HAIIII! *teeeeeeeeeeeeet*
Kita kedatangan teman baru lochhh~! XD
Berhubungan dengan Bulan Ramadhan… gimana kalo fict ini kita bikin…
Tentang puasa? .u.
an BDAY update fict for SKY!
WOOOOOTTT!
HAVE A BLASTTTTT ~
balesin ripiu dulu ahhh~
Taviabeta-Primavera: Hai! Makasih loh untuk ripiunya ;' Iya beta hebat loccch! *highfive* Makasih ya udah ngeluangin waktunya untuk coti bersama Glo! Akoh sayang kamoh! Unyumenyeeeee BUKBER HARUS JADI LOH. Betewe, maunya paus apa? Atletis? Jangan guling - guling, nanti kejedot -_- aku gatanggung biaya pengobatannya. Beta ga nguber kok, cuma nyuruh buru - buru /heh. Well, I love your ficts too :) cheers! sekali lagi makasih untuk ripiunya dan... JENG JENG! Hope you love this story!
Yosukegalih: Halo! Makasih udah mau luangin waktunya untuk ripiu! Asli itu joke jaman kapan! Glo aja ngakak XD eniwei, kalo yosu step... aku gamau bantu loh /apaini. Marhaban ya ramadhan *TELAT BANGET YA GLO BAHAHAHAH* dan sayangnya Glo tetep males taraweh /dibuang. Sekali lagi makasih untuk ripiunya dan semoga suka sama chapter ini!
salmahimahi: HALO! XD Aku mau! aku mau! /eh makasih ya untuk ripiunya! XD siap gimana? Madesu iya .u. Aduh non, bayangin sendiri deh Gil pake bikini, eike aja gatega ngebayangin Elliot pake bikini HUHUHUHU T-T /apaini. AAAA AKU UPDATENYA LAMA! PAK OSCAR JANGAN KEMARI! /ditendang well, makasih untuk ripunya and I hope u like this chap!
Dinlok: Halohalo! 3 Makasih udah mau ripiu! 3 Bagus deh ada yang suka! 3 unyunyu makasih lohhhh x) eniwei, kurang panjang ya? errr... Maaf! T_T mungkin yang ini bisa nutup sama chapt sebelumnya! Maaf ya! XD Kebayang? Aku aja engga /eh. XD makasih untuk ripiunya and I hope u like this chap!
hana-chan kirei: Hi! makasih loh buat ripiunya! XD urrr ngapain naik turun tangga? O_o Oh iya, untuk idenya kupake beberapa loh! Makasih ya! EH TAUGASEEEH siput yang ada telornya itu gaenak, kayak makan batu T_T /curhat eniwei... Kurang heboh kah? DISINI ADA YANG BERANTEM LOH HAHHAHAHA /ditendang walaupun ga ada artis KPop disini T_T huwhuw. Dan dan makasih untuk ripiunya and hope u like this chap!
Mugi-pyon: Hai! Makasih udah mau meluangkan waktunya untuk ripiu! xD Waah makasih loh udah mau baca cerita nista ini~ XD nyahahaha sebenernya aku udah rencana bikin Side Story pas mereka jalan - jalan, jadi ditunggu aja! XD Ini kembali ke latar cerita sebelumnya kok ^^b untuk artis korea, di chapter ini ga ada. Tapi ada OC 1 nyempil, gapapa kan? ^^b sekali lagi makasih loh udah mau ripiu dan hope u like this chappie!
faricaLucy: HAIII! akhirnya bisa ketemu kak Farica lagi /peluk /cium /apaini. Makasih udah nyempetin waktunya untuk ripiu! :D And I'm glad u like it! Yopyop! :D Makasih jg udah mau req, tanpa req mungkin cerita ini buntu /eh. Ini chapter 10nya, semoga suka dan sekali lagi makasih untuk ripiunya! :D
Urara: HALO! Waah maksih banyak udah mau mampir dan memberikan ripiu kesini! xD Glo jadi seneng ada yang ketawa nyaingin orang gila, nanti ditangkep petugas rsj loh (?) eniweiiii, ini chapter 10, silahkan dinikmati dan sekali lagi makasih loh untuk reviewnya! xD
Tanya kenapa? Karena inilah salah satu kegiatan Glo untuk nunggu azan yang kita nanti – nantikan. Glo gapernah ngabuburit sama anak – anak komplek, ahahaha /ketawamiris Oh iya, ini kali pertama Glo bikin fict yag ada fighting scene nya walaupun pendek!
Oke, langsung aja! Pokoknya Michelle itu punyaku dan Mizuaki itu punya kak Ninta aka Akira Yuu! Yay! 8D
Disclaimer: PH punya Mochi-san. Master of troll FTW!
WARNING: Fict ini OOC SANGAT! Gak menarik. Typo(s). Alur nyacat. I've warned 'cha ;) TAPI KALO MAU BACA SIH YA SUKUR HAHAHAHHH /sarap.
Thanks to: YOU! YOU! YOU!
.
.
.
Saber! Bukber!
/pasti kacau./
.
.
.
"Kh, Alyss! Jangan nendang – nendang!"
"Bawel, siapa suruh meluk – meluk hah?"
"Diem ah! Masih malem nih!"
.
.
.
KROMPYANGGGG!
.
"HANJERRRR!" si kembar berbeda warna rambut itu langsung melek.
KROMPYANG! KROMPYANG!
.
"APAAN SIH WOY!" Alice membuka jendela kamarnya yang berhadapan langsung dengan pagar rumahnya.
Sayangnya, pengelihatannya masih ngeblur untuk melihat di malam hari.
KROMPYANG!
.
"Siapa sih?" tanya Alyss yang mulai terganggu.
"ALYSS! ALICEEEE!"
KROMPYANG! KROMPYANGGG!
