"Nae sarang nomaneul nomaneul nomaneul noreul wihan binjari—" Yoochun tengah bernyanyi-nyanyi kecil sementara putranya yang gembul, Onew, kini tengah tiduran di paha Yoochun yang tidak seempuk paha Junsu. Namja kecil berusia empat tahun itu mendengus kecil ketika mendengar appa-nya bernyanyi. Maklum saja, bagi Onew, suara Junsu adalah suara paling indah yang pernah didengarnya.
"Appa, jangan nyanyi lagi ~" rengek Onew sambil menarik-narik celana pendek yang dikenakan Yoochun, membuatnya sedikit melorot. Yoochun menaikkan celananya lagi ketika Onew menambahkan, "Suara Appa aneh ~"
Yoochun melotot aneh mendengar Onew memprotesnya seperti itu. Bayangkan saja, selama ini istrinya selalu memuji-muji suaranya yang bertekstur (?) serak-serak basah layaknya husky itu, dan mengatakan bahwa ia menyukai suara Yoochun yang seperti itu.
Tapi ini?
Aish, bahkan Yoochun dihina oleh anaknya sendiri. -_-
"Enak saja, suara Appa tidak aneh tahu! Kau saja yang mungkin salah dengar," timpal Yoochun sambil menyentil dahi Onew yang mengerang keras ketika dahinya disentil. Tangannya yang mungil memegangi dahinya ketika Yoochun bersiap menyentil dahi namja gembul itu lagi.
"Appaaa ~ Jangan sentil-sentil! Nanti dahiku ikutan lebar kayak dahi Appa ~"
Yoochun mengerang dalam hati ketika Onew mengatakan hal itu. Dahinya berkerut melihat wajah Onew yang memandangnya polos, seolah tanpa dosa yang berarti. Diacaknya rambut Onew sambil tersenyum. Tapi, bukan senyum gemas, melainkan senyum menahan geram.
'Untung saja dia anakku...' batin Yoochun sambil terus mengacak rambut Onew yang sudah berantakan.
.
.
Title : My Evil Son [YooSu version]
Author : Iino Sayuri
Disclaimer : YooSuNew belong to God, SME, CJeS, and beloved Cassie and Shawols
Warnings : ini gaje.. maksa.. ga pantes dibaca.. GS.. yg ga suka BISA LANGSUNG PERGI.
Note : sekuel dari My Evil Son [YunJae version].. yang gasuka sekuel, yang ga suka YooSu, silakan pergi. Saya nggak terima bash, tapi kalo flame diterima dengan hati yang terbuka lebar.. Thanks!
.
Happy reading, enjoy!
.
.
Siang yang cerah, secerah raut wajah Onew yang tengah bermain dengan boneka ayam kesayangannya. Tetapi, nampaknya disertai sedikit mendung, seperti yang dapat kita lihat pada wajah ayah satu anak yang tampan ini, Park Yoochun. Wajah Yoochun yang biasanya cerah, kini dihiasi titik-titik air yang mengalir turun dari jidatnya yang lebar, menuju pipinya, dan terus mengalir hingga ke dadanya yang tertutupi oleh kaus polo berwarna orange.
Keringat.
Yeah, namja tampan itu berkeringat hebat sekarang. Bukan, dia bukan sedang menonton film yadong atau semacamnya. Bukan juga sedang berolahraga—Yoochun punya asma berat dan ia lebih memilih jarang berolahraga daripada asmanya kambuh ditengah kegiatan olahraganya. Namja itu hanya sedang memasak.
Memasak?
Ne, itulah yang dilakukan Yoochun sekarang. Kegiatan sakral yang seharusnya hanya bisa dilakukan Junsu itu kini tengah dilakukan oleh Yoochun sekarang. Dikarenakan sejak setengah jam yang lalu Onew merengek kelaparan dan minta makan. Sebenarnya bisa sih, kalau Yoochun mau membeli makanan dari restoran atau mengajak Onew keluar untuk makan. Tapi Yoochun sedang malas kemana-mana. Ia sudah terlanjur nyaman dengan keadaan rumahnya yang kemarin baru saja dibersihkan Junsu sehingga sekarang rumah mereka bersih dan wangi.
Bagaimana dengan pesan antar?
Well, Junsu tidak pernah membiarkan nomor-nomor telepon restoran ayam goreng cepat saji bertebaran di rumah mereka. Apalagi dengan adanya Onew. Kalau saja Onew sampai menemukan nomor telepon restoran ayam goreng cepat saji, bisa dipastikan YooSu couple akan langsung bangkrut mengingat Onew itu pecinta ayam.
