Tittle : Captain, I Love You
Author : Kim Kyusung (Kimmie)
Genre:
Fantasy, Romance, Slice Of Life, Sci-fi.
Pairing :
KyuSung (Kyuhyun Yesung)
Cast :
Kyuhyun, Yesung, Kira Yamato, Donghae, Yunho, Henry, Kris, Tao.
Disclaimer:
Cast milik Tuhan, Orang tua, Fans cerita ini milik saya.
Rating: 18
(Mengandung adegan dewasa, kekerasan, kejahatan dan lain – lain).
Warning:
Yaoi (Boy X Boy), M-preg, Yesung uke! Crack Pair!
FF ini berkonsep Anime:
Gundam by Yoshiyuki Tomino.
Black Bullet by Shiden Kanzaki
Shingenki No Kyojin/Attack On Titan by Hajime Isayama
Captain, I Love You.
KimKyusung (kimmie)
2018
Please don't copy paste without permission.
Summary
Korea Selatan berada diambang kepunahan! Sekelompok monster Gastrea menyerang KorSel dan Yesung bersumpah akan membunuh semua monster yang ada, hingga kemudian ia masuk ke dalam organisasi khusus Gundam, dimana disana ia bertemu dengan Captain Kyuhyun sang pemilik Humanoid terkuat tampan "Setiap kau melakukan kesalahan. Maka, aku akan menghukum mu." Smirk Kyuhyun.
.
.
[Preview Chapter 3]
Serangan tiba – tiba yang terjadi pada Captain Cho dikota Daegu beberapa waktu lalu, dimana saat itu dirinya telah diserang secara brutal oleh sekelompok makhluk Gastrea membuat Gundam miliknya hancur parah. Team mekanik mesin terbaik pun dikerahkan untuk menangani Gundam milik Captain Cho dan membutuh waktu yang sangat lama untuk mereka bisa memperbaiki Spark mengingat kerusakan yang diterima Spark masuk dalam kategori serius, selain masalah fisik ternyata banyak mesin bagian internal Spark error. Beruntung sang pilot yaitu Cho Kyuhyun tidak mengalami luka fatal, Kyuhyun hanya mengalami luka ringan dibagian pelipis matanya dan goresan saja.
Namun berkat serangan tersebut, Kyuhyun beserta organisasi militer kesatuan pasukan Gundam jadi mendapatkan informasi penting mengenai dimana letak induk monster Gastrea selama ini bersembunyi, dalam waktu 30 hari kedepan tingkat keamanan Korea Selatan khususnya daerah pusat yang selalu berada disiaga 1 (aman) akan berubah menjadi siaga 4 (sangat darurat) yang berarti Korea Selatan akan berada diujung tanduk antara umat manusia akan tetap ada atau umat manusia akan punah karena dijadikan makanan monster Gastrea. Apapun hasilnya, seluruh pasukan militer dan bahkan warga kota akan berjuang bersama – sama untuk melawannya.
Disaat keadaan Korea Selatan sedang sibuk mempersiapkan segala hal untuk perang, Captain Kyuhyun sudah menyadari perasaannya selama ini terhadap Yesung, walaupun tidak mengatakannya secara langsung tapi Yesung tahu bahwa sang Captain memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Walaupun saling mengetahui perasaannya masing – masing, hubungan mereka berdua tidak seperti pasangan pada umumnya.
Kyuhyun yang cuek, acuh dan tidak peka sedangkan Yesung yang tidak mempermasalahkan sifat Kyuhyun asalkan ia terus bersamanya membuat Kris tidak tahan untuk membuat kemajuan dalam hubungan mereka berdua agar tidak terasa hambar seperti sayur tanpa garam.
Tuhan pun mendukung niat baik Kris hingga terjadilah sebuah insiden yang tidak terduga, dimana Yesung tanpa sengaja meminum sebuah obat perangsang yang ada didalam tas Kyuhyun yang diberikan oleh Kris dan efek dari obat perangsang tersebut tidak bisa dihindari oleh Kyuhyun dan detik itu juga hubungan mereka berdua telah maju ke tahap yang lebih berani.
Captain, I Love You.
Chapter 4
Part 1
"Haaa…kau sudah melewati batasan mu Cho Kyuhyun." Gumam Kyuhyun yang tidak menyangka bahwa ia baru saja melakukan hubungan sex bersama Yesung dengan cara seperti ini, dimana dirinya telah dipengaruhi oleh obat perangsang dan itu benar – benar cara tidak adil bagi Yesung dan juga tidak gentle bagi Kyuhyun. Rasanya Kyuhyun seperti pria brengsek yang mengambil keutungan dari seorang bocah polos dan lugu.
"Apa yang akan ku katakan pada dirinya saat ia bangun nanti, Yaish!." Kini Kyuhyun mulai merasa gelisah, frustasi dan juga bingung untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi pada Yesung jika ia sadar nanti dalam kondisi telanjang dan tidak perjaka lagi.
"Ini semua gara – gara naga bodoh itu! Kenapa aku gampang sekali terhasut oleh kalimatnya!." Runtuk Kyuhyun sambil menjambak rambutnya sendiri, Kyuhyun benar – benar tidak tahu harus melakukan apa sekarang hingga ia menyalahkan Kris dengan apa yang sudah terjadi pada dirinya dan Yesung.
"Tapi..." Kyuhyun menggantungkan kalimatnya dan sejenak melirik pria yang ada disamping sisi ranjanganya.
"Tubuhnya benar – benar indah." Sambung Kyuhyun kembali memperhatikan bentuk tubuh Yesung yang masih tertidur dalam keadaan full naked.
Tubuh Yesung benar – benar mulus, bersih dan putih bagaikan butiran salju yang turun setiap musim dingin, tidak ada bekas luka sedikit pun tertoreh disana bahkan bekas gigitan nyamuk pun tak ada, bukahkan itu aneh ? pikir Kyuhyun mengingat tugas seorang anggota militer itu tidak jauh dari berkelahi, berperang dan lainnya yang berhubungan dengan luka tapi lihatlah tubuh Yesung bagaikan seorang pria yang selalu dikurung disebuah istana kerajaan, tidak ada cacat sama sekali.
"Haruskah aku memakaikan Yesung pakaian dan bertingkah seolah – olah tidak terjadi sesuatu ? Aish….itu namanya kau seorang pengecut Cho Kyuhyun! Kau bukan seorang pengecut, ingat itu! Kau adalah seorang Captain!." Ucap Kyuhyun yang tidak menemukan solusi untuk masalahnya kali ini.
"Apapun yang terjadi, aku harus menjelaskannya. Mungkin dia akan membenciku, tapi dia tidak mungkin membenciku. Jadi mungkin dia akan menamparku, tapi dia tidak akan berani atau mungkin dia akan menangis tersedu – sedu ? ahh….itu akan menjadi masalah untukku jika dia menangis, Haaaa…memusingkan!." Akhirnya Kyuhyun menyerah dengan pikiran yang ngawur karena sudah terlalu jauh menganalisis reaksi Yesung, kepalanya yang jenius ini sudah berdenyut – denyut menandakan betapa riwetnya isi otak Kyuhyun.
Jika diibaratkan sebuah komputer otak Kyuhyun ini bisa dibilang sangat cepat dalam menganalisa dan mengambil keputusan mengingat sudah banyak pengalaman yang ia dapatkan di medan tempur tapi jika sudah menyangkut masalah pribadi jangan harap, Kyuhyun akan menjadi orang terbodoh di dunia.
.
.
.
Ciiiit...
Ciiiit...Suara cuitan dari burung – burung kecil yang sedang bertengger diatas sebuah dahan pohon terdengar saling bersahutan satu sama lain seperti sedang membicarakan sang matahari yang kini bersinar cerah sekali sehingga makhluk hidup dibumi menjadi hangat, tapi tidak untuk seorang pemuda yang bergeliat resah diatas ranjang karena baginya matahari itu menganggu tidur nyenyaknya, pemuda itu terganggu karena sinar matahari yang masuk dari jendela kamar mengenai matanya.
"Nnngh..." Perlahan kedua mata sipitnya mulai terbuka hingga menampilkan iris mata coklatnya yang begitu indah terbuka sepenuhnya, dengan kondisi masih setengah sadar pemuda mungil yang sering disapa Yesung ini mencoba untuk bangun dan bersandar dikepala ranjang dengan santainya tanpa merasakan apapun. Normalnya, jika seorang pria khususnya Bottom/UKE selesai bercinta dipastikan akan mengalami beberapa rasa sakit seperti badan pegal dan bagian bawah terasa nyeri, tapi Yesung tidak. Kenapa ? itu dikarenakan gen makhluk monster Gastrea yang ada didalam tubuh Yesung membuat luka dan rasa sakit dengan cepat dihilangkan.
