Yo!
Glo kam bek dengan Teenage Stories!
Pas ngitung – ngitung hari, Glo sempet bergumam 'wow 3 upload dalam sebulan. Lemotnyah dirikuwwwh huwhuwhuw' (?).
Anyway, I'm here with Teenage Stories chapter 8! After Reserved Reversed (COMPLETE JUGA AKHIRNYA HAHAHA),and Get Well Soon! (fict Get Well Soon mendadak parah… untuk beta dong! XD )
BALESAN REVIEWS! YIIHAA:
Taviabeta-Primavera: Hai! kan Markas mereka di lab komp (di chap 2 ada penjelasannya XD) nah, Rufus Barma tuh kayak yang jagain mereka gitu (?) XD silahkan bayangkan sendiri Break godain Elliot, mending Elliot godain Glo! ye ga? ye ga? *ditabok* well, this is your req! jajaja~ hope you like this chapter! And... thanks for daripiuh! *cium* *ditabok*
salmahimahi: Yo! XD masa sih kerasa... *garuk tanah* iya, GLO BERANI LOH! walaupun kabur - kaburan... -_- *pundung* bener kan... pasti selalu melenceng nih genrenya *guling guling di rel kereta* maafkan saya! *sembahsujud* btw, any req again? XD bwahahaha sooo hope you like this chapter! AND THANKS FOR DA RIPIUUU! *peluk
faricaLucy: Haiiii! *hug* benarkah horrornya kerasa ? O_o bagus deh kalo gitu XD Glo seneng kalo ada yang ngerasa kalo horrornya kerasa! (walaupun genrenya gak nyambung) Break itu selingkuhan saya! *pasang muka nyolot* *ditendang* umm untuk Reqnya, mungkin bakal Glo gabung sama punya Katy dan punya aichii XD tunggu aja ya chapter selanjutnya, ke paris kan? 8D well, hope you like this chapter and thanks for da ripiu! X3
mirika: Hi! Hayooo rajin rajin ke situs pariwisata indonesia! siapatau ketemu personel boyband (?) *padahal Glo sendiri jarang banget* XD waah makasih ya! semoga suka sama chapter ini and thanks for the review! xD
Rin . Aichii: yooo! Harusnya kan Glo yang dicium :\ *galau* *gitendang* sekarang yang muncul si Mr. Perfect loh O_o *whoops* untuk Reqnya aku gabung sama punya Katy dan farica ya! mungkin ada chapter selanjutnya atau 2 chapter lagi XD woah, thanks! XD *hug* hope you like this chapter and thanks for da ripiuh! XD
hana-chan kirei: Hai! XD Waah! Glo senang ada yang tertawa (?) XD Glo seneng kalo hana juga seneng XD Kebetulan karena lumayan nyambung, Glo masukin Jinyoung disini! XD Well, semoga hana suka chapt ini andddd... thanks for the review! XD
Shanaa12: hai hai! XD Kalo gak nista, berarti bukan PanCo namanya XD ngomong - ngomong, semoga suka sama chapter ini ya! and thanks for da ripiuh! XD
Yosukegalih: hoi yosu-ecchi! XD bahahaha hai hai! Chap 7 ada yang kesurupan loh... (?) PanCo gitu loh XD ratenya sudah naik jadi T ya :) jadi... hope you like this chapter! and thanks for the review! XD
.
.
.
Umm… Special Thanks to: Taviabeta-Primavera, Myda, dan Risha Kuchiki (yang rela waktunya direcoki oleh Glo XD)
.
Reviewers: faricaLucy, Rin . aichii, Taviabeta-Primavera, Katy Starcatcher, salmahimahi, Shanaa12, RiikuAyaKaitani, Yosukegalih, eriottodaisuki, mirika, dan hana-chan kirei yang meluangkan waktunya untuk ngereview cerita ini!
.
Fave: Aoife the Shadows, hana-chan kirei, Just Teen Reader -.- Hamazaki, Lady Beilschmidt, RiikuAyaKaitani, salmahimahi, dan Shanaa12! MAKASIH UDAH MAU NGEFAVE CERITA INI!
.
