Summary : Terlalu banyak bantuan yang diberikan Kyuhyun kepada Sungmin. Benarkah semua itu hanya sebatas rasa pedulinya atau..?

O*o*O*o*O

-KyuMin FanFiction- Genderswitch

Tittle : MARS remake

Pair : KyuMin

Slight : HanChul, YunJae.

Other Cast :

Kang HongDo songsaenim

Choi Siwon

-akan bermunculan seiring waktu-

By © Choi Hyo Joon

Genre : Genderswitch, Romance, angst(?)

Warning : typo(s), bahasa yang tidak sesuai dengan EyD, penulisan masih jauh di atas rata – rata. Yang tidak suka dengan FF GS, mohon tinggalkan! Jangan paksakan anda untuk membacanya.

Disclaimer : Semua nama cast hanya sebuah pinjaman(?) semata. Namun, FF ini murni dari pikiran cetek milik sang author tak berbakat.

a/n : FF ini adalah remake dari komik dan drama yang sama yaitu MARS. Saya hanya mengubah beberapa alurnya, namun tidak menghilangkan konsep cerita yang ada di cerita tersebut. Saya hanya ingin FF ini bisa sesuai dengan KyuMin #maklum penggila KyuMin XD

Saya menerima Kritikan untuk FF ini, bukan kepada Pair-nya, MOHON DIPAHAMI! BUKAN PAIR!

O*o*O*o*O

O

o
MARS

O

O*o*O*o*O

Pemuda asal China berjalan menuju lapangan, tidak sedikitpun ia pedulikan namanya yang terus-menerus dipanggil oleh seseorang yang telah kalah langkah darinya dibelakang sana.

"Hangeng-ah!"

"…" Bahkan sekedar untuk menyahuti saja ia malas.

"Hangeng-ah! Tunggu aku!"

"…"

Merasa panggilan darinya terus diabaikan. Kyuhyun, memilih mengejar Hangeng dengan langkah panjang dari kaki jenjangnya.

"Hei! Kau kenapa? Dari tadi aku terus memanggilmu? Waeyo Hangeng-ah?" tanya Kyuhyun saat dirinya sudah berada tepat didepan Hangeng untuk menghalau jalan pemuda berwajah innocent itu. Kyuhyun memegang bahu Hangeng agar pemuda itu bisa melihat air muka sahabatnya yang sekarang terlihat sedang kesal.

Hangeng membidik Kyuhyun dengan tatapan menusuk. Ia sebenarnya tidak ingin diganggu saat ini, tapi Kyuhyun terus memaksanya. "Kyuhyun-ah!" panggil Hangeng.

"Wae?"

"Wae! Kau tanya kenapa padaku! Seharusnya aku yang bertanya padamu. Kau itu kenapa Kyuhyun!" kata Hangeng dengan nada sengit. Hangeng tampaknya sudah tak tahan untuk sekedar meredam emosinya. Ia sudah terlalu kesal untuk bersikap baik kali ini, paling tidak untuk alasan yang satu ini. Hangeng tak ingin Kyuhyun menganggap ucapannya adalah hal yang sepele.

Dahi Kyuhyun mengkerut tipis. Ini kali pertamanya Hangeng bersikap seperti ini padanya, "Ada apa denganmu?" tanya Kyuhyun, bingung.

"Sigh!" Hangeng mendengus sebal, apa perlu ia mengingatkan Kyuhyun semuanya dari awal. Nampaknya tidak. Hangeng sudah pernah memberitahukan masalah ini padanya.

'Apa mungkin..?' Kyuhyun membatin. Ia tidak begitu yakin dengan alasan ini. Karena sebelumnya hal ini tidak pernah terjadi diantara mereka.

"Maksudmu ini?" Kyuhyun memperagakan 'adegan' yang sudah ia lakukan tadi saat dikelas. Pemuda berwajah stoic itu kini tengah mengemut jari telunjuknya sendiri.

Melihat sikap 'sok polos' Kyuhyun, Hangeng semakin kesal. Awalnya, Hangeng tidak pernah mau ambil pusing 'tebar pesona' yang selalu dilakukan 'kelamin berjalan' ini pada yeoja manapun, tapi tidak dengan Sungmin. Hangeng tidak akan pernah mengizinkan Kyuhyun bersikap seenaknya pada yeoja–istimewa–itu.