.
"Aduh, kayaknya anak – anak deh." ujar Alice.
"Ngantuk, tidur lagi aja yuk." tambah Alyss.
"Tapi kasian mereka kan?"
"BUKAIN PAGER DONG!"
KROMPYANGG!
.
"Bunyi apaan sih?" Alice mulai risih.
"Samperin aja yuk."
Mereka berdua (dengan malas) berjalan menuju pagar.
"AYODONG!"
KROMPYANG!
PRAK.
.
.
.
PRAK.
.
.
.
PRAAAANGGG!
"APAAN TUH?" Alyss panik.
"AAAA! GECE! LU JALANNYA GECE DIKIT NAPA?"
.
.
.
…
"A—ah…"
"Pagernya…"
Mari kita lihat keadaan disana.
…
"KOK PAGERNYA LEPAS DARI ENGSELNYA SIH?" bentak Alice.
"Astaga…" Alyss menghela nafas panjang.
"Abisnya! Udah gua sahut – sahutin lu nya kaga bukain pager!" bela Gil cepat.
"Tul! Lagian kita kan mau SaBer! Laper nih!" keluh Break memegangi perutnya yang lagi disko.
"SaBeR? Sok keren! Sahur bersama aja!" ralat Liam.
"Lagian siapa sih yang ngidein nendang pager? Gua kan cuma ikutan aja!" elak Sharon.
"Mereka tuh otak dari insiden ini." desis Reo (sok) misterius sambil menunjuk kearah Vince dan Lotti.
"Echo hanya ikut saja." sahut Echo datar.
"Maaf, gue khilaf." ujar Vincent dan Lotti cepat dengan wajah tanpa dosa.
"Laper!" keluh Jack udah kayak orang demo.
"Mau pipis!" Elliot ganyambung.
"Mau pipis? Nih gua kasih!" sahut Oz.
"Laper maaaaak!" keluh Lotti sambil memegangi perutnya.
"Um… um… Alice, Alyss, bolehkah kami masuk?" pinta Eida dengan tatapan memelas.
.
.
.
.
.
.
"MAKSUD KALIAN APA?"
Satu kata yang dapat mendeskripsikan suasana disana.
Horror.
.
.
.
"KENAPA PAGAR RUMAH SAYA BISA LEPAS DARI ENGSELNYA HAH?"
Lebih dari horror.
Mulut anak – anak PanCo terlalu kelu untuk memberikan penjelasan kepada Om Glen.
"JAWAB PERTANYAAN SAYA!" bentak Om Glen galak.
"U—um… jadi…" Vince membuka mulut karena dia merasa paling bersalah.
"SAYA GABUTUH JAWABAN KAMU!"
.
.
.
Doeng.
"Perasaan tadi dia minta jawaban deh." bisik Vince ke Gil dengan pelan disertai sweatdrop.
"Umm, papa, mama mana?" tanya Alice pelan, takutnya kalo salah ngomong bisa dijadiin menu sahur.
"Dia pergi, ada SOTR." jawab Om Glen dengan ekspresi datar.
"SOTR?" Sharon memiringkan kepalanya.
"Sahur on the road." sahut Echo.
"Nanti yang masak siapa dong?" Alyss harap – harap cemas.
"Ya papa lah, ada masalah?"
.
.
.
"Mati kita." keluh Alice.
"Gawat, teman – teman! Kita akan diseret kedalam jurang kehancuran…" ucap Alyss dengan penuh penyesalan.
"Emang kalo Om Glen yang masak kenapa?" tanya Oz.
"Gua ada feeling buruk." sahut Liam dengan gigi gemerutuk.
"Oke, om masak dulu." ujar Om Glen datar sambil memakai ikat kepala yang bertuliskan 'berjuang', lalu melipat lengan piyamanya, dan belek masih menghiasi matanya.
Ah, alangkah indah melihat sang ayah masak demi anak – anaknya (?) tercinta.
"DAN NANTI SIANG, BENERIN PAGER RUMAH SAYA!"
Dan… BLAM! Om Glen membanting pintu dapur.
…
…
…
"Calon mertua gua bekas tukang jagal, ya?" keluh Jack.
"Emang kalo bokap lu yang masak kenapa?" tanya Oz curiga.
"Enak sih, tapi…" Alyss menghela nafas panjang.
"Ah bodo lah! Daripada kita gak sahur?" sela Alice.
"Ah, iya."
.
.
.
BRAKKKK!
"Ah, gua telat!"
…
"Michelle?" semua yang ada di sana melihat kearah Michelle yang baru saja datang dan… seorang lagi? Siapa tuh?
"Hehehe, maap!" ujar Michelle. "Sepupu gua kebo nih! Bangunnya lama banget." sindirnya.
"Gausah nyindir deh." keluh seseorang disamping Michelle.
"Gua bawa kesini juga, soalnya di rumah ga ada yang masak, daripada dia kelaperan mending gua bawa kesini." terang Michelle.
.
.
.
"Ah, halo. Nama saya Mizuaki! Salam kenal." ujarnya.
"Buset, kaku amat." keluh Elliot.
"Kita gak gigit kok." ujar Sharon lembut.
"Gue panggil Aki ya!" sahut Break blak – blakan.
"Rambutnya pendek rapih ya, ga panjang gimbal kayak punya Michelle." sindir Gil.
"Elo kira gua Mbah Sirup!" elak Michelle.
"Eh? Eh?" Mizu kebingungan sendiri.
"Eh iya, sahur pake apa sih emang?" tanya Reo mengganti topik.
"Oh, iya." Alyss berdehem sebentar. "Masakan ayah enak, kok. Tenang aja."
"Bohong!" seru anak – anak PanCo —minus Michelle dan Mizu.
