WARNING !

Abal-abal, GaJe, Bahasa acak-acakan, OOC, Alur Lari-larian, garing, kriuk-kriuk dan sejenisnya

Rated: T

Pairing: tak diketahui.

Genre: Romance, Fantasy

Chapter 3 : Meet and Know.

Sasuke membawa Sakura ke mobilnya, memasangkannya sabuk mengaman. Ingat ke keselamatan no 1. Sasuke lalu menjalankan mobilnya keluar garasi.

Sasuke berniat membawa Sakura ke rumah Suigetsu. Saat di perjalanan Sasuke berpikir sepertinya gadis yang di bawanya berbahaya untuk kaumnya. Entahlah. Membuat Aniki sempat hilang kendali, sesuatu yang langka.

sepertinya aku mengatakan sesuatu yang aneh pada itachi

"Shit"

Sasuke mengumpat, ternyata dia tidak sengaja mengatakan pada Itachi bahwa dia tahu dirinya bukan manusia. Dia merahasiakannya karena ingin keluargaannya berkata langsung padanya.

Sejujurnya Sasuke mengetahui dia bukan manusia biasa saat berumur 7 tahun.


Waktu itu dia tidak sengaja meminum cairan kimia di sekolah dasarnya yang ternyata itu adalah ramuan penyihir yang menyamar dan bekerja sebagai petugas kesehatan. Sebenarnya ramuan itu tidak akan menimbulkan efek apa-apa ke manusia hanya kepada makhluk immortal akan membuat dirinya tidak terlihat . Dan saat itulah sang petugas kesehatan mengatakan bahwa diri nya bukan manusia. Awalnya tentu saja Sasuke tidak percaya begitu saja tapi tentu saja kejadian yang di alaminya begitu aneh, Tubuhnya transparan tak dapat dilihat adalah bukti yang tak bisa di pungkiri.

Sebenarnya ada immortal lain yang bersekolah di sekolah Sasuke saat itu yaitu Suigetsu, sekaligus saksi dan yang membawa Sasuke ke Shizune, penyihir sekaligus petugas kesehatan.

Di bantu Suigetsu yang berubah merubah tubuhnya menjadi air, demi menenangkan Sasuke bahwa ada makhluk lain selain manusia.

Mulai saat itu Sasuke dan Suigetsu akrab.

Sampai saat ini dia belum mengetahui dia jenis yang mana karena dia tidak merasakan sesuatu sesuatu yang aneh pada tubuhnya selain ramuan Shizune yang selalu bekerja pada tubuhnya. Padahal Suigetsu bilang dia sudah bisa berubah menjadi air saat 4 tahun.

Shisune bilang sepertinya Sasuke itu Campuran.


"Ne Sasuke?"

"Ya? " Sambil memrebahkan Sakura di kasur Suigetsu.

"KAU GILA! KENAPA MEMBAWA PEREMPUAN KORBANMU KE TEMPATKU? KAU PUNYA APARTEMENT SENDIRI!"

Suigetsu meledak.

Memangnya siapa yang tidak marah, temanmu tiba-tiba membawa perempuan yang memakai baju aneh, kotor, dan tidak sadarkan diri.

"Mungkinkah? Kawin lari !" Suigetsu berkata lagi, Sepertinya dia imajinasi yang sangat hebat dikepalanya.

"Jangan bayangkan yang aneh-aneh" Kata Sasuke sambil keluar kamar Suigetsu dan menutup pintu.

"Mari bicara" sambung Sasuke sambil menatap Suigetsu yang bersandar di samping pintu kamar.

Suigetsu lalu berjalan kedapur. Mengambil popcorn dan cola di kulkas.

"Mari bercerita" Katanya Sambil duduk di meja makan, yang di depannya sudah ada Sasuke yang duduk.

"Kita bukan menonton bioskop Sui. Dan duduklah di kursi" Balas Sasuke

"hmm, tak apakan ini rumahku? Lagi pula aku lagi lapar. Kau mau?" Suigetsu berkata sambil memakan popcorn.

Huft

Sasuke menghela napas.

"Dia seperti kita" Sasuke berkata sebagai pembuka.

"Heh? Aku terkejut kau mengenali aroma ini. Aneh sekali. Padahal di sekolah juga ada banyak. Baru kali ini kau mengetahui seseorang bukan manusia"

"maksudmu? Ada orang lain selain kita di sekolah saat ini?" Kata Sasuke dengan sedikit penaikan suara pertanda kaget.

"Iya, makanya aku kaget saat kau membawa perempuan itu. Apa kau mengetahui jenismu dan mulai bisa mencium aroma selain manusia?."