"Huh ? kenapa aku telanjang ?." Tanya Yesung yang akhirnya sadar juga melihat tubuhnya sendiri tidak ada sehelai benang pun yang melekat dibadannya, bahkan ekspressi Yesung tidak terkejut sama sekali.
"Heemm….." Sambil duduk bersila diatas ranjang, Yesung yang masih dalam kondisi telanjang meggerutkan keningnya untuk mengingat kembali kegiatan apa yang ia lakukan semalam sampai dia berakhir telanjang dipagi harinya.
"Semalam aku membersihkan tempat tidur Captain, lalu aku memidahkan tas ransel Captain dan tidak sengaja aku menjatuhkan botol berisi permen karena penasaran aku memakannya, itu saja kan ?." Gumamnya yang bercerita sendiri sembari memutar video adegannya sendiri didalam imajinasinya.
"Tapi…setelah itu, apa lagi ? Aku merasa ada sesuatu yang ku lupakan." Sambung Yesung yang merasakan ada sesuatu yang penting namun ia tidak bisa mengingatnya. Selama mencoba mengingat hal penting tersebut, mata Yesung menatap segala penjuru ruangan, ada yang aneh dengan kamar yang ia tempati sekarang seperti bukan kamarnya, bukankah kamar Yesung tidak memiliki jendela.
"Mwoya! i-ini kan kamarnya Captain!." Dengan wajah panik dan keringat dingin yang keluar tanpa henti, Yesung beranjak dari kasur untuk memungut satu persatu pakaiannya yang tercecer dilantai dan ketika dirinya mengambil celana training miliknya yang ada diatas ranjang, Yesung merasakan seprai kasur telah basah dan sedikit lengket.
"Apakah aku mengompol ?." Kini raut wajahnya semakin horror bahkan Yesung sudah membayangkan bahwa Kyuhyun akan membunuh dirinya tanpa ampun jika tahu ranjangnya telah basah akibat ia ompoli, Yesung benar – benar tidak tahu apapun mengenai orang dewasa padahal jelas – jelas seprai basah dan lengket seperti itu bukan diakibatkan oleh air seninya melainkan sperma dirinya dan Kyuhyun yang tercampur akibat bercinta semalaman.
TOOK...TOOK...
"Yesung, kau sudah bangun ?." Mendengar suara barritone berat milik Kyuhyun yang ternyata sudah ada depan pintu kamar membuat Yesung semakin panik.
"Aku akan masuk." Seru Kyuhyun lagi diluar sana yang mood hari ini terdengar bagus. Lihat saja aura Captain sangat berseri dan hangat seperti musim semi, berbeda jauh sekali dengan Yesung yang wajahnya mengisyaratkan ketakutan karena ia masih belum mengerti dengan apa yang sudah terjadi kepada dirinya saat ini.
CEKLEEK...Sambil membawa nampan berisi segelas susu putih dan sepiring sandwichtuna serta setangkai bunga mawar liar hasil buruannya dari hutan belakang panti asuhan, Kyuhyun untuk pertama kalinya membawakan seseorang sarapan pagi ke kamarnya dengan manis seperti ini.
Banyak orang bahkan teman wanitanya sendiri ingin sekali diperhatikan oleh Captain Kyuhyun begitu istimewahnya dan beruntungnya perhatian yang diinginkan semua orang itu telah diberikan kepada satu orang saja yaitu Yesung namun Yesung malah mensia – siakannya. Kamar yang beberapa jam lalu masih Kyuhyun lihat ada sosok pemuda yang sedang tertidur manis diatas ranjangnya kini sudah tidak ada ditempatnya.
"Kemana Yesung pergi ?."
Brruuukh! Bersamaan dengan ucapan Kyuhyun, dari arah luar jendela terdengar suara benda jatuh cukup keras bahkan saking kerasnya beberapa burung kecil yang semula ada diatas dahan pohon langsung pergi berterbangan ke atas langit. Menyadari hilangnya Yesung dan suara benda jatuh dari jendela saling berhubungan, Kyuhyun pun mengecek dan benar saja dugaannya, ia melihat Yesung masih dalam keadaan full naked sedang berjongkok sembari menggusap pantatnya yang sakit akibat benturan.
"Yak! Apa yang kau lakukan!." Bulu kuduk Yesung langsung berdiri saat mendengar suara tinggi Kyuhyun diatas kepalanya. Perlahan namun pasti, Yesung mendongakkan kepalanya ke atas dan melihat sang Captain sedang menatap dirinya sangat tajam melebihi pedang Varanium. Yesung berani bersumpah tatapan mata Kyuhyun saat ini lebih menyeramkan dari pada tatapan mata monster Gastera yang sedang kelaparan.
"Gyaaa...Mianhae Captain!." Dengan kecepatan lari yang luar biasa, Yesung kabur menghilang dari pandangan Kyuhyun begitu saja.
"Bocah ituuu, tsk!." Gumam Kyuhyun yang moodnya kembali hancur detik itu juga, bunga mawar liar yang sengaja Kyuhyun cari dipagi buta tadi ia tatap dengan penuh rasa kesal. Padahal Kyuhyun bermaksud ingin mengatakan tentang kejadian semalam sembari memberikan kejutan manis untuk Yesung dengan memberikannya sebuah bunga karena kata Kris itu cara terbaik untuk mengambil hatinya agar tidak marah. Namun melihat Yesung, bocah liar yang entah bagaimana harus Kyuhyun urus malah kabur begitu saja meninggalkan kamar dengan cara meloncat dari jendela kamar, bukankah itu cara yang tidak elegan.
.
.
.
Seoul Laboratorium Center]
Pusat laboratorium Seoul merupakan tempat dimana seluruh robot Gundam dibuat dan diperbaiki serta semua hal tentang monster Gastrea diteliti. Disini para ilmuan dikumpulkan menjadi satu untuk membentuk sebuah team yang hebat, saking hebatnya mereka sudah menjadi orang – orang yang paling berpengaruhi di Korea Selatan melebihi para politik dan pemerintahan. Kenapa ? karena tanpa mereka umat manusia tidak akan bisa bertahan hidup hingga saat ini. Tapi, tahukah kalian bahwa ada satu ruangan khusus dan sangat rahasia disana, letak ruangan itu pun berada jauh didalam bawah gedung. Hanya ada beberapa orang saja yang bisa masuk ke sana, pertama orang yang memiliki ID card atau lisensi khusus dari presiden. Kedua, orang yang mengetahui kata sandi untuk keruangan tersebut seperti empat orang yang baru saja sampai di Loby Lab saat ini.
"Ada yang bisa saya bantu Komandan ?." Tanya pria bername tag Taemin dibelakang meja Loby. Pria berwajah cantik dengan rambut panjang sebahu berwarna blonde dan tubuh mungil berbalut seragam khusus staff Lab tersenyum manis menyambut tamunya, siapapun yang melihat senyuman itu pasti akan meleleh termasuk Komandan Donghae yang terkenal akan sikap tegasnya bisa sampai terpana selama 5 detik.
"Aku ingin….emm…begini…." Melihat sikap Komandan yang tiba – tiba saja menjadi kikuk dan salah tingkah. Kris, Tao dan juga Henry yang datang bersama Donghae menatap heran satu sama lain dibelakang tubuh sang Komandan. Kenapa sang Komandan menjadi bodoh seperti itu ? pikir mereka semua yang sedang bicara melalui tatapan mata dan ketika melihat telinga Donghae yang berubah menjadi merah akhirnya mereka mengerti.
"Ayolah Komandan cepat katakan, kenapa kau jadi malu – malu begitu." Seru Kris yang sedikit mengoda Donghae.
"Berisik!." Teriak Donghae yang tahu bahwa saat ini ia sedang diolok – olok oleh anak buahnya. Bukannya diam, Kris malah semakin menggoda Donghae. Ayolah, Jika dibandingkan dengan Kyuhyun, Kris itu lebih berani melawan Donghae jika menyangkut masalah percintaan.
"Jika Komandan tidak bisa, biar aku saja yang pergi bersama Tao dan Henry. Jadi, Komandan bisa disini lebih lama, benarkan ?."
"Ndeee..." Jawab Henry dan Tao berbarengan sambil menahan tawanya agar tidak meledak.
"Yak! kalau begitu kau saja yang katakan!." Pada akhirnya Donghae mundur, jujur saja ada dua alasan kenapa Donghae menjadi seperti ini; Pertama, dia memang salah tingkah di depan Taemin yang telah membuat hatinya berdebar – debar tidak karuan untuk pertama kalinya. Kedua, dia benar – benar tidak bisa mengucapkan kalimat yang menurutnya sangat menjijikan itu. Tolong garis bawahi kata menjijikan karena Donghae benar – benar jijik dan ingin muntah rasanya.
