Hai lagi! Glo kangen sama kalian ~ *eh*

Mulai sekarang Glo bakal balesin ripiu tiap next chap, gimana? gimana? ;u; *kicked*

Maaf ya kalo Glo bacote cacatlatte. Tapi kalo bisa jangan ada yang di skip yaa bacanya~

okay, here is it:

1. Taviabeta Kuchiki: Waaa thanks buat ripiunya! :D iyaa anda tidak akan penasaran setelah baca chap 5 ini fufufu. XD oh iya, senin jadi kan? *curhat*

2. Katy Starcatcher: Eits, Break itu selingkuhan saya ufufufu *curhat*. Owkaaay~ update nih :D thanks buat idenya ya! and thanks for da ripiu! Glo love u~ x3

3. eriottodaisuki: Ssippp! ada yang suka Elliot juga x3 nuahahahaha *tos* gapapa kan Elly saya bikin gajes gajes dan suka di bully? *kicked* eniweiiii thanks for da ripiu!

4. faricaLucy: Uwaa thanks udah mau mampir! :D nyanyanya kalo gak gila berarti bukan PanCo dong namanya x3 thanks for da ripiu btw!

5. Rin 'aichii' Kagamine: Hai! iyanih ufufufu kebanyakan nonton acara itu. Padahl Glo sendiri gatau nama uztadnya, cuma tau gaya ngomongnya doang XD *curhat*. Sama! *tos* Glo juga gabisa ngebayangin cowok - cowok joget Gee *nosebleed*. Thnks for da ripiu! untuk pairing -pairing bisa ditunggu kelanjutannya! XD (note: Michelle mungkin kurang muncul, tapi doakan sajah semoga antar OC + char PH seimbang, amin!)

6. Salmahimahi: ALHAMDU?LILLAH *kicked* enaknya jadi pembaca UUD... *miris waktu itu jadi pemimpin upacara, keram ketek + kesandung pas jalan gara gara pake rok panjang* *curhat*. Iya Elly memang secara khusus Glo siksa NUAHAHAHAHA *kicked* well, disini ada Oz! hihi, thanks for da ripiu!

7. RiikuAyaKaitani: Hai! Woaaah sampe ngakak didalem kelas XD sooo this is chap 5~! 8D and thanks for da ripiu!

.

.

.


Oh iya, Glo kan kayaknya bakal liburan dkk nih, mungkin hiatus bentaran. MUNGKIN JUGA TIDAK HUAKAKAKAKAKA *kicked*. Dan kayaknya bakal diselingin sama beberapa oneshot beda cerita.

Well... Pertama - tama (kayaknya engga deh) ...:

THANKS TO: Taviabeta Kuchiki, myda and lija yang sangat sabar mau direcoki oleh saya. Katy Starcatcher yang ngasih inpirasi! Para pembaca! Maaf yaa waktunya terkuras untuk membaca cerita Glo! ;A; Gomen, Mianhe, Sorry, dkk deh *kicked*. Pembaca yang bacanya lompat/ ngikutin terus. Reviewers, Siders, Anything! semua! Makasih yaa! Entah apa jadinya Glo tanpa kalian semua ;A; Thanks a lot yang udah menyempatkan diri kesini!

WARNING: Menyebabkan kehamilan, mata lompat. *eh* Menyebabkan iritasi mata *note: Iya kalo bacanya deket banget mah* Tombol 'x' a.k.a close selalu terbuka untuk yang enggak suka ^^ tombol back juga ada sih *kicked*. OOC, GAJE, TYPO, OOC BANGET, GAJE BANGET. OOC BANGET BANGET *widih warning baru*. Typo, Cursing words. Huakakaka~ Bacalah di tempat yang pencahayaannya terang ya ~

DISCLAIMER: I own nothing except my OC(s), my stories and my imagination. Other characters belongs to Mochi-san. maaf ya karakternya dipinjem untuk kesekian kali untuk memuaskan hasrat Glo OAO *kicked*. Chullie aka Heechul dan Henry Lau. mereka manusia nyata! *kicked* mereka dari SuJu! 8D. The Song belongs to Rossa~

.

