Disclaimer © Fujimaki Tadatoshi

WARNING: AU, OOC, Typo(s)

.

.

.

Kagami mengerutkan keningnya membaca tulisan dari blog seseorang yang memberikan alasan-alasan kenapa AoKa is real. Dari mana mereka bisa mendapatkan foto-foto itu Kagami tidak tahu. Oke foto ketika dia mencium Aomine dia tahu dari mana mereka mendapatkannya (gara-gara Kuroko sialan) tapi dari mana mereka mendapatkan foto ketika dia dan Aomine akan masuk ke mobilnya agar Aomine bisa numpang makan di apartemennya itu yang masih menjadi misteri. Mungkin dia mempunyai stalker dan itu membuatnya takut sedikit. Dan alasan-alasan yang mereka berikan masuk akal juga dan tidak jauh dari kenyataan. Tapi itu tidak membenarkan mereka untuk membuat alasan-alasan kalau dia dan Aomine benar-benar mempunyai hubungan selain hubungan profesional mereka dalam produksi dorama yang sedang mereka kerjakan ini. Bahkan dalam unggahan terbaru fotonya di Instagram (ketika dia sedang memasak yang diambil oleh Kuroko yang sebenarnya juga diunggah oleh Kuroko di akun Kagami, Kagami masih tidak tahu bagaimana Kuroko sampai bisa membuka gawainya karena dia sudah memberinya kata sandi) banyak sekali yang memberinya ucapan selamat untuk hubungannya dengan Aomine.

"Kagami-kun, kau bisa membakar smartphone-mu kalau kau memandanginya seperti itu."

"Semuanya salahmu!" balas Kagami dan memelototi Kuroko yang sedang menyetir untuk membawanya ke kantor majalah yang akan mewawancarinya dengan Aomine. Mereka sebenarnya akan berangkat bersama tapi Aomine sudah dijemput oleh Momoi jadi mereka tetap berangkat bersama tapi Kagami di mobil Kuroko dan Aomine di mobil Momoi.

"Masalah apa lagi sekarang?" tanya Kuroko kalem.

"Mereka membuat alasan-alasan kalau aku dan Aomine benar-benar pacaran, dan mereka bahkan mempunyai foto ketika aku akan pulang dengan Aomine kemarin. Bahkan banyak yang memberiku selamat." jelas Kagami.

"Abaikan saja Kagami-kun." balas Kuroko pendek. Dia menginjak rem di mobilnya ketika lampu lalu lintas berubah menjadi merah dan melirik Kagami yang sedang cemberut di sampingnya.

"Tapi dari mana mereka bisa mendapatkan foto ketika aku akan pulang dengan Aomine?" tanya Kagami, yang sekarang sedang scrolling komentar-komentar para penggemar yang kebanyakan berisi perasaan bahagia mereka.

"Bisa saja ada salah satu penggemarmu atau penggemarnya Aomine-kun atau penggemar kalian berdua yang tahu kejadian itu dan mengambil gambar kalian berdua. Dan teknologi sekarang sudah canggih Kagami-kun, foto itu akan cepat menyebar dan semuanya akan tahu dalam waktu yang singkat." jawab Kuroko.

"Tapi semua orang sekarang mengira kalau aku benar-benar berhubungan dengan Aomine."

"Ya tapi itu cuma perkiraan mereka, bukan fakta yang sebenarnya. Tenang saja Kagami-kun."

"Hmph." Kagami mengarahkan wajahnya untuk melihat mobil-mobil lain di samping mobil Kuroko yang juga sedang berhenti untuk mematuhi peraturan.

.

"Bakagami, kau lama sekali."

Kagami merasakan urat-urat kekesalan muncul di dahinya ketika mendengar suara yang akhir-akhir ini bisa menjadi sumber kekesalannya.

"Dai-chan, kita juga baru sampai, jangan menyebalkan," Momoi yang berada di sebelah Aomine, menegurnya lalu tersenyum ke Kagami dan Kuroko. "Tetsu-kun, editor-nya ingin bertemu dengan kita sebentar."

Kuroko mengangguk.

"Dan Kagamin, kau dan Dai-chan langsung saja masuk ke ruangan itu untuk pemotretan."

Kagami mengangguk dan menuju ruangan yang ditunjuk Momoi yang diikuti oleh Aomine. Kagami harus melakukan dua pemotretan, satu yang dia sendiri dan satu lagi berdua dengan Aomine. Begitupun juga Aomine harus difoto sendirian disamping berfoto dengan Kagami. Setelah itu, mereka harus pindah ke ruangan lain dan mereka sudah ditunggu oleh seorang wanita yang akan mewawancarai mereka yang mengenalkan dirinya sebagai Nakagawa Mari.

"Bagaimana kabar kalian?"

"Baik."

"Aah~ kalian bahkan menjawab bareng," kata pewawancara sambil menangkupkan tangannya dengan gembira. "Selama bekerja bersama pasti kalian sudah sangat akrab."

Kagami melirik Aomine kesal tapi Aomine malah tersenyum. "Ya, kita sangat akrab."

Kagami mengerutkan keningnya tapi langsung memasang wajah netral ketika pewawancara berbicara padanya.

