Jika Kau Hisap Darahku akan Kutusuk Kau

.

.

.

.

Disclaimer : Vocaloid © Yamaha Corption

Fanfic yang sudah kalian tunggu tunggu akhirnya update juga hahahaha ( Halah hanya pemikiran Yuka-chan sendiri )

Setelah melewati bagian tersulit dalam membuat fanfic ini antara lain mencari ide dan mengembangkan ide menjadi paragraf yang baik, akhirnya Yuka-chan dapat menyelesaikan fanfic chapter dua ini Yeyeyeye.

Nah, seperti janji Yuka-chan sebelumnya, di chapter dua ini akan dijelaskan siapa saja anggota personel Blood Night yang terdiri dari lelaki lelaki ikkemen dari karakter Vocaloid, pada penasaran siapa saja mereka..., langsung saja scroll dibawah yak

.

.

.

Good Reading

.

.


.

.

"Oke sebentar lagi aku akan berangkat"

Sekarang aku harus segera berangkat, aku sudah menghabiskan banyak waktuku, setelah mencari alamat dan tiket keberuntungan menuju ke mansion dari seorang penjual misterius berpakaian konyol seperti vampire di bulan Juni padahal Halloween masih Oktober dan juga menghadapi kedua orangtuaku untuk meminta izin pergi sendirian kesana.

Untung saja dulu aku menyerahkan seluruh kemampuanku untuk bisa mendapatkan izin dari orang tuaku dengan pertarungan satu lawan satu dengan ayahku. Dengan menggunakan pedang katanaku, aku akan melawan ayahku yang sekaligus pelatihku ini dalam pertandingan memasak ( Hah?) sebagai ibuku sebagai juri masakan, siapa yang makanannya mendapat skor tertinggi akan memenangkan pertandingan.

Setelah penilaian masakan kami, skor aku dan ayahku hanya terpaut 2 point dan hasilnya aku memenangkan pertandingan, aku loncat loncat kegirangan akhirnya aku bisa pergi ke mansion, kalau tidak karena aku memakai pedang katanaku pasti aku akan kalah karena kalah cepat dengan ayahku yang hanya memakai pisau biasa. ( Bayangin sendiri coba motong, bumbuin, masak pake katana )

Di depan rumah, kedua orang tuaku berdiri di depan pintu melepaskan kepergianku bahkan sampai nangis bombay. Bahkan semalam kemarin, kedua orang tuaku tidak berhenti membicarakan soal gadis sendirian yang diculik, dirampok, bahkan sampe diperkosa. Aduh, aku cuman pergi sebentar lagipula umurku sudah 17 tahun punya SIM dan KTP juga. Aku akan baik baik saja apalagi dengan kemampuan bela diriku. Apa semua orang tua begitu ya atau cuman kedua orang tuaku saja?

Aku memasuki mobilku dengan mereke subaruk setelah memasukkan koper-koperku, lalu aku masuk ke kursi pengendara, setelah dah dah dengan kedua orang tuaku yang masih nangis, aku langsung cabut meluncur menuju mansion tidak lupa dengan pedang katanaku untuk jaga jaga.

Di dalam perjalanan lumayan jauh ini, tentu saja aku memakai GPS dari handphoneku untuk pergi kesana, namun karena tempatnya berada di hutan dalam yang pasti tidak terkoneksi internet, terpaksa mungkin aku akan bertanya pada orang orang sekitar.

"Aku tidak akan menyerah mencari siapa pelaku yang membunuhmu Yukari, meskipun aku harus membunuhnya" kataku berapi-api, aku yakin pasti personel Blood Night terlibat soal ini karena Yukari terakhir berada di mansion mereka. Juga dari sumber internet yang kuketahui di mansion besar itu hanya ditinggali oleh keenam personel Blood Night itu sendirian dan beberapa pelayan.

Aku yakin mansion itu adalah rumah pribadi, mereka pasti menyembunyikan sesuatu apalagi posisi mansion itu berada di dalam hutan dekat penggunungan. Membuatku semakin curiga dengan mereka.

Sebelum menuju bagian daerah pegunungan aku mampir dulu menuju rumah makan di perbatasan. Aku memesan nasi rendang, sayur singkong, rambak, dan es teh panas, sambil menunggu pesanan aku melihat lihat lagi foto personel Blood Night di handphoneku.

Enam lelaki yang sekarang sedang digila-gilai cewek cewek yang rela menghamburkan hamburkan uang demi membeli tiket konser mereka dan membeli souvenir. Tidak lupa mereka memujinya tampan dan berkali-kali mengatakan salah satu personel adalah pacar mereka. Hal itu membuatku heran dan jijik, bagaimana gadis-gadis itu bisa mengatakan hal seperti itu padahal mereka belom pernah bertemu atau mengobrol dengan mereka.