.

.

Madness Hospital Tragedy

/this is what actually happens when PanCo meet Henry Lau in the hospital/

/Ada bonus cerita pasta Glo mau pergi jalan - jalan xP cekibrot dibawah/

.

.

.

.

.


[Ruang Mr. Henry Lau, Dokter Umum, Rumah Sakit Pelitatitutetot]

"Pasien berikutnya~" Seru seorang suster bernama Chullie.

Pagi itu, Henry sudah bekerja sebagai Dokter Umum. Dan pada hari itu juga para pasien berdatangan.

"Dok." Panggil seorang perempuan yang sudah duduk didepan Henry.

"Eh, ya? Silahkan ceritakan keluhan anda." Ujar Henry. Buset, udah kayak apaan gaya ngomongnya.

"Anak saya... anak sayaaa..." Ujar perempuan itu. Disampingnya duduk seorang remaja berambut pirang nan imut dengan muka yang pucat sekali.

.

.

.

Krik krik krik.

Suasana hening menyergap.

"Ya anak ibu kenapa?"

"ANAK SAYA DOK! HUHUHUHU..." Tangis ibu itu.

"Tenang bu, apa yang dialami anak ibu itu?" Tanya Henry, mulai panik.

"Dia... dia..."

"Ya bu?"

.

.

.

.

.

.

"MENCRET DARAH, DOK."


[Markas PanCo]

"OH IYAAA!"

Semua yang berada di Markas PanCo pun menatap sumber suara itu. Dan Itu berasal dari Lotti.

"Kenapa, Lotti?" Tanya Michelle.

"Kan Oz sakit..." Ujar Lotti sambil menepuk kepalanya.

"Lah, terus?" Tanya Elliot sensi, masih dendam gara - gara diiket di tiang bendera kemaren.

"Buset Elliot masih sensi." Ujar Break yang baru merasa bersalah pas dia minta maaf malah dikacangin sama Elliot.

"Tau nih, kayak cewek PMS aja." Lanjut Gilbert.

"YA JENGUK LAH, STUPID." Bentak Alyss.

"Ya kapan masalahnya?" Tanya Liam.

"Now or Never." Jack sok keren, melipat dadanya ditangan (?) eh melipat tangannya didepan dada, mukanya didongakkan.

"Tapi kita beli apa nih?" Tanya Reo.
"Buah - buahan?" usul Sharon.

"Terlalu biasa." Ujar Echo dengan ekspresi datar sedatar dadanya Jack (?).

"DAGINGGG!" Alice berteriak.

"Ka-kalo menurut Eida, beliin obat aja..."

"Gimana kalo... Boneka dan Gunting?" Usul Vince.

Jelaslah usul Alice, Eida, dan Vince ditolak mentah - mentah.

"Rokok...?" Tanya Gil

"Buku, mungkin?" Reo angkat bicara.

"Bulu keteknya Break!" Ujar Jack sambil megang - megang ketek Break.

"SIAUL LOOO!"

"Parsel?" Sharon mulai kebingungan.

"Dia sakit, bukan abis hajatan." Ujar Michelle.

"Tiramisu Cheesecake?" Usul Elliot.


.

.

.

.

[Ruang Mr. Henry Lau, Tempat Rawat Inap Oz, Rumah Sakit Pelitatitutetot]

"Ma..." Ujar Oz yang terbaring lemas. Tangannya di infus sana sini.

"Yaa...?" Tanya Ibu Oz, matanya bengkak. Ingusnya keluar - keluar.

"Aku gapapa kan ma...?"

"Iya nak, gapapa." Ibunya tersenyum.

"Bener ya ma?"

"Iya naaak."

"Tapi beneran kan?"

