Haiooooooooooooooo!

Bertemu dengan saya lagi, GLO! Glo lagi khusyuk buat UKK neh, jadi updatenya mungkin agak lama yah. Dan Glo belom hafalin lagu buat konser piano entar =x= makanya Glo pusing sing sing. *DEAR DIARY* Oh oke, ehm ehm. Oh iya, review Taviabeta udah dibales lewat face to face yaaaa !

OC yang mau masuk bisa lewat PM atau ripiu, tinggal ditunggu aja tanggal mainnyah /shot. So, this is the third chapter of Teenage Stories!

And as always, there's no guarantee if your eye or both will be lompat keluar. Jadi kalo mau baca cerita ini harus mikir 2x dulu ya /DOR. Selamat membaca! (loh?)

Mochi-san! As always, saya pinjam karakternya x3 Mochi baik deeeeh.

Disclaimer : I own nothing except my OCs, my stories and my imagination. The song belongs to Endah n Rhesa!

Warning : seperti yang sudah - sudah, kalo mata anda lompat, glo ga tanggung loh. Oh iya, biar keren sih mata kirinya aja yang lompat biar mirip Break gitu! x3 /SHOT. OOC. dan OOC banget. Don't like? Just Close.

Thanks to: Para pembaca yang budiman, maaf kalo yang namanya bukan budiman (?) EEEEEH maksud glo untuk para pembaca yang setia maupun yang baru baca, visitors ataupun sekedar lewat, anything, pokoknya pembaca dan para Author yang ngeinspirasiin Glo. Thanks a lot. Buat Mochi-san yang rela karakternya aku buat OOC, maaf dan thanks ya! Glo jadi semangat nulis!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jumbled Night.

/Persahabatan itu bagaikan ketek campur sari gula, eh, salahdeng, yang jelas. Ada manis, ada asemnya kayak ketek./


XerxesBee logged in

Sharownies logged in

Alyssabeth logged in

Elljoo logged in

VessaliusBoy logged in

Eidadidudedo logged in

magniVincent logged in

Alicecila logged in

Liamere logged in

oReoo logged in

GilBreath logged in

Jave logged in

Michellai logged in

Echola logged in

Lottelatte logged in

Alyssabeth has invited you to a confrence.

XerxesBee, Sharownies, Alyssabeth, Elljoo, VessaliusBoy, Eidadidudedo, magniVincent and 7 others was already here.

Alyssabeth: Hai semua!

Elljoo: Pertanda ga baik nih.

Alyssabeth: DIEM LO.

Jave: Ehm, ada apaan nih, Lyss? tumben ada conf.

oReoo: Menurut yang gue baca, ada udang dibalik batu.

Sharownies: Ada udang di balik bakwan kalee.

XerxesBreak: Hush, udah lyss, ada apaan?

Alicecila: Mau nginep gaaaa~~?

VessaliusBoy: Yang ditanya alyss yang nyaut alice...

Jave: Ho oh nih sesat.

Echola: ...Echo hanya ikut saja.

Lottelatte: Hoh? Nginep? Hayok - hayok, emang dimana?

Eidadidudedo: Vincent ikut kan?

magniVincent: Kalo Gil ikut, aku ikut.

GilBreath: Siapa lo? Kenal?

magniVincent: ...

.

.

Alyssabeth is typing a message

.

.

Alyssabeth: As my twin said, mau jadi pada nginep kaga?

Elljoo: Kita tidur dimana? emperan?

Alyssabeth: LO TUH BIKIN GUE EMOSI YEE ^#!#*&*(! GUE LAGI PMS AWAS LO ENTAR GUE LINDES PAKE TRUK.

Elljoo: Mama dan aa... Curhatdong~~

Jave: Elly! Don't tease my girlfriend or I cut you *piiiip* into pieces.

Elljoo: Damn.

Alyssabeth: Eh Elliot, asal LOE TAW YEAAA, LO? GUE? END!

XerxesBee: Gue Break!

VessaliusBoy: Oz!

Liamere: Kapan nginepnya?

Echola: Perlukah Echo membawa kamera?

Eidadidudedo: Boleh!

Sharownies: Terserah Echo bila tidak keberatan ;)

Lottelatte: Biaya makan ditanggung siapa?

Alicecila: Di rumah gue.

Alyssabeth: GUE!

Alicecila: GUE JING!

Alyssabeth: RIBUT LU?

