Suara erangan dan tarikan nafas berat tak henti-hentinya terdengar dari sebuah ruangan di bagian maternity di Seoul International Hospital. Di ruangan tersebut, tampaklah seorang yeoja dan namja. Sepertinya si namja sedang menemani istrinya melahirkan.

"Errgh, Yunnieeee ~~" erang sang istri, sambil terus meremas keras tangan suaminya yang pucat. Yunnie, atau Yunho, sang suami balas meremas tangan istrinya, menguatkan sang istri yang kini tengah berjuang melawan rasa sakit yang menderanya sejak beberapa jam yang lalu.

"Jangan menyerah, Joongie.." kata Yunho sambil mengusap dahi Jaejoong—istrinya—yang bersimbah peluh. Bibir dan wajah Jaejoong pucat pasi. Ia hampir terlihat seperti zombie kalau saja perut besarnya tidak terlihat. Jaejoong menggigit bibir bawahnya kuat-kuat saat kontraksi kembali menyerangnya.

Yunho terus mengelus-elus dan setengah memijat perut besar Jaejoong saat Dr. Park datang, kemudian membuka kedua kaki Jaejoong.

"Pembukaannya sudah cukup.. Sekarang, tarik nafas dalam-dalam, Nyonya Jung.." kata dokter Park memberi aba-aba. Jaejoong terus mengatur nafasnya sendiri ditemani Yunho yang ikut-ikutan tegang.

"Dorong, Nyonya Jung.."

"AAAAARGHHHH! JUNG YUNHOOOOO!"

.


.

Title : My Evil Son

Author : Iino Sayuri

Disclaimer : YunJaeKyu belong to God, SME, CJeS, and beloved ELF and Cassie

Warnings : ini gaje.. salah satu contoh ff gagal…. Dibuat dengan no point alias pointless.. Cuma dipublish karena lagi seneng aja klo ngeliat YunJae punya anak Kyu… *melenggang pergi*

Note : ini gaje. Gausah dibaca kalo emang dari awal ga suka... Thanks! Dan NO BASH! BOLEH DI-FLAME, TAPI NO BASH ALLOWED. Thank you.

.


Happy reading, enjoy!


.

2 years later—

.

"Yunnie, bisa kau membantu aku mengajak Kyu bermain? Tampaknya anak itu bosan didalam kamar terus.." seru Jaejoong dari dapur pada Yunho yang tengah sibuk dengan koran. Yunho dengan cepat mengangguk menyanggupi permintaan istrinya, kemudian masuk ke dalam kamar Kyuhyun—putra mereka yang lahir dua tahun lalu.

Yunho menghela nafas. Selalu saja begini setiap hari libur. Sudah menjadi kebiasaan Yunho setiap hari libur untuk merawat Kyuhyun seharian sementara Jaejoong sibuk dengan tempat favoritnya—dapur. Hari libur yang sebenarnya ingin digunakan Yunho untuk santai-santai malah harus jadi berurusan dengan si evil satu itu.

Evil?

Ne, si evil yang dimaksudkan tadi itu Kyuhyun.

Kyuhyun sekarang berusia dua tahun, berwajah tampan seperti appa-nya, termasuk namja kecil yang terlalu aktif untuk ukuran anak seusianya.

Yunho dengan malas memasuki kamar Kyuhyun, menghampiri Kyuhyun yang masih asyik duduk didalam boks-nya sambil mengisap jempol.

Yunho menjulurkan tangan kedalam boks Kyuhyun. "Annyeong, Kyu.." sapa Yunho yang dibalas tawa dari Kyuhyun. Tangan Yunho terjulur kedalam boks untuk menggendong Kyuhyun keluar, tapi sebelum itu dengan cepat Kyuhyun menangkap satu jari Yunho, kemudian memainkannya asal.

