Disclaimer © Fujimaki Tadatoshi

WARNING: OOC, AU, Typo(s)

.

.

.

Kagami mengamati Aomine yang sedang berdiri menatap kolam ikan di depannya di bawah pohon yang daunnya sedang gugur. Aomine terlihat sedih di mana Kagami melihatnya, tapi dia tidak ingin menghampirinya karena rasa bersalahnya. Dia sebenarnya tidak tahu bagaimana perasaannya yang sebenarnya. Selama ini dia merasa kalau dia juga menyukai Aomine tapi saat Aomine menyatakan perasaannya padanya, Kagami malah tidak tahu harus bagaimana dan berakhir menolak Aomine. Kagami memasukkan kedua tangannya di saku jasnya dan akan menghampiri Aomine tapi sudah ada orang lain yang menghampirinya. Kagami mengawasi Aomine tersenyum ke orang itu dan pergi bersamanya. Kagami yang sebelumnya akan memanggilnya jadi mengurungkan niatnya dan berjalan ke arah yang berbeda dengan Aomine.

"Cut! Bagus sekali Kagami-kun dan Aomine-kun, kalian bisa istirahat sebentar."

Kagami mengangguk dan menghampiri Kuroko yang sedang bermain-main dengan gawainya. Kagami mengambil botol air yang sudah disiapkan untuknya dan para aktor yang lain dan duduk di samping Kuroko. Kagami mengerutkan keningnya ketika Kuroko masih memfokuskan perhatiannya ke gawainya dan tidak menyadari kehadiran Kagami. Tidak biasanya Kuroko seperti ini, mungkin dia sedang membuat deal dengan production house atau yang lain yang akan mengontrak Kagami.

"Kuroko, apa yang kau lakukan?"

Kuroko tersentak kaget dan menatap Kagami kaget. "Kagami-kun."

Kagami menjadi sangat bangga ketika akhirnya dia bisa membuat Kuroko kaget tidak seperti biasanya Kuroko yang membuat jantungnya copot.

"Apa yang kau lakukan?" ulang Kagami dan meminum air di botolnya.

"Oh… uhm…"

Kagami mengerutkan keningnya lagi ketika melihat Kuroko kelihatan gugup dan mencoba menyembunyikan alat elektronik di tangannya.

"Kau kenapa sih?"

"Uhm, oke…" kata Kuroko akhirnya. "Aku baru mengetahui kalau foto ciumanmu dengan Aomine-kun sudah menyebar di internet."

"So? Itu 'kan hal yang biasa." jawab Kagami enteng. Semenjak dia dan Aomine bermain di dorama ini, banyak sekali foto-foto screenshot dari adegan-adegan yang mereka mainkan beredar di internet. Bahkan mereka sudah mempunyai fan base yang menamai pairing Aomine dan Kagami dengan AoKa.

"Ya, tapi foto yang beredar ini tidak ada di adegan-adegan yang kau dan Aomine-kun perankan. Ini foto waktu kau mencium Aomine-kun sebelum adegan kemarin." jelas Kuroko dan menunjukkan foto ciuman Kagami dengan Aomine.

Kagami menyaut gawai Kuroko dan memang benar di situ terpampang foto Kagami yang sedang berciuman dengan Aomine. Kagami merasakan wajahnya memanas melihat foto memalukan itu. Angle foto dari samping itu terlihat jelas menampakkan Kagami yang memeluk leher Aomine dan Aomine yang meletakkan tangannya di bokong Kagami. Kagami bahkan bisa melihat tangan Aomine yang agak meremas bokongnya.

"Kelihatannya foto ini tampil pertama di akun gosip di Instagram kemudian menyebar ke akun-akun shipper kalian berdua."

"D-darimana mereka bisa dapat foto ini?"

