Jika Kau Hisap Darahku akan Kutusuk Kau

.

.

.

.

Disclaimer : Vocaloid © Yamaha Corption

Tidak ada yang tahu namaku kecuali kuberitahukan..

Hallo kembali bersama Yuka-chan tepuk tangan dulu yang meriah kawan kawanku. Pasti kalian kangenkan padaku ini…

Cobalah aku ingin mendengar seruan para readers tersayangku yang sangat meriah ayooo tepuk tangan *prok prok prok* *PLAK*

"Hey cepet dong yang intro ini kita sudah siap nih mau tampil" marah IA menampar punggungku dengan katana miliknya…

Hahahahaha, sorry sorry deh. Akukan pengen alay bareng readersku gk boleh ya, yaudah daripada nunggu lama. Yang penasaran IA nanti suruh ngapain ayoo kita scroll ke bawah yak..

.

.

Good Reading

.

.


.

*Tick Tock Tick Tock*

Jam dinding berdetak di sela-sela percakapan serius mereka. IA yang sudah menelan ludahnya beberapa kali yang tawar tak berasa, penasaran apa yang akan dikatakan lelaki tampan berambut cokelat, berkacamata, dan seorang otaku idol tulen bernama Kiyoteru tersebut.

"Kau ingin meminta bantuan apa?" tanya IA lagi sambil mengkerutkan alisnya

"Jadi…,Aku ingin kau membantuku untuk mengurusi para memberku disini selagi aku pergi ke konser Hatsune Miku" jawab Kiyoteru bersemangat

Tentu saja mata IA terbelangak lebar dengan mulut menganga gaya goyang dumang, "APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?!"

"Aku sudah menyiapkan daftar apa yang harus dan dilarang dilakukan disini, juga ada beberapa pelayan lain yang akan membantumu, tenang saja aku hanya pergi sebulan nanti" Kiyoteru memberikan buku kecil berwarna putih ke IA.

"Whaat? Sebulan, lama amat, bagaimana aku harus mengurusi mereka?" tanya IA menerima buku tersebut lalu memasukkannya dalam sakunya.

"Gampang tinggal kau ikuti saja apa yang di daftar ini, tidak susah kok…Ya sudah ya aku pergi dulu, bye bye semuanya" ucap Kiyoteru terburu buru lalu pergi meninggalkan IA yang masih melongo

"Eeeh, tunggu Mas Kiyoteru..," namun ucapannya tidak bisa mencapai Kiyoteru yang sudah duduk di kursi penumpang taksi yang ia pesan

"Aduh.., kenapa aku harus mengurusi cowok cowok tampan tapi aneh dan gak jelas ini" batin IA melihat Yuuma, Gakupo, Piko, Akira yang bertingkah gak waras meski berwajah rupawan. Ditambah cowok yang memakai handuk pink tadi, yang ia tidak tahu siapa dia karena ia tidak jelas melihat wajahnya.

"Sudahlah, sebaiknya kau beristirahat dulu. Ada kamar lagi di lantai atas, kamu bisa tidur disana" ucap Yuuma yang masih tiduran di sofa, melihat IA masih melongo.

"Eeeh.., tidur. Aku tidak bisa tidur disini tahu.., aku hanya ingin mencari kebenaran tentang kematian sahabatku disini bukan untuk tinggal disini apalagi mengurusi kalian" kaget IA sambil menolak fakta bahwa ia harus tinggal disini

"Kau jangan banyak mengeluh gadis pedang, sudah bagus aku menyiapkan kamar khusus untukmu dibanding kau harus tidur di gudang" sindir Yuuma yang bangun, lalu berjalan ke kamarnya meninggalkan mereka. Terdengar suara gebrakan pintu kencang dari pintu kamarnya yang membuat mansion tersebut bergetar.