Liamere: Rumah lu berdua kan sama, stupid.

oReoo: Hoh? Kapan?

Alicecila: SEKARANG ATAU I'LL CUT YOUR *PIIP* OFF!

Echola: Untung Echo gapunya *piip*

Eidadidudedo: Eida juga ! :D

Sharownies: Alhamdulillahhh Sharon selamat.

Alicecila: Sip, yang cewek... Gue grepe - grepe tiap ketemu, CEPETAN KESINI.

Sharownies, GilBreath, VessaliusBoy, XerxesBee, and 9 others has left the conversation.

Michellai: Hoh? gue ketinggalan apaan?

Alicecila: CEPETAN KERUMAH GUE !

Michellai: Hiiii

Michellai has left the conversation

Alicecila has left the conversation


Meanwhile ...

"Papaaaaaaaaaaaah temen - temenku boleh main kesini ga pa?" Ujar Alyss manja.

"Iya papah... Kan temen - temen kita jarang main kesini." Alice gakalah manja.

"TEMEN - TEMEN GUE!"

"IIIIH GUE!"

"Ssssssh udah - udah." Ujar mamanya -Lacie sambil melerai mereka berdua yang lagi jambak - jambakan.

"Boleh ya paaa?" Papar Alyss manja lagi.

"Ga."

"IIIIIH PAPAAAAAAAA JAHAAAAAAAT!" Alyss nangis sambil memegangi lengan baju papanya itu.

"Kalo papa bilang enggak ya enggak."

"ALYSS NGAMBEK NIH! ALYSS LOMPAT DARI LANTAI DUA NIH!" Ancam Alyss.

"Gapapa, papa masih punya replika kamu." Sahut Papanya -Glen sambil menunjuk Alice dengan muka datar.

"PAPA!"

"Glen... Bolehin, ya?" Kini Lacie yang meminta.

"Hhhh. Oke."


.

.

.

.

"Halo halo semua!" Alice mendadah - dadahi mereka yang bergerombol didepan pintu.

"HAIIIII TEMEN - TEMEN GUEEEEE!" Sahut Alyss gembira.

"TEMEN GUEEEEEEE!"

"GUEEEE!"

"Shhhhh diem! Ayo, silahkan masuk." Ujar mama Lacie sambil tersenyum mempersilahkan anak - anak Panco masuk.

"Kok tante Lacie sama anaknya beda banget ya..." Gumam Break yang disetujui dengan anak - anak lainnya.

"Sst, calon mertua! Jaim, Jack, UHUY~." Komentar Oz yang menyikut lengan Jack.

"Siaul, diem lo."

"OIIIIIIII AYOKKKKK NAIK KEATAS!" Alice dan Alyss melambai - lambaikan tangannya di lantai 2.

"HAJAAAAAAAR!"

"NAEEEEEEK - NAEEEEEEEEK!"

.

.

.

.

.

GEDUBRAK GEDUBRUK GEDUBRAK GEDUBRUK.

Emang dasar anak - anak PanCo ngga ada etika...

Jack yang masih didepan pintu hanya membatu -shock atas keberisikan mereka, yang tadinya mau sok Jaim malah... Ditinggal temen - temennya.

"Kamu."

Jack melongo kearah sumber suara.

"Iya, kamu. Sini, Om mau bicara."

'Mampus...' Batin Jack dengan nanar.

Jack berjalan kearah papa Alice dan Alyss (baca: Calon mertua) dengan takut - takut, siapatau kalo salah ngomong bisa dijadiin makanan ternak.

"Ya om?"

"Kamu calon menantu saya?"

"Iya om, hehehehhe."

"Kamu udah kerja?"

"'Belom om."

Glen mengamati Jack dari ujung rambut sampe ujung kaki.

"Kamu..."

"Ya om?"

"Gak cocok kerja di air."Ujar Om Glen straight to the point.

"Hah?"

"Kamu udah coba masukin nama kamu dan pasangan kamu? Apakah cocok?"

"Om..."

"Kurang cocok? Atau sangat cocok?"

"Om... Saya enggak main begituan."

"Ohh." Om Glen menatap mata Jack lekat - lekat "Keluarga kamu ada perusahaan?"

"Enggaktau deh om, saya gak mikirin."

"Jadi, nanti anak saya mau kamu kasih makan apa?"

"Nasi sama lauk om."

