ommo na... saya betul-betul tak menyangka reviewnya sebanyak ini...! Gomawo yeorobun... dan untuk satu teman sekolah saya yang tiba-tiba nongol tanpa disangka (nobinobi) ... emboooook #hug akhirnya kau pindah rating jugaaaaa wkwkwkwk LoL. #ditimpukreaderdeul.
Title : Nocturne
Rating : T (for this par)
Disclaimer: FT Island belongs to FnC Entertaintment's, their parents and god
dengan kata lain saya hanya pinjem nama-nama dari entertainer diatas. Tapi cerita ini benar-benar milik saya.
Pairing : [FT Island] Lee Hongki x Choi Jonghun.
Warning : YAOI, BoyLove, BoyXBoy, PWP, Bahasa abal, rada ngebosenin, ff ini hanya fiksi... fiction in fiction in fiction #malahnyanyi
I've been warned you
so,
Don't like? please don't read
.
Now Playing:
Frederick Chopin - Nocturnes Op.9 in E Flat
The Gazette - Taion
FT ISLAND - Distance
Tambahan ! Part ini di buat 7 bulan lalu, jadi mungkin gaya bahasa mako belum se-berkembang chap 1. tapi lumayan enak di baca kok..
Well, HAPPY READING GUYS…^^
NOT LIKE? PSE DON'T READ!
.
.
Hongki tersungkur di lantai, mata cemerlangnya menatap nanar seorang namja tampan berwajah dan bermata sendu yang hanya meliriknya dengan wajah datar. Namja yang menikahinya karena namja cantik bermata cemerlang itu mengandung anaknya.
Si namja tampan, Choi Jonghun mengakui yang dikandung Hongki itu sebagai anaknya, darah dagingnya. Tapi ia tidak akan pernah menerima Hongki. Namja yang pernah menolak cintanya, mempermalukannya dan menganggapnya tak pernah ada setelahnya. Kekecewaan Jonghun begitu besar hingga merubah rasa cintanya menjadi rasa benci dan rasa muak walau hanya untuk melirik wajah cantik namja yang kini menjadi 'istri'nya.
"Sudah kubilang jangan ikut campur urusanku." gumam Jonghun.
Suara tangis bayi menggema memenuhi penjuru ruangan, mengundang siapapun untuk menenangkannya. Jonghun melangkah ke lantai dua, Sedangkan Hongki menguatkan diri untuk bangun dan tertatih-tatih melangkah ke dapur. Ia harus membuatkan susu untuk anak yang dilahirkannya sebulan lalu, Choi Jaejin.
.:mako-chan:.
Langkah Hongki terhenti di ambang pintu kamarnya dan Jaejin. Suara tangis sudah tak terdengar, hanya gumaman menenangkan yang mengisi udara.
Manik cemerlang Hongki menyendu menatap Jaejin yang tenang dalam buaian lengan Jonghun. Untaian airmatanya kembali jatuh. Ini sudah cukup. Bagi Hongki ini sudah cukup. Asalkan Jonghun menerima Jaejin dan menyayangi namja mungil itu, ia sudah bersyukur. Ia tidak keberatan walau namja yang dicintainya itu tidak menganggapnya ada.
Mulut kecil dalam buaian Jonghun menggumamkan tawa renyah dan celotehan tak berbentuk. Tak berapa lama, bagai merasakan keberadaan Hongki, tiba-tiba Jaejin menangis dan meronta dalam buaian Jonghun. Tangannya yang mungil terulur membuka menutup ke arah Hongki.
Jemari Hongki terangkat menghapus tetes bening yang membasahi pipinya, lalu melangkah memasuki kamar.
"Berikan padaku, mungkin dia lapar."ucap Hongki mengulurkan tangan.
Mata sendu yang tadinya penuh cinta kini menajam. Kedua tangannya mengembalikan Jaejin dalam ranjang bayi tanpa menggubris tangan Hongki yang terulur. Bulir air lolos turun dengan cepat dari mata Hongki. Entah Jonghun melihatnya atau tidak, tapi ia kini telah meninggalkan pasangan ibu dan anak itu dan melangkah ke kamarnya sendiri. Hongki tersenyum pahit, lalu menggendong Jaejin ke Ranjang miliknya. Ia ingin tidur memeluk BabyJae-nya malam ini.
.:mako-chan:.
