap satu sama lain dengan tatapan 'jangan dekat – dekat' membuat Yesung hanya bisa menggelengkan kepalanya heran, lagi – lagi mereka bertingkah seperti sepasang kekasih yang habis bertengkar.

'Haaa…aku benar – benar perlu mendinginkan kepala ku.' Batin Yesung yang sudah stress tingkat tinggi. Tidak ingin menjadi gila, ia pun beranjak pergi ke kamar mandi untuk merendamkan stress yang ia dapatkan dari Kyuhyun dan Kira walau hanya sejenak.

TAP….TAP…

"Hei…bocah, apa tujuan mu datang ke sini ?." Tanya Kyuhyun langsung to the point setelah melihat Yesung tidak dalam area pandangannya.

"Bukankah Komandan Donghae sudah bilang, aku ingin tinggal bersama Yesung." Jawab Kira santai sambil sibuk menekan – nekan remote TV layaknya pemilik rumah ini.

"Tsk, kau mungkin bisa membodohi komandan. Tapi aku tidak, jauhi Yesung."

"Hmm, begitu..." Senyum Kira mendengar ucapan terakhir Kyuhyun yang menarik perhatiannya.

"Jika kau melakukan hal buruk padanya. Aku tidak akan segan – segan membunuh mu." Seru Kyuhyun lagi yang kali ini memperingatkan Kira dengan wajah seriusnya. Sedangkan Kira yang merasa Kyuhyun baru saja mengancamnya hanya tertawa lucu. Sungguh ini pertama kalinya Kira melihat Kyuhyun menunjukkan wajah seriusnya selain dimedan tempur. Benarkah yang ada dihadapannya ini Cho Kyuhyun si pria arrogant yang tidak memiliki hati, mengancam akan membunuhnya bila ia melakukan hal buruk pada Yesung ? ayolah, sejak kapan Cho Kyuhyun sangat peduli pada orang sekitar selain Donghae, Tao dan Kris. Apakah sekarang Yesung sudah masuk daftar orang – orang yang berharga untuknya.

"Hahahaha." Melihat Kira masih saja tertawa seperti meremehkan dirinya, Kyuhyun pun beranjak bangun dari duduknya dan langsung melayangkan sebuah tendangan ke arah Kira.

TAK…dengan gerakan cepat, Kira menahan pergelangan kaki Kyuhyun sebelum mengenai wajahnya. Jarak antara kaki Kyuhyun dengan wajah Kira benar – benar sangat tipis, jika saja Kira tidak bisa membaca gerakan dan memiliki refleks yang bagus, mungkin beberapa gigi graham Kira sudah dipastikan akan copot akibat tendangan Kyuhyun barusan.

"Dengar, selama Yesung merasa aku bukanlah ancaman, kau tidak punya hak melarang ku dekat dengannya." Balas Kira kali ini menatap Kyuhyun dengan wajah tidak kalah seriusnya.

'Siapa sebenarnya bocah ini ?.' Batin Kyuhyun yang benar – benar tidak percaya bahwa serangannya bisa ditahan dengan mudah. Serangan bela diri Kyuhyun adalah serangan yang cepat dan kuat. Selain Donghae, baru kali ini ada orang yang bisa menahan gerakannya dengan tangan kosong.

[Di waktu yang bersamaan]

.

Kreet…Kreet….Setelah mematikan kran shower, perlahan sosok pria mungil berkulit putih dan mulus bagaikan porselin keluar dari ruangan kaca berbentuk tabung. Tetes demi tetes air jatuh dari rambut hitam miliknya yang baru saja ia bersihkan dengan shampoo beraroma jeruk hingga membuat Yesung yang saat ini baru saja selesai mandi terlihat fresh.

"Haaa…segarnya." Leguh Yesung yang merasakan tubuhnya kembali Fit setelah mandi dengan air hangat. Air hangat memang sangat cocok untuk melepaskan lelah dan stress, sambil menggeringkan rambutnya dengan handuk Yesung sejenak bercermin untuk melihat pantulan dirinya dikaca yang sedikit berembun.

"Aku akan tanya sekali lagi! Yesung…kau ini makhluk apa ? manusia atau monster ?." Teriakan seorang Letnan pada saat tragedy di Busan tempo lalu membuat Yesung kini menatap nanar dirinya sendiri. Jika dipikir – pikir secara logika, Yesung sendiri tidak bisa menjawab termasuk golongan apakah dirinya saat ini. Manusia kah ? monster kah ? setengah manusia ? atau setengah monster. Dimana dirinya harus ditempatkan, sungguh Yesung tidak tahu.

"Kau diciptakan dari sebuah sel telur dan sperma buatan lalu dicampur oleh Gen manusia yang telah mati. Dan, kau tahu siapa pemilik dari Gen tersebut ?."

"….."

"Dia adalah Yui seorang pilot Gundam Turn-X, dimana ia wanita satu – satunya yang pernah menjadi pilot Gundam dan dia adalah Ibu ku."

Kali ini penjelasan Kira terlintas dibenaknya, perlahan Yesung menyentuh wajahnya sendiri mulai dari mata, hidung, pipi dan juga bibir. Pantulan dirinya yang saat ini ia lihat di cermin adalah murni hasil buatan, tidak ada sedikit pun gen dari sang ibu yang melahirkan dirinya ada didalam diri Yesung.

"Yui Yamato…." Lirihnya menyebutkan nama wanita si pemilik rupa wajah dirinya, miris jika Yesung harus mengakui dirinya hanya sebuah copy – paste dari seseorang.

"Sebenarnya untuk apa diriku ini diciptakan ?." Tanyanya kali ini pada dirinya sendiri, Yesung tahu dirinya hasil ciptaan manusia tapi yang Yesung belum ketahui adalah tujuan sebenarnya dibalik percobaan Professor Jaejong yang berhasil menciptakan manusia seperti dirinya, itu saja.

"Haaa…semakin dipikirkan malah semakin penasaran." Keluh Yesung yang langsung menggelengkan kepala untuk membuyarkan pikirannya. Setelah berpakaian Yesung pun kembali menuju ruang tengah.

.

.

TAP…

"Captain, aku sudah selesai ma-…OMOOO!." Yesung kaget bukan main saat melihat Kyuhyun dan Kira yang ia pikir sedang asik menonton TV malah mendapati pemandangan yang bisa dibilang tidak normal untuk orang yang tinggal serumah.

"Gyaaa…aku hanya meninggalkan kalian beberapa menit saja! Tapi kalian sudah…akh jangan berkelahi! kita kan satu regu…" berlari kesana – kemari sambil menggacak – acak rambutnya frustasi, Yesung benar – benar panik tidak tahu harus melakukan apa sekarang jika Kyuhyun dan Kira berkelahi di dalam rumah.

"Cih…" Decis Kyuhyun kesal dan langsung menarik kakinya kembali dari tangan Kira dengan kuat. Tanpa banyak bicara Kyuhyun meninggalkan ruang tengah begitu saja dan tidak mengubris panggilan Yesung yang terus saja memanggil namanya.

Yesung yang sudah hafal betul dengan sikap Kyuhyun pun menghela nafasnya sejenak untuk menenangkan pikirannya kembali. Bagi Yesung, captain-nya tidak akan bertindak kasar pada seseorang begitu saja jika ia tidak diusik lebih dulu. Berarti kesalnya sang captain sekarang pasti gara – gara Kira, pikir Yesung yang sok tahu.

"Apa yang terjadi dengan kalian berdua selama aku mandi ?." Tanya Yesung mulai mengintrogasi Kira sambil bertolak pinggang didepannya. Dengan wajah serius dan mata yang tajam, Yesung mencoba meniru Captain Kyuhyun untuk menekan Kira agar takut dengannya. Namun Yesung yang masih seorang bocah yang baru saja beranjak dewasa, tidak akan mungkin bisa seperti Captain Kyuhyun. Mungkin butuh waktu 30 tahun agar Yesung bisa meng-copy paste Kyuhyun, itu juga jika berhasil mengingat selain wajah cantik, imut lalu bentuk tubuh mungil yang tidak didukung, dan aura polos, lugu. Bagaimana mungkin Yesung masuk dalam kategori menakutkan.

"Pufth…hahahaha." Akhirnya tawa Kira lepas juga setelah ia tahan.

"Yak! Kenapa kau tertawa, aku kan sedang bertanya padamu." Tanya Yesung lagi yang kali ini tidak bisa menyembunyikan kedua pipinya yang memerah akibat ditertawakan oleh Kira. Apakah wajah serius Yesung tadi tidak menyakinkan bahwa saat ini ia sedang tidak bercanda.

"Yak berhenti menertawakan ku!." Bruk…Dengan kesal Yesung yang masih saja ditertawakan oleh Kira duduk disofa dengan kasar hingga Kira yang berada disampingnya sedikit terguncang akibat pantulan besi per yang ada didalam sofa. Yesung sebenarnya tidak kesal pada Kira, Yesung hanya merasa jika ditertawakan seperti tadi, entah kenapa Yesung merasa ia seperti orang bodoh.

"Mian, aku tidak bermaksud menertawakan mu."

"…" Kali ini Yesung memilih diam dan menatap lurus ke depan, bermaksud mencueki Kira yang sudah menertawakannya, sedangkan Kira yang melihat Yesung ngambek hanya tersenyum simpul.

"Apa kau berpikir aku dan Captain tadi berkelahi, eum." Ucap Kira yang berhasil mengambil perhatian Yesung kembali.

"Captain tadi hanya sedang mengajariku, bagaimana cara menghadapi musuh dengan tangan kosong. Kami tidak berkelahi, sungguh." Bohong Kira yang jujur saja tidak ingin melakukan kebohongan.

"Jeongmal ?."

"Nde, I-B-U." Eja Kira yang sengaja mengatakan Ibu dengan gerakan bibir tanpa suara, sontak Yesung yang bisa membaca gerakan bibir Kira langsung melotot dan mengambil bantal sofa disampingnya untuk memukul Kira yang lagi – lagi memanggil dirinya Ibu.

"Yak! kesini kau!." Mood Yesung pun dibuat naik lagi oleh Kira, dengan wajah marah Yesung mengejar Kira yang terus saja melarikan diri dari serangan bantalnya.

"Hahahaha…tidak kena, weee." Ledek Kira sambil menjulurkan lidahnya ketika melihat bantal Yesung mengenai dinding.

'Ibu…aku senang bertemu dengan mu.' Batin Kira disela bermain dengan Cloning Ibunya sendiri, bermain seperti ini benar – benar tidak pernah terlintas dibenak Kira. Bahkan ketika Kira masih balita, Kira tidak pernah bermain dengan Yui seperti ini. Yui selalu saja sibuk bertugas membasmi monster sedangkan Jaejong sibuk di Lab. Jadi tidak ada waktu untuk mereka berdua mengurus dan memberikan kasih sayang pada Kira. Tapi sekarang Yesung cloning Ibunya sendiri walaupun seorang pilot Gundam juga, Kira akan melindungnya karena sekarang ia sudah kuat.

Kali ini…

Mulai detik ini…

Kira akan mempergunakan waktunya dengan sangat baik bersama Cloning Ibunya untuk merasakan kasih sayang seorang Ibu yang tidak bisa ia rasakan dulu, seperti merasakan masakan Ibunya, bermain dan….

Braaak….

Sreeet…Seperti mengangkat seekor kucing kecil, Kyuhyun mendobrak pintu kamar Yesung dan mengangkat kerah baju belakang Kira dengan wajah penuh kemurkaan, apakah Kira itu lupa bahwa ini adalah rumahnya, berani sekali dia tidur satu ranjang dengan Yesung.

"Kau tidur denganku." Perintah Kyuhyun mutlak sambil menyeret Kira keluar dari kamar Yesung detik itu juga. Kyuhyun tidak habis pikir, bagaimana bisa Yesung menyetujui permintaan Kira yang ingin tidur dengannya. Yesung itu sebenarnya bodoh atau polos, kenapa ia tidak menaruh curiga sedikit pun pada orang lain.

"Andwee! Aku tidak mau tidur dengan mu!."

"Apa kau lupa, perintah dariku itu mutlak."

"Yak! ini kan diluar misi, aku tidak mau mendengar perintah mu!."

"Ini adalah rumah ku, ikuti aturan ku….atau kau pergi dari sini." Gleg...melihat Smirk Kyuhyun keluar dan tidak memiliki pilihan lain selain menurut, akhirnya Kira pun pasrah.

"Good Boy." Ucap Kyuhyun yang melanjutkan acara menyeret Kira lagi. Kini Kyuhyun sudah menemukan kelemahan Kira, yaitu demi terus berada dirumah ini Kira pasti akan melakukan apa saja dan tebakannya ternyata benar. Mengurus dua bocah memang sulit, tapi jika sudah memegang kartu AS mereka, untuk ke depannya Kyuhyun akan lebih mudah mengatur bocah – bocah yang selalu saja membuat emosinya meledak. Yesung yang polos, lugu dan bodoh lalu Kira yang kurang ajar, keras kepala dan yang lebih penting ia penipu, karena diluar terlihat seperti anak baik – baik tapi sebenarnya sama liciknya dengan Kyuhyun.

.

[3 Minggu kemudian | Sains Laboratorium Center]

.

Tak…Tik…Tak…Tik…

Tak…Tik…Tak…Tik…Disebuah pusat laboratorium yang tidak akan pernah sepi ini, terlihat professor Yunho sedang sibuk berkutak dengan komputer besar miliknya. Sepuluh jari yang dimiliki tidak ada yang tidak bekerja, semua jari sibuk menekan Keyboard yang ada disisi depan, kanan dan kirinya. Tanpa melihat Keyboad, mata yang fokus pada layar monitor membuktikan bahwa Professor Yunho sudah hafal diluar kepala dengan huruf dan angka – angka yang ada di Keyboard.

***Edit Program***

Resultset hasilQuery = null;

Try {

Statement stm = ();

hasilQuery = {

"SELECT senjata FROM Gundam "+

"WHERE senjata ="+ Gundam+"null);

} Catch (Exception ex) (

.println ("Error (5): " + ex);

Terlihat dilayar monitor berukuran dua meter yang sengaja dipasang di laboratorium ini menampilkan deretan – deretan program Gundam yang saat ini sedang Professor Yunho tangani, besarnya monitor sangat membantu professor untuk melihat analisa dari berbagai program yang ia buat dengan jelas.

"Professor bagaimana menurut mu ?."

"Apanya ?." Jawab professor Yunho tanpa mengalihkan matanya sedikit pun pada layar ke pemuda yang sejak tadi berada disampingnya. Sambil memainkan kursinya seperti anak kecil, Kira yang saat ini sedang berada di Lab memutar – mutar kursinya sambil cemberut, walaupun usianya sudah 23 tahun tapi kelakuan Kira benar – benar cute.

"Tentu saja cloning Ibu ku, bagaimana bisa Jaejong membuatnya menjadi monster seperti itu." Protesnya yang belum bisa menerima bahwa cloning Ibunya Yui yang bernama Yesung bisa berubah menjadi sosok monster Gastrea.

TAK…seketika sepuluh jari Yunho yang tadinya sibuk mengetik kini berhenti.

"Ayah mu tidak akan membuat sesuatu jika tidak ada tujuannya, Kira." Jelas Yunho yang kali ini tersenyum simpul ke arah pemuda berambut coklat.

"Hemm…" Sejenak Kira terdiam mendengar penjelasan Yunho, apa yang dikatakan oleh Yunho ada benarnya. Ayah kandungnya Jaejong adalah seorang ilmuan yang cerdas dan tidak akan membuat sesuatu yang berakhir sia – sia atau tidak berguna.

"Tujuan ? apakah Ayah ingin Yesung bertarung dengan monster Gastrea dalam wujud yang sama ? jika tujuannya seperti itu, lalu untuk apa ia menciptakan Humanoid Gundam ?." Kali ini Kira membalas perkataan Yunho dengan telak. Bermaksud tidak ingin membuat Kira cemas, sekarang Yunho malah membuat dirinya sendiri terlihat bodoh. Kira sama cerdasnya dengan Jaejong, terbukti Yunho dibuat terdiam oleh pertanyaannya. Sebenarnya Yunho bukannya tidak bisa menjawab pertanyaan Kira, melainkan bagi Yunho ini belum saatnya Kira mengetahui hal sebenarnya dibalik Jaejong menciptakan Yesung seperti itu.

"Ngomong – ngomong bagaimana tempat Captain Cho, apakah semuanya lancar ?." Tanya Yunho yang mengalihkan topik pembicaraan mereka dan Kira yang polos seperti Yesung tentu saja langsung termakan olehnya.

"Setiap aku ingin tidur dengan Ibu ku, si Kyuhyun itu pasti akan menyeret ku ke kamarnya." Curhat Kira sambil menaruh kepalanya diatas meja dengan wajah kesal, cemberut dan frustasi karena segala hal sudah Kira lakukan untuk bisa tidur dengan Yesung tapi tetap saja Kyuhyun menemukan dirinya lalu menyeretnya tanpa belas kasihan.

Sreeet…Yunho mulai mengacak – acak rambut Kira gemes.

"Hahaha…kau ini bukan anak kecil lagi, tentu saja Captain Cho takut kau melakukan tindakan kriminal pada Yesung."

"Yak! Professor pikir aku akan melakukan hal buruk pada Ibu ku sendiri ?." Seru Kira kali ini yang tidak terima jika ia disamakan oleh pria mesum diluar sana. Walaupun Kira seorang pria yang saat ini usianya bisa dikatakan dewasa, tapi Kira memiliki pemikiran seperti anak kecil. Karena seluruh waktunya ia habiskan untuk berkutak dengan mesin – mesin Gundam, sehingga tidak ada waktu bagi Kira untuk bersenang – senang diluar sana layaknya pria dewasa pada umumnya.

"Tentu saja tidak, tapi dipikiran Captain Cho iya."

"MWOYA! Jadi si Kyuhyun itu berpikir aku….tsk!." Decis Kira yang membuat Yunho melihat ekpressi wajah kagetnya terkekeh renyah. Anak dari sahabatnya yang ia besarkan ini benar – benar sangat lugu dan polos.

"Professor! Yak Yunho kau mendengar ku tidak!." PLETAK…satu jitakan berhasil dilayangkan ke kepala Kira. Walaupun Kira sangat cerdas, lugu dan polos kadang sikapnya tidak sopan, sama seperti Captain Kyuhyun. Menurut Yunho, Kira dan Kyuhyun itu se-tipe, kenapa ? karena mereka berdua tahu dimana mereka harus bersikap good attitude dan bad attitude. Jadi ketika Kira meminta dirinya untuk tinggal bersama Yesung, sebenarnya Yunho sedikit khawatir.

"Bersikaplah sopan, jika tidak orang tua mu disurga akan sedih."

"Huh…Jaejong saja tidak masalah jika aku memanggil namanya."

"Haaaa…sudahlah! bantu aku memperbaiki program Gundam ini." Akhirnya Yunho mengalah dan tidak ingin memperpanjang perdebatan mereka yang ia rasa tidak akan ada ujungnya.

.

.

[Base Camp Militer]

TAP…

TAAP…Captain Kyuhyun yang baru saja tiba di base camp militer, kini berjalan dengan gagahnya menyelusuri lorong markas. Setiap prajurit dari berbagai divisi yang tidak sengaja bertemu Kyuhyun dilorong koridor pasti akan langsung membungkukkan badanya memberi hormat. Seluruh prajurit tahu bagaimana tabiat buruk Kyuhyun yang tidak segan – segan berbuat kasar jika ada yang membuatnya tidak suka atau melakukan kesalahan dan juga Kyuhyun sangat freak dengan kalimat 'hormati atasan mu'.

"Captain Cho Kyuhyun dari divisi pasukan khusus Gundam." Mendengar identitas yang diucapkan oleh Kyuhyun, dua prajurit yang berjaga didepan pintu mengganguk dan mempersilakan Kyuhyun untuk masuk.

Ceklek….Perlahan pintu ruang khusus rapat terbuka, terlihat didalam sudah banyak komandan dan captain dari setiap perwakilan divisi militer hadir memenuhi kursi, mulai dari divisi pasukan militer Soldier, Warrior dan tentunya pasukan khusus Super Gundam yaitu Komandan Donghae yang hadir lebih dulu dari pada Kyuhyun.

"Jaga sikap mu di rapat ini, Kyu." Perintah komandan Donghae pada Kyuhyun yang baru saja duduk disampingnya.

Hari ini ada rapat khusus yang sengaja diselenggarakan oleh Presdir, dan Donghae sangat berharap di rapat kali ini Kyuhyun tidak melakukan hal bodoh diluar kuasanya, kenapa ? karena rapat kali ini disaksikan oleh seluruh masyarakat melalui layar TV besar yang ada diberbagai sudut kota. Hal ini bertujuan untuk membuat masyarakat tahu bagaimana rapat berlangsung selama membahas Yesung yang memiliki kekuatan misterius.

"Selamat siang Presdir." Seluruh komandan dan captain yang hadir langsung memberikan salam hormat mereka ketika orang nomor satu di Seoul memasuki ruang rapat. Setelah Presdir menyuruh mereka semua kembali duduk, rapat pun dimulai dengan harapan rapat akan berjalan dengan tenang.

"Sebelum rapat kita mulai, tolong bawa masuk Kim Yesung." Dheg…Mendengar Presdir menyebutkan nama Yesung, Kyuhyun sontak saja terkejut dan kaget.

"Komandan." Gumam Kyuhyun yang menoleh kearah Donghae. Kyuhyun benar – benar tidak percaya bahwa Komandannya akan melakukan hal ini (berbohong padanya).

'Jadi itukah alasannya kenapa kau menyuruh ku menjaga sikap, komandan.' Batin Kyuhyun yang entah kenapa sedikit kecewa pada Komandannya. Tidak seharusnya Donghae melakukan kebohongan ini, sekarang Kyuhyun tahu alasan dibalik pagi subuh tadi, Donghae meminta dirinya untuk datang ke tempatnya dengan dalih ingin berdiskusi. Lalu ditambah dengan Professor Yunho juga menyuruh Kira datang ke Lab untuk membantunya secara tiba – tiba, ternyata itu semua tipuan.

"Jadi ini semua sudah terencanakan dan kau terlibat didalamnya." Gumam Kyuhyun dengan nada sinis pada Komandannya.

"Percayalah padaku." Balas Donghae.

TAP…Bersamaan dengan perdebatan kecil antara Kyuhyun dan Donghae. Yesung perlahan memasuki ruangan rapat dan berdiri dibelakang Presdir dengan empat pengawalan prajurit. Miris, ketika Kyuhyun hanya bisa melihat anak buahnya diperlakukan seperti seorang tahanan. Dengan kondisi tangan diborgol ke belakang, Yesung memberikan sebuah senyuman pada Kyuhyun ketika mata mereka berdua tidak sengaja bertemu. Senyuman Yesung seakan – akan berkata agar sang Captain tidak mengkhawatirkannya.

"Baiklah sekarang kita mulai rapatnya."

.

.

"Kira, jika Yesung di vonis untuk dimusnahkan. Apa yang akan kau lakukan ?." Mendengar pertanyaan ambigu dari Yunho, Kira yang saat ini sedang memperbaiki kabel – kabel didalam mesin kaki Gundam milik pasukan Soldier menggerutkan dahinya tidak mengerti.

"Apa maksud mu Professor ?."

"Sebelumnya aku ingin minta maaf padamu, sekarang Presdir sedang mengadakan rapat untuk menentukan hidup Yesung." Klontang…alat pemotong kabel yang dipegang oleh Kira perlahan terjatuh dari tangannya. Kira benar – benar dibuat blank oleh ucapan Yunho, sedangkan Yunho sendiri yang melihat tatapan kosong Kira tersenyum kecut.