"Oh Ayolah! Hal seperti itu sudah wajar dilakukan! Waktu aku kecil, oemma-ku sering melakukan itu padaku. Itu hanya pertolongan pertama untuk menghentikan darahnya saja." Kyuhyun menepuk bahu Hangeng, mencoba bersikap seperti biasa. Agar sahabatnya itu berhenti 'dingin' padanya, karena masalah 'konyol' –baginya.

"Kyu! Bagimu itu biasa, tapi tidak bagi Sungmin. Aku perlu memberitahumu berapa kali untuk masalah ini hah! Kau pikir! Bagaimana tatapan mata yeoja-yeoja dikelas tadi, saat kau melakukan hal itu padanya hah!" suara Hangeng 'sedikit' meninggi, nada peringatan tegas ia ucapkan kepada Kyuhyun.

Kyuhyun kaget, ini kali pertamanya Hangeng berbicara tegas padanya. Pemuda asal China itu adalah satu-satunya sahabat yang ia punya, tak pernah sekalipun dalam masa pertemanan mereka selama ini, Hangeng, bersikap seperti ini padanya. Ini kali pertamanya.

"Aku peringatkan kau, Cho Kyuhyun! Jika terjadi sesuatu dengan Sungmin! Aku bisa pastikan, kau orang pertama yang akan mendapatkan masalah denganku!" kata Hangeng, mengancam.

Hangeng segera berlalu meninggalkan Kyuhyun yang tak mampu lagi melawan atau sekedar memberikan jawaban tentang ucapannya. Dan ini untuk pertama kalinya juga bagi Kyuhyun, pemuda berjulukan 'kelamin berjalan' itu 'kalah' dalam memberikan penjelasan. Biasanya, tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkan pemuda berparas menawan ini dalam memberikan 'argumen'-nya. Kyuhyun kehabisan kata-kata.

O

o

O*o*O*o*O

MARS

O*o*O*o*O

o

O

Yeah, lebih baik seperti ini. Kyuhyun harus bisa memberi waktu untuk Hangeng menenangkan diri. Biarlah, mungkin saat ini sahabatnya itu benar-benar butuh kesendirian. Begitu juga dengan dirinya.

Kyuhyun melangkahkan kakinya menaiki anak tangga satu per satu bagian, berusaha mencapai tingkat tertinggi digedung ini. Sesekali ia menyesap minuman kaleng yang ia bawa ditangannya saat ini. Matanya terus menatap lurus kedepan. Ada kilatan rasa bersalah yang terpancar dari kedua orbs Kyuhyun saat ini.

Kret..

Suara derit pintu loteng ccukup berbunyi nyaring dilorong yang sepi ini. Saat pintu itu terbuka, terpaan angin menyambut hangat kehadiran Kyuhyun. Semilir angin hari ini bersikap bersahaja dengan Kyuhyun, menyapa wajah stoic itu dengan hembusan dinginnya. Kyuhyun berjalan hingga berada ditembok pembatas loteng.

Kyuhyun menghirup dalam-dalam udara segar ini. Matanya terpejam rapat merasakan angin-angin yang begitu menyegarkan. Perlahan kedua kelopak mata onyx itu terbuka, Kyuhyun tersenyum hangat pada langit hari ini. Ia kembali menyesap minuman soda yang sudah tersisa sedikit lagi itu.

Tegukan terakhir membuat isi dari minuman kaleng itu habis. Kyuhyun meremas kuat botol kaleng kosong-nya. Ia berniat membuang kaleng itu kedalam keranjang sampah. Pandangannya menoleh ke samping kiri dan ke...

"Sungmin." Kyuhyun seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, kala kedua orbs-nya menemukan seseorang yang sedang menyembunyikan dirinya disudut loteng ini. Tubuh itu semakin beringsut menjauh dan tak mampu lagi bergerak, saat merasakan dinding yang tinggi menjulang menjadi batas akhir dari tubuhnya. Saat tatapan mata Kyuhyun dan dirinya saling bertemu selama beberapa detik, saat itu pula sosok itu menyembunyikan wajahnya disela lutut dan tangannya.

Keadaan wanita ini cukup membuat Kyuhyun tercengang. Bukan dalam keadaan naked, namun dalam keadaan yang tidak wajar pada saat cuaca dingin seperti ini.