"Kamu mau punya anak berapa?"

"Dua aja om, dua anak lebih baik."

"Ohh." Om Glen manggut - manggut. "Kamu mau menghidupi anak saya nanti pake apa?"

.

.

.

.

.

.

"Pake hati, jiwa, dan kehidupan saya om." Ujar Jack mantap.

.

.

.

"WOOOOO GOMBAL NORAK!" Cetus Alyss dari lantai dua dengan mengacungkan jari tengah.

.

.

.

"Alyss! MASUK!" Om Glen menyuruh Alyss masuk kamar. "Ayok, om tanya - tanyain lagi."

'Mati gue...' Batin Jack.

.

.

.

.

.

.

[Kamar Alice dan Alyss.]

"Jack lagi diinterogasi." Ujar Alyss santai.

"Kasihan..." Tutur Sharon sambil menyisir rambut Alice.

Semua terlihat ceria -minus laki - laki yang nasibnya terbengkalai.

"Jadi... Yang cowok tidur dimana?" Tanya Liam yang akhirnya angkat bicara.

Yang cewek celingukan, saling pandang.

"Ssst, dimana nih, Lyss?" Bisik Alice.

"Di kamar sebelah." Ujar Alyss. Ia menunjuk ruangan untuk kamar tamu. Tanpa ba-bi-bu yang cowok - cowok langsung ke ruangan tersebut.

.

.

.

.

.

.

[Kamar Tamu tempat cowok - cowok]

"Gede juga ruangannya!" Ujar Vincent riang.

.

.

.

"Gil?"

"Oi?"

"Lo... ngelepas baju?" Ujar Break heran.

"Yoeeee. Biar adem coy."

Laki - laki yang berada disitu saling pandang.

"GUE JUGA DEH!" Break berseru sambil membuka kaosnya.

"Err. Kayaknya bener juga." Elliot engga mau kalah dan ngebuka kaosnya. (Author nosebleed XD)

"Hoh, ini rumah orang!" Ujar Oz.

"Biarin deh, biar adem." Vincent ngebuka bajunya.

"Yaudah gue juga." Oz akhirnya terbisik oleh bisikan setan (?).

Jadi sisa siapa yang belom setengah telanjang? Yep, Reo dan Liam. Minus Jack yang lagi dilantai bawah.

Gil, Break, Elliot, Oz, dan Vincent saling pandang.

.

.

.

.

.

"MUEHEHHEEHHEHEHE." Tawa mereka menggelegar. Liam dan Reo sudah merasakan hawa buruk.

"SERAAAAAANG!" Perintah Break. Gil dan Vince berhamburan megangin badan Liam yang notabene lebih tinggi. Sedangkan Oz dan Elliot ngejer Reo yang larinya kayak curut, CEPET BANGET.

"Weeeeek! Catch me if you can!" Reo lompat dari atas kasur dan manjat sampai ke atas lemari.

"Ah gampang!" Oz tersenyum licik. Ia lompat dari atas kasur, dan... kejedot.

"GAHAHAHAHAHA!" Elliot ngetawain Oz. Dan Reo masih diatas lemari sambil ngacungin jari tengah.

"LEPASIN GUEEEEEEEEE!" Perintah Liam.

"Iya gue lepasin, asal lo buka baju." Tanpa ba-bi-bu Vincent langsung narik kaos Liam keatas.

"BALIKIN KAOS GUEEEEE!" Liam geram dan berusaha ngambil dari Vince.

"Hup!" Reo nekat lompat dari atas lemari. Sedangkan Oz dan Elliot baru sampe diatas lemari.

"Sialan!" Umpat Elliot.

Reo lari dan nengok kearah belakang, tanpa disangka...

.

.

.

BRUKKK!

.

.

.

"WUOOOOOY MANGSA BARU!" Ujar Break girang, yap. Reo tanpa sengaja nabrak Break.

"GAAAAAAH! LEPASIN! LEPASIIIIIIIIIIN!" Reo yang ditahan tangannya oleh Break memberontak. Gil datang untuk membantu.

"WOYYYY VINCE! KAOS GUAAAA!"

BRUAAAAAAAAAAAAAK!

Vince nabrak Gilbert, dan Gil yang dibelakang Break pun jatoh. Mereka berempat pun udah ambruk - ambrukan kayak main amerikan futbol.

BRUK BRUK BRUK.

