Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin
Pairing : KyuMin / genderswitch
Genre : Romance
Rate : T
DON'T LIKE DON'T READ
CHAPTER 3
"Minnie… bisa appa bicara sebentar denganmu…" panggil Kangin pada Sungmin yang baru saja pulang dari sekolah. Sungmin melirik sebentar, memastikan bahwa ia tidak salah dengar.
"Bicara apa? Kalau membicarakan hal yang tidak penting, aku tidak bisa…" jawab Sungmin ketus. Kangin mendesah pelan ia tidak pernah menyangka kalau Sungmin begitu membencinya.
"Minnie-ya… appa mohon kembalilah menjadi Sungmin yang dulu…"
"Sungmin yang dulu? Maaf Tuan Kim, semuanya tidak akan pernah berputar mundur.." ucap Sungmin. Kangin terdiam, ia yakin benar bahwa sosok yang ada dihadapannya ini adalah Sungmin putrinya, tetapi tidak dengan sifatnya. "Baiklah Tuan Kim, kalau tidak ada yang mau dibicarakan lagi saya permisi…" ucap Sungmin.
"Kau bertindak seolah olah hanya kaulah yang merasa sedih dan kehilangan Min, apa kau pernah tau bagaimana hancurnya aku saat mengetahui ia tidak dapat diselamatkan lagi? Kau tidak pernah tahu itukan? Kau selalu menganggapku egois tetapi apa pernah kau memandang jauh kedalam dirimu sendiri? Masalah Teuki… ia tidak pernah membunuh eommamu dan pernikahan kamipun adalah keinginan eommamu… karena ia tidak ingin putri kecilnya tumbuh dewasa tanpa seorang eomma…" ucap Kangin panjang lebar, ia benar benar sudah tidak tahan lagi dengan sifat Sungmin, bahkan ia sudah menggunakan cara kasar tetapi tidak pernah sekalipun hati Sungmin melunak.
Sungmin sedikit tersentak mendengar penuturan appanya. Apakah itu benar eomma? Semua ini adalah keinginanmu? Apakah appa tidak berbohong eomma?
"BOHONG! APPA BOHONG! EOMMA TIDAK MUNGKIN SEPERTI ITU! IA MENCINTAIMU MANA MUNGKIN IA MAU BERBAGI DENGAN YANG LAIN!" teriak Sungmin.
"Appa tidak berbohong Minnie-ya… satu hal yang sepertinya tidak kau mengerti tentang cinta. Mungkin eommamu memang mencintaiku, tetapi dia bukanlah sosok egois yang mau memonopoliku hanya untuk dirinya sendiri, karena ia sadar bahwa pada akhirnya ia akan pergi. Dan satu hal lagi, ia mencintaiku tetapi rasa cintanya padaku tidak sebesar rasa cintanya padamu, oleh karena itu ia menyuruh kami untuk menikah karena ia tidak ingin putri kesayangannya tumbuh dilingkungan yang tidak lengkap tanpa adanya seorang eomma.."
"TAPI SEHARUSNYA APPA MENOLAKNYA, KARENA AKU TIDAK MAU EOMMA YANG LAIN!"
"Kau masih belum mengerti juga Min… semua itu adalah permintaan terakhir eommamu sebelum ia pergi dan aku tidak mungkin mengecewakannya karena aku begitu mencintainya…"
"BOHONG! APPA TIDAK PERNAH MENCINTAI EOMMA, APPA HANYA MENCINTAI TEUKI !
"Appamu tidak pernah berbohong Min… dia mencintai eommamu lebih dari apa yang kau ketahui…" ucap Teuki yang sejak tadi menyaksikan pertengkaran ayah dan anak itu. "Bahkan sampai sekarangpun, ia hanya mencintai eommamu… kalau kau tidak percaya kau bisa ikut denganku, aku ingin menunjukkan sesuatu…" ucap Teuki sembari menarik tangan Sungmin menuju kamar dirinya dan Kangin.