Satu tahun berlalu. Perlahan, seiring kembalinya wajah ceria Hongki, cinta Jonghun yang sempat terkubur kini perlahan timbul. Namun perlakuannya pada Hongki belum berubah. Poker face masih menempel di wajah tampannya.
.
.
"Aku pulang..."
-sunyi-
'Mungkin dia sudah tidur..'pikir Jonghun. Mata kelamnya terarah ke jam dinding di ruang tamu. Jam 01.01. Jonghun menghela nafas.
'Pantas.. Sudah dini hari.' pikirnya. Setelah melepas sepatu, dia pun melangkah. Tiba-tiba kepala Menyembul dari punggung sofa putih, membuat namja tampan berwajah kalem namun itu terlonjak.
"Jonghun, kau sudah pulang?"
Jonghun berdiri terdiam melihat sosok didepannya. Rambut hitam pendek nya acak-acakan, mata cemerlang nya menyipit memandang Jonghun, lalu..
"HOAHMM.." Hongki menutup mulutnya yang menguap lebar.
Namja ini menantinya?
"Apa kau lapar? Ku panaskan makanan untukmu" ucap Hongki sambil mengadahkan wajahnya. Berusaha menatap Jonghun dari celah matanya.
'Kelihatannya kelopak matanya tidak mau terbuka! Hahaha.'pikir Jonghun dengan muka datar. Ia mengangguk.
Hongki berjalan ke dapur sambil melebar-lebarkan matanya. Di belakangnya, Jonghun mengulum senyum melihat polah 'istri' tak dianggapnya itu.
.:mako-chan:.
"Jonghun..."
Jonghun masih makan dalam diam.
"Kau besok libur kan? Aku... besok harus belanja.." ucap Hongki sambil menunduk.
"Lalu?"ucap Jonghun acuh tak acuh.
"Aku tidak bisa membawa Jaejin. Dia habis imunisasi badannya masih hangat...
"..."
"..."
"..."
"Ma-maukah kau menjaganya besok. Aku janji tak akan lama.. Hanya 2 atau 3 jam".
Jonghun meletakkan sumpitnya di samping mangkok.
"Terserah kau saja lah.."ucapnya lalu melangkah pergi.
"Go-gomawo Jonghun-ah!" seru Hongki pelan. Ia pun membereskan meja, dan mencuci peralatan yang digunakan Jonghun tadi. Setelah semuanya selesai, baru ia melangkahkan kaki ke kamarnya untuk beristirahat.
.:mako-chan:.
Senyum Hongki merekah di ambang pintu melihat apa yang terjadi di kamarnya. Jonghun terlelap. Lengan kanan menopang wajah terpejamnya di atas box Jaejin, sedangkan lengan kirinya terjulur menggenggam tangan mungil bayinya yang kini berumur satu tahun.
Rasa hangat menyelusup ke jantung, mengalir ke seluruh pembuluh dan menjalar ke tiap jaringan yang ada di tubuh Hongki. Oh Tuhan, Betapa kini ia mencintai Jonghun.. Bolehkah sekarang ia berjuang mempertahankannya?
.
.:flash back:.
.
Badan Hongki di hempas ke tembok. Gema heels membentur ubin terdengar makin keras, seorang yeoja berjalan mendekat dan mencengkram kerah seragam Hongki. Wajah cantik mendekati wajahnya.
"Aku sudah pernah mengingatkanmu kan..."bisiknya tajam. Hongki meringis dalam diam.
"Jangan goda namjachinguku lagi. Kau ini hanya cowok menjijikan. Penyuka sesama namja dan penggoda pacar orang."ucap yeoja itu.
"A-aku tidak-"
"SHHHH! Kau jangan GR.. Bagi hubungan kami kau bukan apa-apa mengingat cinta kami yang begitu besar... Tapi! Melihatmu keganjenan menggoda Namjachinguku membuatku gerah! Jauhi Jonghun, atau kau akan mendapatkan balasannya!" bisik wanita itu, menghempas hongki ke tembok.
Gada besar bagai menghantam Hongki. Ia tidak pernah mendekati Jonghun. Jonghun sendiri yang mendekatinya.. Tapi ia akui, rasa cinta itu memang ada dan tertanam indah direlung Hongki. Dan kenyataan bahwa ia merusak kebahagiaan orang lain bagai menghempasnya ke tepian jurang.
.:skip time,still flashback:.