Kini gantian Liam yang kesandung Vincent. Dan jadilah mereka tumpuk - tumpukan berlima.

"HIAAAAAAAT!" Oz dengan (ga) pentingnya lompat dari atas kasur dan nimpah Liam. Sukses membuat Liam mejret.

Sedang Elliot lari dari jauh. Lalu berlari kearah tumpukan manusia setengah telanjang tersebut sambil melompat.

"STRIKE!" Kini Elliot udah menjadi bagian dari acara tumpuk - menumpuk.

"WOOOOOIIII MISIIIIII!" Break kewalahan ditimpah cowok - cowok tersebut. Sedangkan Reo udah mejret duluan.

"VINCEEEEEE BALIKIN KAOS GUAAAAAA!" Liam masih belom mendapatkan kaosnya.

.

.

.

.

Krieeeeeeeeeeeet...

"Permisi... Tante bawa minuman." Ujar Tante Lacie sambil membawa nampan berisi minuman dengan riang-...

Riang... Sebelum si Tante ngeliat penampakan manusia - manusia biadab setengah telanjang itu...

.

.

.

.

KROMPYANG!

Gelas - gelas berjatuhan.


[Ruang tamu lantai 1.]

Nasib para laki - laki yang naas itu diesekusi oleh pemilik rumah.

"Jadi... Apa yang kalian lakukan dengan istri saya?" Om Glen berkata ketus.

"Ga ada om." Jawab mereka kompak.

"Papa... Jangan kasar - kasar ah." Pinta tante Lacie.

"Terus tadi kenapa istri saya teriak? Jawab!"

"Ngng. Itu om, kesalapahaman belaka, tadi kita lagi becanda buka - bukaan baju. Terus Tante Lacie masuk deh." Papar Gil dan disetujui oleh laki - laki lainnya.

"Iya pa, mereka sixpack loh."

"MAMA!"

"Maafkan kami, oom, tante." Kini Vince yang angkat bicara.

"Sekali lagi kalian bikin keributan, Om langsung usir kalian!" Ancam om Glen. Dengan muka lesu dan ditekuk. Mereka naik kelantai dua. Ditambah Jack yang naik bareng mereka sehabis diinterogasi sama si oom.


[Kamar Alice dan Alyss.]

"Yang laki - laki lagi pada ngapain ya..." Gumam Lotti.

"Pasti kangen Vincent!" Alice, Alyss, dan Sharon berseru bersamaan.

"Engga!" Muka Lotti udah kayak kepiting rebus.

"Ih." Sharon menyikut Lotti. "Itu wajar kali!" Yah, Sharon memang ahli dalam hal beginian.

"Ayolah Lotti, ngaku aja!"

"ENGGA!"

"Ayo~ Siapatau langgeng kayak aku sama Jack!" Ujar Alyss tersenyum.

"Ngomong - ngomong, Echo sama siapa ya?" Ujar Alice.

"Ngng. Itu. Masih Echo pikirkan." Echo udah mulai malu - malu.

"Alice sama siapa?" Ujar Sharon jahil.

"Mana kutahu!"

"Eida?" Tanya Lotti.

"Ngng. Ada sih. Tapi... tapi..."

"Tapi apa?" Tanya Sharon Jahil.

"Engga kok!"

"Sharon sih, sama Break." Ujar Lotti ngiri.

"Haha nanti Lotti bakal sama Vincent kok!" Pekik Alyss girang.

"Echo... Juga ingin..." Echo baru sajah mengucapkan setengah dari kalimatnya.

"ECHO! SUATU KEMAJUAN BESAR!" Ujar Sharon bersemangat sambil menggoncang - goncangkan badan Echo.

"Bagaimana dengan Michelle?" Tanya Lotti, penasaran.

.

.

.

Tidak ada jawaban.

"Michelle?" Tanya Sharon.

"Eh? Hah?" Michelle baru sadar dari bengongnya, lalu mengucek - ngucek matanya.

"Kamu... nangis?" Tanya Alice.

"Eng... *sroot* Enggak! ngapa*srooot*in nangis!" Balas Michelle dengan tersendat - sendat.

"MUAHAHAHAHAHA UDAH KETAUAN NANGIS, TAUK!" Alyss mencubit pipi Michelle.

.

.

.

.

When you love someone.

Just be brave to say,

That you want him, to be with you...

.

.

.

"WTF? ECHO ADA LAGU GALAU DI HPNYA!" Pekik Lotti girang.