"Kau lihat, ada dua buah ranjang disana, kau tentu mengerti maksudnya kan? Aku dan appamu tidak pernah berhubungan badan, dan kau tahu itu karena apa Min? Karena appamu tidak mencintaiku, ia hanya mencintai eommamu…" ucap Teuki sedih. Karena bagaimanapun ia mencintai Kangin meskipun perasaan itu tidak pernah berbalas. "Ini catatan kesehatan eommamu… eomma menderita kanker paru paru stadium akhir dan dia menolak untuk cemotraphy karena tidak ingin melihat putri kecilnya bersedih. dan disaat saat terakhirnya ia memintaku untuk menjagamu dan Kangin, melanjutkan tugasnya yang tidak bisa ia lanjutkan…" ucap Teuki lagi. Sungmin hanya diam, menunggu kata kata selanjutnya yang akan keluar dari mulut Teuki, orang yang selama ini sangat dibencinya. "Tapi ada satu hal Min, yang mungkin kau tidak pernah tahu, aku menyayangimu seperti putriku sendiri, kau tahu aku selalu mencuri mencuri kesempatan untuk mencium dan memelukmu saat kau tertidur, karena hanya pada saat itulah kau tidak memberontak untuk aku dekati. Bahkan aku sangat bahagia saat kau mengigau memanggil eomma… meskipun panggilan itu bukanlah untukku…"
"Cukup aku tidak mau dengar lagi… cukup… hiks… hentikan…hiks…" ucap Sungmin terisak. Ia benar benar tidak pernah tahu akan semua ini.
BRUKKK
"Minnie-ya…" teriak Teuki saat melihat Sungmin jatuh tidak sadarkan diri. "Kangin-ah…. cepat kemari… Minnie pingsan…" teriak Teuki panik. Mendengar teriakan Teuki, Kangin segera berlari menuju lantai atas, kearah kamarnya. Raut wajahnya pun tidak kalah panik dari Teuki, Kangin seperti orang kesetanan ia langsung menggendong Sungmin dan melarikannya kerumah sakit.
Minnie-ya… jangan tinggalkan appa.. jebbal, kau adalah alasan kenapa aku masih bertahan hidup sampai saat ini, please appa mohon ….
"Kangin-ah… denyut nadinya menurun, lebih cepat lagi…" ucap Teuki yang saat ini sedang memangku Sungmin. "Minnie-ya… bertahanlah chagiya…" ucap Teuki dengan linangan airmata.
Tidak sampai 10 menit, mereka sudah sampai dirumah sakit, mungkin terkesan sedikit aneh, bukankah Teuki juga seorang dokter? Lalu kenapa harus sebegitu paniknya? Jawabannya simple, disaat orang yang begitu kau cintai atau sayangi menderita atau kesakitan, kau akan bekerja diluar akal sehatmu.
Kangin menggendong Sungmin dan segera mengantarkannya keruang UGD. Namun sayang ia tidak diperkenankan untuk masuk keruangan tersebut. Dengan hati gundah Kangin dan Teuki menunggu didepan ruangan tersebut.
"Aku appa yang gagal Teuki-ya… menjaga putriku satu-satunya saja aku tidak bisa…" ucap Kangin sendu, ia benar benar sedih bahkan ia sudah menangis meneteskan airmatanya, sesuatu hal yang begitu pantang untuk dilakukannya.
"Aniya… kau appa yang hebat dan percayalah Sungmin akan baik baik saja, karena ia mewarisi sifat kalian, sifatmu dan Ryeowook yang begitu tegar dan kuat…" ucap Teuki sedikit menenangkan Kangin.
"Dia juga mewarisi sifatmu Teuki-ya… karena dia juga anakmu…" ucap Kangin sambil menarik Teuki kedalam pelukannya. "Sungmin anak kita Teuki-ya… dia gadis yang beruntung karena memiliki 2 eomma seperti Wookie dan dirimu…"
"Hmmm.." ucap Teuki sedikit tersenyum dalam pelukan hangat Kangin.
CKLEKK
Pintu ruang UGD terbuka, mengetahui hal itu Kangin dan Teuki langsung melepas pelukan mereka dan segera menghampiri dokter Jung, dokter yang menangani Sungmin.
"Bagaimana keadaan putri saya dok? Dia baik baik sajakan? Tidak ada hal buruk yang terjadi padanya kan?" tanya Kangin panik.
"Agashi tenanglah, putri anda baik baik saja, ia hanya shock karena mendengar atau melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan jalan pikirannya…Tapi untuk malam ini, putri anda harus dirawat disini, kami tim dokter masih mau melakukan serangkaian pemeriksaan dulu.." terang dokter Jung.
"Baiklah dokter, terimakasih. Apakah sekarang kami boleh menjenguknya?"
"Tentu saja, tetapi kami akan memindahkannya keruang perawatan terlebih dahulu.."
"Baiklah…"
…
Sementara itu ditempat lain, Kyuhyun sedang uring uringan sendiri dikamarnya. Sejak tadi pikiran dan hatinya hanya tertuju pada Sungmin. Ia memiliki firasat bahwa ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi.
