HUAHAHAHAHAIIIII! *disambit readers*

Maafkan atas kelambatan updatenya *pundung* Glo lagi puyeng, ntah mikirin apa /dor.

Oh iya, Test RSBI! Yang bikin Glo puyeng yeng yeng =o=.

Tapi karena ada readers readers sekalian, Glo jadi engga bisa lepas dari nulis~~ *digebuk. Sebenernya sih Ini cerita pendek nan uchul dan BOTS juga. Glo kelas 5 apa 6 SD jadi Pemimpin upacara gitu... Dan gagal. HUAKAKAK.

Oh iya, buat ripiu, aku udah bales lewat PM yaaa~~

btw, ini ada tag PanCo Madness ya. kayak selingan dalem cerita itu. *kicked* apalah namanya, kayak omake gitu lohh~~ padahal gak omake *kicked lagi*

Mochi saaaan~~! Maafkan atas kebiadabanku menulis dengan charactermu! *dicemplungin ke kali ciliwung*


WARNING: Menyebabkan Kehamilan *DOR*. OOC, OOC BANGET! MUAHAHAHHAHA! PIKIRLAH DUA KALI SEBELUM MEMBACA! *dor*. Ekhem, Garing, Jasjus. Mata lompat Glo ga tanggung loh. Bacalah di tempat yang pencahayaannya cukup~

DISCLAIMER: I own nothing except my OC(s), my stories and my Imagination, The song's belong to Celine Dion and Joanne Stefani Germanotta.

THANKS TO: Readers! Yang baca dari awal ataupun lompat. Yang baca sekilas, yang ikhlas meluangkan waktunya untuk membaca cerita Glo! Yang Ripiu, yang Siders, yang baca, BACA! Makasih banyak and thanks a lot! (?) Glo love you! AI NO YU SO WELLLLL. GIRL AI HERT YU *dor.

Kalo bisa, bacanya jangan di skip yaa.

.

.

.

.

.

.

.

.

PanCo Madness On Upacara

/dikala matahari bersinar dengan kejamnya saat upacara hari senin. Ternyata ada yang lebih kejam plus biadab dibandingkan sang surya yang memancarnya cahayanya.../


"WHUAAAAAAAAAAAAT?"

.

.

.

.

.

"PE-PETUGAS UPACARA?" Alice terpekik, matanya menatap mata kecil nan imut milik Pak Barma dengan tatapan tidak percaya.

"WTF." Komentar anak - anak PanCo.

"Bapak hanya disuruh menyampaikan saja, ini perintah kepala sekolah." Pak Barma tidak mau berdebat dengan mereka.

"Pak... saya terakhir jadi paskibra pas SD loh pak, gapapa nih? Upacaranya besok pula." Sharon geleng - geleng.

"Yang penting kalian jadi petugas upacara. Atau..."

"Atau?" Mereka menunggu opsi kedua dari pak Barma.

"...Atau kalian... akan... dicium..." Ujar Pak Barma asal.

"DICIUM BAPAK?" Break udah keselek lollipopnya.

"BUKAN!" Pak Barma menyangkal sambil memasang aura kematian kepada anak - anak didiknya.

"Dicium Pak Oscar ya?" Tanya Echo datar.

"Ehm." Pak Barma berdehem semua. "Betul."

.

.

.

.

.

.

"HOEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEK!"

Anak - anak udah menahan muntah semua -minus Echo yang masih pokerface.

"EBUSET PAK SAYA MASIH SUCI!" Papar Elliot.

"BOONG LU! KEMAREN KETAUAN JUGA BUKA PEKOB!" Tuding Break.

"Ssst. Jangan diumbar." Elliot menyikut Break, lalu memasang muka tanpa dosa lagi.

"Susah lagi tuh sucinya." Komentar Reo.

"He eh. Pipinya musti dicuci pake tanah 6 kali sama air 1 kali." Liam berkomentar sambil membenarkan letak kacamatanya.