"Iyaaa."

"Bener ya?"

"..." Si mama males ngejawab.

"Ma, mama?"

.

.

.

BRAKKKKKKKKKKEKOK.

Dokter Henry masuk dengan langkah gontai ke dalam ruangan rawat inap Oz. Didampingi oleh susternya yang cowok tapi manis bernama Chullie.

"Jadi, penyakit apa yang diderita oleh anak saya, Dok?" Tanya Ibunya Oz.

"Anak ibu... terkena..." Henry agak takut ngejelasinnya.

"Ya Dok?"

"Ehem..." Henry berdehem sebentar...

.

.

.

.

.

.

.

"Anak ibu terkena... distemper."

.

.

.

"Dis... Tampon?" Tanya Oz.

"Distemper." Ralat Henry.

"Apaan tuh?" si Mama bingung.

"Ekhem..." Heechul aka Chullie berdehem sebentar. "Itu penyakit mencret mengeluarkan darah..." Terangnya.

Si Mama, Oz, manggut - manggut.

"Tapi biasanya ditemukan pada anjing." Tegas Chullie.

.

.

.

.

.

.

"JADI SITU NYAMAIN ANAK SAYA SAMA ANJING?"

Si Mama emosi, nyekek - nyekek si Chullie.

"IIIIIHHHHH." Chullie berusaha melepaskan diri dari cengkraman mamanya Oz.

"DOKTER, JADI ANAK SAYA GIMANA?" Bentak Mama Oz. Bedeeeh si Henry kena semprot juga.

"Kami masih mengusahakan yang terbaik. Chullie, bawa Oz ke kamar mandi."

"Siap."


[Kamar mandi di Ruangan rawat inap Oz]

"NGGGGGRHHHHH!"

.

.

.

"Ayo, Nak Oz!"

"Nak! Berjuanglah!"

"Ayo - ayo!"

Dokter Henry, Mama Oz, dan Chullie mensupport Oz dari luar kamar mandi.

.

.

.

"ARGHHHHH!"

.

.

.

.

.

.

.

PLUNG.

"HOREEE! ANAK IBU AKHIRNYA EEK!" Henry bersemangat.

"Bagus, Oz! That's my boy!"

"Oz, kamu telah melewati masa yang sulit." Ujar Chullie dengan muka menyedihkan.

"Oke, Nak Oz! Silahkan cebok tapi gausah di flush!" Perintah Henry.

.

.

.

Henry, Mama Oz, dan Chullie melakukan observasi mengenai tinja Oz.

"Tuh! Ada merah - merah!" Ujar Mama Oz.

"Oh iya, kok bisa? Darah ya?" Tanya Henry.

"YAA SITU KAN DOKTER JADI HARUSNYA TAU DONG."

"Seperti yang anda lihat, feses anak anda itu abstrak! Ini tidak wajar!"

"Harusnya oval ya?"

"Mama... Dokter... Jangan berantem." Pinta Oz.

"Chullie! Bawa Oz ke tempat tidurnya!" Perintah Henry, Chullie mengangguk.


[Ruang Mr. Henry Lau, Tempat Rawat Inap Oz, Rumah Sakit Pelatitutetot]

"Sus..."

"Ya, Oz?" Chullie berada disamping Oz.

"Aku pasti sembuh kan?"

"Iya."

"Makasih ya, tante suster." Ujar Oz.

"..." Chullie hanya diam.

"Tante...?"

"Gue Cowok." Papar Chullie.

.

.

.

.

.

.

.


[Lobby Rumah Sakit Pelitatitutetot]

"Inget! Kita harus kompak! Jangan sampe ada yang tersesat, Oke?" Papar Liam. Semua mengangguk.

"SATU KOMANDO!"Alice berteriak.

Semua mengepalkan tangannya.

"MAJUUUUU JALAN!"

.

.

.

.

.

.

.