IA merinding mendengar perkataan laki laki tersebut, Yuuma idol yang selama ini menunjukan senyuman dan sifat baiknya tersebut di video yang ia tonton, sekarang menunjukan sifat aslinya yang cuek dan judes.

"Ehm kalau aku menunjukan hal ini pada penggemar Blood Night, mungkin mereka akan kecewa tidak ya?" batin IA yang jengkel terhadap omongan Yuuma terhadapnya dan berpikir pembalasan dendam yang bagus nanti.

Gakupo memegang pundak IA sambil tersenyum genit padanya, membuat IA yang sedang termenung kaget, "Hey, apa yang kau lakukan, eeh bagaimana kau bisa hidup"

"Perasaan aku sudah menusukmu dengan katanaku tadi?" heran IA yang jelas melihat ia sudah menusuk perut laki laki ini, secara reflek mundur dari Gakupo sejauh 5 meter.

"Memang tusukan itu sangat menyakitkan untukku, sampai aku tidak bisa melupakan rasa sakit itu, tapi perlu kau ketahui jika hal sperti itu tidak akan bisa membunuhku ya" ucap Gakupo sambil menunjukkan wajah aneh

"Apa..?"

"Kau tidak tahu yaa…, Gadis tissue toilet" ejek Piko sambil memutari IA yang sedang berdiri di tengah ruang tamu.

"Gadis tissue toilet? Jelek amat sebutannya, yang bagus dikit dong" kesal IA mendapat julukan yang kurang keren.

"Ooh.., jadi kau tidak mau ya disebut seperti itu, Gadis tissue toilet" ucap Piko sambil menunjukan mimik menyebalkan

"Iyaaa, aku tidak suka"

"Coba aku tanyakan pada Teddy Bear kesayanganku ini…, oh yaa…,ohh okee.., ya…, ya" Piko sedang berbisik bisik dengan boneka beruang yang ia penggang dari tadi.

"Okee, akan kupanggilkan kau gadis ubanan.., hahahahaha" Piko menunjuk IA lalu tertawa jahat

"Itu sama aja jeleknya kali " batin IA dengan wajah datar

Tangan IA ditarik seseorang membuat gadis itu hampir kehilangan keseimbangannya, "Eeeh..apa apaan ini"

"Sudah diam" ternyata yang menarik tangan IA adalah Akira

"Sek.., sebentar sandalku lepas sebelah.., bentar bentar aku make dulu..eh..,"

"Aaah.., berisik.., tidak usah pake sandal..di mansion ini boleh nggak pake.., sekarang ikut aku" bentak Akira

"Yaa gak enaklah, jalan cuman pake sandal sebelah" gerutu IA berjalan seperti orang pincang dengan satu sandal yang ia pakai. Akira tidak memperdulikan keluhan IA dan tetap menarik tangannya

"Wah dia udah beraksi lagi.." ucap Piko memandang sinis IA dan Akira pergi meninggalkan dirinya dan Gakupo

"Padahal aku ingin menunjukkan pesona menawanku pada gadis cantik itu apalagi rambutnya putih bersih yang jarang sekali dipunyai gadis manusia jaman sekarang" kesal Gakupo sambil menyisir rambutnya.

"Halah.., sok tampan, najis lu" ejek Piko memandang jijik cowok di sebelahnya tersebut

"Eeeh.., jangan berbicara aneh aneh yak, kau mau ngerasain pukulanku, hah?" ancam Gakupo tidak terima diejek cowok pendek di sampingnya.

"Kau bilang apa?" gantian Piko mengancam dengan cutter dari saku celananya.

"Iye iye, maafkan saya" Gakupo mohon ampun lagi sambil nunduk, meskipun ia yang diejek.

"Hey, kalian brengsek.., dimana gadis itu?" tanya seorang laki laki yang muncul dari balik tembok terlihat ia habis terburu buru.

