Jika Kau Hisap Darahku akan Kutusuk Kau
.
.
.
.
Disclaimer : Vocaloid © Yamaha Corption
Hallo para pembaca setia fanfic "Jika Kau Hisap Darahku akan Kutusuk Kau" ( *Panjang amat ya judulnya ) Yuka-chan coba tebak pasti sudah pada nungguin update fanfic ini'kan? *ketawa percaya diri* *dipukul kepalanya*
Hehehehe, tidak apa apa mau kalian nungguin kek atau malah baru baca fanfic ini kek. Yang penting kalian sudah stay disini dengan kuota kalian.
Seperti janji Yuka-chan yang tertunda sebelumnya, disini Yuka-chan akan memberitahu kalian siapa saja Para Vocaloid ikkemen yang akan memerankan peran chara Diabolik Lovers. Karena di fanfic sebelumnya belum sempat dikenalin.
Awal perkataan yang singkat dan panjang ini saya sekian dulu, yang penasaran langsung saja di scroll ke bawah ya kakak...
.
.
.
Good Reading
.
.
.
.
Mata semua personel Blood Night memandangi IA. Sama seperti Akira, mereka masih mengenakan pakaian idol. Mereka sepertinya barusan pulang dari suatu konser. IA merasa takut dan sedikit gemeteran. Ya mau gak ketakutan bagaimana, kelima cowok tampan itu memandangi IA dengan tatapan melotot seakan mau menerkam dirinya.
Dengan tatapan lapar ala Gaje gaje serigala, sesekali menyapu air ludahnya yang sudah mulai menetes satu persatu dengan sapu ( Yuka : Eh salah, maksudte dengan lidah seksi mereka ). IA terus menggenggam katananya, ia tidak ragu jika tiba tiba salah satu dari mereka menyerang.
Lalu keempat personel itu langsung berlari ke arah IA tiba tiba, membuat gadis berambut putih panjang itu terkejut dan berteriak kencang setelah itu bengong di tempat. Ternyata cowok cowok ini bukan mengincar IA namun sesuatu yang ada dibelakangnya yaitu tukang antar Pizza.
"Yeee, Pak Pizzanya datang" senang mereka sampai ada yang nari ballet dan salto ke depan?
"Akhirnya sampai juga, hey Piko jangan makan punyaku!" marah salah satu dari mereka, personel laki laki memiliki rambut berwarna ungu mau menyantap sepotong pizza namun direbut oleh seorang laki laki berambut putih bernama Piko tersebut.
"Biarin, apa Gakupo-senpai mau merasakan tajamnya pemotong pizza ini hah?" ancam Piko sambil bersiap siap mau melukai laki laki ungu bernama Gakupo tersebut dengan pemotong pizza
Gakupo senyum senyum sendiri lalu memohon sujud agar nyawanya diampuni oleh cowok yang tingginya saja masih dibawahnya, "Ampun, ampun"
"Sudah sudah, aku tahu kalian lapar, namun sebaiknya kalian saling berbagi sebagai sesama teman satu grup" ujar cowok berambut pink yang sedang menyantap pizza sambil tiduran di sofa.
"Kau saja, pesannya dua kotak untuk dirimu sendiri" batin mereka dengan wajah datar semua termasuk IA yang juga tidak sengaja mendengar perkataannya.
"Kalian jangan ribut lagi, manajer sudah memesankan pizza untuk masing masing personel, jadi makan bagian kalian sendiri, kalau ingin meminta pizza milik yang lain harus ijin dulu sama yang punya" perintah seorang laki laki berkacamata sedang berdiri membawa sekotak pizza yang masih tertutup. Melihatnya, IA berpikir laki laki ini lumayan dewasa dan dapat dipercaya dibanding anggota anggota lainnya yang aneh.
"Hey, jangan kacangin aku, lihat ini aku terluka parah, kalian malah makan gak bagi bagi lagi, huhuhuhu" Akira mulai menangis kencang merasa dikacangin oleh teman temannya tersebut. Ia juga kesal karena teman teman ini tidak memperdulikan keadaannya dan malah sibuk menghabiskan pizza.
Dengan rakus dan penuh rasa lapar, mereka berebut pizza tersebut seperti orang tidak pernah makan saja, IA melihatnya hanya bisa sweetdrop dan ternyata air liurnya juga menetes permisa melihat mereka dengan enaknya lesehan makan Pizza Hat lagi dengan lahapnya.
.
.
.
.