DRAP DRAP DRAP

"KIRI, KANAN, KIRI KANAN KIRI."

"PUTAAR HALUAN KIRIIII! GRAK!"

Mereka masih demam upacara bendera...

"Eh, naik tangga apa naik lift?" Tanya Elliot.

"TANGGA! NAIK LIFT KELAMAAN!" Ujar Alice.

DRAP DRAP DRAP

"KIRI, KANAN, KIRI KANAN KIRI."

.

.

.

Mereka sudah berdiri di depan kamar Oz.

"Eh - eh, kagetin yuk." Usul Lotti

"Echo bawa confetti Falls." Ujarnya.

"Bagus!" Alyss menarik pipi Echo.

"Ini geblek banget sih bawa confetti kerumah sakit..." Keluh Break.

.

.

.

.

.

.

.

BRAKKKKKKK!

TEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEET!

"SUPRAISSSSSS!"

Semua berteriak ditambah suara Alice dan Alyss yang toa...

Ditambah lagi suara confetti falls yang menggema.

"HAYAM HAYAMMMM!" Chullie latah.

"Teman - teman..." Sahut Oz lemah.

"HAIII!"

"HAI OZ!"

"SAKIT APAA?" CEPET SEMBUH YAA!"

"IH GELANG APAAN NIH? GUE CABUT YA! NORAK BANGET GELANGNYA!" Ujar Alice sambil melepas infus Oz.

"JANGAAAAAAN!" Chullie ngamuk.

"HAIIII TANTEEE!" Sapa Break ke Chullie.

"'TANTE - TANTE, TANTE NDASMU!"

"ASUUUU KOEEE!" Gilbert baru mempraktekkan bahasa jawa yang baru ia pelajari.

"Witing tresno jalaran soko kulino!" Elliot nimbrung.

.

.

.

.

.

.

.

BRAK!

"GAWAT, SUSTER CHULLIE!"

"ADA APA, SUS?"

"PASIEN DISEBELAH MENDADAK SERANGAN JANTUNGNYA KAMBUH!"

"OH YA?"

"IYA!"

"SUMFEH LO?"

"ANE ZUZUR!"

Chullie langsung meninggalkan Oz dan kawan - kawannya. Mengikuti suster tersebut untuk merawat pasien yang lain.

"Oh iya, Oz. Sakit apa?" Tanya Reo.

"Ngng, katanya dis... dis..."

"Dis?" Tanya Liam sambil mengangkat salah satu alis kirinya.

"Dis... dista..." Oz mengingat - ngingat.

"Dis... tampon?"Jawab Vince asal.

"Dis...temper! Iya, temper!" Oz akhirnya inget.

"ITU KAN BUAT ANJING!" Seru Michelle.

"Jangan jangan... Kamu..." Ujar Alyss serius.

"Siluman... Anjing?" Celetuk Lotti.

.

.

.

"IIIIHHH LOTTI KEBANYAKAN NONTON INDO-NE-SIAR!"

"WUIIIIIHHH ULER TERBANG ULER TERBANG!"

"HUAKAKAKAKAKAK!"

"SIAULLLLL DIEM LOEEEEEE!"

.

.

.

"Eh, tadi bawa kue kan?" Tanya Eida.

"Iya, tadi gue kasih ke Alice." Ujar Alyss.

"Tadi gue kasih ke Gilbert." Ujar Alice.

"Tapi tadi gue kasih lagi ke Liam." Sahut Gil.

"Tadi gue kasih ke Michelle." Jawab Liam.

"Ke Reo." Michelle nunjuk Reo.

"Gue kasih Elly." Jawab Reo.

"ELLY ELLY! TADI GUE KASIH ECHO SOALNYA GUE MALES BAWA!" Elliot sensian.

"Jack." Jawab Echo datar sambil nunjuk Jack.

"Eh, tadi gue kasih Lotti deh perasaan." Ujar Jack.

"Vince! Tadi gue kasih ke elo kan?" Tanya Lotti.

