Halooo kawandh kawand nan oentjoehhh~!
Glo kembali bawa TS13 nih! ^^"
Huah! Gak kerasa, cerita ini udah nyentuh chapter 13! Cerita ini gak akan hidup tanpa kalian semua, readers! reviewers! favers! alerters! *duak* *seenaknya ngasih nama panggilan*.
Yah, kritikan yang sering Glo dapat berkisar "humornya mana?" dan itu membuat Glo terus nyari, nyari, nyari. Wah, produktifitas Glo sepertinya menurun...
Yah, dan faktor X lainnya membuat fict ini menjadi garing kriuk krenyes.
Anyway...
Glo sangat bersyukur Alhamdulillah masih ada yang mau membaca fict ini, walaupun ada beberapa chapter yang bisa dibilang 'aneh' dan gagal, dari kegagalan itu Glo menghindar apa aja kesalahan yang pernah Glo lakuin.
WALAUPUN KENYATAAN TYPO KAGAK PERNAH ILANG! HAHAHAHAA!
Oke, abaikan, Glo banyak banget cuap - cuap hari ini! HAHA! Sebelum post ini, Glo curhat dulu ke Tavia, dan membangun sekali! :)
So, readers, and all who read this fict, thanks a lot, and enjoy! :)
oh ya, balesin review dulu :)
Miki Yuiki Vessalius: Yo~ Mikicchi! mehehe XD Udah lama Glo ga main kesini *dzing* WAHAHAHA! BAGUS! KITA SEPENDAPAT! *pelukcium* di chapter ini dia juga disiksa loh... :D Met berbahagialah, wahai Miki Yuiki! BWAHAHAHHA! *bawa pecut* uhm, uhm, oke, abaikan Glo. Enywei, panggil Glo aja! haha ^^ makasih yaaa! Thanks for reading this fict + review, hope u enjoy this one!
Camparella: Yooo Shinju-san! :D huaaaa makasih masih sudi untuk baca! XD yaah, kalo seandainya teater beneran dibuka, jamin kaga ada yang sudi buat nonton wakakaka XD Waah! Glo seneng deh bisa bikin orang ketawa! XD Yep, that was my real-life story mehehe~ *curcol* dan terimakasih ucapan ultahnya! Siapa sih yang bisa jadi objek pelampiasan terpewe? Kalo gak Elliot, ya Liam XD daaan~ Thanks for reading this fict + review, hope u enjoy this one!
Salmahimahi: Halo Salmacchi! muahahaha makasih masih mau baca cerita ini :) Everything? Entahlah, itulah yang terbesit di benak Glo ^^" Ga nyangka ada juga yang demen VinceMichelle XD Hohhoho! Itu namanya metagenesis... Eh? LANJUTKAN GAJE! KALO GAK GAJE GAK ASIK! YUUHUUUU LANJUTKAN PROMOSI! XD Oke gantion jadi Glo yang gaje, anyway... Thanks for reading this fict + review, hope u like this one!!
Urara: Halo Urara! XD KYAAAAAA masih ada yang sudi baca ini! MUAHAHAHA! *ditendang* Makasih yaaa! iya nih, Glo mau coba unsur penggalauan dikit, walaupun gagal HAHAHAHAH! *digiles* Howaaa ati - ati jempolnya keseleo X9 nyaaa~ Maksih banget ya mau mampir kesini! ini diaaaa Chapter 13~ hope you like this chapter and thanks for reading + review!