"Itu... Echo... Hanya..."

"Echo! Kau suka siapa sih?" Ujar Sharon penasaran.

"Nggak ada! Echo... beneran deh!"

Echo berusaha mengalihkan topik, ia menghampiri Michelle.

"Auw!" Satu sisi pipi Michelle ditarik Echo.

"Michelle, jangan nangis." Ujar Echo.

"Benar! Kan ada kita!" Ujar Alice sambil berkacak pinggang. Lalu mereka semua berembung berpelukan templok - templokan. Sukses membuat Michelle sesegukan.

Ada sesuatu yang disembunyikannya.

.

.

.

BRAKKKK!

"Hai!" Sapa Break.

"APANYA YANG HAI? KITA SEDANG GALAU, TAUK!" Ujar Sharon sensian.

"Dasar perempuan." Komentar Elliot.

"Yok masuk! Nanti malem kita baru pindah ke kamar sebelah!"

Akhirnya berkumpulah mereka limabelas, di satu ruangan itu.

"Main yuk." Usul Jack.

"Apa?" Dibalas dengan yang lain secara hampir dengan sangat tidak kompak sekali.

"Gatau nih." Muka Jack kusut.

"Perang... bantal?" Ujar Alice.

.

.

.

DUAGHHHH

"HANYING! SIAPA YANG NGELEMPAR?" Bentak Alice, sedangkan Alyss berdiri diatas kasur dengan penuh kemenangan.

"Alice gapapa?" Tanya Oz yang langsung menghampiri Alice.

.

.

.

DUAAGH DUAAAGH.

"FCK! SIAPA YANG NGELEMPAR?" Kini Oz yang kena.

"HAHAHAHAH- UHUK UHUK!" Belom selesai si Break ketawa, dia udah kena bantal duluan dan keselek permennya.

"GYAHAHAHAHAH!" Lotti ketawa ngakak dan... HUP! Lotti terkena lemparan bantal oleh Vincent.

"YES!" Ujar Vincent bangga.

"CRUCIO!" Ujar Echo yang melempar bantal kearah Elliot.

"ARGHHHHHH SETOP WOI SETOP!" Bentak Elliot yang mendapat sambutan disambit oleh bantal - bantal.

.

.

.

DUAGHH DUAGH DUAGHH

"KYAAAAA~" Eida lari gak karuan dikejer - kejer sama Lotti.

"WOIIII APAAN SIH LEMPAR - LEMPAR HAH?" Ujar Reo yang kesal karena lagi baca buku dan kena lemparan bantal.

"Eh, Gil dan Michelle mana?" Tanya Oz.

Semua saling pandang.

"Toilet." Ujar Liam sambil menunjuk pintu keluar.

"IIIIH KOK BARENGAN?" Ujar Sharon penasaran.

"Jangan - jangan kencingnya barengan..." Ujar Jack jahil.

"Ato malah tindih - tindihan?" Sambung Break.

"Hush."

"Tapi kan, Lyss..." Ujar Alice. "Di toilet itu ada yang jaga..." Sambungnya bergidik ngeri.

"Iya! Kalian jangan pipis disana! Soalnya ada yang jaga dan dia gasuka orang baru!" Ujar Alyss. Tanpa disuruh, mereka duduk melingkar.

"Terus pipis dimana?" Tanya Reo.

"Tuh~." Balasnya sambil menunjuk balkon, semua sweatdropped.

"Jadi, Gil sama Michelle gimana?" Tanya Lotti.

.

.

.

.

.


[Lantai 2, didepan kamar mandi]

"Eh, Michelle?"

"Gil?"

"Lo... Kenapa nangis? Gak ikutan mereka main?" Tanya Gil yang mendapati Michelle keluar dari kamar mandi.

"Ini mau kesana. Hehehe." Michelle cengengesan.

"Yaudah, gue pake kamar mandinya ya." Ujar Gilbert.

"Tapi nanti balik kekamar Alice sama Alyssnya bareng ya."

"Oke."

.

.

.

Tapi saat Gil membuka pintu kamar mandi. Ia memucat, mematung.

.

.

.

"AAAAAAAAAAAAH!" Gil berteriak dan tanpa ba-bi-bu dia langsung balik lari kekamar Alice dan Alyss.

.

.

.

"Apaan sih?" Tanya Michelle yang penasaran akhirnya mengecek kamar mandi itu kembali.

