Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin
Pairing : KyuMin / genderswitch
Genre : Romance
Rate : T
DON'T LIKE DON'T READ
CHAPTER 2
Sungmin sedang menyeruput orange juicenya dikantin. Seperti biasa, ia hanya sendiri. Tidak ada satupun siswa ataupun siswi disekolah yang mau berteman dengannya. Alasannya simple, mereka tidak ingin berakhir dirumah sakit atau yang paling parah kuburan. Ya Sungmin memang terkenal sebagai siswi pembuat onar dan pemimpin dalam tawuran. Jadi bukan sesuatu yang aneh bukan kalau dia tidak memiliki teman?
"Sungmin itu cantik ya, namun kelakuannya tidak sesuai dengan wajahnya…" bisik salah seorang siswi yang juga sedang menikmati waktu istirahat dikantin. Meskipun bisikan itu sangat pelan, Sungmin masih bisa mendengarnya, Sungmin memandangi sekilas siswi yang tadi membicarakannya.
Kurang kerjaan apa tidak bisa sekali saja tidak membicarakanku..
Karena merasa tidak nyaman, Sungmin akhirnya meninggalkan kantin dan pergi kesuatu tempat dimana ia bisa menjadi Sungmin yang dulu, Sungmin yang manis dan dicintai.
…
Sungmin memarkirkan mobilnya diarea pemakaman. Ditempat inilah ia akan berubah menjadi Sungmin yang dulu. Karena ia sama sekali tidak dapat menampakkan raut kebencian dan dendamnya disini, ditempat dimana ibunya beristirahat dengan tenang.
Lalu bagaimana dengan sekolah Sungmin? Bukankah tadi masih jam istirahat? Tentu saja ia membolos, melakukan hal yang begitu dibenci oleh appanya. Ia tidak peduli jika nanti ia akan diceramahi habis habisan ataupun dihukum, Sungmin sudah cukup kebal dengan semuanya. Justru ia malah menantikan saat saat Kangin memarahinya, karena mungkin saja pada saat itu ia akan mendapatkan kesempatan untuk keluar dari silsilah keluarga Kim.
Sungmin melangkahkan kakinya menuju tempat ibunya. Sosok yang begitu dikagumi dan dicintainya.
"Hi eomma apa kabar?" sapa Sungmin hangat sembari tersenyum manis. "Maaf karena lagi lagi kau harus melihatku dengan seragam ini. Aku membolos lagi eomma, kau tidak marahkan?" ucap Sungmin sendu. "Ne aku tahu eomma pasti marah, tetapi apa gunanya aku sekolah jika tidak ada lagi orang yang harus aku banggakan…"
TES
Air mata Sungmin kembali menetes, namun cepat cepat ia menyeka airmata tersebut, ia tidak ingin terlihat lemah dihadapan eommanya.
"Mianhae eomma… Minnie belum bisa menepati janji Minnie untuk tidak menangis.." ucap Sungmin setelahnya. "Eomma bogoshippeo…jeongmal bogoshippeoyo… hiks…" Sungmin terisak pelan dihadapan nisan Ryeowook. "Seharusnya eomma mengajak Minnie untuk pergi bersama, bukannya meninggalkan Minnie disini sendirian. Eomma tahu semenjak eomma pergi semuanya berubah dan tidak adalagi yang peduli pada Minnie…"
Sungmin mendudukkan dirinya disamping nisan eommanya. Mengelus nisan tersebut sayang dan pada akhirnya memeluk nisan tersebut hingga ia tertidur.
…
Jingga mulai menyapa langit, menandakan bahwa senja telah tiba. Sungmin yang tengah tertidur pulas pun mulai menggeliat gelisah, sepertinya ia akan terbangun.
Sudah sore…. pikirnya. Sungmin segera bangkit dari posisi tidurnya kemudian mencium nisan Ryeowook sebagai ucapan pamitnya.
"Eomma… Minnie pulang dulu ne…" ucap Sungmin setelahnya.
Sungmin melangkahkan kakinya ringan. Perasaan ini memang selalu muncul setiap kali ia kembali dari makam ibunya. Rasanya semua beban dan luka yang selama ini ditanggungnya terangkat dan yang tersisa hanyalah kebahagiaan. Namun Rasa bahagia itu tidak bertahan lama, karena Sungmin tahu benar rasa itu hanya sementara dan akan lenyap saat ia menapakkan kakinya dirumah appanya.