"Pagi subuh tadi aku memanggil mu, itu adalah perintah Presdir agar prajurit dapat membawa Yesung." Braaak…Tiba – tiba Kira mencengkram kerah pakaian Yunho dan menatap marah Professor yang dalam hidupnya Kira sudah sepenuhnya percaya padanya, tapi ternyata hari ini orang itu menggecewakannya.

"Kau! kenapa ?! Tsk, Brengsek!." Teriak Kira yang langsung melepaskan cengkramannya. Kira benar – benar tidak bisa memukul orang yang selama ini sudah membesarkannya.

Prang…Kira menyingkirkan semua alat – alat yang ada di meja Lab sebagai pelampiasan emosinya.

"Kira, percayalah padaku. Aku dan Komandan Donghae memiliki sebuah rencana."

"Rencana ? rencana apa yang harus melibatkan hidup dan matinya Ibu ku, hah!." Teriak Kira lagi yang sudah dibakar emosi. Walaupun Yesung hanya sebuah cloning dari Ibunya tapi Kira sudah menganggap Yesung adalah Ibu nyatanya.

"Jika rencana ini berhasil, maka seluruh warga Korea akan percaya pada Yesung dan berterima kasih padanya. Percayalah!." Sambil memegang kedua bahu Kira, Yunho mencoba menyakinkan pemuda yang sudah ia anggap anak sendiri ini agar tidak khawatir.

"Bagaimana jika rencana mu gagal ? apa kau bisa membuat cloning Ibu ku seperti yang ayah ku lakukan ? walaupun bisa, itu tidak akan sama lagi!."

"Kira…" Lirih Yunho yang tidak menyangka bahwa Kira bisa mencintai cloning Ibunya sendiri sampai sedalam ini.

Bruukh…Kira jatuh tertunduk dengan bahu masih dipegangi Yunho.

"Aku tidak mau kehilangan Ibu ku untuk kedua kalinya, hiks…kumohon..hiks…." Tetes demi tetes, air mata Kira jatuh dan mengenai pakaian jas Lab Yunho. Sungguh Yunho merasa telah menjadi orang paling jahat sedunia ketika melihat Kira menangis seperti ini. Tapi jika tidak seperti ini Korea tidak akan mendapatkan kemerdekaan mereka dari para monster. Sudah cukup banyak korban yang berjatuhan, mereka semua ingin hidup seperti dulu yaitu hidup dengan tenang tanpa rasa takut untuk keluar rumah.

.

.

"Kim Yesung, kau adalah seorang prajurit pasukan khusus Gundam yang telah bersumpah mengabdikan diri untuk melawan monster Gastrea, benarkan ?." Tanya Presdir yang kali ini posisi Yesung berada di tengah – tengah meja bundar rapat.

"Nde, Presdir."

"Kau tahu, keberadaan mu menjadi Pro dan Kontra dalam dewan pemerintah dan juga masyarakat. Maka dari itu saya mengadakan rapat ini untuk membahas dirimu. Tidak apa – apa kan ?." Yesung mengangguk bertanda dirinya tidak masalah jika dijadikan pembahasan toh ini demi Negara, sedangkan Presdir yang tidak menduga bahwa Yesung ternyata bisa diajak kerja sama dengan mudah hanya tersenyum.

"Saya baru saja menerima dua usulan rencana dari pihak pasukan Gundam warrior dan pasukan khusus mengenai dirimu, hemm…." Presdir sengaja menjeda kalimatnya untuk membaca sebentar dokumen yang ada dimejanya saat ini.

"Kalau begitu saya ingin mendengar usulan dari pihak Warrior terlebih dahulu, silakan." Mendengar divisi pasukannya disebutkan, Komandan Minho selaku perwakilan dari pihak pasukan Gundam warrior langsung beranjak bangun dari duduknya.

"Seperti yang Presdir ketahui, saat ini kita hanya tahu informasi mengenai monster Gastrea yang hanya bisa dimusnahkan oleh logam Varanium saja. Tapi dengan adanya Yesung yang bisa merubah diri menjadi monster Gastrea, saya pikir kita bisa mengetahui lebih banyak lagi Informasi mengenai monster tersebut jika kita bisa membedah tubuh Yesung, Presdir."

"Membedah ? bukankah itu berarti kita harus membunuh Yesung." Dheg…Mendengar dirinya akan dibunuh, Yesung menatap nanar Presdir. Bagaimana bisa nyawanya diambil semudah itu ? Yesung tahu ia terlahir dari objek penelitian sebuah embrio buatan Black Demon, tapi apakah dirinya harus berakhir sebagai objek penelitian juga. Setidaknya jika ia harus mati biarkan Yesung mati dengan layak dan wajar sebagai seorang manusia.

'Sial!.' Batin Kyuhyun menggepalkan tangannya kuat – kuat untuk menahan rasa kesal dan tidak terimanya saat mendengar rencana dari Komandan Minho. Kyuhyun benar – benar tidak habis pikir, rencana macam apa yang Minho usulkan itu. Kenapa harus menggunakan Yesung sebagai objek penelitian. Dimana rasa kemanusiaan mereka semua, apakah akal sehat dan hati nurani mereka sudah tidak ada lagi. Rasanya Kyuhyun ingin sekali mengobrak – abrik rapat ini jika Komandan Donghae tidak menatap dirinya dengan aura membunuh.

"Baiklah selanjutnya dari pihak pasukan khusus, silakan." Dengan wajah tenang dan aura wibawa yang begitu kental, Komandan Donghae bangkit dari duduknya dan mulai mengeluarkan pendapatnya.

"Saya ingin memanfaatkan kekuataan Yesung untuk membawa kemerdekaan Korea Selatan, itu saja." Donghae pun kembali duduk setelah mengatakan hal yang bisa dibilang sangat singkat, padat dan jelas.

'Mwoya!.' Jerit Kyuhyun dalam batin yang rasanya ingin sekali menjedutkan kepala sang Komandan ke dengkulnya.

'Memanfaatkan kekuatan Yesung bagaimana, setidaknya jelaskan rencananya pada semua orang bodoh!.' Teriak Kyuhyun yang hanya berani menghina Komandannya dalam hati.

"Memanfaatnya ? apa maksud anda Komandan Donghae ?." Nah baru saja Kyuhyun berpikir seperti itu Presdir sudah bertanya.

"Saya dan Professor Yunho memiliki rencana menggunakan Yesung dalam mode monster untuk menemukan lokasi Induk atau ratu monster Gastrea berada."

"Induk ? ratu monster ? Ya…Komandan Donghae jangan membuat saya bingung." Keluh Presdir yang lagi – lagi tidak mengerti dengan ucapan Donghae begitu juga dengan semua orang yang ada diruang rapat.

"Seperti halnya semut. Professor Yunho menduga bahwa sepertinya monster Gastrea memiliki Induk atau Ratu sebagai pusat perkembang biakan mereka di Bumi sehingga sekeras apapun kita melawan, mereka tidak akan pernah habis. Jadi jika kita tidak memusnahkan Induk mereka secara langsung, kita tidak akan pernah men-…"

"Tunggu Komandan Donghae, walaupun kita tahu mereka memiliki Ratu. Tapi tidak mudah bagi kita untuk memasuki sarang mereka." Tiba – tiba Komandan Minho memotong ucapan Donghae, hingga sekarang terjadi perdebatan antara kedua Komandan yang berbeda divisi ini.

"Coba anda pikirkan Komandan Minho, jika ada seorang teman yang datang ke rumah anda. Apa yang anda lakukan, mempersilakan mereka masuk atau mengusirnya ?."

"Tentu saja mempersilakan mereka masuk." CTAK…Donghae langsung menjentikkan jarinya dan tersenyum.

"Seperti itulah cara yang akan kita lakukan. Jika Yesung berpura – pura menjadi teman mereka. Maka kita akan masuk dengan mudah."

"…." Semua orang yang hadir diruang rapat kini dibuat terdiam oleh Komandan Donghae, bahkan Kyuhyun sendiri tidak percaya dengan rencana Donghae dan saking terkejutnya ia hanya bisa melongo. Sekali lagi Kyuhyun benar – benar dibuat takjub oleh Komandannya, tidak heran Kyuhyun menjadikan Donghae sebagai panutan adalah pilihan yang tepat. Sesuai dengan rumor, ternyata Donghae memang ahli dalam menyusun strategi.

"Tapi…ada satu hal penting yang belum saya katakan."

"Apa itu ?."

"Untuk me-realisasikan rencana ini, setidaknya saya butuh prajurit sekitar 300.000 orang. Karena saya akan menggunakan mereka sebagai umpan untuk menarik perhatian monster Gastrea."

Braaak…

"Komandan Donghae! Kau sadar apa yang kau ucapkan itu hah!." Kali ini Komandan Kangta dari divisi pasukan Soldier menunjukkan kemurkaannya sambil menggebrak meja rapat.

"Presdir, saya menolak rencana Komandan Donghae. Kita tidak mungkin mengorbankan warga kita lagi, resiko dari rencana ini terlalu besar." Seru Kangta kembali untuk Presdir agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan.

"Heeemm…" Sejenak Presdir terdiam mempertimbangkan usulan rencana dari Donghae dan Minho, begitu juga dengan resiko yang ada. Dari kedua rencana tersebut angka keberhasilan sama yaitu 50 – 50 namun resiko berbeda.

"Bagaimana menurut mu Yesung ? mana dari kedua rencana tersebut yang menurut mu bisa membawa kemerdekaan Korea dari para Monster ?."

"Heh ?." Kaget Yesung yang tiba – tiba saja Presdir menanyakan pertanyaan yang Yesung sendiri juga tidak tahu mana solusi yang terbaik.

"A-anu…aku…" Gugup dan takut Yesung rasakan ketika semua orang mulai menatap dirinya dengan berbagai macam tatapan. Entah bagaimana Yesung sekarang harus bicara, sungguh Yesung takut jika keputusan yang ia ambil salah. Jujur Yesung tidak ingin tubuhnya dibedah, tapi disisi lain Yesung juga tidak ingin jika dalam misi untuk merebut kemerdekaan Korea dari para monster, ia harus menggunakan 300.000 prajurit tidak bersalah sebagai umpan.

"Kita harus membedahnya, itu cara yang tepat."

"Aku tidak ingin mengorbankan nyawa pasukan ku."

"Kenapa kita harus mempercayakan nyawa kita padanya ?."

"Hanya karena dia bisa berubah menjadi monster, bukan berarti kita mempertaruhkan nyawa untuknya kan ?."

Terdengar suara bisikan dari orang – orang yang ada diruangan rapat, bahkan Kyuhyun sendiri juga bisa mendengar bahwa hampir seluruh orang yang ada disini tidak setuju dengan rencana Donghae, padahal di awal mereka terlihat begitu antusias dengan rencananya.

"Jika kalian terlalu takut untuk mempertaruhkan nyawa kalian, setidaknya biarkan aku sendiri yang bertarung." Ucap Yesung yang membuat semua orang langsung menyerngit bingung.

"Apa yang ia bicarakan ?."

"Apa dia mulai gila ?."

"Dasar pengecut!." Dheg…Kali ini seluruh warga Korea Selatan yang sedang menyaksikan rapat melalui layar TV disudut kota dibuat tertegung oleh ucapan Yesung. Apakah Yesung sedang menghina Presdir, Prajurit atau masyarakat ? entahlah, mungkin hinaan Yesung dilontarkan untuk semua orang yang merasa takut untuk berjuang mengorbankan nyawa. Padahal ketika perang pertama melawan Monster Gastrea banyak prajurit dan warga yang rela mati demi mempertahankan tanah kelahirannya, tapi sekarang jiwa nasionalisme mereka hilang.

"Diam saja kalian di dalam rumah! Biar aku yang menghabisi mereka semua!."

Kraaak…Seluruh prajurit yang ada didalam ruangan secara serempak mengangkat senjatanya masing – masing setelah melihat sorot mata Yesung mulai berbeda.

Sreeet…Dengan menjadikan meja rapat sebagai tumpuan, Kyuhyun yang menyadari Yesung sepertinya sudah lost control lagi langsung bangkit dari duduknya dan mengarahkan kaki kanannya menuju Yesung.

Buughhh…Satu tendangan dipipi kanan berhasil membuat Yesung terpental jauh ke dinding dengan keras, tindakan cepat Kyuhyun yang tidak diprediksi membuat seluruh orang yang ada didalam ruangan rapat melotot, minus Donghae yang menghela nafasnya berat.

"Caphh...tain." Lirih Yesung yang sepertinya sudah kembali sadar.

"Nnnh." Perlahan Yesung mulai berusaha untuk bangkit namun kepalanya sudah lebih dulu diinjak berkali – kali oleh Kyuhyun. Tanpa kata, tanpa ekpressi dan membuang rasa kemanusiaannya. Kyuhyun sekali lagi mendisiplinkan anak buahnya dengan cara kekerasan.

Braak…

Buug…Duaggh…Kini warga Korea Selatan yang menyaksikan adegan kekerasan yang dilakukan oleh Captain Cho melalui TV harus menutup kedua mata anak mereka, karena jelas itu tidak layak untuk dilihat.

"Ini cuma pendapat pribadiku, terserah kalian ingin mendengarnya atau tidak..." Gleg…semua orang menelan ludahnya kasar saat Kyuhyun menatap mereka dengan tatapan membunuhnya. Sambil kaki masih berada diatas kepala Yesung, Kyuhyun menatap layar monitor seperti mengisyaratkan ucapannya ini untuk seluruh masyarakat diluar sana.

"Jika kekuatan monsternya bisa kita gunakan. Kenapa kita tidak memberikan kesempatan padanya untuk membuktikan, apakah dia berguna untuk kita atau tidak. Benarkan ?." Entah Kyuhyun memiliki aura kuat sebagai seorang pemimpin atau ia memang pandai bicara, yang jelas perkataan Kyuhyun barusan dalam hitungan detik langsung merubah jalan pikiran seluruh masyarakat diseluruh kota.

"Presdir, tolong pertimbangkan rencana kami. Jika apa yang dikatakan oleh Professor Yunho itu benar, bahwa mereka memiliki seorang Induk di Bumi dan Yesung berhasil menemukan lokasinya. Bukankah itu awal dari menuju kemerdekaan kita." Kali ini Komandan Donghae menimpali agar Presdir tidak ragu untuk menyetujui rencananya.

"Captain Cho, waktu itu anda bersumpah akan membunuhnya jika dia berkhianat. Apakah anda yakin bisa membunuhnya ?."

"…" Sejenak Kyuhyun terdiam sambil melirik ke bawah kakinya untuk melihat Yesung yang sedang merintih kesakitan. Sebenarnya entah Yesung dalam mode manusia atau monster bagi Kyuhyun sama saja, Kyuhyun akan sangat mudah membunuhnya mengingat sudah ratusan monster berbagai ukuran telah ia bunuh. Tapi masalahnya, apakah ia mampu mengarahkan senjatanya pada Yesung.

"Yes Presdir! Saya pasti akan membunuhnya, pasti." Seru Kyuhyun lantang tanpa ada sedikit pun keraguan di dalam setiap kalimat yang ia ucapkan. Demi umat manusia, Kyuhyun harus melakukan hal itu. Tidak peduli siapa Yesung baginya, selama Yesung mengancam penduduk maka ia sebagai seorang prajurit akan membunuhnya.

"Baiklah, Kim Yesung…." Panggil Presdir.

"Nggh…" Dengan tubuh tak berdaya, Yesung mengangkat kepalanya untuk menatap Presdir disela – sela kaki Kyuhyun yang suka sekali bertengger diatasnya.

"Saya putuskan. Hidup dan mati dirimu selanjutnya akan ditentukan oleh keberhasilan misi Komandan Donghae. Jadi lakukanlah yang terbaik untuk umat manusia dan Captain Cho, saya mengandalkan anda."

"Baik Presdir."

"Rapat kita akhiri sampai sini, sekian." Setelah mengatakan itu, Presdir pun meninggalkan ruang rapat yang disusul oleh Komandan serta Captain dari divisi pasukan Warrior dan Soldier.

"Oh mereka sudah selesai!." Seru Tao yang melihat pintu ruang rapat terbuka. Kira yang sedang menunggu diluar bersama rekannya Henry, Tao dan Kris, tanpa peduli bahwa tindakannya menyeborot masuk ke dalam ruang rapat sebelum kosong sepenuhnya tidaklah sopan, langsung mencari – cari sosok yang sudah beberapa jam lalu membuatnya gelisah.

Dheg…Mata Kira terbelak tidak percaya saat menemukan Yesung tergeletak tak berdaya dibawah kaki Kyuhyun.

"APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA BRENGSEK!." Ditepisnya kaki Kyuhyun yang ada diatas kepala Yesung dengan kasar, Kira sekarang benar – benar tidak peduli bahwa pria yang ada didepannya ini adalah atasannya yang harus ia hormati.

"Kau! Apa kau tidak memiliki hati sedikit pun, hah!." Seru Kira sambil menatap Kyuhyun dengan kilatan kemarahan. Anak mana yang tidak marah dan terluka hatinya, jika melihat kondisi Ibunya sendiri dalam keadaan menggenaskan, tangan yang masih diborgol kebelakang lalu ditambah wajah yang babak belur.

Sreeet…Didepan mata Kyuhyun sendiri Kira mengangkat tubuh mungil Yesung dengan gentle lalu pergi membawanya ke klinik markas untuk di obati.

"Captain, apa yang terjadi ?." Tanya Tao khawatir saat melihat Kira membawa Yesung dalam keadaan terluka, namun Kyuhyun kali ini hanya bisa terdiam ditempatnya dengan mata yang memancarkan tatapan shock.

"Captain…" Panggil Tao sekali lagi tapi tetap saja tidak digubris oleh Kyuhyun, dengan langkah gontai Kyuhyun keluar dari ruang rapat meninggalkan rekannya.

TAP…

TAP…TAP….Entah kemana kakinya akan membawa ia pergi, yang jelas Kyuhyun sangat terpukul saat Kira membawa Yesung pergi dan mengatakan dirinya tidak punya hati. Ayolah, Kyuhyun melakukan hal tersebut bukan untuk menyakiti Yesung, walaupun terlihat sadis tapi hanya cara itu saja yang bisa Kyuhyun lakukan untuk membuat Yesung sadar sebelum dirinya berubah menjadi monster dan menghancurkan markas pusat militer.

"Kau! Apa kau tidak memiliki hati sedikit pun, hah!." Ucapan Kira terus bergema dikepala Kyuhyun. Khususnya tatapan mata Kira, tatapan mata itu terlihat memancarkan kemarahan yang begitu mendalam seperti Kyuhyun adalah monster.

"Capt-.."

"Tao, biarkan captain untuk sendiri…" Gumam Kris yang menahan bahu Tao untuk tidak mengejar Kyuhyun, sedangkan Donghae yang melihat sikap aneh Kyuhyun bisa langsung menebak bahwa anak buahnya itu masuk ke dalam masalah yaitu masalah cinta.

TAP…

TAAP…Jika biasanya Kyuhyun akan berjalan dengan gagahnya dan penuh wibawa. Kali ini Kyuhyun berjalan menelurusi lorong markas dengan wajah tertunduk. Bahkan beberapa prajurit yang tidak tahu bahwa mereka berpapasan dengan Kyuhyun lupa memberikan rasa hormatnya.

'Kenapa rasanya sakit.' Batin Kyuhyun yang sejak tadi dada kirinya terasa nyeri padahal dirinya sedang tidak terluka fisik tapi kenapa tiba – tiba terasa sakit didalam hatinya.

.

.

[Klinik Markas Pusat Militer]

.

Yesung yang saat ini berada di Klinik duduk diranjang dengan Kira yang sibuk membersihkan darah dipergelangan tangannya yang terluka akibat borgol. Setelah dirasa sudah cukup bersih, Kira pun memberikan obat lalu memperban luka dipergelangan tangan Yesung dengan lembut.

"Gomawo Kira." Ucap Yesung puas melihat hasil kerja Kira yang merawat dirinya dengan sangat baik.

"Dasar, dia itu memang jahat!."

"Nuguseyo ?."

"Tentu saja Captain Kyuhyun, dia membuat dirimu seperti ini. Tsk!." Sekali lagi Kira marah – marah layaknya anak kecil yang tidak terima jika Ibunya disakiti orang lain.

"Captain melakukan hal itu demi kebaikan ku."

"Mwo! bagaimana bisa kau mengatakan tindakan kasar itu untuk kebaikan mu. Bukankah itu terlihat seperti dia seorang phsyco."

"Heheheh…" Yesung hanya bisa tertawa renyah saat melihat mimik wajah terkejut Kira yang sangat lucu dan menggemaskan.

"Aku percaya padanya. Apapun yang Captain Kyuhyun lakukan, itu pasti bukan untuk menyakitiku." Dheg…Melihat senyuman Yesung, entah kenapa Kira jadi semakin kesal dan cemburu kepada Kyuhyun. Karena Kyuhyun sangat dipercayai oleh Yesung, sebenarnya sudah sejauh mana hubungan mereka hingga rasa saling percaya tumbuh sebesar itu, pikir Kira.

"Tapi tetap saja bagi ku dia orang jahat!." Melihat keras kepala Kira, Yesung pun tertawa renyah kembali. Jika seperti ini, Yesung jadi ragu apakah benar umur Kira itu 23 tahun. Pasalnya jika Kira bersama dengannya, Yesunglah yang terlihat seperti mengayomi Kira.

"Padahal kita tidak memiliki hubungan apapun, tapi kenapa kau semarah itu ? Biarkan aku terluka, abaikan saja aku, itu lebih baik Kira." Ucap Yesung sambil menatap Kira dengan senyuman terpaksa. Jujur saja Yesung sebenarnya sangat senang jika ada yang peduli padanya, tapi setelah kehilangan semua keluarganya, Yesung menutup hatinya agar tidak memiliki ikatan apapun pada seseorang, entah itu ikatan pertemanan, keluarga ataupun cinta. Karena rasa dari kehilangan sangat sakit dan Yesung tidak mau merasakan perasaan sakit itu untuk kedua kalinya.

Bruuk…Tiba – tiba Kira mendorong tubuh Yesung hingga jatuh ke ranjang, sekarang Kira berada diatas tubuh Yesung dengan posisi tangannya disisi kepala kanan dan kirinya. Baik Kira dan Yesung, kini keduanya saling menatap satu sama lain. Jika pria biasa atau wanita berada diposisi Yesung saat ini, mungkin sudah teriak dan menendang Kira sejauh mungkin karena takut dilecehkan. Tapi bagi Yesung ia percaya sepenuhnya pada pria yang usianya lebih tua 5 tahun ini, tidak akan pernah melakukan hal buruk kepadanya.

"Katakan sekali lagi!Ayo katakan! katakan bahwa kita tidak memiliki hubungan apapun!."

"Kira." Lirih Yesung yang tidak menyangka bahwa Kira akan membentaknya seperti ini. Kira benar – benar marah pada Yesung akibat ucapannya.

"Itu memang benar, kita memang tidak memiliki ikatan apapun. Tapi…" Dheg, Kali ini Yesung dibuat terkejut ketika merasakan air mata Kira perlahan jatuh mengenai wajahnya. Dengan posisi seperti ini, Yesung bisa melihat jelas sekali tatapan mata terluka dari Kira.

"Kau adalah cloning Ibuku. Bagaimana bisa aku membiarkan dan mengabaikan mu. Siapapun yang membuat mu terluka, aku sebagai anak mu pasti akan marah. Tolong, tolong jangan menolak kehadiranku." Mohon Kira yang mengeluarkan semua perasaannya pada Yesung. Kira tahu Yesung bukanlah Ibu aslinya, tapi bagi Kira bertemu dengan Yesung adalah sebuah kebahagiaan. Walaupun Yesung hanya sebuah cloning. Tapi Kira bisa melihat, menyentuh, memeluk bahkan berbicara lagi kepada ibunya seperti dulu ketika ia masih kecil. Itu sudah cukup, Kira tidak ingin apapun lagi.