Yunho tersenyum melihat ulah putranya, tapi tiba-tiba menjerit keras saat Kyuhyun tak sengaja menekuk jarinya ke belakang terlalu keras. Jaejoong yang kaget langsung menghampiri Yunho yang meringis-ringis kesakitan, dan Kyuhyun yang tertawa riang menertawakan appa-nya.

"Yunnie.. Gwaenchana? Kenapa?" tanya Jaejoong dengan sendok sayur di tangan. Jaejoong pasti sangat terburu-buru dan kaget saat mendengar seruan Yunho tadi. Sampai-sampai, meletakkan sendok sayur saja tidak sempat saking kagetnya.

Yunho meringis, "A-Aniya, Joongie.." Yunho meringis lagi, "Aku tidak apa-ap—AAAAAA!" jeritnya lagi ketika Kyuhyun kali ini memencet kuku Yunho dengan keras, sementara Kyuhyun kembali tertawa keras dengan suaranya yang masih patah-patah.

Jaejoong sweatdropped melihat tingkah anak dan suaminya. "Yunnie lebai!" kata Jaejoong sebelum berlalu begitu saja kembali ke dapur.

Yunho masih mendengar suara Kyuhyun yang menertawakannya.

"Ppa... ebai!"

.

.

"Kalian bisa kan kutinggal berdua seharian ini?" tanya Jaejoong pada Yunho yang masih memangku Kyuhyun di ruang tamu. Yeoja itu tampak mempersiapkan penampilannya sendiri, menyisir rambut panjangnya yang sedikit berantakan akibat terkena hembusan angin AC, kemudian merapikan pakaiannya.

Yunho memandang nelangsa pada istrinya, "Kenapa kau harus pergi hari iniiii?" ratap ayah satu anak itu, "Tidak bisakah kau dan Su-ie menunda acara jalan-jalan kalian? Bukankah Onew juga masih sangat lengket dengan Su-ie?" protes Yunho, yang dibalas decakan jadi Jaejoong.

"Aku hanya sebentar, Yunnie-ya.. Onew saja akhirnya bisa hanya berdua dengan Chunnie, kok.. Masa' kau tidak bisa?" Jaejoong menghampiri Yunho kemudian mengecup bibir tebal sang suami kemudian beralih ke pipi gembil Kyuhyun. Yeoja itu kemudian mengambil tasnya yang terletak di sofa, kemudian memakai high heels-nya dan berjalan kearah pintu depan, meninggalkan Yunho yang masih memangku Kyuhyun.

Langkah Jaejoong terhenti tepat di pintu, "Jangan khawatir, aku takkan lama kok.." Jaejoong tersenyum manis, kemudian melambai pada si kecil Kyuhyun yang masih sibuk dengan PSPnya. Yunho membetulkan letak duduk Kyuhyun di pangkuannya, kemudian kembali manyun sambil menatap mata istrinya, berharap dengan itu Jaejoong akan kembali dan tidak meninggalkannya berdua dengan jagoan evilnya.

Tapi Jaejoong hanya melemparkan kiss-bye untuk Yunho dan Kyuhyun, kemudian menutup pintu depan dan samar-samar Yunho dapat mendengar suara mobil Junsu didepan rumahnya. Yunho menggendong Kyuhyun, kemudian membawa Kyuhyun untuk berhadapan dengannya.

"Ya! Kyunnie..." panggil Yunho, berusaha menatap mata Kyuhyun yang terus terpaku pada PSP hitamnya. "Kau tahu? Umma meninggalkan kita berdua sendirian disini.." keluh Yunho. "Umma jahat ya?"

"A...ni.." jawab Kyuhyun ringan sambil mengutak-atik PSP-nya, membuat Yunho merasa dicuekin. Dengan cepat, Yunho menyambar PSP di tangan Kyuhyun, membuat evil kecil itu menatapnya bingung.

"Ppaaa.." protes Kyuhyun dengan tampang imutnya. Tapi Yunho hanya mengangkat PSP Kyuhyun tinggi-tinggi, berusaha menjauhkan benda laknat itu dari tangan putranya.

