Halooo~…. Aku balik lagi, maaf yah updatenya telat banget. Abisnya tugasku banyak banget walaupun liburan tetep aja tugas numpuk (curhat mode: ON) hehehehe…
Okz, mendingan kita lanjutin aja ceritanya.
Disclaimer : Masih tetep punya akang Masashi Kishimoto, pelit banget, minta aja ga boleh *di timpukin piring cantik sama Kishi-san*.
*KURAKE IN LOVE*
#Chapter 4#
^ Dia Kembali ^
Created By: Beby-chan.
Genre: Romance/Drama/ Humor (maybe)
Rate: T
Language: Indonesian
Warning: AU, OOC, gaje, aneh dan lain-lain.
Don't Like, Don't Read..!
Itachi sedang berada disebuah café yang berada disalah satu sudut jalan kota Konoha. Dia sedang duduk dimeja bundar bersama beberapa orang yang mengenakan jaket hitam dengan motif awan merah termasuk dirinya sendiri. Mereka terlihat tertawa karena ada yang bertingkah konyol, lalu sejurus kemudian mereka terlihat serius dan tertawa lagi dan begitu seterusnya, sepertinya mereka sedang membicarakan hal yang serius (mungkin).
"Oh jadi dia pulang besok ya?" tanya Itachi pada teman-temannya.
"Iya~." jawab seorang yang sifatnya seperti anak kecil dengan topeng lollypop diwajahnya.
"Ok! Semuanya siap? Rencana besok tidak boleh gagal yah!" tutur seseorang yang memiliki banyak tindikan di wajahnya. Ia memberi komando pada teman-temannya yang terdiri dari delapan orang itu. Sepertinya ia adalah leader di situ.
"YOSH!" jawab yang lainnya kompak.
"Baiklah, kita pulang sekarang, kita harus mempersiapkan bahan untuk besok. Jaa~minna..!" kata satu-satunya seorang gadis di sana.
Dan mereka semuapun membubarkan diri dari café itu.
~Kurake In Love~
Saat ini Sakura sedang duduk disofa coklat keemasan pada ruang tengah keluarga Uchiha yang bergaya Eropa itu sendiran, matanya tertuju pada tv flat berukuran 70 inch yang sedang menayangkan drama Korea yang dilihat Mikoto tadi, tapi pandangannya kosong karena di dalam hatinya ia berfikir mati-matian kenapa orang tuanya jadi ekstra perhatian seperti itu? padahal mereka biasanya meninggalkkan Sakura sendiri di rumah tanpa menitipkannya di rumah teman mereka. Setidaknya kenapa tidak di rumah tantenya saja? malah di rumah keluarga Uchiha yang baru saja ia kenal. Pasti ada motif, pikirnya.
FLASHBACK…..
"Oh iya, tadi orang tuamu menelfon Bibi, katanya mereka mendadak harus keluar kota, jadi mereka menitipkanmu di sini. Katanya mereka takut meninggalkanmu sendirian di rumah." jelas Mikoto sambil mengajak Sakura untuk duduk.
"Hah?" Sakura kaget. 'Ada apa dengan mereka?' Batinnya.
"Tapi aku kan tidak membawa baju ganti dan keperluan yang lainnya." Sakura menjawab ragu ragu, ia berusaha mencari alasan agar tidak harus menginap di sana.
"Hmm, kalau itu tidak perlu cemas, tadi seseorang yang namanya Shizune datang untuk membawakannya." jawab Mikoto santai.
"Oh~ be... begitu. Maaf yah aku jadi merepotkan bibi Mikoto." Sakura menjadi lemas seketika.
'Awas kau yah, Kak Shizune.' geram inner Sakura.
"Ah~tidak, tidak merepotkan kok, malah Bibi sangat senang Sakura-chan akan menginap di sini, khkhukhu… bibi tinggal sebentar ya? Mau memeriksa ruang makannya dulu."