Selesai makan mereka dan menghabiskan waktu sekitar 30 menitan, seluruh kotak pizza itu habis dan hanya terdapat saus saja. Semuanya merasa kenyang dan damai kecuali IA yang terdiam dan berpikir ia sama sama dicuekkin seperti Akira. Dia juga berpikir apa mereka tidak melihat dirinya yang sudah jelas jelas berdiri di dekat mereka.
"Wah ada cewek disini" sadar Gakupo tidak sengaja melihat IA yang masih berdiri di dekat sofa.
Mendengar ucapan Gakupo tersebut mengundang perhatian yang lainnya lalu mengalihkan pandangan mereka ke IA. Merasa dilihatin oleh banyak laki laki membuat IA menjadi sedikit takut dan canggung apalagi mengingat tatapan menyeramkan yang mereka berikan padanya tadi.
"Hai, cewek, ada apa perlu sampai jauh jauh kemari?" tanya Gakupo berlari seperti titan abnormal mendekati IA, cewek itu perlahan juga mundur ke belakang menjaga jarak dengan banci ungu ini.
"Sudah pasti ia penggemar kita" ujar cowok berambut pink cuek dan sudah tiduran di sofa.
"Betul juga, ehm pasti dia penggemar spesial karena bisa tahu dimana tempat tinggal kita" setuju Gakupo tidak berhenti menatap tubuh IA.
Piko juga menatap gadis itu, bukan tubuhnya melainkan katana tajam yang dipegangnya
"Perkenalkan dirimu, bagaimana kau bisa..." tanya laki laki berambut cokelat berkacamata sambil memberi salaman itu namun dipotong oleh Gakupo.
"Perkenalkan namaku Gakupo Andreas, kau bisa memanggiilku Gakupo, cewek manis dan polos seperti dirimu kenapa bisa berada di mansion kami?" tanya Gakupo merangkul pundak IA dan memainkan sedikit rambut putih panjangnya dengan senyum menggoda.
"Hei, jangan memotong pembicaraan orang tahu!" marah lelaki megane itu sambil berteriak ( Kacamata )
Karena kaget Gakupo tiba tiba merangkul pundak, reflek IA berteriak dan menusuk perut Gakupo dengan katananya. Membuat Gakupo kesakitan dan pingsan di tempat. Tidak lupa malaikat malaikat Luo Tianyi berputar di atas tubuhnya.
IA benci cowok penggoda dan mesum seperti Gakupo, entah kenapa karena terlalu sering latihan ataupun belum pernah disentuh lelaki membuat IA kebiasaan menusuk pria macam Gakupo ini tanpa merasa bersalah. ( Gakupo : Kejamnya kau IA menusuk pria seksi dan tampan sepertiku ini *nangis*)
Sambil memandang mayat Gakupo yang tepar di lantai, IA berusaha mengatur nafasnya lalu kembali melihat personel lainnya, dia menutup kedua matanya, ia berpikir pasti ia akan dimarahi atau dipanggil security komplek.
Namun, saat ia membuka matanya, personel lainnya malah melakukan aktivitas mereka masing masing tanpa memperdulikan kedua temannya yang sudah tepar karena kekurangan darah setelah gadis itu menusuk dan menebasnya dengan katana. Malah mereka berwajah biasa saja. IA sweetdrop melihatnnya.
Cowok berambut pink sedang tiduran di sofa dengan wajah tampan menggemaskan, cowok megane berambut cokelat sedang membaca buku sampul HP dan Piko sedang bermain dengan boneka barbie yang sudah tidak berbentuk lagi.
IA tahu siapa kedua laki laki berkacamata dan berambut pink itu, menurut informasi yang ia dapatkan dari nyolong google. Laki laki berkacamata itu bernama Kiyoteru Hiyama sedangkan lelakl berambut pink bernama Yuuma Kiyoshi. Namun, terdapat satu personel lagi yang IA tidak tahu dimana keberadaannya sekarang.
"Huuh, ada apa sih berisik berisik, gangguan orang lagi mandi saja" teriak seorang cowok berambut abu abu berkulit eksotis tidak lupa dengan wajah tampan pula, keluar menunjukkan dirinya yang harum semerbak khas lelaki sehabis mandi.
Cowok itu menatap sekitar ruang tengah dan menemukan IA yang memandangnya dengan wajah merah lalu IA menutupinya dengan telapak tangannya sambil menahan sesuatu. Lalu laki laki itu berteriak lagi...