"Aniya, Kyunnie-ah! Hari ini, kita akan pergi jalan-jalan!" titah Yunho tegas, "No PSP, no toys, and no TV untuk hari ini, arraseo?" tanya Yunho lagi, tapi Kyuhyun langsung kembali ceria begitu mendengar kata 'jalan-jalan'.

"Eung!" Kyuhyun bertepuk tangan, "Al..laceo!"

.

.

"Hihi... Bi...lu..." kicau Kyuhyun semangat sambil menunjuk-nunjuk balon yang dilihatnya di pinggir jalan. Sementara Yunho hanya menengok putranya yang berada di kursi belakang dari kursi pengemudi.

Mereka berdua sekarang sedang berada di dalam mobil, pergi jalan-jalan seperti kata Yunho tadi. Yunho memutuskan untuk membawa Kyuhyun ke Lotte World, sekalian bersenang-senang dan have fun. Mungkin saja ia bisa melepaskan sedikit bebannya sebagai seorang ayah.

Kyuhyun bergumam senang ketika mobil Yunho mulai memasuki gerbang Lotte World yang berwarna-warni. "Ppaaaa... Ppaaaa..." Kyuhyun terus menerus memanggil Yunho, berusaha menunjukkan Yunho warna-warni yang Kyuhyun lihat. Tangan Kyuhyun menempel di jendela, menunjuk-nunjuk balon-balon beraneka warna yang terlihat olehnya. Sedangkan Yunho hanya tertawa kecil melihat anaknya yang riang.

"Ne, ne, Kyunnie.. Kita keluar sebentar lagi.." Yunho memarkirkan mobilnya, kemudian langsung membawa Kyuhyun keluar dari mobilnya. Sebelah lengannya yang kokoh langsung menggendong Kyuhyun keluar dari mobilnya dengan sedikit kesulitan karena Kyuhyun terus bergerak-gerak dalam gendongannya.

"Ppaaa.. Ppaaaaa ~~ Lu..cuuuu..." Kyuhyun tertawa geli sambil menarik-narik daun telinga Yunho. Kedua matanya yang berbinar-binar melihat kesana kemari dengan riang. Sementara Yunho sendiri? Terlihat kesulitan. Tangan kanannya menggendong Kyuhyun, dan tangan kirinya membawa tas besar yang berisi banyak kebutuhan Kyuhyun.

Merasa kelelahan, Yunho mendudukkan diri di salah satu bangku di taman bermain itu sejenak. Ia menarik nafas panjang, berusaha memenuhi paru-parunya dengan udara. Tapi, Kyuhyun malah mengangkat tangannya dn menjepit hidung Yunho dengan keras, menyebabkan Yunho megap-megap tak bisa bernafas.

"K-Kyuuuu..." Yunho berusaha melepaskan tangan Yunho dari hidungnya, tapi cukup sulit. Mengingat Kyuhyun kini tengah berusaha berdiri di pahanya dengan satu tangan yang menjepit hidungnya, dan tangan lain menjepit telinganya, mau tak mau Yunho harus menjaga keseimbangan Kyuhyun dengan kedua tangannya agar Kyuhyun tidak jatuh. Yunho belum mau dibanting Jaejoong karena menjatuhkan anaknya yang tampan tapi evil ini.

"Hihihi.. Ppaaa ~" Kyuhyun tertawa, dan menjepit hidung Yunho makin keras. Kakinya berpindah-pindah di atas paha Yunho, berusaha menyeimbangkan tubuhnya sendiri, sementara Yunho makin megap-megap dan membuka mulutnya makin lebar untuk bernafas.