Tsukiyomi Amu-Chan Hinamori: Halooo Tsukicchi! Aah masih dibaca aja nih x3 *ditendang* Gausah pake aljabar deh, angka tujuhnya ilangin, yang di dalem kurung diakarin, translate pake keypad bb dan akan ketemu nama orang :) udah nyoba nyelesain yang kode di meja? itu gampang loh~ XD anyway, makasih banyak udah mau baca, thanks for the review! hope u like this chap! :D
Taviabeta-Primavera: HAI BETAAAAAAA! KAMU CHAIRMATEKU YANG PALING UNYUMENYE! Aaaaah makasih dukungannya di bbm! You're the best, hun! :') Makasih yaa! Iya nih real story wkwkw, kalo si onta baca nyesek gak ya... ga deng biasa aja. Dia mah cewek kuat, aku lenje (?) oke oke abaikan. KYAAAAAA BESOK KUPELUK! LIAT AJA! LIAT AJA! Dan Beta lah yang paling sabar mendengarkan curhatanku HAHA! Yang sabar yoo duduk disebelahku :# anyway! THANKS FOR DA SUPPORT, SEMUA YANG UDAH DIKASIH! THANKS A LOT! SEMOGA SUKA YAAAAA! Dan makasih untuk kadonya, ya! Makasih banyakk~ :3
nanana-i: Halo Kak! NYAHAHAHA XD masih sudi aja nih baca fict eneh QAQ iyanih komedinya mana nih, kecewaaaa lagi gajalan otakku XD dan ada faktor X... *eh malah curhat* Dan kakak yang telah membaca, terimakasih banyak! Daku ucapkan banyak terimakasih (?) dan terimakasih juga buat reviewnya! XD semoga suka yang ini :3
Yosukegalih: HAI YOSUUUECCHI! MAKASIH BANYAK! Kyaaaah makasih banyak udah mau baca ini XD! Kode? Ah itu gampang, WANI PIRO? NGUEHEHEHEHE *ditendang* Aaah itu... lupakan saja... *lah* ASTAGA! DIA UDAH GA PERJAKA! AAAAAAAAAAA TIDAAAK! DON'T KILL MEHHH! *gila* Yaah, makasih udah sudi mau baca + review! Hopeyou like this chapter and thanks a lot!
KoroCorona: Hai Korocchi! Makasih masih sudi untuk baca cerita ini! XD Mehehehe, IYA VINCE PARAH BGT, LABRAK AJA, LABRAK! *digeplak* Ah, soal kode itu... Mungkin chap depan dibahas, meheheh~ Wah, Glo seneng banget deh bisa bikin orang ketawa! Mehehehe! XD Nah, untuk Pak Oscar, bisa dilihat di chapter ini~ sankyuu for read + review, and thanks! Hope u like this chap!
Just 'Monta-YukiYovi: Hai Yoviii! KYAAAAH MAKASIH UDAH BELA - BELAIN BACA DARI CHAP 1 QAQ NOOOOOO! ELLIOT PUNYA! DONT SENTUH - SENTUH! *RAEP ELLI* MUAHAHAHAH! *gila* Wii, makasih yaaa! SESUAI REVIEWMU AKU UPDATE DENGAN SEMANGAT MEHEHEHEHE! HOPE U LIKE THIS CHAPTTT! AND THANKS FOR THE REVIEW + READ! XD
hana-chan kirei: Halo eonni! *lah* XD makasih masih sudi mau main kesini ulalala~ Jadi gak jadinya, silahkan lihat di sini~! XD UWOOO MAKASIH YA! XD Oh... kodenya... itu... di Chapter depan aja ya... *ditendang* Lagi mau pacaran sama hape nih mehehee :3 OH YOI DONG EONNI! JINYOUUUUNGGG! KYAAA KYAAA tapi kecean TOP dong X9 well, hopu u like this chapt and thankkkssss for read + reviewwww! awaww XD OH YA makasih untuk kadonya juga yaaaa! Love youuuuuuuu!
AngieCarol: Hi Angiecchi! XD nyaa~ masih sudi aja main ke sini~ XD Aaah Angie bisaan aja, jadi malu nih *giles diri sendiri pake truk tronton* *mati* Ah Elliot pada dasarnya emang begitu orangnya, kacangin aja mehehehehe XD *ditabok* anggap aja dia itu emang dari dulu begitu, mehehe. Nih, chapter dimana Elliot disiksa~ MEHEHEHE okeeee terimakasih untuk review + readnya and hope u enjoy this one! :)
Special Thanks to Allah, my fam, and my daily life, udah ngasih inspirasi.
Special Thanks buat Taviabeta Primavera walaupun kita sempet ribut, emang jujur tuh paling klop! :)
Special thanks juga untuk semua yang udah nunggu cerita ini.
Special Thanks untuk yang udah nominasiin di IFA!