"Eh? Ada apa sih emang?" tanya Michelle plenga – plengo.
"Itu loh, Om Glen masak!" sahut anak – anak heboh.
"Ah, terus? Om Glen siapa?" tanya Mizu.
"Papanya si tukang makan dan oma kelinci." tunjuk Vince bergantian kearah Alice dan Alyss dan sukses mendapatkan double death glare.
"Kata Alice dan Alyss, itu nyeremin." keluh Eida.
"Ah, itu Om Glen." sahut Echo datar.
"Nih." Om Glen membawa… satu panci berukuran besar.
—pembawa malapetaka.
.
.
.
.
.
.
"Ini sop ayam kan?" tanya Break.
"Ada yang aneh, ya?" Michelle bingung, walaupun bertapa sampai botak ia tak kunjung menemukan jawabannya.
"Halo, om. Nama saya Mizu." ujar Mizu ramah.
"Hn." jawab Om Glen jutek, "dimakan." ucap Om Glen datar. Karena semua masih ingin bertahan hidup lebih lama, mereka makan 'sop-ayam-buatan-om-glen-dengan-kuah-warna-merah' tersebut.
"Hmmm." Reo meneliti makanan tersebut.
"Laper." ujar Oz datar, dan langsung menyambar sup ayam tersebut. "Enak kok!"
"Masa' sih?" semua meragukan testimoni dari Oz.
"Beneran!" Oz makin lahap.
"Iya kok, beneran enak." sahut Sharon sambil menyeruput kuah sop ayam tersebut.
"Iya, apa yang diragukan, Lyss?" tanya Jack bingung.
"Lo semua cuma gak tau," ucap Alyss penuh prihatin, "oh well, gua ikutan makan."
'Gua harus waspada, ini meragukan.' batin Liam selaku yang paling waras.
"Hmmm, enak ya!" puji Mizu.
"Iya, tampang judes tapi masakannya enak gitu!" ujar Michelle.
"Err... err..." Gil parno.
"Mending makan daripada mati kelaperan." ujar Vincent.
"...enak." ucap Echo jujur (?) walaupun porsi makannya sedikit.
"Tapi kenapa merah ya? Harusnya kan bening?" rentetan pertanyaan keluar dari mulut Lotti, "ah, yang penting makan." lanjutnya.
TRANG!
Suara garpu dan sendok yang terjatuh.
Itu... pasti...
"Bisakah kalian diam?"suara berat milik seseorang membahana di ruang makan.
Horror. Itu pasti Om Glen.
.
.
.
.
.
.
Siang itu… sebuah malapetaka terjadi. Oke, gak memakan korban jiwa sih, tapi…
"GILLL! GANTIAN!"
"ANJRIT! GUA MENCRET! SABAR DIKIT NAPA !"
See?
Torture di Bulan Ramadhan... dimulai.
"GILL! GUA GAKUAT! KALO GUA KECEPIRIT ELO YANG TANGGUNG YA!" teriak Break dengan lantang.
"BACOT DAH! GUA MENCRET! SABAR DONG!" Gil gakalah kenceng.
"Ehm, menurut penelitian gue." Reo membuka seminar dadakan di depan kamar mandi naas itu. "Masakan Om Glen enak, tapi gak memadai menurut standar lambung kita."
"TERSERAH ELO! GIL!GUA MAU BOKEEEERRR!" sahut Lotti sambil menggedor – gedor pintu kamar mandi.
"LO MAU BOKER? GA ADA YANG JUAL!" pekik Oz.
"AAAA! NANTI GUA KECEPIRIT! GIMANA DONG?" Elliot panik sambil memegangi pantatnya.
"Kalo kata gue," Liam membetulkan letak kacamatanya yang merosot dari tempat semula. "Komposisinya itu sesuatu yang ngebuat sistem pencernaan berantakan. Mungkin aja kuah merah itu dari cabe yang udah di blender, dicampur sama cuka setengah botol, kecap teriyaki, dan air lemon."
"Tapi kok... enak?" Sharon memegangi perutnya yang rewel minta boker (?).
"Mungkin aja enak, tapi belum tentu perut bisa nerima komposisi makanan ekstrim tersebut." ujar Liam.
Diantara anak - anak PanCo, hanya beberapa yang selamat alias sehat wal afiat dari makanan jahanam tersebut dapat dihitung dengan jari.
Vince, Echo, Eida, Liam, Reo, Michelle, Alyss, dan Mizuaki.
Sisanya? Yah...
Alice dan Sharon fifty - fifty, memegangi perutnya sambil meringis.
"LU BOKER KOK LAMA BENER DAH?" bentak Jack, "KHUSYU AMAT!"
"IYA GUA BOKER DENGAN KHUSYU BIAR BOKERNYA HIKMAT!" terang Gil. "PUAS LO HAH?"
"GILLL! NGAJI TUH YANG KHUSYU! JANGAN BOKER DOANG YANG KHUSYU!" Oz lompat - lompat, mungkin dia pikir dengan lompat - lompat gaje dapat menghilangkan rasa ingin boker (and I did this, too).
"Tahan, Alice." perintah Sharon, "tarik nafas, ya, seperti itu. Lupakan rasa ingin boker, lupakan..."
"Gue gamau boker, gue gamau boker..." gumam Alice yang tersihir oleh kata - kata Sharon.
"Gue gamau boker..." Break ikutan tersihir dengan kata - kata Sharon.
"SELESAI!" Gil senyum sumingrah dengan keringat mengucur dimana - mana.
"GUE! GUE YANG PAKE KAMAR MANDI!" Oz yang beruntung itu mendapatkan kamar mandi.
"SIAL! SIAL!" ujar Elliot sambil memukul - mukul lantai yang tak bersalah. "KENAPA HARUS DIA YANG DAPET KAMAR MANDI? KENAPA GAK GUE?" lanjutnya sambil nangis bombay.
