Bokuto terpana. Bola yang ada tepat di depan matanya itu benar-benar menggiurkan untuk dipukulnya. Itu adalah operan pertama yang baru ia terima dari setter barunya, namun orang ini benar-benar sudah menghidangkannya di tempat terbaik dan kesukaan Bokuto.
'Ittadakimasu.' Bokuto membatin dan menghantam bola itu sekuat tenaganya. Bunyi tamparan itu begitu menyenangkan di telinga si perak, ditambah jatuhnya bola yang seolah ditarik gravitasi dengan sangat kuat memuaskannya saat Bokuto melihat bekas bolanya menghantam keras lantai.
Bahkan Komi saja pun tak bisa menghentikan spike itu.
Semua mata terarah pada si rambut hitam anggota baru mereka. Bokuto berteriak penuh kebahagiaan, "AKU SUDAH LAMA MENANTIKAN INI! HEY HEY HEY!"
"Sudah kuduga dia bukan orang yang biasa." Bisa didengar Bokuto sang Kapten terkekeh pelan di lapangan seberang. Blok dari Washio dan Kaptennya ditembus dengan begitu mudahnya, memberikan angka pertama untuk tim putih di latih tanding sore itu. Ditoleh si perak Akaashi yang tersenyum tipis melihat reaksi Bokuto atas operannya. Puas bahwa operannya berhasil. Dengan cepat didekatinya anak kelas satu itu dan ditepuknya punggung itu dengan kuat, "Akaashi! Kau ini kenapa baru muncul di depanku sekarang, sih?"
"Bokuto, permainan masih harus lanjut. Lanjut!" Konoha dari baris belakangnya berujar kesal. Dia harus memberikan serve dan euforia Bokuto membuatnya harus menunggu lebih lama untuk memulai pertandingan lagi.
"Aku mengerti. Konoha galak." Bokuto kembali ke posisinya. Senyumannya lebar luar biasa. Dengan adanya setter baru sudah bisa dipastikan Fukurodani akan terus berjaya di eranya kini. Kekhawatirannya saat anggota kelas tiga dulu lulus kini hilang. Beban Fukurodani sebagai sekolah terfavorit untuk bidang olahraga voli kini ada di pundak lebarnya. Dengan adanya Akaashi di sampingnya, kini ia merasa beban itu menjadi hilang sama sekali. "Oke Konoha… Nice serve!"
Fukurodani akan tetap menjadi salah satu sekolah terkuat dan ditakuti di Tokyo sini. Dia dan Akaashi akan bangga melanjutkan mengibarkan bendera Fukurodani di langit Jepang.
Melawan Nekoma besok pun rasanya tidak akan terlalu sulit menurutnya.
-disambung di chapter berikutnya