Special Thanks untuk yang udah mampir kesini! Love you!
Trolled
.
.
.
/Jadi, pas gue di troll sama orang - orang, gue ngerasa sahabat gue dekeeeet banget sama gue/
.
.
.
"Jadi, misi kita kali ini..." Oz menggantung kalimatnya.
"Menyelamatkan si homo autis dengan segenap kekuatan yang kita miliki!" ujar Break dramatis.
"Yah, udah homo, autis lagi. Cuma ngerepotin doang! Ngapain kita selamatin?" tanya Reo.
Semua saling pandang.
"Betul juga...," ujar Lotti.
"Yaudah kacangin aja, anggep aja Elliot gak ada gitu," celetuk Vince.
"Eh!" seru Sharon, "Jangan gitu, dong! Lo lo semua gak inget kenangan kita sama dia?"
"Gak tuh, ga ada..." ujar Liam.
"Yaudah deh, gua juga gainget," balas Sharon.
"Tapi kalo gak ada Elliot, gak ada yang bisa dibully!" pekik Gil.
"Oh yayaya, mari kita selamatkan dia!" ujar Oz dengan labilnya.
.
"Tapi... selamatin pake apa?" tanya Eida.
"Pake kekuatan bulan, dong," celetuk Echo.
"Pake Pawer Renjers! GO GO PAWER RENJERS!" usul Jack sambil mempraktekkan gaya pawer renjers.
"Pake Om Glen... Satu gigitannya bisa menewaskan 7 pria dewasa," timpal Gil dengan nada misterius.
"Buset, lu kira Om Glen itu uler?" Michelle sweatdrop.
"Elliot lagi disandera! OMAGA! KITA BISA APA, HAH? OMAGA!" tanya Cheshire sambil menyibakkan poninya ala Jastin Biber.
"Kenapaaaa pacarku begini..." keluh Mizuaki.
"Uhuk, uhuk, saya lagi sakit nih, gabisa nyimak plan kalian dengan benar, tadi sudah bahas sampe mana?" tanya Pak Rufus Barma.
"Sampai maut memisahkan kita, bebih," ujar Liam, entah karena apa dia jadi mirip Elliot.
"NAJONG!" hardik Rufus Barma.
"Sampai mana ya... kasihtau gak ya..." gumam Alyss.
"AYO! AYO! PIKIRIN BIAR ELLIOT SAMPE KE TANGAN KITA LAGI!" bentak Alice.
.
"Alice suka, yaaa?" tanya Vince.
"Alice kangen yaaa sama Elliot?" timpal Break.
"Eida panassss!" ejek Alyss.
"Ngga kok... Eida unyu, ngga panas~" balas Eida dengan setitik air mata menggenang di sudut matanya, jelas banget kalo dia cemburu.
"Bawel semua! BAWEL!" cela Alice.
"Ah Alice, diam - diam menghanyutkan nihhh," goda Jack.
"Alah, Jack cemburu! Gausah ikut - ikutan ngejek deh!" sahut Gil.
"Ada elo kali yang cemburuuuu! Gausah melempar kemaluan ke orang lain, deh," balas Oz dengan nada menggoda.
"Astagfirullah, siapa yang lempar - lempar kemaluan?" tanya Sharon.
"Heh, kenapa jadi bahas kemaluan gini sih? Kok gua ga diajak?" bentak Lotti.
"Kemaluan ku malu... pada semut merah...," nyanyi Reo.
"Salah banget liriknya...," timpal Michelle.
"WOYYY MPOKUS DONGGG! YANG MPOKUSSSS!" bentak Liam.
.
"Ih atudh nie eike sama Kaka Liam, awww~" balas Pak Rufus Barma, "Eh, salah, oke anak - anak, mari kita temukan titik potong atas sumbu permasalahan ini."
"Pak Rufus Barma kalo udah genit jadi serem ya...," bisik Break.
"Ehm, siapa yang paling seksi di sini?" tanya Pak Rufus Barma.
Dengan kecepatan cahaya, Lotti melompat sambil bernyanyi, "Akulah makhluk Tuhan yang tercipta yang paling seksi! Aw aw aw!"
Oke... gak gitu juga, sih.