Alerts: hana-chan kirei, Lady Beilschmidt, dan RiikuAyaKaitani! Thanks udah nge alerts cerita ini! Luv ya!
dan... READERS! HITTERS! YEAY! SEMUA! SEMUA! MAKASIH BANYAK YA UNTUK...
YOU.
YOU.
YOU.
ngomong - ngomong... Cast! Kim Heechul (FC) as Kim Heechul. Doctor Henry (FC) as Henry Lau, Cho Kyuhyun (FC) as Cho Kyuhyun, Choi Siwon (FC) as Choi Siwon, Jung Jinyoung (FC) as Jung Jinyoung! bingung? Baca A/N dibawah! *dor*
THANKS TO Sapphire Pearls for the solution of RO!
Warning: OOC, GAJE, TYPO, OOC BANGET, GAJE BANGET. Typo, Cursing words. ngomong - ngomong ini Fictnya Friendship loh, jadi maaf aja kalo galucu ^^ hehe. Bacanya janfgan deket - deket ya ^^b
Disclaimer : I own nothing except my OCs, my stories and my imagination. Others belong to our beloved Mochi-san!
umm...
coughcurhatcough. Then, I hope you like this chapter! ^^~
/maaf updatenya lemot uhuk uhuk (?)/
.
.
.
.
.
.
.
YOGYAAA I LOVE YOU!
/…really pisses me off./
"K—kita dimana sekarang?" tanya Oz yang baru bangun, rupanya karena capek, Oz terlelap sampai tak tahu ia dimana (?) lebe abis lu Oz (?).
"Di penginapan Yogyakarta, tepatnya di daerah Malioboro." ujar Rufus Barma sambil mencoba membaca peta.
"Hng? Oh ya? Bukannya kita kemaren masih di Semarang?" tanya Oz bingung.
"Yaa abis dari Lawang Sewu kita langsung kesini." terang Liam.
"Sana cuci muka! Belek noh masih dimana – mana." ujar Vince jijik.
Oz masih melihat sekitar dengan mata menyipit. Di satu kamar cuma ada 2 kasur. Berarti… (bentar Glo itung dulu) kan ada Oz, Gil, Jack, Break, Vince, Elliot, Reo, Liam. Berarti kemaren mereka umplek – umplekan di kamar kecil ini kayak ikan sarden. Belom ditambah Pak Rufus Barma (ehem supir) yang akhirnya tidur di sofa.
.
"Jadi…" Elliot membuka topik pembicaraan. "Kita bakal kemana hari ini?" tanyanya.
"Ada banyak tempat bagus di Yogyakarta." Pak Rufus Barma berdehem sebentar. "Nanti saja dipikirkan."
"Hoo." Gil ngangguk – ngagguk tanda mengerti.
"Break dan Jack mana, ya?" tanya Reo.
"Mengambil sesuatu di van." ujar Vince.
"Umm, dunno why, but I have bad feeling about this." ujar Gil sambil memandang seisi ruangan.
"I don't think so." sanggah Elliot cepat, membuang pikiran buruk temannya itu.
"Hanya perasaanmu saja, Gil." tambah Reo.
"Kira – kira Break dan Break ngambil apa, ya?" gumam Liam.
"Sesuatu yang special." ujar Pak Rufus Barma menimpali sambil nyengir ala bajing.
"Oh ya?" Vince mengangkat salah satu alisnya.
.
.
.
"HAAAIII!" akhirnya si duo-hiperaktif ini muncul dari balik pintu.
"Kalian bawa apa?" tanya Oz yang masih belekan.
"Kami disuruh Pak Rufus ngambil barang ini dari van." ujar Jack sambil membawa kardus.
"Apa isinya, ya?" tanya Gil.
"Buka aja." ujar Pak Rufus Barma.
Seperti yang kalian duga, walaupun mungkin kalian nggak menduganya… (?) Anak – anak cowok berkumpul di depan kardus itu.
"Siapa nih yang mau buka?" tanya Liam.
"Jangan – jangan bom…" tuding Vince.
"Lama, gua aja yang buka." Elliot memajukan badannya kearah kardus itu, tangannya mulai membuka kardus itu perlahan – lahan.