"Aku memang mengambil gambar kalian kemarin tapi aku bersumpah bukan aku yang menyebarkannya." jawab Kuroko. Karena Kuroko mempunyai jiwa troll di dalam dirinya dan suka melihat Kagami menderita, dia mengambil gambar dua aktor utama dorama ini yang sedang berciuman dan akan menggunakannya untuk kepentingan di hari yang akan datang. Dan seingatnya setelah mengambil gambar Kagami yang mencium Aomine kemarin, Kuroko meninggalkan gawainya di meja dekat kamera untuk mengambil gambar karena ada salah satu staf yang membutuhkannya. Dari situ mungkin ada orang yang iseng atau apa dan menyebarkan gambar yang diambil Kuroko.

"Kenapa kau mengambil gambar itu?"

"Supaya ada bukti kalau kau yang mencium Aomine-kun duluan," jawab Kuroko enteng.

"Kuroko sialan!" seru Kagami dan melemparkan gawai Kuroko ke wajahnya tapi Kuroko menangkapnya dengan mudah. Tidak berhasil melukai manajer sekaligus sahabatnya itu membuat Kagami menjadi semakin kesal tapi akhirnya dia menundukkan kepalanya capek. "Kau harus menghapus itu."

"Sudah terlambat untuk itu," balas Kuroko. "Kalaupun aku bisa menyuruh salah satu situs untuk menghapus foto itu tapi pasti masih ada banyak situs-situs lain di internet yang masih memposting foto itu."

"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Kagami.

"Tidak ada."

"Tidak ada?"

"Ya, kalau kau tidak memberikan klarifikasi apapun orang-orang pasti akan meragukan kebenaran foto ini. Mungkin orang-orang akan berpikir kalau ini adalah editan salah satu penggemarmu dan tidak asli. Dan banyak sekali gosip-gosip yang akan datang sehingga orang-orang akan melupakan insiden ini dengan cepat," jelas Kuroko. "Ingat waktu pertama kali kau bermain film dan ada gosip kalau kau keluar dari Amerika karena kau mempunyai masalah dengan mantan pacarmu? Tapi gosip itu bisa langsung hilang karena kau tidak pernah menanggapinya."

"Yaaa mungkin kau benar," kata Kagami akhirnya. "Tapi kau tetap harus membayarnya dengan dua puluh burger keju."

"Membayar? Kagami-kun memang kau memberikan pelayanan apa padaku sampai aku harus membayarmu?"

"K-Kuroko!" seru Kagami dengan wajah yang memerah.

"Tetsu-kun," Kuroko yang sebelumnya tersenyum puas melihat Kagami yang kelihatan malu, menolehkan wajahnya dan melihat Momoi.

"Ya, Momoi-san?"

"Aku ingin bicara denganmu tentang wawancara dengan majalah Boys! besok."

"Oh baiklah." balas Kuroko kemudian pergi meninggalkan Kagami dengan Momoi. "Aku tinggal sebentar, Kagami-kun."

"Ya." balas Kagami masih agak jengkel ke Kuroko. Sekarang ditambah dengan foto ini pasti akan lebih banyak orang yang akan percaya dengan "AoKa" dan berbuat yang macam-macam dengan imajinasi mereka.

"Yo Bakagami," Kagami yang sebelumnya sedang fokus memikirkan masalah foto "skandal" tersentak kaget ketika tiba-tiba Aomine meletakkan tangannya di pundak Kagami.

"Aho! Kau mengagetkanku!" Kagami memelototi Aomine dan melepaskan rangkulan Aomine di pundaknya.

"Ha? Oh ya aku akan makan di apartemenmu nanti." kata Aomine.

"Kau tidak bisa mengundang dirimu sendiri ke rumah orang lain!" balas Kagami.

"Kenapa? Aku hanya akan makan setelah itu aku akan pulang."

"Sama saja!" seru Kagami, perempatan siku-siku sudah muncul di dahinya. "Memangnya siapa yang akan memasakkanmu!"

"Kau." jawab Aomine.