"Mianhae Kira…"

"…."

"Jeongmal mianhae." Lirih Yesung yang kali ini perlahan tangan kanannya mulai terangkat untuk menyentuh pipi Kira dengan lembut. Sambil melihat wajah Kira, Yesung tersenyum hangat mengingat semua tindakan Kira selama ini yang selalu menjaga dan merawat dirinya, bahkan sampai menangis seperti ini benar – benar membuat hati Yesung tersentuh dan merasa begitu dicintai.

Greeb…

"Ibu…"

"Ini akan terasa aneh jika kau memanggil seorang pria yang lebih muda darimu dengan sebutan Ibu. Tapi jika tidak keberatan, bolehkan Ibu berada disisi mu Kira ?." Perlahan sebuah senyuman kini menggembang diwajah Kira. Inilah yang Kira inginkan dari Yesung sejak pertama kali mereka bertemu yaitu Yesung menerima kenyataan bahwa dirinya adalah cloning dari Yui dan menerimanya sebagai anak walaupun tidak masuk di akal.

"Tentu saja Ibu, tentu saja boleh." Mulai sekarang Yesung akan menjaga keluarga barunya ini dan tidak akan Yesung biarkan para monster itu mengambil keluarganya lagi.

.

.

.

Diwaktu yang bersamaan disebuah Dek gardu penyimpanan Gundam, terlihat Kyuhyun berdiri didepan sebuah Humanoid bernomor seri Dek S01. Tingginya Gundam yang ada dihadapannya ini benar – benar membuat Kyuhyun terlihat kecil, bahkan tinggi tubuh Kyuhyun tidak lebih dari lutut kaki Gundam tersebut.

"Spark." Gumam Kyuhyun pelan sambil menyentuh badan Humanoid miliknya yang terbuat dari baja. Ternyata langkah kaki Kyuhyun yang tanpa arah tadi berhenti di Gundam miliknya sendiri. Lama Kyuhyun menyentuh body Spark dan satu kata untuk Spark yaitu Dingin, badan Spark terasa begitu dingin sama seperti hatinya jika orang lain menilainya dari luar.

TAP…

TAP…Perlahan Kyuhyun menaiki sebuah tangga yang berada disamping Gundam miliknya, tangga yang sedang ia naiki saat ini adalah tangga yang akan membawanya masuk ke dalam badan Spark. Setelah duduk dikursi kemudinya Kyuhyun terdiam sejenak, lalu tanpa menggunakan pakaian savety dan helm pilotnya Kyuhyun melakukan aktivasi Gundamnya dengan men-scan jaringan sistem sarafnya hingga Spark sekarang menyala.

==Welcome master Kyuhyun==

==Apa misi kita hari ini==

"Tidak ada." Balas Kyuhyun datar. Spark yang saat ini sudah tersambung dengan Kyuhyun, tanpa bertanya pun ia bisa merasakan bahwa masternya sekarang tidak dalam keadaan baik, terbukti Kyuhyun tidak seperti biasanya. Jika hari biasa Kyuhyun akan langsung membalas sapaan Spark dengan nada menjengkelkan, kini nadanya terdengar tidak ada semangatnya sama sekali.

"Spark, maukah kau menemani ku ke suatu tempat ?."

==Tentu Master, saya diciptakan bukan hanya untuk bertempur saja. Tapi saya diciptakan untuk mendampingi umat manusia dan dalam dunia manusia, itu disebut teman==

Seketika dada Kyuhyun berdesir hangat saat Spark menyebut dirinya teman, bagaimana bisa seorang robot seperti Spark bisa berkata demikian pada manusia. Entah harus berapa kali Kyuhyun mengucapkan rasa terima kasihnya untuk Professor Jaejong yang sudah menciptakan robot sepintar ini. Dan entah bagaimana reaksinya jika Kyuhyun mengetahui bahwa Professor yang ia idolakan adalah ayah dari Kira, bocah menyebalkan yang sering membuat dirinya emosi.

"Teman ? Yeah…kau adalah teman berharga ku Spark." Balas Kyuhyun sambil tersenyum renyah.

.

.

/PERHATIAN UNTUK DEK S01, ANDA TIDAK DI IZINKAN LEPAS LANDAS/

/SEKALI LAGI….ANDA TIDAK DI IZINKAN LEPAS LANDAS/

/MOHON MATIKAN MESIN GUNDAM ANDA/

"Komandan, ada seorang prajurit tanpa izin berada diposisi lepas landas." Lapor seorang petugas pengawas kepada pemimpinnya, sudah berkali – kali ia memberikan peringatan pada seorang prajurit yang tidak memiliki izin untuk lepas landas, tapi tidak juga didengarkan.

"Siapa orang itu ?."

"Itu…dia adalah Captain Cho Kyuhyun, Komandan."

"Sambungkan aku dengannya." BIIP…tidak lama wajah Kyuhyun terlihat dilayar besar monitor pengawas.

"Captain Cho, matikan mesin anda atau saya akan memberikan anda Surat Peringatan." Dengan wajah poker facenya, Kyuhyun tetap tidak mengubris peringatan yang kali ini berasal dari Komandan pengawas langsung.

"Buka pintunya." Perintah Kyuhyun balik kepada sang Komandan tersebut yang pangkatnya lebih tinggi dari pada dia untuk membukakan pintu, Kyuhyun benar – benar tidak takut pada siapapun. Peringatan yang Komandan pengawas katakan tadi tidak membuat dirinya gentar, bahkan Kyuhyun berencana akan membobol pintu Dek Gundamnya jika tidak dibukakan juga.

"Izinkan dia untuk lepas landas." TAP…tiba – tiba Komandan Donghae berdiri disamping Komandan pengawas sambil menatap Kyuhyun yang ada di monitor.

"Komandan Donghae ini tidak sesuai prosedur, saya tidak bisa."

"Saya yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu, jadi izinkan dia pergi." Sekali lagi Donghae bicara yang kali ini memegang bahu Komandan pengawas sambil tersenyum untuk lebih menyakinkannya. Komandan pengawas yang sudah mengenal baik Donghae, akhirnya menyerah dan memerintahkan anak buahnya untuk membuka pintu Dek Gundam milik Kyuhyun.

Tuuung….Perlahan pintu Dek didepan Kyuhyun terbuka, tanpa mengucapkan rasa terima kasihnya pada Komandan yang sudah membantunya, Kyuhyun langsung melesat keluar begitu saja.

'Kyu…aku percaya padamu, kau tidak akan bertindak gegabah.' Batin Donghae yang sejujurnya khawatir pada anak buahnya itu. Sebagai Komandan yang sudah mendidik Kyuhyun dari nol hingga Kyuhyun sekarang memiliki jabatan Captain, membuat Donghae tahu seluk beluk tentang Kyuhyun melebihi siapapun. Sekarang yang bisa ia lakukan adalah percaya pada Kyuhyun, bahwa ia tidak akan melakukan hal buruk.

"Jangan lupa kirimkan lokasi keberadaannya padaku." Pesan Donghae meminta bantuan kepada Komandan pengawas agar terus mengirimkan informasi mengenai kemana Kyuhyun pergi melalui alat pelacak yang setiap Gundam pasti memilikinya, ternyata Donghae tidak sepenuhnya percaya pada Kyuhyun.

.

.

[Sains Laboratorium Center]

.

"Kira se-sebaiknya, besok saja aku kesini." Lirih Yesung yang baru saja sampai di Laboratorium merasakan hawa tidak enak karena sejauh mata Yesung memandang di dalam ruangan Lab penuh dengan bagian – bagian robot Gundam yang belum sempurna, seperti kepala robot yang masih dalam tahap proses entah kenapa itu terlihat menyeramkan.

Greeb…Merasakan pegangan dilengan kirinya semakin kuat, Kira yang sedang berjalan menyelusuri ruangan Lab bersama Yesung hanya tersenyum simpul lalu menggusap tangannya sebentar. Setelah Kira mengobati Yesung di Klinik, tiba – tiba saja Professor Yunho memanggil Kira dan menyuruhnya untuk membawa Yesung.

"Gweachana Ibu, professor tidak akan melakukan sesuatu yang buruk padamu. Professor hanya ingin bertemu dengan Ibu, lagi pula aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu." Mendengar ucapan Kira yang penuh rasa percaya diri, Yesung pun terkekeh dan merasa agak geli karena Kira terlihat seperti seorang kakak bagi Yesung.

"Professor." Bersamaan dengan panggilan Kira, Yunho yang sedang sibuk dengan komputer besar miliknya perlahan menghentikan kegiatannya sejenak.

Gleg…Yesung menelan ludahnya kasar saat melihat sosok Yunho dari belakang, sejujurnya Yesung sangat penasaran dengan Professor yang selama Yesung menjalani masa pelatihan militer hingga sekarang menjadi prajurit, Yesung banyak mendengar rumor bahwa Professor Yunho itu sangat hebat dan cerdas, terbukti selama Professor Yunho menjabat sebagai ketua regu Gundam sudah banyak sekali hasil ciptaannya untuk membuat umat manusia menjadi semakin kuat dalam melawan Gastrea, seperti Mobile suit Armor pro-AVF yang ia gunakan dulu. Bertemu dengan orang sehebat itu membuat Yesung entah kenapa jadi sakit perut dadakan.

"Akhirnya kau datang juga, Kira." Seru Yunho memutar kursinya secara perlahan sembari melepaskan kaca mata bening yang membingkai mata tajamnya.

Dheg…

'Di-diakah Professor Yunho.' Batin Yesung tertegun melihat rupa pria didepannya sangatlah tampan. Yesung benar – benar tidak mengira bahwa lelaki yang usianya sudah 48 tahun itu masih terlihat muda, gagah dan keren.

TAP…Yunho berjalan mendekati Kira dan Yesung, tanpa mereka berdua sadari Yunho mengamati setiap bagian tubuh Yesung mulai dari bawah hingga atas, ternyata apa yang dikatakan oleh Kira itu benar, Yesung sangat mirip dengan Yui.

"Selamat datang di Laboratorium ku….Kim Yesung." Senyum Yunho menyambut kedatangan tamu istimewahnya.

Sreeet…

"Jangan mendekat." Ucap Kira yang langsung menghadang Yunho untuk tidak mendekati Yesung dalam jarak satu meter. Semenjak Yunho membuat rencana yang membahayakan nyawa Yesung, tingkat kewaspadaan Kira kini meningkat.

"Hahaha….sekarang kau menjadi anak possessive Kira. Jangan takut, aku tadi hanya ingin melihat wajah cantik Ibu mu dari dekat saja." Blush…seketika wajah Yesung memerah mendengar pujian dari Yunho, ini pertama kalinya ada orang lain selain Henry mengatakan bahwa dirinya cantik.

"Duduklah dan buatlah diri kalian senyaman mungkin." TEEET…Setelah Yunho menekan tombol berwarna biru, perlahan lantai berwarna merah didepan Yesung terbelah menjadi dua lalu muncul sebuah ruangan lengkap dengan sofa, TV dan perapian.

"WAAAH." Takjub Yesung yang melihat kecanggihan alat dalam ruang Laboratorium.

"Silakan diminum tuan." Tiba – tiba sebuah robot muncul dari sisi kanan Yesung dan memberikan ia secangkir teh lemon. Yesung yang baru pertama kali melihat robot selain Gundam tidak henti – hentinya mengucapkan kata 'lucu'. Bagaimana tidak lucu, robot tersebut berbentuk manusia dengan gender wanita, bertelinga kelinci, lalu berambut panjang selutut berwarna kuning dan berpakaian maid.

"Dia adalah Usagi, robot pelayan Professor." Jelas Kira sambil berbisik ditelinga Yesung yang masih saja sibuk menatap binar robot pelayan Yunho. Semakin ditatap rasanya Yesung ingin sekali membawanya pulang.

"Jadi, ada urusan apa Professor menyuruh ku membawa Yesung ?." Mulai Kira membuka topik pembicaraan diantara mereka.

"Aku memanggil mu dan Yesung ke sini, karena ada sesuatu yang ingin ku ceritakan pada kalian."

"Cerita ? mengenai apa Professor ?."

"Mengenai tragedi pada tahun 2165, dimana pada saat itu para monster membunuh 100.000 embrio buatan yang diciptakan oleh Jaejong." Dheg…Mendengar Yunho menyinggung embrio buatan, Kira yang mengetahui masa lalu Yesung yang terlahir dari embrio buatan ayahnya langsung menoleh ke samping dan melihat Yesung sedang merentekkan giginya seperti menahan suatu gejolak yang entah kenapa membuat Yesung merasa marah. Wajar saja Yesung merasa marah, karena 100.000 embrio dibunuh. Bukankah itu berarti seharusnya Yesung memiliki teman senasib setidaknya 99.999 yang sama dengannya.

"Jika Ibu tidak ingin mendengarnya, kita bisa meninggalkan tempat ini sekarang juga." Ucap Kira tegas sambil menarik tangan Yesung yang siap pergi dari sini, namun Yesung menolaknya dengan menggelengkan kepala dan menarik tangan Kira untuk segera duduk kembali.

"Aniya, aku ingin mendengarnya. Professor tolong ceritakan."

"Baiklah."

[Flashback]

.

"Yaa...Jaejong-ah, tunggu!." Dengan langkah terburu – buru Yunho berusaha mengejar Jaejong yang baru saja keluar dari ruang kerjanya. Menemui Jaejong diwaktu senggang seperti ini benar – benar sangat langka, jadi sebelum Jaejong menghilang Yunho harus bertemu dengannya untuk mendiskusikan masalah pemograman salah satu Humanoid Gundam yang telah menon-aktifkan diri tanpa sebab. Tapi tanpa di duga ada anak kecil yang membuka pintu ruangan lain hingga Yunho yang sedang berlari melihat ada sebuah pintu menghalangi lajunya harus menggerem larinya sebelum ia membentur pintu.

"YAAAK!." Bruukh…Namun dewi keberuntungan tidak memihaknya, Yunho dengan tidak elegan menabrak daun pintu tersebut.

"Bodoh, sudah tahu ada pintu masih saja ditabrak." Seru anak kecil itu tanpa rasa bersalah bahkan meminta maaf pun tidak, padahal jelas – jelas ini adalah salahnya. Yunho yang sudah kehilangan jejak Jaejong dan kini keningnya malah benjol, perlahan dengan aura kemurkaannya bangkit untuk melihat orang bodoh mana yang sudah membuka pintu disaat yang tidak tepat.

"Ini semua gara – ga…huh!." Tiba – tiba Yunho menghentikan ucapannya saat menemukan anak kecil usia 4 tahun berambut dan bermata coklat sedang berdiri diambang pintu.

"Hei adik kecil, apa kau melihat seseorang yang membukakan pintu ini ?." Tanya Yunho pelan – pelan agar anak kecil yang ada didepannya ini bisa mengerti ucapannya.

"Jika kau mencari pelaku dari musibah terbenturnya dirimu, itu adalah aku ahjussi."

"Heh?!." Untuk beberapa detik Yunho dibuat terkaget saat mendengar bocah didepannya ini ternyata bisa berbicara lancar. Namun detik kemudian Yunho baru sadar akan ucapannya, jika bocah di depan Yunho adalah pelakunya berarti yang mengatakan dirinya bodoh adalah anak ini, bukankah itu berarti Yunho yang seorang ilmuan baru saja dihina oleh seorang bocah 4 tahun. Bagaimana bisa ia yang seseorang ilmuan mendapatkan penghinaan semacam ini.

"Kau…beraninya mengatakan aku bodoh!." Dheg…Melihat aura kemarahan yang begitu kuat muncul dari tubuh Yunho, anak kecil tersebut kini bergedik ngeri dan takut.

TAP…TAAP…

"Kira…" Panggil sosok pemuda perawakan tinggi dibelakang Yunho.

"Jaejong…" Wuush, Anak kecil bernama Kira langsung berlari melewati Yunho begitu saja.

"Sudah ku bilang berapa kali, panggil aku ayah."

"Tidak mau, Jaejong terdengar lebih bagus."

"Cih…dasar!Ngh…" Dahi Jaejong kini menggerut bingung saat melihat sosok punggung pria didepannya.

"Yunho, apakah itu kau ?." Tanya Jaejong yang perlahan mulai mendekati Yunho sambil menggendong Kira. Ternyata yang ada dibelakangnya saat ini adalah Jaejong, hari ini nasib Yunho sangat sial. Jika ia tahu bahwa anak kecil itu adalah anak Jaejong, Yunho pasti akan sedikit bersikap ramah. Tapi bukan Yunho namanya jika ia tidak berani menghadapi masalah yang ada, dengan penuh keberanian Yunho berbalik hingga membuat Jaejong sedikit kaget karena Yunho berbalik secara tiba – tiba.

"Jaejong-ah! Mianhae, aku tidak tahu bahwa ia anak mu. Sungguh ak-.."

"Hahahaha…ayah lihat wajahnya sangat lucu." Pletak, Jaejong pun menjitak kepala Kira yang sudah berani memotong pembicaraan orang lain bahkan menertawakannya.

"Sudah ku bilang disini bukan Jepang. Kau harus menghormati orang yang lebih tua Kira."

"Huh…" Kira yang ditatap seram oleh ayahnya yang jujur saja tidak ada seram – seramnya hanya membuang muka tidak peduli dan acuh. Sedangkan Yunho yang sejak tadi melihat Jaejong dan Kira yang tidak terlihat seperti ayah – anak itu hanya menautkan kedua alisnya heran.

"Sepertinya anak ku telah membuat masalah, atas nama Kira aku minta maaf Yunho-ah." Ucap Jaejong sopan yang membuat Yunho malah jadi serba salah dan sedikit canggung, masalahnya Jaejong itu jabatannya lebih tinggi dari pada dirinya.

"Tidak apa – apa Jaejong-ah, lagi pula sebenarnya tadi aku mengejarmu karena ada sesuatu yang ingin ku bahas."

"Mengenai apa ?."

"Hem...mengenai Gundam Turn-X yang menon-aktifkan diri tanpa sebab." Mendengar nama Gundam Turn-X, Jaejong sejenak melirik anaknya yang kini sedang merundukkan kepalanya dalam – dalam dan berwajah sedih.

"Ah…itu…sebaiknya kita bahas diruangan ku saja." Balas Jaejong yang membuat Yunho sadar bahwa ia baru saja menyingung sesuatu yang seharusnya tidak ia ucapkan didepan anak Jaejong.

.

.

"Jadi, dia anak mu dengan Yui." Tanya Yunho sambil menatap Kira yang sedang melihat – lihat Gundam diluar ruangan yang sengaja tersambung dengan ruang kerja Jaejong.

"Yeah, selama ini kami membesarkan Kira tanpa diketahui orang lain, hebat kan hahahaha." Bangga Jaejong yang membuat Yunho menatap malas rekannya, dimana sisi hebatnya memiliki seorang anak yang ditutup – tutupi.

"Ambilah." Jaejong pun menyodorkan secangkir kopi hangat pada Yunho. Kini mereka berdua sama – sama menatap Kira yang masih saja asik melihat robot Gundam.

"Kira sangat mirip dengan mu Jaejong-ah."

"Benarkah ? tapi dia tidak mau memanggil ku ayah. Tsk!."

"Hahaha…itu karena kau terus saja meninggalkan Yui dan sibuk dengan penelitian mu itu." Mendengar perkataan jujur dari Yunho, Jaejong hanya bisa terkekeh renyah dan tidak bisa marah karena yang dikatakan oleh Yunho itu benar.

"Jadi bagaimana Turn – X, kau bilang ingin membahasnya." Tanya Jaejong yang langsung ke pokok inti masalah mereka saat ini.

"Ah...benar, sampai sekarang aku tidak bisa mengakses Turn X. Sudah berkali – kali aku mencoba meng-hack system Turn – X tapi selalu ditolak." Jelas Yunho yang sudah menyerah untuk membobol program Turn – X, padahal jelas – jelas Yunho membantu membuat program OS Turn-X tapi dirinya malah tidak bisa meng-akses.

"Hem…bahkan orang IT sehebat dirimu tidak mampu meng-aktifkannya kembali, mungkinkah Turn – X menutup diri agar tidak ada siapapun yang mengemudikan dirinya selain Yui." Seru Jaejong menyimpulkan masalah yang jujur saja baru pertama kali terjadi.

Melihat raut wajah Jaejong yang terlihat menyimpan banyak sekali beban pikiran dan masalah dipundaknya, Yunho sebagai rekan sesama ilmuan pun mencoba untuk menghiburnya.

"Yui adalah pilot wanita Gundam terhebat yang penah ku temui, sungguh disayangkan jika ia harus tewas dengan cepat." Mendengar rasa simpati Yunho, Jaejong yang mendengar bukannya merasa bangga karena memiliki kekasih hebat dan sangat berjasa bagi umat manusia malah ber-smirk seperti menemukan sesuatu yang baru.

"Terima kasih Yunho, kau membuat aku menemukan sebuah ide."

"Hah ?." Bingung Yunho yang melihat reaksi Jaejong sungguh diluar prediksinya.

"Apa maksud mu Jaejong-ah ?."

"Aku akan membuat Yui hidup kembali ke dunia ini dan jika apa yang ku pikirkan ternyata benar. Maka aku yakin Turn – X akan aktif kembali."

"Yak! Jaejong jangan bicara ngawur! Bagaimana bisa kau membuat Yui hidup kembali ke dunia ini." Kaget Yunho yang menurutnya benar – benar mustahil bagi manusia biasa seperti Jaejong membuat orang yang sudah mati hidup kembali ke dunia ini, Yunho tahu Jaejong ilmuan jenius yang bisa menciptakan apa saja. Tapi Jaejong itu bukan Tuhan yang sesuka hatinya bisa menghidupkan manusia.

"Sepertinya kau lupa, bukankah saat ini aku sedang melakukan project membuat spesies manusia baru." Dheg…Yunho dibuat tertegung saat melihat Jaejong tersenyum sangat menggerikan.

"Ma-maksud mu project 100.000 embrio buatan itu." Jaejong mengangguk dan kembali menatap Kira yang sekarang terlihat bahagia melihat Gundam didepannya bergerak – gerak.

"Aku akan memasukkan gen dan jaringan tubuh Yui ke dalam salah satu embrio buatan tersebut, lalu membuat Ibunya kembali sebagai rasa bersalah ku yang sudah menelantarkan Kira." Mendengar niat terakhir Jaejong yang sangat mulia, dimana ia melakukan ini demi anaknya juga membuat Yunho mau tidak mau mendukung rekannya itu.

"Kau benar – benar gila Jaejong-ah."

"Pufft…karena kegilaan itulah, aku bisa selangkah lebih maju dari pada yang lainnya." Balas Jaejong sambil tertawa renyah.

.

.

TUK…

"Jaejong tidak bisakah kau memasak makanan lain selain ini." Protes seorang bocah kecil yang baru saja Jaejong menaruh makan malamnya dimeja yang ia pikir beef steak, sushi atau ramen, ternyata menu nasi goreng lagi. Sejak kematian Yui, sekarang Kira tinggal dikediaman Jaejong yang letaknya tidak jauh dari markas pusat penelitian tempat biasa Jaejong melakukan riset bersama anggota Black Demon.

"Makan saja atau kau akan mati kelaparan." Balas Jaejong acuh seperti biasanya, walaupun selalu mengomel karena ayahya menghidangkan nasi goreng tetap saja Kira akan memakannya dengan lahap.

"Bagaimana hari mu, kau tidak merepotkan Yunho lagi kan ?." Tanya Jaejong yang mulai membuka pembicaraan antara anak dan ayah saat ini.

"Tentu saja tidak. Hari ini Professor Yunho memperbaiki Gundam yang rusak, sangat menyenangkan melihat robot itu bisa kembali hidup." Cerita Kira yang begitu antusias mengenai mesin Gundam. Kira memang memiliki ketertarikan terhadap mesin teknologi khususnya robot dan Jaejong tidak menyangka bahwa anaknya bisa sesenang itu hanya karena melihat robot yang rusak bisa hidup kembali.