…
…
…
Sementara itu…
Di kamar sebelah, cewek – cewek pada ngumpul.
"Eh, si Break sama Jack tadi ngasih kardus kan?" tanya Sharon.
"Iye, nape?" ujar Alyss sambil nyisir rambut putihnya.
"Isinya… apa ya?" tanya Eida dengan suara kecil.
"Mungkin iseng!" Alice menimpali dari dalam kamar mandi.
"Hmm, elo tau sendiri Break itu kayak apa." Lotti mengelus – ngelus dagunya, seperti sedang berpikir.
"…" Echo hanya diam menatap kardus itu.
"Hhh, sini aku buka kardusnya, daripada kita penasaran setengah idup apa isi didalam kardus ini." usul Michelle sambil memegang kardus itu.
"Lo… yakin?" Lotti mengangkat salah satu alisnya, khawatir pada Michelle.
"Iyalah! Emang lo kira isi box ini apa?" Michelle sweatdrop. Tangannya bergerak, mulai membuka kardus itu.
.
.
.
.
.
.
.
"B…BLANGKON?"
Semua anak cewek teriak hiperbolis –minus Echo dan Alice yang lagi dikamar mandi.
"K…Kenapa harus blangkon?" tanya Alyss kalap.
"Blangkon apaan sih?" Alice bingung, ketinggalan berita.
"Umm, belum tentu kita disuruh make ini kan?" Michelle mencoba menenangkan.
"Ukh, gue gabakal mau disuruh make ginian." keluh Lotti.
"Echo pikir itu cukup bagus."
"Sebagai seorang Lady, kita harus mencobanya. Lagian ini kan blangkon batik! Kita harus bangga dong!" ujar Sharon panjang lebar.
"Se—sebaiknya kita tanya Pak Rufus Barma aja…" usul Eida sambil mengambil kardus tersebut.
Mendadak, semua menatap Eida.
"Ide bagus!" Lotti langsung mendorong Eida keluar kamar.
"Ja—janga…"
"Udah gapapa, elo aja yang nanya! Gabakal diapa – apain kok!" terang Lotti sambil tetap mendorong Eida yang membawa kardus berisi blangkon.
.
.
.
Meanwhile, di kamar anak – anak cowok.
.
.
.
"KOK… KOK KEMBEN?"
Semua mendadak shock, shock banget.
"Kayaknya punya kalian ketuker sama yang punya cewek, deh." terang Pak Rufus Barma, sweatdrop.
…
"Kalo gitu…" Vince memecahkan keheningan. "Gue aja yang tuker ke kamar sebelah." Ia berjalan kearah pintu, dan…
.
.
.
BRUUUUUKK!
"Auw!" erang Eida yang terjatuh menimpah Vince. Eida kehilangan keseimbangannya sebelum membuka pintu kamar anak laki – laki.
Otomatis, blangkon dan kembennya berhamburan.
…
"Eng… a bit awkward." sindir Liam.
"CIEEEEEEH!" Jack, Oz, dan Break jejeritan.
"Adikku sudah dewasa…" gumam Gil.
"KLISE BANGET SEEEH KAYAK IKLAN KONDOM!" ujar Elliot sarkastik.
"Jealous tuh." sindir Reo.
"Kagak!" balas Elliot sensi.
"Umm, umm… anu… cuma mau tanya… umm…" muka Eida merah.
"Hohoho, Elly." Vince berdiri. "Kayaknya elo jealous banget, ya?"
"SHUT. UP."
.
"Umm, Pak Rufus Barma, ini blangkonnya diapain ya?" tanya Eida masih dengan gagap.
"Hmm, tuker aja sama yang Vince pegang." terang Pak Rufus Barma.
"Kembennya harus dipake?" tanya Eida lagi.
"Yang cewek ga harus pake kemben, tapi yang cowok harus pake blangkonnya." balas Pak Rufus Barma.
"Ooh, I see, thanks!" ujar Eida sambil membungkuk, lalu menukar kardus yang ia pegang dengan yang dipegang Vince.
.
.
.
"Maaf ya, Elly." Vince meminta maaf (note: dengan nada ngejek, tentunya).