"Iya, tadi kuenya gue kasih Sharon." Sahut Vince.

"Iyaaa! Di gue kok!" Sahut Sharon girang. At least, kuenya tidak ditangan Break.

"ALHAMDULILLAH!" Semua bersyukur karena kuenya tidak berada ditangan yang sesat.

.

.

.

"Eh tapi, pas gue pipis kayaknya gue titipin kuenya ke Break deh..." Lanjut Sharon.

"Burp." Break kekenyangan...

.

.

.

.

.

.

.

"TIDAAAAAAAAAAAAK!"

"BREAAAAK! BALIKIN KUE GUEEE!"

"IIIIIHH ALICEEE ITU KUEE KITAA! BUKAN KUE ELO!"

"GUE!"

"GUE!"

"MUNTAHIN LAGI GAK?"

"HOEEEEEEKKKKK JANGAN NYEKEKKKK!"

"SETOOOOPPP SETOPPPPPP!"

Michelle menengahi kekisruhan tersebut.

"Ampun... jangan cekek lagiii." Pinta Break.

"AHHH ELUUU BADUT GEBLEK!"

"KUENYA DIABISIN!"

"Maaf ya Oz..."

"WOOOO!" Break disorakin anak - anak PanCo.

"Ada hukumannya loh, Break." Ujar Oz tersenyum jahil.

"Hoh?" Break cengo.

"Sini - sini." Oz membisikkan kata - kata kepada Break.

.

.

.

"GAMAU!"

"LO HARUS LAKUIN, ATO... GUE GABAKAL MAAFIN LO!"

"CIH!"

"Harus! Sekarang!" Perintah Oz.

"Eeeh disuruh ngapain sih?" Tanya Alice.

"Adadeeeh."

"Ga ada yang lebih gampang?" Pinta Break.

"Nope!"

"..." Break pasrah.

.

.

.

SREEEET

"EAAALAAAH ITU GORDEN KENAPA DIROBEK?" Alyss mencak - mencak.

"Disuruh Oz." Ujar Break datar.

Break mengikatkan ujung gorden itu sampai menutupi mukanya, hanya menyisakan mata dan jidatnya.

"Kayak maling." Reo setengah berbisik.

HUP!

Break naik keatas meja kerja Mr. Henry.

.

.

.

.

.

.

.

Desir pasir dipadang tandus

Segersang pemikiran hati.

Terkisahku diantara, cinta yang rumit.

.

Bila keyakinanku datang.

Kasih bukan sekedar cinta.

Pengorbanan cinta yang agung

Kupertaruhkan.

.

Maafkan bila ku tak sempurna

Cinta ini tak mungkin ku cegah

Ayat - ayat cinta bercerita.

Cinta ku padamu...

.

.

.

"B...Break...?" Sharon speechless

.

.

.

"MUAHAHAHAHAH!"

"ANJIRRR!"

"BREAK KESURUPAN WOIII!"

"PANTATNYA KURANG GOYANG!"

"Innalillahi..." Sharon nyaris pingsan.

"SHARON!" Eida panik ngeliat Sharon tiba - tiba lemes

"Sudah Echo foto." Sahut Echo datar.

"OZ!" Break ngamuk.

"HAHAHAHA PANTATNYA KURANG GOYANG!" Oz jadi semangat.

"Lenggokannya kurang tuh." Komentar Liam.

"Untung bukan gue yang dibully!" pekik Elliot.

.

.

.

.

.

.

.

Semua mendelik kearah Elliot.

"Apa?" Elliot merasakan hawa buruk.

"HUHUEHEHEHEHEHEHE."

"..." Elliot panik.

"SERAAAAAAAAAAAAANG!"

Gil nahan tangan Elliot yang lebih pendek.

"GAAAAH! GAMAO! GAMAOOOO!"

"Kita apain nih?" Tanya Jack usil.