Beda denganku yang memandang rendah keenam personel Blood Night itu seperti cake rainbow karena rambut mereka yang memiliki warna berbeda beda tidak seperti manusia umumnya. Ada warna merah, putih, ungu, abu abu, hitam, bahkan ada yang pink. Aku berpikir apakah warna rambut mereka asli atau hanya mengenakan wig. Tidak lama kemudian pelayan restoran datang membawa pesananku.

Selesai menghabiskan makanku, aku kembali ke mobilku dan melanjutkan perjalananku. Tidak jauh dari situ ada kecelakaan yang melibatkan truk dan andong kuda, banyak orang orang berkumpul melihat kejadian itu, aku hanya diam tanpa bereaksi apa apa meskipun disekitarku banyak gadis berteriak dan histeris melihat darah berceceran kemana mana.

Sebercak darah mengotori mobil putihku, karena aku benci kotor, aku kembali menuju rumah makan meminjam lap dan cairan pembersih lalu membesihkan mobilku.

"Baiklah sekarang kita lanjutkan perjalanan." kataku setelah membersihkan darah dan lalu masuk ke dalam mobilku. Aku ini perempuan tapi aku tidak takut darah.

.

.


.

.

"Hah.., hah..., hah, capek, capek banget, akhirnya aku sampai juga" akhirnya setelah melewati beberapa rintangan jalan jalan berliku liku, orang kecelakaan, jurang dalam, rusa liar di jalanan, pasangan bunuh diiri, sempet tersesat tak tahu arah, aku sampai disini dengan selamat sentosa.

Kini aku berada di depan pintu gerbang, aku bisa merasakan aura seram disini apalagi warna catnya berwarna hitam telur busuk dan tidak lupa hewan hewan berwarna hitam lain seperti burung gagak, tikus hitam, serangga, dan kebo. Yang berlalu lalang disana seakan menjaga mansion ini. Ada juga tumbuhan tumbuhan aneh merambat disana.

Menelan ludahku sendiri lalu aku dengan koperku berjalan ke pintu gerbang yang kelihatannya sudah berkarat itu.

"Apakah aku salah alamat ya?" tapi setelah melihat alamat di pintu gerbang. Memang benar disini tempatnya. Tapi aku berpikir masak boyband papan atas ini yang katanya penghasilan sampai milyaran apa tidak punya cukup biaya untuk perbaikan pintu gerbang ini. Mereka bodoh atau kikir ya..

Lalu aku membuka pintu gerbang yang tidak terkunci, sekarang tempat macam apa ini sampai pintu gerbang terbiarkan tak terkunci bahkan rumah tetanggaku yang orang miskinpun masih punya kesadaran keamanan mau mengunci pintu pagarnya dengan gembok meskipun pernah sesekali salah mengunci dari dalam saat mau pergi keluar.

Aku masuk dan aku melihat mansion ini benar benar sepi seperti tidak ada tanda tanda kehidupan, meskipun ini masih sore menjelang malam. Namun saat aku mau melangkah kakiku lebih jauh tiba tiba tanaman merambat menyerangku, untung saja dengan cepat aku langsung menangkisnya dengan pedangku.

Sekarang aku sedang berhadapan dengan tanaman tanaman merambat aneh ini, berkali kali aku memotong mereka dengan pedangku, namun meksipun aku berhasil memotong mereka namun mereka tetap tumbuh dan menyerangku. Aku mencurigai tempat ini.

Aku makin emosi dan semangat, setelah sekian lama aku akhirnya bisa mendapatkan lawan untuk bisa kubunuh. Saat aku sedang menghabisi tanaman tanaman merambat ini yang berasal dari pintu gerbang itu, tiba tiba ada yang melempar sesuatu ke arahku.

"Sialan apa ini?" aku melihat apa yang melemparku, tenyata hanya buah, setelah aku menyadarinya, sekumpulan buah buah entah darimana dilemparkan ke arahku. Aku langsung menghindar, lalu aku juga memotong buah buah layaknya samurai itu dengan pedangku sampai terpotong kecil kecil.

Tidak lupa aku mengambil piring dari koperku dan mengarahkannya ke buah buah yang kupotong. Sayang kalau dibuang, lagipula aku lumayan bisa buat makan malam sekarang.

Beberapa menit kemudian, Buah buah itu berhenti melempariku, aku tidak tahu apa yang terjadi tapi yang jelas aku selamat dan pedangku tidak perlu terkena cairan dari buah buah itu lebih banyak lagi. Piringku juga sudah dipenuhi potongan potongan buah. Lumayan bisa kubuat lotis dengan saus kacang yang dibawakan ibuku. Setelah menghabiskan lotis buah ini, aku sekarang berada di depan pintu kayu mansion ini.