"Saya pak!" sahut Lotti optimis.
"Bagus, besok kamu datang ke rumah bapak ya," ujar Pak Rufus Barma.
"Berani bayar berapa?" tanya Lotti.
"Astagfirullah, Lotti... nyebut! NYEBUTTTT!" cela Liam.
.
"Hah? Nyebut?" tanya Lotti dengan ekspresi dongo.
"Ih bapak! Back to topic dong! Gebetan- eh, sahabat saya dalam bahaya nih!" ujar Reo.
"Kasian, Elliot direbutin orang - orang abnormal," celetuk Michelle.
"Wahh, minta dibanting ya?" bales Reo yang kesindir.
"Meh, atudh~!" Michelle 'sok' ketakutan.
"Oh!" otak encer seencer mencretnya Alyss lagi jalan, "Gue ada ide! Tapi gue butuh Echo dan Jack."
Semua saling pandang dalam diam, memperhatikan sang pencetus ide dengan antusias.
.
.
.
Meanwhile, tempat Elliot uhukdibuanguhuk dikurung...
"Bapak! Saya gak gila!" bentak Elliot dibalik jeruji besi.
"Bapak kamu emang gak gila! Kamu yang gila!" balas Pak Mario.
"Saya juga gak gila!" ujar Elliot.
"Saya juga nggak!" sentaknya lagi, "Hei, Jinyoung! Kamu jagain orang gila ini ya, saya dipanggil pimpinan untuk dinas ke luar kota."
"SIAP NDAN!" ujar Jinyoung.
"Eh oom, baik deh, lepasin saya dong..." pinta Elliot.
"Males ah," sahut Jinyoung cuek.
"AH NYOLOT LO! NYOLOT PARAH!"
"bodo amat, bodo amat...," ejek Jinyoung.
TUK TUK
Seseorang menepuk pundak Elliot dengan lembut.
"APAAN SIH NEPUK - NEPUK PUNDAK GUE? LO MAU KETAWAIN GUE? SILAHKAN! ASAL LO TAU, GUA GAK GILA! DAN GAUSAH NEPUK - NEPUK GUA LAGI! DASAR ORANG GI-" bentak Elliot dengan kasar (yaiyalah, masa lembut), tapi, sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, matanya terbelalak.
"Saya juga gak gila, kok... Tenang, kamu aman bersama saya," ujar 'dia' lembut.
.
.
.
"Anda... artis senior... sejak saya kecil..." ujar Elliot tak percaya dengan mata terbelalak dan mulut menganga.
Sedangkan 'dia' hanya tersenyum.
"DORI! Pantesan saya gapernah nonton Dori The Explorer lagi! Ternyata anda ada di sini!" Elliot menangis haru sambil memeluk Mbak Dori, "Kok anda bisa masuk ke sini?"
Sesi curcolpun dibuka.
"Saya dianggap berimajinasi berlebihan karena terlalu sering berbicara kepada seekor monyet, tas, dan selembar peta. Padahal mereka memang nyata! NYATA!" ujar Dori the explorer sambil meremas - remas kepalanya, "MEREKA NYATA! NYATA! MUAHAHAHAHA! LIHAT SAJA! HAHAHAHAHA!"
...
Krik krik krik.
'Yah, dia mah emang beneran gila...,' batin Elliot.
"Eh, maaf, saya kumat, hehehe...," ujar Mbak Dori the explorer sambil menggaruk - garuk kepalanya hingga darah mengucur deras(?) gak deng.
"Kami berempat juga gak gila kok...," ujar sekelompok 'sesuatu'.
...
"A... anda...," mata Elliot tidak mempercayai apa yang dia lihat, serasa bola matanya ingin melompat dari tempatnya.
"Kami berempat..." ujar yang berwarna ungu.
"Telah dianggap gila..." sahut yang berwarna hijau.
"Oleh masyarakat..." timpal yang kuning.
"Padahal kami menceriakan masa kecil mereka!" lanjut yang berwarna merah.
"TELERBABIS!" Elliot fangirling.
"Oh, kami senang masih ada yang mengenali kami," balas yang berwarna ungu dengan ramah, "Panggil saja saya Tinkeh Winkeh."