"Hahahaha, baiklah." Kris pun maju ke depan dan tersenyum ramah pada Taemin.
"Begini, kami ingin keruangan Professor Yunho yang terhormat berada."
"Ah...begitu. Baiklah, tunggu sebentar." Setelah mengkonfirmasi sesuatu didalam komputer miliknya dan bicara sebentar pada teman disampingnya, tidak lama Taemin keluar dari meja bundar Lobby.
"Silakan ikuti saya." Ucap Taemin ramah yang berjalan lebih dulu untuk memandu Donghae serta anak buahnya menuju lift.
"Cih, kata sandi itu menjijikan." Decis Donghae persis disamping Kris dengan raut wajah tidak sukanya.
"Hahaha, bukankah itu menarik Komandan." Balas Kris yang mengingat kembali kata sandi untuk menuju ruangan kerja Yunho yang mana kata sandinya adalahnya Professor Yunho yang terhormat' Itulah alasan Donghae enggan mengatakan kalimat yang ia rasa bukan kata sandi melainkan seperti dirinya sedang memuji Yunho.
Donghae itu tipe orang yang tidak pernah memuji seseorang kecuali orang itu memang bisa membuat dirinya kagum akan kehebatannya, Tunggu...bukankah Yunho itu sangat hebat ? bahkan dia adalah pencetus sekligus ketua dari organisasi Seoul Laboratorium Centertapi kenapa Donghae tidak mengakuinya ? alasannya mudah karena masalah pribadi, dimana setiap rapat jika Donghae memberikan pendapatnya Yunho akan selalu menyangahnya, itulah yang membuat Donghae tidak mau mengakui Yunho walaupun ia hebat bahkan menjadi orang nomor satu pun tidak akan mau.
TUUUNG….Kini Donghae, Kris, Tao, Henry dan juga Taemin sedang berada didalam lift khusus, lift yang hanya dipergunakan untuk menuju ruangan kerja Yunho yang letaknya ada di kedalaman 30 meter dari atas permukaan bumi.
"Taemin-ssi, sudah berapa lama kau bekerja disini ?." Tanya Donghae yang membuat semua mata orang terbelak kaget mendengarnya. Apakah saat ini komandannya sedang melakukan pendekatan ? Pikir Kris yang tidak menyangka bahwa komandannya sangat agressif dalam mendekati targetnya, berbeda sekali dengan Captainnya Cho Kyuhyun yang mesti harus ia ajarkan dulu.
"Saya sudah bekerja disini selama 2 tahun Komandan." Balas Taemin dengan bahasa formalnya, bagaimana pun juga kedudukan Donghae dimiliter sangatlah tinggi jadi harus menggunakan bahasa yang sopan.
"Panggil saja aku Donghae."
"Ah, baiklah Donghae-ssi.."
"Donghae atau Hae saja sudah cukup, tidak usah menggunakan –ssi."
Bagaikan tersambar petir disiang bolong. Kris, Tao dan Henry yang berdiri dibelakang Donghae dan Taemin hanya bisa membuka mulutnya lebar – lebar. Sejak kapan Donghae mengizinkan orang lain memanggil dirinya tanpa embel – embel komandan/ssi selain Presdir ? bahkan Kyuhyun saja yang menjabat sebagai seorang Captain harus memanggil dirinya Komandan, sedangkan Taemin yang hanya seorang staff biasa diperbolehkan memanggil namanya saja.
"Donghae-ssi ? Puuftt haha-…"
Buggh! Baru saja Henry ingin tertawa sebuah tonjokan dari Kris dan bekepan mulut dari Tao berhasil membungkam mulutnya.
"Aku tahu itu terdengar menggelikan, aku saja ingin muntah. Tapi cobalah untuk menahannya." Bisik Kris ditelinga Henry yang tidak bisa membaca situasi didepannya saat ini.
"Apapun yang terjadi, pura – puralah tidak mendengar." Bisik Tao yang memperingatkan Henry juga, sedangkan Henry yang mendengar bisikan – bisikan goib dari arah kanan dan kirinya hanya mengangguk mengerti sembari menahan sakit diperutnya akibat dipukul Kris.
"Kalian mengatakan sesuatu ?."
"A-aniya, Komandan. Hiraukan saja kami, anggap saja kami lalat." Ucap Kris yang sebenarnya agak ngeri juga melihat senyuman Donghae yang beraura hitam itu.
TIIING….Perlahan pintu lift terbuka secara otomatis saat sampai ditempat tujuan mereka dan Taemin dengan segera menahannya lalu mempersilakan Donghae, Henry, Tao dan juga Kris untuk keluar lebih dulu.
"Ikuti saja lorong yang ada disebelah kanan kalian, itu akan membawa kalian ke ruangan Professor Yunho." Jelas Taemin memberikan petunjuknya agar Donghae CS tidak tersesat diruangan yang banyak sekali pintu dan lorong.
"Kau tidak mengatar kami sampai ke ruangannya ?." Protes Donghae yang nadanya terdengar kecewa sekali karena diantar sampai tengah jalan saja atau memang sebenarnya Donghae masih ingin berbicara dengan Taemin.
"Tidak, sampai disini saja batasan saya mengantar kalian."
"Baiklah kalau begitu, Gomawo." Ucap Donghae mengungkapkan rasa terima kasihnya dan Taemin hanya membalas dengan senyum hangatnya sebelum pintu lift tertutup sepenuhnya.
"Ayo jalan." Seru Donghae sembari memasukkan secarcik kertas ke kantong saku seragamnya yang diyakini oleh Kris, Tao dan Henry adalah nomor telepon Taemin, sepertinya Donghae serius mendekati Taemin.
.
.
.
Tak…Tik…Tak…Tik…
Tak…Tik…Tak…Tik…
Didalam Lab terlihat Kira sibuk berkutak dengan komputer besar miliknya dan sesekali jemarinya yang panjang dan lentik itu akan menggetikkan beberapa kalimat bahasa pemograman dilayar sebelah kirinnya lalu jemarinya akan berpidah lagi ke alat – alat elektronik yang ada disebelah kanannya. Begitu seterusnya, dalam waktu bersamaan Kira mengerjakan dua hal sekaligus bukankah itu sangat hebat mengingat Kira harus menggunakan otaknya lebih ekstra dari manusia normal lainnya. Saking serius dan konsentrasi yang luar biasa, Kira bahkan tidak menyadari kedatangan Kris, Tao dan Henry yang sudah ada dibelakangnya.
"KIRAAAAAAA!." Teriak Tao hingga Kira terlonjak kaget dari kursinya, bayangkan saja Kira sedang fokus pada layar monitornya lalu tiba – tiba saja wajah Tao muncul dari arah samping seperti hantu. Bukankah itu sangat berbahaya untuk orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, beruntung Kira tidak punya.
"Hahahaha, kalian lihat wajah kagetnya itu hahaha." Tao pun tertawa puas karena telah sukses menjahili Kira si pemuda tampan yang sangat serius jika sudah menyangkut Gundam.
"Tao ge-…Eh ? sedang apa kalian disini ? Dan bagaimana bisa kalian ke sini ?." Tanya Kira bertubi – tubi tidak menyangka bahwa ia akan melihat teman satu regunya (minus Kyuhyun dan Yesung) berada diruangan yang bisa dibilang sangat rahasia ini.
"Komandan Donghae ada urusan dengan Prof. Yunho. Jadi dari pada kami mati bosan menuggu pria tua itu rapat, lebih baik kami disini kan." Ucap Kris dengan santainya memanggil Donghae si pria tua, jika saja Donghae mendengarnya sudah dipastikan Kris akan menjadi daging dendeng ditangan Gundam miliknya.
"Rapat ? apa yang mereka rapatkan ?." Bingung Kira yang tidak mengetahui perihal rapat hari ini, pasalnya professor Yunho itu akan selalu mengatakan apapun kepada Kira termasuk rapat yang akan ia hadiri tapi kenapa sekarang tidak. Apakah mungkin ini rapat dadakan untuk membahas strategi perang nanti ? pikir Kira yang selalu berpikir positif pada orang yang sudah merawatnya sejak kecil sampai sebesar ini.
"Mana ku tahu, sudahlah. Lebih baik kau buatkan aku kopi atau teh." Mulai Kris memerintah Kira selayaknya Big Bos. Yah…jika tidak ada Kyuhyun, posisi ketua ditim sementara dipegang oleh Kris mengingat kinerja dan pengalaman Kris dimedan tempur sama dengan Kyuhyun.