Terhitung sudah satu jam waktu yang dihabiskan Yoochun didapur. Onew yang merasa gelisah karena semakin lapar segera meninggalkan boneka ayamnya, kemudian menengok apa yang sedang ayahnya lakukan di dapur.
'Memasak tidak susah kan? Umma saja kalau memasak cepat, masa Appa tidak bisa?' batin polos Onew ketika melihat Yoochun yang tengah mengangkat wajan. Matanya memandang bingung pada sebuah mangkuk berisi sesuatu yang berwarna sedikit hitam, dan kehijauan. Merasa penasaran, Onew menarik sebuah kursi, kemudian melongokkan kepalanya, melihat apa yang ada didalam mangkuk itu.
"Appa! Ini apa?" jerit Onew ngeri ketika melihat isi mangkuk itu. Tangan Onew menyambar sebuah garpu, kemudian mengangkat sesuatu yang berwarna hijau tua dari sup berkuah bening tersebut.
"Itu rumput laut. Sudah, jangan banyak protes, makan saja.." kata Yoochun sambil membilas panci. Tapi Onew memandang aneh pada sup rumput laut favoritnya yang sekarang malah terlihat aneh di matanya. Membuat Onew serasa mual, kalau anak itu boleh jujur.
Onew menatap punggung tidak-terlalu-lebar Yoochun yang masih berusaha membilas piring-piring yang licin akibat terlalu banyak diberinya sabun. Kedua matanya berkilat ragu ketika Yoochun dengan desahan puas menatap piring-piring basah yang telah ia bilas sebelumnya. Padahal Onew dapat melihat masih ada busa-busa sabun yang menghiasi piring-piring berwarna putih itu.
"Appa, masih ada sabunnya ~" tukas Onew sambil menunjuk pada piring-piring itu. Yoochun segera melihat kearah piring-piring itu, kemudian mendengus sebal. "Ah, nanti saja dibersihkan lagi," kata Yoochun, kemudian berjalan kearah meja makan dan mendudukkan diri di salah satu kursinya. "Kenapa tidak dimakan, Jinki-ya? Bukannya kau tadi bilang lapar?"
Onew menggeleng sambil tetap memandang mangkuk sup rumput laut buatan Yoochun. "Sudah nggak lapar lagi, Appa, dan..." kata Onew sambil manyun, "Kelihatannya itu nggak enak.." lanjut Onew, membuat Yoochun mengerutkan kening dan menyambar mangkuk itu cepat.
"Bicara apa kau ini, Onew? Mana mungkin tidak enak? Appa sudah mengikuti resep Umma-mu kok.." kata Yoochun sambil meraih sendok, kemudian menyodorkannya pada Onew. Tetapi anaknya itu menggeleng.
"Coba Appa dulu yang makan..." pinta Onew sambil mendorong sendok itu kembali pada Yoochun. Namja tampan itu hanya mendengus ketika mata Onew berbinar penasaran padanya yang hendak memakan sup rumput laut itu.
"Jangan macam-macam, sup rumput laut Appa tidak kalah enak dengan buatan Umma-mu.." sahut Yoochun sedikit sombong, kemudian menyendokkan sup itu ke dalam mulutnya.
Seketika Yoochun melotot.
"Hmph!"
.
.
Yoochun sedang tiduran di ranjangnya setelah insiden sup rumput laut yang baru saja menimpanya tadi. Perut Yoochun serasa diaduk-aduk setelah memakan sup rumput laut buatannya tadi. Sungguh! Rasanya berbeda jauh dengan sup rumput laut buatan Junsu. Padahal Yoochun sudah mengikuti resep Junsu, dan ia benar-benar yakin hasilnya akan enak. Tapi ternyata?
Aigo, sepertinya ia harus bertanya pada Junsu apa rahasianya sehingga sup rumput laut buatannya bisa begitu nikmat.
"Bukaaaan! Itu disanaaa! Disanaaaa!" terdengar seruan Onew yang kegirangan saat nonton Dora. -_- Yoochun menghela nafasnya saat mendengar Onew yang begitu semangat ketika menonton film kartun bertokoh anak perempuan yang kata teman author mirip Afika itu. *plak* Sesekali terdengar geraman Onew yang kesal karena Dora tak kunjung bereaksi dengan apa yang dikatakannya.
