Angel's World: The Truth

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

The Truth © Joselice

Warning : AU, Fantasy, judul ga nyambung, maybe typo(s), OOC, dll. DLDR!

CHAPTER 7: Meet Him

"25 hari lagi..." Sakura menghela nafas. Rasanya tiga puluh hari telah berubah menjadi setahun. Terasa begitu lama... apalagi jika harus menyaksikan kemesraan Ino dan Sasuke.

"Sakura..." sebuah suara lembut menyapa telinga Sakura. Gadis berambut pink itu menoleh, menatap mata lavender Hinata dengan emerald yang menjadi biji matanya.

"Ada apa, Hinata?" Sakura tersenyum lembut. Hinata masuk ke dalam kamar Sakura, menempatkan dirinya di sebelah Sakura.

"Sakura, tidakkah kau merasa perlu untuk mendengarkan penjelasan dari Ino dan Sasuke?" Topik ini kembali muncul ke permukaan. Pertanyaan sensitif itu membuat rahang Sakura mengeras.

"Apa perlunya?" Sakura membuang muka dan berpura-pura sibuk mengelap gelangnya. Mata Sakura menatap gelang itu sayu, mengingat bahwa sebentar lagi ia akan kembali ke Angel's World, meninggalkan semuanya. Termasuk Sasuke. Sakura tidak bisa berbohong, ia memang masih mengharapkan Sasuke. Tapi...

Sakura tidak cukup berani untuk mengambil resiko sakit hati yang lebih lagi. Kini saja ia sudah benar-benar menderita.

"Aku tahu kamu mencintai Sasuke, Sakura... ta-tapi kamu takut untuk... sakit hati lagi." Hinata menunduk, takut jika Sakura marah. Tapi Sakura hanya menepuk pundaknya dan berdiri, berjalan pergi.

"Hinata..." Sakura berhenti di pintu dan berkata,"aku sudah berhenti berharap. Dan kini, aku benar-benar tidak memiliki kesempatan. Sasuke mencintai Ino, dan itu sudah fakta. Sudah waktunya aku kembali ke Angel's World, berkumpul dengan teman-temanku."

"Tapi, bagaimana dengan pengorbananmu? Karena kau berkorban untuk Sasuke, kau jadi harus memakai gelang pengampunan itu, kan?" Hinata memang tahu tentang kejadian itu. Karena Hinata adalah salah satu mantan malaikat yang paling berperilaku baik, ia masih memiliki satu kekuatan sebagai malaikat, yaitu Byakugan. Ia bisa melihat kejadian di tempat yang jauh, dan kebetulan ia sedang memakai Byakugannya ketika Sasuke hampir tertabrak.

"Itu hanya kebodohanku yang paling bodoh, itu salahku sendiri," kata Sakura dengan suara tercekat. Air mata sudah hampir menyeruak dari pelupuk mata, tapi diusapnya cepat-cepat. Untuk apa menangis untuk laki-laki berambut pantat ayam itu, bisik Sakura dalam hati.

"Sakura..." Hinata hanya memeluk Sakura, memberikan penghiburan. Sakura berusaha tersenyum. 25 hari lagi toh ia takkan bertemu Sasuke. 25 hari lagi...

~Angel's World:7~

"Hinata?" Neji menoleh ketika suara kecil adiknya itu menyapa telinganya. Jarang-jarang Hinata berwajah serius seperti ini.

"Kakak, pertemukan aku dengan Sasuke. Aku ada perlu dengannya," kata Hinata dengan yakin. Neji hanya mengangkat alis dan mencari handphonenya. Ditekannya nomor Sasuke dan ditunggunya sampai tersambung. "Sasuke, kau senggang? Aku ada perlu..."

~Angel's World:7~

"Hinata, ada apa?" suara Ino yang cempreng terdengar begitu jelas dari handphone Hinata. Hinata terdiam sebentar, dan berkata dengan yakin dan dengan suara yang tegas, "Aku ada perlu denganmu, Ino. Tolong pergi ke Akatsuki Cafe, besok pukul lima sore. Penting, Ino."

"Hmm? Oke. Toh aku tidak ada kerjaan besok. Sekarang yang sedang banyak, besok itu deadline untuk empat project sekaligus! Kalo gitu, aku putus dulu ya! Aku belum selesai!" Ino sudah keburu menutup teleponnya. Hinata hanya meletakkan handphonenya dan menatap langit-langit kamar. Semoga keputusanku kali ini benar, doa Hinata dalam hati.

~Angel's World:7~

"Reservation atas nama Hinata Hyuuga." Gadis berambut pink itu berjalan dengan langkah-langkah panjang ke dalam cafe, tepatnya ke dalam ruangan khusus bagi pelanggan VIP yang lebih private. Dengan kaus lengan pendek dan rompi, serta celana pendek juga sneakers, gadis itu benar-benar terlihat trendy dan chic. Ia terlihat mencari seseorang, dan dengan mudah ia menemukan gadis berambut indigo yang ingin ia temui.

"Jika hanya ingin ngobrol denganku, mengapa harus mengundangku ke cafe seperti ini? Apalagi dalam ruangan seperti ini, pasti mahal untuk dibooking." tanya Sakura heran. Hinata hanya tersenyum tipis, lalu berkata,"aku sedang menunggu seseorang selain dirimu. Ah, itu dia datang."

Pertanyaan Sakura terjawab ketika satu gadis berambut panjang pirang dan dikuncir satu bersama satu lelaki berambut model emo datang. Ino dan Sasuke.

"Sakura?" kedua orang itu menatap Sakura kaget. Mereka tidak menyangka, bahwa Sakura juga diundang. Sepertinya Sakura juga sama terkejutnya melihat ekspresinya.

"Hinata, jika kau mau menyiksaku dengan cara ini, aku tidak akan menurutimu!" Sakura berdiri, hendak pergi. Sasuke terpaku, sedangkan Ino tampak emosi.

"Sakura, Hinata hanya ingin menyelesaikan kesalahpahaman di antara kita!" bentak Ino kasar. Ino benar-benar sudah emosi kali ini, apalagi melihat Hinata yang hanya bisa menunduk. Sakura berhenti berjalan, namun menatap Ino dengan sinis. "Dan aku tidak melihat itu sebagai kesalahpahaman, tapi fakta."

"Hentikan, Ino." Sasuke mengangkat kepala Hinata, memaksanya mendongak. "Jangan menunduk. Ini bukan salahmu."

"Sasuke-kun..." Hinata tersenyum, lalu mengangguk. Sasuke sendiri juga tersenyum tipis, lalu mendekat ke arah Sakura yang sudah memasang sikap siaga satu.

"Sakura..." Sasuke menatap emerald Sakura tajam, dan dibalas dengan tatapan yang sama tajamnya dari Sakura. "I need to talk. Tonight?"

"Apa yang mau kau lakukan?" desis Sakura. Ino tampak sudah mau meledak kembali jika Hinata tidak menenangkannya.

"Mungkin... Itu bukan pilihan. Tapi paksaan." Sasuke mencengkeram pergelangan Sakura dan menariknya ke mobil hitam miliknya. Sakura meronta-ronta. Ino dan Hinata hanya bisa terlongo melihat aksi nekat Sasuke.

"Semoga Sasuke baik-baik saja..." batin kedua gadis itu dalam hati.

To be continued~

Maaf pendek... hehe. Tapi boleh minta review? ;)