"Haaaaaah, kok ada cewek disini, sialan aku masih pake handuk lagi" teriak cowok itu lagi lalu kembali ke dalam. ( *Perlu diketahui permisa, ternyata dia masih memakai handuk warna pink lagi. )
Melihat cowok ganteng bertelanjang dada menunjukkan roti sobeknya kulit eksotis barusan, membuat IA nosebleed di tempat.
"Ehm, kau gadis aneh, biasanya cewek cewek penggemar spesial akan meminta tanda tangan atau berfoto bersama dengan kami tetapi kau malah diam saja bahkan melukai teman teman kami" ujar Kiyoteru sambil mendekati IA. Gadis itu langsung membersihkan darah mimisannya.
"Soal itu, aku bukan penggemar kalian" jawab IA menatap lawan bicaranya tanpa ekspresi berusaha kembali normal setelah terpesona melihat cowok kulit pantai.
"Hah, lalu ada perlu apa kau kemari?" tanya Kiyoteru kaget
"Aku kemari karena ada yang ingin aku tanyakan soal kejadian tiga bulan lalu, sahabatku bernama Yuzuki Yukari ditemukan tewas di hutan dekat sini" jawab IA tegas tanpa mengalihkan pandangan selain lawan bicaranya tersebut. Kiyoteru terdiam mendengar jawaban IA.
Yuuma tiba tiba membuka mata seperti mayat hidup kembali, setelah mendengar nama Yukari lalu ia bangun sambil menatap IA dengan tatapan kantuknya. IA masih menunggu jawaban Kiyoteru yang masih terdiam
"Oh itu, soal gadis itu, kami...Eh..eh...Yuuma...apa yang kau lakukan? Hey... " Yuuma menarik kerah baju Kiyoteru saat ia akan menjawab pertanyaan IA. Menjauh lima meter jauhnya dari IA sambil membisiki sesuatu sambil memberikan sesuatu. Membuat gadis rambut ubanan tersebut kebingungan.
Kemudian Kiyoteru segera berlari kencang menuju kamarnya mengambil koper tidak lupa dengan aksesoris penggemar idol.
"Eeh.., Kak Kiyoteru mau kemana?" tanya IA heran melihat cowok yang tadinya bersikap bangsawan dan sopan, sekarang berpenampilan seperti penggemar idol lengkap dengan aksesoris.
"Oh Ini..., ada konser Hatsune Miku di Kuvukiland besok, mumpung gak jauh dari sini jadi aku mau cepat cepat pergi kesana dengan pesawat kertas pribadiku" jawab Kiyoteru sambil mengecek barang barang miliknya.
"Wah tidak bisa Kak, bagaimana dengan pertanyaanku tadi, aku sudah jauh jauh kemari untuk mencari kebenaran, satu satu yang bisa kupercayai dan normal adalah Mas Kiyoteru saja" cegah IA. Ia tidak mau jauh jauh kemari tidak ada hasil apalagi sudah ngabisin uang bensin mobil.
"Soal itu, kau tidak perlu kuatir, kau bisa tanya dengan personel lainnya dan satu lagi selama seminggu besok aku minta tolong sesuatu padamu"
"Minta tolong apa?"
.
.
.
.
Chapter tiga selesai, sekarang kalian sudah tahukan siapa saja personel Blood Night, cuman satu yang belum kukasih tahu, kalian tebak sendiri ya, Yuka-chan pikir pasti kalian sudah tahu.
Ya meskipun nggak sepanjang sebelumnya namun yang penting fanfic ini update juga di sela sela Yuka-chan banyak tugas dan PR. Huuhuhu
Kiyoteru : Hehehehehe
Yuka-chan : Hei ngapaian kamu ketawa disaat Yuka-chan sedang mau menangis *dah mau keluar air matanya*
Kiyoteru : Hehehehehe, seneng saja tadi bisa ngomong empat mata dengan IA, kau tahu'kan kalau di Vocaloid dia adalah Diva kedua setelah Miku, jadi seneng aja bisa ngomong berdua sama cewek cantik
Yuka-chan : Oh begitu ya, maukah kuberitahu pacarmu Yuki soal ini *sambil megang Katana milik IA*
Kiyoteru : Wah, ampun ampun mbak Yukang *sujud*
Yuka-chan : APA KAU PANGGGIL AKU APA?! KEMARI KAU DASAR MEGANE PEDOFIL
Kiyoteru : Hyaaaaaaa
Wah makin aneh percakapan di akhir ya, oke untuk chapter selanjutnya nunggu chapter selanjutnya yak. Jangan lupa follow, favorite, dan review nih fanfic yak. Arigatou Minna