Kyuhyun berjalan mendekati sosok Sungmin, ada kilatan sedih yang terpancar dari matanya saat melihat tubuh gemetaran Sungmin yang begitu ketakutan. Kyuhyun berjongkok untuk melihat sosok yang hanya menggunakan tanktop untuk penutup tubuh bagian atasnya saat ini. Ia buka jaket tebal yang ada ditubuhnya, dan ia pasangkan jaket itu pada Sungmin.

"Kenapa kau bisa seperti ini? Siapa yang melakukannya padamu? Apa semua ini karenaku?" tanya Kyuhyun, dengan nada ucapan yang terdengar sedih.

Perlahan, kepala Sungmin terangkat untuk menatap sosok Kyuhyun yang berada didepannya saat ini. Terlihat jelas tubuhnya yang gemetar hebat, tapi yeoja berambut panjang ini sama sekali tidak menangis. Ia hanya sedang menggigil kedinginan.

"Bukan. Ini bukan salah siapa-siapa. Ini salahku karena terlalu lemah tidak sanggup melawan." Jawab Sungmin, dengan nada lemah. Namun, Kyuhyun masih dapat mendengarnya dengan sangat baik.

Kyuhyun memandangi sosok yang berada dihadapannya saat ini dengan tatapan sedih dan iba. Mungkin ini yang dimaksud Hangeng tadi. Apa benar ini adalah ulah 'penggila kelamin berjalan'? Entahlah, untuk saat ini Kyuhyun tidak dapat menebak siapa pelakunya.

"Mari kuantar pulang?" ajak Kyuhyun, niatnya tulus untuk membantu Sungmin. Bahkan sangat tulus, tak pernah setulus ini sebelumnya.

Sungmin memandang Kyuhyun lekat, tak ada jawaban apapun yang keluar dari bibir 'M' mungil miliknya.

"Apa kau ingin kembali ke kelas dalam keadaan seperti ini?"

Sungmin menggeleng lemah. Yang benar saja, ia kembali ke kelas dalam keadaan seperti ini, walaupun saat ini kelas Kang songsaenim sedang berlangsung, tapi hal yang gila jika ia kembali dengan keadaan tidak wajar seperti ini.

"Kalau begitu ayo."

O

o

O

o

O

Mereka berjalan bersama menuju parking area. Sepanjang perjalanan, Sungmin terus memandang kebawah. Untungnya saat ini kelas sedang berlangsung, jadi keadaan kampus terlihat sedang lengah dan ia tidak menjadi pusat perhatian. Langkah mereka terhenti saat berada di depan sebuah sepeda motor Ducati silver yang terparkir cantik disana.

Kyuhyun segera memberikan helmet miliknya pada Sungmin. Namun, nampaknya yeoja itu sedang melamun, dengan terpaksa Kyuhyun menyenggol bahu Sungmin dengan helmet-nya.

Sungmin mengangkat wajahnya, memperhatikan Kyuhyun yang sedang menyodorkan helmet padanya. "Ayo ambil!" kata Kyuhyun.

Sungmin masih diam, ia enggan untuk mengambil benda bulat silver itu dari tangan Kyuhyun. Ada sesuatu hal yang membuatnya 'berat' untuk pulang bersama Kyuhyun.

Kyuhyun mengendus, ia tahu Sungmin pastinya sulit menerima ajakannya, mengingat wanita itu tidak ingin bersentuhan dengan namja.

"Baiklah! Aku tidak akan melakukan apapun padamu. Aku berjanji!" Kyuhyun mengangkat tangannya ke udara, seakan membuat sumpah pada Sungmin.

"…" lagi dan lagi, Sungmin hanya diam menanggapinya. Pandangannya sekali-kali beralih menatap helmet dan Kyuhyun secara bergantian.

Kesabaran Kyuhyun sedang diuji nampaknya, padahal sebelumnya ia tidak pernah diacuhkan seperti ini oleh seorang yeoja.

"Baiklah, Apa kau ingin kita kembali ke kelas? Ayo kalau begitu." Kyuhyun mulai berjalan. Naamun langkahnya tersendat, saat Sungmin menarik ujung kaosnya. Kyuhyunpun menoleh, ia menatap Sungmin yang sedang merunduk. Sorot mata Kyuhyun berubah seketika.

"Aku tidak akan memaksamu, kalau kau memang tidak ingin pulang." Kata Kyuhyun, melembut.

Perlahan, Sungmin kembali mengangkat wajahnya. Ia menatap lekat manik mata onyx milik Kyuhyun, "Kau pernah bilang, motormu akan cemburu kalau kau membawa wanita bersamamu?" tanya Sungmin, dengan nada suara pelan dan terkesan takut-takut.