Dan benar dugaan Sungmin, kebahagiaan itu tidak akan berlangsung lama. Saat ini ia tengah melihat Kangin dan Teuki sedang bercengkrama mesra diruang keluarga. Sungmin merasakan dejavu. Karena dulu ia juga pernah melihat pemandangan yang sama dengan ini, hanya saja eommanyalah yang ada disana, bukan Teuki.
"Minnie kau sudah pulang?" tanya Teuki lembut.
"Hmmm ne.. kenapa? Kau kecewa karena aku masih menapakkan kakiku disini?" balas Sungmin ketus sembari menghentak hentakkan kakinya saat menaiki tangga menuju kamarnya. Teuki memandangai punggung Sungmin nanar. Ia bingung tentang apa yang harus ia perbuat untuk mencairkan hati Sungmin. Jujur ia sangat ingin memeluk Sungmin mendengar bibir plump itu memanggilnya eomma. Namun Teuki kembali sadar, bahwa tidak semua yang ia harapkan menjadi kenyataan.
Melihat Teuki yang tertunduk sedih, Kangin datang menghampirinya. Memeluk istrinya, memberikan kekuatan. Kangin tahu benar apa yang dirasakan oleh Teuki karena Sungmin juga memperlakukannya dengan cara yang sama. Ia begitu kehilangan sosok gadis kecil yang begitu manis dan ceria yang sering menghiburnya saat ia letih setelah pulang dari tempat kerja dulu.
Minnie-ya… appa merindukanmu.. appa merindukanmu my little angel…
.::oOo::.
Keluarga Kim dan Keluarga Choi tengah berkumpul disebuah ruangan VVIP disebuah pesiar mewah. Ya kedua keluarga kaya ini memang sedang melakukan perjalanan liburan bersama. Mereka sedang membahas rencana pernikahan Sungmin dan Kyuhyun. Pernikahan yang memang sejak jauh hari sudah direncanakan bahkan sebelum keduanya lahir.
"Kau setuju kan Minnie?" tanya Kangin.
"Bukankah aku tidak bisa menolak atau membantahmu Tuan Kim…" ucap Sungmin sarkastik. "Sudahlah aku capek mau istirahat, Minnie permisi dulu ahjumma… ahjussi…" pamit Sungmin sopan.
Eomma, aku ingin bicara dengannya sebentar, bolehkah? tanya Kyuhyun dengan menggunakan bahasa isyarat pada Heechul.
"Ne… Kyu, pergilah…" ucap Heechul. Kyuhyun membungkukkan badannya sopan dihadapan orangtua dan calon mertuanya pertanda ia ingin undur diri.
…
Sungmin sedang beridiri dianjungan kapal. Menikmati semilir angin laut yang menerpa wajahnya. Suasana hatinya sedang tidak baik sekarang, jujur ia sangat sebal pada appanya yang suka seenaknya sendiri dan tidak pernah memikirkan perasaanya.
Sementara itu Kyuhyun sedang memandangnya dari belakang. Sebenarnya Kyuhyun ingin menghampiri Sungmin, namun ia mengurungkan niatnya mengingat betapa dinginnya nada bicara Sungmin tadi.
"Apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya Sungmin saat dirinya menyadari keberadaan Kyuhyun. Kyuhyun menatap Sungmin sebentar kemudian berjalan kearah Sungmin hingga pada akhirnya mereka berdiri sejajar.
Hanya mencari udara segar sama sepertimu… tulis Kyuhyun pada notesnya lalu menyerahkannya pada Sungmin.
"Hmm… apakah kau setuju?" tanya Sungmin lagi.
Maksudmu? tulis Kyuhyun lagi, jujur ia tidak mengerti arah pembicaraan Sungmin.
"Pernikahan kita? Kau setuju?"
Apakah aku bisa menolaknya? tulis Kyuhyun, ia hanya mengulang perkataan Sungmin pada Kangin.
"Tidak kreatif.. kenapa menggunakan jawaban yang sama?" ucap Sungmin sedikit sebal. Kyuhyun menarik bibirnya membentuk sebuah senyuman tulus saat mendengar penuturan Sungmin yang penuh dengan nada sebal.
Apakah ada jawaban lain heumm… Aku juga bingung apakah aku setuju atau tidak.