"Kagami-san, aku dengar kau pernah tinggal di Amerika?"

"Oh ya, ibuku berasal dari sana," jawab Kagami. "Tapi aku lahir di sini dan waktu aku masih kecil aku harus pindah ke sana karena ayahku mendapatkan pekerjaan di sana."

"Oh, jadi kau bisa berbahasa Inggris?"

"Umm ya."

"Bisakah kau menyapa penggemarmu dengan bahasa Inggris?"

"Oh umm… Hello, good morning, everyone. I'm Taiga Kagami and I play Taiki in Autumn Lights. Nice to meet you."

"Aku yakin penggemarmu pasti akan senang," kata pewawancara. "Jadi bagaimana kau bisa memulai akting di sini?"

"Waktu aku sedang liburan di sini bersama orang tuaku dan mengunjungi keluargaku yang ada di sini, aku bertemu dengan Kuroko dan dia bilang kalau aku mempunyai potensi untuk menjadi aktor kemudian dia mengajakku untuk mencoba casting di beberapa judul film dan dorama."

"Kuroko-san adalah manajermu, 'kan? Jadi Kuroko-san yang mengetahui bakatmu pertama kali?"

Kagami mengangguk.

"Jadi bagaimana perasaanmu harus bermain dengan Aomine-san yang sudah lama menjadi aktor dan bisa dibilang senpai-mu?"

Kagami melirik Aomine sebentar yang membalas dengan menyeringai ke arahnya. "Aku merasa sangat terhormat bisa bermain dengan Aomine-san yang sudah senior dan Aomine-san memang sangat berbakat."

Aomine makin menyeringai menjengkelkan yang membuat Kagami ingin menendangnya ke angkasa. Sebelumnya Kuroko sudah menyuruhnya untuk menyebut dengan Aomine-san karena Aomine memang lebih senior darinya dan Kuroko ingin menjaga image Kagami sebagai maji tenshi yang sudah menjadi julukannya dari para penggemarnya.

"Aku juga sudah menonton dorama kalian dan kalian memang sangat bagus di sana," kata pewawancara. "Aku merasa kalian benar-benar seperti mempunyai hubungan romantis."

Kagami hanya tertawa kecil. Ketika dia menengok untuk melihat bagaimana reaksi Aomine, Kagami mengerutkan keningnya karena Aomine memandangnya dengan tatapan yang Kagami sendiri tidak tahu apa maksudnya. Tapi itu hanya berlangsung sedetik karena Aomine langsung mengarahkan tatapannya kembali ke pewawancara yang membuat Kagami berpikir kalau dia hanya membayangkan tatapan Aomine padanya tadi.

"Aomine-san, ini dorama pertamamu setelah beberapa tahun ini kau lebih banyak bermain film. Jadi bagaimana perasaanmu bermain dorama lagi?"

"Oh ya, sangat senang bisa bermain dorama lagi karena pada awalnya aku lebih sering syuting dorama. Dan itu tidak ada bedanya dengan bermain film jadi aku senang bisa kembali." Aomine menjawab.

"Dan ini proyek pertamamu dengan Kagami-san?"

"Tidak sebenarnya," jawab Aomine dan melirik Kagami. "Aku pernah bermain dengan Kagami dalam sebuah film dulu."

"Ya, dalam 510. Tapi aku hanya sebagai figuran karena waktu itu adalah film pertamaku." tambah Kagami.

"Wow jadi kalian sudah pernah bermain bersama sebelumnya. Aomine-san, apakah kau masih mengingat Kagami-san dari sebelumnya?"

"Oh ya tentu saja."

Kagami mendengus diam-diam. Padahal dulu waktu pertama kali mereka bertemu untuk proyek dorama mereka, Aomine bahkan tidak tahu siapa itu Kagami dan Kuroko harus mengenalkan Kagami ke Aomine.

"Tapi Kagami-san bilang waktu itu dia hanya figuran, bagaimana sekarang bermain bersama dengan Kagami-san sebagai sama-sama karakter utama?"

"Bekerja dengan Kagami sangat menyenangkan karena dia sangat manis," kata Aomine dan tersenyum ke Kagami yang membuat Kagami merona merah dan mencoba untuk menyembunyikan wajahnya. Dasar Ahomine! Apa maksudnya dia berkata seperti itu? "Kagami juga bisa memasak dan masakannya sangat enak. Dia sering membawakan masakannya untuk semua kru jadi kita sering makan bersama juga di set."

"Oh, kedengarannya sangat menyenangkan," komentar pewawancara. "Aku jadi ingin mencoba masakan Kagami-san."

"Oh ya kau harus," balas Aomine. "Masakan Kagami adalah yang terbaik."

Kagami merasakan wajahnya semakin memanas dan dia menahan dirinya sendiri dengan seluruh kekuatan yang dipunyainya untuk tidak menghantam wajah Aomine dengan kursi yang didudukinya karena mangatakan hal yang tidak-tidak.