"BUKA BAJUNYA~!" Usul Alice dan Vince bersamaan.

"ROGER!"

"GAMAOOO! ARGHHH MINGGIR LOOOO!"

.

.

.

"BULU KETEK!"

"ASYIKKK ASYIKKK!"

"CABUTIN YUK!"

"Gue mau cabut satu dong!" Ujar Oz.

"Silahkan." Reo mempersilahkan.

"Tahan yap." Oz Jahil.

.

.

.

"AUWW!"

"MUAHAHAHA CABUT LAGI! CABUT LAGI!"

"GAMAUUUUU!"

"KYAAA~ JOROK!"

.

.

.

"Sudah Echo foto."

"ECHO!" bentak Elliot.

"Eeeeh ada temen – temen Oz." Mama Oz keluar dari kamar mandi tanpa Mr. Henry.

"Hai tante!" Sapa Michelle.

"Eeh tantee." Elliot buru – buru ngancingin bajunya.

"Om Gay nya mana?" Tanya Liam.

"HUSH! OM ZAI!" Ralat Reo.

"Om Zai nya lagi sibuk, jadi gabisa kesini."

"Oh iya tante, Oz sakit apa ?" Tanya Sharon.

"Kurang tau, katanya distemper…" Balasnya.

"Ooooh." Mereka ber 'oh' ria.

"Eeeh dokternya Henry Lau?" Tanya Michelle kagum.

"Iyaaa sodaranya Andy Lau kan?" Lotti bisik - bisik.

"Eh iya." Elliot nyeletuk. "Kita doa bersama yuk. Buat kesembuhan Oz."

.

.

.

"GAK!"

"Loh, kenapa engga?" Tanya mama Oz.

"WAAAH KALO ELLIOT YANG MIMPIN SIH SESAT TANTE." Ujar Reo.

.

.

.

.

.

.

.

BRAAAAAAK!

"Akhirnya saya tau penyakit anak ibu!" Ujar Henry sambil membanting pintu kamar mandi.

"Oh yaaa?" Ujar Mama Oz dan anak – anak PanCo senang.

"Anak ibu… menderita…"

Dag.

Dig.

Dug.

Deg.

Dog.

"AMBEYEN!" Seru Henry dengan senang karena menemukan penyakitnya.

.

.

.

.

.

.

.

PLAKKKKK

"KALO GITU KENAPA JUGA ANAK GUE SAMPE RAWAT INAP GEBLEKKK!"

Tangan mama Oz mendarat di pipi Henry dengan kasar. Lalu dengan kasar ia menggendong Oz dan membawanya pulang kerumah.

.

.

.

Henry Shock.

.

.

.

"Dokter gimana sih? Masa Ambeyen aja sampe rawat inap?" Ujar Lotti.

Henry masih memegangi pipinya. Lalu beranjak ke mejanya.

"… INI SIAPA YANG BERANTAKIN?" Tanya Henry.

"S… saya, dok." Break gagap.

"INI KENAPA RUANGAN SAYA JADI BERANTAKAN GINI?" Henry Stress.

"Saya dok." Ujar Echo sambil membawa bekas confetti falls.

.

.

.

"Hoo, vas bunganya bagus ya." Henry tertawa miris sambil memegangi vas bunga yang berada di mejanya.

Suasana mendadak mencekam.

.

.

.

PRAAAAAAAANG!

Vas bunga tadi Henry lempar ke jendela.

"KELUAR KALIAAAAAAAAAAAAAAAN!"

.

.

.

.

.

.

.

.


[Ruangan 'boss' Rumah Sakit Pelitatutetot]

"Henryyyy! Silahkan duduk!" Ujar si Boss.

"Begini, Pak."

"Yayaya saya sudah dengar tentang pekerjan kamu yang bagus sekali! Saya bangga denganmu."

"Bukan gitu pak." Henry menyangkal.

"Oooh lalu? Ingin kenaikan gaji?"

