Hiiiii~ Minna-san…..
Chapter 2 Update nich, maap ya lama menunggu (Emangnye ada yang nunggu?) *plak
Udah ah, langsung aja…
Disclaimer : Masih tetep punya om Masashi Kishimoto. (Masashi-san: Sejak kapan gue jadi om lo?)
*KURAKE IN LOVE*
#Chapter 2#
^ Haaaah~? ^
Created By: Beby-chan.
Genre: Romance/Drama/Humor(maybe)
Rate: T
Language: Indonesian
Warning: AU, OOC, gaje, aneh dan lain-lain.
Don't Like, Don't Read..!
… Sasuke hanya menatap kaku pada sosok tersebut, dan mulut nya sedikit nge-Open. Hanya ada satu kata dalam batin Sasuke saat ini…
"Cantik."
"Selamat malam," sapa Sakura pada orang-orang itu.
"Selamat malam." jawab orang-orang itu berbarengan seperti paduan suara.
"Ayo kemari Sakura." Tsunade memanggil anak gadisnya itu.
Sakura pun mendekat menghampiri mereka semua, lalu ia melihat sosok seseorang yang ia kenal. "Bibi Mikoto?" Sakura menyapa dengan ragu-ragu.
"Sakura kau masih ingat sama bibi? Wah senangnya." Mikoto mulai lebay dengan wajah berbinarnya.
'Ya iya lah, kan baru minggu kemaren kita ketemu kalee~' Inner Sakura sweatdroop.
"Hehehe… Iya," Sakura hanya tertawa pasrah yang benar-benar bertolak belakang dengan Inner nya.
"Oh ia, kenalkan ini suami dan anak bibi."
"Apa kabar?" Sakura membungkuk untuk memberi salam.
Apa mereka bedua menjawab 'baik'? Tidak! Salah besar! Fugaku hanya menjawab "Hm." sedangkan Sasuke hanya memberi pandangan datar 'menurut mu bagaimana?'
'Hah… jawabannya datar banget sih, apa lagi anaknya bibi Mikoto, ga ada ekspresi nya! Sebutin nama kek, atau basa-basi apa kek biar kesan pertama tuh enak, huuuh." Sakura ngedumel dalam hati.
"Permisi,maaf mengganggu. Tapi makan malam sudah siap." suara Kurenai menginterupsi ruangan itu.
"Yosh! Baiklah semuanya ayo kita makan. Ugh..!" Jiraiya memulai aktivitas keributannya lagi, dan di hadiahi sikut tajam Tsunade di pinggang nya.
'Memalukan.' Sakura meratapi nasib punya Ayah yang aneh seperti itu dalam hati.
.
.
.
.
.
Dan mereka pun memasuki suatu ruangan bercat putih yang cukup besar, dengan meja makan berbentuk persegi yang terbuat dari batu Marmer bewarna putih kehijauan dengan delapan kursi terpajang manis di tengah-tengah ruangan tersebut. Pemandangan taman belakang yang begitu cantik dengan sorotan lampu-lampu taman terlihat dari jendela lebar di ruangan tersebut.
Lalu mereka pun duduk di kursi makan dengan posisi, Jiraiya duduk di kursi yang menghadap ke seluruh meja makan atau bisa di sebut tempat memimpin orang-orang yang ada dimeja tersebut. Lalu Fugaku di sisi lainnya (tepatnya di seberangnya Jiraiya). Di sisi lain Tsunade berhadapan dengan Mikoto dan tentu saja sisanya Sasuke berhadapan dengan Sakura.
And look, in Sakura face ada semburat garis berwarna pink yang senada dengan rambut nya. Kenapa? Tentu karena ada pemuda tampan dengan mata onyx tajam yang bisa membuat semua para gadis bahkan coklat pun jadi meleleh (?) duduk tepat di depannya.
Di meja makan tersebut telah terhidang beberapa macam makanan, di mulai dari Steak dengan potongan-potongan buncis, kentang dan wortel rebus di sisinya, tumisan sayur-sayuran yang terlihat segar, Lobster panggang dengan bumbu cabai, dan tidak lupa juga cocktail dan es krim vanilla sebagai penutupnya.
Saat mereka sedang makan, Jiraiya, Tsunade, Fugaku dan Mikoto tidak sengaja melihat Sasuke sedang curi-curi pandang melirik Sakura, tanpa sepengetahuan sakura tentunya. Begitu pula dengan Sakura, sehingga Jiraiya memulai pembicaraan.
"Jadi Sasuke, apa kesibukanmu saat ini?"
'Jadi namanya Sasuke. Nama yang aneh sama seperti orangnya, tapi tentu saja wajahnya tidak aneh. Dia cukup tampan, ralat harus di tambah kata 'sangat' sebelum kata 'tampan'". Sakura ngebatin.