Kyuhyun segera mengambil jacket dan kunci mobilnya, ia tidak mau berlama lama dirumah dengan perasaan yang tidak tenang seperti ini. Ia ingin bertemu Sungmin saat ini juga. Namun saat dirinya menuruni tangga, ia tidak sengaja mendengar pembicaraan eommanya dengan seseorang. Awalnya Kyuhyun tidak tertarik, tetapi saat ia mendengar nama Sungmin ia jadi mempercepat langkahnya menghampiri eommanya.
Waeyo eomma? Apa yang terjadi pada Sungmin? tanya Kyuhyun dengan menggunakan bahasa isyarat.
"Minnie masuk rumah sakit Kyu…" jawab Heechul. Kyuhyun berubah panik, ia benar benar khawatir dengan keadaan Sungmin sekarang.
Aku ingin menjenguknya eomma…
"Ne… ayo kita berangkat, eomma juga mau kesana…"
…
Kangin memandang sendu kearah Sungmin. Ia benar benar tidak tahan melihat anaknya itu terbaring lemah dengan selang infuse ditangannya. Kangin merasa ini semua salahnya, andai saja ia tidak mengatakan semuanya, andai saja ia tidak memberi tahu Sungmin kebenarannya. Sungmin pasti tidak akan seperti ini. Ia lebih memilih mendapat perlakuan jutek dari Sungmin daripada ia harus melihat Sungmin yang tidak berdaya seperti ini.
"Cantik seperti malaikat…" ucap Teuki.
"Hmmm ne… dia masih seperti dulu, dia masih Minnie malaikat kecilku, aku tahu itu.." ucap Kangin sambil mengelus kepala Sungmin sayang.
"Engghh…" Sungmin bergerak gelisah, sepertinya ia akan sadar sebentar lagi. Melihat pergerakan Sungmin, Teuki refleks mengelus kepala Sungmin lembut lalu menggenggam jemari Sungmin erat. "Eomma…" igau Sungmin saat merasakan kehangatan yang menjalar ditelapak tangannya. Teuki tersentak, kata itu sudah teramat sering ia dengar dari bibir Sungmin, tetapi tidak pernah sekalipun teruntuk padanya. "Eomma… mianhae… eomma…" igau Sungmin sambil terus menggeliat dalam tidurnya.
"Sssshh… tenanglah Minnie…" bujuk Teuki. "Kangin-ah… tolong panggilkan dokter…" pinta Teuki.
"Hmm baiklah…"
Sesaat setelah kepergiaan Kangin, Sungmin mulai tenang, tetapi ada yang aneh, ia membalas genggaman Teuki yang sedari tadi menggenggam tangannya. Teuki tersenyum simpul, baru pertama kalinya jemari putih yang halus itu menggeggam tangannya karena biasanya hanya dialah yang menggenggam jemari itu tanpa adanya balasan.
Perlahan Sungmin membuka matanya, mengerjap ngerjapkan matanya pelan untuk membiasakan matanya terhadap cahaya. Mengetahui Sungmin yang sudah sadar, Teuki tersenyum lega dan cepat cepat menarik tangannya yang sedang berada didalam genggaman Sungmin. Ia takut kalau Sungmin kembali drop karena dirinya. Namun, saat Teuki melepas genggamannya Sungmin menahan tangan tersebut bahkan menggenggamnya erat.
"Teuki eomma…mianhae…" ucap Sungmin pelan, Teuki membatu seketika, ia tidak salah dengarkan kan? Sungmin memanggilnya eomma, ini bukan halusinasikan? "Kau tidak mau memaafkanku eomma? Ah..ne aku tahu, kesalahanku begitu banyak jadi wajar saja kalau kau tidak memaafkanku…" ucap Sungmin lirih.
Teuki berbalik menatap Sungmin sendu. "Apa perlu aku jawab Minnie-ya? Kau ingin tahu jawabanku atas ucapan maafmu?" tanya Teuki sambil mengelus rambut Sungmin.
"Hmmm…"
"Tentu saja aku memaafkanmu Minnie, karena kau putri kesayanganku…" ucap Teuki setelahnya.
"Gomawoyeo eomma…" ucap Sungmin sambil memeluk Teuki yang berada disampingnya.
Kangin yang sedari tadi mendengar pembicaraan antara Teuki dan Sungmin menangis bahagia. Ia benar, putri kecilnya itu tidak pernah berubah, Sungmin tetaplah Sungmin yang dulu, malaikat kecilnya.
"Appa…" panggil Sungmin pada Kangin yang baru saja menampakkan wajahnya. Sungmin berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya dan melepas infusenya secara paksa. Entahlah ia tidak sabar untuk memeluk Kangin.