Setelah mereka diberi beberapa pertanyaan-pertanyaan lagi, akhirnya wawancara mereka selesai dan mereka dijanjikan akan dikirim majalah itu kalau wawancara mereka terbit, Kagami dan Aomine harus segera menuju ke studio untuk melakukan pekerjaan mereka melanjutkan syuting. Untungnya, Aomine tidak bicara yang aneh-aneh lagi di sisa wawancara mereka sehingga mereka bisa menyelesaikannya tanpa ada pertumpahan darah.

.

Setelah sampai di studio, mereka sudah disambut sang sutradara yang langsung menghadiahi mereka dengan tusukan dengan siku di perut mereka.

"Ow," keluh Kagami dan mengelus-elus perutnya.

"Oi, oi, apa-apaan ini?" Aomine memelototi Riko.

"Apa maksudnya ini?" tanya Riko dan menunjukkan mereka foto terkutuk kreasi Kuroko.

"A-aku tidak tahu." jawab Kagami takut-takut, sementara Aomine menguap tidak tertarik.

"KALIAN PIKIR DENGAN BERFOTO SEPERTI INI KALIAN AKAN SEMAKIN TERKENAL?! KALIAN PIKIR DENGAN KALIAN MEMBUAT SENSASI SEPERTI INI AKAN MEMBUAT RATING DORAMA INI NAIK?!" Riko memarahi mereka dengan berteriak.

"Hey tenang, Kantoku." kata Aomine yang langsung mendapatkan pandangan tajam dari Riko.

"TENANG? KAU MAU KALAU DORAMA INI DIKENAL HANYA KARENA SKANDAL MURAHAN YANG KALIAN BUAT?"

"Hey, bukan aku yang menyebarkan foto itu." balas Aomine.

"Lalu siapa?"

"Riko-san,"

Riko melonjak kaget ketika tiba-tiba Kuroko memanggilnya.

"Jangan mengangetkanku seperti itu!"

"Aku sudah di sini dari tadi," balas Kuroko kalem.

"Apa yang kau inginkan?"

"Riko-san, ini bukan salah Kagami-kun dan Aomine-kun. Aku yang mengambil foto itu."

"APA?! DAN APA ALASANMU MENGAMBIL FOTO ITU?" Riko ganti marah ke Kuroko.

"Aku tidak berpikir akan menjadi seperti ini, maafkan aku," kata Kuroko. "Tapi meskipun aku yang mengambil foto itu, aku bersumpah bukan aku yang mengunggahnya ke internet."

"Lalu siapa yang melakukannya?"

"Aku juga belum tahu. Tapi Momoi-san sedang menyeledikinya."

"Iya," kali ini mereka terlonjak kaget ketika tiba-tiba Momoi muncul di samping Kuroko. Sejak kapan Momoi tertular Kuroko mempunyai kekuatan supernatural muncul tiba-tiba?

"Aku sudah dengar dari Tetsu-kun dan itu memang seperti kesalahan yang tidak disengaja."

"Meskipun begitu, foto ini tersebar. Apa yang akan kalian lakukan?"

"Aku sebenarnya sudah memikirkan beberapa cara…" Momoi mengajak Kuroko dan Riko untuk menjauh dari Kagami dan Aomine untuk mendiskusikan masalah mereka.

Kagami menghela napas ketika mereka sudah menjauh. Tadi benar-benar menakutkan. Dan selama kurang lebih satu setengah tahun dia menjadi aktor dan bermain beberapa film, dia belum menemukan sutradara seperti Riko.

Kagami melihat Aomine yang langsung duduk di kursinya secara malas. Kagami heran kenapa Aomine terlihat tidak terganggu dengan semua kejadian ini. Mungkin karena dia memang sudah lama menjadi aktor jadi hal seperti ini hanya masalah kecil dan dia sudah pernah mendapatkan masalah yang lebih besar. Kagami kemudian ikut duduk di kursinya yang berada di sebelah kursi Aomine untuk mengistirahatkan tubuhnya.

"Hey Bakagami, aku sudah membaca doujinshi yang kau pinjamkan itu." kata Aomine tiba-tiba.

"Aku tidak peduli, Aho," balas Kagami. "Dan aku tidak meminjamkannya padamu!"

"Aku jadi penasaran apakah kau benar-benar seperti yang ada di doujin itu?" kata Aomine lagi yang kelihatannya tidak mendengarkan perkataan Kagami.

"T-tentu saja tidak!" Kagami bisa merasakan wajahnya memanas ketika dia mengingat doujinshi itu dan dirinya yang digambarkan melakukan hal-hal "di kamar" bersama Aomine.

"Tentu saja tidak," Aomine tersenyum mengejek. "Aku berani bertaruh kalau kau juga masih perawan."

"Perawan? Kaupikir aku perempuan?" Kagami berteriak dengan muka memerah.

Aomine mengangkat bahunya malas.

"Dan asal kau tahu, aku pernah mempunyai pacar."

"Oh ya, kau orang Amerika, 'kan? Kau pasti sudah biasa dengan yang seperti itu."

"Jepang-Amerika," Kagami mengoreksi. "Dan dari mana aku berasal tidak ada hubungannya sama sekali dengan ini."

"Jadi kau pernah melakukannya?" tanya Aomine, benar-benar mengabaikan perkataan Kagami sebelumnya.