"Bukan, bukan…" Ujar Henry.

"Terus?"

"Saya ingin resign pak, maaf sebelumnya, saya ketemu pasien gila kemaren."

.

.

.

Anata? Watashi? OWARI! XD (whoops, ada bonus dibawah! xp)


Belom deng :p ini kolom curhatan Glo plus ada bonus cerita loh!

.

.

.

Gimana ya, kalo cowok - cowok nyatain cintanya ke cewek yang dia suka? Cara romantis? Atau... Hancur?

Dimulai dari... Jack!:

*Jack POV*

"Cewek..."

"Iya?"

"Tau gak, setiap aku ketemu kamu, aku ngerasa mati!"

"IH KENAPA?"

"Abisnya aku kayak ketemu malaikat..." Jack menatap mata perempuan itu dengan lekat.

"HEH LO KIRA GUA MALAIKAT PENCABUT NYAWA?" Sebuah tamparan melayang di pipi Jack.

... Tragis, bung.

.

.

.

Sekarang, Elliot!

*Elliot POV*

"Hai."

"Hai, kenapa ya, Elliot?"

"Ini, aku bawa bunga... buat kamu." Ujar Elliot sambil menyerahkan bunga ke arah ceweknya.

...

"YA GAPAKE AKAR - AKAR NYA JUGA KALI!" Si cewek mencak - mencak lalu lari ninggalin Elliot sambil ngedumel.

...

"MENGAPA DUNIAKU HITAM? KELAM? MENGAPA OHH MENGAPA?" Elliot guling guling dilantai.

Yah Elliot sarapnya kambuh.

.

.

.

And... Gil!

*Gil POV*

"Hai!"

"Hai Gil! Ada apa ya?"

"Papa kamu maling ya?" Tanya Gil.

...

"Hah? Ketauan!" Si Cewek itu panik. "Tau darimana?"

"Itu lagi digebukin di gerbang sekolah soalnya ketauan nyolong motor."

"ASTAGFIRULLAH! BAPAAAAK!" Si cewek nyamperin bapaknya.

...

Batal nembak, deh.

.

.

.

The last for this chapter. Liam!

*Liam POV*

"Hai, papa kamu astronot ya?"

"Bukan sih yeeee maluuuuu!"

"..."

Untuk char lain, di chapter selanjutnya ya xP

.

.

.

Baru masuk deh ke kolom curhat Glo~

Sedikit mengenai bahasa jawa: Asu itu guguk, koe itu... kamu ya? Glo gatau XD

Witing tresno jalaran soko kulino: Glo gatau... BWAHAHHAH XD Glo dapet dari ayah Glo~

Oh iya, cara nembak diatas itu... cuma iseng kok.

Soalnya Glo akan pergi meninggalkan kaliaaan *lambai - lambaiin tangan* *dor* Cuma senin - selasa dan Glo akan update secepatnya~ Yang ke anyer PM Glo ya! SIAPATAU KETEMU NUAHAHAHAH *dor*

Oh iya, Glo abis nonton trilogy nya Merah Putih 3: Hati Merdeka. NANGIS! NANGIS! Glo nonton film itu pake batik loh! XD nyahahah~ but srsly nangis. Salut sama mereka yang maish bertahan hidup.

Dan sekilas ttg konser piano Glo : Banyak salah, WKWK. XD untuk desember Glo mau mainin lagu Lacie versi Elliot...

Elliot...

*nangis*

Udahdeh kolom curhat Glo, cukuuup sudah *nanyi*.

oh iya, follow twitter Glo iSiebteGloxinia ya, ^^b. /promosi

Mian kalo ceritanya tut tut gajes gajes. Glo berterimakasih untuk yang udah baca dan suka cerita Glo! Glo sayang sama kalian yang udah rela ngeklik fict ini! nuehehehe *kicked*

Makasih banyak ya! 8D GLO HEART YOU SO WELL! *KICKED*