"Saya Pipsi," ujar si hijau.
"Saya Lulu," si kuning memperkenalkan diri.
"Saya Pup," timpal si merah.
.
"Kenapa kalian bisa masuk ke sini?" tanya Elliot.
"Kami dianggap gila hanya karena kami sering melihat matahari yang menyerupai kepala bayi!" ujar Tinkeh Winkeh.
"Sungguh, kami melihatnya!" timpal Pipsi.
"Betul betul betul!" sahut Lulu dan Pup.
"Lalu, lihat kotak ini!" perintah Tinkeh Winkeh sambil menunjuk ke arah perutnya yang terdapat kotak, "BISA MUNCUL VIDEO DARI KOTAK INI!"
"Oh ya?" tanya Elliot sambil memandangi kotak abu - abu yang terdapat di perutnya.
1 menit.
3 menit.
5 menit.
10 menit.
"Asyik, kan?" tanya Tinkeh Winkeh dengan nada mengancam.
"PARAH! ASIK BANGET GILA! ASIK BANGETTT! OMAYGADDHHH!" timpal si hijau Pipsi, si kuning Lulu, dan si merah Pup. Pup kok merah? Darah semua dong *ew* jadi inget Oz di chapter 5, mehehehe~.
"Asik banget videonya!" puji Mbak Dori the explorer.
'Astagfirullah, videonya aja kaga ada... udah gila ya tuh orang berlima,' batin Elliot sambil makan semen (?).
"Kami gak gila, GAK GILA! MUAHA... MUAHAHAHAHA! HAHAHAHAHA!" sentak Telerbabis dan Mbak Dori the explorer.
"Oh iya," si hijau Pipsi seakan ingat sesuatu, "Kebetulan, kami ada kostum Telerbabis berwarna putih, mau pakai?"
...
"NOOOO! GAK MAU! GAK AKAN! DAN GAK BAKALAN! JANGAN SENTUH SAYA! TIDAAAAAK!"
.
.
.
Mari kita kembali ke batukkediamanbatuk tahanan PanCo.
"Oke, inget rencananya?" tanya Alyss.
Semua mengangguk.
"Oke! Jack, buruan! Itu si botak Mario jalan ke sini!"
Mario Tegar berjalan menuju pintu keluar, tapi langkahnya terhenti...
"Heh, botak!" ejek Jack.
Pak Mario masih diam saja.
"Botak! Botak! BWEEE!" lanjut Jack.
Pak Mario masih diam, yaah, walaupun Pak Mario emang botak.
"BOTAK!"
Pak Mario tersindir, dengan langkah gontai ia menghampiri Jack.
"Maksud kamu apa, hah?" tanya Pak Mario sambil menarik kerah baju Jack.
"FOTO SEKARANG! FOTO!" perintah Alyss.
CKREK.
"Kena," sahut Echo.
Bisa dilihat di foto tersebut, Pak Mario seperti melakukan kekerasan kepada seorang siswa.
"Hah?" Pak Rio tertawa, "Kalian mau fitnah saya?"
"Iya, karena bapak udah fitnah temen saya," ujar Alice dan disetujui yang lain.
"Saya? Fitnah? HA! Yasudah, kalian tak akan bisa mengupload foto itu kemanapun karena tidak disediakan laptop maupun PC di sini!" ujar Pak Rio sambil tertawa hahahah (?).
"Saya bawa laptop," ujar Mizuaki.
"Silahkan, tidak ada wi-fi di sini," balas Pak Rio.
"Sebentar," ujar Michelle, "Alibi lu gede kayak pantat nenek moyangnya gajah! Kedetect gini wi-finya!"
Dengan kecepatan ulet kaki seribu (lambat dooooong) Pak Rio mematikan wi-finya.
"Ha! Udah saya matiin wi-finya! Kalian bisa apa sekarang?" tanya Pak Rio.
"Saya bawa modem," ujar Mizuaki santai, "Mau di upload kemana, Pak? Mukabuku? MEHEHEHEHEHE! TAMAT RIWAYATMU, BOTAK!"
Pak Rio cuma bisa kicep.
.
.
.