"Gampang! Kalo nanti mau dicium Pak Oscar, colok aja matanya!" Usul Gil.

"Ide bagus! Tapi kan dia pake kacamata..." Tambah Jack.

"Colok aja pake gunting!" Vince nyengir.

.

.

.

"MUEHEHEHEHEHEHEH!"

Semua nyengir ala bajing.

"BAPAK RALAT!" Pak Barma panik.

"OOOOHHHH TIDAKBIZAAAA!" Semua anak menyilangkan jarinya tanda tak setuju. Lalu joget gee (?).

"KALIAN SEMUA... AKAN..."

Semua menyimak dengan dahi berkedut ingin ngunyah muka Pak Barma saking ngeselinnya.

.

.

.

.

.

"DICIUM..."

.

.

.

.

.

Pak Rufus Barma berpikir keras.

.

.

.

"BANDER...SNATCH?"Ujar Pak Rufus Barma.

"AJIGILE LO FUS!" Jack dengan segala kegaulannya manggil pak Rufus Barma jadi Fus. Fas Fus Fas Fus.

"SSSH! JACK! SOPAN DIKIT!" Elliot menengahi. "BAR, AJIGILE LU!" Lanjutnya.

"SAMA AJA!" Alyss menjewer Jack dan Elliot.

"BERISIK LO, OMA KELINCI!" Hardik Elliot.

"APA LO BILANG?" Alyss dengan sukses nendang 'barang berharga' Elliot.

"NYINGGG! SAKITTTT!" Keluh Elliot.

"IIIIHHH ALYSS! PUNYA AKU AJA YANG DITENDANG!" Pinta Jack (dengan begonya).

"MAU? NIH!""

.

.

.

DUAGHHHHHH

Tamatlah masa depan Jack dan Elliot. Author ikut berkabung ya.

"Pak, pak." Gil menepuk pundak Pak Rufus Barma yang tingginya hampir sama. "Kalo aja elo rasa ketoprak, gue telen lu." Lanjutnya.

"Innalillahi." Sharon berkabung didepan Elliot dan Jack.

"ARGHHHHH NANTI BAGAIMANA MUKA TAMPANKU KALO DIGIGIT ANJING BIADAP ITU?" Break narsis - narsis sambil megangin mukanya dengan gaya eksotis.

"PASTI MUKALU UDAH ANCUR TAMBAH ANCUR LAGI LAH!" Hardik Vince yang langsung di smackdown sama Break.

"MUKA TAMPON KALI!" Cibir Liam.

"Anjing itu kan sahabat manusia, kenapa takut?" Tanya Reo.

"Muka saya bisa abstract, pak." Ujar Echo pokerface.

"Laper..." Ujar Alice sambil menggelayuti Michelle.

"Ini." Michelle mengobok - ngobok tasnya sambil melihat kearah jendela. Sepertinya cuma mereka yang tidak mengambil keikutsertaan.

"Eida sukanya kucing, gasuka anjing." Eida CUR?COL.

.

.

.

.

.

WUFF WUFF!

"NAAAAH ITU DIA!" Pak Rufus Barma mengelus - ngelus anjing itu yang ntah mengapa bisa sampai keruang komputer.

"HIIIIIIIIIII!" Mendadak suasana menjadi horor. Diciumi anjing itu adalah hal yang cukup mengerikan bagi mereka, di bayangan mereka, anjing itu mencium anggota PanCo dan tanpa sengaja...

DIGIGIT.

"O...OKE! KITA AMBIL TAWARAN BAPAK!" Jack berseru sambil meringkuk di lantai.

"DEAL! Ngomong - ngomong, dimana Oz?" Tanya si BarBar. Eh...

"Sakit, pak." Sahut mereka kompak.

"Oooh." Pak Barma memunggungi mereka, lalu meninggalkan dalam keheningan cipta tanpa nasi basi.(?)

.

.

.

Krieeeeeeeeeeeeeet...

Pintu tertutup pelan.