"Iya." Sakura menatap kepergian Miloto. (emangnya mati?)
END FLASHBACK…
"Haaah…" Sakura menghela nafas panjang untuk melepas rasa stress-nya.
"Kenapa?" sebuah suara dingin yang sudah tidak asing lagi terdengar tepat di samping belakang Sakura, membuatnya tersentak sehingga ia hampir melompat dari tempatnya duduk.
"Sa… Sasuke! " Sakura langsung berdiri dari duduknya dan melihat Sasuke yang sudah berdiri di sebelah sofa yang ia duduki.
"Kenapa kaget begitu?" Sasuke heran dan mengangkat sebelah alisnya, "ibuku bilang apa?" lanjutnya.
"Eh? itu, katanya orang tuaku menelfon ibumu, mereka menitipkanku di sini, karena mendadak pergi keluar kota sore tadi." Sakura menjelaskan.
"Oh." jawab Sasuke singkat, padat dan jelas. (padahal seneng tuh ^^)
"Wah Sasu-chan kau sudah pulang ya? kakak sudah rindu sekali padamu~" tiba-tiba saja kakak Sasuke yang tidak lain dan tidak bukan adalah Itachi datang dengan nada yang di-imutkan dan bersiap memeluk Sasuke dari belakang, akan tetapi niatnya itu harus kandas ditengah jalan karena melihat ada seorang gadis berambut merah muda dengan paras yang cantik berdiri di sebelah adiknya. Sakura.
"Eh, ada tamu ya? hehehe…" cengir Itachi malu.
'Hampir saja.' gumam Sasuke karena dia selamat dari pelukan mematikan Itachi.
"Oh, Sakura sudah datang, sudah dari tadi?" tanya Fugaku yang ada di belakang Itachi.
"Tidak kok paman, baru saja." jawabnya dengan sopan.
"Apa dia Haruno Sakura?" Itachi berbisik pada Sasuke.
"Hn."
"Hm, kalau begitu paman tinggal dulu ya?" tanya Fugaku yang dijawab dengan anggukan kecil dari Sakura.
"Kau tidak mau mengenalkan aku pada nya Sasu-chan?"
'Haaah, merepotkan saja.' batin Sasuke.
Sasuke menghela nafas bosan. "Hey Sakura, dia kakak ku, dia ingin berkenalan denganmu." Sasuke memperkenalkan Itachi pada Sakura yang menurut Author sama sekali tidak bisa disebut mengenalkan tapi memberitahukan keinginan seseorang.
'Dasar adik baka!' batin Itachi sambil memberikan deathglare pada adiknya.
"Uchiha Itachi, salam kenal." sapa Itachi sambil mengulurkan tangan ke Sakura dengan wajah yang dibuat se-cool mungkin. (baca: tebar pesona) –ditimpuk Hp sama Itachi-
"Salam kenal Kak Itachi." Sakura membalas uluran tangan Itachi dengan senyum yang sangat manis.
'Sepertinya aku kenal, tapi di mana ya?' Inner Sakura mulai berfikir lagi.
"Sakura akan menginap di sini Ita-chan." kata Mikoto yang ternyata sudah kembali.
"Oh begitu, selamat datang di Keluarga Uchiha~" kata Itachi dengan ceria.
Sasuke menampilkan tampang BT nya. 'Benar-benar memalukan' batinnya kesal.
"Sudah-sudah, ayo kita makan malam semuanya. Bibi sudah membuatkan spaghetty special untukmu Sakura-chan, Kau suka spaghetty 'kan?" tanya Mikoto sambil mengajak Sakura keruang makan keluarga Uchiha.
"Hehe… iya aku suka, terimakasih bibi." jawab gadis itu yang memang menyukai spaghetti.
~Kurake In Love~
"Hm, sebenarnya ada apa antara Sakura dan Sasuke ya? benar–benar mencurigakan." Ino memulai topic gossip terbaru.