"APEAN SIH AH!"
"Jadi kita pake blangkon nih?" tanya Oz.
"Gua udah pake!" ujar Break yang make dua blangkon… di tetenya.
"Itu blangkon, bukan buat di tete, tapi di kepala." ralat Liam sweatdrop.
"Begini kan?" tanya Jack.
"Kebaliiiik!" Gil gemas ngeliatin Jack.
"Yaah ga jadi pake kemben, deh." ujar Reo. NAH LOH (?).
"WOIII REO HAMIL!" Elliot teriak sambil nyumpel blangkon kedalam baju Reo sampai – sampai bajunya terlihat mengembang.
"ELLIOT IHH!"
"MESUM WAKAKAKAKA!"
"HAMILNYA SAMA ELLIOT TUH HAHAHAHA!"
"EHEM, cepet pake blangkonnya." perintah Pak Rufus Barma sambil berdehem.
.
.
.
Mari kita kembali ke kamar para cewek – cewek nan heboh…
.
.
.
"Teman – teman…" Eida kembali membawa kardus lagi. "Ternyata punya kita ketuker sama yang punya cowok – cowok." terang Eida.
"Jadi, didalem kardus itu sekarang apa?" tanya Alyss.
"Kemben." jawab Eida kalem.
…
"Ga –ga disuruh make kan?" tanya Michelle gagap.
"Ga harus sih."
"ALHAMDULILLAH!" Alyss, Lotti, dan Alice teriak berbarengan.
"Echo mau coba pakai." ujar Echo.
"E-echo? Salah makan?" tanya Lotti, takut - takut.
.
.
.
.
.
.
"BOROBUDUUUUUUUURRR! YIIHAAA~!"
Abis keluar dari van, mereka langsung jejeritan gak karuan.
"Candi! Candi! Gua baru pertama ngeliat candi!" ujar Lotti heboh.
"Ah elu kebanyakan main ke mall sih!" sindir Jack.
Yah, mereka sudah sampai di tempat tujuan pertama mereka, yaitu Candi Borobudur.
"Ehm, permisi. Apakah anda butuh Tour Guide?"
.
.
.
"Kyu? Kyuhyun bukan?" tanya Sharon, ngarep.
"Emm, maksudnya?" si tour guide mengangkat salah satu alisnya.
"ITU! MAKNAE SYU PEO JYU NIEO!" Lotti jejeritan.
"Tunggu… kayaknya gue pernah liat nih orang." ujar Alyss.
"Anggota sm*sh bukan sih?" Alice mencoba mencerna.
"Anu..."
"Aduh ketemu anggota boyband yang nyamar jadi tour guide lagi?" Pak Rufus Barma menepuk jidatnya.
.
.
.
"Sa-saya dibayar oleh Pak Oscar, lebih mahal dari tour boyband saya." si tour guide jadi - jadian itu kalap.
"Hoo..." Vince mulai mengeluarkan nada mengintimidasi. "Jadi, sebenarnya anda siapa?"
"Tunggu!" Michelle memotong pembicaraan mereka. "Pasti anda Choi Siwon, kan?"
.
.
.
CLING CLING!
"Waaaaw... ketemu cowo cakep lagi!" gumam Sharon.
"Cakepan gua." Break ngelus dagu.
"Elu mah sok kecakepan, bukan cakep." sindir Oz.
"Sirik aja lu." balas Break.
"Tapi..." si Tour Guide aka. Siwon berkata sambil melirik mereka. "Apa... bajunya gak terlalu... begitu?"
"Begitu gimana?" tanya Liam mengangkat salah satu alisnya.
"Emm, nothing." ujar si Tour Guide. To make it easier, call him Siwon, kay? *wink*
.
.
.
"Wuiiih!" Lotti (dengan norak) lari – lari di tingkatan paling bawah Borobudur.
"AIIIHH! APAAN NIH?" tanya Sharon menunjuk satu bagian dari Borobudur.
"Umm, itu namanya relief, Sharon." Terang Michelle.
"Hoo, ada jenisnya gak?" tanya Eida ke Kak Siwon.