SRET~

"Woo ~" Kyuhyun bergumam kecil ketika ia sedikit kehilangan keseimbangan. Tapi untungnya, Yunho dengan cepat menangkapnya. Jantungnya berdegup kencang karena tegang. Sempat dikiranya Kyuhyun akan terjatuh, untung saja refleknya cepat. Dan selain itu, Kyuhyun juga refleks melepaskan jepitan jari-jarinya pada hidung dan telinga Yunho, dan memutuskan untuk berpegangan pada pakaian Yunho.

"Hampir saja, Kyu.." Yunho memandang horror pada anaknya yang memandang polos padanya. Perlahan-lahan, dibantunya Kyuhyun berdiri diatas pahanya lagi. "Kau tahu, kau bisa saja jatuh.. Kau itu—"

NGEK ~

"AAAAAARRRRRGH!~" perkataan Yunho langsung terpotong oleh suara jeritannya sendiri ketika Kyuhyun tidak sengaja menginjak bagian tengah selangkangannya. O.O Kaki Kyuhyun yang mungil tapi kuat dengan sadis menindih bagian tengah selangkangannya dengan sepatu biru Kyuhyun, membuat Yunho menjerit pilu. Membuat beberapa pasang mata menolehkan kepalanya kearah ayah dan anak itu.

"Hihihi... Hahaha ~" Kyuhyun malah tertawa sementara Yunho meringis-ringis menahan rasa nyeri di selangkangannya. Yunho berani taruhan, rasa sakit ini jauh lebih sakit dibanding 'little Yunho' yang didiamkan Jaejoong semalaman.

"K...Kyunnie..." Yunho langsung memindahkan Kyuhyun agar duduk disebelahnya. Sementara Yunho langsung mengapit kakinya dan sesekali meniup kearah 'little Yunho'-nya, berusaha meredakan rasa nyeri yang seolah menjalar sampai otaknya. *lebeh*

Tanpa disadari Yunho, Kyuhyun perlahan-lahan mulai turun dari bangku yang mereka tempati. Kyuhyun membalikkan badannya, dan kemudian perlahan memposisikan kakinya yang masih belum sampai ke tanah dengan hati-hati, dan langsung menjatuhkan diri.

"Agh!"

POFF ~

Kyuhyun jatuh terduduk diatas lantai Lotte World, dengan alas popoknya yang tebal. Jadi evil kecil itu jelas tidak merasa kesakitan sama sekali. Evil kecil itu hanya sedikit melengos melihat bajunya yang sedikit terangkat, dan kemudian merangkak dengan riang kesana kemari. Beruntung sekali tadi Yunho memakaikan celana jeans panjang untuk bawahan Kyuhyun. Jadi ia sekarang tak merasa sakit sama sekali karena merangkak.

Yunho, yang sudah selesai dengan 'little Yunho'nya, meregangkan ototnya sejenak. Kedua matanya jelalatan mencari stan makanan atau snack yang mungkin saja bisa meredakan rasa laparnya.

"Kyunnie, kau mau makan apa?" tanya Yunho sambil matanya terus menjelajah, tak tahu bahwa Kyuhyun sudah hilang. Yunho baru menyadari Kyuhyun tidak ada ketika seorang wanita duduk diatas bangku tersebut, tepat ditempat Kyuhyun duduk tadi.

"Lho?" Yunho berjengit kaget sambil menunjuk wanita tersebut, "Kenapa kau yang malah disini? Disini kan tadi ada anakku.." Yunho kebingungan sementara wanita itu memandangnya balik dengan tatapan bertanya-tanya, "Mwo? Anak apanya? Kulihat tadi tempat ini kosong kok.. Lagipula, aku malah mengira kau datang sendirian kesini.." jelas wanita itu yang membuat Yunho melongo.

"Mwo? Kosong katamu? Kalau begitu aku harus segera pergi, annyeong!" Yunho langsung pergi setelah sebelumnya menyambar tas kebutuhan Kyuhyun, kemudian langsung berlari meninggalkan wanita itu yang menggerutu kesal.