"Ia benar, sangat mencurigakan!" Temari menyetujui perkataan Ino sambil mengangguk-anggukan kepalanya dengan pose ala detektif.
"Mu… mungkin mereka ha… hanya ada urusan keluarga saja." Hinata mencoba membela Sakura.
"Hinata benar," kata Tenten, "jangan berfikir yang aneh aneh deh," lanjutnya lagi.
"Ah! Kau ini payah Tenten, kau tidak pernah bersemangat kalau kita sedang menggosip." jelas Ino.
"Itu kerena aku bukan orang yang mendapat gelar Ratu dan Putri gossip seperti kalian berdua." jawab Tenten santai.
"Terima kasih Pujiannya~" jawab Ino dan senang.
"Dia malah merasa sedang dipuji," gumam Hinata.
"Shuu~tt! Kalian ribut sekali, tapi aku penasaran ada hubungan apa diantara keluarga mereka?" Temari melanjutkan dengan pose yang masih seperti detektif.
"Iya-iya aku sependapat dengan mu Tema!" seru Ino.
"Bukankah tadi Sakura sudah bilang kalau keluarga mereka sudah akrab sejak lama?" Tenten mengingatkan, "kalau mau menggossip itu seharusnya cari pertanyaan yang belum ada jawabannya!" lanjut gadis bercepol itu mulai gemas pada kedua temannya.
"Ah~ Tenten kau itu benar benar tidak berbakat masalah gossip." jawab Temari.
"Ah~ sudahlah ayo Hinata kita buat makan malam saja untuk para pria pemalas itu, percuma mendengarkan mereka berdua." ucap Tenten malas-malasan sambil menarik Hinata agar tidak tertular kedua temannya itu. Memang mereka dijuluki sebagai Ratu dan Putri gossip, tapi apa yang mereka bicarakan itu selalu saja tidak masuk akal, karena mereka selalu mempertanyakan hal yang sudah jelas jawabannya. Bukankah gossip itu selalu mempertanyakan hal yang tidak jelas jawabannya?
"I… iya." jawab Hinata.
"Ah~mereka itu, masa teman sendiri dijadikan bahan gossip juga?" kata Kiba pada Gaara, Rocklee, Neji, Naruto, Shikamaru dan Sai di tempat yang agak jauh dari Ratu dan Putri gossip itu dengan berbisik tentunya.
"Tapi aku juga curiga," Naruto mulai berfikir keras.
"Maksudmu?" tanya Gaara dan diikuti tatapan penasaran dari Kiba. Lha yang ini malah kelompok gossip anak laki-laki.
"Yah… Mungkin ada sesuatu yang ditutupi." Naruto berasumsi.
"Hua~, kalau itu benar aku tidak rela Sakura-chan direbut oleh Sasuke~" Lee menangis histeris.
"Guk!" Akamaru ikut nimbrung.
"Sudahlah Lee, Sakura-chan saja sama sekali tidak tertarik pada mu." Sai mencoba menenangkan Lee, tapi malah membuatnya semakin histeris.
"Berisik sekali, benar-benar tidak berguna." gumam Shikamaru, lalu melanjutkan kembali aktifitas tidurnya.
"Haah, dasar!" Neji menggumam sambil menjauhi kawannya yang berisik.
~Kurake In Love~
"Bagaimana Sakura-chan, makan malamnya enak'kan?" tanya Mikoto antusias.
"Enak sekali, Terimakasih banyak." jawab gadis pink itu dengan senyum yang masih setia menghiasi wajahnya.
"Sasu-chan antar Sakura ke kamarnya ya." perintah Mikoto.
"Hn."
"Semoga kau suka tinggal di sini yah." sahut Fugaku dengan wibawa.
"Tidur nyenyak yah Sakura-chan, hati-hati terhadap Sasuke ya, dia sedikit ganas. Hehehe…" kata Itachi yang di hadiahi tatapan mematikan dari adiknya.