"Aho—terserahlah!" Kagami akhirnya berkata dan mengabaikan Aomine.

"Jadi kau mau?" tanya Aomine. "Aku akan menebeng juga."

"Apa kata para fans-mu kalau seorang Aomine Daiki suka tidak modal?" ejek Kagami.

"Mereka mungkin akan senang kalau aku meminta barang-barang ke mereka." jawab Aomine.

Kagami mengerutkan keningnya. "Aku tidak tahu kenapa ada yang ngefans denganmu."

"Karena aku—"

"Aku tidak butuh jawaban." kata Kagami memotong perkataan Aomine sebelum dia ngoceh betapa bertalentanya dia dan blablablablabla.

"Bilang saja kau iri denganku."

"You wish." gumam Kagami.

"Hey mungkin penggemarmu juga bertambah karena kau bermain dorama denganku." Aomine berkata yang membuat Kagami ingin menjejalinya dengan pil penurun panas empat biji.

"Oh ya sampai mereka membuat fan base dan membuat kita menjadi couple."

"Hah?"

"Kau tidak tahu?" tanya Kagami heran dan Aomine menggeleng. "Oh uhm… rupanya banyak penonton dorama ini yang suka membuat kita menjadi couple." jelas Kagami dengan wajahnya yang agak memerah. Ini sangat memalukan harus berbicara dengan Aomine tentang penggemar mereka yang suka membuat mereka mempunyai hubungan romantis di dunia nyata tidak hanya di layar kaca.

"Kenapa mereka sampai berbuat seperti itu?" Aomine bertanya mengerutkan keningnya.

"A-aku tidak tahu, Aho!" jawab Kagami. "Dan kelihatannya semakin banyak shipper-shipper itu setelah foto yang diambil Kuroko."

"Foto apa?" Aomine bertanya semakin bingung.

"Buka smartphone-mu dan lihat di Instagram di akun reveal."

"Oh itu akun yang sering membuat gosip-gosip itu, 'kan? Satsuki selalu membuka akun itu setiap hari." kata Aomine dan mengambil gawainya seperti kata Kagami. Aomine membelalakkan matanya ketika melihat foto yang dimaksud Kagami, foto dia dan orang di sampingnya yang sedang berciuman. "I-ini kita?"

"Bukan, itu tukang fotokopi di depan." jawab Kagami.

"Bagaimana ini bisa ada di sini?" tanya Aomine.

"Salahkan Kuroko untuk itu." Kagami kemudian menceritakan Kuroko yang tukang nge-troll sampai membuat foto memalukan itu tersebar di internet untuk konsumsi semua orang.

"Tetsu memang…" gumam Aomine kemudian melihat lagi gambar di layar gawainya. "Apa itu AoKa?"

"A-aku juga tidak tahu." bohong Kagami. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana rupa wajahnya kalau harus menjelaskan ke Aomine nama couple yang diciptakan oleh para penggemar mereka untuk dirinya dan Aomine.

"Hey tapi foto ini kelihatan bagus." kata Aomine dan menyeringai ke Kagami.

Kagami mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu, Aho."

"Lihatlah," Aomine menyodorkan gawainya ke wajah Kagami. "Ini sudah seperti adegan-adegan romantis yang sering ada di film-film."

"Tidak."

"Ya, coba lihat."

"Aku sudah pernah melihatnya!"

"Lihat lagi."

"Aho, aku sudah pernah melihatnya!"

"Oi Kagami—" Aomine tiba-tiba berhenti dan melihat alat komunikasi di tangannya dengan kaget. "Oh."

"Apa? Kenapa kau tiba-tiba seperti itu?" tanya Kagami.

"Uhm… aku tidak sengaja nge-like foto itu." jawab Aomine.

"Apa maksudmu!" Kagami langsung merebut gawai Aomine dan melihat ikon hati di unggahan itu berubah menjadi warna merah dan ada akun Aomine menjadi akun-akun yang menyukai unggahan itu. "Aho! Bagaimana kau sampai bisa menyukai ini?!"

