Angel's World: The Truth

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

The Truth © Joselice

Warning : AU, Fantasy, judul ga nyambung, maybe typo(s), OOC, dll. DLDR!

CHAPTER 3: Feelings

"Sasuke..."

"Sasuke..."

"Sasuke!" BUK! Sasuke penyet. Err... maksudnya ditiban Chouji.

"Apa maumu?" Sasuke menendang tubuh Chouji jauh-jauh.

"Kenapa bengong, Sasuke?" Giliran Neji yang berbicara. Sahabat-sahabatnya memang paling peka soal urusan seperti ini.

"Aku sedang bingung... dan penasaran. Tapi juga sakit... yah begitulah." Sasuke sendiri bingung, apa yang sekarang dia rasakan? Campur aduk. Ia tidak tahu harus senang atau sedih.

"SASUKE GALAU!" Kiba menepuk bahu Sasuke keras-keras, yang langsung disahuti 'mendokusei' oleh Shikamaru.

"Karena siapa?" tanya Neji langsung. Sasuke menghela nafas.

"Sakura." Neji keselek.

"Siapa?" katanya memastikan.

"Sakura, bodoh. Harus kuulangi berapa kali?" kata Sasuke kesal.

Neji tidak bisa berkata-kata. Ia tahu bahwa Sakura bukanlah manusia. Tapi... Neji tak mungkin memberitahukannya pada Sasuke!

"Lebih baik kau jangan dekati dia, Sasuke..." ujar Neji cemas.

"Memang kenapa, krauk krauk krauk..." Chouji menyahut sambil memakan potato chips.

"Kok sepertinya kau cemas sekali, Neji? Kau menyukai si Sakura itu?" tanya Kiba iseng. Neji menggeleng kuat-kuat.

"Aku tidak menyukainya, tapi aku merasakan sesuatu yang aneh tentang dirinya," jelas Neji gelagapan. Bingung mau bilang apa lagi.

"Aku tahu," jawab Sasuke pendek. "Tapi itulah yang membuatku penasaran."

Neji menepuk dahi. Sepertinya bakal jadi runyam nih!

~Angel's World:3~

"Sakura, apa yang terjadi?" tanya Hinata dengan suara lembut.

"Entahlah." Sakura sedang malas berbicara apapun saat ini.

"Kon'nichiwa, Hinata!" suara cempreng khas cewek terdengar dari luar. Hinata segera beranjak untuk membukakan pintu.

"Ino-chan... harimashou1." Hinata mempersilakannya masuk. Ia hendak memperkenalkannya pada Sakura, paling tidak agar Sakura tidak menjadi sependiam ini.

"Moshi-moshi, Haruno!" Ino menyembulkan kepalanya di sela pintu. "Boleh aku masuk?"

"Silakan," jawab Sakura. Tatapannya langsung beralih ke Hinata yang menunduk.

"Ada apa?" tanya Sakura langsung.

"Salam kenal, Haruno. Boleh kupanggil Sakura saja? Aku ingin jadi temanmu, namaku Yamanaka Ino, tapi kau bisa memanggilku Ino!" cewek blonde yang berkuncir satu itu tersenyum manis. Rambutnya menutupi sebelah matanya.

"Salam kenal, Yamanaka-san." Jawab Sakura kaku.

"Jangan kaku begitu!" Ino menepuk pundak Sakura. "Panggil saja Ino. Aku juga memanggilmu Sakura!"

"Ya, terserah kau saja." Sakura tersenyum. Aura ceria Ino sedikit banyak menulari dirinya. Tanpa butuh banyak waktu, mereka sudah larut dalam obrolan seru.

~Angel's World:3~

"Sakura ada?" Tanpa sapaan. Tanpa basa-basi. Hinata sudah cukup familiar dengan ketidaksopanan(?) Sasuke.

"Ada..." Hinata menunduk dengan wajah merah. Ia mengantar Sasuke ke kamar Sakura, yang disambut dengan tatapan dingin dari Sakura.

"Aa, Hinata, bisa tinggalkan kami berdua?" kata Sasuke canggung.

"Ha-hai2..." Hinata pergi dari kamar Sakura diliputi rasa penasaran.

"Sakura, gomenasai3..." Wajah Sasuke memerah. Mengucap maaf adalah saran dari Shikamaru, yang cukup terbilang masuk akal meskipun mengorbankan gengsi yang disandang Sasuke dari dulu.

"Untuk?"

"Errr... mengaku-aku sebagai... you know what i mean." Sasuke memalingkan wajahnya yang mulai memerah. Kulit putihnya membuat semburat merah itu semakin jelas.

"Yeah." Sedetik setelah Sakura mengatakan itu, terdengar suara cempreng Ino dari luar. Sakura beranjak, permisi dari hadapan Sasuke untuk membukakan pintu.

"Kon'nichiwa, Sakura." Ino langsung nyelonong masuk setelah dibukakan pintu, menuju kamar Sakura.

"Eh, ada orang?" Ino kaget. Itu kan Sasuke?

"Yamanaka." Sasuke menatapnya aneh.

"Eehhh.. Ice Prince dengan Sakuraaa?" teriak Ino. Sakura membekap mulut gadis blonde itu dengan wajah merah.

"Dia hanya teman Neji-san," bisik Sakura. Ino hanya mengangguk-angguk dengan mulut terbekap.

"Phwahh!" Ino menghembuskan nafas panjang setelah mulutnya terbebas dari bekapan Sakura. Seperti biasa, Ino langsung menyambar salah satu buku koleksi Hinata yang ada di kamar Sakura. Dalam sekejap Ino, Sakura dan Sasuke ( sebenarnya Sasuke hanya sesekali menjawab ketika ditanya ) larut dalam pembicaraan, menghilangkan kecanggungan di antara mereka.

Catatan :

1) Harimashou : Silakan masuk

2) Hai : Ya

To be continued

Review?