"Kukira masih single, ternyata malah sudah punya anak. Sial!" keluh wanita itu.

Sementara itu, Yunho masih sibuk berlari menyusuri tiap jengkal Lotte World, mencari buah hatinya yang tampan itu. Tetapi, masalahnya Yunho terlalu tinggi, dan Kyuhyun terlalu pendek. Apalagi Kyuhyun masih belum bisa berjalan, hanya bisa merangkak. Tentu akan sejuta kali lebih susah untuk menemukan anak unyu terse—ah! Ternyata dia disana! Didepan toilet.

Dengan wajah berbinar, Yunho cepat-cepat menghampiri Kyuhyun yang merangkak tak tentu arah didepan toilet. Tapi, tampaknya wajah berbinar Yunho tak bertahan lama—lagi. Karena, dengan kadar innocent yang tinggi atau kadar ke-evil-an yang sama tingginya, Kyuhyun merangkak masuk kedalam toilet wanita.

Toilet wanita!

Yunho melongo saat Kyuhyun merangkak makin jauh masuk kedalam toilet. Dapat didengarnya seruan kaget maupun seruan penuh kekaguman dari dalam toilet. Dugaan Yunho, karena wajah Kyuhyun yang sudah bisa dikatakan tampan untuk anak seusianya-lah maka para wanita itu terkagum-kagum.

'Kalau Kyuhyun saja yang masuk para yeojadeul sudah seperti itu, tentu tidak apa-apa kalau aku masuk dan mengambil anakku kembali..' entah karena polos atau pabbo, Yunho malah berpikir seperti itu. Dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, Yunho langsung melangkah masuk kedalam toilet wanita.

"Permisi..." Yunho memberi salam pada penghuni toilet wanita yang melongo shock, "Aku mau mengambil kembali—"

"NAMJA!" salah seorang wanita menjerit keras, mengagetkan Kyuhyun yang terus memperhatikan ayahnya sejak Yunho masuk dari pintu toilet. Beberapa yeoja langsung maju sambil membawa bermacam-macam senjata—entah tas, dompet, buku, dan bahkan sikat—kemudian mulai memukuli Yunho yang mereka anggap kurang ajar karena telah berani masuk toilet wanita seenaknya sampai Yunho terdorong ke luar toilet sekarang.

"Ampun, ampun!" kata Yunho melas sambil berusaha melindungi kepalanya dari pukulan senjata, "Aku tidak bermaksud mengintip! Aku hanya ingin mengambil anak—"

"Jangan banyak omong kau, dasar orang mesum!"

BYUR!

Seorang ahjumma-ahjumma gendut langsung menyiram tubuh Yunho dengan air yang ia ambil dari wastafel dan kemudian ditampung dalam ember yang kebetulan bertengger santai di pojok toilet. Dan ahjumma tersebut sukses membuat Yunho basah kuyup dari atas hingga bawah.

"Hihi... Ppa...ba..cah.." Kyuhyun dengan nistanya malah menertawakan Yunho yang sudah memasang tampang sebal sambil menatapnya tajam. Dan bukannya berhenti, tawa Kyuhyun malah makin keras.

Tampaknya, selain have fun, hari ini Yunho juga belajar satu hal : yeoja takkan memberi ampun jika kau memasuki toilet, saat kau adalah seorang pria dewasa. Setampan apapun dirimu.

.

.

Yunho mendengus sebal ketika melirik Kyuhyun yang tertidur kekenyangan di bangku belakang mobil. Anaknya itu benar-benar mengacau seharian. Lihat saja Yunho! Pakaiannya kotor semua. Mulai dari disiram di toilet wanita, saus spageti Kyuhyun yang mengenai lengan bajunya, dan kemudian susu Kyuhyun yang tumpah dibagian depan.. Oh, Jung Yunho benar-benar sial hari ini.