"Minnie-ya…." teriak Teuki histeris saat melihat darah dari pergelangan tangan Sungmin.
GREPPP
Sungmin memeluk Kangin erat, sangat erat. Sekarang ia sadar, appanya tidak pernah melupakannya, appanya selalu mencintai dan menyayanginya. Cukup lama Kangin dan Sungmin dalam posisi seperti itu, keduanya sama sama tidak mau beranjak dari posisi mereka masing masing.
"Bogoshippeoyeo Min…" ucap Kangin sambil mengelus punggung Sungmin.
"Nado appa…" ucap Sungmin yang sekarang tengah membenamkan wajahnya didada Kangin.
"Sekarang kembali ketempat tidurmu ne… lihat tanganmu sampai berdarah begini, dasar anak nakal…" ucap Kangin setengah mengomel pada Sungmin.
"Appa cerewet… eomma…" Sungmin merengek manja kearah Teuki, membuat yeoja tersebut tersenyum begitu manis.
"Appamu benar Minnie-ya… sebaiknya sekarang kembali ketempat tidur, kau masih sakit…" ucap Teuki lembut.
"Kau dengar sendiri kan… sekarang kembali ketempat tidurmu ne princess…" ucap Kangin sambil menarik Sungmin lembut, namun ditahan oleh Sungmin. " Wae?"
"Gendong…" ucap Sungmin sedikit manja kearah Kangin.
"Baiklah tuan putri…"
HUP
Kangin menggendong Sungmin didepan.
"Appa… kau tidak berubah, masih tetap hangat…" ucap Sungmin yang kini tengah dogendong oleh Kangin.
"Ne… dan kau juga tidak pernah berubah, masih tetap manja…" ucap Kangin dengan nada menggoda.
"Apppa…." rajuk Sungmin sebal.
"Sudah sekarang beristirahatlah…" ucap Kangin sambil membaringkan Sungmin diranjang pasien.
"Appa… terimakasih untuk semuanya, kau memang appa terbaik, memberiku dua orang eomma yang begitu sempurna…" ucap Sungmin sambil menarik tangan Kangin dan Teuki. "Eomma… terimakasih telah menyayangiku meskipun aku selalu menyakitimu. Kau eomma yang baik, aku meyayangimu… aku menyayangi kalian.." ucap Sungmin.
"Nado Min…" ucap Teuki dan Kangin bersamaan sambil memeluk Sungmin.
Ruang rawat bercat putih itu menjadi saksi bersatunya keluarga Kim. Menjadi saksi dari luluhnya hati Sungmin yang dahulunya membatu. dan mungkin diruangan putih inilah semuua kebahagiaan mereka berawal.
…
Heechul dan Kyuhyun berjalan dengan tergesa gesa di loby rumah sakit. Ya keduanya sedang mencari ruang rawat Sungmin. Tampak guratan kekahawatiran diwajah Kyuhyun. Ia benar benar khawatir bagaimana mungkin Sungmin jatuh sakit padahal baru saja kemarin siang mereka fitting baju untuk pernikahan.
"Kangin-ah…" panggil Heechul pada Kangin.
"Chullie-ya… Kyuhyun-ah.. kalian ingin melihat Sungmin, dia ada didalam…" ucap Kangin.
"Dia baik baik sajakan?" tanya Chullie
"Ne… masuklah, pasti dia sangat senang bertemu denganmu…" ucap Kangin sambil membuka pintu ruang rawat Sungmin. "Minnie-ya… ada yang datang menjengukmu…" ucap Kangin.
"Siapa?" tanya Sungmin.
"Ahjumma Minnie-ya…" ucap Heechul sambil berjalan mendekati ranjang Sungmin. "Kau sudah baikan?"
"Ne… appa dan eomma menjagaku dengan baik…" ucap Sungmin sambil menggenggam tangan Teuki.
"Sepertinya kau berhutang sesuatu padaku Kim Yongwoon…" ucap Heechul sambil menatap Kangin garang.
"Kyu… kau juga datang?" tanya Sungmin. dan dibalas oleh anggukan oleh Kyuhyun.
"Kyu… kau jaga Sungmin ne.. eomma mau menanyakan sesuatu pada kedua orangtua ini…" ucap Heechul sambil melirik Teuki dan Kangin. Kyuhyun mengannguk paham terhadap perintah eommanya.
Sesaat setelah itu, Kyuhyun memandangi Sungmin yang kini tengah berbaring. Ia mendudukkan dirinya tepat disamping Sungmin. Kemudian mengamit jemari Sungmin yang tidak diinfuse.