"Jika sudah besar, aku akan menjadi pilot Gundam terhebat di dunia ini." Ucap Kira lantang dan yakin hingga membuat Jaejong tersenyum.

"Kau mirip dengannya."

"Ngh ? apa ?." Tanya Kira yang seperti mendengar Jaejong mengatakan sesuatu tapi samar – samar ditelinganya.

"Aku hanya mengatakan. Kau tidak akan bisa menjadi pilot Gundam jika kau masih mengompol di celana." Uhuk…Kira yang sedang makan langsung tersedak saat mendengar ucapan ayahnya. Bagaimana bisa seorang ayah mematahkan semangat anaknya sendiri dengan membongkar aibnya. Lagipula apa hubungannya mengompol dengan menjadi pilot Gundam, bukankah mengompol hal wajar bagi anak seusia Kira (4thn).

.

.

"Kira diantara sekian banyak pria cantik disini, mana yang kau sukai ?." Tanya Junsu yang memamerkan 100.000 foto calon induk embrio buatan Black Demon pada Kira. Saat ini Jaejong sengaja mengajak Kira ke Laboratorium untuk memilih langsung wadah mana yang ingin dijadikan tempat berkembangnya Cloning Ibunya. Kira yang pertama kali mengetahui bahwa sang Ayah ingin membuat satu cloning Ibunya merasa sangat senang sekali, hingga rasanya Kira tidak bisa tidur semalaman.

"Heeem…" Lama Kira berpikir sambil menatap satu persatu foto yang berserakan dimeja, jujur saja untuk ukuran anak kecil seperti dirinya memilih adalah hal sulit. Disaat Kira mengalami dilema luar biasa untuk memilih, ada dua foto yang entah kenapa menarik perhatian Kira.

Sreeet…Diambilnya dua foto tersebut, dimana ditangan kiri ia telah memegang sebuah foto seorang pria sedang tersenyum seperti malaikat. Dibacanya detail mengenai profile pria tersebut dengan seksama, walaupun Kira masih seorang bocah 4 tahun jangan pernah memandang remeh anak dari Professor Jaejong ini.

**Profile**

Nama : Park Jungsoo (Leeteuk)

Tinggi : 179 cm

Berat badan : 59 kg

Catatan kesehatan :

*Hemoglobin = Normal

*Trombosit = Normal

*Leukosit = Normal

*Hematokrit = Normal

*Darah = Normal

*Glukosa = Negative

*Urobilinogen = Normal

*Bilirubin = Negative

*Alcohol = Negative

Catatan kriminal : tidak ada

Setelah membaca profile induk embrio bernama Leeteuk, Kira kini mengalihkan matanya ke ditangan kanannya. Dimana saat terdapat foto seorang pria yang sama cantiknya dengan pria ditangan kirinya tadi, namun ia terlihat sangat cuek dan judes.

**Profile**

Nama : Choi Min Ki (Ren)

Tinggi : 179 cm

Berat badan : 56 Kg

Catatan kesehatan :

*Hemoglobin = Normal

*Trombosit = Normal

*Leukosit = Normal

*Hematokrit = Normal

*Darah = Normal

*Glukosa = Negative

*Urobilinogen = Normal

*Bilirubin = Negative

*Alcohol = Negative

Catatan kriminal : tidak ada

"Aku pilih dia." Seru Kira memberikan selembar kertas pada Jaejong yang sejak tadi melihat dirinya dari meja kerja saja, perlahan diambilnya berkas berisi profile seseorang dari tangan Kira lalu melihatnya sebentar.

"Kenapa kau memilih dia ?."

"Aku tidak tahu, aku hanya merasa dia cocok untuk menjadi induk embrio Ibu." Balas Kira sambil menunjukkan wajah polos dan lugunya. Sejujurnya Kira juga tidak tahu kenapa dia memilih Ren sebagai wadah cloning Ibunya, Kira hanya mengikuti insting naluri dan firasatnya yang mengatakan bahwa Ren adalah pilihan terbaik, itu saja. Dan ternyata firasatnya benar, karena hanya Ren yang berhasil selamat dari penyerangan Gastrea.

.

.

"Yak! Jaejong ini benar – benar tidak masuk akal, ini namanya illegal! Bagaimana bisa kau membuat manusia setengah monster seperti itu, bukankah itu melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan bagaimana jika Presdir tahu ? kau akan dihukum mati olehnya." Jelas Yunho yang baru mengetahui bahwa Black Demon diam – diam melakukan tindakan tanpa izin dan sudah melebihi batas dengan mencampur project 100.000 embrio buatan tersebut yang semula bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan umat manusia malah menjadi project illegal tanpa publik tahu.

"Ayolah Yunho, ini kesempatan bagus. Dengan hasil temuan Yoochun dan cairan – X buatan ku, embrio itu akan lahir menjadi manusia jenis baru yang lebih kuat dan unggul. Coba kau pikirkan, jika para embrio itu berhasil tumbuh. Mereka akan lebih mudah membasmi para monster Gastrea yang ada dan kita tidak perlu bergantung pada logam Varanium."

"A-apa maksud mu ?."

"Bumi tidak selamanya akan menyediakan logam Varanium Yunho-ah, cepat atau lambat logam itu akan habis dan jika itu terjadi maka umat manusia akan benar – benar punah dan monster Gastrea akan menjadikan Korea Selatan sebagai sarang mereka."

"….." Sejenak Yunho terdiam, apa yang dikatakan oleh Jaejong sepenuhnya itu benar. Logam Varanium yang mereka dapatkan selama ini memang berasal dari bumi dan beruntungnya Korea Selatan memiliki lokasi logam Varanium terbanyak dari Negara lainnya. Ternyata Jaejong sudah memikirkan hal ini sampai sejauh itu dan niat Jaejong masih mulia yaitu demi umat manusia. Betapa bodohnya Yunho yang sudah menentang tanpa tahu alasan dibalik Jaejong melakukan ini.

"Baiklah, aku akan membantu mu. Apa yang kau inginkan dariku ?."

"Lindungi para embrio buatan dan anak ku, Yunho-ah." Minta Jaejong yang ternyata adalah permintaan pertama dan terakhirya pada Yunho sebelum 100.000 embrio buatan Black Demon dihabisi oleh para monster.

[Flashback END | Kembali ke masa kini]

.

.

"Seperti yang kau ketahui Kira, para monster Gastera berhasil merobos markas pusat penelitian Black Demon, dan pada saat itu juga aku pergi ke tempat kediaman ayah mu untuk membawa mu pergi dari sana." Cerita Yunho berhasil membuat Kira sekarang tertunduk malu terhadap dirinya sendiri yang hanya bisa menyalahkan dan menghina ayahnya saja, tanpa tahu bahwa Jaejong yang selama ini ia anggap tidak pernah menyayangi dirinya, ternyata meminta orang lain untuk melindunginya.

"Dan kau Yesung." Dheg...Mendengar namanya dipanggil, Yesung yang tidak tahu harus menunjukkan sikap bagaimana terhadap cerita dari Professor Yunho hanya bisa menatapnya saja.

"Aku tidak menyangka diantara 100.000 embrio buatan tersebut ada yang berhasil selamat, terlebih kau adalah cloning Ibunya Kira. Walaupun hanya satu, tapi itu sudah lebih dari cukup karena ternyata hasil kerja dan kematian mereka tidaklah sia – sia, kau membawa impian besar mereka. Aku sangat bersyukur kau hidup."

Tes…Tes…Mendengar ucapan Yunho yang mendalam dan penuh makna, Yesung juga ikut tertunduk dan mengigit bibir bawahnya untuk menahan tangisnya agar tidak pecah. Baru kali ini ada orang yang mengucapkan rasa syukurnya secara langsung atas hidup Yesung, padahal selama ini banyak orang menginginkan dirinya untuk mati.

Sreeet…Dengan lembut, Yunho menggelus kepala Yesung seperti anaknya sendiri.

"Humanoid Gundam dan dirimu diciptakan bukan semata – mata digunakan sebagai alat tempur saja, tapi kalian diciptakan karena memiliki tugas penting yaitu untuk membawa Korea Selatan bebas dari para monster Gastrea. Kami (para umat manusia) sangat bergantung pada mu."

"Aku akan melakukannya, aku berjanji akan membunuh semua monster Gastrea tanpa sisa." Yunho pun tersenyum simpul. Kini matanya ia alihkan pada anak angkatnya yang sejak tadi masih saja diam membisu setelah mendengar cerita mengenai ayahnya.

"Pertanyaan mu mengenai 'Bagaimana bisa Jaejong membuatnya menjadi monster seperti itu' sudah terjawab kan Kira ?." Tanya Yunho yang kali ini mengacak – acak rambut Kira agar tidak memasang wajah sedih lagi.

"Jagalah Ibu mu….sebelum Captain Kyuhyun mengambilnya." Bisik Yunho yang sengaja melakukan hal licik seperti itu, karena dengan mengatakan hal tersebut Kira pasti akan kembali mood.

"MWOYAA! DIA MILIK KU." Teriak Kira yang langsung memeluk Yesung possessive dari samping dan itu membuat Yunho tertawa.

.

.

[Other Side]

.

Wuush…Tanpa pengikut, tanpa rekan dan tanpa misi Kyuhyun melesat terbang bebas ke daerah yang dulu merupakan sebuah kota yang terkenal akan industrinya seperti logam besi, tekstil, mesin dan kota itu bernama Daegu. Kota ini jugalah tempat dimana Captain Kyuhyun lahir dan ditemukan oleh Donghae, kini kota tersibuk setelah pusat Seoul berubah menjadi kota mati tak berpenghuni. Banyak puing – puing bangunan runtuh berserakan kemana – kemana, bahkan beberapa rumah sudah menyatu dengan alam.

Bruuk…Kyuhyun mendaratkan Spark tepat di depan sebuah rumah yang sekarang sudah ditumbuhi banyak sekali macam pohon dan semak belukar. Tanpa keluar dari tubuh Humanoid miliknya, Kyuhyun menatap rumah tersebut melalui layar monitor Spark.

"Eomma…suatu saat nanti aku akan terbang ke langit."

"Benarkah, bagaimana caranya ?."

"Aku akan membuat sayap."

"Hahaha…kau sangat menggemaskan Kyu, bagaimana bisa kau membuat sayap ? memangnya anak eomma ini seekor burung."

Cuplikan – cuplikan kenangan masa lalu Kyuhyun bersama Ibunya dulu kini berputar kembali secara perlahan didalam kepalanya, dulu Kyuhyun sangat lugu dan polos. Seandainya saja Ibunya masih hidup, Kyuhyun ingin sekali memperlihatkan kepada Ibunya itu bahwa tanpa sayap pun ia bisa terbang dengan menggunakan Spark, bahkan Sprak lebih baik dari pada sayap yang ia inginkan dulu.

"Kenapa wajah mu seperti itu Kyu ?"

"Aku sedang menahan diri untuk tidak menangis eomma, issh."

"Hahaha…kau ini, menangis itu hal wajar Kyu. Menangislah ketika ingin menangis dan tertawalah ketika ingin tertawa."

"Hiks…hueeee, tangan Kyu sakit. Kyu tidak akan memanjat pohon lagi."

"Aigoo…"

Sekarang Kyuhyun terkekeh sendiri saat mengingat dirinya dulu sangat naif dan sok kuat didepan semua orang, khususnya pada sang Ibu. Dan kini ia masih sama seperti dulu, terlihat kuat dari luar namun sangat rapuh di dalam.

==Master…anda menangis==

Tes…Tes…tanpa sadar air mata Kyuhyun turun membasahi kedua pipinya, dengan perasaan tidak percaya Kyuhyun menampung air matanya sendiri dikedua tangannya, entah sudah berapa tahun Kyuhyun tidak menangis seperti ini.

"Eomma…aku membutuhkan mu." Lirih Kyuhyun parau.

"Ini sakit eomma, kenapa ini terasa sakit." Lirih Kyuhyun lagi yang masih belum mengerti penyebab akan rasa sakit yang ada dihatinya. Cenggeng bukanlah gayanya, namun hari ini biarlah Kyuhyun menjadi anak kecil yang cenggeng karena hanya dengan menangis ia bisa sedikit merasa lega.

"Aku mengerti perasaan mu captain, kita berada dipihak yang sama. Sakit memang melihat orang yang kita sukai dekat dengan orang lain." Dheg…Dengan kasar Kyuhyun menghapus air matanya saat ucapan Kris lagi – lagi teriang dikepalanya.

"Suka ? apakah aku ? ah...tidak! tidak mungkin…."

"-Tapi…." Kyuhyun pun berpikir kembali mengenai tingkah, sikap dan detak jantungnya yang selalu berdebar tidak karuan saat melihat Yesung sekarang. Bahkan, ia sangat peduli pada Yesung dan selalu mencemaskan Yesung melebihi dirinya sendiri. Lalu hatinya juga terasa sakit akibat melihat Kira membawa Yesung, bukankah itu termasuk rasa cemburu.

"Aku….." Tiba – tiba bayangan Yesung melintas didalam pikiran Kyuhyun. Seperti sebuah video yang sengaja direkam oleh otaknya, saat – saat dirinya bersama Yesung diputar kembali dalam benaknya.

"Aku akan bergabung dengan pasukan khusus Gundam dan membunuh monster Gastrea sebanyak yang ku bisa! Yah, membunuh mereka semua tanpa sisa."

"Kau sangat menarik Yesung." Mulai dari awal pertemuan mereka yaitu saat Yesung masih seorang bocah usia 13 tahun yang penuh dengan kebencian dan ambisi untuk membunuh bertemu dengan seorang Captain Arrogant, Cho Kyuhyun.

"Kau! Bocah tengik yang waktu itu ?."

"Nde, aku bocah yang dulu kau bilang akan berada dibawah tanggung jawab mu, lalu besoknya kau mengirimku ke Camp Militer untuk berlatih supaya aku pantas menjadi anak buah mu dan sekarang aku telah kembali." Kini video dalam pikiran Kyuhyun berganti ke saat – saat dirinya bertemu kembali dengan Yesung yang sudah tumbuh menjadi seorang pemuda yang sangat manis.

"YAK CAPTAIN! KAU MENGERJAI KU."

"Gomawo, captain."

"Apakah captain ingin pulang ke rumah ?."

"Wa-waeyo captain ?."

"A-arraso captain."

"Mi-mianhae captain." Wajah kesal, wajah tersenyum, wajah ketakutan, wajah marah, bahkan wajah ketika Yesung malu – malu dan merona terlintas dibenaknya. Bagaimana bisa dan sejak kapan Yesung memenuhi pikirannya seperti ini ? tanpa Kyuhyun sadari Yesung sudah mengambil alih pikiran dan hatinya.

"Aku menyukai bocah itu." Akhirnya Kyuhyun menyadari perasaannya.

BIIIP…BIIP…Thermo Detection System dilayar monitor milik Spark terus saja berkedip. Awalnya titik merah di monitor Spark hanya muncul dua, lalu makin lama titik merah tersebut semakin banyak.

BIIIP…BIIP….BIIIP…

BIIIP…BIIP…BIIP…6, 10, 20, 40 bahkan titik merah tersebut sudah mencapai angka 70 lebih dan Kyuhyun masih sibuk dengan urusan cintanya.

==Master!==

Panggil Spark agak keras hingga membuat Kyuhyun terkejut. Baru saja Kyuhyun ingin memaki Spark yang telah berani membentaknya, mata Kyuhyun sudah lebih dulu melihat dua monster Gastrea berbentuk laba – laba berukuran 6 meter berlari dengan kecepatan tinggi menuju arahnya.

BRUUGHH….Tanpa persiapan, Spark dihantam kuat oleh dua monster Gastrea tersebut dan terhempas jauh hingga dirinya membentur sebuah tebing gunung hingga tebing tersebut hancur.

"Arggh…Sial!." Erang Kyuhyun yang tidak menduga akan mendapatkan serangan dadakan seperti ini. Bagaimana bisa ada monster di daerah Daegu. Setahu Kyuhyun, kota ini seharusnya sudah bersih dari para monster dan menyandang status aman. Tapi sekarang para monster berdatangan seperti melihat gula dan langsung menyerbu Gundam Kyuhyun hingga membuat tubuh Spark tidak bisa bergerak.

==Kita terkepung, master==

"Aku tahu, bodoh!." Umpat Kyuhyun kesal yang entah untuk menghina Spark atau menghina dirinya sendiri yang telah lengah hingga monster Gastrea berhasil menyudutkan mereka seperti ini.

.

.

.

DRAAAP…

DRAAP….Dengan nafas terenggah – terenggah, pemuda bernama Henry kini berlari sekuat tenaga diantara kerumunan orang – orang yang ada dijalanan kota yang sangat peduli pada orang yang telah ia tabrak hingga jatuh, Henry terus saja berlari menuju sebuah kediaman tempat tinggal dimana pasukan militer berada.

"Kenapa Captain belum pulang juga ?." Dengan perasan cemas dan khawatir, Yesung yang sedang duduk disofa sambil menekuk kedua kakinya untuk dipeluk, tidak henti – hentinya melihat jam dinding. Sejak rapat berakhir 10 jam lalu, Kyuhyun belum juga menunjukkan tanda – tanda akan pulang ke rumah. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 08:00 malam, dimana jam makan malam sudah berakhir satu jam lalu.

"Mungkin dia makan diluar. Sudahlah ayo makan, untuk apa menunggu Captain Physco itu." Diliriknya meja makan tempat dimana Kira dari tadi dengan santainya makan tanpa peduli pada Kyuhyun yang belum juga pulang. Anak itu (Kira) karena kesal dan iri pada sang captain, jadi tidak ada rasa khawatir sedikit pun pada Kyuhyun, padahal ia menumpang hidup dirumah Kyuhyun. Sedangkan Yesung yang sudah memasak banyak makanan hanya bisa memanyunkan bibirnya, Yesung tidak akan makan sebelum Kyuhyun pulang.

TING…

TOOOONG…Mendengar suara bel bunyi, Yesung pun bangkit dari duduknya dan wajahnya langsung berubah menjadi cerah.

"Itu pasti Captain." Serunya membuat Kira yang mendengar berdecak kesal. Dengan sedikit agak berlari Yesung membuka pintu dan ternyata yang datang bukan Kyuhyun melainkan sahabatnya sendiri yaitu Henry.

"Yesung! Akhirnya aku menemukan mu hosh…hosh." Ucap Henry disela nafas yang nyambung – putus akibat berlari.

"Waeyo Henry-ah ?." Tanya Yesung yang agak heran melihat Henry datang mengunjunginya dimalam hari. Setelah nafasnya kembali normal, Henry pun memegang kedua bahu Yesung dan menatapnya intens hingga membuat Yesung jadi takut ditatap olehnya.

"Captaincaptain Kyuhyun…"

"Nde ? Captain Kyuhyun ? Waeyo ?." Tanya balik Yesung yang bingung mendengar Henry bicara setengah – setengah. Sedangkan Kira yang masih sibuk makan mendengar Yesung seperti berbicara dengan orang lain, akhirnya menyudahi makannya dan pergi ke luar untuk melihat dengan siapa Yesung berbincang – bincang karena jujur saja Kira itu sangat hafal dengan suara Kyuhyun.

"Captain mati." TAP…Bersamaan dengan munculnya Kira, Henry mengatakan kalimat yang dalam benak Kira tidak pernah terbayangkan sedikitpun bahkan sekesal apapun Kira pada Kyuhyun, hal seperti itu tidak pernah ia inginkan.

BRUUKH…Saking tidak percaya dan terpukulnya mendengar berita kematian Kyuhyun, saat itu juga Yesung ambruk dan tidak sadarkan diri beruntung Kira yang melihat badan Yesung terhuyung kebelakang langsung menangkap tubuhnya. Berita dari Henry benar – benar membuat jiwa dan pikiran Yesung seperti melayang entah kemana.

.

.

"Yak! Henry pabo! apa yang kau katakan pada Yesung!." Teriak Tao murka sambil mengguncang – guncang tubuh Henry dengan cara mencekik lehernya. Saat ini disalah satu ruangan Rumah Sakit pusat Seoul terlihat Kris, Tao dan Kira sedang berdiri disamping Yesung yang terbaring tidak sadarkan diri.

"A-ampun! Tao hyung akhh."

"Kau harus menerima ini, rasakan!." Tidak ingin rekannya mati ditangan Tao. Kris pun menyudahi pertengkaran yang entah kenapa dirinya jadi seperti Kyuhyun. Ternyata mengurus dua bocah itu sesulit ini, pikir Kris.

Braak…Tiba – tiba Yesung bangun dari tidurnya hingga membuat semua orang jadi kaget.

"Captain! Dimana captain ?." Teriak Yesung seperti orang gila.

"Tenanglah Yesung, tenangkan dirimu." Sekuat tenaga Kira mencoba memeluk Yesung bermaksud untuk menahan tubuhnya agar tidak bangun dari ranjang, namun Yesung yang belum bisa menerima kenyataan bahkan tidak mau menganggap Kyuhyun mati berulang kali mendorong tubuh Kira.

"Lepaskan aku! aku ingin bertemu Captain!."

"….."

"Aku….hiks… Captain." Akhirnya Yesung menumpahkan semua rasa sedihnya didalam pelukan Kira. Kenapa Yesung harus mendengar berita kematian Kyuhyun dan kenapa harus Kyuhyun yang mati, kenapa bukan orang lain saja yang mati setidaknya orang yang tidak Yesung kenal agar ia tidak merasakan luka (kehilangan) untuk kedua kalinya.

"Hiks…kembalikan Captain, Jebal..." Rancau Yesung yang kali ini sembari memukul – mukul dada Kira seperti meminta kepada anaknya agar ia melakukan sesuatu untuk mengembalikan Kyuhyun. Bagi Yesung entah kenapa rasa kehilangan kali ini begitu menyakitkan hatinya, sampai – sampai niat untuk hidup Yesung berada dititik paling bawah.

Kris, Tao, dan Henry yang melihat kesedihan Yesung yang begitu mendalam tanpa sadar terhayut ikut merasakannya. Dengan hanya melihat Yesung saja, semua orang sudah tahu bahwa Yesung mencintai Captain Kyuhyun.

"BERISIIIIIK!." Dheg…Mendengar suara familiar ditelinga mereka minus Yesung yang masih belum juga sadar dari kesedihannya, secara serempak menoleh ke arah sisi lain yang memang ruangan Yesung saat ini berisi dua tempat tidur. Dimana satu sisi ditempati oleh Yesung dan satu sisi lagi ditempati oleh….

SRAAAAK….Dengan kasar pemuda berperawakan tinggi dan tampan namun ber-attitude buruk menyibakkan korden putih yang menjadi pembatas antara ranjang satu dengan lainnya.

"Mianhae Captaaaain!." Teriak Henry dan Tao refleks berbarengan saat sang Captain menatap mereka berdua dengan tatapan membunuh tingkat tinggi dan aura kegelapan yang mencengkam. Tidak bisakah mereka semua tenang sedikit, ini rumah sakit dan Kyuhyun sangat benci dengan kegaduhan.

"Captain ?." Gumam Yesung yang perlahan melepaskan pelukannya dari tubuh Kira, dengan masih sesegukan Yesung memiringkan badannya untuk melihat sosok pasien yang terhalang oleh Kira.

"Ca-Captain, kau masih hi-hidup ?." Tanya Yesung terbata – bata karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang adalah Captain Cho Kyuhyun. Benarkah Captain didepannya ini sungguhan ? Yesung sedang tidak berhalusinasikan ? Berkali – kali Yesung menggerjabkan matanya untuk memastikan bahwa pria yang ada didepannya ini bukanlah hantu.