"Apa yang kau pikirkan Sakura! Mau dikemanakan pacarmu hah?" Inner Sakura mulai bangkit lagi.
'Be…benar juga hahahaha….' Nich anak kepribadiannya ada berapa sih?
"Aku hanya membantu pekerjaan ayah dan Kak Itachi saja di kantor." Sasuke menjawab datar.
"Dia dan Itachi adalah yang terbaik di Uchiha Corp." Fugaku menjelaskan (Baca: Membanggakan anaknya).
"Benarkah? Hebat sekali, hahaha…" Jiraiya mulai Tertawa.
"Bagaimana denganmu Sakura? apa kau masih kuliah atau bekerja di Haruno Style?" Mikoto bertanya.
"Tidak, aku bekeja di Rumah Sakit Konoha," jawab gadis pink itu kalem.
"Apa kau seorang Dokter?" timpal Fugaku. Sasuke hanya sibuk mendengarkan percakapan-percakapan formal itu tanpa niat ikut ambil bagian.
"Begitulah," Sakura menjawab malu-malu.
"Pada bagian apa?" tanya Fugaku kembali.
"Aku specialis bedah."
"Wah itu hebat sekali," Mikoto berkata dengan tampang Innocent yang penuh kagum.
'Reaksinya berlebihan." kata Inner Sakura dan Sasuke serempak.
(Du ileh… Prikitiw, innernya aja udah serempak gitu khukhukhu…)
Makan malam pun terus berlanjut, dengan kejadian-kejadian konyol dari para kolot tersebut. Mungkin bisa dibilang hanya Sasuke dan Sakura saja yang normal diantara mereka ber-enam.
Setelah selesai makan malam, mereka semua kembali ke ruang keluarga. Mereka masih terus mengobrol tentang perusahaan masing-masing, Dan sampailah pada pokok pembicaraan yang paling penting.
"Jadi Sakura, sebenarnya ada hal penting yang ingin kami sampaikan padamu." Jiraiya berkata dengan serius.
"Eh? Ada apa?" jawab Sakura gugup, karena jarang-jarang ayahnya itu menampakkan wajah serius.
"Sejujurnya, tujuan kami sebenanya adalah ingin menjodohkanmu dengan Sasuke." Tsunade mengtakannya dengan santai.
"Hah~?" Sakura benar-benar shock mendengar hal itu, ini terlalu tiba-tiba baginya. Dia mengedarkan pandangannya pada orang-orang di sana dan berakhir pada Sasuke, sedangkan Sasuke hanya memalingkan wajahnya karena dia juga kesal mendengar kalimat itu terulang lagi ditelinganya.
"Ta… ta.. tapi kenapa mendadak begini?" jawab gadis terbata-bata.
"Tidak mendadak kan Sakura, dari pada kami beritahu saat pesta pertunanganmu nanti kan tidak lucu, ia kan?" jawab Tsunade.
"…" Sakura hanya duduk diam dengan kepala tertunduk lemas.
"Tenang saja, pestanya tidak akan berlangsung dekat kok, kalian bisa menyesuaikan dan meng-akrabkan diri kalian dulu selama beberapa bulan. Khukhukhu…" Mikoto berkata tanpa beban sedikit pun sambil tertawa.
"Hehehe, tidak apa-apa kan Sakura?" Jiraiya bertanya pada anak sematawayangnya itu.
"…" Sakura menjawab dengan anggukan kepala yang sangat pelan.
"Baiklah kalau begitu, ini sudah sangat malam, sebaiknya kami pamit dulu." kata Fugaku yang melihat jam sudah menunjukkan pukul Sembilan malam.
"Ah benar, tidak terasa yah khukhukhu…" jawab istri Fugaku itu.
"Ayo kami antar sampai depan." Tsunade menawarkan.
Fugaku dan Sasuke sudah berada di dalam mobil Jaguar hitamnya, dan Jiraiya berdiri di samping mobil tersebut, sedangkan Mikoto masih saja betah berdiri di depan pintu rumah sambil menggosip ala para Okasan pada umumnya, yang menurut Sakura sangat membosankan.
"Sampai jumpa lagi yah Sakura, muach-muach." kata Mikoto yang akhirnya selesai menggosip karena dipanggil oleh fugaku sambil mencium kanan-kiri pipi gadis Emerald itu.
"Ia, bibi juga hati-hati di jalan yah." Kata Sakura yang diakhiri dengan senyum manisnya.
Tanpa sengaja senyum itu terlihat oleh Sasuke, seketika itu juga wajahnya langsung memanas bagai di bakar (?).
Lalu keluarga Uchiha pun kembali ke kediaman mereka.
Setelah itu Sakura hanya termenung di atas kasur kamarnya, bingung memikirkan apa yang harus dia katakana pada kekasihnya tentang hal yang baru saja terjadi. pada tangannya ia menggenggam sebuah gantungan kunci kecil bebentuk boneka jamur yang sangat imut pemberian seorang anak laki-laki misterius saat ia masih kecil.