"Kenapa keringetan gitu?" tanya Vince ke Gil.
"Gua boker sambil liatin wallpaper kamar mandinya yang gambar kucing..." keluh Gil.
"Oh iya." Vince mengingat - ngingat hal yang terjadi di chapter 3 (?).
"Kau harus ingat prioritas utamamu, kau harus kejam membuang yang lainnya." sahut Echo datar.
"Woooow! Dia bisa mengatakan hal hebat!" puji Mizu.
"Echo-chan... Gak nyangka..." Eida tenggelam dalam shock (?).
"Ingat, Gil." Michelle melanjutkan pernyataan Echo. "Lo harus inget prioritas utama lo, lo itu harus boker."
"Kok kayaknya jelek banget prioritas utamanya cuma boker..." keluh Liam.
"AJAIB! GUE LANGSUNG GAK MOOD UNTUK BOKER!" ujar Break dan Alice bahagia.
"Emangnya kalo mau boker harus mood dulu ya?" Reo sweatdrop.
"Hn, ini namanya ilmu psikologis, Reo." ujar Sharon dengan tawa kemenangan sambil memainkan harisen di tangan kanannya.
"HEIII! YANG SUDAH SELESAI BOKER! CEPAT BENERIN PAGER RUMAH SAYA!" perintah Om Glen dengan ketus.
"IYA NDORO!" semua yang udah selesai boker langsung menuju TKP, sedangkan Jack, Elliot, dan Lotti masih gedar – gedor pintu kamar mandi.
.
.
.
.
.
.
"Gue gak ngerti cara benerin pager tuh gimana." Gil mengacak – ngacak rambutnya.
"Apalagi gue." ujar Vince menimpali.
"Ah elo sih nendang – nendang pager!" bentak Alyss emosi.
"Kan ada bel di sini!" hardik Alice sambil menunjuk bel yang terletak di samping pagar.
"Ya maap, kita gatau." ucap Sharon datar.
"Yaudahlah, pagernya udah copot. Gausah ribut lagi." lerai Michelle.
"Maaf Mizu gabisa bantu…" keluh Mizu.
"Li—Liam! Bisa bantu kan?" ucap Eida penuh harapan.
"Umm, gua gangerti…" Liam menggeleng pelan, menghancurkan harapan Eida dengan tiga kata penuh makna.
"Huh! Lu orang pada pinter dikit dong!" Elliot berkacak pinggang, setelah melaksanakan tugas sucinya di kamar mandi ia langsung menyusul teman – temannya yang sedang membetulkan pagar.
"Emangnya lu udah pinter?" tanya Oz sarkastik.
"Udah dong!" Elliot mengambil sebuah benda… yang bahkan anak TK tahu itu mustahil untuk memperbaiki pagar mansion yang segede gaban.
"Nenek - nenek juga tau kalo barang itu gabisa ngebenerin pager!" cibir Liam
"Nenek Echo gatau." sanggah Echo datar.
"Menurut logika, 'barang tersebut' gak bakal bisa ngebenerin pager ini, Elliot." sanggah Reo.
"Kita gak bakal tau kalo gak nyoba!" sahut Elliot.
Semua ternganga melihat barang yang ditunjukkan Elliot.
.
.
.
"Ya tapi gak pake selotip juga kali." Alyss menjewer Elliot.
"Coba dulu ngapah!" Elliot berusaha kabur dari genggaman Alyss.
"Kayaknya boleh dicoba." Gil mendukung usulan Elliot.
"Sejak kapan elo ketuleran dodol?" Alice menimpali.
"Kenapa kita ga panggil tukang pager aja?" usul Mizuaki.
"Ah betul! Tapi uangnya…" Sharon melihat dompetnya yang tebal karena bon belanjaan dan kartu nama, bukan karena uang.
Semua merogoh kantong dan dompet masing – masing, hasilnya nihil.
"Gimana kalo kita nodong aja?" usul Vince.
"Sarap lu."
"Kita harus muter otak." ujar Liam dengan tingkat keintelejensiannya yang tinggi.
Dan saat itu juga, Oz, Gil, dan Alice langsung koprol aka jungkir balik.
.
"BUKAN MUTER OTAK KAYAK GITU!" sentak Liam.
"Completely idiot." keluh Michelle.
"Kalo ngamen gimana?" usul Eida.
"Bakal banyak makan waktu dan stamina, lagian kan kita puasa." sanggah Oz cepat.
Semua tertunduk lemas, entah apa yang akan Om Glen lakukan lagi terhadap mereka.
"Gak." Elliot memecahkan keheningan. "Kita gaboleh mati di sini, kita harus tetap hidup. Ini semua ga adil." lanjutnya sambil menerawang kearah langit.
"Emangnya siapa yang mau mati?" Break sweatdrop.
"Kayaknya sup ayam buatan Om Glen gak cuma ngancurin lambung, tapi juga ngancurin otak." sindir Vince.
"Eh, maaf telat." Jack dan Lotti yang baru saja menyelesaikan tugas suci mereka langsung menghampiri anak - anak PanCo sambil cengengesan.
"Jack! Bisa benerin pager gak?" pinta Alyss. Jack hanya menggeleng, dan mendadak semua muka anak - anak PanCo plus Mizuaki jadi madesu plus manyun - manyun.
"Michelle, sahabat elo dodol - dodol banget sih." bisik Mizuaki ke Michelle. Michelle cuma bisa mengangguk tanda menyetujui pernyataan Mizu.
"Ah, Limousine." ujar Echo datar.
"WHUAAAAT? NGAPAIN LIMOUSINE LEWAT SINI?" anak - anak PanCo plus Mizuaki kaget setengah mati. Atau lebih tepatnya norak karena baru pertama kali liat Limousine secara live
.