Dengan mensandarkan punggungnya dikepala ranjang rumah sakit, Kyuhyun yang hanya mengalami patah tulang ringan ditangan kanannya menghela nafas, entah untuk berapa kalinya Kyuhyun harus menjawab pertanyaan yang sama.

"Jadi kau juga ingin aku mati ?."

"Tentu saja tidak Captain! ta-tapi bukankah kata Henry captain….sudah mati." Kali ini Yesung menatap Henry yang sedang nyengir sembari menggaruk tengku lehernya.

"Mi-mian, sepertinya aku salah dengar hehehe…ternyata yang mati itu Spark." Seketika Yesung memberikan death glear andalannya pada Henry, bagaimana bisa Henry salah dengar seperti itu.

"Yak! Rasakan ini." Yesung pun langsung menarik Henry dan menjitak kepala temannya itu berkali – kali sebagai rasa amarahnya.

"Uggh…Mian Yesungie~."

"Hahaha…jangan beri ampun, hajar dia sampai habis."

"Kau pantas mendapatkannya Henry-yaa hahaha."

Disaat Yesung, Kira dan Tao heboh sendiri. Kris yang awalnya ingin ikut tertawa saat melihat Henry dibully tidak sengaja mendapati Kyuhyun menatap ke satu arah sambil tersenyum tipis.

'Siapa yang Captain lihat.' Batin Kris yang penasaran dengan siapa diantara 4 orang yang ada diruang ini yang sedang Kyuhyun tatap dengan penuh perasaan itu. Tidak mungkin sang Captain memakan incaran temannya sendiri, Kris pun men-skip Tao dan kini pilihannya hanya ada Kira, Henry dan Yesung.

'Aaah…aku tahu sekarang.' Batin Kris yang sudah menemukan titik mana arah pandangan sang Captain jatuh.

"Ayo kita pergi, Captain butuh istrirahat banyak." Seru Kris yang sengaja memberikan Kyuhyun kesempatan untuk berduaan dengan Yesung. Captain-nya itu jelas sekali gerak – geriknya jika menginginkan sesuatu, walaupun yang lain tidak menyadarinya tapi Kris sebagai teman yang sudah lama ikut dengan Kyuhyun tahu.

"Heeh! Tapi kan…"

"Aku akan mentraktir kalian makan diluar sepuasnya." Mendengar kata traktiran, Tao dan Henry yang suka barang gratisan pun langsung bersemangat. Mereka berdua benar – benar gampang sekali dihasut atau memang tidak memiliki harga diri jika menyangkut hal itu, karena hanya dengan barang gratisan saja mereka sudah takluk.

"Kau juga ikut." Seru Kris sembari menyeret Kira dengan cara menarik kerah baju belakangnya. Untuk manusia seperti Kira bagi Kris sangat susah untuk menghasutnya. Jadi demi lancarnya sang captain, Kris harus menggunakan cara yang biasa Captain Cho lakukan yaitu bertindak sedikit agak kasar.

"Yak! Yak! Tidak…aku ingin menemani Yesung!." BLAAAM…Kini semua orang yang masuk dalam kategori 'pengganggu' telah lenyap, sepertinya Kyuhyun banyak berhutang jasa pada Kris.

"Yaish! Kita ditinggal berdua oleh mereka." Kesal Yesung karena semua rekannya pergi begitu saja untuk bersenang – senang dan makan enak disaat Kyuhyun dan dirinya di rumah sakit. Teman macam apa itu, pikir Yesung yang merasa jiwa solidaritas mereka nol.

"Yeah, hanya ada kita berdua disini." Seperti ingin memperjelas kondisi mereka saat ini, Kyuhyun sengaja menekan kata 'berdua' hingga Yesung akhirnya sadar dan tidak berani menoleh ke arah samping, begitu juga dengan Kyuhyun. Walaupun Kyuhyun terlihat tenang dan stay cool namun hatinya tidak bisa tenang, debaran hati mereka berdua saat ini sedang tidak karuan.

3 menit berlalu…

5 menit pun berlalu…

10 menit juga sudah berlalu…Tapi Kyuhyun dan Yesung masih saja tidak ada yang berbicara. Ada apa dengan mereka berdua saat ini, Yesung yang biasanya cerewet kini terdiam lalu Kyuhyun yang biasanya suka memaki – maki orang tanpa sebab juga diam seribu bahasa.

'Disaat seperti ini, seharusnya aku mengatakan sesuatu kan. Seperti "Maaf sudah membuat mu khawatir" atau saatnya aku mengatakan "aku mencintai mu" ah…tidak! itu terdengar menjijikan!.' Batin Kyuhyun yang ternyata ego dan hatinya sedang bertarung. Pengalaman Kyuhyun dalam hal cinta itu bisa dikatakan pemula. Maka dari itu tidak heran jika sekarang Kyuhyun bingung ditinggal berduaan oleh Yesung, terlebih setelah ia sadar bahwa dirinya menyukai Yesung.

Dilain sisi keadaan Yesung juga sama dengan Kyuhyun. Sambil menyandarkan punggungnya dikepala ranjang, Yesung memainkan jemarinya yang bertanda bahwa saat ini ia juga sedang gugup tingkat maksimal, karena baru kali ini Yesung berduaan dengan Captain Kyuhyun lebih dari 10 menit selain makan dirumah, menonton TV dan ngumpul di base camp.

KREEET…Tiba – tiba suster Hana masuk ke dalam ruangan hingga membuat Kyuhyun dan Yesung yang sejak tadi curi – curi pandang dengan saling melirik satu sama lain jadi salting.

"Kenapa wajah kalian berdua memerah ? apakah kalian habis melakukan hal senonoh disini, eum ?."

"Tidak/Mana mungkin!." Jawab mereka serempak dan suter Hana yang hanya iseng saja menggoda Kyuhyun dan Yesung langsung tertawa melihat reaksi mereka berdua yang sangat lucu dan adorable.

TUUK….

"Ini makanan mu dan jangan lupa minum obatnya." Seru suster Hana sembari menaruh nampan berisi makanan serta obat dipangkuan Kyuhyun, lalu tidak lupa mencolek dagu Kyuhyun untuk menggodanya lagi yang kali ini dibalas death glear olehnya.

"Dan ini untuk mu, Yesung. Karna kau terlihat baik – baik saja, besok pagi kau bisa pulang." Senyum suster Hana yang juga menaruh nampan berisi makanan dipangkuan Yesung. Merasa tugasnya sudah selesai, suster Hana pun pergi meninggalkan ruangan. Yesung yang belum makan sejak siang karena menunggu Kyuhyun tanpa sadar menyantap makanannya tidak peduli bahwa Kyuhyun mengalami kesulitan dalam memegang sumpit dengan tangan kiri.

KLOONTANG…Akhirnya sumpit yang dipegang Kyuhyun jatuh menggeliding ke arah kolong ranjang Yesung.

"Sial!." Umpat Kyuhyun melihat tangan kanannya saat ini sedang di gips sehingga dirinya tidak bisa makan. Dengan perasaan kesal Kyuhyun mengambil apel menggunakan tangan kiri, setidaknya walaupun hanya apel ini bisa sedikit menganjal perutnya.

TAP…Perlahan tanpa membuat suara, Yesung turun dari ranjang rumah sakit dan mulai mendekati Kyuhyun.

"Captain."

"Mau apa kau ?." Tanya Kyuhyun bernada lembut namun ditelinga Yesung terdengar jutek. Alhasil Yesung menghentikan langkah kakinya dengan perasaan kecewa, entah kenapa Yesung merasa sang Captain seperti terganggu dengan kehadirannya.

"A-anu, karena Captain tidak bisa menggunakan tangan kanan. Jika diizinkan aku ingin membantu Captain makan dengan cara….menyuapi mu." Lirih Yesung pada dua kata terakhir, sungguh ia sangat malu menawarkan hal tersebut.

"Menyuapi ?." Gumam Kyuhyun kali ini yang langsung membayangkan kata 'menyuapi' itu berarti Yesung akan menyedokkan makanan ke dalam mulutnya dan itu merupakan kesempatan yang bagus kan, pikir Kyuhyun.

"Baiklah, suapini aku dan setelah itu bantu aku mengganti pakaian. Aku benar – benar tidak suka memakai baju yang sudah lebih dari 8 jam." Keluh Kyuhyun sembari mengangkat sebuah kaos abu – abu yang sengaja dibawakan oleh Kris untuknya.

"Ga-ganti pakaian ?!."

"Wae ? Kau sendiri tadi bilang ingin membantu, kalau membantu itu jangan setengah – setengah. Tapi jika kau tidak mau ju-..."

"Aku mau! Akan ku lakukan apapun itu jika demi Captain!." Potong Yesung cepat dan semangat yang menggebu – ngebu, bahkan tanpa sadar Yesung mengenggam tangan kiri Kyuhyun hingga sang pemilik tangan yang tiba – tiba saja disentuh Yesung terdiam sejenak, karena jujur saja jarak wajah mereka hanya sejengkal.

"Yesung…"

"Mi-mianhae Captain." Teriak Yesung yang sadar bahwa ia baru saja memegang tangan Captain, kalau dipikir – pikir bukankah itu tindakan yang sangat lancang untuk dilakukan bawahan terhadap atasannya, terlebih jika atasan mu adalah Kyuhyun. Bahkan saking takutnya terhadap Kyuhyun, Yesung sudah membuat perlindungan diri dengan berjongkok sambil menutupi kepalanya menggunakan tangan.

"Puuftt….Hahahahahah."

'Ca-captain tertawa.' Blush…Wajah Yesung seketika memerah padam melihat Kyuhyun tertawa lepas untuk pertama kalinya. Jika biasanya sosok Kyuhyun dimata Yesung berwajah tampan namun beraura seram, kini dimata Yesung sosok Kyuhyun yang sedang tertawa bebas seperti malaikat.

Dheg…Dheg…Dheg…

Dheg…Dheg…Dheg…Sambil memegangi dada kirinya, Yesung yang masih mematung ditempat terus memandangi Kyuhyun dan mencoba meredam detak jantungnya sendiri agar sang Captain tidak dapat mendengarnya. Walaupun itu tidak masuk akal, tetap saja Yesung tidak ingin debaran jantungnya yang berdentum sangat keras ini sampai terdengar oleh Kyuhyun.

'Captain, aku benar – benar menyukai mu.' Batin Yesung.

.

.

"Yesung, bantu aku lepaskan pakaian ini."

"Baik Captain…" Yesung yang baru saja selesai menaruh nampan berisi piring kotor ke meja nakas kini berjalan mendekati Kyuhyun yang sudah berdiri menunggunya, dengan hati – hati Yesung mulai membantu Kyuhyun melepaskan kaos lengan pendeknya.

"Kkkkkkkk~." Kekeh Kyuhyun saat melihat Yesung yang memiliki tubuh pendek menjinjit – jinjitkan kakinya. Tinggi badan yang jauh berbeda membuat Yesung sedikit kesulitan dalam melepaskan kaos dan Kyuhyun malah tidak peka akan hal itu.

"Aish…" Kesal karena Kyuhyun tidak mau merendahkan tubuhnya, Yesung sambil menggerutu menahan jinjitannya sejenak hingga hidung mungil Yesung menyentuh hidung mancung Kyuhyun.

Dheg…Mata keduanya terbelak kaget saat jarak wajah mereka begitu dekat, bahkan saking kagetnya mereka seperti terkena sihir frozen, 10 detik mereka saling menatap satu sama lain dan selama 10 detik itu pula waktu terasa sangat lama.

Brrr….Melihat kedua bahu Yesung sedikit bergetar, Kyuhyun yang tahu bahwa Yesung sepertinya tidak bisa menahan jinjitannya lebih lama lagi mendorong punggung Yesung dan membuat kaki Yesung berpijak pada kakinya.

"Sekarang kau bisa melepaskannya." Gumam Kyuhyun sangat lirih bahkan terdengar seperti bisikan. Kini dengan berpijak pada kaki Kyuhyun, Yesung perlahan menarik kaos Kyuhyun yang semula tertahan dilehernya kini bisa ia lepas dengan mudah atas bantuan Kyuhyun.

"Ca-captain…" Yesung mulai gugup dan berdebar sekarang ketika Kyuhyun masih saja mendekap pinggang dan menatap intens dirinya, padahal Yesung sudah melepaskan kaosnya namun Kyuhyun seakan tidak mau membiarkan Yesung untuk pergi dari sisinya.

'Dia sangat imut.' Batin Kyuhyun yang sedang sibuk mengamati wajah Yesung.

Blush…Wajah Yesung langsung memerah seperti tomat saat Kyuhyun membawa tubuh mungilnya untuk lebih dekat dengan Kyuhyun. Kondisi Kyuhyun yang saat ini sedang bertelanjang dada membuat suhu tubuh milik Kyuhyun bisa Yesung rasakan secara langsung melalui kulitnya.

'Ba-bagaimana ini, wajah Captain terlalu dekat.' Batin Yesung yang sebisa mungkin berusaha untuk tidak menatap mata Kyuhyun lama – lama.

Gyuut…Karena Kyuhyun terlalu semangat ingin berdekatan dengan Yesung tanpa sadar tangan kanan Kyuhyun yang sedang digips tertekan oleh tubuh mereka berdua yang semakin lama semakin intim.

"ARGH TANGAN KU!." Teriak Kyuhyun yang langsung mendorong tubuh Yesung detik itu juga.

"Ca-captain." Dengan wajah panik dan rasa khawatir karena mendengar Kyuhyun kesakitan, Yesung pun perlahan mendekatinya kembali.

"BRENGSEK, KAU TIDAK LIHAT TANGAN KU SEDANG DI GIPS. KENAPA KAU MENEMPEL PADA KU ?!."

TAP…Langkah kaki Yesung terhenti dan wajahnya kini berubah menjadi bingung, kenapa Kyuhyun jadi menyalahkan dirinya. Memang apa yang sudah ia lakukan, bukankah yang menempel itu Kyuhyun tapi kenapa Yesung yang disalahkan disini.

"Bu-bukankah tadi Captain yang memeluk ku lalu me-..."

"Jangan diceritakan! Pokoknya kau duluan yang menempel – nempel padaku, mengerti!." Potong Kyuhyun yang sesungguhnya sangat malu jika mengingat apa yang sudah ia lakukan terhadap Yesung tadi. Lihat saja kedua telinganya sudah berubah menjadi merah, bahkan Kyuhyun tidak mau menatap wajah Yesung karena wajahnya saat ini sedang memerah padam.

.

.

[Next Day]

.

"Yak…Kyuhyun kembali! atau kau akan ku laporkan pada Komandan Donghae!."

"Laporkan saja."

TAP…

TAAP…tanpa peduli pada teriakan dokter, Kyuhyun yang baru saja dirawat tiga hari di Rumah Sakit pusat Seoul akibat patah tulang ringan yang menimpa tangan kanannya meninggalkan rumah sakit begitu saja tanpa menoleh ataupun menghentikan langkah kakinya. Padahal dokter belum memberikan dirinya izin untuk pulang tapi dengan santainya Kyuhyun pergi.

"Merepotkan." Keluh Kyuhyun sembari melirik tangan kanannya yang masih di gips, bagi Kyuhyun mendapatkan luka seperti ini sangat menjengkelkan dan merepotkan dirinya. Pertama, Kyuhyun jadi sulit melakukan hal apapun yang menggunakan tangan kanan seperti makan, menulis, gosok gigi dan tanda tangan dokumen. Kedua, dirinya juga tidak bisa mengemudikan Gundam karena pilot yang terluka tidak diizinkan menjalankan misi, benar – benar membosankan jika Kyuhyun tidak bisa melakukan apapun yang sudah terbiasa aktif.

TAP…tiba – tiba langkah kaki Kyuhyun terhenti saat melihat seorang pria mungil berseragam militer dan berlogo pasukan khusus bersandar di gerbang luar rumah sakit sambil merundukkan kepalanya, sepertinya sambil menunggu seseorang pemuda mungil itu memainkan batu kerikil yang ada didepannya dengan cara menendang – nendangnya.

TUK…batu kecil yang dari tadi ia mainkan tanpa sengaja menabrak sepatu seseorang.

"Apa yang kau lakukan disini, Yesung ?." Tanya Kyuhyun hingga sosok pria mungil tersebut mendongkkan kepalanya lalu tersenyum.

"Menjemput Captain." Dahi Kyuhyun langsung berkerut bingung, darimana Yesung tahu bahwa ia keluar (kabur) dari rumah sakit hari ini. Seingat Kyuhyun dirinya tidak memberitahukan kepada siapapun tentang rencananya ini.

"Tidak perlu, pulang sana." Duagh…Bagaikan tertimpa batu besar, Kyuhyun mengusirnya begitu saja tanpa tahu bahwa sudah berjam – jam Yesung menunggu dirinya disini.

Well, sebenarnya sebelum Kyuhyun kabur dari rumah sakit suster Hana memberitahukan kepada Yesung bahwa Kyuhyun terus saja memberontak ingin keluar dan menyuruh Yesung untuk berjaga – jaga menjemput Kyuhyun hari ini, namun karena suster Hana dan Yesung tidak tahu jam berapa Kyuhyun akan melancarkan aksinya (kabur), Yesung jadi menunggu sejak ia menerima panggilan dari suster Hana.

BRUUUK…Baru saja berjalan dua langkah untuk pulang sesuai dengan perintah Kyuhyun, Yesung tiba – tiba terjatuh sambil memegangi kepalanya yang terasa berkunang – kunang. Terlihat wajah Yesung sudah pucat dan keluar keringat dingin, sepertinya karena terlalu lama berdiri membuat Yesung jadi pusing dan tanpa sadar terjatuh.

"Se-sepertinya kaki ku tersandung batu, hehehe." Sambil tertawa dipaksakan dan memukul kepalanya sendiri untuk meruntuki kebodohannya, Yesung mencoba berbohong pada Kyuhyun dan sang Captain hanya terdiam menatap Yesung yang masih saja tertunduk ditanah dan tertawa seperti orang bodoh.

"Ka-kau tidak perlu khawatir Captain, aku akan segera pul-…"

Sreet,

"Sudah berapa lama kau menunggu ku disini ?." Dheg, Yesung terkejut ketika menemukan Kyuhyun sudah berjongkok didepan dirinya. Aroma mint yang keluar dari hembusan nafas setiap ucapan Kyuhyun yang menerpa wajahnya membuat kedua pipi Yesung tanpa sadar merona dan gugup.

"Li-lima jam."

"BODOOOOH!." Teriak Kyuhyun persis didepan wajah Yesung.

"KAU ITU BODOH ATAU MEMANG OTAK MU ITU SUDAH PINDAH KE DENGKUL, HAH!."

"Gyaa…mianhae, jeongmal mianhae."

"DASAR DUGU! OTAK UDANG! UNTUK APA KAU MENJEMPUT KU ?! MEMANGNYA AKU MEMBERI PERINTAH SEPERTI ITU ?." Tanpa peduli pada orang disekitarnya, Kyuhyun terus saja meneriaki atau lebih tepatnya memarahi Yesung yang menurut Kyuhyun hal yang dilakukan oleh Yesung itu sangatlah bodoh, walaupun dalam hatinya ia sedikit merasa senang.

"Mian! Mian! Aku tidak akan menggulanginya Captain! Aku tidak akan melakukan apapun tanpa perintah darimu…hueee…." Mohon Yesung yang berkali – kali melakukan sujud sembah sebagai permintaan maafnya, Yesung benar – benar tidak tahu lagi harus melakukan apa jika Kyuhyun berteriak – teriak seperti ini.

"Haaa...kau ini, ck!" Puas memarahi anak buahnya, Kyuhyun pun membantu Yesung untuk berdiri.

"Ayo bangun dan ikut aku."

"Ngh ikut ? kema-..."

"Ikut saja dan jangan banyak tanya, bisa kan." Potong Kyuhyun sembari menatap Yesung dengan tajam dan seringai jengkelnya sebagai tanda bahwa jika Yesung masih saja banyak bertanya pada Kyuhyun, maka ia tidak sengan – segan merobek mulutnya.

.

.

[Pusat Kota Seoul]

"Itu Yesung kan, bocah yang bisa merubah menjadi monster."

"Sedang apa monster itu disini ?."

"Berjalan – jalan ditengah kota, apa yang dipikirkan oleh Presdir ? bagaimana jika anak aneh itu berubah ?."

"Dalam wujud manusia dia sangat cantik dan manis. Tapi dalam mode monster dia sangat jelek, iihh..."

Gyuut…Mendengar kebencian, hinaan, celaan dan rasa tidak suka dari para warga kota secara langsung membuat hati Yesung benar – benar terluka, terlebih dengan pandangan mata mereka saat ini yang melihat Yesung dengan sorot mata jijik, aneh dan takut.

Sikap manusia memang cepat berubah, jika dulu sebelum jati dirinya terungkap Yesung bisa leluasa berjalan kemanapun yang ia suka tanpa perlu takut dan khawatir akan warga kota yang menurut Yesung sangat baik karena selalu membalas sapaan Yesung. Tapi kini dunianya terbalik 180 derajat, dimana saat ini Yesung berjalan sambil merundukkan kepalanya dan sesekali melirik ke kanan dan ke kiri untuk melihat orang – orang yang ia temui merasa terancam akan kehadirannya.

TAP…Kyuhyun yang berada didepan Yesung tiba – tiba menghentikan langkah kakinya hingga Yesung yang tidak melihat ke depan jadi menabrak punggungnya.

"Hoi…Jika kalian semua membuat dirinya marah dan ia berubah menjadi Monster Gastrea lalu membunuh kalian, aku tidak akan menolong." Dheg…seluruh warga kota yang berada dijalan langsung tertegun mendengar ucapan Kyuhyun dan orang – orang yang sejak tadi membicarakan Yesung tanpa banyak bicara langsung kabur ketakutan saat melihat Kyuhyun melirik mereka semua dengan tatapan membunuhnya.

"Captain…" Lirih Yesung yang saat ini sedang berdiri dibelakang Kyuhyun hanya mampu menyadarkan keningnya ke punggung sang Captain lalu meremas baju belakang miliknya sebagai tanda bahwa Yesung merasa senang, karena disaat seperti ini ada Kyuhyun yang menolongnya.

"GomawoGomawo Gomawo…" Sambung Yesung yang terus mengatakan rasa terima kasihnya dengan kedua pipi yang merona senang. Jika Kyuhyun terus bersikap baik padanya seperti ini, Yesung jadi semakin menyukai sang Captain. Sedangkan Kyuhyun yang tidak menyangka bahwa ia dan Yesung akan beradegan seperti ini di tengah kota hanya bisa menatap tajam ke orang – orang yang terkekeh seperti sedang meledeknya, padahal mereka terkekeh karena menganggap Kyuhyun dan Yesung terlihat adorable.

"Jika kau mengotori pakaian ku dengan ingus mu, aku akan membunuh mu." Uhuk…Yesung langsung melepaskan diri dari punggung Kyuhyun dan mempoutkan bibirnya.

"Aku tidak menangis, aku senang dan semakin menyukai...Cap-Humpth!." Yesung membungkam mulutnya sendiri dengan tangan saat sadar bahwa ia hampir saja keceplosan mengatakan menyukai Kyuhyun.

"Semakin menyukai siapa ?." Dan tanpa diduga Kyuhyun yang penasaran dan juga ingin memperjelas ucapan Yesung akhirnya bertanya, tapi Yesung hanya membalas gelengan kepala sebagai tanda bahwa apa yang baru saja ia katakan bukanlah apa – apa.

"Jadi, kau tidak mau memberitahu ku ? its okey." Gleg…walaupun Kyuhyun mengatakan tidak – apa, tapi wajah dan auranya mengatakan sebaliknya. Tatapan tajam yang mengintimidasi dan senyuman yang dipaksakan membuat Yesung langsung merinding.

"Gyaa…akan ku katakan Captain, jangan bunuh aku!."

"Tergatung bagaimana ucapan mu." Gleg…sekali lagi Yesung menelan ludahnya kasar.

