Angel's World: The Truth
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
The Truth © Joselice
Warning : AU, Fantasy, judul ga nyambung, maybe typo(s), OOC, dll. DLDR!
CHAPTER 1 : Coincidence
"Ehm?" Sakura membuka mata, mendapati tempatnya berada sekarang. Ia baru sadar, ia telah ada di dunia manusia. Ia terkantuk-kantuk bangkit dan berjalan menuju pintu, dan dengan suksesnya menubruk sang pintu yang tetap berdiri gagah. Sakura bersungut-sungut dan melanjutkan langkahnya ke kamar mandi.
Setelah membersihkan diri di bawah guyuran shower, Sakura keluar dari kamar mandi berbalutkan handuk putih yang hanya menutupi bagian dada sampai setengah lutut.
Bersamaan dengan itu , seorang lelaki berambut biru dongker keluar dari kamar tamu, hendak menuju kamar mandi. Emerald dan onyx beradu, tiga detik kemudian...
"PERVERT!" Sakura berlari ke kamarnya dan membanting pintu. Sasuke yang baru saja melihat "pemandangan indah hanya bisa mangap.
Setelah terburu-buru berganti baju dengan t-shirt hitam dan celana pendek putih, ia keluar dengan tujuan menyemprot sang-pervert-yang-melihat-hampir-keseluruhan-tubuhnya.
"He-" Baru saja sakura mau menyembur, tapi di ruang tamu sudah tidak ada siapa-siapa. Sang tamu sudah tidak ada di sana. Sakura membuka pintu depan dan menemukan Neji sedang menutup pintu depan, nampaknya ia baru saja mengantar Sasuke ke pintu depan.
"Neji, mana Hinata?" tanya Sakura.
"Pergi, katanya ada keperluan sebentar." Neji mengambil permen dari sebuah stoples kaca dan memakannya dengan cuek. "Memang kenapa?"
"Tidak apa-apa, thanks." Mana mungkin Sakura mengatakannya pada Neji! Aib! Sakura berjalan kembali ke kamarnya, wajahnya memerah mengingat peristiwa tadi. Sakura mulai menggerutu, siapa sih cowok berambut pantat ayam itu? Sakura tidak akan membiarkannya hidup jika mereka bertemu lagi!
~Angel's World:1~
"Sasuke itu cowok paling populer di sekolahku... seangkatan dengan Neji-niichan," jelas Hinata dengan wajah bersemu merah.
"Cowok itu kurang ajar sekali sih," gerutu Sakura. Wajahnya berubah merah ketika mengingat saat Sasuke melihat tubuhnya yang hanya berbalut handuk. Sakura langsung memulai perang batin dengan innernya, yang membuatnya kecapekan sendiri.
"Ya udah deh, nanti kapan-kapan ajak Sasuke ke sini. Aku ingin mengomelinya!" kata Sakura sambil beranjak pergi. Hinata hanya mengiringi kepergian Sakura dengan matanya. Hinata? Mengajak Sasuke kemari? Hinata sukses blushing dan pingsan.
~Angel's World:1~
"Sakura, bisa tolong belikan gula? Tidak jauh, di minimarket dekat sini," teriak Hinata dari dapur.
"Sip!" balas Sakura kencang. Ia sendiri tidak melepas bandonya yang memperlihatkan keningnya yang lebar, dan rambutnya sedikit basah. Dengan balutan t-shirt dan celana pendek, ia berjalan menuju minimarket.
Baru saja ia menginjakkan kakinya di minimarket, ia melihat rambut model pantat ayam di balik sebuah rak. Ia langsung melihat sang pemilik yang sedang memilih minuman isotonik.
"Heh, kunyuk-temennya-Neji!" Sakura sudah mau menyembur, tapi Sasuke malah memasang tampang stoic-nya dan menaruh minuman isotonik itu di atas meja kasir. Sakura yang kesal mengambil spidol yang terletak di bagian peralatan tulis dan mencoret leher Sasuke.
Sasuke langsung menoleh ketika ia merasakan sesuatu di lehernya. Di belakangnya Sakura dengan cuek menaruh kembali sang spidol dan mencari kantung gula. Sasuke menggenggam lengan Sakura keras, membuat Sakura mengaduh.
"Eh, cowok menyebalkan, belum puas ya lo melihat..." Sakura menghentikan ucapannya, wajahnya bersemu merah.
"Tubuhmu?" kata Sasuke enteng. Sakura yang malunya sudah mencapai kadar maksimum langsung mendaratkan tonjokan supernya ke pipi Sasuke, membuat Sasuke terjengkang sampai menabrak rak majalah.
"Woi!" Sasuke berteriak kesal. Mbak-mbak penjaga kasir malah terlongo melihatnya.
"Mau apa kau, rambut pantat ayam?" kata Sakura kesal. JLEB.
"Siapa yang kau katakan pantat ayam, hah?" Sasuke beranjak berdiri dan mengenggam kedua lengan Sakura, membuat si gadis rambut pink tidak bisa bergerak.
"Mau aku teriak?" Sakura mengancam dengan wajah merah. Jelas, posisi Sakura dan Sasuke benar-benar seperti pasangan sedang kencan meskipun Sasuke mengunci tangannya.
"Cih, dasar Jidat." Sasuke melepaskan tangan Sakura dan berlalu pergi.
"Jidat apaan?" Sakura berteriak sambil melemparkan sesuatu ke kepala Sasuke. Penghapus. Sasuke terus berjalan dengan kesal, memangnya tidak sakit dilempari.
Sasuke merutuk-rutuk dalam hati. Memang Sakura menyebalkan, tapi kenapa ia bisa sebegitu kasar dengan cewek itu. Padahal prinsipnya adalah tidak memukul wanita. Tapi ia kagum kenapa gadis seimut dia ( wait, Sasuke baru mengatakan 'imut'? Sepertinya ia gegar otak karena menghantam rak majalah itu ditambah sebuah 'bonus' penghapus) bisa memiliki tenaga seperti kingkong.
Ketika onyx milik Sasuke bertatapan dengan emerald milik Sakura yang masih menatapnya sebal, ada sebuah getaran di hati keduanya.
Mungkinkah ini...? Sasuke dan Sakura sama-sama bersemu merah, dan Sakura berusaha menutupinya dengan melepas bandonya. Sasuke tambah memerah, pipinya sudah seperti buah tomat kesukaannya. Sasuke berjalan pergi sambil menutupi wajahnya, masih mengingat wajah Sakura yang terlihat sangat manis dengan poni yang diturunkan.
Dasar, duo-yang-tidak-suka-jujur-tentang-isi-hati. ( Author dilempar penghapus+rak majalah+rak payung+atm )
To be continued
Review?