Oh iya.

"Astaga!" Ujar Michelle sambil menepuk jidat. "Kan wallpapernya gambar kucing semua! Aku baru inget!"

.

.

.


[Kamar Alice dan Alyss.]

"AAAAAAAAAAAAH!"

Suara itu terdengar sampai kamarnya.

"Aah.. i-itu... Suara Gil!" Pekik Eida. Semua bergidik ngeri.

"Bener kan! Hiii! Biasanya dia suka nunjukin muka seremnya!" Ujar Alice.

"Dia gasuka orang baru, jangan macem - macem!" Lanjut Alyss.

"Tapi... Gak ada suara Michelle..."

"Dia... gapapa kan?" Semua grasa - grusu. Padahal mereka cerita horor dengan lampu yang nyala.

"Ih lo semua percaya?" Tanya Elliot.

.

.

.

BRAAAAAAK!

"INNALILLAHI!" Vincent latah mendengar bunyi bantingan pintu.

Itu... Gil.

"GIL! LO GAPAPA? DIMANA MICHELLE?" Tanya Lotti yang notabene penakut.

"AHH... KAMAR MANDI... KA- KAMA... KA-." Ujar Gil terbata - bata.

"Gil!" Bentak yang laki - laki ternyata ikutan ngeri.

"DI KA... KA... KAMAR... A... M..." Gil menjadi - jadi.

"Bener kan! Gue bilang juga apa!" Ujar Alice.

"Ada hantu kan di kamar mandinya?" Tanya Lotti.

"BU-BUKAN! STUPID! KUCING! KUCING BANYAK BANGET!"

.

.

.

.

.

.

"BOOOOO!"

"Kirain ada!" Keluh Reo yang daritadi khusyuuuuuu bener ngedengerin ceritanya.

"Eh, tapi ya..." Kini Elliot yang angkat bicara.

"Hng?" Semua menyimak.

"Gue denger cerita dari narasumber terpercaya, Pak Doug. Dia nemuin mata di sekolah kita!"

Semua bergidik ngeri.

"Terus dia tanem deh di taman sekolah." Lanjut Elliot.

"KOK BEGO BENER SIH?" Hardik Break

"Dan katanya, banyak suara - suara gitu sekarang, tiap malem..." Ujar Elliot penuh misterius.

"Mana mataku... Mana mataku..." Kata Elliot sambil memperagakan orang mencari matanya.

Suasan mendadak menjadi sangat horror.

.

.

.

.

.

.

.

.

KLIK

Lampu kamar mati.

"Mana mataku... mana mataku...?"

.

.

.

.

.

.

"INNALILLAHIIIII GUSTI ROBBI!" Elliot terperanjat bak emak - emak yang baru tau kalo harga tempe sekarang meroket.

"AAAAAAAAAHHHHH!" Semua peluk pelukan, merem, takut.

"B... break..." Sharon memeluk Break erat. Emang dasar dua sejoli.

"KOK ELO DATENG SIH?" Bentak Alyss sambil memeluk ntah siapa.

Tanpa tau siapa yang dipeluk, mereka ga peduli. Yang penting selamatin nyawa dulu.

"Mataku... mana?" Tanya hantu itu.

"GATAU! SHOOOOH JAUH - JAUH SANA!" Hardik Vince yang memeluk entah siapa.

.

.

.

KLIK

Lampu kamar nyala lagi.

Semua saling pandang. Memandangi orang yang dipeluknya.

.

.

.

.

"Break! Takut!" Ujar Sharon sambil memeluk Break.

"Udah nyala kok... Tenang ya." Balas Break sambil menenangkan pacarnya itu.

"NAJISSSSSS KENAPA GUE MELUK ELU!" Vincent jijik hingga langit ketujuh.

"SIAPA JUGA YANG MAU MELUK TUKANG GREPE KAYAK ELU!" Tuding Reo.

"Ehm. Eida, lampunya udah nyala." Liam membangunkan Eida yang membenamkan mukanya di dada Liam.

"Eh... Sorry!" Ujar Eida cengengesan.

"ECHO! ECHO! TAKUTTT! ARGHHHH!" Alice kalangkabut.

"Alice..." Echo dengan sabar menenangkan temannya itu.

"GUSTI! ROBBI!" Elliot teriak - teriak.