"Aroma?" Sasuke menaikan satu alisnya.

"Setiap jenis punya aromanya masing-masing yang kutahu, atau Cuma aku yang bisa menciumnya? Aku tak pernah bertanya tentang jenis apa yang bisa tahu jenis yang lainnya dengan aroma juga hanya kau yang ku kenal baik sebagai sesama immortal. Dan–"

Suigetsu memotong kalimatnya untuk minum.

"–Aku hanya tahu aroma dan tak tahu jenisnya sebelum dia memberitahukannya padaku. Tapi kalau tak salah Shizune-san bilang ada buku tentang aroma, tapi aku malas membacanya lagipula untuk apa mengetahui dia manusia atau bukan"

"Aku belum mengetahui jenisku apa, hanya saja aku menemukan ini-"

Sasuke meletakan sedikit pasir di meja makan.

"-dan Itachi sepertinya akan berubah menjadi sesuatu saat aku membawanya ke tempatnya"

Suigetsi mengamati pasir itu, merubah jarinya menjadi air lalu menyentuhnya dan pasir itu menghilang.

"Heh, Itachi hilang kontrol? Padahal sulit sekali membuatnya marah. ini pasir ajaib dari Negeri Peri" Kata Suigetsu.

"Dia peri tapi aku tak tahu dia jenis peri apa, Sudah aku tidak menyerap pasir Ajaib" Sambung Suigetsu.

"Peri? Kukira peri itu kecil mungil seperti Tinker Bell, tak kusangka seberat dia" Sasuke berkata.

"Mungkin ada yang seperti itu, mengingat banyak jenis peri. Dan Sebenarnya kata kakakku Aku juga jenis peri lho" Suigetsu berkata dengan bangga.

"Meskipun hanya genangan air hujan?" Sasuke meremehkan.

"Hey, Uchiha setiap peri punya kekuatan sendiri saat umur 20 tahun nanti, berubah menjadi air itu bukan kekuatan ku sesungguhnya" Balas Suigetsu jengkel.

"Jadi kau dimana menemukannya?" Suigetsu bertanya?

"Di sungai, Sungai di mana Karin dan Dia muncul." Jawab Sasuke dengan nada serius.

Hening sejenak.

Suigetsu tahu pasti Dia yang di maksud Sasuke. Manusia ular yang licik. Orochimaru.

Huft. Suigetsu menghela napas.

"Sepertinya sungai itu portal sihir dunia lain"


"Rambutmu benar-benar bagus" Sai tersenyum sambil mengeringkan rambut Naruto yang basah.

"Tentu. Terimakasih kamar mandinya, Itu tadi sangat sangat menyenangkan. Hahaha" Balas Naruto.

Di ikuti helaan napas Neji serta gelak tawa Kiba.

Rupanya setelah berkenalan Neji memaksanya mandi terlebih dahulu, Tapi karena tidak mengerti cara menggunakan Shower dan alat-alat aneh lainnnya. Naruto malah membuat banjir kamar mandi bahkan sampai keluar. Salahkan baju yang menutup saluran air.

Sedangkan Konohamaru pulang kerumahnya. Dasar tidak bertanggung jawab.

"Jadi? Bagaimana? Mau bercerita? Benda ini sesuatu yang sangat berhargakan?" Kata Shikamaru sambil melempar kantong pasir ajaib.

Naruto membuka kantong itu dan langsung menumpahkannya ke punggung nya. Dan menyisakan sedikit.

"Ah nyaman sekali rasanya" Naruto berkata sambil tersenyum dan menutup kantong pasir ajaib.

"Hei Hei apa yang akan kau lakukan?" Kiba bertanya.

"Tunggu sebentar yah" Sambungnya.

Semua orang yang ada di ruangan saling perpandangan melihat kelakuan Naruto. Naruto menepuk nepuk punggungnya sendiri. Lalu kedua tangannya menggenggam seakan sedang berdoa, matanya tertutup. Cahaya menyilaukan mulai keluar dari punggung Naruto, tubuhnya yang tadinya bersila dilantai bersandarkan kasur juga perlahan melayang.

Sai yang berada di atas kasur di yang tepat dibelakang Naruto langsung meloncat menjauh.

"SEMUANYA SIAGA! PASANG MODE MASING-MASING" Neji berteriak dan seketika itu matanya berubah.

"Yaampun merepotkan sekali, kenapa si konohamaru membawa orang ini sih?" Shikamaru berkata sambil membentuk segel di tangannya.

Seketika ruangan penuh cahaya.

Membuat semua orang terpejam.

Perlahan – lahan cahaya mulai menghilang.