"Cihh…" Decih Kira yang kesal namun tetap saja melakukan apa yang diminta oleh Kris. Setelah mengambil beberapa minuman kaleng soda dikulkas mininya, Kira melemparkan minuman kaleng tersebut satu persatu yang tentu saja bisa ditangkap dengan mudah oleh Kris, Tao dan…
"Yak Henry! Jangan sentuh itu." Dheg! Henry langsung tersentak kaget saat mendengar teriakan Kira, hampir saja jantung Henry lepas dari tempatnya. Perlahan dengan sikap posessifnya, Kira mulai mendorong tubuh Henry untuk segera menjauh dari rakitan tangan robot Gundam yang sedang ia perbaiki tadi ingin disentuh olehnya, bisa gawat jika Henry menyentuhnya itu akan menyebabkan kompenan yang ada dirakitan tersebut lepas karena Henry itu orangnya sangat ceroboh.
.
.
.
Dilokasi yang tidak jauh dari Kira dan kawan – kawannya berada saat ini, diruangan salah satu Laboratorium lain terlihat dua pria dengan wajah seriusnya sedang sibuk menatap lurus ke depan layar monitor. Dilayar monitor tersebut menampilkan banyak sekali data – data analisis yang orang awam tidak akan bisa mengerti. Lihat saja gambar, angka dan kalimat – kalimat rumit yang terpampang disana hanyalah orang - orang spesialis tertentu saja yang bisa mengerti dan paham.
"Bagaimana menurut mu, Yunho ?." Tanya Donghae memulai diskusi mereka setelah selesai membaca data – data tentang latihan Yesung yang semalam baru saja dikirim oleh Kyuhyun.
"Cukup bagus, Yesung bisa menggunakan Gundamnya hingga 180% tanpa menggunakan Armor suit. Tapi, jika ia bisa mencapai 400%, ku pikir kita akan unggul." Komentar Yunho dengan penuh rasa percaya diri sambil meletakkan kertas dan kaca mata bacanya dimeja.
"Apakah kau gila ? kapasitas maksimal Gundam yang diperbolehkan adalah 300%, itu juga harus menggunakan bantuan Armor suit. Jika mesin Gundam memaksa melebihi kapasitas, maka mesin akan panas dan meledak detik itu juga." Balas Donghae menyangkal komentar Yunho yang dinilai tidak masuk akal sedangkan Yunho yang melihat wajah terkejut Donghae hanya bisa terkekeh, entah kenapa baginya ini seperti dejavu.
Perlahan Yunho mengambil cangkir kopi hitamnya lalu mulai menyeruput kopinya yang terasa pahit dibibir namun terasa manis ditenggorokannya ketika sudah ditelan.
"Kau terlihat seperti diriku dulu."
"Hah ?."
"Dulu ada seseorang yang mengatakan bahwa 'karena kegilaan itulah, aku bisa selangkah lebih maju dari pada yang lainnya ku pikir kalimat itu cocok untuk keadaan kita sekarang. Tidak ada pilihan lain, kita harus melampaui batasan kita jika ingin menang. Karena saat ini, keberlangsungan umat manusia sedang dipertaruhkan." Jelas Yunho yang membuat Donghae untuk pertama kalinya terdiam mendengar ucapannya.
"Walaupun itu harus mengorbankan Yesung ?." Tanya Donghae yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Yunho.
"Yang aku tahu, Yesung itu diciptakan untuk melawan monster Gastrea."
"Tapi dia adalah cloning Ibunya Kira. Bagaimana kau akan menjelaskannya nanti kepada Kira dan Kyuhyun jika hal buruk terjadi pada Yesung ? kau akan habis ditangan mereka berdua." Balas Donghae memberikan peringatan kepada Yunho sebelum ia bertidak bodoh.
Jika dilihat dari segi politik mempertaruhkan nyawa Yesung untuk kemenangan mereka memang sebanding jika mereka menang, tapi jika dilihat dari sudut pandang berbeda menyeret Yesung dalam masalah ini bukankah itu berarti kau harus siap mati karena kau akan berurusan dengan dua orang hebat yang rela menjadi pembunuh jika hal buruk terjadi pada Yesungnya.
"Tenang saja, aku sudah memikirkan hal itu." Ucap Yunho yang kali ini Donghae benar – benar tidak bisa memprediksi apa yang ada didalam pikiran Yunho hingga ia nekat dan santai mengatakan hal seperti itu.
'Rencana apa yang sedang ia buat.' Batin Donghae yang kembali meningkatkan kewaspadaannya pada professor yang terkenal gila mengambil resiko besar jika untuk kemenangan Korea Selatan.
.
.
.
[Panti Asuhan Kota Borrow
"Yesung, apakah kau didalam ?."
Kreet...Perlahan pintu kayu berwarna coklat tua terdorong ke dalam dan dahi Kyuhyun langsung menggerut bingung saat melihat kamar bernuasa serba putih itu ketika dibuka tidak berpenghuni. Ditutupnya kembali pintu kamar Yesung lalu melangkahkan kakinya menuju dapur panti asuhan dengan pikiran mungkin saja Yesung berada disana sedang membantu membuatkan makanan. Namun hasilnya nihil, Yesung tidak berada disana juga.
"Oh, Kyu...apa kau membutuhkan sesuatu ?." Tanya suster kepala yang selesai mencuci piring melihat Kyuhyun berdiri diambang pintu sedang celingak – celinguk seperti mencari sesuatu.
"A-aniya, aku hanya...emm, itu..." Balas Kyuhyun sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal, jujur saja Kyuhyun itu gengsinya gede jadi ia malu untuk bertanya pada orang lain mengenai keberadaan Yesung tapi tidak ada cara lain selain bertanya pada orang lain bukan.
"Hanya apa ?."
"Apa bibi tahu dimana Yesung ?." Akhirnya dengan susah payah setelah membuang rasa gengsi dan angkuhnya, Kyuhyun bertanya kepada bibi suster kepala mengenai keberadaan Yesungnya.
"Yesung ? akh...dia baru saja pergi bersama anak perempuan ke dalam hutan mencari Jamur."
"Bersama anak perempuan mencari jamur ?." Seketika ekpressi Kyuhyun menjadi datar, dari sekian banyak anak dipanti asuhan kenapa Yesung bergabung dengan anak perempuan.
"Baiklah bi, terima kasih." Tanpa membuang waktu, Kyuhyun bergegas menuju hutan tanpa membawa senjata apapun, toh ia hanya pergi ke dalam hutan yang tidak ada hewan buasnya jadi tidak perlu membawa senjata.
.
.
.
[Diwaktu yang bersamaan di Tengah Hutan]
"Oppa, bisakah kita membawa pulang buah ini ?." Yesung yang sedang berjongkok memetik jamur kancing yang terhampar luas di hutan bersama 2 anak perempuan lainnya sejenak menoleh lalu menghampiri Bora dan mengambil buah yang ada ditangan Bora yang warnanya sedikit aneh, pasalnya baru kali ini Yesung menemukan buah berwarna biru dan agak kemerahan seperti itu.
"Dimana kau mengambilnya ?." Tanya Yesung yang mulai memakan buah tersebut tanpa rasa takut buah itu beracun atau tidak. Lagi pula jika buah itu beracun tubuh Yesung akan dengan cepat menetralisirkan racunnya bukan.
"Disana oppa, bagaimana rasanya?." Yesung hanya menautkan kedua alisnya naik dan turun saat merasakan rasa dari buah yang sedang ia kunyah entah kenapa memiliki rasa seperti perpaduan antara buah apel dan nanas.
"Lumayan, baiklah kau boleh memba-..."
"Kyaaaa..."
Tiba – tiba terdengar suara teriakan yang entah dari mana asalnya dan Yesung dengan sigap langsung memeluk anak – anak panti yang wajahnya sudah menunjukkan rasa terkejut dan ketakutannya. Mereka semua mengira ada penduduk yang diserang oleh binatang buas seperti harimau atau srigala mengingat saat ini mereka ada ditengah hutan yang cukup dalam.
"Dasooom!." Seru Bora yang baru menyadari bahwa ia meninggalkan temannya seorang diri ketika membawakan buah untuk Yesung.
"Dasom ? apa dia ada disana!." Tanpa sadar Yesung membentak Bora dan mengguncang - guncang bahunya hingga gadis kecil itu meringgis kesakitan akibat cengkraman Yesung begitu kuat hingga rasanya Yesung seperti ingin meremukkan tulangnya yang masih sangat muda itu. Setelah Bora menunjukkan arah lokasi Dasom berada, Yesung yang diikuti oleh anak – anak panti dibelakangnya berlari sekuat tenaga dengan tangan saling berpegangan satu sama lain agar tidak ada yang terpisah.
Drap...