"BARMAAAAA NGEHEK LU!" Lotti naik pitam juga akhirnya.

"Yaa, mau gamau, kita harus bagi tugas sekarang. Gimana?"

Semua saling pandang, dengan pasrah.

.

.

.

.

.

.

"SIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAP GRAK!" Gil selaku ketua barisan kelas SMA 1 dengan garangnya marah - marahin adek kelas.

"WUOOOOYYYY YANG DISANA JANGAN NGOBROL!" Lanjutnya.

"BARISNYA YANG BENER DONG!"Vince sok garang nunjuk - nunjuk anak kelas 2 SMA yang lagi ngobrol, padahal satu angkatan.

"E... ehh. Siap...Gerak..."Reo dengan mirisnya mimpin kakak kelasnya sendiri.

.

.

.

"Pemimpin barisan memasuki lapangan upacara." Eida selaku protokol membacakan rangkaian upacara.

"SALAH DENG SALAH! Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara!" Eida gugup, semua sweatdrop.

DRAP DRAP DRAP.

Alice dengan gagahnya memasuki lapangan upacara.

[Ikrar, pembacaan pembukaan UUD, dan sebelumnya di skip soalnya Authornya ga hapal huakakkaa]

"SATU KOMANDO, SIAAAAAAAAP GRAKK!"

WUIIIIIH gagah bo'!

.

.

.

Justru mulai dari sinilah... Kehancuran terjadi.

.

.

.

"Pemimpin barisan melapor kepada Pemimpin upacara."

"Lapor, barisan satu sudah rapih!"

"Lapor! Barisan dua sudah rapih!"

"Lapor, barisan tiga sudah rapih."

"LAPORAN SUDAH DITERIMA, KEMBALI KETEMPAT!"

DRAP DRAP DRAP.

Gilbert, Vincent, dan Reo kembali ke tempat mereka.

.

.

.

.

.

"KEPADAAAAA PEMIMPIN UPACARA, HORMAAAAAAAAAAAAAT GERAAAAAAAK!" Gil berteriak dari ujung kiri.

Semua hormat, serentak, suasana hikmat berupacara.

Alice membalas hormat mereka.

"TEGAAAAAAAAAK GRAAAAAAKKK!"

.

.

.

.

"Pemimpin upacara melaporkan kepada pembina upacara."

"LAPOR, UPACARA HARI SENIN, TANGGAL SEKIAN BULAN SEKIAN, TELAH SELESAI! LAPORAN, SELESAI!"

"KEMBALI KETEMPAT!" Pak Oscar yang merupakan Pembina Ucapara pun berteriak...

dan...

.

.

.

.

MUNTAH.

"INNALILLAHIIIIIII!" Jack dansemua dokcil panik! akhirnya Pak Oscar digotong ke uks.

"A...a..." Alice gugup.

"Ssst, lanjutin!" Lotti memberikan isyarat. Alice menggeleng pelan.

"Ngng, paskib dipersilahkan memasuki lapangan upacara." Eida ikutan gugup.

.

.

.

DRAP DRAP DRAP

Terlihat Sharon, Alyss, dan Michelle membawa bendera merah putih. Muka mereka pucat pasi. Masih ngebayangin muntah pak Oscar.

Lalu mereka mulai mengaitkan benderanya ke kerekan tiang Upacara.

"Be... bendera siap." Michelle gugup.

Terdengarlah musik mengalun indah...

.

.

.

.

Every night in my dreams

I see you, I feel you

That is how I know you go on.

"WUOOOOH SALAH!" Break mengacak - ngacak laptopnya yang dicolok ke sound system.

.

.

.

Don't call my name

Don't call my name.

Alejandrooooo~

I'm not your babe

I'm not your babe~

"WUOOOOYYYY CEPET SETEL LAGUNYAAA!" Anak - anak menimpuki sepatu ke Break yang malah asyik nonton Alejandronya Lady Gaga. Liam dan Lotti selaku menjadi dirijen pun sweatdrop.

.

.