"Hemm, ada beberapa jenis relief disini, yaitu Karmawibhangga, Lalitawistara, Jataka dan Awadana, serta Gandawyuha." terang Siwon.
.
"Yang cewek jadi hyper kalo ketemu cowok ganteng ya…" ujar Oz pundung, tenang Oz, anda juga ganteng kok 8D *dor*.
"Namanya juga cewek." tutur Reo sambil mengangkat bahu yang mendadak mendapat tatapan death glare dari para cewek – cewek (minus Echo).
"Panas cing." ujar Elliot sambil ngelonggar - longgarin bajunya.
"Gue pengen ngerokoook!" pekik Gil yang langsung disambut oleh tatapan sinis dari Pak Rufus Barma.
"Yang ini..." Liam menunjuk salah satu relief. "Ini apaan?"
"Itu Karmawibhangga. Artinya secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan." terang Siwon panjang lebar.
"AIH! LIAT DEH!" Alice heboh.
...
"Apaan sih? Cuma pa—AAAAIHHH!" Alyss ikutan heboh setelah melihat apa yang ditunjukkan Alice.
"ECHO!" pekik Sharon dan Eida .
"Oh no… yang laki – laki jangan ngeliat!" pinta Michelle.
"Sst, itu CDnya…" Lotti sweatdrop.
.
.
.
"Apaan sih?" Siwon ngeliat keatas dan… "EH—EHH! KAMU! TURUN! NANTI JATOH!" dia mulai panik.
"Echo… mau ngeliat patung…" jawabnya lirih.
"Apaan sih? Echo cuma manjat stupa kan?" tanya Vince.
"IYA DIA MANJAT TAPI DIA PAKE KEMBEN! KALO NGANGKANG DIKIT GIMANA?" Jack ikutan panik.
"Ayo dek… turun…" Siwon udah mulai keringat dingin.
"Echo! Ayo turun!" sekarang Pak Rufus Barma yang berusaha membuat Echo turun.
HUPPPP!
"Gotcha!" Pak Rufus Barma menangkap Echo yang terjun bebas. "Nanti kalo kamu jatoh, saya yang kena semprot mama kamu." Lanjut Pak Rufus Barma sambil menurunkan Echo, lalu mengacak – ngacak rambut biru yang tergerai dan pendek itu.
.
.
.
"Ssst, sst! Wah apaan tuh…" Lotti mulai bisik – bisik ke Sharon, Alyss, Eida, dan beberapa anak cowok.
"Sst, tau ga, dia sebenernya deket sama si Oma Cheryl!" tukas Break.
"OH YA? OH YA?" semua yang tergabung ke sub-geng 'The Gossipers' merapat. Mata mereka mengerjap – ngerjap.
"Kenapa jadi pedopil gini?" tanya Oz sambil mengelus dagu.
"Kayaknya ketuleran Liam deh." sindir Elliot.
"Enak aja lo!" Liam ngamuk.
"Ngomong – ngomong… gosipnya Pak Rufus Barma itu... anunya kecillll!" Vince ngomong gakalah kenceng.
"Eh iya! Gue pernah ngeliat brosur Mak Erodh (?) di meja kerjanya dia, sih." tutur Alice dengan polos.
"Ah masa sih?" Gil mengangkat salah satu alisnya.
.
.
.
"KALIAN, UNTUK NILAI SEJARAH… SAYA KURANGI! SETELAH KEMBALI KE SEKOLAH, TEMUI SAYA." Pak Rufus Barma gondok, melipat tangannya didepan dada dan memberi mereka tatapan sinis.
"Gue gak ikutan~" ujar Reo sambil memasang muka inosen walaupun tertutup kacamatanya.
"Ano, bisa saya lanjutkan?" tanya Siwon.
"Tentu, silahkan." ujar Pak Rufus Barma.
"Jadi, ada beberapa arca disini, yaitu Bhumisparsa mudra, Wara mudra, Dhyana mudra, Abhaya mudra, Witarka mudra, dan Dharmachakra mudra." tutur Siwon.
"Ditahun itu udah ada arsitek?" tanya Liam.
"Ada, arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma." jelasnya.
"I see." Liam manggut – manggut.