"Yayaya kalian dibebaskan, tapi harus mengisi form ini," ujar Pak Rio.
"Yes! KITA BEBAS CUY! BEBASSSS! UDARA SEGAR! MEHEHEHEHEHE!" ujar anak – anak PanCo dengan hati senang.
"Elliot mana?" tanya Cheshire.
"Masih di ruang tahanan," ujar Pak Rio kalem.
"Pak... ini kelaminnya ditulis?" tanya Break.
"Yaiyalah," balas Pak Rio dengan malas.
"Kalo digambar boleh gak pak?" tanya Liam.
"Hush! Liam!" ujar Eida.
"Pak, kenapa cita – cita harus ditulis juga?" tanya Sharon.
"Siapa tau ada yang mau jadi polisi, gitu,"
"Ooooh," Sharon ber 'oh' ria.
.
.
.
Berikut adalah data yang berisi cita – cita anak – anak PanCo:
Xerxes: Haji Mabrur (EAAAAA)
Gilbert Nightray: Pengusaha
Vincent Nightray: Pengusaha juga ^o^
Jack: Papa yang baik hati
Oz: Pujaan wanita
Liam: Pengangguran tapi kaya
Cheshire: Pewaris harta papa
Reo: Jadi orang bahagia tanpa susah – susah, punya istri banyak dan cantik – cantik.
Sharon: Hajjah seksi
Eida: Dokter, biar bisa nyembuhin temen – temen Eida yang sakit :D
Alice: Orang kaya
Michelle: Penyanyi dan songwriter
Mizuaki: Jadi orang sukses dan mendapat suami yang ganteng.
Alyss: Mama yang baik hati (tapi kibul)
Echo: Fotografer
Lotti: Gadis bohay
.
.
.
"Hai kawan – kawan..." ujar 'sesuatu' berwarna putih menyapa mereka.
"..." Semua yang di sana diam.
"Eh, ini gue! Elliot yang kece!" timpal 'sesuatu' berwarna putih tersebut.
"Elu... ngapain pake kostum telerbabis putih gitu?" tanya Oz dengan iba.
"Kenapa? Masalah buat lu? Lu gasuka gitu?" balas Elliot.
"Gimana? Seru gak di sel tahanan lu?" sindir Gil.
"Eek! Gausah bahas – bahas lagi! Tolong dong bukain! Parah! Susah mampus! ngebukanya gimana nih?" keluh Elliot.
"Gausah bantuin yuk! Tinggalin! Tinggalin! Wekekekek!" yang lain udah pada menghirup udara bebas dan berjalan menuju van. Sedangkan Elliot madesu, sayup – sayup mendengar suara. Yah, tidak terlalu jelas, sih. Tapi tetap saja terdengar.
"Dede Elliot... Dedek Elli... nanti main lagi yaaa sama kakak Dori, Tinkeh Winkeh, Pipsi, Lulu, dan Pup! We Love you! We ora gila! Kita gak gila! MUAHA! MUAHAHAHA! HAHAHAHA! HAHAAHAHAHAHA!"
Dan Elliot pingsan seketika.
.
.
.
Rumah Sakit Pelitatitutetot.
"Ah! Si Elliot pake acara pingsan segala!" ujar Vince panik sambil membopong telerbabis berwarna putih. Sedangkan Gil, Jack, dan Break menghambur ke luar rumah sakit mencari makan untuk anak – anak PanCo dan Pak Rufus Barma.
"Chel! Michelle! Lo ke suster sana! Bilangin temen kita pingsan! Butuh kamar! Rawat inap!" perintah Vincent.
Michelle berlari dengan panik kearah meja mbak suster.
"Ada yang bisa saya bantu, dek?" tanya si suster dengan ramah.
"MBAK! TEMEN SAYA SAKRATUL MAUT MBAK!"ujar Michelle dengan panik tingkat kecamatan, kurang tinggi? Tingkat nasional, dah.
"INNALILLAHI! KUBUR AJA YOK!" si suster ikutan panik.
"YOK- EH NAUDZUBILLAH! KAMAR MBAK! KAMAR BUAT TEMEN SAYA! BURUAN! KOK MALAH DIKUBUR?" sentak Michelle emosi.