Sraak...Sraaaak...tanpa peduli pada semak yang dapat melukai wajah dan kulit mulusnya yang seperti porselin itu. Yesung terus saja berlari dan berlari untuk menyelusuri hutan hingga pada akhirnya langkah kakinya terhenti dan Yesung mematung ditempatnya, Yesung benar – benar terkejut ketika ia tiba hal pertama yang ia lihat adalah Dasom sedang dikelilingi oleh empat makhluk Gastrea berukuran 6 meter.
TAP...
TAP...tanpa sadar Yesung memundurkan langkah kakinya kebelakang, entah kenapa saat melihat sosok Dasom di ujung sana membuat Yesung teringat kembali dengan kakaknya, Jiyeon.
Memori – memori kejadian menggenaskan ketika Jiyeon dimakan oleh monster Gastrea dahulu tepat didepan mata Yesung menyebabkan rasa trauma yang masih belum pulih sepenuhnya membuat ia kembali merasakan ketakutannya. Yesung dengan pikiran egoisnya perlahan membawa anak - anak untuk pergi meninggalkan hutan tanpa peduli pada bocah malang yang saat ini sedang sangat membutuhkan pertolongannya, sebagai seorang prajurit militer Korea Selatan dipasukan khusus Yesung benar – benar melupakan tugasnya. Jika saja Kyuhyun tahu tindakan Yesung saat ini pasti ia akan menghajar Yesung habis – habisan karena telah berani meninggalkan warga lokal begitu saja.
"Oppaaaa!." Teriak Dasom yang langsung menghentikan langkah kakinya dan refleks Yesung langsung membawa anak - anak untuk bersembunyi dibalik pohon besar karena teriakan Dasom telah membuat beberapa monster Gastrea datang mencari keberadaan mereka.
"Hiks...Oppa...toloong Dasom."
"Oppa hiks..selamatkan Dasom eonni.
"Oppa..."
Mendengar permintaan anak - anak didepannya dengan mata yang sudah berkaca - kaca membuat dada Yesung mencolos sakit dan ia pun sadar betapa bodoh dan pencundangnya ia saat ini sebagai seorang laki – laki, dan juga buat apa selama ini Yesung susah payah berlatih selama 5 tahun hingga bisa memiliki robot Gundam palinghebatjika tidak digunakan untuk melawan monster Gastrea dan bagaimana bisa Yesung melupakan tujuan utamanya untuk menghabisi monster Gastrea tanpa sisa dimuka Bumi ini, jika rasa takut saja tidak bisa ia taklukan.
Diwaktu yang super pendek ini Yesung memaksa otaknya untuk berpikir lebih cepat yaitu langkah mana yang harus ia ambil disaat situasi seperti ini dan otaknya menyarankan untuk memanggil sang gundam yaitu Bummble, Gundam Turn-X miliknya.
"Benar! aku akan memanggil bumble!." Seru Yesung dan bodohnya saat melihat pergelangan tangannya Yesung menyadari bahwa ia baru saja meninggalkan smart watch miliknya dikamar, tanpa smart watch seorang pilot gundam tidak akan berdaya karena hanya alat itu saja yang bisa digunakan untuk memanggil gundam. Bagaimana bisa Yesung memanggil bumble yang sedang non-aktif jika tidak ada penghubung ? Sial! Yesung meruntuki kebodohan dan kecerobohannya sekarang.
"Apakah aku harus berubah menjadi..." Sejenak Yesung melirik anak – anak panti yang saat ini sedang memeluk pinggangnya erat, sejujurnya Yesung agak ragu jika ia harus berubah wujud didepan anak - anak panti, masalahnya jika Yesung berubah maka jati dirinya akan terbongkar dan kemungkinan besar anak - anak akan menjauhinya dan bahkan membencinya, walaupun Yesung baru mengenal anak – anak panti beberapa hari saja namun Yesung tidak ingin mereka menjauhi dirinya, kenapa ? karena Yesung sudah merasa nyaman dan menganggap mereka adalah keluarganya. Seperti yang kita ketahui semenjak Yesung kehilangan Jiyeon. Di dunia yang kejam ini Yesung sudah tidak memiliki keluarga selain teman dan rekan kerjanya didunia militer, jadi Yesung tidak ingin kehilangan keluarganya lagi kali ini.
"O-oppa...makhluk itu mulai mendekat." Lirih Bora semakin mencengkram kuat ujung pakaian Yesung saat merasakan tanah disekitar mereka mulai bergetar yang mana itu menandakan bahwa salah satu monster Gastrea sedang mendekati pohon yang saat ini dijadikan tempat persembunyian mereka.
"Kalian tunggulah disini, oppa akan menyelamatkan Dasom." Seru Yesung sembari tersenyum hangat ke arah anak - anak panti, akhirnya Yesung memutuskan untuk merubah wujudnya karena hanya itu satu – satunya cara untuk menyelamatkan Dasom dan juga anak – anak lainnya agar tidak dimakan oleh monster Gastrea.
"Kalian mungkin akan takut saat melihat ku nanti, tapi percayalah aku sangat menyayangi kalian." Setelah mengatakan kalimat penuh kasih dan makna tersebut, Yesung berjongkok dan mulai mencium kening anak - anak panti satu persatu yang sedang bergetar ketakutan.
"Haaaa..." Yesung menghembuskan nafasnya sebanyak tiga kali untuk membuat dirinya tenang dan untuk membuat dirinya konsentrasi lalu tidak lama sorot mata Yesung mulai berubah, dimana semula mata Yesung berwarna coklat kini berubah menjadi merah darah dan itu sukses membuat anak - anak yang melihatnya terkejut dan takut, bahkan saking takutnya mereka semua berpelukan satu sama lain. Baru kali mereka melihat sorot mata Yesung seperti itu, mereka benar – benar tidak menyangkan bahwa Yesung yang mereka kenal bisa memiliki sorot mata menyeramkan.
Sreeet...Yesung dengan cepat berlari keluar dari tempat persembunyiaannya dan monster Gastrea yang melihat ada manusia lainnya yang bisa mereka makan tentu saja langsung mengejar Yesung. Dimata monster Gastrea, selama manusia itu tidak bergerak dari tempatnya maka monster gastrea tidak akan mengejar dan memakannya maka dari itu Yesung dari jauh sudah memberikan isyarat pada Dasom agar diam dan berharap tidak mengeluarkan suara apapun selagi ia mencoba menyelamatnya.
"Hei kau monster jelek, aku disini." Teriak Yesung sengaja memancing monster Gastrea untuk mengikutinya dengan tujuan menjauhkan monster Gastrea tersebut dari lokasi Dasom sehingga bocah perempuan itu bisa kabur dan bersembunyi bersama anak – anak panti lainnya, namun rencana tidak selalu berjalan mulus dengan apa yang kita inginkan. Disaat monster Gastrea terpancing dengan rencana Yesung, tiba – tiba saja Dasom terjatuh akibat tersandung batu disela berlarinya menuju tempat dimana teman – temannya berada hingga membuat monster Gastrea berbalik untuk menyerang Dasom dan dengan cepat sebuah cahaya putih menyilaukan keluar dari tubuh Yesung detik itu juga.
Diwaktu bersamaan Kyuhyun yang sedang berjalan seorang diri didalam hutan saat ini untuk mencari keberadaan Yesung beserta anak – anak panti lainnya menatap heran dan bingung, kenapa hutan begitu sepi dan senyap ? pikirnya yang masih menatap keadaan sekelilingnya dengan santai, sejauh mata Kyuhyun memandang ia tidak melihat ada hewan satu pun yang lewat bahkan seekor tupai yang sering melintas diatas pohon berlalu – lalang tidak Kyuhyun temui.
Groaaah...Tiba – tiba tanah yang Kyuhyun pijak bergetar sangat dahsyat dan suara raungan menggelegar ke segala penjuru Hutan hingga membuat hewan – hewan yang ternyata bersembunyi ditempat persembunyian mereka kini berhamburan keluar, bahkan seekor hewan buas pun seperti macan lari terbirit - birit bersama hewan – hewan lainnya karena takut dengan suara raungan hewan yang mereka tidak ketahui itu.
"Yesung!." Teriak Kyuhyun kaget saat melihat ke atas langit ia menemukan sesosok monster besar berwujud kupu – kupu sedang mengibaskan kedua sayapnya kencang – kencang hingga membuat beberapa pohon besar yang ada dihutan hampir terlepas dari tanah akibat hembusan angin yang begitu kuat.