'Bagaimana ini, jika aku mengatakan aku menyukai Captain. Dia pasti akan membunuh ku, atau sebaiknya aku bunuh diri saja dari pada mendengar penolakannya.' Batin Yesung yang tidak tahu harus berbuat apa, posisinya benar – benar berada di ujung kematian.

'Jika kau menyebut nama orang lain, maka aku akan membunuh mu.' Batin Kyuhyun yang sudah siap untuk menendang dan menghajar Yesung habis – habisan.

"A-aku semakin menyu-yu…" Sadar atau tidak Yesung terhenti dikata yang membuat bibir mungilnya maju seperti bebek dan itu membuat Yesung terlihat menggemaskan di depan Kyuhyun.

"MENYUKAI APA!." Bentak Kyuhyun yang membuat Yesung kaget dan langsung refleks mengatakan namanya.

"MENYUKAI CAPTAIN KYUHYUN!."

Wush…

Hening…untuk beberapa detik suasana disekitar mereka berdua sunyi. Bahkan kegiatan orang – orang yang sejak tadi hilir mudik di jalanan sempat terhenti untuk beberapa saat seperti waktu sedang berhenti berputar. Tapi tidak lama kemudian kegiatan kembali normal, dimana orang – orang mulai bersikap seperti biasa yaitu mendengar tapi tidak peduli.

'Bagaimana ini, apakah aku sudah mati ? tapi kenapa tidak terasa sakit ? atau jangan – jangan saking cepatnya Captain membunuh ku, aku tidak merasakan apapun ?.' Batin Yesung yang saat ini sedang menutup kedua matanya. Penasaran ingin melihat, akhirnya Yesung membuka matanya dan samar – samar ia melihat sosok Kyuhyun yang memang sejak tadi berdiri didepannya sedang menatap dirinya tanpa ekspresi.

"Aku masih hidup." Gumam Yesung yang melirik ke bawah dimana kedua kakinya terlihat masih berpijak pada bumi.

"Yesung." Gleg…dipanggil oleh Kyuhyun, Yesung kini jadi tidak berani mendongkkan kepalanya ke atas untuk menatapnya. Pikiran akan Kyuhyun yang murka terbayang didalam benaknya, ingin lari tapi kaki terasa berat, ingin pura – pura pingsan tapi ia tidak ahli dalam berakting. Sekarang yang bisa Yesung lakukan adalah menghadapi apa yang akan terjadi selanjutnya akibat ucapannya kepada Captain Kyuhyun. Tidak salah memang jika dirinya menyukai Kyuhyun, tapi bagi Yesung itu adalah suatu kelancangan yang tidak seharusnya ia katakan pada Kyuhyun.

"Mulai sekarang jangan pernah berjalan dibelakang ku. Tapi berjalanlah disamping ku."

"Heh ?." Yesung memiringkan kepalanya tidak mengerti, tidak bisakah Kyuhyun menggunakan kalimat yang lebih mudah dimengerti oleh pemuda 18 tahun ini.

"Yaish! Bocah ini benar – benar, tsk!." Kesal Kyuhyun yang melihat Yesung tidak mengerti dengan ucapannya. Akhirnya dengan cara membisikan kalimat 'aku mencintai mu' ditelinga Yesung, Kyuhyun mengutarakan perasaannya. Kyuhyun masih memiliki harga diri tinggi, jadi tidak akan pernah dan tidak akan mungkin ia mempermalukan dirinya sendiri untuk mengatakan kalimat cinta secara blak – blakan.

"Ca-captain…bisakah kau mengulanginya ? aku tidak mendengar dengan jelas, hehehe."

"JANGAN HARAP AKU AKAN MENGATAKAN KALIMAT MENJIJIKAN SEPERTI ITU LAGI UNTUK KEDUA KALINYA!." Balas Kyuhyun dengan berteriak didepan wajah Yesung lagi.

Sreet…dengan wajah memerah yang susah payah disembunyikan olehnya, kali ini Kyuhyun menyeret Yesung menggunakan cara yang lebih halus yaitu menggandeng pergelangan tangan Yesung untuk segera pergi dari pusat kota.

"Captain…"

"Apa!."

"Kita mau kemana ?."

"Ke restoran karena ada seorang bocah bodoh yang harus ku beri makan!." Mendengar jawaban Kyuhyun yang kasar seperti biasanya Yesung hanya bisa terkekeh, ternyata Kyuhyun mengkhawatirkan dirinya.

"Captain…"

"Apa lagi!."

"Wajah mu memerah."

"Diam! Ini karena sinar matahari menerpa wajah ku." Greb…Kali ini pegangan tangan Kyuhyun semakin erat seperti menandakan bahwa Kyuhyun tidak akan pernah melepaskan tangan Yesung apapun yang terjadi.

"Captain, aku benar – benar mencintai mu."

"Bodoh." Balas Kyuhyun yang malah membuat Yesung tertawa renyah.

'Sial! dia terlihat sangat manis saat mengucapkannya.' Batin Kyuhyun yang sedang menahan diri. Walaupun Kyuhyun terlihat acuh dan tidak peduli, jika dilihat baik – baik dikedua pipi Kyuhyun saat ini samar – samar ada rona merah yang menandakan bahwa Kyuhyun sebenarnya senang namun malu untuk mengungkapkannya.

.

.

[Other Side]

KLONTANG…sebuah obeng jatuh dari ketinggian 6 meter, ah…lebih tepatnya sebuah obeng terlepas dari tangan Kira yang saat ini baru saja ingin mengambil chip databerukuran mini macro yang ada di belakang punggung Humanoid Gundam milik Kyuhyun yang hancur akibat pertempuran.

"Waeyo Kira ?." Tanya Yunho sedikit berteriak setelah mengambil obeng yang terjatuh ke lantai dan meletakkannya dimeja.

Tuung….Perlahan tangga otomatis yang digunakan Kira turun hingga dirinya kini terpuruk dilantai tanpa sebab.

"Kira…" Terlihat raut wajah khawatir Yunho tercetak jelas sekali diwajah seriusnya saat melihat anak asuh kesayangannya berwajah pucat dan keluar keringat dingin.

"A-aku merasakan firasat buruk ? entah kenapa ada perasaan gelisah, marah dan kesal yang begitu meluap – luap."

"Ngh ?." Kali ini wajah Yunho berubah bingung.

'Bocah ini mulai bicara ngawur lagi.' Batin Yunho yang sekarang menjadi tidak peduli pada Kira. Dengan menatap malas, Yunho kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Sedangkan Kira masih tertunduk sembari menatap kedua tangannya yang entah kenapa masih gemetaran seperti ingin meninju wajah Kyuhyun.

.

.

[Tiga minggu kemudian]

.

TAP…TAP…

"Woow...apakah aku tidak salah lihat, mereka berjalan bersama – sama."

"Pasti pasukan khusus melakukan sesuatu padanya."

"Kau benar, mereka sangat licik. Pasti Professor sudah diancam."

Terdengar seluruh prajurit yang berada dilorong utama tidak henti – hentinya membicarakan kejadian langka yang terjadi dimarkas militer hari ini yaitu mereka semua melihat dua orang yang paling dihormati sedang berjalan beriringan satu sama lain. Pria tinggi berjubah khas Lab ber-name tag 'Yunho' yang mendengar bisikan tentang dirinya hanya bisa tertawa renyah sembari menutup mulutnya dengan tangan. Sedangkan pria satunya yang memakai seragam khas militer dan mendapatkan pangkat Komandan sekaligus julukan 'Master of strategy' berjalan tidak peduli dengan omongan sekitarnya. Semua orang tahu, Komandan Donghae dan Professor Yunho itu tidak pernah akur sama seperti Kyuhyun dan Kira. Jadi ketika melihat mereka berdua berjalan bersama membuat para prajurit yang melihat tentu saja kaget.

"Apakah kau tahu bahwa Yesung dan Kyuhyun berpacaran ?." Tanya Yunho sembari menyelusuri lorong markas dengan mengajak ngobrol Donghae. Hari ini mereka berdua akan membicarakan kelanjutan dari misi penyerangan Induk monster Gastrea, dimana Presdir sudah menyerahkan tugas penting ini kepada mereka.

"Nde, waeyo ? apa ada masalah ?."

"Tidak, hanya saja anak itu (Kira) jadi uring – uringan hahaha." Tawa Yunho yang menginggat beberapa hari ini semenjak berita Kyuhyun dan Yesung berpacaran, Kira selalu datang ke Lab untuk mengadu kepadanya karena Kyuhyun terus saja memonopoli Yesung dirumah.

"Bagaimana dengan Spark ? ku dengar System Internal Spark tidak bisa diperbaiki." Tanya Donghae yang kali ini pertanyaannya cukup serius.

"Hemm…" Sejenak Yunho menggusap – usap dagunya untuk berpikir bagaimana cara menjelaskan masalah tersebut kepada Donghae agar mudah dimengerti oleh orang awam.

"Sepertinya saat Kyuhyun bertarung habis – habisan kemarin di Daegu, dia memaksa tubuh Spark untuk tetap bertarung disaat Spark sudah mencapai batasnya sehingga sistem keamanan Spark menganggap tindakan tersebut sebagai tindakan bunuh diri, itulah kenapa Spark ter-blokir secara otomatis. Dan masalahnya aku tidak bisa memperbaikinya." Jelas Yunho sambil tersenyum ambigu ke arah Donghae.

"Bukankah tugas mu untuk memperbaiki semua Gundam disini ?."

"Ck, kau pikir aku ini montir Gundam."

"Jabatan mu saja yang Professor padahal pekerjaan mu itu dengan montir Gundam kan sama saja." Duaar…Yunho bagaikan tersambar petir ketika mendengar ucapan Donghae yang seenak saja menyamakan dirinya dengan montir, walaupun pekerjaan mereka sama tapi tugas dan tanggung jawab Yunho lebih banyak.

"Terserah apa yang mau kau katakan, yang jelas aku tidak bisa memperbaikinya. Karena system internal Spark yang sudah ter-blokir tidak bisa ku akses. Tapi kau tenang saja, ada satu orang yang bisa memperbaiki Spark. Tapi anak itu tidak mau, dikarenakan dia kesal dengan Kyuhyun." Jelas Yunho lagi yang kali ini sambil berakting sedih untuk anak buah Donghae. Betapa malangnya anak buah Donghae jika Gundam miliknya tidak diperbaiki, maka ia tidak akan bisa ikut dalam misi ini.

"Biar ku tebak, anak itu adalah Kira kan ?." CTAK…Yunho menjetikkan jarinya bertanda jawaban Donghae adalah benar.

"Hanya anak dari professor Jaejong saja yang bisa mengakses System Internal Gundam yang ter-blokir. Kau tahu kenapa ? karena semua kata sandi yang dipakai di seluruh Gundam pasukan khusus adalah sandi yang memerlukan sidik jari Kira." Jelas Yunho sambil ber-smirk.

"Cih, jika bukan karena ada misi. Sudah ku tembak mulut mu itu." Balas Donghae meninggalkan Yunho yang masih saja tertawa dibelakangnya.

BRAAAK…Dengan perasaan kesal dan mood yang buruk akibat Yunho, Donghae membuka pintu ruangan pasukan khusus Gundam dengan cara menendangnya kuat hingga daun pintu itu copot dari tempatnya.

"Ko-komandan…se-selamat pagi." Sapa seluruh anak buah Donghae minus Kyuhyun yang sudah biasa melihat Komandannya brutal seperti itu.

TAP…

TAP…kesal, jengkel dan marah sangat terlihat jelas oleh mereka semua saat Donghae masuk ke dalam ruangan bersama Professor Yunho dengan menghentak – hentakkan kakinya.

"Apakah semuanya sudah berkumpul ?." Tanya Donghae yang sekarang berdiri didepan podium ruang rapat. Dilihatnya satu persatu anak buahnya, mulai dari Henry, Tao, Kris, Kira, Yesung dan terakhir Kyuhyun yang sedang duduk berleha – leha menikmati sinar matahari yang masuk melalui jendela.

"Baiklah, seperti yang kalian ketahui aku memanggil kalian semua kesini untuk membicarakan misi kita selanjutnya. Dimana misi ini sangat penting bagi kita dan juga nyawa Yesung." Dheg…mendengar nyawa Yesung diungkit – ungkit, semua orang (minus Kyuhyun dan Kira) langsung menatap Yesung dengan penuh tanda tanya.

"Komandan, apa hubungan misi ini dengan nyawa Yesung ?." Tanya Henry setelah mengangkat tangannya tinggi – tinggi.

"Dengarkan baik – baik, karna aku tidak akan menggulangi perkataan ku lagi untuk kedua kalinya." Akhirnya Donghae pun menceritakan semua yang terjadi di rapat khusus beberapa hari lalu kepada anak buahnya secara detail dan jelas, banyak dari mereka semua berwajah shock dan sedih ketika sang Komandan menceritakan bagian klimaksnya.

BRAAK…

"Itu mustahil, kita tidak akan menang!." Teriak Henry yang tanpa sadar meragukan keberhasilan misi ini, padahal misi belum dimulai tapi Henry sudah yakin bahwa misi ini akan gagal. Jujur saja mengetahui perang besar akan terjadi, perasaan takut akan kematian kini muncul di dalam lubuk hati Henry.

Greeb…Merasakan tangan kanannya digenggam oleh seseorang, Henry langsung menoleh kearah samping dan menemukan wajah Yesung sedang tersenyum hangat ke arahnya. Bagaimana bisa Yesung tersenyum seperti itu ? bukankah nyawanya dipertaruhkan dalam misi ini ? pikir Henry heran.

"Henry, apa kau masih ingat awal pertama kali kita bertemu ?." Tanya Yesung yang membuat dahi seluruh orang diruangan menyerngit bingung, kenapa disaat seperti ini Yesung menggenang masa lalu.

"Tentu saja aku ingat Yesung, waeyo ?."

"Terima kasih sudah menjadi teman ku, kali ini aku pasti akan melindungi mu Henry dan tidak akan ku biarkan kau mati." Janji Yesung yang membuat Henry tersentuh. Betapa jahatnya ia tadi ingin melarikan diri dari perang besar, padahal jelas – jelas ia memiliki teman yang rela mati demi melindunginya. Kalau begini caranya, Henry juga akan melakukan hal yang sama yaitu akan melindungi Yesung apapun yang terjadi walaupun nyawa taruhannya.

"Ugh….pertemanan mereka sangat murni." Gumam Tao yang ternyata juga ikut tersentuh melihat moment Yesung – Henry yang saling berpelukan.

"Hei Henry, kau pikir Yesung saja yang akan melindungi mu ? kami juga akan melindungi mu." Seru Kira ambigu.

"Kami ? maksud mu ?."

"Tsk! Tentu saja seluruh pasukan khusus Gundam. Kita adalah saudara jadi akan saling melindungi satu sama lain, benarkan Captain ?." Sambung Kris sembari melirik Captain yang kini menatap Kris dengan tatapan 'kenapa kau jadi membawa – bawa aku' dan Kris membalas dengan 'Katakan sesuatu, jangan sampai kau membuatku malu' begitulah.

"Haaaaa…" Hela nafas Kyuhyun yang sebenarnya malas melakukan hal merepotkan dan menyebalkan seperti ini, tapi ia juga tidak bisa menggelak bahwa apa yang dikatakan oleh Kris adalah benar. Sesadis apapun Kyuhyun pada bawahannya, ia selalu menganggap team-nya itu adalah keluarga, bukan bawahan yang seenaknya saja ia perintah – perintahkan seperti pesuruh.

Sreet…Perlahan Kyuhyun bangun dari duduknya dan berdehem sebentar untuk menyiapkan suaranya.

"Aku Captain Cho Kyuhyun! Selama aku masih hidup tidak akan ku biarkan anak buah ku mati." Seru Kyuhyun yang membuat seluruh orang yang ada didalam ruangan pun perlahan tersenyum, entah kenapa ucapan sang Captain membuat mereka senang dan merasa diri mereka sangatlah berharga.

"Boleh juga bocah Captain itu." Mendengar pujian dari Yunho, entah kenapa Donghae merasa bangga pada Kyuhyun yang telah tumbuh menjadi seorang pemimpin yang arrogant namun masih peduli pada bawahannya.

.

.

"Professor, anda bilang monster Gastrea memiliki induk kan ? Dan seperti yang kita tahu bahwa monster Gastrea memiliki 5 jenis bentuk yaitu laba – laba, kalajengking, lebah, belalang dan kumbang. Jika memang benar ada Ratu, berarti akan ada 5 induk bukan ?." Tanya Henry yang tingkat rasa penasarannya begitu tinggi dibandingkan rekan lainnya dan Yunho hanya bisa terkekeh mendengar perkataan Henry yang mengingatkan dirinya pada kejadian 18 tahun lalu. Dimana ia juga mengemukakan pendapat seperti itu.

"Dulu aku memiliki seorang teman (Yoochun), orang bilang dia ilmuan yang sangat gila melebihi Jaejong. Kalian tahu kenapa ?." Semua orang secara serempak menggelengkan kepalanya.

"Karena dia sangat menyukai hal – hal berbau makhluk Gastera, hampir seluruh hidupnya dia dedikasikan untuk meneliti makhluk itu. Suatu hari dia berhasil menemukan fakta bahwa seluruh serangga yang ada berasal dari satu induk, karena kromosom dan gen yang dimiliki dari seluruh serangga yang ia teliti itu hampir seluruhnya sama dan berkat Kyuhyun kita mendapatkan informasi mengenai lokasi sang induk monster tersebut." Jelas Yunho.

"Benarkah ? dimana itu ?."

"Kota Daegu." Sreeet…refleks mendengar jawaban Kyuhyun seluruh pasang mata langsung menoleh ke arahnya. Bukankah Daegu itu tempat dimana Captain Kyuhyun diserang beberapa hari lalu.

"Lihat dirinya, karna sifat sombongnya yang merasa bisa mengalahkan Induk monster sendirian dia tidak peduli pada nasib Gundamnya." Sindir Kira yang jika sudah menyangkut Humanoid Gundam akan cepat sensi, terlebih sekarang status Kyuhyun adalah kekasih Yesung.

"Diam kau penipu."

"Physco."

"Oh…kau sudah siap mati rupanya."

"Kau pikir aku takut padamu ?."

"Haaaa…." Secara serempak semua orang menghela nafasnya ketika melihat Kyuhyun dan Kira saling beradu argumen diselingi death glear masing – masing. Tanpa niat memisahkan Kira dan Kyuhyun, Professor Yunho melanjutkan topik pembicaraan mereka lagi.

"Karena lokasi sudah kita diketahui dan tingkat misi ini berstatus berbahaya. Maka Presdir menyetujui untuk menggerahkan setengah pasukan militer kita yaitu setidaknya akan ada 300.000 orang yang terdiri dari team warrior dan Soldier siap membantu kita."

"Woow! memang berapa banyak monster Gastrea yang akan kita hadapi sampai kita memerlukan prajurit sebanyak itu Professor ?."

"Diprediksi akan ada sekitar 2.000.000 monster Gastrea disana dan masalahnya jika sang induk merasa terancam, maka ia akan memanggil seluruh monster Gastrea dari tempat persembunyian lainnya dan jika itu terjadi kemungkinan besar kita akan menghadapi 2.000.000 lebih monster Gastrea." Gleg…Mendengar jumlah monster yang disebutkan oleh sang komandan, seluruh anggota pasukan khsusus menelan ludahnya kasar. Walaupun hanya prediksi tapi mereka sudah pesimis untuk menang karena kalah jumlah.

"Kenapa wajah kalian tegang begitu, santai saja…hahaha." Tawa Professor Yunho yang dibalas datar oleh seluruh pasukan Khusus, disaat seperti ini bagaimana bisa mereka bercanda dan tertawa.

"Kalian tidak perlu khawatir. Tugas kalian hanya fokus untuk melawan Gastrea dan menjauhkan para Gastrea itu dari sang induk. Karena yang akan melawan sang induk adalah Yesung." Dheg…Kini semua mata tertuju pada Yesung.

"Dan jika kau gagal membunuh induk monster tersebut, maka sudah dipastikan para monster yang tersisa akan menyerang Seoul. Bisa dibilang perang ini adalah perang penentu siapa yang akan menang….manusia atau monster." Sambung Donghae yang membuat Yesung terdiam. Sejujurnya dalam hati kecil Donghae, ia ragu meninggalkan induk monster Gastrea pada pemuda 18 tahun yang skill-nya jauh dibawah Kyuhyun, tapi apa boleh buat hanya ini satu – satunya cara.

"Misi ini akan dimulai bulan depan. Jadi kalian memiliki sisa waktu 30 hari untuk menikmati hidup." Perkataan Donghae benar – benar tidak ada baiknya sama sekali, selalu saja yang keluar membuat semua orang takut dan kehilangan harapan.

"Gunakan waktu dengan baik ? aku ? apa yang harus aku lakukan ?." Gumam Kyuhyun yang sedang bergumam sendirian. Kyuhyun bingung harus melakukan apa, sebab tidak banyak hal atau kegiatan yang ingin Kyuhyun lakukan saat ini dan ke depannya.

"PssstCaptain, ini kesempatan yang bagus untuk mu. Bukankah kau ingin membuat kemajuan dalam hubungan mu bersama Yesung." Bisik Kris yang ternyata mendengar gumaman Kyuhyun barusan.

"….." Kyuhyun terdiam dan tidak merespon ucapan Kris. Namun bukan Kris namanya jika tidak bisa menghasut sang Captain. Karena jujur saja melihat hubungan Kyuhyun dan Yesung itu menurut Kris sangat menyedihkan dan parah untuk orang yang menjalin hubungan kekasih. Walaupun status berpacaran tapi sikap mereka berdua sama saja seperti layaknya bawahan dan atasan, membosankan dan biasa saja.

"Ayolah, setidaknya sebelum perang besar terjadi perlakukan Yesung dengan baik sebagaimana mestinya. Lihat dirinya, apa kau tidak ingin membuat Yesung bahagia ?." Kyuhyun pun melirik Yesung yang sedang asik ngobrol bersama Henry, melihat Yesung tertawa lepas seperti itu ada perasaan bahagia tersendiri untuk Kyuhyun.

"Ye-…" BRAAK….Baru saja Kyuhyun ingin memanggil Yesung, Kira sudah lebih dulu mencari masalah dengannya, lihat saja saat ini Kira sedang menunjuk – nunjuk wajah tampannya tidak sopan, anak ini selalu saja merusak momentnya.

"Andweyoo! Pokoknya aku ingin menghabiskan waktu bersama Yesung dari pada di Lab. Lagi pula yang merusak Spark kan dia, kenapa aku yang harus memperbaikinya!."

"Disini bukan tempat untuk bermain – main, jika kau tidak mau menggunakan kemampuan mu untuk membantu, keluar saja dari sini. Aku tidak butuh orang seperti mu di dalam Tim ku." Gleg…Sekali lagi ucapan sadis Donghae keluar, hanya dengan kalimat seperti itu saja sudah membuat Kira, Henry, dan Yesung yang entah berapa kali melihat Komandan Donghae marah hanya bisa menelan ludahnya kasar.

"Yesung, bisakah kau membujuk Kira." Bisik Yunho yang sepertinya harus meminta bantuan pada Yesung agar masalah yang ada bisa cepat terselesaikan tanpa adanya kerugian yang lebih fatal. Jika Kira tidak memperbaiki Spark maka Kyuhyun tidak akan ikut dalam misi ini, begitu juga sebaliknya jika Kira keluar dari Tim ini akan lebih buruk kerugiannya, karena selain Kyuhyun tidak bisa ikut bertarung, Kira juga tidak akan berpatisipasi dalam perang tanpa adanya izin dari Donghae.