Membuat Piko dan Gakupo yang sedang di ruangan tersebut memandang heran, juga sedikit tersinggung dengan perkataan laki laki tersebut

"Kamu ngapain juga disitu, brengsek?" tanya Gakupo

"Aaah.., kok cuman kalian berdua saja disini.., mana gadis itu" tanya laki laki itu mencari-cari IA

"Jangan sok keren pakai pakaian itu dah sekarang, gadis itu sudah dibawa Akira pergi duluan" jawab Piko judes dengan wajah pucat lesu seperti warna rambut memandang laki laki tersebut yang mengenakan pakaian rapi tidak seperti biasanya.

"Kau aja yang telat, pakai baju lama banget abis mandi tadi" ejek Gakupo sambil memeletkan lidahnya

"Sialan, Akira…" marah laki laki itu kemudian pergi sambil membawa kesal.

.

.


.

.

"Huh..,Jadi apa yang ingin kau katakan?" tanya IA setelah ditarik keras oleh cowok berambut merah terang ini

Mereka berdua berhenti di samping kolam yang berisi ikan ikan koi berwarna putih. Tidak terasa hari sudah menjadi malam, ditemani sinar bulan diatas mereka.

"Jadi sebenarnya aku hanya ingin melakukannya pertama kali sebelum yang lain melakukannya padamu" jawab Akira sambil memandang ikan ikan koi sedang berenang

"Melakukan pertama kali, apa maksudmu?"

Mata Akira memandang wajah IA yang bingung. Gadis cantik yang memiliki wajah rupawan dengan rambut berwarna putih panjang menunjukkan wajah polos dan innocentnya meskipun ia sempat menunjukkan raut wajah cemberutnya.

"Aku ingin me….,"

"Eeeh.., tunggu.., sebelum itu biarkan aku duduk, aku capek sekali" potong IA ngos-ngosan karena tadi Akira menggiringnya seperti anjing peliharaan, muter muter dari lantai bawah sampai lantai atas, ujung ujung mereka berhenti di halaman belakang tepatnya di dekat kolam ikan,
"Baiklah, kau boleh duduk di pinggir kolam itu" tunjuk Akira mempersilahkan IA duduk sementara dirinya masih berdiri

"Terima kasih sekali, Akira…,Aaah leganya bisa duduk" balas IA duduk manis dipinggir kolam.

"Aku akan melanjutkan.., pertama aku akan memperkenalkan diriku.., namaku Akira Kano.., aku adalah visual utama di grup Blood Night yang sangat mempesona.., aku yakin kau pasti akan terpikat padaku duluan" goda Akira, sambil beberapa kali memegang rambut panjang IA.

"Hussh.., aku sudah tahu dari internet.., kau jangan pegang pegang rambutku tahu baru aja keramas tadi pagi tahu" IA menepis tangan Akira, ia tidak suka rambutnya yang baru keramas menjadi kotor dipegang seseorang meskipun itu cowok tampan dambaan para gadis di sampingnya tersebut.

"Aouw, perlu kau tahu gadis aneh.., kelihatannya kau memiliki darah perawan yang sangat lezat"

"Hah, kau bicara apa tadi gadis aneh.., perlu kau ketahui ya aku ini sering memenangkan banyak penghargaan dan sering masuk rangking di kelasku, kau bicara aku aneh, kau perlu membersihkan matamu ya" kesal IA yang tidak terlalu mendapat kalimat terakhir yang Akira katakana barusan.

"Dasar gadis budek, kau harus menuruti apa yang kukatakan karna aku adalah pangeran utama disini tahu" lalu tiba tiba Akira memeluk badan IA membuat gadis kecil itu kaget

"Eeeh.., apa yang kau lakukan?"

"Diam…, aku tidak sabar merasakan darah dari kulit putih mulusmu yang sangat menggoda"

"Darah…, eeh tunggu dulu.., jangan.." IA meronta saat Akira sudah memegang kedua tangannya dengan kuat, lalu lidah Akira menjilat leher IA yang sangat mulus dan putih.