"Hyaaaah! Doraaa! Itu gunungnya di belakangmu! Masa' nggak keliatan?" Onew akhirnya marah-marah sendiri saat Dora tak menjawab kalimatnya. Onew masih terus memelototi Dora yang malah asyik ngomong sendiri dengan Boots, dan setelah beberapa saat, Onew mematikan TV. Merasa geram. Kemudian ia berjalan menuju kamar orangtuanya, dimana Yoochun kini tengah beristirahat dan bersantai setelah kejadian naas yang menimpanya tadi.
"Appa!" seru riang Onew sambil melongokkan kepalanya masuk kedalam kamar, melihat Yoochun yang tertidur sambil meletakkan sebuah handuk hangat di perutnya, mengompres perutnya yang sakit. Onew mulai melangkahkan kakinya masuk. Mengendap perlahan menuju tubuh kurus tapi atletis ayahnya yang tengah terkapar tidak berdaya. Dan sambil menaiki ranjang appa-nya, Onew mengguncang-guncang tubuh Yoochun, memintanya bangun.
"Appa! Appa!" kata Onew sambil terus menggucang tubuh Yoochun, yang akhirnya beberapa menit kemudian membuatnya terbangun. Onew tersenyum lebar ketika akhirnya Yoochun membuka matanya, kemudian memandang anaknya dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Apa, Onew-ya?" tanya Yoochun dengan suara serak akibat baru bangun tidur. Onew nyengir lebar. "Appa, ayo kita main!"
DEG.
Entah kenapa perasaan Yoochun mendadak tidak enak ketika mendengar Onew mengucapkan kata 'main'.
"Ma-Main apa, Onew-ya?" tanyanya dengan suara bergetar.
"Main petualangan.. Appa jadi Dora.." jawab Onew santai.
"MWO?"
.
.
Kaus polo berwarna ungu? Check.
Ransel travelling Yoochun? Check.
Celana pendek? Check.
Kaus kaki yang panjangnya selutut? Check.
Sepatu olahraga? Check.
"Appaaaaa!~ Apa rambutmu tidak bisa dipanjangkan dengan cepat? Aku mau bikin rambut Appa seperti Dora!" keluh Onew sambil mengacak-acak rambut Yoochun dengan sebelah tangan, sementara sebelah tangannya memegang hair-dryer. Mengeringkan rambut Yoochun yang sengaja ia basahi supaya lebih panjang. Yoochun sendiri hanya mendumel sebal saat rambutnya diacak-acak oleh putra tunggalnya itu.
"Rambut Appa ya cuma segini panjangnya, Onew-ya! Tidak bisa lebih panjang lagi!" tukas Yoochun saat Onew malah mencoba menarik-narik rambut Yoochun, mencoba memanjangkannya.
Onew mempautkan bibirnya sebal, "Ya sudah kalau begitu.. Toh Appa juga sudah mirip Dora kalau begini.." Onew bicara sendiri sambil merangkak turun dari kursi, kemudian meletakkan hair dryer itu diatas meja makan sementara Yoochun sibuk berusaha mengeringkan rambutnya sendiri dengan panik.
Yoochun berambut Dora?
Yang benar saja!
Yoochun tidak bisa membayangkan reaksi Junsu begitu tahu dirinya hendak dijadikan Dora oleh anaknya sendiri. -_- Membayangkan Junsu terbahak-bahak melihat penampilannya saja sudah membuat Yoochun ngeri.
"Appa!"
Dan lagi. Suara cempreng inilah penyebab kengerian Yoochun yang nomor satu. Dengan perlahan, Yoochun memutar tubuhnya menghadap Onew yang berbinar-binar sambil membawa sebuah kertas di tangannya. Peta. -_-
"Appa! Ayo sekarang kita mengelilingi rumah sambil melihat ke peta!" seru Onew sambil meenyodorkan peta nista itu kearah Yoochun yang mematung bingung. Merasa penasaran, Yoochun cepat-cepat berlari kearah dapur yang diandaikan oleh Onew sebagai hutan. Dan begitu Yoochun memasuki dapur—
"Astaga! Park Jinki! Apa yang kau lakukan dengan dapur ummamu?"
—Yoochun yang shock langsung memegangi kepalanya dengan panik. Bagaimana tidak panik kalau anakmu ternyata mengeluarkan semua sayuran di kulkas, dan kemudian meletakkannya di berbagai sudut di dapur untuk mendesain dapurmu sebagai hutan?
Junsu pasti marah besar!