"Hehe…" tawa Sakura. 'Maksudnya?' lanjut Sakura dalam batinnya.
"Selamat malam, Sakura-chan." lanjut Mikoto.
"Selamat malam semuanya." jawab Sakura.
"Ayo." kata Sasuke saraya menuju arah tangga.
~Kurake In Love~
Sakura menaiki anak tangga yang dihiasi karpet merah tebal itu satu persatu, setelah sampai pada anak tangga yang terakhir terlihat sebuah ruangan besar berbentuk persegi dengan dua guci berukuran raksasa di antara Tv flat 42''yang berada di atas buffet dan di bawahnya berisi DVD dan perlengkapan elektronik lainnya termasuk mesin game. Permadani coklat yang lebar dikelilingi oleh sofa berlapis kain bluedrue berada di tengah ruangan itu yang menghadap kearah Tv dan di atas permadani itu terdapat beberapa bantal berwarna merah besar yang empuk dan terlihat nyaman. Ruang rekreasi tempat Sasuke dan Itachi bersantai.
Di dinding sebelah kiri terdapat lemari buffet yang di atasnya terdapat foto-foto keluarga Uchiha dan juga vas bunga yang diisi dengan bunga mawar yang masih terlihat segar.
Dan dibalik pemandangan itu terdapat kaca yang sangat besar yang di tutupi tirai tipis berwarna putih dengan fungsi sebagai pintu menuju balkon yang diisi kursi dan meja yang berhandle besi dengan pemandangan taman belakang rumah itu.
Sakura meneruskan perjalanannya mengikuti Sasuke, mereka melewati ruangan tersebut kemudian menuju tempat kamar-kamar yang berderet dalam ruangan seperti lorong yang biasa kita lihat di Hotel-hotel. Dengan meja bertahtakan vas bunga dan pajangan lain setiap melewati 2 pintu kamar.
"Ini kamar mu, barang-barang mu sudah di dalam. Kalau ada perlu, tanya saja pada pelayan yang ada." jelas Sasuke setelah sampai pada sebuah pintu kamar.
"Baik, Terimakasih yah."
"Hn."
"Selamat tidur, Sasuke." lanjut Sakura.
"Hn, selamat tidur." gumam Sasuke pelan.
Sakura pun masuk kedalam kamar yang ditunjukan Sasuke. Kamar tamu yang sungguh mewah pikir Sakura, karena dikamar itu terdapat Home Theater dengan Tv yang sangat besar, 'Untuk apa kamar tamu ada Home Theater?' pikirnya. Di atas tempat tidur berukuran King-Size itu terdapat tas putih besar milik sakura yang berisi baju-baju miliknya, juga tas pink kecil yang berisi peralaan mandi sakura, lalu Sakura mengambil tas pink kecil itu dan memutuskan mandi untuk melepas lelah.
~Kurake In Love~
"Ah segarnya setelah mandi, Kak Shizune membawakan Laptopku tidak ya? itukan penting sekali." Sakura membuka isi tas putih yang ada di atas tempat tidur tadi. Mencari laptopnya yang berisi laporan-laporan kesehatan pasiennya.
"Ah! ada, syukurlah." Sakura memeluk Laptop Apple berwarna putih kesayangannya itu.
"Apa lagi ya? Hm… baju, make-up, semuanya ada." Sakura masih melihat isi tasnya.
"Sepertinya ada yang kurang, tapi apa? Sudahlah aku mau menghubungi Kak Shizune saja." Sakura menaruh tasnya dalam lemari besar berwarna coklat, lalu menyambar ponselnya.
"Lowbat? Ini dia yang kurang! Charger ponselku tidak dibawa!" Sakura berteriak frustasi.
"Oh iya, kalau tidak salah ponsel Sasuke sama denganku kan? Aku pinjam saja, hehe…" tiba-tiba ide muncul di pikirannya, "kau memang pintar Sakura," lanjutnya lagi.
