Angel's World: The Truth

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

The Truth © Joselice

Warning : AU, Fantasy, judul ga nyambung, maybe typo(s), OOC, dll. DLDR!

CHAPTER 4 : Confession

"Sakura..." frekuensi kedatangan Sasuke ke kediaman Hyuuga semakin sering, membuat Sakura sedikit canggung. Kenapa Sasuke suka datang ke kamarnya?

"Sasuke, kenapa kau selalu datang ke kamarku? Apa kau tidak salah kamar?" tanya Sakura. Sasuke kan teman Neji, tapi ia lebih sering menghabiskan waktu di kamar Sakura.

"Dasar bodoh, aku memang mencarimu, Jidat." Sasuke berusaha menyembunyikan rasa malunya. Tapi kata 'jidat' di akhir kalimat sepertinya memancing sesuatu yang tidak baik...

"JIDAT KATAMU?" Sasuke kembali terpental ke rak. Poor Sasuke.

"Kau mau membuatku gegar otak?" dengus Sasuke.

"Salah sendiri." Sakura membuang muka.

"Tentu saja karena aku mencintaimu, bodoh." Wajah Sasuke memerah. Sakura membeku.

"A...pa?" Sakura membelalak.

"Aku duluan." Sasuke beranjak pergi, meninggalkan Sakura dalam keterkejutan.

"Tunggu!" Sakura menggenggam tangan Sasuke.

"Maaf, tapi..." masih terbayang wajah Hinata yang memerah ketika bertemu Sasuke.

"Aku tidak bisa..." mengkhianati sahabatku, tambah Sakura dalam hati. Sasuke membeku.

"Daijoubu1." Sasuke melepaskan genggaman Sakura dan pergi. Seketika, rasa bersalah menyelimuti Sakura. Tapi ini yang terbaik, kan?

~Angel's World:4~

Sakura sedang berjalan-jalan di taman ketika peristiwa itu terjadi. Taman itu dekat dengan jalan raya, dan hari sudah mulai gelap. Tapi mata emeraldnya yang tajam menangkap siluet seseorang di ujung jalan. Sasuke.

Matanya membulat ketika sebuah mobil perak membelok dengan ugal-ugalan dari gang sebelah. Cowok berambut pantat ayam itu sedang mendengarkan iPod, membuatnya tidak dapat mendengar suara decitan belokan mobil perak itu.

Tidak ada waktu. Kalaupun Sakura berlari ke arahnya, ia tidak akan selamat.

Kecuali...

Benak Sakura berkecamuk. Haruskah ia menyelamatkan Sasuke dengan cara itu?

Tak ada waktu lagi.

Sakura mengembangkan sayapnya, membuat Sasuke terbelalak. Sakura mendorong Sasuke, dan mobil perak itu menabraknya.

Sayapnya patah. Ya, sayap malaikat memang seharusnya tidak mudah patah, apalagi hanya karena benturan sekecil itu. Tapi tepatnya...

Karena identitasnya telah terbongkar.

Mata Sasuke membulat, dan matanya mengatup. Tangan Sakura memancarkan cahaya hijau, mengambil memori tentang identitas Sakura yang sebenarnya.

Tapi resikonya... Sakura tahu.

Ia takkan bisa bergabung dengan keluarganya lagi di Angel's World.

Sakura tahu... air mata mengalir dari mata emeraldnya. Ia akan meninggalkan Karin selamanya.

Tapi kenapa dia mau melindungi Sasuke?

Mengorbankan segalanya?

Mungkinkah... dia mulai mencintai Sasuke?

~Angel's World:4~

"Patah hati, bro?" Kiba menepuk-nepuk pundak Sasuke. Sasuke yang kehilangan ingatannya malam itu, masih terfokus dengan penolakan Sakura.

"Ya, Sakura menolakku." Sasuke menunduk.

"C'mon, makan saja. Nanti juga nggak galau..." timpal Chouji.

"Cewek memang mendokusei," sela Shikamaru.

"Well, thanks for your support." Sasuke menyandarkan tubuhnya di dinding, memandang langit.

"Cari cewek baru aja," saran Neji. Cewek baru?

Sasuke mulai memikirkan saran Neji. Siapa ya yang bisa mengalihkan perhatiannya dari Sakura?

Cewek yang nggak kecentilan, tapi juga bukan yang membosankan.

Yamanaka Ino.

~Angel's World:4~

"Yamanaka?" Sasuke menemui Ino di sebuah taman. Cewek blonde itu memasang tampang cemberut.

"Udah lewat setengah jam!" gerutu Ino. Sasuke hanya tersenyum tipis.

"Jadi apa keperluanmu?" lugas. Tegas. Cewek ini memang beda. Tapi bisakah dia menggantikan Sakura?

"Aku... hanya mau mengutarakan perasaanku." Ino membelalak mendengar kata-kata Sasuke. "I love you."

"A-apa?" Mata Ino membulat.

"Aku menunggu jawabanmu." Sasuke berbalik pergi. Ino tercengang. Ini tidak bisa dibiarkan. Sakura kan menyukai Sasuke! Terlihat dari pandangan lembut Sakura yang biasanya rada jutek, dan tatapan Sakura yang beda ketika melihat Sasuke. Ino memutar otak. Ino harus bisa menyatukan Sasuke dengan Sakura!

~Angel's World:4~

"Sakura!" Hinata datang dengan tergopoh-gopoh. Rambut indigonya terlempar kesana kemari, keringat mulai turun dari pelipisnya.

"Kenapa, Hinata?" tanya Sakura tanpa mengalihkan pandangan dari bukunya.

"Sasuke nembak Ino..." kata-kata Hinata mengalihkan perhatian Sakura. Sasuke?

To be Continued

Review?