.

"KEPADA, SANG SAKA MERAH PUTIH! HORMAAAAAAAT GRAK!" Alice memberi aba - aba.

.

.

.

Hiduplah Indonesia Raya. jeng jeng jeng.

Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku.

Disanalah aku berdiri, jadi pandu Ibuku.

Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku.

Marilah kita berseru, Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku Hiduplah Negeriku.

Bangsaku, Rakyatku, semuaaaaanya!

Bangunlah Jiwanya, bangunlah raganya.

Untuk Indonesia Raya!

Indonesia Raya! Merdeka! Merdeka!

Tanahku, Negeriku, yang kucinnnnnta!

Indonesia Raya! Merdeka! Merdeka!

Hiduplah...

Indonesia...

Raya...

.

.

.

"KEBALIK GEBLEK! TUH LIAT YANG PUTIH DI ATAS!" Alyss teriak mencak - mencak. Baru menyadari kebodohannya setelah ngeliat keatas.

Alhasil, kerekannya diturunin lagi kebawah.

.

.

.

Hiduplah Indonesia Raya. jeng jeng jeng.

Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku.

Disanalah aku berdiri, jadi pandu Ibuku.

Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku.

Marilah kita berseru, Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku Hiduplah Negeriku.

Bangsaku, Rakyatku, semuaaaaanya!

Bangunlah Jiwanya, bangunlah raganya.

Untuk Indonesia Raya!

Indonesia Raya! Merdeka! Merdeka!

Tanahku, Negeriku, yang kucinnnnnta!

Indonesia Raya! Merdeka! Merdeka!

Hiduplah...

Indonesia...

Raya...

"Menyanyikan lagu mengheningkan cipta." Eida selaku protokol pun membantu jalannya Upacara.

"NYANYI LAGI?" Semua anak - anak Upacara disana udah stress plus keram ketek.

.

.

.

Krik krik krik.

"NYANYI WOIIIIII!"Bentak Lotti.

"Ssst! Lagi hening!" Seorang murid mengingatkan.

"Oh iya." Lotti ikut - ikutan hening.

"WUOOYYYY!"Liam melempar tongkat yang buat diayunin kearah kepala Lotti.

"E... ehm. Mengheningkan Cipta, dipimpin oleh Pembina upacara."Eida menengahi

"TEGAAAAAAAK GERAK!" Alice memegangi keteknya.

"AKHIRNYA KETEK GUE NORMAL LAGI!" Seru seorang murid.

Tapi, siapa pembina upacaranya...?

Semua melirik satu orang yang nganggur.

"Apa?" Sahut Elliot sinis.

"Sst. Doa didepan sana!" Eida menunjuk lapangan dengan puppy eyes.

"OGAH!"

"Please..." Mata Eida menjadi - jadi.

"Iya... Please..." Ujar Break sambil menggelayuti tangan Elliot dan puppy eyes.

"Najis lu Break."

.

.

.

Kucluk kucluk kucluk.

Akhirnya Elliot kalah sama mereka berdua. Ia berjalan ke depan tiang bendera.

Tapi dia menengok kearah Alice. Gugup.

'Mati... Doa apa nih gue?' Batin Elliot.

.

.

.

"YAAA TUHAAAAN! BUAT MUKAKU JADI GANTENG!" Elliot menadahkan tangannya kearah bendera sambil berseru.

"GUE JUGA! GUE JUGA!" Yang laki - laki berebutan berdoa juga.

"GAK GITU!"Ujar Alice sambil melempar sepatunya.

"Oh salah ya?"

.

.

.

"YAAAA TUHAAAAAN!" Elliot menadahkan tangannya sambil duduk bersimbah keringat.

"Sekarang apa lagi..." Komentar Gil sambil menggaruk tanah.

"AMPUNI DOSA BAIM YA TUHAAAAN!"

.

.

.

"Minggir lu, sesat." Ujar Break sambil menahan tangan Elliot dari belakang, lalu menyeretnya keluar dari lapangan upacara tersebut.

