Angel's World: The Truth

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

The Truth © Joselice

Warning : AU, Fantasy, judul ga nyambung, maybe typo(s), OOC, dll. DLDR!

CHAPTER 8 : The Truth and The Promise

BUAKH! Pemuda itu tersungkur di karpet dengan tidak elitnya. Setelah melepaskan diri dari cengkeraman Sasuke, Sakura menendang wajah Sasuke keras, lalu meninjunya sampai ia terpental dan tersungkur. Tenaga Sakura yang sedang marah memang menakjubkan.

"Aku hanya mau menjelaskan dan meminta penjelasan," kata Sasuke sambil mengelap darah dari sudut bibirnya. Sakura merosot ke lantai, matanya berkaca-kaca. Ia duduk dengan kaki dilipat dan dipeluk di depan dada, lalu mulai menangis dengan kepala yang berada di antara kedua lutut.

"Sakura, are you okay?" Sasuke menghampiri Sakura, mengelus punggung Sakura pelan. Sakura mengangkat kepalanya, dan menatap mata Sasuke tajam.

"Asal kau tahu saja..." desis Sakura tajam. "Aku... mencintaimu. Sangat. Bahkan aku mengorbankan diriku sendiri untuk menyelamatkanmu. Satu-satunya alasan kenapa aku tidak bisa menghilang dari matamu, karena sayapku patah di kecelakaan itu. Dan-" CTAR! Suara petir menggelegar, dan wajah Sakura memucat.

"A-apa?" Sasuke terlongo, apa maksudnya?

"Maaf, tapi... aku harus pergi." Sakura menggenggam tangan Sasuke erat. "I love you... kalau saja aku bukan malaikat, dan kamu bukan manusia... mungkin kita bisa bersama."

"Apa yang-" tiba-tiba tubuh Sasuke seperti tersengat listrik. Gelang di tangan Sakura retak, lalu pecah. Sakura tersenyum, gelang itu sudah tidak ada gunanya sekarang. Ia tidak mau mendapatkan pengampunan, jika untuk itu ia harus menahan seluruh perasaannya pada Sasuke.

Tubuh Sakura mulai lenyap menjadi debu. Detik-detik itu adalah satu-satunya yang Sasuke takutkan. Detik-detik menjelang kepergian Sakura...

"Bukankah ini terlalu cepat?" kata Sasuke dengan nada hampir histeris. Sesuatu yang tidak pernah Sasuke lakukan sebelumnya. "Bahkan aku belum sempat menjelaskan semuanya! Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Ino!"

"Sudahlah, Sasuke... berbahagialah dengan Ino." Sakura mengulurkan tangannya dan menyentuh pipi putih Sasuke. "Bahkan aku... harus pergi karena telah mengatakan yang sejujurnya. Rahasia yang tidak pernah boleh diutarakan pada kaum manusia. Tapi... aku bukan malaikat yang baik. Bahkan aku bukan malaikat yang baik sejak aku jatuh cinta denganmu, Sasuke." Mata Sakura berkaca-kaca, namun bibirnya masih melengkungkan senyuman.

"Aku mencintaimu, Sakura. Jangan pernah kau berani-berani pergi!" Sasuke merengkuh tubuh Sakura, erat. Mata Sakura membulat, lalu kembali sayu. "Jangan kau bohongi dirimu sendiri, Sasuke..." kata Sakura pelan.

"Siapa yang membohongi dirinya sendiri?" ujar Sasuke tajam. "Aku benar-benar mencintaimu, kau membuatku gila! Apa-apaan semua ini? Aku tidak peduli kau malaikat atau bukan. Aku tidak peduli kau siapa dan dari mana. Aku hanya ingin memilikimu! Menjadi orang yang dapat melindungimu! Bahkan ini pertama kalinya aku berbicara sepanjang ini! Semuanya hanya karenamu, Sakura!"

"Ke..." Sakura kehabisan kata. Sekarang kakinya sudah menghilang, membuat waktunya tidak banyak. "Kenapa baru sekarang?"

"Kamu tidak pernah mempercayaiku, Sakura!" bentak Sasuke. "Kamu menolak untuk mempercayaiku!" Air mata mulai jatuh dari mata gelap Sasuke. Melihat tubuh Sakura yang perlahan menjadi debu, membuat Sasuke hampir gila. Atau sudah?

"Sasuke..." bisik Sakura di telinga Sasuke. "Maaf..."

"Kau tidak perlu minta maaf kecuali kau terus berada di sini!" kata Sasuke. "Jangan pergi!"

"Ini bukan keinginanku, Sasuke..." Sakura menggenggam tangan Sasuke erat. "Aku juga mencintaimu, tapi aku juga harus pergi..."

"Aku akan menyusulmu ke sana!" Sasuke mencengkeram tubuh Sakura. "Tunggu aku!"

"Jangan, kau masih memiliki banyak hal yang bisa diperjuangkan..." Sakura menatap mata onyx milik Sasuke dalam. "Aku akan menunggumu, ketika sudah waktunya kau pergi ke atas. Tapi sekarang bukan waktunya, Sasuke..."

"Jangan!" Tubuh Sakura benar-benar sudah menghilang, hanya wajahnya yang tersisa.

"Lanjutkan hidupmu, Sasuke... I love you... Aku akan melihatmu dari atas sana, di balik jeruji besi tahanan surga..." Sakura menutup matanya, dan Sakura lenyap dari hadapan Sasuke. Selamanya.

"Benar kan, Sakura akan kembali ke tanganku." Seseorang berambut kuning menghampirinya sambil menyeringai.

"Berarti kau juga bukan manusia?" tanya Sasuke retorik.

"Ya, begitulah. Mana mungkin kau bisa menyusulnya di sana?" kata Naruto sambil tersenyum sinis.

"Aku pasti bisa. Nanti, setelah semua urusanku selesai."

"Aku tunggu," kata Naruto sambil menghilang di balik cahaya.

To be continued...

Menyedihkan gak sih? -_-" kalau di imajinasi saya sih menyedihkan, tapi sih kayaknya di sini kurang ya... #pundung

Tapi, masih boleh minta review kaan? ._.v