Yoochun melihat jam di dinding dapur. Dan kedua matanya membulat begitu melihat jam berapa ini sekarang. Jam empat! Bukankah tadi Junsu bilang ia akan pulang jam setengah lima?
"Onew-ya! Bereskan semua ini! Umma-mu akan pulang setengah jam la—"
CKLEK.
"Yoochunnie ~ Jinki-ya ~ Tadaimaaa ~~"
Yoochun melotot. Dirinya benar-benar kenal suara itu. Suara lumba-lumba istrinya yang begitu khas. Dan bersamaan dengan itu, Yoochun tahu.
Dirinya dan anaknya bakal mati!
Yoochun merasa begitu bodoh yang tidak mendengar suara mobil istrinya yang berada di diluar rumah. Walaupun dalam hati merutuk kesal juga, untuk apa Junsu pulang setengah jam lebih awal?
"Yoochunnie ~ Eodiga?" seruan Junsu terasa semakin menusuk telinga Yoochun ketika yeoja imut itu perlahan memasuki dapur, dan ekspresi wajahnya yang perlahan berubah saat melihat dapurnya yang super berantakan, terutama Yoochun berdiri ditengah-tengah dapur dengan kostum yang dipakaikan Onew padanya tadi.
"Y-Yeobo, aku bisa jelaskan—" Yoochun tersenyum gugup melihat Junsu yang sudah menekuk wajahnya. Bisa ditebaknya, Junsu kali ini benar-benar sebal.
"Ya! Park Yoochun! Bereskan ini semua bersama anakmu! Aku akan ada di rumah Junho-oppa sampai kau selesai membereskan dapur dan rumah!" Junsu merengut imut, "Enak saja kau mengotori rumah, padahal baru tadi pagi aku membersihkan rumah! Kau tahu, membersihkan rumah itu melelahkan!" Junsu berseru sebal, kemudian melotot kearah Onew. "Kau juga, Park Jinki! Bereskan dapur Umma bersama ayahmu!"
"Tapi Umma! Aku nggak berbuat apa-apa!" seruan Onew langsung membuat Yoochun melotot. Hey! Tadi kan anak itu yang memenuhi dapur dengan sayuran!
"Arra.. Onew, kau ikut Umma!" Junsu tanpa pikir panjang langsung menggendong Onew bersamanya, kemudian melangkah menuju pintu depan, meninggalkan Yoochun yang berusaha mengejar Junsu dan Onew yang malah memeletkan lidahnya kearah Yoochun dari dalam gendongan Junsu.
BLAM!
Suara pintu depan yang tertutup ketika Yoochun terhenti tepat di belakang pintu. Masih dengan ransel di pundaknya, kaus polo ungu-nya, celana pendek serta kaus kaki dan sepatunya. Membuat Yoochun merutuki dirinya sendiri karena terlihat gila dan bodoh di saat yang bersamaan. Mana Onew kabur lagi!
"Hhh.. Dammit.." lirih Yoochun sambil melangkah gontai kembali menuju dapur.
Yeah, hal yang perlu kau ingat, Chun : punya anak itu susah. Apalagi yang bandelnya terselubung seperti Onew. Salahkan siapa yang menyuruhmu langsung 'menerkam' Junsu saat malam pertama kalian.
Sabar ya, Chun. U_U
.
=FIN=
.
.
bahahahah ~ *ketawa nista*
sekuel macam apa ini?
Mianhae kalo feelnya ga dapet ato kurang memuaskan. Aku tahu kok..
ama maaf buat Dora yang akhirnya aku nistain disini U_U beneran deh Dor, ga ada maksud kok bahaha ~
Dan... ff ini jadi ff terakhirku di FFn untuk sementara waktu ini.. tapi aku tetep buat sih hehe..
Mungkin kalo masih ada yg mau baca ff2ku *emang ada?* bisa langsung ke fb-ku yg namanya Iino Sayuri. Disana aku post SEMUA ffku dari awal ampe akhir. Jadi, kalian bisa baca. Dan kalo misal ada yg mau minta twitterku, bisa liat di profil hahaha..
Aku tahu aku ngga punya pembaca setia kayak author2 lain hehehe jadinya yaa cuma nawarin saja kok ;D kalo ga mau juga gapapa :p wkwk..
Yaudah, aku mau bales review dulu ya :D
.