"Sialan! Bocah itu, tsk!." Umpat Kyuhyun yang mulai berlari memasuki hutan lebih dalam setelah mengetahui keberadaan Yesung yang ia temukan sudah berubah wujud menjadi monster. Kyuhyun benar – benar panik sekarang jika Yesung berubah menjadi monster seperti itu, pasalnya Yesung sekarang sedang dalam pengawasan pemerintahan. Jika Yesung melakukan tindakan bodoh seperti membunuh manusia entah disengaja atau tidak, detik itu juga Yesung pasti akan dijatuhi hukuman mati oleh Presdir, walaupun Kyuhyun telah membuat sumpah dihadapan seluruh masyarakat Korea Selatan akan menghabisi nyawa Yesung dengan tangannya sendiri, namun kenyataannya dari lubuk hati terdalamnya Kyuhyun tidak ingin hal itu terjadi.
Braaak...Dengan penuh kekuatan Yesung yang saat ini sedang dalam wujud monster kupu – kupu langsung menarik satu persatu monster Gastrea didepannya yang kemudian melemparnya sejauh mungkin dari area anak – anak panti berada. Yesung memilih pindah lokasi untuk menghabisi para monster Gastrea agar tidak membuat anak – anak panti takut walaupun sebenarnya mereka sejak awal sudah takut, setidaknya dengan begini mereka tidak melihat pertarungan antar monster terjadi yang berlangsung menggerikan dimana Yesung mulai mencabik tubuh monster Gastrea hingga hancur layaknya ia sedang memakan daging panggang kesukaannya.
Yesung yang semakin brutal dalam menghabisi monster Gastrea tidak memperhatikan bahwa suara raungan dan kunyahan ketika mencabik monster Gastrea membuat anak – anak panti tidak bisa bergerak kemanapun, mereka semua tidak kuasa menggerakkan kakinya yang lemas.
Sraaak...Tiba – tiba Kyuhyun muncul dihadapan anak - anak panti dengan wajah yang penuh dengan keringat dan nafas yang memburu, syukurlah Kyuhyun datang tepat waktu.
"Kyuu...oppa, Huweeeee." Mereka semua langsung memeluk tubuh Kyuhyun detik itu juga, menumpahkan segala ketakutan yang ada didalam pelukan kakak yang sejak dulu melindungi mereka dari bahaya apapun.
"Kalian semua baik - baik saja kan?." Tanya Kyuhyun kalut sembari memeriksa tubuh anak - anak panti satu persatu mulai dari ujung kepala hingga bawah kaki, Kyuhyun harus memastikan bahwa anak - anak panti dalam kondisi sempurna dimana potongan tubuh mereka komplit mengingat adanya monster Gastrea didalam hutan. Kyuhyun benar - benar tidak habis pikir, bagaimana bisa monster Gastrea berada di kota Barrow. Setahu Kyuhyun kota ini sudah lama ditinggalkan penduduk kota pusat dan Kyuhyun selalu menyuruh anak buahnya untuk berpatroli disekitar luar area Barrow, memastikan bahwa tidak ada satu pun monster bisa datang ke kota ini.
"Kami semua baik - baik saja, tapi Yesung oppa..." Ucapan Bora terhenti ketika menyebutkan nama Yesung begitu juga dengan anak lainnya, mereka semua hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya dalam - dalam karena bayangan ketika Yesung berubah menjadi monster begitu menyeramkan hingga membuat mereka semua tidak tahu harus bersikap bagaimana.
"Kalian semua kembali ke panti, minta bantuan pada bibi untuk menghubungi markas pusat. Oppa akan ke tempat Ye-. ."
"Oppa Jangan pergi!." Cegah mereka semua yang kompak memegang tubuh Kyuhyun agar tidak beranjak pergi dari tempatnya untuk menyusul Yesung. Jujur saja mereka semua takut kehilangan Kyuhyun jika Kyuhyun ketempat monster Gastrea berada, walaupun mereka semua tahu bahwa Kyuhyun adalah prajurit hebat tapi tetap saja mereka tidak ikhlas jika Kyuhyun pergi untuk menyelamatkan Yesung. Mereka semua sayang kepada Yesung tapi mereka juga takut kepada Yesung dan Kyuhyun mengetahui ketakutan anak - anak panti sekarang.
Perlahan Kyuhyun berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya yang tinggi agar sama dengan anak -anak perempuan manis dan cantik yang Kyuhyun kenal sangat ceria dan baik hati seperti Yesungnya.
"Kalian tahu, Yesung itu sama seperti kalian. Dia tidak memiliki siapapun didunia ini, keluarganya telah dimakan oleh monster Gastrea. Apakah kalian tahu, Yesung berubah seperti itu untuk menyelamatkan keluarganya saat ini."
"Menyelamatkan keluarganya? Nuguseyo?." Bingung Dasom kali ini mendengar perkataan Kyuhyun begitu juga dengan anak lainnya yang saling pandang satu sama lain tidak mengerti.
"Dasom, Bora, Jia dan Joy adalah keluarganya sekarang. Itu yang Yesung katakan padaku kemarin." Ucap Kyuhyun sambil menunjuk tangannya pada anak - anak didepannya sesuai dengan namanya masing - masing. Dasom, Bora, Jia dan Joy yang mengerti arti kalimat Kyuhyun perlahan mulai menunjukkan wajah tanda - tanda ingin menangis. Ternyata bukan hanya mereka saja yang berfikir seperti itu, Yesung juga menganggapnya keluarga.
"Walaupun Yesung sedang dalam wujud seperti itu. Bagi ku Yesung tetaplah Yesung, tidak akan pernah berubah, begitu juga dengan perasaan oppa kepadanya." Jelas Kyuhyun lagi yang kali ini menggusap - usap kepala Dasom, Bora, Jia dan Joy secara bergantian dengan lembut dan penuh cinta. Kelak Kyuhyun berharap ketika mereka beranjak dewasa, mereka semua bisa menemukan seseorang yang bisa menjaga dan mencintainnya dengan baik, bagi Kyuhyun anak – anak dipanti sudah seperti adiknya sendiri.
"Bawa Dasom bersama oppa, Dasom ingin menyelamatkan Yesung oppa juga."
"Heh?." Kyuhyun langsung terkejut mendengar permintaan konyol Dasom. Ayolah, apa yang bisa diperbuat oleh anak sekecil Dasom jika ikut pergi menolong Yesung ? Jangankan memiliki Gundam atau senjata, bertarung saja tidak bisa. Bukankah yang ada Dasom hanya merepotkan Kyuhyun saja, lagi pula sejak kapan gadis kecil didepannya ini memiliki keberanian setinggi itu, heran Kyuhyun yang ingat bahwa Dasom itu melihat kecoa saja sudah kabur.
"Aku juga akan ikut." Ucap Joy kali ini dengan penuh rasa percaya diri sama seperti Dasom yang ingin ikut menyelamatkan Yesung dan itu membuat Kyuhyun terkaget untuk kedua kalinya.
"Aku juga oppa." Jia pun ikut memberikan suaranya karena ia tidak ingin jadi gadis pengecut lagi. Jika Yesung berubah wujud seperti itu untuk menyelamatkan mereka semua, maka ia juga tidak akan ragu untuk mengorbankan nyawa demi keluarganyanya dan Kyuhyun terkejut untuk ketiganya kalinya.
"Kalau begitu bawa kami semua bersama mu oppa. Kami ingin menyelamatkan oppa kami." Seru Bora yang diangguki setuju oleh ketiga temannya dan kali ini bukan rasa terkejut yang Kyuhyun tunjukkan melainkan tatapan bangga melihat gadis – gadis cilik didepannya ternyata sangat pemberani. Jika Kyuhyun kembali ke pusat kota nanti, Kyuhyun akan langsung merekomendasikan mereka semua untuk ikut latihan militer dan menjadikan mereka semua pilot Gundam wanita terhebat seperti ibu Kira yang telah melegenda itu, Yui Yamato.
"Aku mengerti perasaan kalian, ta-... "
BRUUGGHH... tiba -tiba tanah kembali menguncang kota Barrow dengan hebatnya dan itu sukses membuat Kyuhyun yang sedang mengobrol langsung berlari menuju asal suara tersebut bersama anak panti lainnya untuk menemui Yesung, sepertinya Kyuhyun keasikan bicara sehingga membuat mereka semua hampir saja melupakan Yesung yang saat ini sedang bertarung.
"Yesung!." Teriak Kyuhyun dengan mata terbelak kaget tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, pemandangan yang ada didepannya benar – benar menggerikan, dihadapan Kyuhyun sekarang banyak sekali potongan daging monster yang tercecer dimana - mana. Sepertinya Yesung telah dikeroyok oleh monster Gastrea dan bertarung habis - habisan demi membunuhnya.