"Aku tidak sengaja," balas Aomine dan merebut kembali gawainya dari tangan Kagami. "Tenang saja aku akan membatalkannya."

"Jangan membatalkannya!" Kagami memegang tangan Aomine untuk mencegahnya.

"Kenapa?"

"Mereka pasti sudah mempunyai bukti kau kalau sudah nge-like posting-an ini dan kalau kau membatalkannya pasti mereka akan semakin curiga." jelas Kagami.

"Oh ya," balas Aomine. "Jadi apa yang harus kita lakukan?"

"Kau harus bertanggung jawab, ini semua salahmu!" kata Kagami.

"Oi oi kau yang memberitahu foto itu padaku."

"Tapi kau yang nge-like foto itu!"

"Hey aku bilang tidak sengaja."

"Oke semuanya, istirahat selesai." Suara Riko menghentikan Kagami ketika dia akan membantah Aomine. Dia akan memikirkan masalah ini nanti.

.

"Terima kasih makanannya." kata Aomine setelah dia meminum airnya dan keluar dari dapur Kagami.

"Hey setidaknya kau harus mencuci piring!" seru Kagami tapi Aomine tetap mengabaikannya dan meninggalkan Kagami yang mengutuk Aomine sampai tujuh turunan.

Meskipun Kagami tidak mau kalau Aomine akan ke apartemennya dan mengganggu istirahatnya, Aomine tetap memaksa dan akhirnya dia berada di apartemen Kagami dan memakan makanannya. Bahkan dia akan menginap di apartemen Kagami karena dia malas pulang.

"Oi Kagami kau punya barang seperti ini juga?"

Kagami langsung berlari keluar dari dapurnya dan melihat Aomine yang sedang membawa manganya Kuroko yang ditinggalkan di apartemennya kemarin.

"I-itu punyanya Kuroko!" kata Kagami dan merebut manga di tangan Aomine dan menyembunyikannya di balik punggung.

"Kalau punyanya Tetsu kenapa ada di apartemenmu?" tanya Aomine dan kembali melihat-lihat isi rak buku Kagami. "Kau tidak perlu malu dengan hobimu."

"Aku tidak malu! Dan ini bukan punyaku!" Memang kemarin Kuroko meminjamkan semua volume manga Autumn Lights-nya ke Kagami meskipun Kagami sudah bilang Kuroko tidak usah repot-repot karena Kagami juga tidak akan membacanya. Tapi Kuroko tetap bersikeras dan meninggalkan manganya di apartemen Kagami kalau-kalau nanti hati Kagami goyah dan dia mau membacanya.

"Yeah tentu," kata Aomine tidak percaya.

"Dan jangan melihat-lihat barang orang lain sembarangan!"

Aomine tidak menghiraukan Kagami dan masih melihat-lihat koleksi majalah-majalah Kagami yang kebanyakan majalah tentang olahraga dan juga buku-buku resep makanan. Aomine membelalakkan matanya ketika melihat salah satu buku(?) di antara manga yang katanya Kagami adalah punyanya Kuroko. Tapi buku ini berbeda dari yang lain dan ketika Aomine mengambilnya, dia melihat covernya dengan gambaran dirinya yang sedang berpelukan dengan Kagami.

"Oi Bakagami kenapa ada gambarku memelukmu di sini?" tanya Aomine.

Kagami membelalakkan matanya dan wajahnya berubah menjadi pucat. Kuroko sialan! Dia bahkan meletakkan doujinshi itu di sini juga.

"Jangan lihat!" Kagami, keduanya kalinya dalam malam itu, merebut barangnya dari Aomine dan berlari menjauhinya.

"Hey Kagami, apa itu?" Aomine yang memang mempunyai refleks yang bagus, langsung memegang lengan Kagami untuk mencegahnya kabur.