"WUOOOOYYYY UDAH NYALA." Hardik Oz yang kupingnya tinggal tunggu keluar congek.

"AAAAAA MASIH BANYAK DOSA! MASIH BANYAK DOSA! GAMAU MATI SEKARANG!" Lotti panik.

"LOTTI! LOTTI!" Gil menahan tangan Lotti.

"ALYSS! SEREM!"

"KENAPA JADI ELO YANG TAKUT!" Hardik Alyss kepada Jack.

"Hihi." Orang yang didepan pintu itu cengengesan.

Semua mata menatap orang itu.

.

.

.

"MICHELLE!"

"Hehehehe!" Michelle lari melewati serangan - serangan bantal.

"SIAUL LOEE!" Alyss menghardiknya sambil mengacungkan jari tengah.

"Eh... Bintang Jatuh." Ujar Echo datar.

"MANA? MANA? MANA?"

Semua berembung melihat kearah balkon.

"AIIIIHHH KEREN!"

"IYA!"

"Sudah Echo foto."

"Eh... kalo ada bintang jatoh... sekarang jam berapa?"

Beberapa anak melihat jam.

"Tengah malam."

Semua saling pandang, terus nguap nyaris bersamaan.

"Eeeh, yang cewek - cewek mau tidur! Cepet sono yang cowok! Hush hush." Perintah Alyss.

"Okeee. Have a nice dream, everyone!" Mereka dadah - dadahan, lalu kembali ke kamar masing - masing.

.

.

.

.

.


[Balkon kamar laki - laki, 01:24]

.

.

.

.

.

"Vince... Belom tidur? Tumben."

"Michelle...? Kok lo bisa kesini?"

"Yang laki - laki udah pada ngorok kok."

"Oh..." Dan sekarang Michelle melangkah kearah Vince.

"Sedang... apa?"

"Melihat bintang." Balas Vince.

Michelle penasaran lalu mendongakkan kepalanya juga.

"Mana?" Tanya Michelle.

"Itu. Bagus ya."

"Engga keliatan, Vince."

"Sini - sini." Vince meraih tangan Michelle dan menunjukkan kearan bintangnya.

"Ohh iya." Michelle manggut - manggut. Tapi Vince ga ngelepasin tangannya.

"Ehm, Vince. Your hand."

"Yes?"

"Ngng... Nevermind." Ujar Michelle. Ia mundur selangkah, dan bersender di dinding balkon.

"Vince, gue cuma minta jawaban." Tutur Michelle.

Jawaban?

.

.

.

.

.

"..." Vince tidak menjawab.

"Begitu ya..." Michelle terduduk. "Sebenernya sih gue udah tau. Hahahaha." Lanjutnya dengan tertawa yang dipaksakan.

"Gue, suka orang lain. Itu aja." Vince menghela nafas, lalu ikut duduk disebelah Michelle.

"Iya, gue tau." Ujar Michelle sambil tersenyum, padahal ada air menitik disudut matanya.

"Makasih." Lanjut Michelle.

"Untuk apa, Michelle?"

"Memories that you gave to me. It's so... sweet."

Vince menggeleng. lalu membisikkan satu kata, untuk Michelle.

"Maaf."

"Lo gak salah."

"Maaf, sekali lagi, maaf." Vince mendekatkan mukanya ke Michelle.

4cm...

3,6cm...

2,9cm...

2cm...

1cm...

0,5cm...

0,2cm...

.

.

.

"Eh... S... sudah dulu ya." Ujar Michelle terbata - bata. Vince hanya menatapnya.

"..."

Michelle menuju pintu.

"Terimakasih, ya." Bisik Vince. Dan hanya dibalas dengan senyuman.

.

.

.

.

.

.

"Gue denger semuanya."

"Eh, hah?" Tanya Michellle sehabis menutup pintu.

Gil, duduk disebelah pintu itu.

"Jadi, itu yang bikin lo nangis?"

"Ga... gak juga."

"Gak juga, ato gak salah?"

"Gil, yang penting, aku udah dapet jawabannya." Sahut Michelle dibuat senang. Gil menatapnya tajam.

"Udah dulu ya, mau tidur."

.

.

.

.

.

.

.

masih ada rahasia...

.

.

.

.


Pagi yang cerah, bagus sekali untuk bermalas - malasan diatas kasur.

.

.

.

"SAHUUUUUUUR SAHURRRRRR!" Teriak Alice dan Alyss.