Limousine berplat nomor GU3 K3C3 tersebut berhenti tepat di depan pagar rumah Alice dan Alyss.
"Hng... Dia..." Alice mencoba mengingat - ngingat.
Tak lama, keluarlah seseorang berbadan tegap dari Limousine tersebut. Dilengkapi dengan kacamata hitam dan berpakain 'tidak' rapih. Kancing kemejanya dibuka satu, dan kemejanya dikeluarkan dari celana jeansnya membuat orang tersebut terlihat lebih seksi. Belum lagi ia memakai kalung bertulisan 'Smoke' yang terbuat dari metal, membuat aksen seksi tetapi sangar tetap terlihat kental.
Ia berjalan angkuh kearah anak - anak PanCo.
"Pagernya rusak?" tanyanya.
"Kaga," bales Break. "Pagernya hamil, YAIYALAH PAGERNYA RUSAK! BISA LIAT SENDIRI KAN!" lanjut Break sensian.
"Eits, nyante bro." ujar 'orang itu' sambil mengutak - ngatik aipun miliknya, lalu mulai berbicara entah-dengan-siapa disana.
"Halo, Om Gen! Bisa memperbaiki pagar di rumah Om Glen? Oh, iya, nanti sore ya! Kutunggu, makasih!" dan diakhir kalimatnya, ia memutuskan koneksi untuk bertelepon.
"Aaah~ Makasih! Karena elo, kita gajadi dibunuh sama Om Glen!" sahut anak - anak PanCo plus Mizuaki dengan sorak sorai penuh kemenangan.
"Eeeh, elo siapa sih?" tanya Alyss straight to the point.
"Gue?" tanya orang itu dengan perasaan kecewa, ia menghela nafas panjang. "Cheshire. Masa lupa?"
"OOOOH ELOOO! SEPUPU GUA YANG PALING DODOL!" Alice semangat. "Pake kacamata item sih lo! Gua jadi gakenal kan!"
"Err, Cheshire, kenalin, ini temen - temen gua." ujar Alyss agak canggung.
Semua memperkenalkan diri masing - masing dengan hepi dan penuh respek karena Cheshire telah menyelamatkan nyawa mereka, minus Mizu.
"Mi...zu?" sahut Cheshire.
"Elo kenal? Lah perasaan elo baru ketemu dia sekarang deh?" Michelle memiringkan kepalanya.
"Mantan." sahut Mizuaki dan Cheshire kompak.
.
.
.
JEGER.
"O-oke." Gilbert mundur selangkah. "Ini sinetron banget, elo berdua bercanda kan?"
"Elo suka nonton sinetron yaaaaa?" sindir Oz.
"Serius." ujar Mizuaki datar.
"Sebentar, ini aneh." Break memulai spekulasi - spekulasi aneh dengan otaknya. "Gua baru ketemu Mizuaki tadi pagi, dan Cheshire sekarang, dan ternyata mereka mantan? GIMANA CERITANYA?"
"Oh maiii~ kayak di novel yang sering gua baca!" sahut Sharon bahagia.
"I-ini... Indah." gumam Eida.
"Apanya yang indah coba?" Liam sweatdrop.
"Mantan elo... secakep ini?" bisik Lotti ke Mizu.
"Errr." Mizu mulai salting.
"Smoke itu apa?" tanya Echo datar dan ganyambung.
.
"Asep!" sahut Jack semangat 45 dan... salah.
"Hn." Cheshire berkacak pinggang. "Lo gatau?"
Semua anak PanCo menggeleng —kecuali Reo.
"Geng terkenal abad kini!" Cheshire mulai menjelaskan kepada mereka. "Kami memberantas geng - geng kecil yang merupakan hama bagi kehidupan nusa dan bangsa!"
"Errr, masa iya geng berandalan membantu para masyarakat?" Vince mulai curiga.
"Yap!" Cheshire nyengir ala kuda.
"Boong."
.
.
.
Itu suara Reo.
"Maksudnya?"
"Boong." Reo mengulangi kata itu lagi.
BUAGH!
"Jaga omongan lo." sahut Cheshire datar setelah melayangkan pukulannya ke pipi Reo. Otomatis tubuh mungil Reo terjembab.
"O-oi! Gausah dipukul juga kali!" sahut Break emosi yang ditahan oleh Gil, kalo Break ngamuk bisa berabe.
"Reo... maksudnya apaan?" anak - anak PanCo dan Mizuaki mulai bertanya - tanya.
"Huh." Reo mengelus pipinya yang terkena pukulan. "Maksudnya memberantas hama itu apa? Smoke cuma geng berandalan yang haus akan eksistensi. Memberantas sesuatu yang mengganggu masyarakat? Justru mereka yang membuat onar, lalu sebagian anak - anak Smoke berakting bagaikan pahlawan untuk mencari eksistensi, untuk diakui. Lo kira gue gatau?" ucap Reo datar.
Dan saat itu juga, pukulan kedua siap - siap dilontarkan oleh Cheshire, tetapi...
BRAKKK!
"Harusnya elo yang jaga omongan lo." Reo mengambil tangan Cheshire yang hendak memukulnya, lalu menendang mata kaki hingga Cheshire kehilangan keseimbangan dan membantingnya ke tanah. Kali ini Cheshire yang terjembab.
"Tch!" Cheshire mulai emosi. Dilayangkan kembali tinju ketiganya.
Lagi - lagi, tangan kanan Cheshire ditahan oleh Reo. Kemudian, Reo menarik lengan kanan kemeja Cheshire, dan mendorong dada kiri Cheshire dengan tangan kirinya. Cheshire harus mencium tanah lagi.
"Cih, showdown." sindir Elliot.