Sakura keluar dan menutup pintu kamarnya pelan-pelan. "Eh, kamarnya yang mana yah?" Sakura menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika melihat beberapa pintu diruangan yang seperti lorong itu.
Lalu ada seorang pelayan yang kebetulan lewat dan Sakura pun memanggilnya, mengingat Sasuke pernah bilang 'Kalau perlu sesuatu tanyakan saja pada pelayan.'
"Selamat malam Nona, kanapa belum tidur? Ini sudah malam." sapa sang pelayan ramah.
"Malam, maaf, ano… aku mau tanya kamar Sasuke yang mana yah?" tanya Sakura dengan senyum kikuknya.
"Yang itu Nona." jawab sang pelayan sambil menunjuk kamar yang tepat di sebelah kamar Sakura.
"Terimakasih." dan dijawab anggukan oleh sang pelayan, dan pelayan itu pun pergi entah kemana.
TOK...TOK…TOK…
Sakura mengetuk pintu kamar Sasuke.
"Sasuke? Kau di dalam?" Sakura memanggil Sasuke dengan suara yang sangat kecil.
"Langsung masuk saja, kalau suaramu kecil begitu dia tidak akan dengar." seseorang mengagetkan Sakura dari belakang.
"Kak Itachi?"
"Hei, jangan kaget begitu, santai saja ok?"
"Eh, iya maaf."
"Hehe… tidak apa-apa. Sudah masuk saja."
"A… aku tidak berani hehe…" Sakura mengusap tengkuknya gugup.
"Ayo kutemani," Itachi langsung membuka pintu kamar Sasuke tanpa permisi sambil menggandeng tangan Sakura. Mereka berdua memasuki kamar Sasuke yang dominan dengan warna hitam putih itu. Sungguh kamar yang sangat rapih bagi seorang anak laki-laki. 'Kamarku saja tidak serapih ini' batin sakura.
"Sepertinya dia sedang mandi." gumam Itachi.
TOK...TOK…TOK…
"Hoi! Sasuke!" Itachi menggedor-gedor kamar mandi Sasuke.
"Apa sih? Berisik!" teriak Sasuke dibalik pintu kamar mandi.
'Apa mereka selalu seperti ini?' batin Sakura heran.
"Ada Sakura-chan nich." Itachi melirik Sakura yang ada di sebelahnya.
"Mau apa?"
"Tanya saja sendiri baka! Memangnya aku pengantar pesan. Cepat keluar!"
"Ia… ia tunggu sebentar!"
KLEK
Beberapa detik kemudian pintu kamar mandi terbuka, manampilkan sosok Sasuke yang memakai celana jens panjang dan masih bertelanjang dada, rambut emo-nya yang basah menteskan titik titik air ke dadanya yang bidang juga perutnya yang Six Pact, dan tentu saja itu membuat Sakura blushing berat.
"Ada apa?" tanya Sasuke datar kearah Sakura, sementara Itachi hanya memandang mereka berdua bergantian. Nonton dorama siaran langsung ya pak? –ditimpuk casing Hp sama Itachi-
Menyadari kalau wajahnya sudah memerah, spontan Sakura langsung menutup rapat kedua matanya sekuat mungkin hingga kedua alisnya bertautan, dengan kepala yang sedikit ditundukkan dan menjulurkan kedua tangannya seperti meminta sesuatu pada Sasuke, setelah sebelumnya beberapa detik terpanah oleh pesona Sasuke.
"Hemph…hihiii…" Itachi berusaha menahan tawanya melihat ekspresi kaget dan gugup Sakura, sedangkan Sasuke mengangkat sebelah alisnya heran.
"Ma… maaf aku mau pinjam charger ponselmu." jawab Sakura gugup.
"Ha?" Sasuke terpaku sebentar, kemudian berjalan menuju meja kecil di samping tempat tidur King-size nya untuk menggambil charger ponselnya lalu diberikan pada Sakura.