Mendengar ucapan 'polos' Sungmin, kedua orbs Kyuhyun melotot sempurna. Ia tak menyangka ternyata hal 'mengganjil' yang menjadi penolakan Sungmin dari tadi adalah…

"Hahaha…" Kyuhyun tertawa nyaring, sembari memegang perutnya. Rasanya sangat lucu, Sungmin mengingat hal yang bahkan tidak serius ia ucapkan. Pernyataan itu ia lontarkan, padahal hanya sebuah penolakan dari Kyuhyun untuk yeoja-yeoja yang memaksa Kyuhyun untuk membawa mereka bersama diatas motornya.

"Kenapa tertawa?" Sungmin bingung, ia merasa tidak ada yang salah dengan pertanyaannya. Yeah, maklumi saja, Sungmin tidak memiliki selera humor.

Seketika Kyuhyun menahan tawanya melihat Sungmin dengan wajah yang tengah kebingungan. Terlihat dari alis Sungmin yang terangkat. "Heuh~ Kau ini. Aku pikir kau takut bersentuhan denganku. Tidak tahunya alasanmu karena itu. Sepertinya kali ini pengecualian untukmu."

Sungmin masih tak bergeming. Ia masih kurang yakin, takutnya Kyuhyun tidak suka dengan keberadaannya. Melihat tetap tak adanya respon dari Sungmin, Kyuhyun mulai kebingungan."Ya sudah. Terserah padamu."

Perlahan, kedua tangan Sungmin terulur, menandakan ia menerima helmet itu. Kyuhyun tersenyum hangat melihatnya, dan segera menyerahkan helmet itu pada Sungmin.

O

o

O

o

O

Kelas telah dimulai beberapa menit yang lalu. Kang songsaeng mulai mengabsen satu per satu mahasiswa-nya. Suasana kelas kali ini tidak begitu ramai. Bukan karena Sungmin pastinya. Yeah, ada atau tidak adanya yeoja pendiam itu tidak akan menambah keramaian dikelas. Tapi karena sosok 'pembuat onar' itu tak ada disini, yeah Kyuhyun, sebab tak ada dirinya kelas terasa begitu hening.

"Kim Heechul."

"ne." Heechul menyahuti dengan melayangkan tangannya ke atas.

"Lee Sungmin."

".."

"Lee Sungmin." Panggil Kang songsaeng sekali lagi, sekedar memastikan.

".."

"Lee Sungmin tidak ada?" tanya Kang songsaeng, "Tidak biasanya anak itu bolos pelajaran." Kang songsaeng menggumam pelan.

"Baik selanjutnya. Kim Taeri!"

Heechul merasa tidak peduli dengan keberadaan Sungmin. Ia melirik kedepan, ditempat dimana biasanya yeoja pendiam itu duduk. Namun disamping bangku itu juga tidak berpenghuni, yeah disanalah Kyuhyun duduk. Heechul tersenyum sinis, ia akhirnya bisa memberikan pelajaran pada yeoja itu agar tidak dekat-dekat dengan Kyuhyun.

Sayup-sayup terdengar deru suara sepeda motor yang suaranya begitu tak asing. Perlahan, suara mesin itu semakin lama semakin terdengar dekat dan kuat. Heechul sangat tidak asing dengan suara itu. Yeoja disebelah Heechul sengaja menyenggol bahu Heechul.

"Jangan-jangan.." yeoja itu belum sempat menyelasaikan ucapannya. Dengan segera, Heechul menggebrak meja, dengan aura penuh kemarahan. Heechul berdiri dari bangkunya dan segera berlari keluar kelas.

"Heechul kau mau kemana! KIM HEECHUL!"

Bahkan panggilan Kang songsaeng tidak diindahkannya. Heechul berlari sekencang-kencangnya, melewati lorong-lorong kelas dengan kaki jenjangnya. Tidak sedikitpun merasa kesulitan dengan higheels yang digunakannya.

Heechul berlari menuju balkon.. ia berdiri sampai pagar pembatas balkon, dari tempatnya berdiri ia bisa melihat lalu lalang area kampus. Dan mata bulatnya melihat sebuah motor silver yang tengah melaju kencang, dan ia sangat hafal siluet tubuh yang ada bersama sipengendara motor itu.

"SIAL!"