"Gapapa lah, udah lama gue gak banting orang." sahut Reo sambil terkekeh pelan.
.
.
.
"HAAAAAAAAH?"
Semua anak PanCo bengong, shock. Bahkan Mizuaki tercengang.
Ha Ha Bros tecengang. /apaini
"Gue ngerasa nonton film Kung Fu." komentar Oz ganyambung.
"Perasaan Reo itu moe deh... tapi kok..." ucap Sharon gelagapan
"Kalo Reo bisa ngebanting, gua bisa nusuk orang pake gunting!" ujar Vince menyombongkan diri (?).
"Kalo elo modal otot doang, mending keluar dari Smoke." nasihat Reo sambil berjongkok di depan Cheshire yang terjembab.
"Jangan bilang..." Lotti menggantung kalimatnya.
"Dia mantan anggota Smoke?" lanjut Eida dengan kaget, matanya terbelalak.
"Menurut logika, iya." sahut Liam.
"Dia bukan mantan anggota." sahut Elliot. "Dia mantan ketuanya."
.
.
.
"..."
Jadi, yang mau macem - macem sama Reo, urungkan niat anda.
"Reo yang imut gitu...? Mantan berandal?" ucap Michelle tak percaya.
"WAAAH! HARUSNYA KALO OM GLEN MACEM - MACEM TINGGAL DIBANTING DOANG SAMA REO ATUH!" usul Jack.
"Hmp." Reo menggembungkan pipinya. "Gini - gini gua tetep imut, tauk!"
"Najis!" Elliot mengacungkan jari tengahnya.
"Udah ah! Ga ribut lagi ya!" lerai Alyss.
"Kh." Cheshire kesal setengah mati. Ia berdiri, lalu mengangkat kerah baju Reo.
"EH EH! SIAPAPUN TOLONG ITUUUU! STOP CHESHIRE!" Eida berubah menjadi hiperbolis, tanpa komando, anak - anak cewek PanCo langsung berlari menghambur kesana - kemari, memperkeruh suasana.
"Eh! Nyante dong!" Break mulai emosi, ia menahan Cheshire abis - abisan, sayangnya, dada Break disikut oleh Cheshire.
"HAHAHA BREAK DISIKUT TETENYA! NTAR BENGKAK DAH TUH! ABIS ITU TUMBUH JADI GEDE!" ledek Jack.
"JACK! KITA HARUS NAHAN CHESHIRE. JANGAN SAMPE DIA LUKA! REO JUGA!" perintah Gil panik, dia gapernah berantem sebelumnya.
"Apa harus gua sodok pake garpu kali yah tuh orang..." ujar Vince gemas
"Reo! Tendang aja anunya!" saran Elliot sambil menahan Reo. Liam dan Oz membantu Elliot dari belakang.
"Mau lo apa?" tanya Reo sambil menatap Cheshire dengan tatapan tajam.
"Harga diri." ujar Cheshire datar namun penuh emosi. Ia sibuk menyikut orang - orang yang ingin menahannya.
"PUH!" Reo meludah tepat di muka Cheshire, "tuh harga diri lo," dan...
BRAKKKK!
Reo dibanting oleh Cheshire dengan kasar, yaiyalah! Masa lembut? Ngga banget deh.
"GYAAA! WOI YANG COWOK KERJANYA GABECUS BANGET SEH!" Alice ngamuk.
"Sebentar, tahan, Echo mau foto dengan posisi seperti itu." ujar Echo sambil mengutak - ngatik kameranya.
"PE TIGA KA! WOYYY!" perintah Alyss.
"LAH INI KAN RUMAH ELU! KAN ELU YANG TAU PE TIGA KA NYA DIMANA!" sahut Lotti cepat.
"Oh iya! Dodol." Alyss menepuk jidatnya sendiri, lalu berlari menuju rumahnya untuk mencari P3K.
"Disaat kayak gini, mereka tetep dodol ya." ujar Mizu stress. Sedangkan Michelle hanya komat - kamit kimut (?) berdoa kepada yang Maha Esa, lalu nebar garem, lalu nari tor-tor.
BRUMMM BRUMMM
Kali ini motor Harley Davidson berhenti tepat di depan rumah tersebut, dan yang mengendarai seorang... wanita.
"MAAA! CHESHIRE BERANTEM!" Alice menghampiri ibunya yang baru saja turun dari Harley Davidson miliknyanya
"Ta-tante..." Eida memeluk Tante Lacie dengan gemetaran.
Sedangkan yang cowok masih sibuk menahan Cheshire yang masih ingin memberikan perlawanan. Sisanya menyeret Reo sejauh mungkin.
"HEEEI! ADA APA INI?"
Itu... suara Tante Lacie.
Spontan, semua yang disana membatu. Oh, entah apa lagi yang akan terjadi kepada mereka.
"KALIAN BERDUA! IKUT SAYA!" ujar Tante Lacie dengan gahar, melipat lengan kemejanya, lalu membawa (baca: menyeret) Reo dan Cheshire kehadapan sang algojo. Eh?
.
.
.
.
.
.
PLAK!
"Awww!" erang seseorang.
"Glen! Jangan keterlaluan!" pinta Lacie.
PLAK!
"Aww! Sakit om!" erangnya lagi.
"Glen!"
.
"Ya ampun! Om Glen ngapain ya kira - kira?" Mizuaki panik.
Oh, anak - anak PanCo lagi nguping di depan ruang esekusi tersebut.
PLAK!
"Eida gakuat dengernya..." ujar Eida panik.
"Ini momen bagus untuk difoto." Echo berkata dengan datarnya.
"Kira - kira mereka berdua diapain ya?" tanya Jack.
BRAK!
"Loh, kalian ngapain disini?" Reo membuka pintu dan mendapati 15 orang cengo didepannya.