"Arasseo… kau sama menyebalkannya dengan Chullie ahjumma, mempermainkanku dengan kata kata…" ucap Sungmin sambil memandang lurus kearah Kyuhyun. Merasa dipandangi oleh sosok yang begitu dikaguminya Kyuhyun merasa aneh sendiri. Tubuhnya bereaksi terlalu berlebihan hingga menyebabkan semburat merah dipipinya. "Sungmin…" ucap Sungmin sambil mengulurkan tangannya kearah Kyuhyun. "Aneh sekali rasanya, kita akan menikah tetapi tidak saling mengenal…" tambah Sungmin lagi.
Kyuhyun menyambut uluran tangan tersebut, menjabatnya meresapi hangatnya telapak tangan putih dan halus tersebut. Kyuhyun… ucapnya dengan menggunakan bahasa isyarat yang tentunya tidak diketahui oleh Sungmin.
"Mian aku tidak mengerti maksudmu…" ucap Sungmin polos. Kyuhyun mengangguk paham lalu kembali menuliskan namanya disebuah notes.
Kyuhyun…
"Senang berkenalan denganmu Kyuhyun sshi…" ucap Sungmin sambil tersenyum manis.
DEG
Kyuhyun membeku saat itu juga. Senyuman itu, senyuman yang begitu ia sukai.
Aku akan membuatmu terus tersenyum seperti itu Sungmin-ah…
Aku juga… tulis Kyuhyun sambil tersenyum hangat kearah Sungmin.
.::oOo::.
Kyuhyun dan Sungmin sudah mulai akrab. Sekarang keduanya sering menghabiskan waktu bersama, walaupun hanya sekedar menikmati ice cream ditaman dan berbicara lewat tulisan tetapi keduanya tampak bahagia.
Sekarang Kyuhyun mulai sedikit tahu sifat asli Sungmin yang mungkin selama ini jarang ia tampakkan. Tidak adalagi Sungmin yang dingin dimatanya yang ada hanyalah Sungmin yang manja, cerewet, dan bahkan ceroboh. Mungkin agak sedikit aneh karena Kyuhyun bisa mengetahui sifat asli Sungmin ini. Mengingat betapa tertutupnya Sungmin terhadap orang lain. Sungmin pun juga demikian, ia bingung terhadap dirinya yang tidak kuasa untuk menolak kehadiran Kyuhyun didalam kehidupannya.
"Awww… sakit Kyu…" ringis Sungmin saat Kyuhyun menyentuh tangannya yang sedikit lebam.
Berkelahi lagi? tulis Kyuhyun.
"Hmm ne…" jawab Sungmin santai.
Tidak bisakah kau tidak berkelahi Min? tulis Kyuhyun kemudian memandangi Sungmin setelahnya.
"Hmmm… entahlah Kyu, aku belum menemukan alasan yang tepat untuk tidak melakukannya.." jawab Sungmin.
Apakah merubah sikap menjadi baik membutuhkan alasan?
"Tentu saja, karena setiap perbuatan pasti ada alasannya.." ucap Sungmin lirih. "Hmmm Kyu… maukah kau menemaniku kesuatu tempat? Tiba tiba aku ingin kesana.." ajak Sungmin dengan nada sedikit ceria.
Kyuhyun menganggukkan pelan kemudian memberanikan dirinya untuk meraih tangan Sungmin dan menggandengnya. Namun, Sungmin segera menghentikam gerak langkah Kyuhyun dengan cara menahan tangannya dan terus berdiri tegap tanpa berpindah.
"Memangnya kau tahu aku ingin kemana?" tanya Sungmin. Kyuhyun sedikit mengelus tengkuknya canggung, benar juga aku kan tidak tahu Ming ingin kemana? Kyuhyun pabbo… rutuk Kyuhyun dalam hati. "Ayo….!" ajak Sungmin, kali ini dialah yang menggandeng Kyuhyun, membawa Kyuhyun melangkah bersamanya kesuatu tempat.
Hangat, genggaman tangannya begitu hangat. Sama seperti senyumannya…
…
Kyuhyun sedikit mengernyitkan dahinya saat menegtahui bahwa tempat yang ingin dikunjungi Sungmin adalah pemakaman. Ia bingung kenapa Sungmin mengajaknya ketempat ini? Apakah ada yang special disini?
"Kajja Kyu…" ucap Sungmin. Kyuhyun mengangguk kemudian mengikuti langkah kaki Sungmin. Sampai pada akhirnya mereka berhenti disebuah makam yang bertuliskan 'KIM RYEOWOOK'
Sungmin membungkukkan badannya sebagai tanda hormat, dan mau tidak mau Kyuhyun juga mengikutinya meskipun ia tidak tahu kepada siapa ia sedang menunnduukan tubuhnya.