-di atap SMA FnC-
"Hongki-ya, saranghae... Nae ga neol saranghae... Please, let me be your boyfriend"ucap Jonghun sambil menjulurkan Karung kain berwarna pink setinggi dada dan sebesar drum minyak dengan ujung tertali oleh pita manis berwarna merah kepada Hongki.
Apa yang terjadi? Kenapa namja ini tega mempermainkan perasaan Hongki. Bisa-bisanya menjerat hatinya sedangkan hati namja itu telah terhubung dengan hati orang lain. Hati Hongki serasa remuk redam. Pernyataan cinta Jonghun bagai cemoohan ditelinganya yang menoreh kan luka tak terlihat namun begitu perih.
"Kau.. Namja paling menjijikan yang pernah kukenal."ucap Hongki.
Pupil sendu Jonghun melebar.
"Aku tahu. Tapi aku mencintaimu Hong-"
"TAPI AKU BENCI KAU CHOI JONGHUN!" sembur Hongki menghempas kantong pink ke lantai dan berlari meninggalkan Jonghun.
Jonghun berdiri terdiam. Mata sendu itu menatap karung yang kini terbuka. Beribu-ribu memo terjatuh ke bawah. Menghujani halaman penuh siswa dengan kertas berwarna pink.
.
.
.:mako-chan:.
.
.
Hongki berlari ke kamar mandi, menyelam dalam keterpurukannya dan menangis tanpa henti hingga tak terasa bel pulang telah berdentang satu jam lalu. Dilangkahkan kakinya yang terasa lemas untuk pulang. Hari ini sungguh hari yang melelahkan. Dan setibanya di depan, Ia tercekat. Pemandangan di halaman sekolah menghambat Kakinya melangkah.
Angin bertiup kencang, membuat beberapa memo berwarna pink yang melapisi hampir seluruh halaman berputar dalam pusaran. Jantung Hongki berdebar tiba-tiba.
Ia merunduk, menggapai selembar memo.
I Love You, Lee Hongki
Choi Jonghun.
Pupil mata hongki melebar.
"Bohong.."gumamnya tak percaya. Ia membungkuk lagi. Meraih memo sebanyak mungkin ke dalam genggamannya. Dengan brutal dibacanya satu per satu. Dinding air menyelimuti mata Hongki. Lembaran memo terlepas dari tangannya, dan terbawa angin sebelum jatuh ke tanah.
Manik matanya terarah ke segala penjuru, Hampir seluruh halaman seluas lapangan sepak bola tertutup oleh lembaran memo berwarna pink.
"A-apa yang terjadi..? Ini.. Bohong kan?" gumamnya lirih.
Bulir air mata terjatuh bersama lutut yang kini tertekuk menghantam tanah.
.:flash back end:.
.
.
Perlahan Jonghun membuka mata, meninggalkan lengan yang menjadi bantalan di tepian box bayi. Rupanya ia tertidur di kamar Jaejin.
Jonghun menggeliat dan menguap lebar.
SRUK.
Selimut yang melapisi tubuhnya jatuh, menghentikan acara menguapnya.
"Selimut? ... Siapa yang-" mata Jonghun terarah ke ranjang Hongki, Mendapati tubuh 'Istri'nya terbaring diatas ranjang tanpa selimut. Mata sendunya melembut, dan senyuman tersungging di bibirnya.
"Dasar bodoh."gumam Jonghun.
Digapainya selimut yang merosot ke lantai dan dibentangkannya melapisi tubuh Hongki yang tidur dengan wajah gelisah dan bermandi keringat. Jonghun terdiam menatap wajah itu, lalu berbalik untuk kembali ke kamarnya sendiri.
"Mianhae... Jonghun-ah, mianhae..."
Jonghun tercekat, langkahnya terhenti. Ia berbalik. Hongki masih terpejam dan bergerak gelisah.
"Nunna, aku tidak..akan mendekatinya lagi..." Bulir air mata mengalir dari mata Hongki yang terpejam. Tiba-tiba wajahnya terbuang ke kiri dan kekanan.
"Tolong hentikan... Aku bukan perusak hubungan kalian.. Hentikan.. Sakit.. Berhenti.. Hh..hh.. Jangan pukul lagi... Sakit.. Hh..hh.. Nunna.. Berhenti.."
Mata jonghun membulat.
Hongki tenang sesaat lalu mulai bergerak gelisah lagi.