"Sudahlah jangan memandangiku seperti itu, aku baik baik saja Kyu…" ucap Sungmin seolah mengerti maksud dari tatapan Kyuhyun.
Kau baik baik saja? Kenapa tiba tiba sakit? tulis Kyuhyun pada notesnya kemudian menunjukkannya pada Sungmin. Sungmin membacanya sekilas kemudian tersenyum. Sungmin melepaskan genggaman Kyuhyun kemudian menggerakkan tangannya.
Aku baik baik saja, tidak usah khawatir. jawab Sungmin dengan isyarat tangan. Kyuhyun memebelalakkan matanya kaget, seingatnya Sungmin tidak bisa bahasa isyarat lalu yang tadi.
"Tidak usah kaget begitu Kyu… aku memang sudah mempelajarinya, aku kasihan melihatmu yang harus terus menulis, kalau begini kan lebih praktis…" ucap Sungmin setelahnya sambil tersenyum manis.
Kenapa tidak pernah menceritakannya padaku? tanya Kyuhyun dengan menggunakan isyarat tangan.
"Aku ingin memberimu kejutan…" ucap Sungmin. Kyuhyun terkekeh pelan meskipun tidak bersuara. Ia merasa tersanjung dengan perlakuan Sungmin terhadapnya. Lihatlah bahkan yeoja itu bersedia belajar bahasa isyarat karena dirinya. dan apakah ia sudah boleh berharap lebih sekarang? "Kenapa melamun?" tanya Sungmin.
Aniya Min… hanya berfikir sejenak mengenai kita
"Mianhae… mengenai ucapanmu waktu itu… aku masih belum menemukan jawabannya, mianhae…" ucap Sungmin lirih.
Gwenchana Min… aku mengerti
"Hmm Kyu… aku menyukai suaramu…" ucap Sungmin sambil tersenyum manis kearah Kyuhyun.
Bagaimana mungkin? Aku mengucapkannya dengan begitu buruk…
"Aniya.. suaramu sangat indah Kyuhyunnie.. aku ingin mendengarnya lagi dan lagi… apakah tidak ada cara lain untuk menyembuhkannya?"
Aku sudah mencoba berbagai pengobatan Min.. Tetapi hasilnya nihil … jawab Kyuhyun dengan wajah yang berubah sendu.
"Aaah mianhae Kyu.. aku jadi membuatmu sedih. Tetapi percayalah kau pasti bisa sembuh… dan aku akan menemanimu sampai saat itu tiba…" ucap Sungmin.
Kyuhyun tersenyum lembut kemudian mengelus kepala Sungmin sayang.
Gomawo Min… aku mencintaimu
.::oOo::.
Seminggu setelah keluar dari rumah sakit, Sungmin akhirnya kembali bersekolah. Tetapi kali ini ia berubah menjadi sosok Sungmin yang baru, ah tidak ini adalah sosok asli Kim Sungmin, hangat dan ceria. Perubahan sikap Sungmin mampu menggemparkan seisi sekolah. Tidak biasanya yeoja yang terkenal dingin dan galak itu tersenyum manis dan ramah pada setiap siswa yang dijumpainya. Tetapi senyum ceria Sungmin segera hilang saat melihat 3 orang namja yang begitu dikenalnya. Ya kebetulan sekali ia memang sedang ada urusan dengan ketiga orang ini.
"Siwon-ah… Yunho-ya… Changmin-ah… mianhae, aku tidak bisa bersama kalian lagi. Aku sudah menemukan alasan untuk hidup lebih baik…" ucap Sungmin pada ketiga sahabatnya yang dikenal sebagai flower boy sekaligus pembuat onar disekolahnya.
"Tapi Min… kau tidak bisa meninggalkan kami begitu saja…" ucap Siwon tidak terima.
"Mianhae Won… aku tidak mau mengecewakan orangtuaku lagi…" ucap Sungmin. "Annyeong yeorobun…" ucap Sungmin kemudian berlalu.
Siwon memandangi punggung Sungmin, kemudian menyeringai setelahnya
Kau tidak bisa meninggalkanku begitu saja Minnie-ya… Setelah kau menolak cintaku kau juga ingin meninggalkanku, aku tidak bisa menerimanya. Akan kubuat kau menjadi milikku
TBC
Special Thanks to
chagyumin, MegaKyu, OnewAyam, Cho Miku, LovelyMin, S.J. 1315, Secret BlackHeart, Evilkyu Vee, Lolipop Secret, Rima KyuMin ELF
16