"Bukan urusanmu, Aho." balas Kagami dan membuang muka. Benar-benar Aomine, semakin hari malah semakin menjengkelkan.

"Semuanya segera menuju tempat, kita lanjutkan adegan kemarin." Riko yang sudah kembali langsung menyuruh Kagami dan Aomine dan seluruh kru untuk menuju set tempat mereka syuting. Kagami melihat sutradaranya itu sudah kelihatan tidak marah lagi yang berarti Kuroko dan Momoi berhasil meyakinkannya dan Kagami sangat-sangat berharap kalau masalah ini akan segera selesai.

.

.

.

Kagami meraba-raba untuk mematikan alarm-nya yang sudah disetelnya pukul enam pagi setiap hari. Kagami berguling yang membuatnya menjadi telentang. Kagami berlama-lama memandangi langit-langit kamarnya untuk membuatnya benar-benar bangun sebelum memulai aktivitasnya. Dia kemudian membentangkan tangannya untuk mengambil gawainya yang berada di atas nakas di samping ranjangnya. Dia membuka gawainya dan melihat banyak notifikasi di media sosialnya. Dia membuka Line-nya dan melihat Aomine memberinya pesan dengan tiga puluh notifikasi merah. Kagami mengerutkan keningnya dan membuka pesan dari rekan kerjanya itu.

11.47 pm Kagami

11.47 pm Kagami

11.47 pm Kagami

11.47 pm Kagami

11.47 pm Kagami

"Dasar Aho." gumam Kagami ketika melihat semua pesan Aomine ternyata hanya spam namanya. Kagami tidak tahu apa yang ada di pikiran orang itu. Kagami kemudian melihat pesan dari Kuroko dan setelah membalas pesan Kuroko, Kagami ganti membuka Twitter-nya yang mempunyai lumayan banyak notifikasi juga. Kagami tersenyum ketika melihat kalimat-kalimat semangat dari fans-nya. Meskipun dia tidak membalas mereka satu-satu tapi dia selalu berterima kasih kepada orang-orang luar biasa yang sudah mendukungnya selama ini. Ini juga salah satu penyemangatnya setiap pagi untuk memulai pekerjaannya. Setelah selesai membaca semua mention dari penggemarnya, Kagami ganti membuka akun Instagram-nya yang juga mempunyai beberapa notfikasi. Foto terbaru yang diunggahnya adalah fotonya dengan Aomine pada wawancaranya beberapa hari yang lalu untuk memberitahu follower-nya kalau dia akan ada di edisi terbaru majalah itu.

Beberapa komentar awal adalah komentar positif dari penggemarnya. Tapi semakin scrolling ke bawah, dia mendapatkan satu komentar yang membuatnya mengerutkan kening.

Menjijikkan.

Kagami tidak tahu apa maksud komentar itu jadi dia meneruskan scrolling dan mengabaikan komentar itu. Lagipula dia sudah pernah sebelumnya mendapatkan hate comment seperti itu, apalagi pada awal-awal dia debut. Di bawah komentar itu, dia kembali mendapat beberapa komentar dukungan sebelum Kagami menemukan lagi komentar sejenis seperti yang pertama.

Kau tidak pantas berfoto dengan Dai-chan seperti itu.

"Oh, apakah ini dari penggemar fanatiknya Aomine yang terkenal itu?" Kagami berkata pada dirinya sendiri. Kuroko sudah memberitahunya sebelumnya kalau Aomine mempunyai banyak penggemar wanita yang bisa sangat posesif dan dengan Kagami akan bermain romantis dengan Aomine, kemungkinan dia akan mendapatkan komentar negatif karena itu pernah terjadi sebelumnya pada rekan kerja Aomine yang bermain dengannya, jadi Kagami sudah prepared dengan hal-hal seperti ini. Setelah beberapa menit lagi berbaring di ranjangnya, Kagami kemudian bangun untuk mandi, sarapan, dan bersiap-siap untuk menjalankan aktivitasnya.

.

"Haaaaah." Kagami merentangkan tangannya lebar-lebar ketika sang sutradara sudah menghentikan adegan dan mengakhiri pengambilan gambar untuk hari itu. Kagami menghabiskan setengah bagiannya dengan hanya tidur di ranjang karena karakternya yang diceritakan mengalami kecelakan dan harus dirawat di rumah sakit. Kagami melihat Kuroko yang sedang berbicara serius dengan Momoi dan berjalan menghampirinya.

"Hey Kuroko, mau makan malam bareng?" tanya Kagami. dia sedang malam memasak sekarang jadi dia mungkin akan malam di restoran cepat saji di dekat sini.

"Maaf Kagami-kun, aku masih ada urusan dengan Momoi-san di sini." jawab Kuroko.

"Oh oke."

"Oh Kagamin, kau bisa makan sama Dai-chan," kata Momoi. "Dia dari tadi merengek terus kalau dia lapar."

"Ya ide bagus, kalau masih sempat aku akan menyusulmu nanti dengan Momoi-san." Kuroko menyetujui ide Momoi.