O

o

O*o*O*o*O

MARS

O*o*O*o*O

o

O

Pria paruh baya itu sedang berkutat dengan laporan yang ada dimejanya. Hidupnya cukup disibukkan dengan dokumen-dokumen penting itu. Pria paruh baya terlihat gagah dengan stelan jas yang ia kenakan. Namun, penuaan pada kulitnya tak bisa terhindar oleh waktu. Walau berparas tampan, namun kantung bola matanya sudah semakin tebal terhias dibawah mata indahnya itu, dan garis-garis penuaan di dahi mulai bermunculan walau berupa garis tipis semata.

"Kau sedang sibuk?" sesosok wanita cantik menyembulkan kepalanya dari balik pintu ruangannya. Wanita itu tersenyum lembut pada pria yang hanya menoleh sekilas saat menyadari keberadaan dirinya.

Wanita berparas cantik itu seketika mengerucutkan bibirnya —kesal. Ia berkacak pinggang dihadapan pria itu, namun tetap tak ada respect apapun dari pria itu untuknya.

"Hei! Bisakah kau tak mengacuhkanku!" wanita itu berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya menuju ke meja kerja pria itu. Memperlihatkan kepada pria itu, 'Aku kesal dengan sikapmu!' gerutunya dalam hati.

Pria tampan itu tetap acuh. Ia masih terlihat sibuk berkutat dengan dokumen-dokumen yang berada dihdapannya saat ini. Keberadaan wanita itu tidak terlalu dipedulikannya. Namun, ia terkejut saat senuah tangan dengan sangat lancing menarik dokumen yang berada ditangannya. Ia langsung mengangkat wajahnya, menatap wanita itu.

"Bisa kau tidak mengcuhkanku!" kata wanita itu, tepat didepan pria itu. Ia sedikit tertunduk untuk menyejajarkan wajahnya dengan pria itu.

Pria itu tersenyum menanggapi ucapan wanita yang berstatus kekasihnya itu. ejujurnya, ia cukup 'risih' dengan sikap wanita itu padanya. Sebab, ia merasa sudah tak pantas untuk brsikap manja dengan wanita yang terpaut 15 tahun dibawahnya. Usianya sudah tak layak untuk bersikap kekanak-kanakan dengan wanita itu.

"Kenapa kau tersenyum! Apa aku kelihatan seperti badut oeh?" wanita itu memanyunkan 'kembali' bibirnya, pertanda kesal dengan pria itu.

Menanggapinya, Pria tersebut menggeleng sembari terkekeh kecil.

"HYA! Cho Jong Woon! Berhenti menertawaiku!" wanita itu memasang mimic mengancam dengan memelototkan kedua matanya, yang malah menimbulkan kesan imut pada paras menawannya.

Pria bernama Jong Woon itu menahan tawanya yang ingin meledak melihat sikap wanita itu.

.

.

Chuu~

.

.

Tanpa izin, wanita itu mengecup bibir pria itu, membuktikan kekesalannya dengan sikap penuh kasih sayangnya pada pria yang ia cintai itu. "Berhenti menertawaiku! Atau kau akan kucium berulang kali!" ancam wanita itu. bahkan ancaman yang terdengar 'mesum' itu tak enggan ia ucapkan.

Pri itu terdiam seketika. Ia merasakan lagi sensasi hangat yang sejak lama hilang dalam dirinya, sebuah sentuhan wanita. Darahnya berdesir melihat wanita dihadapannya yang sedang menrik perhatiannya dengan bersikap manja dengannya. Ia menatap dalam mata indah itu.

'Apa aku layak berpaling dengan wanita lain?'Ia menggumam dalam hati. Terkadang, ia merasa teramat bersalah pada seseorang, seseorang yang telah pergi meninggalkannya. Ia merasa tak layak mendapatkan kebahagiaan ini. Ia tak pantas.

Gurat kekecewaan terlukis jelas diwajah itu. Kecupan manis tadi bukanlah menjadi sebuah keindahan untuknya. Wajah Jong Woon kembali murung, ia tertunduk sembari memejamkan matanya —menyesal.

Kecewa, itulah gambaran dari wajah cantik itu saat ini. Ia dengan mudah dapat membaca raut wajah kekasihnya itu. Matanya berbinar seakan menyesal dengan ciuman yang ia lakukan dengan pria itu.

"Mianhae." Suara yang sedari tadi terdengar 'antusias', sekarang melemah.