"Annyeong eomma… apakah kau baik baik saja?" ucap Sungmin.
DEG
Eomma? Aku tidak mengerti bukankah eomma Minnie adalah Teuki ahjumma? Lalu ini?
"Oh ya eomma… hari ini Minnie datang bersama Kyuhyun, anak dari Chullie ahjumma…" ucap Sungmin.
Sungmin-ah… bisakah kau jelaskan semua ini, jujur aku bingung… tulis Kyuhyun pada sehelai kertas dan memberikannya pada Sungmin. Sungmin tersenyum simpul saat membaca tulisan Kyuhyun. Ia cukup mengerti tentang kebingungan Kyuhyun.
"Dia eommaku Kyu… eomma kandungku…" ucap Sungmin lirih. Kyuhyun membeku saat itu juga, merutuki dirinya yang begitu bodoh. Ternyata masih banyak sisi lain dari Sungmin yang belum dia ketahui.
Sungmin mendudukkan dirinya disamping nisan tersebut, mengelusnya perlahan dalam diam. Menumpahkan segala kerinduannya terhadap sosok yang ada pada nisan itu. Kyuhyun meletakkan tangannya dipundak Sungmin seolah memberi kekuatan. Meskipun Sungmin tidak menangis, tetapi ia tahu jauh didalam lubuk hatinya ia sedang menangis. dan jujur saja hal ini sangat memberatkan Kyuhyun. Ia merasa dirinya gagal, karena ternyata Sungmin tidak memeprcayainya sama sekali meskipun hanya sekedar teman.
"Kajja Kyu… kita pulang, eomma Minnie pulang dulu ne.. annyeong eomma…" ucap Sungmin sambil mengecup nisan itu sekilas.
…
Semenjak pulang dari makam, raut wajah Sungmin menjadi lebih berseri seri dan jujur saja Kyuhyun merasa dirinya sangat sangat beruntung karena pemandangan yang seperti ini sangat jarang ia dapatkan.
Kau bahagia Min?
"Hmmm ne tentu saja, setelah bertemu eomma… moodku membaik…" jawab Sungmin riang sambil memakan ice creamnya setelahnya. Keduanya memang tengah berada ditoko ice cream sekarang.
Kyuhyun tertawa kecil meskipun tidak bersuara. Menurutnya Sungmin begitu lucu dan imut. Mana ada anak SMA yang makan ice cream saja masih celemotan seperti Sungmin.
Srett..
Kyuhyun menyeka sisa ice cream yang ada disudut bibir Sungmin dengang tisu. dan tanpa sengaja mata mereka saling bertemu dan bertatapan.
DEG
Entah jantung siapa yang berdetak cepat sekarang. Kyuhyun? Sungmin? atau keduanya? Tidak ada satupun orang yang tahu kecuali mereka.
Ada sebuah debaran aneh pada diriku saat bertemu pandang dengannya. Pertanda apa ini Tuhan? Apakah aku mulai mencintai calon suamiku ini? Apakah secepat itu?
Mianhae Min… tulis Kyuhyun setelahnya, entahlah ia juga bingung dengan dirinya yang begitu spontan untuk menyeka sisa ice cream yang ada disudut bibir Sungmin itu.
"Gwenchana Kyu…" jawab Sungmin cepat karena ia masih berusaha menenangkan dirinya yang masih terhipnotis akan mata Kyuhyun tadi.
.::oOo::.
Sungmin dan Kyuhyun sedang berada disebuah butik yang menjual pakaian pengantin. Keduanya akan fitting baju untuk pernikahan mereka yang akan dilaksanakan minggu depan. Ya minggu depan mereka akan menikah, waktu berlalu begitu cepat bukan?
Kyuhyun begitu terpana melihat Sungmin yang baru saja keluar dari fitting room. Gadis itu tampak semakin sempurna dimatanya. Meskipun Sungmin hanya mengenakan gaun pengantin yang sederhana, tetapi tetap saja hal itu tidak mengurangi kecantikan Sungmin, dan detik itu juga Kyuhyun tersadar, apakah ia dan Sungmin layak untuk disandingkan bersama.
"Kyu…Kyu…Kyuhyunnie…" panggil Sungmin pada Kyuhyun yang tengah menatapnya. "Kyu…"
Kyuhyun tersadar bahwa Sungmin sedang memanggilnya. Waeyo Min?