.
maknaelovers : wkwk boleh2.. tapi itu dijadiin cerita lepas aja gimana? Sekuelnya YooSu nih, gapapa kan? Kalo udah jadi, bisa diliat aja di fbku kalo mau.. wkwk thanks dah review :D
.
rikha-chan : bahaha Yunho-oppa ga bakal tenang kalo punya anak macam Kyu XD thanks dah review :D
.
fichul : eh? Oh ya? hehe mian, soalnya aku jarang perhatiin anak umur dua tahunan U_U sepupuku yg paling kecil udah umur 6 tahun, dan aku belom punya ponakan -_- thanks udah review :D
.
therany : woah, itu semi rated-M ya chingu? Bisa kayaknya hehe.. tapi bakal jadi cerita lepas.. ga apa ya? kalo mau sih bisa dibaca ntar klo udah ada di notes fb ku-PM disini aja gimana? *plak* thanks dan review wkwk :D
.
lee minji elf : ini sekuelnya, mian kalo ga memuaskan.. thanks dah review :D
.
diictatorlove : bahaha ~ Jaemma yg tanggung jawab gegara ulah Kyu.. thanks dah review :D
.
Babycuttie : bahaha :D thanks reviewnya thanks juga semangatnya :D
.
ankim : Yunho oppa kasian beud XD YunJaeKyu emang unyu sekaleh *_* thanks dah review :D
.
Kim Hyo Jin : iya sih lucu tpi kasian Yunho hehe.. ntar bisa2 little Yunho diinjekin mulu ama Kyu wkwk thanks dah review :D
.
Blackyuline : iya, itu ntar jadi cerita lepas hehe.. thanks dah review :D
.
Marcia Rena : itu jadi cerita lepas yah :D thanks dah review :D
.
alia choi : Kyu, ga gede ga kecil tetep aja evil.. ;D thanks dah review :D
.
Oryzasativa : ini yg Onew ama YooSu ;D gmn? Maksa ya? mian kalo ga memuaskan ._. Thanks udah review :D
.
Julie yunjae : hehehe makasi dukungannya chingu, thanks dah review :D
.
yunjae wonkyu : bahahaha jangan dicubit, entar emaknya ngamuk *lirik Teuk* thanks dah review :D
.
Cho kyurin : bahahaha bersukacita XDD kasian banget ya si Yunho ternyata :D thanks dah review chingu :D
.
AIDASUNGJIN : THANKS-FOR-LIKING-IT :D
.
Choi Sung Mi : bahahaha cerita yg itu jadi cerita lepas yaa :D thanks dah review :D
.
Booboopipi : iya, ini langsung tamat, maaf yaa ._. Author lagi mandek inspirasi -_- thanks dah review :D
.
Kyuminjoong : ngomongnya kasian ama Yunho tapi emoticsnya ngakak XD bahahaha ~ thanks dah review chingu :D
.
Kyuhee : kurang banyak? Ini dibonusin sekuel deh bahahaha :D thanks dah review :D
.
MinnieGalz : hehe chingu bisa menebak apa yg ada di pikiran Jeje umma XD thanks dah review :D
.
Osoichan-says : hehehe My Noona's Boyfriend mau ada sekuel? Soalnya pas itu aku tanya kok yg jawab dikit jadi ga jadi deh sekuelnya.. hehe.. oke, sekuelnya (mungkin) bia dilirik dif b *plak* thanks dah review :D
.
Lee EunGun : yaah ga main PSP secara harfiah gitu, cuma utak-atik PSP tenot tenot pencet2 asal gitu deh hehhe.. thanks dah review :D
.
rinda : itu jadi cerita lepas yaa chingu :) thanks dah review :D
.
MagnaeGyu : kayaknya bakal sering bikin ff YunJaeKyu kok :D entah kenapa kalo YunJae anaknya Kyu terlihat lebih imut di mataku XD *dibanting Changmin* thanks dah review chingu :D
.
Mega Xiahtic : sekali evil tetap evil! Bahahah ~ thanks dan review :D
.
KyuminYunjae : bahahaha ~ :D gaapa, aku kan menerima kritik dengan lapang dada XD thanks dah review :D
.
Enno KimLee : hehehe itu dijadiin cerita lepas yaa chingu ;) liat aja di fb (kalo mau).. thanks dah review.. :D
.
.
alright, udah selesai bales2 review :D
Jeongmal gomawo buat semua review dan dukungan kalian selama ini :D
Sampai jumpa kapan-kapaaaaaan ^^ *reader : lambai tangan ke siapa lo?*
Oke,
Berkenan me-review? :D
Thanks ~