Kagami kemudian melihat Aomine yang sedang duduk di kursinya dan bermain dengan gawainya dengan tampang bosan. Melihat Aomine jadi membuatnya ingat lagi dengan komentar yang didapatkannya pagi ini, tapi itu tidak begitu menganggunya jadi dia menghampiri Aomine untuk mengajaknya makan malam.

"Kagami-kun, kau mendapat pesan."

Kagami yang akan berjalan ke Aomine jadi menghentikan langkahnya dan mengambil gawainya yang tadi dititipkannya ke Kuroko. Kagami membuka gawainya dan tersenyum bahagia melihat siapa yang mengiriminya pesan.

Tatsuya

6.13 pm Taiga, long time no see. I'm in Japan now, wanna meet up?

Kagami dengan cepat-cepat membalas pesan yang didapatkannya dari orang spesialnya itu. Himuro Tatsuya adalah teman pertamanya waktu dia pindah ke Amerika dan memberikannya sebuah cincin yang selalu dipakainya sebagai kalung. Sementara Kagami mempunyai karir di negara ayahnya, Tatsuya masih tetap tinggal di Amerika dan mempunyai pekerjaan di sana. Jadi selama kurang lebih dua tahun ini mereka belum pernah bertemu lagi.

"Oi Bakagami, beri aku makanan." Aomine menghampiri Kagami dan merangkulkan tangannya ke bahu Kagami.

"Memangnya aku ibumu? Cari makanan sendiri Aho!" Kagami mencoba melepaskan rangkulan Aomine padanya tapi Aomine malah semakin menempel dan mengintip gawai Kagami.

"Heeee? Apakah itu pacarmu? Tatsuya?"

"Bukan." jawab Kagami dan mencoba menyembunyikan barang elektronik itu. "Dan jangan lihat-lihat sembarangan!"

"Terserah," Aomine kemudian melepaskan rangkulannya ke Kagami. "Ayo makan."

"Um… aku sudah ada janji,"

"Dengan pacarmu itu?"

"Dia bukan pacarku!" balas Kagami. Sebenarnya dia juga hanya akan bertemu dengan Himuro di restoran cepat saji langganannya karena dia sekalian akan makan malam jadi mungkin Aomine ikut bersamanya tidak masalah.

"Baiklah, tapi kau yang menyetir." Kagami membuka gawainya lagi untuk memberitahu Tatsuya kalau dia akan membawa teman.

"Baik, Tuan Puteri."

Kalau di sampingnya ada galon air, Kagami akan memaksa Aomine untuk menelannya.

.

"Tatsuya," Kagami langsung berlari memasuki restoran cepat saji itu ketika dia melihat lelaki tampan berambut hitam yang sudah menunggunya.

"Oh!" Himuro sedikit kewalahan ketika Kagami tiba-tiba memeluknya tapi dia tetap tersenyum. "Hey Taiga,"

"I miss you so much." Kagami semakin mengeratkan pelukannya.

"I miss you too, little bro."

"Hey jangan memenuhi jalan."

Kagami melepaskan pelukannya dan melihat Aomine yang berdiri di belakangnya dengan wajah malas.

"Oh right, Tatsuya this is my friend, Aomine."

"Aomine," Himuro menyalami Aomine. "Nice to meet you."

"Huh?" balas Aomine tidak mengerti.

"Oh maaf, senang bertemu denganmu." ulang Himuro.

"Ya, sama." balas Aomine tidak tertarik.

Kagami mengerutkan kening. Aomine tidak sopan seperti itu menurutnya. Tapi dia langsung kembali mengarahkan perhatiannya ke Himuro. "So, let's eat then."

"Oke, tapi aku tidak bisa berlama-lama." balas Himuro. Mereka kemudian menuju konter untuk segera memesan.

"Eh, kenapa?"

"Aku masih ada urusan, maaf Taiga," jawab Himuro. "Kapan kau bisa libur? Aku di sini agak lama, jadi kita mungkin bisa berlibur bersama."

"Oh oh besok aku libur, bagaimana kalau besok?" Kagami berkata dengan semangat. Kebetulan sekali, Kagami mendapatkan libur besok.

"Deal." balas Himuro tersenyum. Mereka semua memesan makan malam mereka masing-masing dan mencari tempat duduk di restoran yang agak sepi itu.

Setelah beberapa menit Kagami dan Himuro berbincang melepas kerinduan (dengan Aomine yang kadang-kadang ikut nimbrung), Himuro yang sudah selesai memakan malamnya, sudah harus pergi. "Okay, I have to go now see you tomorrow, Taiga." katanya dan mengelus rambut Kagami.

Kagami mengangguk. "Be careful."

Himuro melambaikan tangannya dan keluar restoran meninggalkan Kagami sendirian dengan Aomine dan tumbukan burger-nya yang masih lumayan banyak.

"Jadi siapa dia sebenarnya?"

"Dia adalah kakakku," jawab Kagami dan membuka bungkus burger-nya yang sudah kesekian kali.

"Kakak? Aku tidak tahu kau punya kakak."

"Well, Tatsuya bukan kakakku yang sebenarnya, maksudku dia bukan kakak kandung atau kita mempunyai orang tua yang sama tapi dia sudah seperti kakakku, kau mengerti?"