"TIDAAAK! Jangan lihat memo-memo itu... Tolong... Hh..hh.. Berhenti! Jangan mencemoohnya lagi.. Hiks.. Hentikan.. Jonghun tidak mencintaiku... Hiks.. Jonghun pacar Shinhye nunna... Hh.. Hh.. Jangan bully dia lagi! Berhenti.. Pergi.. Huhuhu~" isakan mulai terdengar. Air mata dan keringat dingin mengalir dari wajah pucat Hongki.
"Je..jebal..Hh..hh.. Jangan tinggalkan Jonghun... Kau harus disisinya... Hiks~ Nunna, jebal... Hh..hh.. Jonghun membenciku... Ia sendirian... Kembali... NUNNA KEMBALII! uukhhh.. hiks!"
"..."
"Jonghun-ah... Hiks! mianhae... Saranghae.."
Jonghun itu berbalik memunggungi Hongki, lalu menengadahkan wajah sendunya dan menghela nafas dalam-dalam. Bulir air mata kepedihan tanpa konfirmasi meluncur bak bintang jatuh dari ekor matanya yang kelam. Langkah panjang Jonghun berganti dengan debum pintu kamar. Wajahnya menengadah bersandar membelakangi pintu menatap langit-langit dengan pandangan hampa.
"Nado saranghae Hongki-ah.. Nado saranghae.."ucapnya dalam bisikan.
"Yongwonhi..." Jonghunpun melangkah pergi..
.
"Jonghun-ah..."igau Hongki berbisik, diikuti bulir air mata terakhir yang mengalir begitu cepat.
.:mako-chan:.
"Aku pulang..." seru Hongki sepulang acara belanjanya. Dia begitu tidak tenang berpisah dengan Jaejin, hingga ia putuskan untuk pulang lebih cepat
Setelah meletakkan belanjaannya di dapur, namja bermata cemerlang itu pun segera naik ke kamar. Tak sabar menemui BabyJae-nya. Namun setelah ia membuka pintu, dua sosok yang diinginkan tidak ada di kamarnya.
'Mungkin di kamar Jonghun.. Tenang Hongki-ya..'pikir Hongki menenangkan diri.
Dengan segera namja cantik itu bergulir(?) ke kamar Jonghun. Namun nihil. Kedua namja itu tidak ada di tempat. Hongki mulai panik dan mencari ke seluruh sudut rumah.
'Kemana mereka?' pikir Hongki. Ia yang putus asa mulai terhenyak di lantai dapur.
Tiba-tiba tawa renyah Jaejin menggema. Hongki berdiri, mengedar kan pandangan dan menajamkan pendengaran. Sekarang tawa Jonghun yang terdengar. Hongki tercekat. Sudah berapa tahun ia tak mendengar melodi indah bak instrumen karya sang maestro itu mengalun dari bibir suaminya. Instrumen yang begitu dirindukan hingga membuat darahnya kini serasa dipenuhi gelembung hangat yang meletup-letup.
.:mako-chan:.
Pintu dapur menjeblak(?) dan terbuka lebar.
Jonghun dan Jaejin duduk di antara rerumputan hijau beralas tikar. Mereka menatap Hongki aneh, Namun sisa-sisa tawa masih tergurat di wajah mereka. Hongki berlari menghambur dan terduduk memeluk Jaejin yang tertawa renyah menyambut kedatangannya.
"BabyJae.. Bogoshipeo~ apa BabyJae rindu eomma?" ucap Hongki memegang kedua bahu Jaejin dan menghentak-hentakkannya lembut. Jaejin tertawa karena hentakan itu. Sesekali ciuman Hongki mendarat di pipinya yang gembil dengan gemas.
"Hei, Ada apa denganmu? O.o".
"A-aku kira kalian pergi tanpa aku"ucap Hongki meleburkan wajah ke pundak mungil Jaejin. Jonghun mengacak rambut Hongki lembut, membuat Hongki menengadahkan wajah ke arahnya.
"Dasar Umma bodoh..." gumamnya dan tersenyum lembut.
DEG!
'u-umma?'
"Mwo ya.." Hongki menunduk kikuk memandang rerumputan dengan wajah merona, membuat senyum
Jonghun terukir di bibirnya.
.:mako-chan:.
Angin musim semi berhembus lembut menggoyang helai kain berwarna-warni di tiang jemuran, Merebakkan wangi deterjen bercampur bunga musim semi ke udara. Semut hitam berbaris diantara surai pendek karpet hijau alam. Satu diantara makhluk berkaki enam itu begitu terburu-buru melewati laju makhluk berkaki enam lain. Tak lama kemudian enam kakinya berpijak di medan berbau plastik yang terbentang luas.