Mereka sama-sama terdiam dalam suasana hening. Wanita cantik itu tak berniat sama sekali mengubah suasana menjadi tak nyaman begini. Seharusnya, ia sadar dan tidak lupa diri sejak awal.

Walau ia adalah kekasih pria itu, namun sosok 'itu' asih tetap mengisi relung hati pria itu. Wanita itu terlihat menyesal, sangat menyesal. Ia memalingkan wajahnya dari Jong Woon, dan berniat keluar dari ruangan itu.

"Aku permisi dulu." Pamitnya, dan segera melangkah keluar. Namun, selangkah ia meninggalkan tempat awalnya berdiri, sebuah tangan mencekal tangannya dengan sangat kuat.

"Mianhae Wookie-ya. Cheongmal mianhae." Sesal Jong Woon, sembari menundukan kepalanya.

Senyum tipis menghiasi wajah cantik wanita itu, "Ne gwenchana Yesung-ah. Bekerjalah dengan baik. Aku kembali keruanganku dulu." Perlahan Wookie melepaskan genggaman tangan Jong Woon padanya, dan berjalan meninggalkan ruangan itu.

O

o

O*o*O*o*O

MARS

O*o*O*o*O

o

O

Tak ada kendala yang terjadi saat Kyuhyun mengantarkan Sungmin sampai dirumahnya. Kyuhyun hanya perlu menunggu yeoja itu sampai benar-benar masuk kedalam rumahnya. Ini pertama kalinya, seorang Cho Kyuhyun begitu peduli dengan seorang wanita. Peduli hingga merasa selalu khawatir dengan orang tersebut, merasa bahwa dirinya adalah orang yang bersalah karena melukai yeoja itu secara tidak langsung.

Kyuhyun memandang lantai dua rumah Sungmin. Yang ia yakini sebagai kamar gadis itu. Lampunya menyala, menandakan Sungmin berada dikamar itu. Kyuhyun terus mengawasi Sungmin dari tempatnya saat ini. Terkadang, hanya siluet tubuh yeoja itu yang terlihat dari kaca jendela, namun hal kecil itu sudah membuat Kyuhyun tersenyum melihatnya.

Ia betah berlama-lama hingga matahari telah meninggalkan tempatnya. Namun Kyuhyun masih tetap berada disana, melihat dari kejauhan sosok yeoja pendiam itu. Ia merasa khawatir yeoja itu terluka karena keberadaan dirinya.

Tiba-tiba Kyuhyun teringat dengan sesuatu yang diucapkan Hangeng padanya tadi siang.

"Aku peringatkan kau, Cho Kyuhyun! Jika terjadi sesuatu dengan Sungmin! Aku bisa pastikan, kau orang pertama yang akan mendapatkan masalah denganku!"

Kyuhyun tersenyum miris mengingatnya. Ternyata benar. Benar apa yang disampaikan Hangeng padanya. Kyuhyun menundukkan kepalanya sejenak, dan saat kepalanya terangkat kamar yang sedari tadi ia pandangi sudah gelap. Menandakan yeoja itu ingin terlelap dalam tidurnya. Lagi-lagi Kyuhyun tersenyum, hanya dengan memandangi semua itu Kyuhyun dengan mudahnya bisa tersenyum. Senyum yang tulus.

"Jaljayo Min."

O

o

O

o

O

"Kyuhyun tunggu aku!"

"…"

"Kyuhyun!" Heechul memekik sekuat-kuatnya saat Kyuhyun tetap tak menggubris dirinya.

Hei! Kyuhyun tidak tahu, Heechul sudah menunggunya dari lima jam yang lalu di depan kontrakan 'kumuh'-nya.

"Berhenti berteriak Kim Heechul!" bentak Kyuhyun. Ia memutar tubuhnya, saat berada di anak tangga, memandang tajam kearah Heechul yang sangat mengganggu baginya.

Heechul menapaki anak tangga dengan langkah yang terkesan kesal. Ia berjalan mendekati sosok Kyuhyun yang terus menatapnya dengan raut wajah marah.

"Apa maumu hah?" Kyuhyun memperlihatkan ketidak sukaannya dengan kehadiran Heechul. Ia membentak yeoja itu saat Heechul sudah berada dihadapannya.

"Aku yang bertanya apa maumu! Apa maksud dan tujuanmu dekat dengan yeoja 'patung' itu!" Ketus Heechul.