So far, yang daritadi ngikutin pelajarannya cuma Liam, Eida, dan Reo. Sisanya? Pada main dengan cara unik.
"Gini…" Alyss berbisik. "Gue suruh Kak Siwon lempar blangkon ini, yang kena harus ngaku. Kalo kena harus ngelakuin sesuatu ya. GAK ADA YANG BOLEH GERAK, setuju?" tanyanya.
"SETUJU!" ujar anak – anak yang gak ikut nyimak pelajaran.
"Kak Siwon! Lempar blangkon ini ke siapa aja kek. Cepetan ya!" ujar Alice ga sabaran.
Siwon cuma bengong, tapi, karena gamau berdebat akhirnya dia ngelempar blangkon tersebut kesembarang arah.
.
.
.
HUPPP!
"AAAAH GUE LAGI YANG KENA!" sesal Elliot.
"YESSS! HAHAHA!"
"AYO LEMPAR LAGI, LEMPAR LAGI!"
Tanpa banyak ba-bi-bu Siwon langsung ngelempar lagi.
.
.
.
HUPPP!
"ARGHHH!"
"YES! GIL YANG KENA!"
"WAHAHAHAHAH!"
"Emang buat apaan sih?" tanya Siwon.
"Nothing! Heheheh~" jawab Sharon menyembunyikan sesuatu.
"Tch." Elliot udah pasrah aja.
Alyss mulai bisik – bisik ke anak – anak lainnya.
"Gimana kalo kita suruh Elliot dan Gil begini, begini, begini, terus nanti dia begini biar kita cepet keluar dari sini!" tukas Alyss.
Semua ngangguk – ngangguk tanda setuju, minus Elliot, Gil, Pak Rufus Barma, dan Siwon yang gak tau apa – apa.
"Apaan sih?" tanya Gil
"Nih!" Alice mulai membisikkan rencana mereka ke kedua 'tumbal' tersebut.
"Nah, mari kita lanjutkan." ujar Siwon. "Bhumisparsa mudra melambangkan 'memanggil bumi sebagai saksi'. Sedangkan Wara mudra melambangkan 'kedermawanan'." terang Siwon.
"I see." semua –mendadak senyam – senyum alim.
.
"Dhyana mudra melambangkan 'semedi atau meditasi'. Abhaya mudra melambangkan 'ketidakgentaran'. Witarka mudra melambangkan 'akal budi' dan Dharmachakra mudra melambangkan 'pemutaran roda dharma'." terang Si Ganteng (?).
"Lalu… eh, sepertinya tadi ada 15 orang? Kenapa sekarang tinggal 12?" tanya Siwon lagi.
"Itu… um… lagi ke kamar mandi!" Michelle ngibul tingkat cupu.
"Tapi kan, toilet jauh dari sini! Deket parkiran sana." terang Siwon.
"AAAH AKU BARU INGET! KATA MAMA, KALO KITA BISA NYENTUH PATUNG DI DALEM STUPA, PERMINTAANNYA BISA DIKABULIN LOH!" Alice (yang ternyata pinter ngibul) mengalihkan topik pembicaraan.*
"OH YA? OH YAAAA?" dengan shock overdosis, anak – anak yang ada disana mengerubungi salah satu stupa yang malang tersebut.
"IIIH GUE NYAMPEEE!" disela – sela mereka heboh, si akang perfect aka Siwon hanya tersenyum gemas melihat kelakuan mereka.
.
.
.
.
.
.
.
"Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya~"
"YIIIIHAAAA!" Break muncul secara tiba – tiba dari atas stupa dan membawa boombox super J4D03L.
"CHALA CIKI CIKI BAM CHALA CHAIIYA CHAIYYA! CHALA CHIKI – CHIKI BAM CHALA CHAIYYA!"
.
Elliot dan Gil teriak – teriak pasrah. Masih lengkap dengan blangkon dan kacamata itemnya.
"GOYANG WOEEE!" tanpa ba-bi-ba-bi-boo, Break… ngelepas kaosnya dan kaos kedua sahabat (tumbal sih sebenernya) itu.
SREEEEEET!
.
.
.