"Tidak." jawab Aomine, meminum sodanya.

"Pokoknya dia sahabatku. Dia adalah teman pertamaku dulu waktu aku pindah ke Amerika." lanjut Kagami.

"Oh." balasan pendek Aomine. Dia kembali menyesap sodanya dan memandangi Kagami yang masih makan karena dia sudah menghabiskan burger-nya.

"Hey, ada saus di pipimu." beritahu Aomine.

"Hm?" Kagami mengelap pipi kirinya dengan tangannya. "Sudah?"

"Bukan di situ," Aomine kemudian meregangkan tangannya dan menyeka pipi kanan Kagami.

"Uh… terima kasih." gumam Kagami dengan wajah agak memerah. Aomine yang berlaku baik seperti ini dan tidak seperti biasa yang selalu menggodanya atau mengganggunya atau bertingkah menyebalkan setiap waktu, membuat jantung Kagami berdetak cepat yang dia tidak tahu kenapa.

"Kenapa kau tiba-tiba menjadi malu seperti ini." Aomine menekan kedua pipi Kagami sehingga mulut Kagami mengerucut dan dia tidak tidak bisa berbicara.

"Bwerhwnti!" Kagami menepuk-nepuk tangan Aomine untuk melepaskan wajahnya.

"Hahahaha kau harus melihat wajahmu." Aomine tertawa dan akhirnya melepaskan tangannya dari wajah Kagami.

"Ahomine!" Kagami bersungut-sungut. Saat Kagami berpikir Aomine bisa menjadi manusia yang layak, dia harus menghancurkannya sendiri dengan bertingkah menyebalkan seperti itu lagi.

.

.

.

Beberapa hari setelah insiden foto ciuman itu, Kagami tidak menemukan lagi hal-hal gila yang membuatnya agak tidak nyaman. Ternyata Kuroko benar, rumor itu akan hilang sendiri kalau dia tidak memberinya perhatian. Seperti rutinitas paginya seperti biasa, Kagami membuka akun-akun media sosialnya yang mempunyai banyak notifikasi, bahkan lebih banyak dari biasanya meskipun foto terbarunya adalah foto liburannya dengan Himuro yang diunggahnya beberapa hari yang lalu. Kagami yang penasaran langsung membukan akun Instagram-nya, yang mempunyai paling banyak notifikasi. Dari banyak komentar-komentar yang masuk, kebanyakan adalah menanyakan siapa orang yang bersamanya itu (mungkin itu adalah salahnya karena pada caption-nya, Kagami hanya menulis "fun holiday with my bro" tanpa memberitahu siapa itu Himuro. Tapi ada juga komentar-komentar negatif yang sekarang menjadi lebih banyak.

Ew.

Dasar lacur.

Jalang.

Kasihan Dai-chan harus bermain dorama dengan orang sepertimu #savedai-chan.

Kalau kau tahu yang terbaik, kau harus berhenti bermain di autumn lights. Biarkan actor yang lebih bertalenta bermain disana, itu dorama yang bagus dan kau hanya akan membuat rating dorama itu turun.

Kembali ke Amerika bodoh.

Dan masih banyak komentar-komentar negatif sejenis. Kagami mengerutkan keningnya, kenapa tiba-tiba dia mendapat komentar-komentar seperti ini? Kagami melihat kebanyakan komentar itu berasal dari akun dengan nama antkgmt. Kagami kemudian mengklik akun itu dan ternyata akun itu adalah akun hater-nya yang mempunyai 100+ pengikut. Ada beberapa unggahan di akun itu tapi unggahan terbaru mereka adalah fotonya yang sedang memeluk Himuro dengan Aomine yang berada di belakangnya. Lagi-lagi Kagami dibuat heran dengan dari mana orang-orang itu mendapatkan foto itu.

"Banyak yang bilang kalau si "bintang baru" (kata fans-nya) Kagami Taiga sedang mempunyai hubungan dengan Aomine-san (ini juga cuma fans delusi yang bilang). Tapi lihat apa yang dia lakukan, memeluk orang lain sembarangan di daerah publik. Padahal di situ ada Aomine-san juga tapi dia malah tidak menjaga kelakuannya. Ini yang katanya maji tenshi (malah lebih pantas disebut akuma daripada tenshi). Padahal aktingnya juga tidak begitu bagus, karena dia sedang hit sekarang makanya dia yang dipilih untuk bermain di autumn lights."

Dan banyak komentar-komentar di unggahan itu.

Aku dari awal memang tidak suka sama dia.

Kasihan Dai-chan harus bermain dorama dengan orang sepertimu #savedai-chan.

Jujur sih, aku awalnya juga nge-ship mereka. Tapi mungkin itu karena dorama-nya yang bagus. Tapi setelah tahu kelakuan "maji tenshi" (ew) ini, Dai-chan terlalu bagus kalau dipasangkan dengan Kagami. #savedai-chan.

Dia memang benar-benar aktor yang buruk. Tidak seharusnya dia berkelakuan seenaknya seperti itu.

Sudahlah balik aja ke Amerika.