"Ini," Sasuke meletakkan charger itu di tangan Sakura yang masih terulur sejak tadi.
"Termakasih." Sakura langsung berbalik lalu membuka matanya dan secepat kilat keluar dari kamar Sasuke menuju kamarnya.
"Hn?" Sasuke melihat kearah Itachi dengan pandangan 'ada-apa-dengan-orang itu?'
"Hahaha~, kau tidak lihat penampilanmu?" tanya Itachi.
"Memangnya penampilanku kenapa?" tanyanya makin bingung.
"Kau tidak memakai baju di depan seorang gadis baka! Aku berani bertaruh ini pasti yang pertama kali baginya, haha… wajahnya lucu sekali tadi hahaha…" jelas Itachi di sela tawanya.
"Jangan banyak tertawa dasar rubah jelek, keluar dari kamarku!" teriak Sasuke kesal.
"Hahaha jangan marah begitu Sasu-chan. hahaha~"
"KELUAR…!" Sasuke mendorong Itachi keluar, lalu membanting pintu kamarnya.
"Huh, dasar tidak punya selera humor hahaha…" Itachi pun masuk ke dalam kamarnya yang berada di depan kamar Sasuke sambil terus tertawa.
"Bikin kesal saja." keluh Sasuke lalu kembali lagi ke kamar mandi.
~Kurake In Love~
"Hei! Kalian masih betah ya di sini?" teriak Tenten frustasi, tapi tidak di pedulikan oleh teman-temanya.
"Neji Bantu aku dong," rajuknya pada sang kekasih.
"Kau saja tidak didengar, apa lagi aku?"
"Kau kan laki-laki, pasti didengar."
"Hei Tenten coba dengar, Gaara bilang si Naruto masih suka mengompol sampai kelas 5 SD!" seru Rocklee yang tiba-tiba muncul di depan Neji dan Tenten.
"Hahahahaha..." Neji dan Tenten pun tertawa lepas mendengarnya.
"Hei! Itu tidak benar, sama sekali tidak benar!" Naruto membela dirinya tapi tidak ditanggapi oleh yang lain. "Akh terserah." lanjut Naruto dengan wajah manyun. Hinata yang duduk di sampingnya hanya terkekeh melihatnya.
Kiba memanggil Neji dan Tenten. "Hei kalian berdua, ayo kemari. Kami sedang berdiskusi nih."
"Eh? Sedang mendiskusikan apa?" tanya Tenten sambil mendekat dan duduk diantara teman temannya yang lain dan Neji duduk di sampingnya.
"Kami ingin minta pendapat kalian tentang hubungan Sasuke dan Sakura." terang Gaara.
"Kalian masih saja membicarakan itu? sudahku bilangkan! Aku tidak mau membicarakan temanku sendiri!" tegas Tenten dengan tegas.
"Dan kau Kiba, tadi kau protes karena Ino dan Temari membicarakan Sakura, tapi kenapa jadi kau yang paling bersemangat?" tanya Neji heran.
"Hehee, habisnya lama-lama jadi menarik juga." Kiba tersenyum innocent.
"Shuuuuuuuutt, jangan keras-keras nanti Iguana peliharaanku takut," tutur Lee tiba-tiba.
"Memangnya kau bawa Iguanamu Lee?" tanya Temari. Sesaat perhatian mereka semua tertuju pada percakapan baru itu.
"Iya,"
"Ma… mana?" tanya Hinata panik. Pasalnya Iguana peliharaan Lee itu sangat besar dan galak pada orang lain.
"Entahlah, tadi sore dia menghilang dan belum ketemu sampai sekarang." jawab Lee dengan tenang.
KYAAAA~
Hinata dan Ino menjerit histeris sambil berpelukan karena mereka takut pada Iguana.