Yunho membelokkan mobilnya masuk ke carport rumahnya. Dilihatnya lampu didalam rumah sudah menyala, berarti Jaejoong sudah pulang. Dalam hati, Yunho bersorak gembira mendapati istrinya sudah pulang. Yunho langsung mencopot sabuk pengaman setelah mematikan mesin, kemudian beralih ke bangku belakang, tempat Kyuhyun tidur dengan pulas.

Yunho pelan-pelan melepaskan sabuk pengaman yang dipakai Kyuhyun dan kemudian mengangkatnya pelan-pelan, menjaga agar Kyuhyun tak terbangun. Sesudah memposisikan Kyuhyun di bahunya, Yunho langsung mengambil tas Kyuhyun, dan kemudian keluar dari mobil. Angin dingin menerpa bajunya yang masih setengah basah, membuat sekujur tubuhnya menggigil.

Yunho melangkah ke pintu depan, kemudian membukanya. Mendapati bau harum bulgogi tercium membuat Yunho merasa begitu gembira. Tentu saja gembira, sebentar lagi Jaejoong yang akan kembali mengurus evilnya ini.

"Kau sudah pulang, Yun?" suara Jaejoong terdengar dari arah dapur. Dan sedetik kemudian, Yunho bisa melihat Jaejoong yang melongokkan kepalanya dari dapur. Ekspresi wanita itu berubah kaget saat melihat penampilan Yunho yang berantakan.

"Omo! Kau kenapa, Yun?" tanya Jaejoong seraya berlari menghampiri Yunho yang masih menggendong Kyuhyun yang tertidur. Pelan-pelan diambilnya Kyuhyun dari bahu Yunho. Kemudian matanya menelusuri seluruh tubuh Yunho yang terlihat kacau.

"Hari ini hari yang berat untukku.." Yunho mengeluh seraya meletakkan tas Kyuhyun diatas sofa, kemudian membanting dirinya sendiri keatasnya.

"Hari ini bukannya bersenang-senang dengan Kyunnie, aku malah jadi sengsara.." Yunho bercerita sementara Jaejoong menepuk-nepuk pundak Kyuhyun, menjaganya agar tidak terbangun setelah tadi sempat bergerak kaget.

"Jinjjayo?" Jaejoong memandang simpati pada suaminya seraya berjalan menuju kamar Kyuhyun, bermaksud meletakkan anaknya di boks-nya. Tapi, tepat didepan kamar, Yunho mendengar rengekan Kyuhyun yang disusul isakan kecil.

"Ppaaa... Ap...paaa ~"

Jaejoong langsung bertindak. Dengan cepat, ditepuk-tepuknya pundak Kyuhyun lagi sementara Yunho ikut menghampiri. Yunho mengelus kepala Kyuhyun, seketika membuat si kecil itu tenang.

Jaejoong nyengir kecil kearah suaminya, "Sepertinya ada yang sudah akrab dengan Kyu.." ledek Jaejoong yang hanya dibalas senyum menawan Yunho. "Tentu saja.. Walaupun seharian ini aku harus repot sih.. Tapi tidak apa.." tambahnya sambil mengekor Jaejoong yang melangkah masuk ke kamar Kyuhyun, kemudian meletakkan tubuh kecil itu kedalam boks-nya, dan menyelimutinya dengan hati-hati.

Jaejoong mengernyit, "Memang apa saja yang dilakukan Kyuhyun padamu?" tanya Jaejoong, tanpa sadar mengundang sebuah seringai di wajah tampan Yunho.

"Nanti saja kuceritakan.." Yunho menggiring Jaejoong ke kamar mereka, "Sebelumnya, bantu aku dulu dong, tadi 'little Yunnie' diinjak oleh Kyu.. Sakit sekali rasanya.."

.

.

-FIN-

.


.

tepat setelah UKK dan comeback dengan ff begini?

boleh minta kritik, saran, atopun flame tentang ff ini? Apa saja boleh.

so...

wanna give me some of your review?

Thanks ~