Dia bahkan mengunggah fotonya dengan lelaki itu di akunnya sendiri, dasar tolol D:

Lihat wajah Dai-chan di belakang itu, dia terlihat tidak nyaman gitu #savedai-chan.

Dan masih banyak lagi komentar-komentar negatif untuk unggahan itu. Kagami tidak berpikir akan menjadi seperti ini. Oke mungkin dia salah karena memeluk Himuro di tempat yang bisa dilihat banyak orang dan harus lebih berhati-hati tapi dia memang sangat senang bisa bertemu dengan kakaknya lagi.

Dan apakah benar kalau dia memang aktor yang buruk dan aktingnya tidak bagus? Bahkan pada dorama ini juga dia dipilih karena mangaka dari manga yang diadaptasi dari dorama ini memang memilihnya jadi dia tidak harus melakukan casting dahulu. Bagaimana kalau mangaka itu tidak memilihnya, dia mungkin tidak akan bermain dalam dorama ini karena aktingnya yang jelek. Kagami tiba-tiba merasa kalau lebih baik dia bersembunyi di bawah selimutnya dan tidak pernah keluar lagi.

.

.

.

A/N: akhirnya bisa selesai chapter ini lol. Nggak tahu kenapa kalau ngelanjutin ini jadi ketiduran terus makanya update-nya lama XDDD. Dan maaf kalau kepanjangan, semoga masih ada yang baca :v

Dan di bawah masih ada lanjutannya(?) sebenarnya, tapi ini cuma tulisan dalam blog yang dibaca Kagami sebelumnya. Jadi ini cuma filler(?) tambahan gitu, nggak papa nggak dibaca karena nggak penting juga XD tapi kalau ada yang baca, check it out~

.

.

.

AOKA IS REAL!1!1!1!1!1

By: somefangirl

Peringatan: long post. Boleh tidak dibaca.

Selamat pagi ^^)/

Kemarin saat aku membuka Twitter, banyak sekali yang mention akunku dan memberiku link ke salah satu akun di Instagram yang terkenal dengan gosipnya yang dapat dipastikan kebenarannya (tidak usah sebut merek lah ya, kelihatannya semuanya juga sudah pada tahu XD). Awalnya aku mengabaikan itu karena aku tidak begitu suka dengan gosip-gosip artis yang tidak penting menurutku. Tapi setelah aku melihat timeline Twitter-ku dan banyak sekali yang membuat hashtag #aokaisreal, aku jadi penasaran apa yang terjadi. Jadi aku menanyakan ke teman twitter-ku yang membuat hashtag itu dan aku disuruh membuka link Instagram yang sudah dimention-kan padaku itu. Setelah aku membuka link itu, aku langsung menjerit sekeras-kerasnya sampai ibuku masuk ke kamarku dan menanyakan apakah aku baik-baik saja (maafkan aku, Mama m(_ _)m). Pasti kalian sudah tahu dorama yang baru-baru ini tayang yaitu Autumn Lights. Aku sangat suka dengan ceritanya dan aku tidak pernah kelewatan untuk menontonnya. Aku sudah membeli DVD-nya juga. Autumn Lights sudah menjadi hidupku sekarang (^^;). Sebenarnya dari awal aku juga sudah nge-fans dengan Hamada-sensei, mangaka Autumn Lights yang manga-nya diadaptasi menjadi dorama ini dan aku juga sudah membaca semua volume Autumn Lights sampai yang paling baru. Jadi saat ada berita kalau Autumn Lights akan dibuat dorama-nya aku sangat senang dan menunggunya dengan sabar sampai penayangannya. Waktu awal beritanya, pemeran Daichi sudah ditentukan yaitu Aomine Daiki-san. Aku setuju saja sih dengan pemilihan cast-nya, Aomine-san adalah aktor yang bertalenta dan aku sudah pernah menonton film-film dan dorama yang pernah dibintanginya dan Aomine-san memang sangat bisa memerankan semua karakter yang diberikan padanya dan aku yakin Aomine-san akan bisa berperan dengan baik sebagai Daichi juga. Waktu itu aku bertanya-tanya siapa yang akan menjadi Taiki, ada beberapa nama aktor yang menurutku akan dipilih sebagai pemeran Taiki tapi ada satu nama yang aku harap akan memerankan Taiki yaitu aktor pendatang baru Kagami Taiga-kun. Karena Taiki dan Kagami-kun sama-sama berambut merah lol *ditendang*. Dari awal debutnya aku memang sudah suka sekali dengan Kagami-kun :). Dia tidak hanya manis saat di depan kamera, tapi di belakang kamera pun Kagami-kun bisa sangat manis dan sweet dan asdfghjklosjnodxndddocndidkla. Aku sudah menonton semua interview yang dilakukan Kagami-kun dan dia sangat manis saat di-interview. Dia bisa sangat lucu juga saat dia salah menyebutkan kata atau salah mengartikan kalimat yang ditanyakan padanya XD (Kagami-kun, kau harus belajar berbahasa yang baik XD) bisa dipahami sih karena Kagami-kun adalah returnee dan baru di sini selama kurang lebih dua tahun, jadi dia masih agak awkward dan itu yang membuatnya sangat kawaiiiiii ^O^ Maji tenshi~