"PFTTT! BULU DADA! KAPAN TUMBUHNYA?" Jack kalap sambil nunjuk – nunjuk mereka bertiga yang berada diatas stupa paling besar.
"TADI GUA GAMBAR PAKE KRAYON! BAHAHAH YOGYA DIGOYANGGG!" sahut Break dari atas stupa.
"CHALA CHAIYA CHAIYA CHAIYA CHAI –WOI BREAAAK! JANGAN NGLITIKIN GUA TERUS! IYA GUA GOYANG! GUA GOYANG NIH!" Elliot ngamuk.
"SAARE ISHQ KI CHAAON CHAL CHAIYYA CHAIYYA! SAARE ISHQ KI CHAAON CHAL CHAIYA!" Gil teriak… lebih cocok jadi tukang sayur.
"CHAIYYA CHAIYYA SODARA – SODARA!"
"ASTAGA! TURUN!" Siwon dan Pak Barma mulai kesel… Memutuskan untuk manjat dan menarik mereka secara paksa.
"NGAPA PAK? MAU IKUTAN JUGA? CHAIYYA CHAIYYA!" tanya Break
"BAHAHAHAH! CALA CHAIYA CHAIYA CHAIYA!" anak – anak (gila) Pandora Community ikut meramaikan di bawah stupa tersebut, sampe tadi yang alim – alim kayak Reo, Eida, dan Liam ikutan.
"Mama… aku takut…" ujar salah satu anak kecil yang secara ga sengaja ngeliat aksi mereka.
"NAK! JANGAN LIAT! NANTI BUTA!"
.
.
.
NGUIIIIIING NGUIIIIIING!
"BERHENTI DISANA! ORANG GILA!"
"GYAAAA! CHALA CHAIYYA CHAIYYA!" anak – anak mulai bingung antara ngelanjutin joget atau kabur.
"NAMA SAYA JUNG JIN YOUNG! KEPALA BADAN KAKI (?) SATPAM DISINI!" suaranya makin besar ditambah ia menggunakan toa masjid yang ia colong.
"APAAAAA? JIGOOOOOONG?" tanya mereka barengan.
"JINYOUUUNG! GUE DISINI!" ujar Siwon diatas stupa sambil lambai – lambai tangan kearah si Kepala Badan Satpam disini.
"GYAAAA SATPAM GANTENG!" anak – anak cewek ngelambai – lambaiin tangannya juga kearah Jinyoung.
"Echo cabut ya kepala stupa yang ini." pinta Echo polos.
"JANGAN!" pekik Jinyoung.
"CHALA CHAIYYA CHAIYYA CHAIYYA CIKIBAM CIKIBAM CALA CHAIYYA CHAIYYA!"
"TERA JANNAAA TERA JANNA!"
"WOEEE! KALIAN GADAPET IZIN MANGGUNG!" teriak Jinyoung.
"OM SATPAM! ULTAHNYA KAPANNNNN?" tanya Lotti keras – keras.
"DELAPAN BELAS NOVEMBER TAON SATU SEMBILAN SEMBILAN SATU!" ujar Jinyoung dari kejauhan.
"YESSS DIBALESS!" ujar Lotti girang.
"ALAH HOKI AJA LU!" Alyss ga terima kenyataan lalu ngejambak Lotti (?).
"OM SATPAM! NYANYI YUK! CHALA CHAIYYA CHAIYYA!" Sharon gakalah heboh.
"ARGHHHH! TURUN LOE SEMUA! TURUN!" ancam Jinyoung sambil mengeluarkan pistol… air.
"BAH, PISTOL AIR!"
"ISI PIPIS KEBO NIH! TURUN GAK LU SEMUA! CEPET SEBELOM GUE TEMBAKIN SATU – SATU!" bentaknya.
Sip, daripada menemui kematian yang terburu – buru… mereka mundur dengan teratur.
.
.
.
.
.
.
.
[Malam hari dimana sang surya terlelap (?)]
"APA? MINGGU DEPAN JALAN – JALAN LAGI?" Pak Rufus Barma ngamuk dengan orang diseberang sana (?) lewat aipunnya.