"Ehm, apa aku terlalu mendadak datang seperti ini ya, apalagi aku telah menghancurkan halaman depan mereka, apa sebaiknya aku masuk diam diam saja ya" aku mengamati sekitar dan aku melihat jendela tidak jauh dari situ

"Aha, lewat jendela saja" kemudian aku masuk ke mansion lewat jendela, juga untung saja disini sepi kalo tidak pasti aku dikira maling dipukul habis habis oleh massa.

Pelan pelan aku melewati jendela agar tidak menarik perhatian dengan suara, setelah aku masuk sama seperti di luar disini juga sepi tidak ada orang, apa mereka sedang pergi ya. Aku memutuskan berkeliling sebentar dan tentu saja tanpa mengeluarkan suara.

Kuakui mansion ini luas juga dengan banyak hiasan eropa disana sini padahal hanya ditempati oleh enam orang saja. Mewah sekali andai saja disini bisa menjadi tempat kostku saatku kuliah nanti pasti aku dapat membuat teman temanku lain iri apalagi ditambah biaya sewanya murah.

Setelah aku berkeliling sebentar, dengan hasil aku tidak menemukan siapapun, aku menghela nafas panjang, sungguh perjalanan sulit kesini hasilnya tidak sepandan. Di ruang keluarga tiba tiba aku melihat seorang laki laki berambut merah, dengan plester luka kecil dibawahnya dan pakaian idolnya yang belom dilepas, sedang tertidur di sofa. Aku tahu laki laki itu, dia adalah Akira Kano dengan rambut merah menyala khasnya. Salah satu personel Blood Night.

Meskipun aku tidak terlalu menyukai boyband Blood Night ini tapi aku cukup ingat siapa nama personelnya apalagi warna rambut mereka yang unik. Tapi aku heran bagaimana dia bisa disini padahal aku sudah memeriksa ruangan ini sebelumnya, tidak ada siapapun.

Aku mendekatinya, aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Wajahnya yang terdapat plester luka kecil disana, rasanya ingin melepaskannya. Aku juga menyiapkan pedangku dan mengarahkan padanya, aku tidak peduli akan dikatakan pembunuh tapi aku butuh kebenaran tentang kematian sahabatku. Aku rasa aku bisa bertanya padanya.

Namun saat aku mau membangunkannya dengan menendangnya dengan kakiku, tiba tiba dia menarik tanganku dan menatap tajam sambil meringai ke arahku. Jantung berdegup kencang sampai pedangku jatuh ke lantai karenanya.

Dia bangkit dari sofa dengan mata merah masih menatapku, lalu ia berbisik di telinganya dengan suara seksinya, "Kau cewek ubanan, mau mati atau berikan uang yang kau punya padaku" katanya aku bisa mendengar ia tertawa terkekeh-kekeh.

Mengetahui ini sebuah ancaman untukku apalagi ini menyangkut soal nyawa dan uang, aku spontan langsung mengambil pedang katanaku dari lantai dan melukai tangannya sampai berdarah dan menjauhinya.

"Aouuw, sakit...," aku bisa melihat dia kesakitan, ternyata aku menebasnya terlalu kuat sampai membuat tangannya keluar darah cukup banyak.

"Demi uang, Demi emas, Demi berlian, Demi Tuhan, Demi Eyang Subur, Demi Dewa Kekayaan, ini sangat sakit sekali" dia mendemi-demikan sesuatu sambil berteriak kencang karena rasa sakit yang dia alami. Membuatku hanya terdiam menatapnya, aku masih bingung apa yang terjadi tapi apapun yang terjadi aku masih akan tetap memegang pedang katanaku ini.

Apa yang terjadi padaku, kenapa aku hanya terdiam saat dia terluka.

Lalu karena kami membuat keributan, semua anggota personal Blood Night datang ke tempat kami. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan setelah melihat semuanya berkumpul dengan tatapan ingin membunuhku dan aura aneh.

.

.


.

.

Wkwkwkwkw, awalnya sih Yuka-chan pengen membuat IA disini menggunakan pisau lipat tapi karena kurang keren jadi Yuka-chan memutuskan untuk memasukkan pedang katana deh.

Tidak kusangka chapter dua sudah selesai, wah maaf maaf sekali yak, Yuka-chan tidak bisa memberi tahu semua personel Blood Night baru Akira Kano alias Arsloid saja karena harus mengikuti alur cerita yang ada nih. Nanti chapter tiga kuberitahu siapa personelnya siapa saja. Jadi jangan pada emosi yak, wkwkwkw

Sebagai spoiler disini, Yuka-chan sempat memberi ciri ciri warna rambut mereka di bagian adegan saat IA sedang makan nasi padang di warung makan. Kalian tebak sendiri yak.

Oke sekian dari salam penutup saya, semoga kalian suka meskipun banyak menceritakan tentang perjalanan IA menuju mansion Blood Night. Pasti kalian pengen IA segera bertemu dengan personel Blood Night'kan?

Jangan lupa klik favorite, follow, dan review nih Fanfic, juga makanlah makanan bergizi oke. Arigatou Minna...