"Oppa...Lihat disanaa!." Teriak Joy menunjuk arah dimana Kyuhyun dari kejauhan bisa melihat tubuh Yesung tergeletak tak berdaya ditanah dengan potongan daging monster miliknya yang sudah membusuk masih menyelimuti sebagian tubuh mungilnya. Hanya dengan menggunakan kedua tangannya saja Kyuhyun mulai mencabik daging - daging monster ditubuh Yesung untuk dibersihkan, bahkan anak - anak panti juga ikut membantu Kyuhyun walaupun mereka awalnya jijik memegang daging yang teksturnya lembek dan darah yang berwarna merah kehitaman serta lendir dari para monster Gastrea yang baunya begitu menusuk hidung tidak membuat mereka ragu sedikitpun untuk menjauhi tubuh Yesung.
GREEB! Kyuhyun mengangkat tubuh Yesung ala bridal style setelah tubuhnya bersih dari sisa – sisa serat daging monster yang menempel ditubuhnya, namun sangat disayangkan ada bekas bercak darah berwarna hitam yang sepertinya tidak bisa disembuhkan ataupun dihilangkan oleh gen monster dari dalam tubuh Yesung dimana bercak darah hitam tersebut berada dibagian punggung Yesung yang telah menempel permanen dikulit mulusnya, sepertinya bercak darah hitam tersebut merupakan cipratan darah dari salah satu monster Gastrea yang mungkin sudah mengalami evolusi seiring berjalannya waktu.
"Aigooo! Apa yang terjadi Kyu ?!." Kaget suster kepala saat melihat Yesung pulang dengan pakaian kumel, badan banyak bercak darah dan yang lebih penting Yesung dalam keadaan pingsan digendongan Kyuhyun.
"Nanti ku jelaskan, sekarang bibi mandikan saja anak – anak. Mereka sangat kotor." Ucap Kyuhyun yang masuk ke dalam panti asuhan melewati suster kepala begitu saja dan perlahan Dasom, Bora, Joy dan Jia yang berjalan dibelakang akhirnya masuk ke dalam panti dengan tangan saling berpegangan satu sama lain. Mereka semua sangat takut jika suster kepala memarahinya karena pulang dalam keadaan kotor, terlebih kotornya bukan karna tanah melainkan darah dan lendir dari monster Gastrea.
"Ige Mwoya! apa yang sebenarnya terjadi pada kalian ?!." Teriak suster kepala untuk kedua kalinya melihat kondisi anak – anak panti tercintanya pulang dalam keadaan mengerikan begini, orang tua mana yang tidak akan terkejut melihat anaknya pulang dalam keadaan berdarah – darah layaknya sehabis perang. Jika itu Kyuhyun, suster kepala akan memakluminya mengingat Kyuhyun adalah seorang prajurit, tapi jika itu adalah anak – anak bukankah sangat tidak wajar. Dalam keadaan panik Suster kepala pun melakukan hal sama seperti yang Kyuhyun lakukan yaitu memeriksa kondisi tubuh Dasom, Bora, Joy dan Jia satu persatu, untunglah kondisi mereka komplit. Jika anak – anak panti pulang dalam keadaan tidak utuh apa lagi sampai meninggal dunia sudah dipastikan suster kepala akan membenci Kyuhyun seumur hidupnya dan melayangkan tuntutan ke presiden atas apa yang sudah mereka lakukan.
.
.
.
[Next Day]
Sejak kejadian di hutan Barrow, Kyuhyun dengan cepat langsung menghubungi markas pusat Militer untuk segera mengirimkan bantuan dan tidak membutuhkan waktu lama bala bantuan pun datang bertubi – tubi dimana Kyuhyun dengan kekuasaan yang ia miliki dan juga bantuan dari Komandannya Donghae, Kyuhyun meminta kepada Presiden untuk mengevakuasi orang – orang yang ada dikota Barrow untuk dibawa ke pusat kota.
Jujur saja sebagai seorang manusia yang memiliki hati nurani, Kyuhun tidak ingin keluarganya yang ada di Kota Barrow diserang oleh monster Gastrea yang entah kapan akan datang lagi dan beruntungnya Presdir menyetujuinya, walaupun Kyuhyun dan Donghae harus berdebat panjang dengan semua Komandan, Captain, kolonel sertaparapolitikuslainnya atas tindakan mereka yang dianggap seenaknya saja meminta tempat atau area bagi warga kota Barrow untuk tinggal dipusat kota.
Faktanya, untuk tinggal dipusat kota tidak semua penduduk diperbolehkan jika kalian tidak memiliki kuasa, uang atau jaminan yang memungkinkan kalian untuk tinggal disana dan Kyuhyun tanpa ragu memberikan jaminan bahwa semua penduduk kota Barrow yang merupakan penduduk terlupakan karena kemiskinannya yang menurut pemerintah tidak memberikan kontribusi sama sekali akan menjadi tanggung jawabnya, bahkan Kyuhyun rela bayarannya dipotong dan disumbangkan ke penduduk kota Barrow selama tinggal dipusat kota dan hebatnya lagi Kyuhyun menyalurkan beberapa anak panti ke pusat latihan militer untuk dijadikan prajurit. Kyuhyun benar – benar seorang Captain yang tidak hanya hebat dalam bertempur, tapi dalam mengayomi warga lokal pun tidak main – main.
"Kau saja yang bangunkan." Ucap Dasom sambil mendorong tubuh Joy untuk maju lebih dulu dimana saat ini mereka sedang menjenguk Yesung yang masih tidur diranjang rumah sakit pusat kota Seoul.
Sejak kejadian dihutan Barrow 3 hari lalu kondisi Yesung sebenarnya baik - baik saja, hanya saja karena Yesung mendapatkan tanda bercak darah hitam dipunggungnya membuat beberapa team peneliti Monster Gastrea khususnya Yunho tertarik ingin menelitinya lebih lanjut untuk mengetahui perkembangan monster Gastrea yang entah bagaimana sudah semakin berevolusi. Jika saja professor Yoochun masih hidup pasti ia akan bersemangat karena mendapatkan sample seperti Yesung.
"Aniyo, kau saja sana." Joy pun menarik Bora yang ada dibelakangnnya untuk maju.
"Andweyo, dia saja kan dia paling tua." Ucap Bora menunjuk Jia yang berdiri tidak jauh dari mereka.
"Issh...baiklah, tapi jangan dorong – dorong." Baru saja Jia ingin melangkah untuk mendekati ranjang Yesung, pemuda manis itu meleguh karena terusik mendengar suara anak - anak yang berdebat tidak penting sehingga mereka terkejut melihat Yesung bangun dan langsung kabur keluar kamar lalu mengintip hanya dengan menyembulkan kepalanya saja, Kyuhyun yang baru datang untuk mengunjungi Yesung menautkan kedua alisnya bingung kenapa didepan pintu kamar inap Yesung banyak anak perempuan kecil berkumpul.
"Apa yang sedang kalian lakukan ?."
"Kyaa...oppa! Kau mengejutkan kami." Teriak anak - anak perempuan tersebut yang kaget saat mendengar suara Kyuhyun yang entah kapan sudah berada dibelakang mereka, sambil membawa sebuket bunga matahari Kyuhyun terkekeh pelan melihat wajah - wajah pucat basi didepannya yang seperti mayat.
"Kami ingin menjenguk Yesung oppa."
"Yasudah masuk saja, mudahkan." Jawab Kyuhyun santai membuat seluruh anak - anak mendengus kesal dan menatap malas.
TAP...
TAP...Perlahan Kyuhyun mulai melangkah masuk ke dalam kamar Yesung dimana pemuda mungil itu sudah bangun dari tidurnya. Setiap hari Kyuhyun akan selalu mengunjungi Yesung di Rumah Sakit Pusat Seoul entah untuk sekedar mengganti bunga yang ada di Vas dekat meja nakasnya atau membawa baju kotor Yesung untuk ia bawa pulang dan menggantinya dengan pakaian baru, Kyuhyun benar - benar merawat Yesung dengan baik.
"Oh, Kyu...kau sudah datang." Sapa Yesung setelah meneguk habis segelas air putih yang ada ditangannya, tenggorokan Yesung selalu saja kering setiap ia habis bangun tidur.
"Ada tamu untuk mu."
"Nuguseyo ?."
"Hei...kemarilah, katanya ingin menjenguk Yesung." Seru Kyuhyun membuat dahi Yesung menyerngit bingung, Kyuhyun bicara dengan siapa bukankah hanya mereka berdua saja didalam ruangan saat ini ? pikir Yesung yang perlahan Dasom, Yura, Jia dan Bora masuk satu persatu ke dalam kamar Yesung dengan pakaian yang sangat bagus dan layak lengkap dengan sepatu yang mengkilap.