"IGUANA KU SAYANG AKHIRNYA KETEMU JUGA~" Lee berteriak gaje dengan beground matahari terbenam saat melihat hewan peliharaannya itu di dekat pintu dapur. Lee menggendongnya dan memamerkannya pada Hinata. "Lihat Hinata, dia manis'kan?"
GUBRAK!
Dan Hinata pun pingsan seketika, sedangkan Ino langsung melompat ke sisi Sai.
"Hinata ayo banguun…" Naruto mengguncang-guncangkan tubuh Hinata.
"Sudahlah lupakan mereka, Neji bagaimana menurutmu?" tanya kiba.
"No coment." Neji menjawab singkat, padat dan tidak jelas.
"Kalau kau Shikamaru?" tanya Kiba lagi.
"Haah, kalau kalian begitu penasaran kenapa tidak tanyakan langsung saja pada Sakura dan tanyakan semua yang ada di pikiran kalian." ucap Shikamaru wibawa sambil menguap dan menggumam 'menyusahkan saja' karena acara tidurnya di ganggu dengan diskusi yang sama sekali tidak jelas.
"Ide yang bagus!" kata Sai.
"Kenapa tidak terpikir dari tadi?" timpal Gaara.
Tanpa disuruh lagi, Ino langsung mengutak-atik Ponselnya untuk menelfon Sakura.
Tuuuuut…. Tuuuuuut
Tuuuuut…. Tuuuuuut
Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif silahkan hubungi beberapa saat lagi.
"Tidak aktif." Ino memberi tahukan pada teman-temannya.
Drrrtt drrrt…
Tiba tiba Ponsel Ino bergetar menandakan panggilan masuk.
"Halo?" jawab Ino.
"Halo, apa benar ini Yamanaka Ino?" tanya orang di seberang sana dengan nada khawatir.
"Iya benar, ini siapa?"
"Aku Sasori." jawab orang yang bernama Sasori.
"Sa… Sasori? Ada apa?" tanya Ino kaget. Pasalnya setahu Ino orang itu sedang berada di luar negri sejak dua tahun yang lalu.
"Iya, maaf mengganggu, aku mau tanya. Dari tadi aku berusaha menghubungi Sakura tapi nomernya tidak aktif, apa dia baik-baik saja? Apa dia bersamamu?" tanya Sasori cemas.
"Dia tidak ada di sini, aku juga sedang menghubunginya tapi tidak diangkat, tapi dia baik-baik saja kok. Mungkin dia sudah tidur." jawab Ino.
"Begitu yah, syukurlah. Terimakasih Ino" jawab Sasori lega.
"Sama-sama,"
Tuuuuuut…tuuuuuut…
"Dari siapa Ino?" tanya Gaara.
"Sasori-san." jawab Ino.
"Apa? Sasori?" tanya yang lainnya.
"Apa dia sudah kembali ke jepang?" tanya Kiba.
Ino menggelengkan kepalanya "Entahlah, aku lupa tanya hehehhe…"
"Tapi Sakura pasti senang." ucap Tenten riang dan dijawab anggukan oleh Temari.
"Ngomong-ngomong kapan kalian mau pulang?" tanya Tenten sambil memberikan deathglarenya, dan yang lainnya pun bergidik ngeri.
~Kurake In Love~
Sakura yang berada dikamar sedang merebahkan diri di atas tempat tidur sambil membayangkan kejadian tadi.
"Memalukan sekali aku ini, Haaah~" Sakura meratapi dirinya sendiri karena kejadian di kamar Sasuke tadi, lalu wajahnyapun kembali memerah.
"Apa yang akan mereka pikirkan tentang aku nantinya?" lanjutnya lagi sambil mendekap wajahnya dengan bantal. Lalu Sakura duduk di atas tempat tidur, mengambil ponselnya yang sedang di charge dan menekan tombol on-nya.
Sakura terus menatap layar ponselnya selama beberapa menit yang menampilkan foto seseorang berwajah baby face berambut merah dan mata coklat tua sambil tersenyum kecil.