"Jadi kau adalah vampire rupanya.." ucap IA bernada tinggi yang baru menyadarinya sekarang setelah apa yang terjadi di hadapannya.

"Hahahaha, tidak cuman aku, tapi semua member Blood Night adalah vampire.., sekarang ijinkan aku untuk menikmati darahmu penggemarku" tawa Akira yang masih menjilat leher IA membuat perempuan itu sedikit geli

"Aaah.., geli.., hentikan.., geli tahu!" seru IA yang geli lehernya yang sangat sensitive dijilati beberapa kali.

"Sekarang aku akan menikmati darahmu ya.."

"Tidak..hentikan.."

Gigi taring Akira mulai muncul , lalu bersiap untuk menghisap darah IA

"Jangan.., jangan.., aku tidak mau…, Kyaaaaaa" IA mengumpulkan tenaganya lalu mendorong keras tubuh Akira ke samping sampai tercebur ke kolam ikan koi di sebelahnya.

"Haaaaaaaaaaahhh" Akira juga ikut berteriak, karena dirinya tercebur di kolam ikan.

"Hampir saja" lega IA sehabis lepas dari cengkraman tangan vampire tampan

"Tolong.., tolong.., aku" terdengar suara rintihan minta tolong yang berasal dari Akira yang berusaha naik permukaan kolam

"Eeeh…, perasaan kolam itu pendek, kok kamu bisa tenggelam" heran IA melihat Akira yang seakan-akan mau tenggelam

"Dasar bodoh, jangan kira kolam mini pendek tahu di mansion sebesar ini…,aah..tolong..aku tidak bisa berenang tahu" jawab Akira yang masih sempat menjawab pertanyaan IA

"Tidak.., mana aku mau menolong laki laki yang mau menghisap darahku" tolak IA yang sempat marah hampir dilecehkan laki laki ini

"Aah.., aku tidak bisa bertahan lagi.., selamat tinggal dunia.., para fans penggemar setiaku, kedua orang tuaku.., juga rahasia tentang gadis berambut ungu itu" Akira mengucapkan kalimat terakhirnya lalu mulai tubuhnya tenggelam di dalam kolam ikan

"Hah.., tunggu dulu gadis berambut ungu.., sialan" lalu IA meloncat ke dalam kolam, IA salah satu perenang terbaik di sekolahnya, jadi ia bisa menyelam ke kolam dan langsung menyelamatkan Akira.

Setelah sampai ke permukaan, IA memenggang erat tubuh Akira yang sudah lemas, "Laki laki ini benar kolam ini sangat dalam" lalu IA membawa Akira ke pinggir kolam.

"Sangat aneh, dalam cerita biasanya cewek diselamatkan cowok.., ini malah cewek menyelamatkan cowok..aduh" keluh IA duduk disamping Akira yang masih pingsan.

"Sampai pakaianku basah semua, aduh..rambutku penuh dengan lumpur.., "

IA memandang laki laki seusianya tersebut, ia mengakui bahwa cowok ini memiliki rupawan yang tampan juga keren. Juga dari semua member Blood Night dia yang memiliki banyak penggemar diantara member lain.

Tidak disangka bahwa cowok ini dan para member lain adalah sekumpulan vampire yang memanfaatkan popuralitas mereka untuk menggaet cewek cewek untuk dijadikan makanan mereka.

.


.

Setelah berselang beberapa menit, Akira masih pingsan membuat IA yang sudah menunggu lama, tidak sabar lagi.

"Eeh.., bangun.., cepat beritahu kenapa Yukari sahabatku bisa mati?" tanya IA sambil menggoyangkan badan Akira beberapa kali. Tidak lupa dengan pukulan juga tendangan beberapa kali

"Bagaimana ini…,kalau sampai member lain tahu soal ini bisa gawat nih.., dan aku tidak bisa tahu rahasia kematian Yukari tanpa dia" IA bingung apa yang harus harus dilakukannya sekarang.