DUNGGG!
Tubuh-tubuh hitam ramping berkaki enam itu pun terlontar dan berhamburan ke semak rumput raksasa.
Hongki merebut palu karet Jaejin. Mata bulat Jaejin menatap ummanya.
"Apa yang kau lakukan BabyJae? Tidak boleh menyakiti makhluk lain sayang.. Arasseo?"
Jaejin hanya memandang Hongki dan menjulur-julurkan tangan berharap eommanya mengembalikan 'palu sakti'nya.
"Hongki-ya.. Apa kau punya passport?"
Hongki mengangguk. "Aku punya. Wae geurae yo?"ucap Hongki tanpa melihat Jonghun. Ia tertawa. Tangannya memukul-mukul lembut hidung mungil babyjae dengan palu karet. Jaejin merengek dan mengerjap tiap palu karet sukses mendarat di hidungnya, sedangkan jemari mungilnya membuka dan menutup ke arah eommanya.
'Kembalikan Palu ku...eommaaT^T)/' pikir baby berumur satu tahun itu.
Jonghun tersenyum geli melihat ulah pasangan 'ibu' dan anak itu.
"Tiga hari lagi kita berlibur ke kanada. Syukurlah kalau punya passport, kita tak perlu ribet lagi, ya kan BabyJae.." ucap Jonghun pada Hongki namun mata kelam sendunya terus menatap Jaejin.
Hongki mematung. Shock. Palu karet itu pun kembali ke tangan BabyJae The Insect Killer dengan mudah.
PEPP!PEPP!PEPP!PEPP!
Tubuh-tubuh hitam mungil berkaki enam pun kembali berhamburan di udara bersama dengan terdengarnya tawa renyah Jaejin.
Jonghun yang menyadari kebekuan Hongki, beralih menatap namja cantik itu. Membiarkan anaknya bermain dengan palu karet dan ribuan tubuh rapuh tak berdosa untuk meregang nyawa ditangan mungil Babyjae.
Jonghun tersenyum. "Aku dan temanku, Song Seunghyun mendapatkan hadiah berlibur ke kanada dari perusahaan tiga hari lagi. Jadi lebih baik kita mengemasi barang-barang kita sekarang.."
.
.
TETT!TETT!TETT!TETT!
Tubuh-tubuh hitam terlontar ke udara.
Jaejin menyerukan tawa renyah.
.
.
.
"JINJJA?" tanya Hongki histeris.
'Akhirnya sadar juga..==' ckck' pikir Jonghun, namun dia mengangguk dan tersenyum lembut. "Jinjja yo.." ucap Jonghun
"HO-HOREEEEEE...^O^)/ Go-gomawo Jonghun-ah! Uwow..Daebak! Kita ke Kanada! Gomawoo" seru Hongki yang kini menghambur memeluk Jonghun. Rasa bahagia membuncah di dadanya. Hari ini entah kenapa Jonghun selalu tersenyum padanya, dan sekarang namja tampan berwajah sendu itu bahkan mengajak Hongki berlibur ke luar negeri. Benar-benar hari yang hebat!. Pelukan Hongki mengerat di tubuh Jonghun.
Jantung Jonghun berdebar merespon Hongki yang bergelung mendekap dadanya. Membuat Jantung namja cantik itu ikut bermaraton ria. Hongki tersentak dan melepaskan pelukannya dengan wajah merona.
Jonghun tersenyum dan menenggelamkan jemarinya dalam helai halus rambut Hongki, lalu melangkah kedalam rumah.
"Ayo, kita harus berkemas.." ucap Jonghun.
"N-Ne!" Hongki merengkuh Jaejin dalam dekapannya dan menyusul Jonghun ke dalam rumah.
To Be Continued_
.
.
.
special thanks:
ELLE HANA, Kimchihee gak login, Sena, ShinNa Daniel, kouyuki-chan , Ruru aika, shin-hyung, uri, nobinobi, aya' indika pramezta, Shion tsuzuka, yheryin, Enno KimLee, KyuKi Yanagishita, CloudsomniaElf, rayadimitri, jung hana cassie, Blackwinter, wii'N, hongrin.
review chingudeul bener-bener buat melayang. maaf aku gak bisa bales review aku ol di warnet inih...T-T
akhir kata...
boleh minta review lagi? hehehehe