"DIEM LOOOO ARGHHHHH!" Oz lagi khusyu mimpi.

"WOEEEEEY BELOM BULAN PUASA!" Elliot keberisikan dan menutup kepalanya dengan bantal.

"Liam. Bangunnnn." Eida mengguncang - guncang badan Liam. Dan untungnya Liam gampang melek, walaupun agak kebo juga sih.

"GILLL! VINCEE! BUANGUNNN WOEEEE!"

Reo sih, morning person (eaaa) dan udah cuci muka sikat gigi dll.

"Break idiot! Bangun!"

"JACK!" Bentak Alyss.

"Sarapan." Ujar Echo.

Spontan, yang laki - laki langsung melek.

"HAJAAAAAAR!"

.

.

.

.

.

.

.

Sayangnya, nasib mereka ga bagus. Dilantai satu ada oom Glen.

"Pagi oom." Sahut Vince ramah, dan hanya dibales oleh anggukan. Si Oom lagi baca koran.

"Pagi, anak - anak." Sahut tante Lacie dan mempersilahkan duduk di meja makan.

Di piring masing - masing sudah ada Bacon and Egg, susu, dan kue. Semua makan dengan lahap bak anak yang belom makan berhari - hari.

"Aihhh enak tante!" Komentar Lotti, Tante Lacie hanya tersenyum.

"Siapa dulu, mama gue." Alice membusungkan dada.

"NYOKAP GUE IH!"

"GUEEE!"

"GUEEEE!"

"CALON MERTUA GUE!" Jack ikut - ikutan.

"WOIIII KUE GUE MANA?" Oz panik nyari kuenya yang tiba - tiba ilang.

"Tuh." Echo pokerface menunjuk Break yang nyolong kue.

"Heits, meleng sedikit kue anda semua akan hilang! Ufufufu." Ujar Break.

"BREAK! Makan yang sopan! jangan sambil berdiri!" Tutur Sharon.

"Yes, Milady." Ujar Break lemas.

"Ehm, sebaiknya makan dengan aturan dan norma yang berlaku."

"Eida setuju."

"HOEEEEEEE KELINCI UBAN, BERISIK BANGET LO!"

"LO JUGA!" Alyss mendaratkan satu kakinya di meja makan.

"TAPI LO LEBIH!" Elliot gamau kalah, dia ngegebrak meja makan.

"Oh, ribut?"

"HOEEEEEEK MINUM KITA KETUKER! STUPID!" Reo mengambil gelas Vince, dan Vince malah ngambil gelas Reo karena mereka duduk sebelahan.

"AH ELU SIH."

"JANGAN NGEROKOK DIDALEM!" Tante Lacie menahan Gilbert yang akan menyalakan koreknya.

.

.

.

.

.

.

.

"JADI, BISA KITA MULAI MAKAN PAGI KITA, DENGAN TENANG?" Tanya om Glen sensian, sambil memegangi pisau roti.

Bedeeeeeh. Otak om Glen udah miring 45 derjat.

.

.

.

"Ampun ndoro..." Dan terciptalah, suasana pagi yang tenang.

.

.

.

.

.


YOOOHOOOOO! AUUUUUUU~! GLO IS HEREEEEE!

/Kicked/

besok HARI TERAKHIR UKK OH YEAAAAH!

/JogetGee/

Setelah menggalau karena gaknonton konser KIMCHI... *bakar ban bekas*

akhirnya selesai juga nih Fict! YIHAAAAAAA

Oh iya, FYI. Nanti ini agak mandet ya, soalnya harus latihan drama DAN...

GUESS WHAT?

Glo dan 2 author sarap lainnya mau bikin Fict kolaborasi! XD jadi untuk selanjut - lanjutnya bisa diketahui di twit Glo : hazelaurel XD

*promosi, kicked*

Chapt 4. bakal diselingi sama... Drama, maybe? or... lanjutin cerita Michelle~ xD dan OC yang mau masuk, silahkan ripiu, or... x3 PM juga boleh.

Dan lagi, terimakasih untuk para pembaca! Kalian inspirasi buat Glo! x3

I love you, Aku cinta kalian! *ngikutin gaya Siwon* hihi, see you at the next chapt!

Sekarang harus belajar buat UKK deh... *garuk tanah*

Once again, terimakasih yang udah baca! Aku cinta sangat sekali sama kalian semua! x3