"Terpaksa aku harus memberinya nafas buatan"

IA menyibakkan rambut putihnya yang panjang, lalu mendekatkan mulutnya ke mulut Akira, "Huh.., bau ikan" keluh IA saat mendekatkan wajahnya

Lalu IA member nafas buatan ke Akira lewat mulutnya, mungkin para penggemar Akira akan cemburu karena Akira dan IA kini sedang berciuman.

Tidak berselang lama setelah hembusan nafas ke lima, Akira terbangun

"Ugkh ugkh…" Akira batuk batuk sambil mengeluarkan air dari mulutnya

"Akhirnya kau bangun juga"

Akira mengucek matanya, melihat IA yang ikut basah kuyup sama seperti dirinya…

"Jadi kau yang sudah menyelamatkanku?" tanya Akira sambil melongo dengan wajah polosnya

"Yaa bisa dibilang begitu sih…, itu karena kau tahu rahasia dari Yukari.., mungkin kau bisa membantuku nanti. Dan lagi aku terpaksa memberikan nafas buatan untukmu" ucap IA judes sambil melipat tangannya

"Nafas buatan? Jadi kau tadi menciumku?" tanya Akira memegang mulut

"Cium..Eeeh, iyaaa.., aaah sialan aku baru inget kalo aku ciuman sama kamu tadi..sialan, dan itu ciuman pertamaku lagi" IA marah marah pada dirinya sendiri karena terfokus pada ambisinya sampai lupa ia sudah berciuman dengan laki laki idola fansnya Blood Night.

"Hehehehe, aku merasa terhormat bisa mencuri ciuman pertama dari gadis cantik sepertimu" senang Akira sambil tersenyum licik

"Kyaaaa..,Sudah diam…, sekarang beritahu aku apapun tentang teman Yuzuki Yukari yang pernah berkunjung kesini?" tanya IA sambil menyembunyikan wajah merahnya

.

.

.

.

Bersambung

.


To : Clarabell Azuzaka

Wkwkwkwwk, IA agak sedikit tertarik dengan cowok, yaa namanya juga gadis mana mungkin gak tahan dengan pesona lelaki… Sama Miku Concert di Kuvukiland karena sudah ada di jadwal konsernya.., terus deket karena naik pesawat bisnis :v Terima kasih atas reviewnya Clara-chan :D terus ikuti fanfic ini yak

Sudah Chapter 4 yaa, disini IA sudah mengetahui bahwa member Blood Night adalah sekumpulan vampire yang kini sedang mengincarnya namun IA harus menjaga dan mengurusi mereka karena permintaan Kiyoteru. Juga Akira yang sudah berani mau mengincar darah IA yang berujung ia kecebur di kolam ikan *Kasian* wkwkwkw

Akira : Hey sakit tahu tiba tiba didorong terus masuk kolam padahal aku mau nyium lehernya IA idola di dunia Vocaloid tahu *ditendang IA*

Yuka : Huh, kesempatan lu, juga kau seharusnya bersyukur bisa diselamatkan sama IA tadi

IA : Tapikan gak elit Yuka-chan, masak aku yang cewek harus menyelamatkan dia yang cowok, apalagi jadi banyak lumpur di rambutku tadi..

Akira : Padahal aku sebenarnya jago renang, tapi harus pura pura lagi tenggelam. Nahan nafas pula di air. Tidak tahan aku.

Yuka : Wkwkwkwk, yaa namanya fanfic comedy mau bagaimana lagi yak…Sudahlah aku mau nutup dulu nih fanfic

Disini selain Yuuma, Akira juga mengetahui rahasia cewek berambut ungu, apakah itu Yukari? Tunggu Chapter 5 yak

Okee jangan lupa favorite, follow, dan review fanfic ini yak…Arigatou Minna