"Aku benar – benar ingin menghabiskan waktu dengan Yesung." Seperti seorang anak kecil yang habis dimarahi, Kira menundukkan kepalanya dalam – dalam sambil memasang wajah melasnya sehingga Yesung yang melihat ekpressi sedih Kira menjadi tidak tega. Jujur saja semenjak dirinya menerima kenyataan bahwa Kira adalah anaknya, Yesung jadi berpikir seperti orang tua.

"Jangan bersikap seperti anak kecil begini, memperbaiki Spark itu lebih penting. Bukankah Kira sangat menyukai Gundam dan akan menolong Gundam yang rusak, karena mereka bukanlah mesin melainkan teman."

"Baiklah…aku akan memperbaiki Spark karna kau yang meminta. Tapi sebagai imbalannya aku ingin kau yang menemani ku selama di Lab." TAP…Tanpa disangka – sangka, Kyuhyun berdiri tepat disamping Yesung dan menaruh tangannya dipundak sang kekasih tanpa peduli pada wajah Yesung yang kini sudah memerah seperti tomat, pasalnya ini pertama kali Kyuhyun bertindak seperti itu didepan orang banyak.

"Tidak bisa, aku berencana ingin memberikan Yesung latihan khusus."

"Heh?!." Terkejut Yesung dan Kira berbarengan.

"Yesung akan melawan induk monster. Ku pikir selama 30 hari melatih dirinya adalah ide yang bagus. Benarkan Komandan ?." Tanya Kyuhyun yang menolehkan kepalanya saja ke arah belakang dimana sang Komandan sedang menggusap – usap dagunya untuk berpikir.

"Hemm, benar….dari pada kau melakukan hal tidak berguna (menemani Kira) lebih baik kau melatih Yesung." Jleb…Lagi – lagi Kira mendapatkan tusukan dihatinya.

"Kau dengar itu Kira ? Kau tidak perlu khawatir, aku akan menjaga Yesung. Kau perbaiki saja Spark." Kali ini Kyuhyun menggeluarkan smirk tanda kemenangannya, sekaligus meremehkan Kira bahwa yang akan memonopoli Yesung lagi selama 30 hari adalah dia.

'Tsk, dasar Physco!.' Umpat Kira dalam hati.

"Akan ku perbaiki, tenang saja. Setelah semua urusan ku selesai, aku akan menyusul mu Captain, bukankan lebih baik jika Yesung dilatih oleh dua orang sekaligus." Tidak mau diremehkan, Kira pun membalas perkataan Kyuhyun dengan percaya dirinya.

"Coba saja menyusul jika kau bisa menemukan ku."

"Kau menantang ku, baik! Akan ku terima."

JEDUAAR…

JEDUAR….Seketika bayangan kilatan petir keluar dari belakang tubuh Kira dan Kyuhyun, semakin mereka berdua menatap intens lawannya, semakin petir tersebut menyambar satu sama lain hingga Yesung yang masih berada ditengah – tengah antara Kira dan Kyuhyun hanya menelan ludahnya kasar, kenapa dia harus berada diposisi seperti ini lagi dan bahkan kilatan mereka bertambah parah.

.

.

TAAP…

TAP….

"Captain, kita mau kemana ?." Tanya Yesung yang mulai merasa bingung karena Kyuhyun mengajak dirinya untuk menelusuri gang kumuh, gelap dan juga kotor. Bukankah kemarin Kyuhyun bilang ia akan melatihnya, tapi kenapa mereka ke tempat seperti ini.

"Jangan banyak bicara, nanti kau juga tahu." Balasnya yang masih menatap jalanan didepannya tanpa ekpressi. Setelah berbelok ke kanan dan berjalan selama lima menit, mereka berdua akhirnya keluar dari gang tersebut dan muncul dipinggir kota yang sangat ramai oleh orang – orang yang kalau boleh Yesung jujur terlihat sederhana dan biasa. Sungguh kota kecil ini benar – benar berbeda dari Seoul.

Jika pusat kota lebih modern dan canggih dimana hampir seluruh sudut kota dipenuhi dengan gedung – gedung tinggi yang dilengkapi teknologi canggih entah itu Humanoid Gundam penjaga yang tersebar dimana – mana ataupun layar TV besar yang terpasang untuk memberikan Informasi yang ter-update pada warganya, justru di kota kecil ini tidak ada gedung yang menjulang lebih dari 3 lantai dan yang lebih penting lagi tidak ada militer Gundam penjaga satu pun disini.

"Ini adalah kota Barrow atau bisa dibilang kota yang tidak diakui." Jelas Kyuhyun sembari menatap sekumpulan anak – anak berusia 6 sampai 10 tahun yang bermain sepak bola di tengah kota dengan wajah ceria tanpa tahu bahwa bahaya setiap saat menghantui mereka.

"Ko-kota yang tidak diakui? maksud Captain ?."

"Kau tahu, bagi warga yang tidak mampu membayar pajak untuk tinggal di pusat Kota. Mereka akan tinggal disini dan pemerintah tidak akan mengakui warganya jika tidak membayar pajak." Dheg…Yesung terkejut dan tidak percaya mendengar penjelasan Kyuhyun. Bagaimana bisa ada warga yang tidak diakui oleh pemerintah.

"Itu tidak mungkin, bukankah Presdir menjanjikan akan menanggung kehidupan warganya jika ada yang bekerja (berladang, bertani, militer)."

"Kau pikir dari mana Presdir mendapatkan uang untuk membuat Humanoid yang kau pakai itu ? harga satu unit Gundam saja memerlukan material seharga 10 milyaran won. Orang – orang yang tinggal di pusat kota saat ini 70% berisi orang – orang yang memiliki uang banyak dan berpengaruh dalam dunia politik, dengan kata lain orang seperti mereka (miskin) tidak ada harganya." Sejenak Yesung terdiam, selama ini Yesung berpikir seluruh warga Korea Selatan berada dibawah perlindungan Presdir tanpa terkecuali, tapi kenyataannya tidak seperti yang ia bayangkan. Dan lebih parahnya lagi, Yesung baru tahu bahwa ada warga yang diperlakukan tidak adil oleh negaranya sendiri.

DRAAP…

DRAAP…

"LIHAAT….ITU KYUHYUN HYUUNG." Teriak seorang bocah lelaki yang langsung membuyarkan lamunan Yesung. Sekumpulan bocah yang tadinya sedang bermain bola kini berkumpul di depan Kyuhyun. Bocah – bocah itu dengan santainya tersenyum dan bahkan memeluk kaki Kyuhyun seperti Kyuhyun adalah kakak mereka sendiri.

"Apa kalian menjaga kota ini dengan baik ?." Tanya Kyuhyun yang langsung disambut anggukan oleh seluruh bocah itu. Yesung yang baru pertama kali melihat Kyuhyun berinteraksi dengan anak – anak secara langsung hanya terdiam ditempatnya sembari memandangi Kyuhyun yang entah kenapa berbeda dari imaje-nya.

"Haah…aku iri pada anak – anak itu." Leguh Yesung yang juga ingin diperlakukan seperti anak kecil. Karena senyuman, sorot mata, raut wajah dan nada suara Kyuhyun saat bersama anak – anak itu begitu lembut dan penuh kasih sayang.

"Kau siapa ?."

"Heh ?!." Kaget Yesung yang tiba – tiba saja segerombolan anak kecil sudah mengelilingi dirinya dengan tatapan menyelidik dan intimidasi yang begitu kuat. Mereka semua menatap bagian tubuh Yesung inci demi inci dan sudut demi sudut hingga Yesung yang diperlakukan seperti ini menjadi gugup.

"Na-nama ku Yesung, senang berkenalan dengan kalian."

"Kau siapanya Kyuhyun Hyung ?."

"Si-siapanya ? jika kalian bertanya seperti itu, Aku…A-aku ini…" Yesung mulai bingung, apa yang harus ia katakan sekarang, haruskah ia menjawab jujur.

"KAU PASTI KEKASIH KYUHYUN HYUUNG KAN!." Jleb…ucapan anak kecil tersebut berhasil mengenai jantung Yesung hingga rasanya Yesung ingin mati saking bahagianya mendengar dirinya adalah 'kekasih Kyuhyun'. Entah kenapa jabatan sebagai kekasih Kyuhyun seperti suatu kehormatan bagi Yesung.

PLEETAAAK….

"Yaish!."

"Berhenti memasang wajah jelek (bahagia) seperti itu." Dengan cemberut Yesung langsung mengusap – usap kepalanya yang habis dijitak oleh Kyuhyun. Tega sekali sang Captain menjitak kepalanya didepan anak kecil, ia bahagia kan hal wajar.

"Kyuhyun hyung, benarkan yang kami bilang itu."

"Wae ?."

"Dia adalah kekasih mu." Gleg…Kali ini Kyuhyun menelan ludahnya kasar saat melihat Yesung menatapnya dengan tatapan berbinar – binar.

"Pakai ini." Kyuhyun memberikan sebuah earphone yang masih tersambung diponsel miliknya dan menyuruh Yesung untuk memasangkan ditelinganya. Yesung yang lugu tentu saja langsung menurut, setelah earphone terpasang ditelinga Yesung, Kyuhyun langsung menyetelkan musik keras hingga telinga Yesung berdengung.

"Benar…bocah idiot, dungu dan bodoh ini adalah kekasih ku. Jadi kalian harus menurut padanya, mengerti!." Teriak Kyuhyun sembari menunjuk Yesung yang sedang sibuk mengkorek – korek kupingnya yang masih saja berdengung.

"SIAP KYUHYUN HYUNG!."

"HEEH! Siap apanya ?! Apa yang dia katakan ? beritahu aku, beritahu aku! aku belum mendengarnya, jebal!." Renggek Yesung pada segerombolan anak kecil didepannya sembari memohon, rasanya Yesung ingin sekali menangis dan berguling – guling dilantai saking sedih dan kecewanya karena tidak mendengar pengakuan Kyuhyun.

"Aakh...Ini tidak adil Cap….tain." Lirih Yesung yang baru saja ia ingin melontarkan renggekannya pada Kyuhyun, mata Yesung malah menangkap sosok seorang biarawati yang usianya sekitar 45 tahunan.

"Apa yang membawa dirimu datang kemari Kyu ? apa semuanya baik – baik saja ?." Seru biarawati tersebut seperti seorang Ibu yang sedang mengkhawatirkan anaknya.

"Aku kesini untuk melihat keadaan mu dan juga anak – anak pengungsi lainnya. Lalu aku juga membawa seseorang yang ingin ku kenalkan padamu." Dheg…mendengar tujuan Kyuhyun yang sebenarnya Yesung sontak saja terkejut dan langsung menatap Kyuhyun dengan tatapan senang.

"Jangan menatap ku seperti itu, Tsk! Bodoh!." Umpat Kyuhyun langsung mendorong jidat Yesung dengan jari telunjuknya untuk menjauh, sikap Kyuhyun menunjukkan seakan – akan dirinya risih dan terganggu padahal ditatap Yesung seperti itu membuat Kyuhyun senang, gugup dan juga malu.

.

.

[Panti Pengungsian | Pinggir Kota Seoul]

.

"Daging ini milik ku!."

"Yak! Berikan roti itu padaku."

"Andwee! Aku benci sayuran, singkirkan itu dari ku."

"A-anu…." Yesung yang diajak makan siang dipanti pengungsian kini hanya bisa melirik kanan dan kirinya ketika anak – anak yang jumlahnya 15 orang mulai makan dengan cara hukum rimba, dimana sistem makan tersebut siapa cepat dia yang dapat.

'Udang panggang!.' Batin Yesung yang matanya tidak sengaja melihat sepiring udang panggang yang sepertinya nganggur alias bebas dari rebutan anak – anak, perlahan secara diam – diam Yesung mulai mengarahkan sumpitnya untuk mengambil beberapa potong udang tersebut namun…

TAK….Baru saja Yesung menyumpitkan udang, seorang anak kecil berambut kuning bernama Key tanpa sengaja menyengol tangan Yesung hingga udang itu terjatuh lagi ke piringnya.

"Haaaa..." Dengan perasaan kecewa Yesung menyerah untuk bertarung memperbutkan makanan. Sejujurnya Yesung sangat lapar tapi melihat kondisi seperti ini Yesung memilih mengalah, melewatkan makan siang tidak akan membuat dirinya mati bukan.

Duugh…Tiba – tiba Kyuhyun menendang ringan meja makan bagian bawah hingga beberapa piring berisi lauk pauk bergetar namun tidak menumpahkan isinya. Tindakan Kyuhyun yang dilihat seperti marah tentu saja membuat seluruh anak – anak pengungsi yang sedang berebut makanan menjadi mematung seketika, begitu juga dengan Yesung yang saat ini sedang menatap horror Kyuhyun.

"Ambilah apapun yang mau kau makan, Yesung." Dheg….mendengar ucapan Kyuhyun, Yesung hanya bisa menatap heran, bingung sekaligus tidak percaya. Jadi Kyuhyun sengaja melakukan hal tersebut demi dirinya.

"Captain, aku benar – benar mencinta….ukhh!." Belum selesai Yesung bicara, Kyuhyun sudah lebih dulu menyumbat mulut Yesung dengan memasukkan lima potong daging sapi ke dalam mulutnya sebelum sang kekasih meneruskan kalimat yang akan membuat Kyuhyun muntah disela makannya.

"Capmthain kaauh tega shekali…nyam...nyam."

"Habiskan saja…jika kau mengamuk lalu berubah karna lapar, aku yang susah."

"Tapi lembutlah sedikit, aku kan kekasi…uukh!" Lagi – lagi Kyuhyun menyumbat mulut Yesung dengan makanan sebelum Yesung mengucapkan kalimat 'kekasih mu' didepan banyak orang yang entah kenapa kalimat seperti itu menggelitik ditelinganya.

.

.

TAP…TAP…

TAP…TAP…

"Haaa….Haa…berapa lama lagi kita harus berjalan Captain~." Renggek Yesung yang saat ini sedang mendaki sebuah bukit dengan nafas yang sudah tidak teratur. Kyuhyun yang berada di depan Yesung hanya diam sembari menyingkirkan semak – semak liar yang menghalangi jalan mereka berdua tanpa peduli sang kekasih yang berada dibelakang sedang kelelahan.

"Hoi…siapa yang menyuruh mu untuk istirahat, mau matinya ?." Dheg…mendapatkan teguran dan ancaman dari Kyuhyun, bulu kuduk Yesung langsung berdiri dan entah kekuatan darimana Yesung langsung menanjak jalan dengan cara berlari sekilat mungkin, bahkan ia menerobos semak – semak liar tanpa peduli jika semak – semak itu berduri dan mengenai dirinya.

"Hahahahaha…." Tawa Kyuhyun melihat tingkah bodoh Yesung yang lagi – lagi sangat menggelikan. Dengan santai Kyuhyun melanjutkan jalannya kembali hingga ia sampai ditempat tujuannya.

"Captain, gedung apa itu ?." Tanya Yesung dengan dahi menggerut bingung ketika matanya melihat gedung reruntuhan tua tidak terpakai. Namun bukannya menjawab pertanyaan Yesung, Kyuhyun tanpa ekpressi berjalan memasuki gedung reruntuhan tersebut hingga kini mereka berdua berdiri ditengah – tengah bangunan.

"Panggil Gundam mu sekarang."

"Heh ? memanggil Bumble ke sini ? ke tempat ini ?."

"Cepat panggil!."

"BA-BAIIK." Tanpa banyak protes dan bertanya lagi Yesung memanggil Bumble dari Dek pusat Seoul.

"Bumble akan tiba dalam 10 menit, Captain." Seru Yesung yang dijawab anggukan oleh Kyuhyun. Kini sembari menunggu Bumble datang, Yesung diam – diam memperhatikan Kyuhyun yang saat ini dalam balutan pakaian casual. Yesung memang sering melihat Kyuhyun berpakaian non-militer dirumah tapi untuk hari ini entah kenapa Kyuhyun terlihat lebih keren dan tampan dari biasanya.

"Captain Cho ? hemm…Captain itu orangnya kaku dan tidak pandai dalam menunjukkan isi hatinya. Jadi ku sarankan lebih baik kau mengatakan apa yang kau inginkan secara langsung padanya agar Captain mengerti. Berjuanglah Yesung!" – Tao –

Mengingat nasehat dari Tao, Yesung dengan segenap jiwa mencoba memberanikan diri untuk membuat hubungan dirinya dengan Kyuhyun ada kemajuan walaupun sedikit. Tanpa Kyuhyun ketahui, bukan hanya ia saja yang mengingikan kemajuan dalam hubungan mereka tetapi Yesung juga.

"A-anu Captain..."

"Heem." Dehem Kyuhyun tanpa menoleh ke arah Yesung yang sedang tersipu malu disisinya saat ini.

"Bo-bolehkan aku memeluk mu."

"HAH!." Kaget Kyuhyun yang tanpa sadar berteriak didepan wajah Yesung lagi, jika reaksi Kyuhyun terus seperti ini sudah dipastikan dalam tiga bulan ke depan rumah sakit khusus telinga akan bertambah satu pasien.

"Jebaaal~." Mohon Yesung kali ini yang membuat Kyuhyun menelan ludahnya kasar. Kenapa Yesung tiba – tiba meminta sesuatu hal yang menjijikan seperti itu padanya, pikir Kyuhyun yang menatap Yesung heran sekaligus horror.

"Tid-.."

"Ku mohon Kyunnie~." Jleb...Aegyo Yesung berhasil menembus jantung Kyuhyun hanya dengan memanggil namanya se-imut itu. Ingin menolak namun hati tak mampu, ingin melakukannya namun ego dan harga diri menolak, Kyuhyun dalam keadaan bimbang sekarang.

"Ayolah, setidaknya sebelum perang besar terjadi perlakukan Yesung dengan baik sebagaimana mestinya. Lihat dirinya, apa kau tidak ingin membuat Yesung bahagia ?."– Kris –

Jika tadi nasehat Tao melintas didalam pikiran Yesung, kali ini nasehat Kris untuk Kyuhyun yang terlintas didalam benaknya. Sekali lagi Kyuhyun menatap puppy eye Yesung, sepertinya ia memang harus membuang ego-nya sejauh mungkin demi melihat Yesung bahagia.

'Tidak ada orang disini kan.' Batin Kyuhyun yang melirik kanan dan kirinya. Merasa keadaan sudah aman, Kyuhyun perlahan mengulurkan kedua tangannya ke pundak Yesung. Terlihat Kyuhyun sedikit gugup hanya untuk memeluk Yesung namun masih bisa ia tutupi dengan poker face-nya.

Greeb…Kyuhyun berhasil memeluk Yesung bahkan dirinya semakin menenggelamkan tubuh mungil Yesung untuk semakin masuk ke dalam dekapannya.

Dheg…Dheg…Dheg, kedua jantung Kyuhyun dan Yesung kini berdebar cepat secara bersamaan. Efek dari mereka berpelukan membuat kedua pipi Kyuhyun dan Yesung diam – diam merona, ada perasaan senang, bahagia, nyaman dan juga malu dalam satu waktu.

SYUUT…

BRAAAK…Dan tanpa diduga pesawat khusus yang membawa Gundam dari pusat Seoul menurunkan Bumble tepat disamping dua sejoli itu hingga lapisan terluar bumi yaitu tanah bergetar hebat namun tidak mengalami kehancuran parah.

"Yak! Sialan kauu!." Teriak Kyuhyun memarahi awak pesawat yang main kabur saja tanpa meminta maaf padanya.

"Puuft….hahahaha." Kali ini Yesung tertawa melihat Kyuhyun marah – marah dengan wajah memerah malu.

.

.

Ccrassh….

Crassh…Dengan menggunakan pedang logam Varanium, Yesung yang saat ini berada didalam Humanoid miliknya mulai menebas satu persatu monster virtual Gastrea yang muncul dari berbagai arah.

Virtual Monster Gastrea adalah suatu teknologi yang berhasil diciptakan oleh pemerintah KorSel yang digunakan untuk melatih pasukan militer dalam melawan monster sebelum membunuh yang asli. Untuk membuat virtual monster Gastrea memerlukan ruangan luas yang bisa dijadikan tempat simulasi yang dapat disesuaikan oleh si pemogram. Dimana dalam ruang virtual tersebut si pemogram bisa men-setting tempat, bentuk monster serta jumlahnya yang bisa dilawan seperti aslinya dan saat ini Kyuhyun sedang mengaktifkan virtual Monster Gastrea untuk melatih Yesung.

==My Lord, ada pegerakan arah jam 4 dan 7==

"Okey!." Dengan semangat Yesung membalikkan badanya ke belakang dengan kecepatan tinggi lalu menebas dua monster Gastrea hanya dalam waktu 5 detik.

("Yesung kau bisa melihat ku ?.")

"Yes Captain." Jawab Yesung disela bertarung melawan monster Gastrea melalui layar monitor didepannya.

("Aku akan menambahkan jumlah monsternya menjadi sepuluh kali lipat, aku ingin melihat seberapa banyak monster yang berhasil kau bunuh dalam waktu 1 jam.")

"Dimengerti Captain." Wuush…Sesuai dengan perkataan Kyuhyun, Yesung melesatkan Gundam miliknya kearah sekumpulan virtual monster Gastrea yang baru saja dimunculkan oleh Kyuhyun.

"Seharunya Yesung bisa lebih cepat dari ini dan juga dia terlalu bergantung pada senjata pendukung (pedang) padahal dia bisa memanfaatkan Nano Particle dari tubuh Turn – X." Seru Kyuhyun yang saat ini berada diluar arena sibuk memperhatikan layar Tab yang ada ditangannya. Dilayar Tab seluruh informasi mengenai Yesung selama didalam ruang simulasi terlihat jelas dan detail, dengan informasi seperti ini Kyuhyun bisa melihat perbandingan dari masing – masing kekuatan yang Turn-X miliki yaitu dimanakah dirinya lebih menonjol dan berpeluang besar dalam menghabisi Gastrea, itulah yang ingin Kyuhyun temukan.

==Death Shining adalah sebuah cahaya yang sengaja dipancarkan dari tubuh Turn-X untuk menghentikan pergerakan makhluk hidup disekitarnya dan untuk robot seperti kami cahaya itu dianggap sebagai Virus yang bisa saja merusak system internal kami, beruntung kami memiliki program pembatalan/penghentian virus (ABORT) yang secara otomatis akan Booting dan Restart dengan sendirinya sebagai bentuk perlindungan diri==

Sejenak perkataan Spark teringat didalam benak Kyuhyun, jika yang dikatakan Spark itu benar maka satu – satunya kesempatan Yesung untuk menang melawan induk monster Gastrea adalah menggunakan Death Shining.

("Yesung, coba kau aktifkan Death Shining mu untuk menghabisi Gastrea itu ?.")

"Huh ?." Dengus Yesung ketika mendengar perintah Kyuhyun.

("Cepat lakukan!.")

"Ba-baik!." Yesung pun mulai mengaktifkan Death Shining miliknya, perlahan dari tubuh Bumble muncul pancaran cahaya berwarna emas yang semakin lama semakin kuat dan…

ZIIING….Seluruh virtual monster Gastrea diam seperti patung ditempatnya.

"Untuk melakukan Death Shining Yesung memerlukan proses waktu sekitar 20 detik." Gumam Kyuhyun yang langsung mencatatnya didalam sebuah buku lalu memperhatikan jam arlojinya kembali.

"Ca-captain…mereka tidak bergerak, haruskah aku membunuh mereka ?."

("Tidak, kau diam saja di dalam sana.") Dahi Yesung menggerut mendengar ucapan Kyuhyun, sebenarnya latihan macam apa yang sedang Yesung lakukan, sebentar – sebentar ia menyuruhnya menyerang dan sekarang menyuruhnya diam.

GROOAAH….Dan tidak lama Virtual Monster Gastrea kembali bergerak dan menyerang Yesung secara tiba –tiba.

"Gyaaa…"

DUAAGH….Yesung langsung terpental membentur dinding, gara – gara Kyuhyun menyuruhnya diam Yesung yang dalam keadaan tidak siap mendapatkan serangan telak.