"Kapan kau pulang Sasori?" gumamnya lirih.
~Kurake In Love~
Sasuke yang telah selesai mandi langsung merebahkan diri di pinggir tempat tidurnya. Ia meraba lemari kecil yang berada di samping tempat tidurnya, lalu membuka lacinya untuk mengambil sebuah benda kecil seperti… gantungan kunci?
Walaupun saat itu kamarnya gelap dan hanya di terangi oleh sinar rembulan, ia masih bisa melihat dengan jelas benda apa yang ada di tangannya. Ya, ia sedang menggenggam sebuah gantungan jamur kecil yang sangat lucu. Apa Sasuke suka benda-benda yang lucu? Tidak, sama sekali tidak, ia menyimpan benda itu karena benda itu adalah saksi pertemuannya dengan seorang gadis cilik yang telah menjadi cinta pertamanya.
"Apa akan bertemu lagi? Seperti apa dia sekarang?" gumam Sasuke pelan.
.
.
.
.
.
TO BE CONTIUED….
Hahaha, leganya bisa menyelesaikan Chapter 4, suka gak?
Jujur, aku bener-bener gak PD buat apdet chapter ini, kayaknya ceritanya tambah aneh ya? gimana menurut kalian?
Makasih yang udah ngeripiu dan juga udah menyempatkan diri baca fic ini, aku seneng banget. Apa lagi ada yang nge Fav, hehehe
Sekali lagi arigatou… m(_ _)m
apakah masih ada ksalahan Typo? Kalo iya gomen yah, padahal ini udah aku sunting berkali-kali hehe..
Okz, mari kita balas ripiu:
Sakura Haruno 1995: Wah, maksih yah.. jadi terharu nih (?) hehe ripiu lagi yah, maaf apdetnya telat banget, *pundung*.
Nakamura Kumiko: Salam kenal juga~, apa? Konflik? Ada dong, tapi di chappy ini belum ada, mungkin chappy depan atau depannya lagi atau depannya lagi *plak. Di tunggu yah. n makasih 2 jempol tangannya. n_n
Michishige Asuka: Nih dah apdet, mup ya lama… hehe
Green YupiCandy Chan: ia dong, hehe.. nih dah apdet, suka ga chappy ini?
Hello: Wah, heboh sekali dikau hehehe…Nih udah apdet, masih suka ceritanya?
Amethyst is Aphrodite: halu juga… dari chappy ini udah bisa nebak belum pacar Sakura siapa? Hehe
Ichigo Cha-chan: ga papa kok, hehe makasih.. kliatan ga tadi Akatsukinya? wah ternyata ada yang senasib dengan ku, ternyata aku enggak sendiri khukhukhu *di timpuk pake mouse sama ichigo karena ngetawain*
Ripiu lagi yah *muncul lagi dengan kepala benjol*
Haruchi Nigiyama: Lam kenal juga, Ini Haruchi yang di fb kan? Aku jg ska bagian yang itu hehe.. maaf ya apdetnya telat.. ripiu lagi?
Aira Akachi: gpp kok, makasih yah.. and jangan lupa ripiu lagi… *di lempar panci balik* hehe
Dhitta: makasih yah, ia Sasuke-kun keren hehe… wah kamu suka Neji? ripiu lagi yah.
saku_forever: Suka ga chappy ini? Ripiu yah. hehe
serious black: hayo… hm bener gak yah? Kalo tadi udah baca pasti tau jawabannya, hehe
Ritsukika Sakuishi: makasih banyak yah… maaf baru apdet… ripiu lagi yah..
V-lexas: nih dah apdet, ripiu lagi yah…
Kalo ada pertanyaan tanyakan saja tak perlu ragu.. nanti tersesat di jalan loh (?)
Ayo… adakah yang mau ripiu lagi?
Mari kita klik yang Ijo di bawah ini ….