"Oh iya!" si suster panik, "Ikuti saya!"
Michelle dan Vince yang menggendong si telerbabis putih aka Elliot pun berlari – lari mengikuti mbak suster tersebut. Sedangkan anak – anak PanCo yang lain mengikuti mereka dengan cucuran air mani... eh, air mata.
"Kok Elliot bisa pingsan, sih? Bikin panik aja..." ujar Eida sambil terisak.
"Cup – cup Eida jangan nangis... Sini kakak Liam peluk, uuuu!" ujar Liam sambil menjulurkan tangannya.
"Huaaaa Kak Liam... ANJROT MODUS LO! MODUS!" Eida yang tadinya kalem edan mendadak OOC ketika mau dimodusin.
"Echo... pegel jalan gak?" tanya Oz.
"Gak kok," balas Echo singkat, dan... HUP! Echo digendong di punggung oleh Oz.
"WAH NGAJAK RIBUT DIE!"ujar Cheshire yang panas dan segenap OzAda, OLice, ElliOz dan OzBert FC, dan FC FC yang memuat Oz.
"EH ELU MALAH MESRA – MESRAAN! KITA JENGUK ELLIOT DULU WOY!" bentak Alyss yang sebenernya juga panas.
.
.
.
"Elli, Elli... main sama kakak Tinkeh Winkeh yuk... hahaha... HAHAHA... MUAHAHAHAH! AHAHAHAHAHA!"
.
.
.
"TIDAAAAAAAAAAAAAK!"
Semua mata yang berada di kamar itu mengarah ke arah sumber suara.
"Tuh, Elliot udah sadar," ujar Pak Rufus Barma dengan kalem, "Oh ya, kita gajadi kerumah Pak Oscar, lantaran Elliotnya pingsan."
"AAAAAA RAMBUT MENCUAT BEGO! JAMBAN! BIKIN GUE PANIK! HOMO IMBISIL!" bentak Reo.
"Jamban lo!" balas Elliot, "Kostum gue mana?"
"Udah gue simpen, tenang aja," sahut Michelle.
"Ha... hahaha, apaan sih? Gue cuma pingsan bentar doang! Yaampun gue tau gue ngangenin bangeuddddh ahihi," ujar Elliot.
PLAK!
Satu jitakan mendarat di jidat Elliot.
"Kita khawatir, tau. Bukan kangen!" seru Eida frontal.
"Yaudah sih... gausah main jitak juga...," keluh Elliot.
...
"Kalian udah jadian, ya? Mesra amat," ujar Alice iri.
"Eh, ah? Apaan? Eida gapernah pacaran, kok!" seru Eida.
"Eh iya...," Elliot memotong pembicaraan, "Makasih, ya."
"HAHAHA HOMO LU! PAKE ACARA TERIMAKASIH SEGALA! MUKANYA KAYAK HOMO HAHAHAHA!" cela Cheshire dan Oz dengan jumawa.
"Gapapa kali, namanya juga sahabat, ya kan?" ujar Sharon.
"Lebay najis lu!" ejek Lotti.
"Yo!" Gilbert, Break, dan Jack datang membawa makanan, setangkai bunga, dan kain berwarna putih.
"Yah, Elliot gajadi mati? Udah gue beliin kain kafan!" sesal Break.
"Padahal udah gue beliin bunga krisan untuk mengantarkan seorang Elliot sampai ke tempat yang lebih damai..." keluh Jack.
"Sialan lo, germo gak laku!" bentak Elliot sambil melempar bantalnya.
DUUTTTT
"Echo yang kentut," jawab Echo sejujur – ujurnya, "Kebelet, toilet di mana?"
"Err... di sana," tunjuk Alice.
"Doumo arigato," ujar Echo lemas, lalu menuntaskan tugasnya di sana.
"Eh, pernah denger Echo ngeden, gak?" tanya Mizuaki.
"Iya ya, dia jarang ngomong tuh, kalo ngeden gimana ya?" tanya Alyss.
"Peduli amat! Mending sekarang kita peluk Elliot rame – rame!" seru Oz sambil memeluk Elliot yang berada di atas kasur.
