Angel's World: The Truth
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
The Truth © Joselice
Warning : AU, Fantasy, judul ga nyambung, maybe typo(s), OOC, dll. DLDR!
CHAPTER 2 : Her Boyfriend Showed Up
Sakura berjalan pulang, dan menemukan orang yang paling ia tidak ingin temui saat ini.
"Naruto, apa yang kau mau?" kata Sakura dingin.
"Sakura, aku bilang maaf, oke?" Naruto mulai merayu Sakura, teknik yang sudah sering dilakukannya pada Sakura. Basi! Batin Sakura.
"Aku tidak mau memaafkanmu." Sakura berkata enteng. Memang hanya dia yang bisa mempermainkan perasaan lawan jenis?
"Ayolah, Sakura. I miss you a lot," rayu Naruto makin gombal. Sakura semakin jijik kepada orang yang telah lama ia pacari ini. Ia heran kenapa ia bisa berpacaran dengan orang macam Naruto.
"I don't miss you." Sakura berusaha menerobos Naruto yang menghalangi pintu depan rumah Hinata.
"Pergi, dan jangan pernah datang lagi!" ancam Sakura kesal.
"Aku tidak akan melepaskanmu, Sakura..." Naruto berusaha memeluk Sakura, yang berbuah tamparan di pipi Naruto.
"Sakura! Kau harus ikut bersamaku!" Naruto menarik Sakura keras, membuat Sakura terseret.
"Well, sangat buruk mengajak wanita yang tidak ingin bersamamu. Itu melanggar moral, kau tahu?" sebuah suara datar yang khas. Sakura menoleh, dan menemukan lelaki berambut pantat ayam itu. Sasuke.
"Sasuke?" Sakura berusaha memberi tanda pada Sasuke untuk pergi. Bisa runyam jika Naruto dan Sasuke bertengkar.
"Well, siapa kau?" tanya Sasuke ringan.
"Kekasihnya," kata Naruto dengan nada menantang. Sasuke hanya memasang wajah stoic-nya yang membuat Naruto, yang memang bertemperamen tinggi itu, naik darah.
"Jawab!" bentak Naruto kesal.
"Well, kau tak menanyakan apapun. Haruskah aku menjawab?" kata Sasuke ringan.
"Kalau begitu, keep your hands off!" Naruto menarik Sakura. Sasuke juga menggenggam tangan Sakura erat.
"Kata-kata itu kukembalikan padamu." Sasuke menghampiri Sakura dan memeluknya. "Sakura, bagaimana jika kau yang mengatakannya sendiri?"
Sakura terbengong. Maksudnya?
"Bilang kalau kau tidak lagi menyayanginya, dan sudah memiliki penggantinya," ujar Sasuke enteng.
"Hey!" Baru saja Naruto mau mengatakan identitas Sakura yang sebenarnya, tapi terlanjur disela Sakura.
"Aku tidak ada hubungan apapun denganmu, Sasuke. Juga kau, Naruto. Mulai hari ini, kita PUTUS!" Sakura langsung berbalik, masuk ke dalam rumah Hinata, meninggalkan Sasuke dan Naruto yang terlongo di depan.
"Cih!" Naruto berbalik, pergi entah kemana. Sasuke sendiri masuk ke dalam kediaman Hyuuga, mencari Sakura.
"Sakura..." Sasuke mengetuk pintu kamar Sakura.
"Pergi... Sasuke," kata Sakura lemah dari balik pintu. Tanpa berniat membukakan pintu untuk Sasuke.
"Kenapa?" tanya Sasuke. Masa Sakura mengusirnya?
"Pergi!" jerit Sakura histeris. Sasuke terdiam, lalu beranjak pergi.
Inikah rasanya tidak diinginkan?
~Angel's World:2~
"Sasuke..."
"Sasuke..."
"Sasuke!" BUK! Sasuke penyet. Err... maksudnya ditiban Chouji.
"Apa maumu?" Sasuke menendang tubuh Chouji jauh-jauh.
"Kenapa bengong, Sasuke?" Giliran Neji yang berbicara. Sahabat-sahabatnya memang paling peka soal urusan seperti ini.
"Aku sedang bingung... dan penasaran. Tapi juga sakit... yah begitulah." Sasuke sendiri bingung, apa yang sekarang dia rasakan? Campur aduk. Ia tidak tahu harus senang atau sedih.
"SASUKE GALAU!" Kiba menepuk bahu Sasuke keras-keras, yang langsung disahuti 'mendokusei' oleh Shikamaru.
"Karena siapa?" tanya Neji langsung. Sasuke menghela nafas.
"Sakura." Neji keselek.
"Siapa?" katanya memastikan.
"Sakura, bodoh. Harus kuulangi berapa kali?" kata Sasuke kesal.
Neji tidak bisa berkata-kata. Ia tahu bahwa Sakura bukanlah manusia. Tapi... Neji tak mungkin memberitahukannya pada Sasuke!
"Lebih baik kau jangan dekati dia, Sasuke..." ujar Neji cemas.
"Memang kenapa, krauk krauk krauk..." Chouji menyahut sambil memakan potato chips.
"Kok sepertinya kau cemas sekali, Neji? Kau menyukai si Sakura itu?" tanya Kiba iseng. Neji menggeleng kuat-kuat.
"Aku tidak menyukainya, tapi aku merasakan sesuatu yang aneh tentang dirinya," jelas Neji gelagapan. Bingung mau bilang apa lagi.
"Aku tahu," jawab Sasuke pendek. "Tapi itulah yang membuatku penasaran."
Neji menepuk dahi. Sepertinya bakal jadi runyam nih!
To be continued...
Review?