"REO? LO SEMALALAT?" anak - anak PanCo mengerubungi Reo, gak ada bekas luka sih, cuma memar di pipinya bekas hantaman Cheshire tadi.
"Sema...lalat?" Reo memiringkan kepalanya.
"Selamat kali ya maksudnya." ralat Mizuaki. "Jadi dari tadi yang disiksa cuma Cheshire dong?"
"Dia. Disiksa. Banget. Gue gatega liatnya!" ujar Reo hiperbolis.
"Emang diapain?" anak - anak PanCo langsung mengerubungi Reo.
"Ditepokin pantatnya." sahut Reo datar.
Semua langsung facepalm.
.
.
.
"Anggep semuanya ga pernah terjadi, oke?" ucap Break.
"Jadi aku..." ujar Mizu, tetapi kalimatnya dipotong.
"Gue, kalo pake aku rada ga cocok sama elu." potong Gil.
"Oh, jadi gue ga dianggep gitu?" lanjut Mizu sambil nangis bombay.
"Jeh, eh Reo, lo udah gapapa?" tanya Elliot.
"Nyante bae." Reo nyengir. "Ngabuburit yuk!"
Semua melirik jam, ah, udah sore. Dan Om Gen - Om Gen yang katanya akan mereparasi pagar sudah datang.
"Oh iya!" Alice memecahkan keheningan. "Jalan - jalan ke taman yuk!"
"Taman Lawang?" tanya Break.
"Tempat kerja elu, dong." sindir Vince.
"Eh gue kesindir nih..." ujar Jack.
"Oh elo! Pantesan elo suka pulang pagi! Elo kerja di Taman Lawag dulu sih!" pekik Oz.
"Stupid." Liam dan Michelle facepalm.
.
.
.
"Ini nama tamannya apa?" tanya Sharon.
"Taman Perdamaian, eh bener ga sih?" tanya Alyss sambil menyikut Alice, lalu dibalas dengan anggukan.
"Harusnya Cheshire dibawa kesini." ujar Liam datar.
"Masih jam lima kurang sepuluh menit nih." ujar Elliot sambil melirik jam tangannya. "Kita ngapain?"
Semua menggeleng dengan pelan, ga ada ide.
"Eh!" Lotti menunjuk ke sebuah plang warna merah yang eye-catchy. "Baca deh!"
"Kenapa?" Eida bertanya dengan gak ngertinya.
"Baca dong! Itu! Cuci motor dan KAMPRET! Ngapain coba kampret dicuci?" pekik Lotti.
"Berarti harusnya Om Glen dicuci disitu ya?" tanya Gil polos.
"Hush."
.
"Ada yang salah kayaknya." Sharon memicingkan matanya.
Semua mulai memicingkan matanya kearah plang itu.
"Lotti." Michelle berkata dengan gemas. "ITUMAH KARPET, BUKAN KAMPRET."
"Namanya juga orang laper, pengelihatan suka ngeblur, hehe." Lotti garuk - garuk kepala.
"We need something to do!" ujar Elliot.
"Nodong yuk!" jiwa preman Vince keluar.
"Eh, mau nelpon mbak - mbak operator ga?" tanya Mizu.
"Gimana?"
"Eh, Break! Pinjem hape dong!" pinta Vince.
"Nih." Break dengan (tak) ikhlas memberikan hapenya.
"Ah gua ngerti! Ada yang hapenya mau jadi sukarelawan?" tanya Liam.
"Gue!" Jack mengangkat tangan lalu memberikan hapenya kepada Liam.
"Jadi kita nelpon mbak - mbak operatornya, terus nanti kita tanya sesuka kita!" lanjutnya.
PIP PIP PIP
Hapenya di set ke loudspeaker.
"Halo, dengan jaringan komunikasi Prihatin disini." ujar seseorang diseberang sana. "Ada yang bisa saya bantu?"
"Mbak, cantik deh." goda Break.
"Saya cowok, mas. Ada yang bisa saya bantu lagi?"
TUT TUT TUT
"HAHAHAHA SI BREAK NGEGODAIN COWOK! BAHAHAHAHA!"
"Cih! Coba telepon lagi!" Break gengsi.
PIP PIP PIP
Kembali di set ke loudspeaker.
"Halo, dengan jaringan komunikasi Prihatin disini. Ada yang bisa saya bantu?"
"Ada." ujar Echo datar.
"Ada... yang bisa saya bantu?" orang diseberang sana bertanya dengan tak yakin.
"Ada."
"Ada yang ingin ditanyakan?"
"Ada."
TUT TUT TUT
"Gila! Pasti gedek banget tuh orang operatornya." ujar Vince.
"Coba lagi!"
PIP PIP PIP
Kali ini kembali di set ke loudspeaker.
"Halo, dengan jaringan komunikasi Prihatin disini. Ada yang bisa saya bantu?" suaranya seperti menahan emosi.
"Haloooo!"
"Halo, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.
"Entah, saat ku melihatmu." Lotti berdehem sebentar. "Aku... ah, indahpun tak sebanding dengan perangaimu. Bintangpun malu bertatap muka denganmu. Engkau sunggu bersinar, layaknya sang surya. Tapi kini, dimana engkau sekarang? Kenapa kau tak kunjung datang ke hadapanku? Kenapa kau tinggalkanku sendiri?" cerocos Lotti.
"Err... ada yang bisa saya bantu?"
"Entah mengapa, saat-"
"Ada yang bisa saya bantu lagi, mbak?" orang diseberang sana mulai jengkel.
"Minta nama dong~" ujar Lotti manja.
"Dengan Rufus Barma disini."
TUT TUT TUT
"PAK RUFUS BARMA KERJA PART TIME DISITU? JADI KASTEMER SERPIS?" Lotti ayan.