"DOA GUA BELOM SELESAI! MENGAPA DUNIAKU KELAM? MENGAPA? TIDAAAAK! TIDAAAAK!" Elliot memberontak. Yee malah baca puisi dia.

.

.

.

"Ehm..." Eida melanjutkan baca list protokolnya.

"Pesan - pesan dari Pembina upacara."

"Yaelah masa' dia lagi?" Ujar Reo keki sambil garuk - garuk tanah. Yang lain juga mengikuti, bahkan ada yang sampai makan beling (?).

Gilbert mengambil inisiatif dan akhirnya ia berbicara sebagai pengganti pembina.

"Ehm. Berhubung Pak Oscar sedang sakit, dan penggantinya juga lagi sarap." Ujar Gil sambil menunjuk Elliot yang lagi ditahan sama Break, berontaknya nafsu bener.

"Kami akhiri upacara senin ini, seki-"

"TUNGGU!" Ujar Elliot yang lepas dari genggaman Break dan merebut mic dari Gil.

"ANJIRRR TANGAN GUE DIGIGIT!"Keluh Break.

"GUE MAU CERAMAH!"

"Apa?" Tanya Gil.

.

.

.

.

.

"JAMAAH!" Elliot ngangkat ketek.

"IIIIH!"Balas murid - murid yang ada disana.

"OOOOH JAMAAH!" Kini Elliot memutar - mutar tangannya.

"ALHAMDU?LILLAH!" Lanjut Elliot.

"Sebentar, Echo mau foto Elliot dengan gaya seperti itu. Tahan. Tahan"

.

.

.

.

.

Krrt. Krrt.

Astaga, sepertinya ada bunyi yang syaraf otaknya mau putus.

.

.

.

.


[Ruang UKS]

"Bagaimana keadaan bapak?" Tanya Jack yang menjadi dokcil.

"Udah mendingan kok." Balas Pak Oscar.

"Oh, syukurlah."

"HUAAAAH CAPEK!" Alice membanting pintu UKS.

"KERAM KETEK!" Keluh mereka.

"Echo mendapatkan banyak foto." Ujar Echo dengan sedikit senang walaupun dengan muka datar.

"Sebentar..." Pandangan Jack menyapu satu ruangan UKS dengan mata emeraldnya.

"Dimana Elliot?" Tanya Jack setelah tidak mendapati sosok Elliot.

"Oh, itu." Gil dengan santainya menunjuk lapangan upacara.

"..." Jack mengintip keluar jendela UKS

.

.

.

"MENGAPA DUNIAKU KELAM? MENGAPA? OOOHHH BERIKANLAH JAWABAN ATAS SEMUANYA! SEMUANYAAA!"

Elliot diiket di tiang bendera upacara. Suaranya menggema sampai UKS...

.

.

.

"Oooh, pantesan." Balas Jack santai.

"Kalian..." Pak Oscar setengah berbisik.

"Ya?" Balas mereka antusias.

"Gila semua."

.

.

.

.

.

.

.

.

o...wari?


BUAHAHAHAHHH! *kicked*

-Flashback-

"BENDERA SIAP!" Ujar si K, si paskibra, Glo sendiri waktu itu gugup jadi pemimpin upacara. Muka K sendiri ga meyakinkan.

"KEPADA, SANG SAKA MERAH PUTIH! HOR-MAAAAAT! GRAK!"

Hiduplah indonesia raya, jengjengjeng.

"EEEH EHHHHH KEBALIK!" Guru IPA Glo waktu itu panik.

...

-Flashback end-

Oh iya, buat yang gatau:

Pekob = yaa tinggal dibalik aja. MUAHAHAHAHA.

Dan sekali lagi, THANKS BUAT YANG UDAH BACA! MIANHE KALO CERITANYA SURAMOS CACADLATOS!

GLO SAYANG KALIAN SEMUA! :D TUNGGU YA CHAP SELANJUTNYA! BYE!