"Eh, eeh! Apaan nih?" tanya Elliot.
"Peluk!" anak – anak PanCo berpelukan beramai – ramai di atas kasur. Bunga Krisan yang dibeli Jack menjadi saksi bisu persahabatan mereka, Elliot pun menerima kehangatan ketek – ketek mereka dalam berpelukan.
"Fire in the hole," sahut Echo datar sambil melompat kearah makhluk – makhluk autis tersebut, dan...
PRAK...
PRAK!
TRAAAANGGGGG!
kaki kasur rumah sakit tersebut patah.
.
.
.
Oh-Make~
1. Ada yang jenguk.
"Elli, Elli!" ujar Eida.
"Apa?" tanya Elliot yang masih tiduran di atas kasur rumah sakit, denger – denger, Elliot pingsan karena menderita trauma dan anemia, maka ada rawat inap, hari ini yang jagain Elliot itu Eida, Jack, dan Oz. Tapi Jack dan Oznya ilang gatau kemana.
"Ada yang mau jenguk loh~" ujar Eida sambil mengulum senyum.
"Suruh masuk aja," balas Elliot.
...
Kaki besar.
4 Orang.
"Hai, dedek Elli! Tinkeh Winkeh dengar kamu sakit! Jadi saya, Pipsi, Lulu, dan Pup datang menghibur! Mbak Dori the explorer nitip salam aja katanya!" ujar si ungu Tinkeh Winkeh.
"Oke teman – teman, MULAI! YEAAAAH! TELERBABIS! TINGKEH WINKEH! PIPZIII! LULU! PUP! IS IN THE HOUSE YOU! TELERBABIS! TELERBABIS! JRENGGGGGG!"
Elliot pingsan dengan muka pucat dan mulut menganga.
.
.
.
2. Sulapnya anak autis
"Eh, Michelle!"
"Eh Sharon, ada apa?" tanya Michelle.
"Gue ada sulap nih, hehehe, main yuk!" ajak Sharon.
"Okelah, ngapain?"
"Coba lu pikirin satu angka dari angka 1 sampe 5," perintah Sharon.
"Udah, terus?" tanya Michelle.
"Jangan sampe lupa! Sekarang... tarik nafas... hembuskan..."
"Terus, sekarang ngapain?" tanya Michelle gak sabaran.
"Sekarang merem!"
"Oke, udah!" Michelle memejamkan matanya.
"Pasti... pasti...," Sharon mencoba menerka – nerka.
"Pasti apa hayo?"
"Pasti gelap!" ujar Sharon sambil kabur, sedangkan Michelle jengkel setengah idup.
HAHAHAHAAHA!
APAPULA?
SERI TERGAJE MEHEHEHEHE!
Setelah ada ide untuk nulis Glo bela - belain bangun jam 5, dan selesailah~!
Kyaaaaaaaaaaaa~!
Oh ya, big thanks untuk semua yang udah nominasiin Glo maupun Fict Glo untuk IFA, Glo sangat menghargai :)
Pas liat list IFA bulu kuduk Glo langsung merinding... Untung ada Bertha yang bisa nenangin Glo
Oh iya, buat kode, di bahas di chapter depan aja yaa, hints: Kalo gak tentang bulutangkis, ttg masa lalunya Elliot :)
Curcol sedikit ttg rapot nih, KIMIA KU 68, GA LULUS SK SATU NYESEK PARAHHH! Yang kena imbas? Sheila, Bertha, Kur, Ariq. Kalian yang sabar yaa.
Dan Curcol ttg pulsa, OH MENGAPA KAU CEPAT HABIS?
Dengan segala kenekatan, saya publish cerita ini! DARURURM DARURUM! ;LSEFHOWEIBFWE!
Makasih untuk yang udah baca! Kripiksambalnya ditunggu! :) ga harus review, PM bisa!
Beneran deh, yang masih sudi untuk baca, terimakasih banyak, ya! Tanpa kalian, cerita ini bakal DOENG krik krik!
BYE BYE! SEE YOU ON DA NEXT CHAPPIE!
SEKALI LAGI, TERIMAKASIH UDAH MAU BACA + MAMPIR! :)