FLASHBACK….
Sakura sedang berjalan sendiri disalah satu taman di kota Konoha, saat itu usianya masih 5 tahun, tentu dengan pengawasan dari kakak sepupunya.
"Sakura-chan aku tinggal dulu yah, nanti aku kemari lagi. Jangan main terlalu jauh oke?." kata kakak sepupu Sakura itu.
"Ia, Sakura tidak akan main jauh-jauh." jawab Sakura cilik.
Saat Sakura sedang menuju ke bak pasir, ia melihat seorang anak laki-laki yang seumuran dengannya sedang bermain di bak pasir tersebut. Anak laki-laki yang memakai kaos hitam dan celana putih sebatas lutut, dengan rambut di tutupi topi yang kebesaran. Lalu Sakura pun menghampiri nya.
"Hai… Kau sedang apa?" tanya Sakura cilik.
"Kau lihat aku sedang apa?" tanya anak laki-laki tesebut.
'Galak sekali…' batin gadis itu, "emm… kau sedang main pasir." jawab Sakura.
"Kalau tau kenapa bertanya?" tanya anak itu menatap Sakura keheranan.
"Itu kan salam perkenalan, lagi pula aku hanya memastikan."
"Benarkah itu salam perkenalan? Aku baru mendengarnya, itu unik sekali." jawab anak laki-laki itu antusias dengan polosnya.
"Ia, itu benar. Boleh aku ikut main?" tanya Sakura.
"Hn, tentu."
Lalu mereka bermain bersama, bertengkar kecil dan tertawa dengan riang. Sampai tidak rerasa hari mulai sore lalu ada seorang anak laki-laki sekitar bermur 12 tahun datang, sepertinya itu kakak dari anak laki-laki yang sedang bermain dengan Sakura.
"Anak ayam! ayo, waktunya berangkat." teriak anak berumur 12 tahun itu.
"Ia." jawab anak yang di panggil anak ayam itu.
"Aku pergi dulu ya. Selamat tinggal." lanjutnya lagi.
"Apa kau besok mau main lagi ke sini?" tanya sakura.
"Tidak."
"Kenapa?"
"Aku akan pergi ketempat yang jauh."
"Apa kita akan bertemu lagi?"
Anak laki-laki itu tidak menjawab, tapi ia merogoh kanutng celananya dan mengeluarkan sepasang gantungan kunci kecil berbentuk boneka jamur yang sangat imut. Jamur yang kepalanya berwarna merah dan memakai sepatu juga celana merah, dengan sepasang mata berbentuk titik dan mulut tersenyum dengan garis yang panjang. Sangat manis.
Anak itu memberikan satu gantungan kunci itu pada Sakura dan berkata "Kita pasti akan bertemu lagi, aku janji. Simpan ini baik-baik agar kita bisa saling mengenal nanti." Sakura cilik mengangguk paham
Dan anak itu pun berlari meninggalkan Sakura menuju orang yang memanggilnya tadi. Sakura masih memandangi gantungan itu dan tanpa ia sadar anak itu telah pergi lalu datanglah kakak sepupunnya.
"Sakura chan, ayo, waktunya pulang. Sudah sangat sore."
END FLASHBACK…
"Sudah delapan belas tahun yang lalu, apa mungkin aku akan bertemu lagi dengannya? Aku bahkan tidak tahu namanya, Haaah…" Sakura malah jadi uring – uringan sendiri.
Drrrttt drrrttt…
Tiba-tiba I-Phone milik Sakura bergetar, tanda sms masuk. Ia segera menyambar hp nya dan membaca sms itu.
Ino Pig
Time/date: 09.48 PM/ xx/xx/xxxx
+ 0857160xxxx
"Forhead besok kita kumpul di tempat biasa jam ,3 jangan terlambat yah. Jaaa! "
Setelah membaca sms dari Ino yang merupakan sahabatnya dari kecil, ia langsung membalasnya dengan 'Ok', lalu menyimpan kembali gantungan kunci berbentuk jamur tadi dan menarik selimut untuk tidur.
'Selamat malam Sakura.' Ia menggumam, sebelum masuk kealam mimpi yang indah.
.
.
.
.
To be continued….
Wahahahahahahha…. Akhirnya beres juga.
Gimana kali ini? Apakah menggantung?
Ada yang udah tau siapa yang ngasih gantungan itu ke Sakura cilik? Hehehehe pasti tau lahh *plak
Akhir kata kritik dan saran selalu diterima dengan lapang dada.
Para Senpai, kritik dan saran anda sangat membantu dan benar-benar berharga bagi saya. Makasih yah.
REVIEW REVIEW REVIEW REVIEW REVIEW REVIEW REVIEW ….
SasuSaku : Maksa banget sich…
Beby-chan : Hehehehe