Dahi Kyuhyun mengkerut tipis, "Jadi kau yang melakukannya! Kau yang membuat di—"

"Ne! Aku yang melakukannya! Kau dengar aku yang melakukannya! AKU YANG MELAKUKANNYA!" bentak Heechul, geram.

Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat, Ia benar-benar sudah tidak tahan dengan jawaban Heechul.

"Kenapa kau melakukan itu? Kau gila Kim Heechul!" sinis Kyuhyun.

"Ne aku gila! Bahkan aku bisa lebih gila daripada ini. Gila karena kau terlalu perhatian dengannya!"

"Mwo?" mata Kyuhyun melotot sempurna.

"Kau jahat Kyu! Kau jahat! Kau tidak mengizinkan aku untuk naik motormu walau aku mengemis dan memohon padamu, tapi dia! Yeoja patung itu! dengan mudahnya kau mengajaknya bersamamu!"

"Sigh! Apa kau gila Heechul, menjadikan alasan itu untuk melukainya!"

Heechul mendengus marah, "Alasan kau bilang! Alasan ? Kau tahu alasanku membuatnya seperti itu. Itu karena kau! Karena tatapan matamu dan sikapmu yang terlalu baik padanya."

"Kau benar-benar tidak waras!"

"Ne! Aku memang tidak waras. Dan aku bisa lebih tidak waras lagi, jika dia masih berani mendekatimu. Aku tak akan segan-segan membunuhnya! Arraseo!" ancam Heechul dengan nada tegas dan seketika pergi meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun tercengang, ia tak tahu mau berbicara apa lagi. Bukan melihat amukan Heechul yang membuatnya takut, namun kata-kata Heechul yang mengatakan secara tidak langsung bahwa ia menyukai Sungmin.

"Sigh! Dasar yeoja gila!" ucap Kyuhyun pada sosok Heechul yang sudah menjauh darinya.

O

o

O

o

O

Kedua mata foxy Sungmin sedari tadi tak ingin terpejam. Sungmin terus-menerus memperhatikan jaket yang tergantung cantik di depan pintu almari-nya. Jaket yang sudah memberikannya kehangatan pada tubuhnya. Jaket itu bahkan lebih hangat dibandingkan baju-baju tebal yang selalu ia gunakan selama ini. Sungmin benar-benar suka dengan jaket itu.

Walau tak ada cahaya diruangannya, namun baginya jaket itu benar-benar seperti 'malaikay' baginya.

"Gomawo." Sungmin menggumam pelan. Berharap sesosok pria disana bisa mendngar ucapannya.

O

o

O*o*O*o*O

MARS

O*o*O*o*O

o

O

Sungmin sama sekali tak menyangka ia akan berada disini, dipertemukan ditempat seperti ini. Sungmin hanya diam merunduk, tak berani sedikitpun menatap wajah siapapun disana.

Nampaknya ia sudah terlihat jengah, menunggu dan terus menunggu kedua insan dihadapannya untuk berbicara. Sudah lebih dari satu jama ia menunggu untuk kedua orang itu untuk berbicara, tapi tak ada teegur sapa maupun apapun yang terjadi.

Namja itu menyenggol bahu temannya. Seketika namja itupun menoleh, dan langsung mendapatkan isyarat oleh 'ia' agar memulai pembicaraannya.

"Ehem…, Kau suka eskrim?" tanya namja itu dengan suara lemah lembut.

Sungmin sekedar mengangguk –tidak lebih. Dan.., suasana kembali hening. Namja itu akhirnya mau tak mauharus memulai pembicaraan.

"baiklah. Sungmin apa kau tahu Hangeng menyukaimu sejak dulu, Apa kau mau berkencan dengannya?" tanya-nya to the point.

"Kyuhyun-ah." Hangeng terlihat malu, wajahnya memerah saat Kyuhyun dengan sangat blak-blakan menceritakan perasaannya.

"Sudahlah aku hanya menjelaskan saja." Kata Kyuhyun, enteng.

"tapi bukan berarti kau—"

"Baiklah aku akan mencobanya."

Seketika semua terdiam mendengar Sungmin berbicara tiba-tiba.

"Aku akan berkencan dengan Hangeng."

O

o

O*o*O*o*O

TBC

O*o*O*o*O

o

O

Annyeong yeorobun

^ ,^)/

Mianhae baru bisa lanjut nich FF, dan maaf kali ini aku g bisa. Balas reviewnya.

.

.

Review Please

|(^O^)/