"Ahhh...Kiyowo!." Ucap Yesung gemas melihat penampilan Dasom, Yura, Jia dan Bora beda sekali ketika masih ada dikota Barrow. Jujur selama dikota Barrow mereka semua berpakaian biasa saja dimana baju lusuh dan terkesan seadanya, tapi kini pakaian mereka adalah dress berenda dan berpita dengan warna - warna cantik seperti merah, pink, biru dan kuning. Kyuhyun benar - benar merombak habis anak - anak panti agar terlihat layak berada dipusat kota.
"Yesung oppa, bagaimana keadaan mu ?." Tanya Dasom mewakili seluruh teman - temannya, sedangkan Yesung yang dikhawatirkan oleh adik - adik manisnya hanya membalas dengan tersenyum dan ia pun melambaikan tangan dengan maksud menyuruh agar mereka semua mendekati Yesung.
"Aku baik - baik saja, lihatkan." Ucapnya sembari menggelus satu persatu adik kecilnya, Kyuhyun yang sedang mengupas apel untuk Yesung hanya berdecak kesal. Kyuhyun saja belum dielus kepalanya tapi anak - anak kecil itu sudah mendapatkan perhatiannya. Captain Cho benar - benar kekanak - kanak, cemburu dengan seorang bocah.
"Tapi kenapa Yesung oppa masih di Rumah sakit ?."
"Ah...itu, emm..." Melihat Yesung kesulitan dalam menjawab pertanyaan Bora, Kyuhyun memberikan piring yang sudah terisi dengan potongan - potongan apel yang sudah ia kupas kehadapan Yesung lalu menyuruhnya makan.
"Yesung masih disini karena ia tidak mampu membayar biaya Rumah Sakit. Jadi dia ditahan sampai ia bisa membayarnya, kkkkkk~" Jelas Kyuhyun membuat Yesung memutar bola matanya malas. Bagus sekali kau Cho Kyuhyun, menjatuhkan harga diri kekasih mu sendiri didepan anak kecil.
"Tapi uang Kyuhyun oppa sangat banyak, kenapa tidak dibayarkan. Kyu oppa tidak bertanggung jawab pada pacarnya sendiri." Dan sekarang bergantian Yesung yang tertawa puas.
"Aish, sudah sana kembali ke rumah. Besok kalian semua akan masuk ke akademi militer kan ?."
"Mwo! Jinjjayo ?." Kaget Yesung yang baru mendengar berita tersebut. Akhirnya Kyuhyun mencerita perihal anak - anak panti yang sebagian akan masuk ke militer atas rekomendasinya seperti Yesung dulu dan berharap mereka semua akan berhasil mengingat Kyuhyun menaruh harapan penuh pada mereka, Yesung yang mendengar semua anak panti ingin menjadi pilot Gundam seperti dirinya merasa terharu, ternyata ia bisa menjadi motivasi dan inspirasi orang lain.
"Doakan kami agar berhasil nde, oppa."
"Tentu saja. Terima kasih sudah datang menjenguk ku." Seru Yesung dengan melambaikan tangannya lalu kini perhatiannya ia alihkan kepada Kyuhyun yang sudah banyak berubah. Entah kenapa Yesung merasa bahwa sikap Kyuhyun semenjak kembali dari Kota Barrow dengan membawa seluruh warganya, aura wibawa Kyuhyun semakin memancar. Betapa beruntungnya Yesung memiliki seseorang yang hebat seperti Kyuhyun, Captain yang jujur dan sangat menyayangi orang.
"Kenapa melihat ku seperti ku, terpesona eoh."
"Iya, Captain semakin hari semakin tampan saja." Balas Yesung sambil tertawa renyah sedangkan pemuda tampan yang sejak tadi ingin sekali memeluk Yesung perlahan mendekatinya dan duduk ditepi ranjang lalu mengusap kepala Yesung dengan lembut sambil melemparkan senyuman hangatnya. Kyuhyun heran dengan tubuh sekecil ini, kenapa Yesung memiliki beban yang begitu berat.
"Kau tahu, kali ini aku merasa takut. Jika perang berakhir, apakah aku bisa pulang dalam keadaan hidup - hidup ?." Tanya Kyuhyun untuk pertama kalinya merasakan ketakutan dalam hidupnya, Kyuhyun yang terkenal arrogant dan cuek selama berperang hampir 5 tahun lamanya melawan monster Gastrea tidak pernah berpikir selama menjalani misinya akan pulang dalam keadaan hidup atau mati, menurut Kyuhyun jika ia pulang dalam keadaan mati baginya mungkin itu sudah takdir. Tapi kini Kyuhyun ingin kembali berperang dalam keadaan hidup - hidup karena ia masih ingin menemani Yesung.
"Tentu, apapun yang terjadi aku tidak akan membiarkan mu mati Captain." Balas Yesung sambil tersenyum manis dan Kyuhyun terhenyak mendengarnya. Seharusnya ia yang menjanjikan hal itu kepada Yesung, sebagai lelaki yang bertanggung jawab ialah yang harus melindungi Yesung.
"Mari berjanji, kita akan kembali dalam keadaan hidup - hidup dan setelah itu..." Kyuhyun sengaja menjeda kalimatnya karena ia sibuk mengambil sesuatu didalam saku celananya.
"Setelah perang berakhir, ayo kita menikah Yesung." Sambung Kyuhyun yang perlahan mulai menyematkan sebuah cincin dijari manis Yesung. Pemuda manis yang tidak menyangka bahwa Captain Cho akan melamarnya hanya bisa terperangah. Sungguh, Yesung tidak pernah berpikir bahkan membayangkan bahwa Kyuhyun akan mengajaknya menikah, asalkan ia tidak sendirian didunia ini, bagi Yesung tinggal bersama dan berada disisi Kyuhyun saja itu sudah lebih dari cukup.
"Hiks..." Bulir - bulir air mata mulai jatuh membasahi kedua pipi Yesung saat ini saking tidak bisa menahan gejolak kebahagian yang ia rasakan. Dibalik takdir kelamnya kehilangan keluarga dan selalu dicap sebagai monster ternyata Tuhan telah menyiapkan hadiah begitu indah kepadanya, pertama Tuhan memberikan tempat untuk Yesung pulang yaitu Kyuhyun. Kedua, Tuhan memberikan orang - orang yang begitu menyayangi dirinya seperti Kira, Tao, Henry, Kris, anak - anak panti dan lainnya. Ketiga, Tuhan telah memberikan dirinya sebuah cinta sejati yang bisa membuat dirinya tersenyum dan bahagia hingga ke langit ke tujuh. Jika ia harus mati sekarang pun, Yesung rela mati karena ia akan mati dalam keadaan damai bukan karena dendam.
"Uljimma." Kyuhyun pun menggusap air mata Yesung yang terus turun.
"Gomawoyo, Captain."
"Jadi bagaimana, kau mau menikah dengan ku tidak ?."
"Tentu saja aku mau." Dan Kyuhyun pun tersenyum senang mendengarnya. Kyuhyun berharap perang besar nanti akan berakhir dengan kemenangan mereka dan tidak banyak korban berjatuhan. Sebisa mungkin Kyuhyun akan melindungi Yesung apapun yang terjadi tanpa tahu bahwa Professor Yunho memiliki rencana ingin mengorbankan Yesung.
.
.
TBC
Author Note :
Hello, Im back '-')/ adakah yang menunggu FF lawas ini ? gilaa yaa udah setahun lebih aku gantungin FF ini hahahah apalagi yang Thanatos Kers, 2 tahun keknya hahaha
Dan akhirnya aku mencoba untuk melanjutkan Chapter 4 tapi nyicil hehehe dengan membuatnya menjadi Chapter 4 part 1.
Untuk FF Thanatos Kers aku discontinue aja kali ya /-\
aku skak ditengah jalan, tak tahu arah pulang/?.
BIG THANKS TO :
cloudsrainny | maycahayu | yekyu3424 | cc | PeanutYesung | | rynsapphireblue | KyuSungPolarise | CloudSparkyuLove | yehyun cho | MommyLDaddy | Jy | Kim Rose | Kim YeHyun | kim woonhe | kyusung | sariputri383 | Clarissa Kim | zysha | Virgos99 | Bikuta-chann | hyunelf13 | VhyJisoo | YesungUke | ayakyusung134 | DreamHigh3424 | cassandraelf kyusung aegya | KaraKyusungReal | puji rahayu | Kim Yerin | ismaneli | Leethakim | Sukayesunguke | cloudsELFnutti | rikarika | yehyun 1324 | Ellie miminzs | opi okta | TatyoCluds | Nur clouds | Virgos99 | Byunae18 | I am elf | CHBS REAL | cho mingguk | yesung brojoll | PeanutYesung | GaemCloudOkta | Elan | pandanya kyusung | KimElf362 | yeukeship | devina4880 | | DreamHigh3424 | YesongsongClouds
SEE YOU NEXT STORY.
SEHAT SELALU UNTUK PARA READER.