Oke cukup fangirling-an tentang Kagami-kun. Sekarang fangirling-an tentang AoKa-chan ^^. Aku awalnya tidak nge-ship mereka atau apapun dan aku bingung kenapa ada yang nge-ship mereka padahal mereka belum pernah berakting bersama jadi menurutku itu aneh kalau nge-ship mereka. Kemudian saat Autumn Lights tayang episode pertama, aku masih belum nge-ship mereka juga meskipun aku akui chemistry yang ditunjukkan Kagami-kun dan Aomine-san sangat bagus dan mereka benar-benar bisa membuat "hidup" Taiki dan Daichi. Tapi saat Autumn Lights terus tayang dan aku melihat banyak post tentang AoKa-chan aku jadi ikut nge-ship mereka (^^;). Dan aku dengar, dulu (atau masih sampai sekarang?) Hamada-sensei juga shipper-nya AoKa-chan dan Autumn Lights awalnya adalah doujinshi yang dibuat Hamada-sensei untuk mereka. Aaaa aku belum membaca doujinshi-nya Orz. Anyway, aku ingin membahas tentang dua foto yang baru-baru ini menggemparkan(?) dunia. Kalian yang merasa AoKa shipper pasti sudah mengetahui foto ini. Kalau belum tahu, ini fotonya:

*image attached*

Kyaaaaaaaa (/)

Itu benar-benar mereka berciuman. Dan itu tidak ada di scene manapun di dorama. Banyak yang bilang kalau itu mungkin akan ada di episode minggu depan dan itu adalah adegan yang "bocor" dulu di internet sebelum resmi tayang. Tapi menurutku itu bukan episode minggu depan. Kalau dorama ini mengikuti cerita di manga, tidak ada ciuman antara Taiki dan Daichi setelah ciuman mereka setelah Daichi menyatakan perasaannya pada Taiki. Dan melihat dari episode-episode yang lalu, dorama ini memang mengikuti jalan cerita di manga jadi Daichi dan Taiki tidak ada ciuman lagi sebelum nanti setelah mereka benar-benar menjadi sepasang kekasih. Ups spoiler *ditendang*. Dan kalau kau benar-benar mengamati foto itu, kau bisa melihat mereka tidak berada di set manapun, menurutku background-nya lebih seperti tempat mereka istirahat atau tempat untuk merias(?). Aku tidak bisa memastikan sih karena aku juga belum pernah ke studio atau tempat syuting tapi aku yakin itu bukan sebuah set yang digunakan untuk mengambil gambar karena di dekat mereka ada kamera dan properti(?) yang tidak ditata.

Kemudian ada juga yang menduga kalau itu adalah adegan yang dipotong atau tidak masuk ke adegan yang tayang di televisi tapi aku akan menggunakan lagi alasan-alasanku seperti di atas kalau itu bukan adegan yang benar-benar diproduksi dan aku yakin kalau itu adalah kegiatan(?) di luar adegan di skrip :)

Kemudian juga hal yang menurutku dapat menjadi bukti adalah meskipun posting-an itu mendapatkan ribuan likes tapi ada satu akun yang menarik perhatianku XD aku bahkan sudah meng-screenshot posting-an itu.

*image attached*

Di posting-an itu ada akun dengan nama aominedaiki05 yang juga menyukai posting-an foto itu. Aaaaaa jadi artinya Aomine-san sendiri juga menyukainya. Apa ini artinya? XD Dan setelah aku cek, itu memang akun Aomine-san dan bukan akun buatan fans atau akun palsu yang mengatasnamakan Aomine-san karena ada tanda verified di sebelah nama akun itu, jadi itu benar-benar akun Aomine-san yang asli. Jadi kenapa sampai Aomine-san sendiri juga menyukai foto itu? Dan menurutku tidak mungkin akun Aomine-san dibajak orang lain karena kalau ada yang membajaknya kenapa kerjaannya cuma menyukai posting-an foto yang tidak penting(?) (walau menurutku foto ini sangat penting XD).

Kemudian foto kedua yang ingin kubahas adalah foto ini:

*image attached*

Meskipun foto itu buram dan kurang jelas tapi kau bisa melihat Aomine-san yang sedang keluar dari (yang aku sangat yakin) mobil Kagami-kun. Dan di lokasi itu adalah kawasan apartemen Kagami-kun. Oke mungkin alasan Aomine-san berada di apartemen Kagami-kun adalah untuk mendiskusikan pekerjaan atau apa, tapi selama ini aku pasti melihat salah satu manajer mereka akan ada bersama mereka tapi ini mereka hanya berdua. Kyaaaaaa XD. Aku boleh kan membayangkan kalau mereka berdua akan makan malam hanya berdua yang romantis XP. Dan yang aku dengar, Kagami-kun bisa memasak jadi aku yakin dia pasti memasakkan Aomine-san seperti waifu XD.

Sebenarnya aku ingin berbicara tentang ini lebih banyak tapi aku sudah kehabisan waktu jadi aku akan berhenti di sini. Semoga kita akan bertemu lagi di balik layar dan membicarakan tentang AoKa-chan ^^. Stay happy everyone~ (^^)/