"Heem…mereka berhenti selama 60 detik dan untuk melakukan Death Shining Yesung memerlukan tenaga sebesar 30% untuk sekali pakai. Jadi jika kondisi Yesung dalam keadaan prima dia bisa menggunakan setidaknya 3 kali Death Shining. Tapi lain lagi jika dia menggunakan Mobile suit Armor kekuatannya akan bertambah 200% berarti Yesung bisa menggunakan Death Shining 10 kali lipat lebih banyak." Gumam Kyuhyun sembari sibuk mencatat informasi mengenai Yesung didalam bukunya lagi tanpa peduli akan nasib Yesung yang masih didalam ruangan simulasi. Jika sudah bekerja Kyuhyun akan lupa dengan segalanya.

"Argh!." Dheg…Mendengar teriakan melalui alat telekomunikasi antara dirinya dengan Yesung, Kyuhyun yang sedang sibuk pun langsung teralihkan.

("Yesung kau mendengarku! Apa yang terjadi ?!.") Panik, khawatir dan gelisah itulah yang sedang Kyuhyun rasakan saat ini.

("Yesung kau mendengar ku, hallo ?! Jawab aku!.") Berkali – kali Kyuhyun memanggil nama Yesung namun tidak juga dijawab olehnya. Dengan segera Kyuhyun meng-off kan ruangan simulasinya dan cahaya berwarna merah yang mengelilingi area gedung reruntuhan seketika menghilang dan terlihat Gundam milik Yesung tidak mengalami kerusakan apapun, lalu kenapa Yesung berteriak kesakitan.

"Sial!." Umpat Kyuhyun yang terpaksa harus memanjat tubuh Humanoid Gundam setinggi 7 meter didepannya ini untuk membuka mesin kemudi Yesung secara manual. Sesampainya diatas bahu Turn – X, Kyuhyun langsung menekan tombol merah dimana tombol itu adalah tombol darurat ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya saja seorang pilot Gundam meninggal dalam pertempuran sehingga tidak bisa menekan tombol – open – dari dalam.

PESSSSS…..Sebuah pintu yang letaknya dibagian leher belakang Turn – X terbuka, tanpa membuang waktu Kyuhyun masuk ke dalam dan menemukan Yesung dikursi kemudi dalam keadaan demam dengan nafas terenggah – enggah seperti sulit bernafas.

.

.

"Komandan aku sudah mengirimkan hasilnya. Aku ingin kau melihat dan mendisukusikanya kepada Professor Yunho."

"….."

"Komandan, bolehkah aku minta tolong padamu."

"….."

"Tolong minta pada Professor Yunho untuk menganalisa apakah ada efek samping yang berbahaya bagi Yesung jika ia menggunakan Death Shining lebih dari 3 kali."

"….."

"Tidak, hanya saja ketika ia selesai menggunakan Death Shining tidak lama ia menjadi demam."

"….."

"Demamnya sudah turun. Aku akan menjaganya, bukankah aku sudah mengatakannya padamu bahwa apapun yang terjadi pada Yesung, dia adalah tanggung jawab ku."

"….."

"Arraseo Komandan, gomawo."

PIIIP….Percakapan Kyuhyun dengan Donghae melalui telefon kini terputus, sejenak Kyuhyun menghela nafasnya kembali dan memandang langit malam melalui jendela kamar milkinya, kondisi Yesung yang lemah sehabis menggunakan Death Shining membuat Kyuhyun benar – benar sangat panik. Namun itu hanya sesaat karena rasa panik dan khawatir Kyuhyun berganti menjadi…

DRAAAAP….

DRAAAP….

"Yak…Berhenti! Kalian tidak akan bisa lari dariku!." Teriak sosok pria bertubuh mungil sembari berlari – larian dilorong koridor depan kamar.

DRAAAAP….

DRAAAP….Sekali lagi pria mungil tersebut berlari dilorong koridor hingga membuat Kyuhyun yang sudah lama menahan emosinya kini dengan perasaan jengkel membuka pintu kamarnya dan…..

"YESUUUNG BERHENTI BERLARIAN DI KORIDOR!." Dheg…seketika Yesung langsung mematung ditempat.

"DAN KALIAN SEMUA PERGI TIDUR SEKARANG!."

"Hueee….Kyuhyun Hyung seram." Teriak seluruh anak panti yang langsung kabur detik itu juga dan masuk ke dalam kamar masing – masing.

"Tsk! Bodoh…Kau itu baru sembuh dari demam tapi sudah berlarian kesana – kemari, idiot!." Teriak Kyuhyun pada Yesung yang saat ini sedang bersimpuh dilantai sebagai permohonan ampunannya.

"Mianhaeyo."

"Bersihkan kamar ini! Aku ingin mandi!." BRAAAK…Kyuhyun keluar dari kamarnya dengan membanting pintu sekeras mungkin sebagai pelampiasan dirinya yang kesal pada Yesung, tidak tahukan ia bahwa Kyuhyun sangat khawatir padanya.

"Lagi – lagi aku membuat Captain marah. Haaaa…jika begini terus, bisa – bisa Captain akan cepat tua." Gumam Yesung sembari membereskan ranjang yang akan ditiduri Kyuhyun nanti, pertama Yesung merapikan bantal lalu selimut dan terakhir menyingkirkan tas bawaan milik Kyuhyun dikasur untuk diletakkan dimeja.

GLUDUUNG...Yesung yang ceroboh tidak tahu bahwa tas milik Kyuhyun sedikit terbuka sehingga sebuah botol plastik berwarna merah terjatuh ke bawah kasur. Tidak ingin mendapatkan masalah, dengan segera Yesung mengambil botol tersebut dari kolong kasur sebelum Kyuhyun memarahinya lagi. Sudah cukup hari ini dirinya dimaki – maki olehnya, tapi bukan Yesung namanya jika ia tidak memiliki rasa penasaran akan isi botol tersebut, terlebih barang milik Kyuhyun.

PLUUK….

"Permen ? sejak kapan Captain menyukai permen ?." Gumam Yesung yang ternyata isi botol tersebut adalah permen dengan aneka warna. Diendusnya permen tersebut untuk menyakinkan dirinya bahkan Yesung sedikit menjilatnya dan rasanya memang manis seperti permen.

"Jika aku mengambil satu, Captain tidak akan tahu kan hehehe." Dengan perasaan senang Yesung mengambil satu permen dari botol tersebut dan bersamaan dengan Yesung ingin memakan permennya sebuah pesan suara masuk ke ponsel milik Kyuhyun yang secara otomatis akan langsung terputar.

/Captaaaain! Aku benar – benar minta maaf! Botol obat yang ku berikan padamu itu salah! My god…kau pasti akan membunuh ku! Jadi sebelum itu terjadi, jangan memakannya! Ingat Jangan! karena itu berisi obat perangsang!/

Gleg…Bersamaan dengan ucapan terakhir Kris, obat yang Yesung anggap permen kini sudah tertelan dan masuk ke dalam perutnya.

"O-obat perangsang." CEKLEK…Dan diwaktu yang sama pula Kyuhyun masuk ke dalam kamarnya lagi dengan kondisi hanya memakai celana training olahraga panjang saja tanpa memakai baju.

"Apa yang kau sedang lakukan ?."

"Ca-captain…" Panggil Yesung dengan wajah pucat dan penuh rasa takut.

"Botol apa yang sedang kau pegang itu ?."

"I-ini obat perangsang."

"Uhuk…uhuk…" Kyuhyun terbatuk dan wajahnya kini sudah merah merona malu. Bagaimana bisa Yesung mengatakan hal menjijikan semacam itu padanya secara tiba – tiba begini, pikir Kyuhyun.

"Darimana kau men-.."

"Aku tidak sengaja menjatuhkan obat ini dari tas mu Captain, ku pikir ini permen. Tapi kata Kris gege isinya obat perangsang dan aku ingin bertanya padamu Captain, apakah obat itu berbahaya ? karena aku baru saja meminumnya." Cerocos Yesung dengan polosnya dan detik itu juga Kyuhyun memegang leher belakang Yesung lalu merundukkan kepalanya ke bawah.

"Cepat muntahkan! Ayo muntahkan obat itu sekarang juga!."

"Urrgh…!Sakithh…." Bukannya muntah Yesung malah kesakitan akibat cengkraman Kyuhyun.

"Sial!." Umpatnya yang kini merasa kesal karena tidak berhasil mengeluarkan obat dari dalam tubuh Yesung. Apa yang harus Kyuhyun lakukan agar obat dalam tubuh Yesung tidak bereaksi. Kyuhyun benar – benar bingung sekarang.

'Ayolah berpikir dengan cepat, jika tidak ini akan gawat.' Batin Kyuhyun mulai panic sendiri.

"Tunggu, ku dengar susu bisa menetralkan obat. Jika kau minum susu, maka obat itu tidak akan bereaksi kan ?!."

"Mu-mungkin."

"Kau tunggu disini jangan kemana – mana! aku akan mengambilkan mu susu." Wuush…Kyuhyun melesat ke dapur detik itu juga untuk mengambil segelas susu. Tapi tidak lama setelah Kyuhyun pergi, ternyata obat perangsang yang Yesung minum mulai menunjukkan reaksinya.

"Sshh…kenapa aku merasa gerah padahal jendela kamar terbuka." Leguhnya mengibas – ngibaskan tangan ke lehernya sendiri.

.

.

BLAAM….setelah menutup pintu kamar, Kyuhyun yang baru saja kembali dari dapur ingin membalikkan tubuhnya sudah lebih dulu dihadang oleh wajah memerah Yesung.

"Ye-Yesung…"

"Captainhh…." Kyuhyun disambut dengan sebuah desahan dari Yesung yang sudah tidak kuat menahan gejolak tubuhnya. Yesung benar – benar tidak mengerti apa yang terjadi pada tubuhnya, yang Yesung tahu sekarang dirinya kepanasan dan rasanya ingin menyentuh bagian atas Kyuhyun yang ter-ekspos itu.

"Caphhtain…kau tahu, aku sangat…sangat menyukai muuhh..Ah…bukan, tapi sangat mencintai muu~." PRAANG…Gelas berisi susu terlepas dari tangan Kyuhyun ketika Yesung mulai memainkan jari – jari mungilnya di dada bidang miliknya. Jika Yesung dalam kondisi sadar mungkin dia akan terjun ke jurang atau menyembah kaki Kyuhyun habis – habisan karena Yesung sangat menghormati kekasihnya ini.

BRUUKH…Refleks Kyuhyun mendorong tubuh Yesung hingga ia tersungkur ke lantai.

"Beraninya kau menyen-…"

"Ummhh~…bermain kasar pun aku sukaa~." Dheg…Bukannya sadar Yesung malah semakin parah menggoda Kyuhyun, rancauan dan tingkah Yesung saat ini seperti orang mabuk.

TAP….

TAP…Sambil menatap Kyuhyun sayup dan wajah memerah, Yesung mulai berjalan merangkak seperti bayi untuk mendekati Kyuhyun yang sedang menjaga jarak dengannya.

"Ja-Jangan mendekat! Tetap disana Yesung!."

"Tidak mauu~, Capthaain mmhh…" Melihat Yesung semakin mendekat, Kyuhyun langsung menahan kening Yesung dengan kaki panjangnya, sungguh perlakuan yang tidak baik pada kekasihnya, Ckckck.

"Hello Capt…"

"KEPARAAT! BAGAIMANA BISA KAU MEMBERIKAN KU OBAT PERANGSANG, NAGA BODOH!." Teriak kyuhyun untuk Kris yang berada disebrang line telefon. Jika Kris ada dihadapannya sekarang mungkin detik itu juga Kyuhyun akan melemparnya ke mulut monster Gastrea.

"Ka-kau sudah meminumnya Captain ?."

"BUKAN AKU TAPI YE-…Ughhh..." Leguh Kyuhyun ketika kakinya terasa geli. Dengan tatapan horror Kyuhyun melirik kakinya yang ia gunakan untuk menahan Yesung dan betapa kagetnya Kyuhyun saat melihat Yesung sedang menjilat jari kakinya seduktif.

"Yesung yang minum! Sekarang beritahu aku bagaimana caranya agar dia tidak…tidak, yaish! Jangan tertawa!." Marah Kyuhyun yang mendengar Kris seperti sedang menertawakan dirinya disebrang line sana. Tidak tahukah Kris bahwa Kyuhyun saat ini sedang frustasi, panik dan tidak tahu harus melakukan apa kepada Yesung yang terlihat sangat….sangat….err…liar.

"Aku akan memberitahumu cara menghadapi Yesung yang saat ini sedang terangsang, jadi dengarkan aku baik – baik Captain…." Smirk Kyuhyun pun keluar sesaat setelah mendengarkan penjelasan temannya. Entah apa yang sudah Kris katakan pada Kyuhyun, yang jelas ucapan Kris selalu berhasil menghasutnya. Setelah sambungan telefon mereka terputus, Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke Yesung yang saat ini sedang dipengaruhi oleh obat perangsang.

"Kau menyukainya eum ?." Tanya Kyuhyun pada Yesung yang sibuk menjilat – jilat kakinya seperti hewan peliharaan.

BRAAAT…Kyuhyun menjambak rambut Yesung lalu mendekatkan wajahnya ke daerah selangkangan miliknya. Raut wajah panik Kyuhyun kini sudah berganti dengan wajah seringai iblisnya, sambil ber-smirk Kyuhyun memandangi tubuh Yesung yang menggeliat – ngeliat resah akibat efek obat perangsang.

"Jika kau sangat menyukai kegiatan menjilat, jilat saja ini." Ucap Kyuhyun setelah menggeluarkan junior miliknya dari celana training olahraganya.

"Nghhh…" Yesung yang dipengaruhi obat perangsang tentu saja mengangguk patuh dan melakukan hal yang diminta oleh Kyuhyun. Bagaikan seorang anak kecil, Yesung mulai menjilat junior Kyuhyun penuh nafsu dan nikmat seperti sebuah permen yang dulu ketika kecil sangat ia sukai. Walaupun Yesung masih pemula dalam hal sex, tidak menutup kemungkinan kegiatan yang Yesung lakukan membuat Kyuhyun yang masih pemula juga dalam sex cepat bergairah.

"Shh! Damnh!." Leguh Kyuhyun yang merasakan nikmat luar biasa pada junior miliknya yang saat ini sedang dikulum oleh Yesung, untuk pertama kalinya Kyuhyun merasakan sensasi seperti ini. Jika rasanya senikmat ini, Kyuhyun jadi menyesal dulu terlalu fokus pada kewajibannya sebagai prajurit. Seharusnya dulu ia mengikuti pergaulan Kris yang bersenang – senang di dunia yang kejam ini.

Slurrph….Dengan wajah polos dan lugunya, Yesung yang sedang sibuk menggulum miliknya membuat Kyuhyun hanya bisa mengigit bibir bawahnya sebagai pelampiasan betapa sexy-nya bocah didepannya itu.

"Haah….Haah." Nafas Kyuhyun kini mulai berat dan junior miliknya juga semakin besar serta menegang sehingga Yesung mengalami sedikit kesulitan dalam mengulumnya dan itu membuat Yesung semakin terlihat err…menggairahkan.

"Jangan pernah menyesali ini, Yesung."

"Nnhh." Hanya leguhan yang dapat Yesung berikan pada Kyuhyun sebagai jawaban. Tubuh dan pikiran Yesung saat ini seperti melayang entah kemana, apapun yang Kyuhyun perintahkan akan Yesung lakukan tanpa terkecuali.

"Let's play."

.

.

"Aahh…aaahh…."

Kriit…

Krrit…decitan ranjang dan desahan suara saling bersahutan satu sama lain. Decitan yang menandakan betapa kasarnya permainan dua insan yang saat ini sedang melakukan hubungan intim diatas ranjang, lalu desahan yang menandakan betapa nikmatnya rasa yang ia dapat dari sang pemimpin permainan, benar – benar membuat seorang anak remaja berusia 18 tahun harus melepaskan keperjakaannya kepada seorang pria berusia 28 tahun karena obat perangsang yang ia minum tanpa sengaja.

"Agghh…" Sekali lagi junior milik Kyuhyun yang saat ini sedang in – out didalam hole Yesung menyentuh G-spot miliknya.

"Capt…thainh…" Rintih Yesung dengan ekpressi wajah yang begitu menggiurkan. Wajah merah, nafas yang terenggah – enggah lalu mata sayu namun tetap memancarkan keteduhan didalamnya terus memandangi sosok Kyuhyun yang saat ini berada diatas tubuhnya, sang Captain yang menyadari hal itu disela kegiatannya hanya bisa tersenyum simpul.

"Capt..mmhh…" Kyuhyun membungkam bibir Yesung dengan sebuah ciuman, ciuman yang sangat lembut, manis, hangat dan juga panas akibat tubuh mereka berdua yang semakin intim bergesekan hingga membuat suhu tubuh semakin naik.

"Nnnh..." Tanpa memutuskan ciumannya Kyuhyun terus menerobos lubang milik Yesung hingga ia mencapai titik terendahnya untuk menahan cairan miliknya keluar dan tumpah didalam Yesung. Kyuhyun sudah tidak bisa menahan dirinya lagi, namun sebelum dirinya klimaks ada satu hal yang ingin Kyuhyun sampaikan kepada kekasih kecilnya ini.

"Aku nnhh….mencintai mu akhhh...Yesung." Bersamaan dengan bisikan cintanya, Kyuhyun menyemburkan cairan miliknya ke dalam tubuh Yesung hingga Yesung yang dipengaruhi oleh obat perangsang dan kenikmatan yang ia rasakan saat ini tidak akan bisa mengingat ucapan Kyuhyun itu. Kyuhyun benar – benar pandai dalam mengungkapkan perasaannya, seandainya Yesung mendengar ucapan Kyuhyun barusan sudah dipastikan termometer kadar kebahagiaan Yesung akan jebol.

'Kenapa ? kenapa kepala ku terasa pusing, tubuh ku panas dan sakit. Rasanya tubuh ku seperti remuk tapi entah kenapa aku merasa sangat bahagia.' Batin Yesung yang kondisinya masih nge-Fly dan tanpa sadar Yesung tersenyum hingga ia jatuh tertidur tepat setelah Kyuhyun menyemburkan cairannya lima menit lalu.

"Kau sangat cantik dan manis, Yesung." Seru Kyuhyun melihat Yesung jatuh tertidur dengan sebuah senyuman diwajahnya. Perlahan Kyuhyun menggeluarkan junior miliknya dari lubang milik Yesung dan menyelimuti tubuh sang kekasih dengan selimut tebal agar tidak masuk angin.

"Haaa…kau sudah melewati batasan mu Cho Kyuhyun." Gumam Kyuhyun yang tidak menyangka bahwa ia akan melakukan sex bersama Yesung dengan cara seperti ini. Dipengaruhi oleh obat perangsang benar – benar cara tidak adil bagi Yesung dan tidak gentle bagi Kyuhyun. Rasanya Kyuhyun seperti pria brengsek yang mengambil keutungan dari seorang bocah polos nan lugu ini.

"Apa yang akan ku katakan pada dirinya saat ia bangun nanti, Yaish!." Frustasi Kyuhyun yang bingung harus menjelaskan bagaimana pada Yesung jika ia sadar dan terbangun dalam kondisi telanjang dan sudah tidak perjaka lagi.

"Ini semua gara – gara naga bodoh itu! Kenapa aku gampang sekali terhasut oleh kalimatnya!." Runtuk Kyuhyun yang malah menyalahkan Kris setelah apa yang terjadi pada dirinya dan Yesung.

"Tunggu! Haruskah aku memakaikan kembali pakaian Yesung dan bertingkah seolah – olah tidak terjadi sesuatu ? Aish….itu namanya kau seorang pengecut Cho Kyuhyun! Kau bukan seorang pengecut, ingat itu! Kau adalah seorang Captain!." Rancau Kyuhyun dan sejenak melirik Yesung yang sedang tertidur pulas diranjang.

"Apapun yang terjadi, aku harus menjelaskan padanya besok pagi. Mungkin dia akan membenci ku, tapi dia tidak mungkin membenci ku. Jadi mungkin dia akan menampar ku tapi dia kan tidak berani, atau mungkin dia akan menangis tersedu – sedu ? ahh….itu akan menjadi masalah untuk ku jika dia menangis, Haaaa…memusingkan!." Akhirnya Kyuhyun menyerah dengan pikiran ngawurnya yang sudah terlalu jauh, kepalanya yang jenius ini sudah berdenyut – denyut menandakan betapa riwetnya isi otak Kyuhyun memikirkan reaksi Yesung besok pagi. Ternyata dibalik topeng seorang Captain Cho Kyuhyun yang terkenal dengan sikap arrogant-Nya adalah pria pemalu, polos dan memikirkan perasaan orang lain.

Bagaimana Kyuhyun akan menjelaskan semua yang terjadi pada Yesung ? dan bagaimana Yesung menjelaskan kepada Kyuhyun tentang Kira yang telah menjadi anaknya ?

Bisakah Kyuhyun menerima Kira sebagai anaknya juga ? dan bisakah Kira menerima Kyuhyun sebagai Ayahnya ? semua akan terjawab di Next Chap~

.

TBC

.


Author Note :

Hello…Saya kembali dengan membawa lanjutan FF ini ._.)v

Masih adakah yang menunggu ? hem…

*Liat kalender*

Terakhir update bulan Juni sekarang udah September (/-\) hahahaha ternyata lama juga ya XD

Semoga dengan di update-Nya ini FF terbayar dengan lamanya jangka waktu publish, tanpa banyak omong saya hanya ingin mengucapkan Terima Kasih banyak bagi yang sudah setia menunggu dan memberikan Review (kritik, saran, masukan serta semangat 3 )

Entah kali ini alur cerita kecepetan atau tidak, semoga ga ada lagi pembaca yang bingung karena saya sudah menulis lebih mendetail lagi, hahaha

Tapi kalau masih ada yang membingungkan jangan ragu buat bilang ya :D


BIG THANKS TO :

Rynsapphireblue | zysha | Harpaairiry | Kim YeHyun | Jihyunelf | Maycahayu |Hye. Kyu. Sung134 | Bikuta-chann | Shitao47 | Jy | Leethakim | Kyusung | Cici803 | Kim Rose | cc | Oryza. Naranatha | Deewokyu | Alfiana1186 | Hani | Kyusung Shipper | KyusungPolarise | Ayakyusung134 | 123 | PrinceRathena | Flink Elf | GC3224 | Nur Clouds | Jenny | Ayou MoeMoeKyusung | Margareth Liem | GaemCloudOkta | Divaariendita11 | Lydiasimatupang2301 | Reny. Rhey | PeanutYesung | PreciousPanda | Sariputri383 | Name TatyClods | Vesta788 | Opi Okta | Ressalini | ForKyusung | CloudSparkyuLove |Virgos99 | Clarissa Kim | PursitiTejawati | DreamHigh3424 | Devina4880 Kim Woonhe | Ellie Miminzs | Olla | Ismaneli | RikaRika | CloudsELFnutti | Yskh. Com | Guest


Psssst!

-Preview Next Chap-

"Majulah dan bertarunglah sekuat tenaga."

"Kau tidak mampu membunuh teman mu sendiri, lalu bagaimana dengan mereka berdua ?."

"Lihatlah, Captain Cho harus melawan orang yang ia cintai lalu Kira harus melawan cloning Ibunya sendiri. Mereka berdua tetap bertarung dan bahkan tidak ragu untuk membunuh Yesung."

"Menjadi musuh kami atau teman kami, hanya itu pilihan mu."

"Jangan meragukan Gundam mu sendiri, karena dia juga memiliki perasaan untuk melindungi pilotnya."


See You Next Story.

Sehat selalu untuk reader^^

Author

-Kimmie-

Jangan lupa kritik, saran dan komentarnya.