"B-bukan apa-apa," jawab Kagami gugup dan mencengkeram doujinshi itu dengan erat.

"Aku mau lihat."

"Ini bukan urusanmu, kau pasti tidak mau melihatnya." balas Kagami dan mencoba melepaskan dirinya dari cengkeraman Aomine. Sebenarnya Kagami juga belum pernah melihatnya tapi dari cerita Kuroko, Kagami yakin dia tidak mau melihatnya apalagi kalau harus melihatnya dengan Aomine.

"Aku ada di sana tentu saja itu urusanku," kata Aomine.

"Itu bukan kau!"

"Sudah jelas itu aku," Aomine semakin menarik Kagami tapi Kagami tetap bertahan. "Kagami, aku ingin melihatnya."

"Tidak, kau tidak ingin mellihatnya."

Kagami berseru kaget ketika Aomine tiba-tiba mendorongnya terjatuh ke sofa dan Aomine berada di atasnya. Kagami bisa merasakan wajahnya memanas karena posisinya ini saat.

"Aku ingin melihatnya." kata Aomine dan mencoba mengambil doujinshi di tangan Kagami.

"Tidak!" Kagami menjauhkan tangannya dari jangkauan Aomine tapi Aomine masih tetap bisa dan akan mengambilnya yang membuat Kagami menjatuhkan doujinshi itu.

"Ap—" Kagami melihat Aomine melihat doujinshi yang sudah jatuh itu dengan membelalakkan matanya yang membuat Kagami jadi ikut melihat ke bawah. Mungkin ini hari sialnya karena ketika doujinshi itu jatuh dan terbuka ke adegan yang menurut deskripsi Kuroko "adegan ketika Kagami-kun dan Aomine-kun bergabung menjadi satu jiwa dan raga". Kagami tahu wajahnya merah seluruhnya karena dia bisa melihat dari mata Aomine yang menatapnya dalam.

"A-aku tidak tahu…" Kagami mencoba mengeluarkan kata-kata tapi berhenti mencoba ketika Aomine semakin menundukkan kepalanya dan menempelkan bibirnya ke bibir Kagami. Tidak tahu kenapa bukannya melepaskan ciuman Aomine, Kagami malah semakin memperdalam ciuman mereka. Dia meletakkan tangannya di pundak Aomine untuk lebih mendekatkan tubuh Aomine ke tubuhnya. Aomine melepaskan ciumannya sebentar untuk mengambil napas sebelum kembali menyambungkan bibirnya ke bibir Kagami. Kagami membuka mulutnya untuk mengajak lidah Aomine bertemu. Kagami mengeluarkan desahan pelan ketika Aomine menghisap bibir Kagami kemudian menjilatnya. Dengan ciuman terakhir di pipi Kagami, Aomine menghentikan ciumannya dengan Kagami.

Kagami membuka matanya yang tidak sadar ditutupnya ketika berciuman dengan Aomine tadi dan melihat Aomine yang memandangnya aneh. Kagami tidak tahu apa artinya pandangan Aomine itu tapi selama dia kenal dengan Aomine dan bekerja bersamanya, dia tidak pernah melihat Aomine dengan pandangan mata yang seperti itu. Dan Kagami menyukainya.

"Selamat malam." kata Aomine dan bangun dari atas Kagami untuk pergi ke kamar tamu yang tadi sudah disiapkan oleh Kagami.

Setelah Aomine menghilang dari pandangan, Kagami menutupi mukanya yang sudah semerah rambutnya dan berteriak dalam hati. Aomine bodoh, aho, baka, stupid, idiot. Masalahnya pertama belum selesai sekarang dia malah mempunyai masalah lagi. Apa yang harus dia lakukan sekarang?

.

.

.

A/N: sori ya jadi salah paham, ini masih lanjut kok :v dan habis ini juga masih lanjut lagi :v

Terima kasih yang sudah baca, komen, fav, follow cerita ini~