"Selesai, Maaf menyilaukan"

Tiba – tiba saja terdengar suara Naruto.

Dan semuanya membuka mata.

"ASTAGA. APA YANG TERJADI PADA KALIAN. NEJI MATAMU, MATA MU MAU LEPAS"

Naruto melihat Neji yang melihatnya dengan mata berurat langsung berteriak dan menghampiri Neji lalu menutup mata Neji dengan tangannya.

"Na-Naruto sebenarnya kau ini apa? Aku baru pertama kali melihat peri menyala sepertimu" Kiba yang bersuara sambil memasang mode siaga.

Setelah kilatan cahaya tadi, Tubuh Naruto di selimuti cahaya orange. Punggungnya terdapat sepasang sayap berwarna orange , dilehernya terdapat tato seperti kalung dan kakinya tidak menyentuh lantai yang berarti sayap itu bukan hiasan.

Saat berbalik melihat Kiba, Naruto kembali berteriak.

"KIBA, KAU JADI DUA DAN ADA TELINGA ANJING DI KEPALAMU"

Shikamaru dan Neji bertatapan.

"Heh, apakah itu yang ingin dengar dariku"

Tiba-tiba suara Naruto berubah dingin.

Semua orang yang mendengarnya langsung bersiap menyerang.

"Tunggu, aku tak akan menyerang kalian. Aku Kyuubi. Aku tadi sudah bicara padanya. Tapi dia masih cedera karena ditarik tanaman portal jadi aku yang menggantikannya bercerita jadi hentikan tatapan ingin membunuhku itu serta bayangan yang mengikat ku ini"

"Kalau begitu hilangkan sayap dan cahaya keluar dari tubuhmu. "

Naruto atau kita sebut saja Kyuubi menoleh ke arah Shikamaru.

"Hmm Nara kah? Kau mirip sekali dengan Shukaku. Anak? Cucu?"

Shikamaru yang mendengar itu tersentak. Namun Neji memanggilnya membuatnya kembali fokus.

"Heeh? Kau kenal dengan orang tua itu?" Balas Shikamaru.

"Tentu, dia juga ikut perang. Aku turut berduka cita"

"Tidak usah berkata seperti itu dengan wajah yang datar seperti itu dan hentikan basa-basinya" Kali ini Neji yang bicara.

"Oke, aku akan membuat sayapku lebih terlihat ramah, kalau aku menghilangkan sayapnya aku harus melakukan ritual seperti dan untuk cahaya aku tidak bisa melakukannya karena ini juga untuk penyembuhan cedera tubuh Naruto"

"Apa yang bisa membuat kami percaya pada mu Kyuubi-san?" Kata Sai.

Kyuubi melempar kantong pasir ajaib, ke Kiba.

"Pasir itu adalah sumber kekuatan kami, tanpanya kami bukan apa-apa"

Kyuubi membuat tubuhnya atau tubuh Naruto tidak melayang dan membuat sayapnya menjadi lebih tipis dan transparan.

"Tapi kalau kalian tidak percaya tidak usah. Kalian mau tahu kenapa aku ada di sini?" Sambung Naruto?

Saat ini suasana sudah sedikit tenang. Terbukti Sai berjalan arah ke dapur entah untuk apa, atau memang sai tidak merasa takut atau apapun? Entahlah.

"Mau aku ambilkan snack?" Katanya saat semua orang menatap ke arahnya saat sedang berjalan.

"Ambilkan aku air dan apapun yang bisa di makan, Tubuh ini sangat tidak nyaman karena kelaparan" Kyuubi membalas Sai.

"Oke tunggu sebentar"

Sedangkan Neji, Shikamaru dan Kiba hanya bisa heran dengan sikap Sai yang tidak bisa di tebak itu.

Tak lama Sai datang dengan membawa 3 cangkir es jeruk dan biskuit.

"Silakan dinikmati tuan Kyuubi atau Naru-chan" Katanya sambil tersenyum.

"Oke mari kita mulai. Boleh aku bertanya atau kau yang bercerita?"

"Tunggu sebentar, kalian tidak mempersilakan aku duduk dulu?"

"Ya sudah duduk saja di lantai" Kata Kiba.

"Apa ini ada hubungannya dengan dia?" Sai langsung bertanya setelah Kiba selesai bicara. Sedangkan Kiba hanya menatap malas ke Sai karena awalnya dia yang ingin bicara.

"Dia?"

"Orochimaru" kali ini Neji yang menjawab.

.

.

.

TBC

Gimana menurut kalian? Mau di tambahin scane Romance?

Maafkan yang lama banget gak Update. Tolong tinggalkan Review agar aku semangat yah...