"Menurutmu bagaimana? Jelekkah? Kau tahu aku merasa aneh mengenakannya…"
You look perfect with that dress…
"Aku serius Kyu? Bukankah terlihat aneh?"
Kyuhyun menggeleng, ia berjalan menghampiri Sungmin kemudian tangannya merogoh sesuatu yang sejak tadi memang sudah ia persiapkan. Kyuhyun menarik Sungmin kearah cermin kemudian berdiri dibelakang Sungmin. Mengeluarkan sesuatu yang sejak tadi ia sembunyikan.
"Eh?" Sungmin berjengit kaget saat Kyuhyun melingkarkan sebuah kalung perak dilehernya. "Kyu… ini maksudnya apa?"
Itu hadiah dariku… kau suka?
"Tapi ini berlebihan Kyu?"
Anggap itu sebagai permohonanku agar kau tidak berkelahi lagi, bagaimana?
"Tapi Kyu…"
Bukankah sekarang kau sudah menemukan alasannya Min. Jadikan aku sebagai alasannya, bisakah? Aku mohon. Aku tidak ingin melihatmu tersakiti Min. Please…
"Kyu…."
Kyuhyun menginterupsi perkataan Sungmin. Ia meletakkan jarinya dibibir Sungmin mengisyaratkan supaya gadis itu diam. Kyuhyun mempersempit jarak diantara mereka. Bahkan sekarang hidung mereka sudah saling beradu.
"a... min… (saranghae Min)…" ucap Kyuhyun dengan bersusah payah.
DEG
Jantung Sungmin berdetak lebih cepat, saranghae? Entahlah ada desiran aneh ditubuhnya saat mendengar kata tersebut dari mulut Kyuhyun. Apalagi ia mendengarnya secara langsung tanpa kertas.
Setelah mengungkapkan perasaannya, Kyuhyun berlutut dihadapan Sungmin. Lalu mengeluarkan sebuah kotak yang berisikan cincin. Ya Kyuhyun melamar Sungmin, meskipun terkesan tidak elit mengingat dimana mereka sekarang, tetapi Kyuhyun tidak peduli, ia ingin Sungmin mengetahui perasaannya. Ia ingin Sungmin tahu bahwa ia tulus mencintainya dan tidak ada hubungannya dengan perjodohan diantara mereka.
Sungmin juga berlutut sehingga posisi mereka sekarang sejajar. Ia meraih pundak Kyuhyun. Jujur ia begitu kaget, tidak pernah sekalipun ia mengira bahwa Kyuhyun mencintainya. Dan sekarang ia bingung harus bagaimana. Karena sesungguhnya ia tidak bagaimana persaannya terhadap Kyuhyun.
"Kyu… aku… belum bisa menjawabnya Kyu.. Aku sendiri bingung dengan perasaanku sendiri. Tapi terimakasih karena kau telah mencintaku…" ucap Sungmin. Wajah Kyuhyun berubah sendu. Apakah ia ditolak? Tidak? Karena Sungmin tidak mengatakan bahwa ia tidak mencintai Kyuhyun. "Tapi ada satu hal yang ingin aku katakana padamu Kyu, aku harap kau mendengarnya dengan baik…" ucap Sungmin setelahnya. Kyuhyun menatap Sungmin penasaran.
"Mulai hari ini aku, Kim Sungmin. Berjanji pada Choi Kyuhyun, bahwa aku tidak akan pernah berkelahi atau tawuran lagi. Hari ini Kim Sungmin sudah menemukan alasannya dan dia adalah Choi Kyuhyun…" ucap Sungmin tegas. Kyuhyun tersenyum lembut lalu menarik gadis itu kedalam pelukannya.
Mungkin memang belum saatnya cintaku terbalas, tetapi setidaknya aku telah berhasil menjadi orang yang cukup berguna baginya…Gomawoyeo Min, aku mencintaimu…
TBC
Special thanks to
winda1004, Mousy, Rima Kyumin ELF, Cho SungHyun, Fujiwara Roronoa, Cho Hyun Jin, S.J. 1315, lovelyMin, rikha-chan, minnie-minnie-mine, Park HyunRa, MegaKyu, choi hyekyung, hanamichi, hanamichi, navilgirl, Minnie Trancy
Mian reviewnya nggak dibalas, karena jujur aku nggak tahu mau balasnya gimana, gomawoyeo udah mau baca ff ini. oh ya thanks buat Park Hyunra yang udah ngingetin aku masalah marganya Ming.