"HUAPAHHHH?" anak – anak PanCo udah mau mati, lututnya mendadak lemes ngebayangin perkara yang mereka bikin tadi siang.
"Tapi… Ah? Kesana? Dan tour guidenya bohay?" tanya Pak Rufus Barma yang membuat sweatdrop. "Ya, ya, baiklah. Baiklah." Lalu ia menutup aipun berlogo apel busuk itu (?).
"Oh iya, ngomong – ngomong kita mau makan dimana?" tanya Gil.
"KU-CI-NGAN." ujar Vince usil sambil menekankan nada bicaranya.
"Sebaiknya jangan sampai sakit, karena seminggu lagi kita akan jalan – jalan ke tempat yang BUAGUSSSSSS BANGET!" terang Pak Barma.
"Bagus sih bagus pak, tapi gausah muncrat dong." keluh Michelle yang kecipratan.
"Te—terus… na—nanti…. M… makan apa?" tanya Gil gagap.
"Makan nasi kucing." jawab Eida polos.
"A—apa…?" gigi Gil gemerutuk. Mukanya menjadi pucat, rambutnya seperti ganggang laut (tunggu, ini kayaknya emang bawaan dari lahir).
"Na-si-ku-cing! Elo gadenger?" tanya Reo belaga bego.
"…" Gil mulai mematung.
.
.
.
"ARGHHHH! GUA GAMAU MAKAN DISITU!" pekik Gil sambil lari berbalik arah dengan gaya bencong.
"ARGHH! BALIK LO! SINI LOO!" anak – anak PanCo nyumpahin Gil sambil nyeret Gil kearah kucingan di jalan – jalan daerah Malioboro.
"GUE GAMAU MAKAN DAGING KUCING! GAMAU!" bentak Gil
.
.
.
Oh poor Gil, dia ngga tau kalo nasi kucing itu gapake daging kucing.
YO!
Akhirnya TS apdet!
*sujud sukur* ngomong - ngomong, get well soon untuk fandom screenplays : Glo jadi siders disana *dor* Ehm...
Jadi, kenapa Glo tulis cast such as 'Kim Heechul (FC) as Kim Heechul'?
Coba kita baca rules disini : Stories with non-historical and non-fictional characters: actors, musicians, and etc. | nah, itu nomor empat dari 6 peraturan.
Kim Heechul... itu kan non fictional?
NAHHH LOHHH! *JENG JENG JENG* itulah alasan mengapa Glo tulis 'Kim Heechul (FC) as Kim Heechul'.
Mari kita anggap (FC) adalah Fictional Character.
kalo dibilang OC juga gak tepat. Glo bingung, sementara kita pake FC dulu ya! Kenapa namanya sama? karena... Kim Heechul (FC) ini bukan lagi Kim Heechul SJ, tapi Kim Heechul (FC) adalah Fictional Character walaupun ia sama persis dengan Chullie oppa yang kita kenal.
Hmm, silahkan report abuse jika tak berkenan =) karena Glo awalnya memang melanggar.
TAPI sertai bukti. karena saya sedang menggunakan FICTIONAL CHARACTER disini.
Dan untuk Screenplays, get well soon! semoga cepat ditemuka solusi ya!
Wah saking seriusnya Glo pake 'saya' XD hahaha.
ngomong ngomong, Glo seneng banget bisa sampe chapter delapan =)
besok Glo belom sekolah! MASUKNYA SENEN DEPAN DONG MWAHAHAHAHA! XD Glo mau cabut dulu ke s'pore (kalo jadi)
jadi, 4 hari tanpa internet... *pundung* Glo galawww!
Ngomong - ngomong, karena besok senin dan udah banyak yang masul makanya Glo apdet kilat walaupun lemot (?)
Dan Glo, sebisa mungkin ngelakuin ReQ secepatnya! doain ya! XD
Makasih untuk kalian semua! tanpa kalian GLO GALAUUUUUU! *eh* tanpa kalian mungkin Teenage Stories ga ada kabar... *loh*
WELL. SEE YA ON THE NEXT CHAPT!
I LOVE YOU!
NGOMONG - NGOMONG BESOK MASIH TTG TRAVEL YAPP! ADIOS!