"BAHAHAHA REJEKI LO TUH NGEGODAIN BAPAK - BAPAK!"
"Err, Pak Rufus Barma siapa?" tanya Mizu.
"Guru di sekolah kami." ujar Michelle sambil sweatdrop.
"Eh udah mau buka loh." tutur Alyss. "Balik yuk."
.
.
.
.
.
.
DUG DUG DUG DUG DUG DUG
"Udah adzan." Eida menatap jam tangannya. "Tapi Om Glen, Tante Lacie, sama Cheshire mana ya?"
"Ah!" Alice teringat sesuatu. "Mungkin ada di taman belakang!"
Semua pun berjalan ke taman belakang.
.
"Mari anak - anak, dimakan dulu ta'jilnya!"
"Woaaaah!" semua tercengang melihat ta'jil yang disediakan di sana. Ada Panna cotta, biscotti, tiramisu, tortoni, dan gelato. BUSET.
"Met makan!" Sharon tanpa babibu langsung menyambar ta'jilnya, diikuti dengan yang lain.
"Loh, gua baru tau ada kolam renang di rumah lu!" ujar Vince norak.
Sedangkan Cheshire hanya menatap kosong kearah kolam renang.
"Jangan bengong, ntar kesambet." ujar Reo yang tiba - tiba duduk disebelah Cheshire.
"Apa?" tanya Cheshire sinis.
"Elo belom buka kan?" Reo menyodorkan satu porsi gelato ke Cheshire.
"Iyasih." jawabnya malas.
"Hn." Reo menyodorkan tangan kanannya.
Dan... boo! Tangan kanannya disambut oleh tangan kanan Cheshire.
"Psst! Psst!" Echo menunjuk kearah mereka berdua dari kejauhan.
"Ssst! Yang baru baikan harus diceburin!" bisik Elliot ke anak - anak lain dan langsung disetujui.
"Oke, dorong mereka dari belakang!" lanjut Alice dengan bisikan.
"Satu..."
Mereka mulai melangkah mendekat.
"Dua..."
Semakin mendekat.
"TIGAAAAAAAAAA! DORONG!"
BYURRRR!
"*BEEP* LO SEMUA! GUA GABAWA BAJU GANTI!" sentak Reo.
Apa cuma Reo dan Cheshire doang yang kecebur? Tentu tidak.
"SIAPA YANG DORONG GUA TADI HAH?" bentak Alyss.
"Alyss, semuanya kecebur." ralat Mizu.
"HANYIRRR! HUWA! KEL-HEP-HEP!" Elliot megap - megap.
"MANGFUSHHH! HAHAHA UHUK UHUK!" Oz keselek.
"Psst! Om Glen tuh!" Vince, Break, dan Jack langsung ambil ancang - ancang mau ceburin Om Glen.
"He-hei! Apa yang mau kalian lakukan kepada saya?" gertaknya, tapi triple baka itu tetap menghampiri Om Glen dengan cengar - cengir.
"TAHAN OM!" ujar mereka bertiga sambil menggotong Om Glen, mereka mubazir nyawa.
BYURRRR!
"Horeee! Om Glen ikutan berenang!" ujar anak - anak PanCo.
Sedetik.
Dua detik.
Lima detik.
Sepuluh detik.
.
.
.
"KELUAR KALIAAAAAAAAN! KELUAR DARI RUMAH SAYA DAN JANGAN PERNAH DATANG LAGI!"
.
.
EXTRAS~ ~('-'~)
"Eh, mau nelpon mbak - mbak operator ga?" tanya Mizu.
"Gimana?"
"Eh, Break! Pinjem hape dong!" pinta Vince.
"Nih." Break dengan (tak) ikhlas memberikan hapenya.
"Ah gua ngerti! Ada yang hapenya mau jadi sukarelawan?" tanya Liam.
.
ada yang inget dialog diatas?
Sebenernya apa sih yang Vince lakukan?
Oh, ternyata bajak twitter!
"XerxesBee: Anu gua gatel, ada yang mau garukin?"
seketika itu juga Break langsung nyekek Vince.
.
.
.
TBC! ^^
HAIOOO~ CURHATAN GLO DISINI!
Cih, lagi - lagi Glo kepikiran sama dia yang udah ngebuang Glo.
eniwei.
HAIIIIIIIIII HAHAHAHAH LULZ!
Gila! Kalo niat ngetik, dua hari selesai! BAHAHAHAH tapi plotnya harus berbulan - bulan mikirnya
baidewei in the basweiiii
hepi bedei for Sky!
HAVE A BLAST! ^^
Eh iya, berkat dorongan semangat dari sahabat - sahabatkuwww~ dari yang real maupung dunia nyata. Yang pastinya capek si Tavi kiwil(?) karena Glo crocosin ttg plot trs...
JADILAH CHAP 10 HAHAHAHAHAHA
Maaf banget kalo Glo updatenya lemot! Maaf! /sembahsujud yayang Juumonji yang suppah kewll alias selingkuhan gue yang kesekian mengalihkan perhatianku dari PH ke ES21 huwhuw. TAPI GLO TETEP SETIA SAMA ELLIOT KOK HAHAHAHA
Tapi Glo teteup bekarya disini kok! Hahay XD /dibuang
KUSO! WB KUSO!
Terimakasih banyak kepada yang ngebaca cerita nista ini, apalagi yang nge fave! Makasih loh ya! Kalo yang bisa ripiu, silahkan! Seikhlasnya saja. ^^ saran lewat FB/PM/twitter/LGF(kalo punya) juga boleh! ^^
MAAFIN GLO YAA KALO PUNYA ATAUPUN BANYAK SALAH HAHAHAHAHH
udahlah gausah banyak coti lagi nyahaha~ Well, see ya on the next chappie! 3
